Jurnal Kesehatan Komunitas
Not a member yet
    548 research outputs found

    Profesi Epidemiologi

    Get PDF

    Pengenalan Ilmu Rekam Medis Pada Masyarakat Serta Kewajiban Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit

    Get PDF
    Rekam medis merupakan berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain kepada pasien pada sarana pelayanan kesehatan. Kemudian diperbaharui dengan PERMENKES No: 269/MENKES/PER/III/2008 yang dimaksud rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen antara lain identitas pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan yang telah diberikan, serta tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Rekam medis dapat digunakan sebagai salah satu alat bukti tertulis di pengadilan. Tenaga kesehatan yang tidak membuat rekam medis selain mendapat sanksi hukum juga dapat dikenakan sanksi disiplin dan etik sesuai dengan UU Praktik Kedokteran, Peraturan KKI, Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI) dan Kode Etik Kedokteran Gigi Indonesia (KODEKGI)

    Perubahan Eksternal, Soft Skills Dan Kurikulum Kesehatan

    Get PDF
    Tulisan ini menyoroti begitu pentingnya tingkah laku kesehatan rumah tangga ‘household health behavior’1 didorong dan direkayasa untuk meminimumkan efek dari persebaran virus. Sekiranya pengetahuan dan kesadaran akan hal ini rendah, maka untuk kasus negara berkembang seperti Indonesia, perkembangan berbagai jenis penyakit degeneratif akan semakin sulit dicegah. Meluasnya persoalan ini kemudian akan berdampak kepada semakin besarnya biaya pencegahannya, dan dampak dari kecepatan virus bisa berbahaya lebih besar lagi. Salah satu implikasi adalah pencegahan dapat dilakukan melalui perbaikan kurikulum pendidikan akan bahaya dari persebaran virus. AIDS, FLU Burung, Flu Babi, Demam Berdarah, dan sebagainya cukup memusingkan pelayanan kesehatan, termasuk insektisida. Pemutakhiran kurikulum tentunya bermanfaat untuk memajukan pendidikan kesehatan, khususnya pendidikan keperawatan, unsur soft skills sangat penting, selain dari perubahan kognitif

    Persepsi Ibu Terhadap Obesitas pada Anak Sekolah Dasar

    Get PDF
    Obesitas merupakan dilema kesehatan yang berisiko penyakit. Beberapa faktor penyebab obesitas pada anak selain genetik, pola makan berlebihan dan pola aktivitas yang kurang. Hal tersebut diduga adanya kesalahan persepsi orangtua terutama ibu terhadap obesitas sehingga berdampak pada pengaturan pola makan dan pola aktivitas anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk Menggali persepsi ibu terhadap anak obesitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam kepada ibu, wali kelas, guru UKS dan petugas dinas kesehatan. Observasi lingkungan sekolah dan rumah, food record dan activity record dilakukan terhadap anak. Untuk keabsahan data dilakukan triangulasi metode dan sumber. Beberapa kesalahan persepsi pada ibu yang mengakibatkan kesalahan dalam mengatur pola makan dan aktivitas pada anak obesitas antara lain adalah ibu beranggapan wajar saja balita gemuk, bila dewasa/remaja akan kurus dengan sendirinya. Ibu beranggapan makanan lokal seperti bakso, sate, siomay dan aneka mie bukan termasuk fast food. Ibu selalu mendorong anak untuk tambah porsi makan dan cenderung menuruti pola makan berlebihan karena faktor ketidaktegaan. Ibu tidak memaksakan anak untuk beraktivitas dan olahraga karena menganggap anak sudah lelah dengan jadwal yang padat di sekolah. Berenang menurut ibu bukan pilihan olahraga yang tepat pada anak obesitas, karena setelah berenang memicu rasa lapar pada anak. Diperlukan suatu strategi pendekatan promosi terhadap orangtua dan anak dalam penanggulangan obesita

    Pelaksanaan FETP Sampai Pemunculan ETMP di Indonesia

    Get PDF
    Makalah ini menjelaskan FETP yang berasal dari Amerika Serikat telah dilaksanakan di Indonesia, tetapi tak sepenuhnya dilaksanakan seperti aslinya sehingga tidak diakui secara internasional. Dari pengalaman dalam pelaksanaan FETP dalam Proyek ICDC (Intensified Communicable Disease Control), anak bangsa sendiri dapat menciptakan kurikulum untuk Program Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Epidemiologi Terapan untuk Manajemen Pelayanan/Program (ETMP). Kemudian anak bangsa sendiri dapat pula menciptakan Standar Profesi Epidemiolog Kesehatan yang merupakan standar untuk pendidikan profesi satu tahun setelah SKM (Sarjana Kesehatan Masyarakat). Diharapkan supaya PAEI, Kolegium Epidemiologi, Majelis Kolegium Kesehatan Masyarakat Indonesia (MKKMI) dan Universitas melakukan pendekatan kepada BPSDM Depkes, Menko Kesra, Dit Jen. Pendidikan Tinggi, BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), dan lain-lain sedemikian rupa sehingga pemerintah mengabulkan berdirinya Pendidikan Profesi Epidemiolog Kesehatan dan lulusannya dapat melanjutkan pendidikan ke Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan ETMP dan FETP. Kurikulum Peminatan FETP yang sudah ada perlu ditambah dengan epidemiologi dan penanggulangan bencana. Kata Kunci : FETP, Standar Profesi Epidemiologi, ETM

    Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian DBD di RSUD Kabupaten Rokan Hulu

    Get PDF
    Di Rokan Hulu terjadi peningkatan kasus DBD tiga tahun terakhir. Pada tahun 2008 tercatat 61 kasus (insiden 15,95 per 100.000 penduduk), tahun 2009 sebanyak 77 kasus (insiden 20,13 per 100.000 penduduk), dan tahun 2010 naik menjadi 79 kasus (insiden 20,65 per 100.000 penduduk). Angka insiden ini lebih besar dari angka insiden nasional yaitu 20 per 100.000 penduduk. Penelitian ini untuk mengetahui faktror-faktor yang berhubungan dengan kejadian DBD di RSUD Rokan Hulu tahun 2011. Jenis penelitian Kuantitatif Analitik Observasional dengan disain Kasus Kontrol. Jumlah sampel 400 responden terdiri dari 200 Kasus (penderita DBD) dan 200 Kontrol (bukan penderita DBD). Hasil analisis bivariat menunjukkan variabel berhubungan dengan kejadian DBD adalah tempat penampungan air OR=3,768 (95% CI:2,492-5,699), Ketersediaan tutup penampung air OR=2,452 (95% CI:1,640-3,668), Frekuensi pengurasan penampung air OR=2,452 (95% CI:1,778-3,989), kepadatan rumah OR=3,331 (95% CI:2,207-5,027) dan umur OR=2,824 (95% CI:1,877-4,251). Hasil analisis multivariat menunjukkan variabel berhubungan bermakna adalah tempat penampung air OR=3,849 (95% CI:2,399-6,175), ketersediaan tutup penampung air OR=2,248 (95% CI:1,403-3,603), frekuensi pengurasan penampung air OR=2,238 (95% CI:1,399-3,579), kepadatan rumah OR=4,049 (95% CI:2,486-6,596), umur OR=2,845 (95% CI:1,768-4,577), jenis kelamin OR=0,613 (95% CI:0,379-0,992). Faktor risiko paling dominan terjadinya DBD adalah kepadatan rumah. Diharapkan masyarakat untuk lebih memperhatikan kegiatan 3M plus dan pelaksanaan PSN–DBD secara mandir

    Perilaku Pekerja Seks Komersial Dalam Penggunaan Kondom Untuk Pencegahan Transmisi HIV/AIDS Di Lokalisasi Teleju Kota Pekanbaru

    Get PDF
    Abstrak Prevalensi HIV AIDS di Pekanbaru meningkat dengan pesat di tahun belakangan ini, meskipun sudah dilakukan kampanye nasional mengenai pemanfaatan kondom pada kelompok risiko tinggi terutama pada pekerja seks wanita dan kliennya. Penelitian ini meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku dari perempuan pekerja seks dalam pemanfaatan kondom dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam dan diskusi kelompok terfokus kemudian dianalisis dengan menggunakan matriks konten. Penelitian ini dilakukan di Lokalisasi Prostitusi di Pekanbaru pada Maret 2010. Hanya 16,6% dari 30 responden menggunakan kondom secara konsisten, pada umumnya sering berubah pikiran ketika klien memberikan uang lebih banyak untuk tidak menggunakan kondom. 80% responden tidak memahami dengan baik tentang pencegahan HIV dan pentingnya menggunakan kondom secara konsisten selama aktivitas seksual. Menariknya, pasokan kondom secara teratur diberikan oleh bos mereka. Tingkat pemanfaatan kondom rendah karena adanya penolakan klien, ketidakseimbangan gender dan tawaran uang. Kemungkinan faktor dasar adalah rendahnya pengetahuan pekerja seks tentang HIV. Intervensi yang komprehensif sangat penting untuk mengatasi hambatan perilaku tersebut. Kata Kunci : Perilaku, Pekerja Seks, Pencegahan HIV/AIDS, PekanbaruAbstractThe Prevalence of HIV AIDS in Pekanbaru is growing rapidly in recent year, even though there are some national control actions by mass campaign of condom utilization among high risk group particularly in Female Sex workers and her clients. This study investigated the factors influencing of Female Sex workers behavior in the condom utilization by using qualitative approach. Data collected with in-depth interview and Focus group discussion then analyzed by content matrix. This study was held at Prostitute Localization in Pekanbaru on March 2010. Only 16.6% of 30 respondents used condom consistently, others commonly changed her mind when client gave more money for not using condom. 80% of respondent did not understand well about HIV prevention and importance of using condom consistently during sexual activity. Interestingly, condom supply regularly provided by their boss. the condom utilization rate were low due to client resistance, imbalance gender and financial bargaining as well. Poor sex worker's knowledge about HIV perhaps the basic factor. Comprehensive interventions are crucial for addressing these behavior barriers

    Keberhasilan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini Di Rumah Bersalin Dan Balai Pengobatan Taman Sari Pekanbaru

    Get PDF
    Abstrak Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif adalah melalui Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan IMD diantaranya, kurangnya informasi ibu tentang IMD, kurangnya dukungan dari keluarga dan kurangnya motivasi dari petugas kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan IMD di Rumah Bersalin dan Balai Pengobatan Taman Sari Pekanbaru Tahun 2010. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subjek penelitian adalah ibu nifas yang melahirkan secara normal dan telah melaksanakan IMD, salah satu anggota keluarga ibu dan bidan. Cara pengambilan data dilakukan dengan observasi dan wawancara mendalam. Variabel yang dianalisis adalah pengetahuan ibu, motivasi keluarga dan motivasi petugas terhadap keberhasilan pelaksanaan IMD di Rumah Bersalin dan Balai Pengobatan Taman Sari Pekanbaru Tahun 2010. Hasil penelitian diperoleh bahwa pelaksanaan IMD belum terlaksana dengan baik dan benar dan pelaksanaan IMD belum berhasil. pengetahuan ibu tentang IMD masih rendah sehingga ibu tidak termotivasi untuk melaksanakan IMD sampai berhasil. Kurangnya informasi tentang IMD yang diperoleh keluarga ibu menjadi dasar motivasi dari keluarga juga rendah sehingga tidak dapat meningkatkan percaya diri ibu saat melaksanakan IMD. Motivasi petugas masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari petugas tidak pernah memberikan informasi tentang IMD kepada ibu dan pelaksanaan IMD hanya berlangsung 15 menit. Disarankan kepada bidan di Rumah Bersalin dan Balai Pengobatan Taman Sari Pekanbaru untuk dapat meningkatkan pengetahuan tentang IMD, memberikan informasi tentang IMD kepada pasien dan memasang poster-poster tentang IMD

    444

    full texts

    548

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Komunitas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇