Jurnal Kesehatan Komunitas
Not a member yet
    548 research outputs found

    Implementasi Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) pada Mahasiswa di Lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

    Get PDF
    College of Health Sciences ( STIKes ) Hang Tuah Pekanbaru as the implementation of the learning process for students at the same workplace for its employees , which should be a place where the Smoking Area based health legislation . Therefore since 2011 STIKes Hang Tuah has issued a policy in the form of a circular by the number of letters No. / 09 / STIKes - HTP / IX / 2011/289 / on Smoking Area in STIKes environment Hang Tuah Pekanbaru. This study was conducted to determine No Smoking Area Policy Implementation (KTR) On Student In High School Environmental Health Sciences Hang Tuah Pekanbaru in 2013 .Metode research with cross sectional design was conducted in June-July 2013. Number of samples 350 students. The sampling procedure by using of Proporsional, data collection using of questionnaires and analysis of data conducted by univariate, bivariate chi-square test and multivariate multiple logistic regression. The results showed that  do not comply with policies KTR 236 people (67.4%), variables related to the implementation of policies KTR are knowledge policies KTR (OR: 15.594, 95% CI: 7.530 to 32.292) and social environment (OR: 17.118; 95% CI :9,455-30, 992), a variable that is not related to policy implementation KTR is knowledge on the dangers of smoking and these variables are not counfounding. It is expected that Hang Tuah STIKes Pekanbaru with each study program is in STIKes Hang Tuah Pekanbaru to do reviews and socialization about No Smoking Area to students who still smoke in the environment STIKes HangTuah PekanbaruSekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Hang Tuah Pekanbaru sebagai tempat pelaksanaan proses belajar mengajar bagi mahasiswa sekaligus tempat kerja bagi karyawannya,  yang mana seyogyanya tempat tersebut menjadi tempat Kawasan Tanpa Rokok berdasarkan Undang-undang kesehatan.Oleh karena itu sejak tahun2011STIKes Hang Tuah telah mengeluarkan kebijakan dalam bentuk surat edaran dengan nomor surat No/09/STIKes-HTP/IX/2011/289/mengenai Kawasan Tanpa Rokok di lingkungan STIKes Hang Tuah Pekanbaru.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Implementasi kebijakan kawasan tanpa rokok (KTR) pada mahasiswa di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru Tahun 2013.Metode penelitian dengan desain Cross Sectional  dilaksanakan pada bulan juni-juli 2013. Jumlah sampel 350 orang mahasiswa. Prosedur pengambilan sampel dengan cara Proporsional Random  Sampling, pengambilan data menggunakan kuesioner dan analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi-square, multivariat dengan uji regresi logistic ganda. Hasil penelitian menunjukkan yang tidak mematuhi kebijakan KTR sebanyak 236 orang (67,4%), variabel yang berhubungan dengan implementasi kebijakan KTR adalah pengetahuan kebijakan KTR (OR:15,594; 95%CI: 7,530-32,292) dan lingkungan pergaulan (OR:17,118; 95%CI:9,455-30,992), variabel yang tidak berhubungan dengan implementasi kebijakan KTR adalah pengetahuan bahaya merokok dan pada variabel ini tidak terdapat counfounding. Diharapkan pihak STIKes Hang Tuah Pekanbaru dengan masing-masing prodi yang ada di STIKes Hang Tuah Pekanbaru untuk melakukan tinjauan dan sosisalisasi tentang Kawasan Tanpa Rokok kepada mahasiswa yang masih merokok di lingkungan STIKes Hang Tuah Pekanbar

    Stigma dan Diskriminasi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) pada Pelayanan Kesehatan di Kota Pekanbaru Tahun 2014

    Get PDF
    Stigmatization and discrimination are still common in people with HIV / AIDS (PLWHA). Interview do many  people to work in agency institute of PLWHA in the Pekanbaru city (most of them are PLWHA) said that they ever experienc stigmatization and discrimination. This study was conducted to information about stigmatization and diskrimination on health in the Pekanbaru city of 2014. This research design is qualitative with a phenomenological approach. Informants in this study is 3 people PLWHA and health officials is 5 people. Data was collected through in-depth interviews and document search. The results of this study showed that the issue of the stigma disease of HIV / AIDS are heard by PLWHA to health services is the body people with HIV / AIDS wrapped in plastic and put into crates, mattresses and all appliances former patients of HIV / AIDS discarded and burned, the use of personal protective equipment excessive. Discrimination of PLWHA include verbally abused, coding on status HIV patients, landfills are still distinguishable, inadequate health care / slow, different services, excessive use of protective equipment, isolated, and perform medical acts without giving informed consent . The conclusion of this study is the stigmatization and discrimination PLWHA in health care is still often the case, stigmatization and discrimination PLWHA in health care starts from the registation / emergency room, inpatient, operating room up in the mortuary. Suggestion increase health promotion in a planned and sustainable removal efforts of PLWHA stigmatization and discrimination in health services and advocation to policy makers in the health sector.Stigma dan diskriminasi masih sering terjadi pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Wawancara yang dilakukan kepada beberapa orang yang bergerak di lembaga penggagas ODHA di kota Pekanbaru ( sebagian dari mereka adalah ODHA) mengatakan bahwa mereka pernah mengalami adanya stigma dan diskriminasi. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya informasi tentang stigma dan diskrimiasi terhadap ODHA pada palayanan kesehatan di Kota Pekanbaru tahun 2014. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan rancangan pendekatan fenomenologi. Informan dalam penelitian ini adalah ODHA sebanyak 3 orang dan petugas kesehatan sebanyak 5 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan telusur dokumen. Hasil penelitian diperoleh bahwa isu stigma penyakit HIV/AIDS yang didengar oleh ODHA pada pelayanan kesehatan adalah jenazah pasien HIV/AIDS dibungkus dengan plastik dan dimasukkan kedalam peti, kasur dan semua peralatan bekas pasien HIV/AIDS dibuang dan dibakar, penggunaan alat pelindung diri yang berlebihan. Diskriminasi terhadap ODHA meliputi dilecehkan  secara lisan, pemberian kode pada status pasien HIV, tempat pembuangan sampah yang masih dibedakan, pelayanan kesehatan yang tidak memadai/lambat, pelayanan yang berbeda, penggunaan alat pelindung yang berlebihan, diisolasi,  serta melakukan tindakan medis tanpa memberikan informed consent. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah stigma dan diskriminasi terhadap ODHA pada pelayanan kesehatan masih sering terjadi, stigma dan diskriminasi ODHA pada pelayanan kesehatan dimulai dari pendaftaran/IGD, rawat inap, ruang operasi sampai di ruang jenazah. Peningkatan promosi kesehatan yang terencana dan berkesinambungan dalam upaya penghilangan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA pada pelayanan kesehatan dan kegiatan advokasi kepada pemegang kebijakan di sektor kesehatan

    Perilaku Masyarakat tentang Menguras, Menutup, Mengubur (3M) Plus terhadap Bebas Jentik

    Get PDF
    The low free larva indeks in the  Singkuang village which is 41% and not in accordance with the national standard is more or equal to 95%. This study aims to determine the behavior of the public about the 3M Plus of free larvae of the Singkuang Village District of Kampar, Kampar regency in 2014. The kind of research used in this study is Analytical observational cross-sectional design. This study by distributing questionnaires and observations. The total sample are 112 household in the Singkuang village. The analysis used univariate analysis with frequency distribution is and bivariate analysis with the chi-square statistical test. The results showed that there is correlation of public knowledge about 3M Plus the free larvae ( p value = 0.005 ) , public attitudes about 3M Plus toward the free larvae ( p value = 0.002 )there is not correlation of community action against 3M Plus free larvae ( p value = 0.053 ). All variables associated with free larvae. From the results of this study suggested the need to increase public knowledge by doing more intensive counseling , increased collaboration between public health officials with the society of Ranah Singkuang village District of Kampar, Kampar regencyRendahnya angka bebas jentik di Desa Ranah Singkuang yaitu 41 % dan tidak sesuai dengan standar nasional yaitu lebih atau sama dengan 95 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku masyarakat tentang 3M Plus terhadap bebas jentik di Desa Ranah Singkuang Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar 2014. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analitik observasional dengan desain cross sectional. Penelitian ini dengan cara penyebaran kuesioner dan observasi.  Jumlah sampel sebanyak 112 Kepala Keluarga yang ada di Desa Ranah Singkuang. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan pengujian statistik chi square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan pengetahuan masyarakat tentang 3M Plus terhadap bebas jentik (p value = 0,005), sikap masyarakat tentang 3M Plus terhadap bebas jentik (p value = 0,002) dan tidak terdapat hubungan tindakan masyarakat tentang 3M Plus terhadap bebas jentik (p value= 0,053). Dari hasil penelitian dapat disarankan perlunya peningkatan pengetahuan masyarakat dengan melakukan penyuluhan lebih intensif lagi, peningkatan kerjasama antara petugas kesehatan dengan masyarakat Desa Ranah Singkuang Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar.&nbsp

    MasKeKat ( Masalah Kesehatan Masyarakat

    Get PDF

    Faktor- faktor yang Berhubungan dengan Kepuasan Peserta ASKES Sosial dalam Pelayanan Dokter Keluarga PT. ASKES (Persero)

    Get PDF
    Figures Social Askes visits to health services Family Physicians PT. Health insurance (Persero) in Kuantan District Sengingi in 2010 decreased which begs the question and find the cause of the decline Askes visits to health care in the family doctor. The purpose of this study was to determine the factors associated with satisfaction in the Social Askes family doctor services in PT. Askses (Persero) in Kuantan District Sengingi. This research is quantitative analytic cross sectional design. Subjects in this study were 97 participants social Askes. Collecting data using questionnaires with the analyzed variables Administrative Services, Medical Services, and Infrastructure in Family Doctor. Statistical tests using Chi square test with p values significancy (p-value) <0.05. The results showed no relationship Administrative Services, Medical pelayana, and Infrastructures in the Family Physician satisfaction Askes Social PT. Health insurance (Persero) in Kuantan District Singingi. Doctors advised the family in order to maintain and improve the system of administrative services, medical services and infrastructure in order to improve the quality of care and satisfaction Askes social, family doctors can provide care that is promotive and preventive, PT. Health insurance (Persero) Regency Kuantan Sengingi more family doctors to promote the existence of the Social AskesAngka kunjungan peserta Askes Sosial pada pelayanan kesehatan Dokter Keluarga PT. Askes (Persero) di Kabupaten Kuantan Sengingi pada tahun 2010 mengalami penurunan yang menimbulkan pertanyaan dan mencari penyebab dari menurunnya kunjungan peserta Askes pada pelayanan kesehatan di Dokter keluarga tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan peserta Askes Sosial dalam pelayanan dokter keluarga di PT. Askses (Persero) di Kabupaten Kuantan Sengingi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan desain cross sectional . Subjek dalam penelitian ini adalah 97 orang peserta Askes sosial. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan variabel yang dianalisis yaitu Pelayanan Administrasi, Pelayanan Medis, serta Sarana dan Prasarana pada Dokter Keluarga. Uji statistic menggunakan uji Chi square dengan nilai significancy p (p-value) < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan Pelayanan Administrasi, Pelayana Medis, serta Sarana dan Prasarana pada Dokter Keluarga dengan kepuasan peserta Askes Sosial PT. Askes (Persero) di Kabupaten Kuantan Singingi. Disarankan kepada Dokter keluarga agar dapat Mempertahankan dan meningkatkan sistem pelayanan administrasi, pelayanan medis dan sarana prasarana guna meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan peserta Askes sosial, Dokter Keluarga dapat memberikan pelayanan yang bersifat promotif dan preventif, PT. Askes (Persero) Kabupaten Kuantan Sengingi lebih mensosialisasikan keberadaan Dokter Keluarga kepada para peserta Askes Sosial

    Pengaruh Peran Orang Tua terhadap Pengetahuan Remaja tentang Kesehatan Reproduksi

    Get PDF
    Knowledge of adolescents on reproductive health in the city of Pekanbaru is quite low as evidenced by the data obtained from the Pekanbaru city PKBI abortions among teenagers as much as 21.2%. Cases of HIV/AIDS, Pekanbaru is the highest AIDS case and HIV cases in the group is the third highest teen. This study was conducted to determine the factors associated with adolescents about reproductive health knowledge in all high school in Pekanbaru in 2013. This study is a quantitative research with cross sectional research design study. Number of samples is 250 teens high school in Pekanbaru. The sampling procedure by systematic random sampling, data collection and analysis of data using questionnaires univariate, bivariate chi–square test, multivariate multiple logistic regression. The results obtained most of the knowledge of adolescents about reproductive health is not good as much as 161 people (64.4%), variables related to the knowledge of adolescents about reproductive  health is the role of parents (OR : 1.982; 95% CI : 1.127–3.487), the variable which is not related to knowledge of adolescents about reproductive health is the influence of peers and teachers who become confounding variables with other variables. Parents should be pursued in order to increase knowledge about reproductive health, attachment to the child and determine when it is appropriate to provide knowledge about reproductive health so that the information obtained is the first before the child got it from the othersPengetahuan  remaja mengenai kesehatan reproduksi di kota Pekanbaru cukup rendah yang dibuktikan dengan adanya data yang diperoleh dari PKBI Kota Pekanbaru mengenai kasus aborsi di kalangan remaja sebanyak 21,2 %. Kasus HIV/AIDS, Kota Pekanbaru merupakan kasus AIDS tertinggi dan kasus HIV pada kelompok remaja merupakan urutan ketiga tertinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor–faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi di SMA Negeri Se–Kota Pekanbaru tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional study. Jumlah sampel 250 orang remaja SMA Negeri Se–Kota Pekanbaru. Prosedur pengambilan sampel dengan cara systematic random sampling, pengambilan data menggunakan kuesioner dan analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi–square, multivariat dengan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi kurang baik sebanyak 161 orang (64,4 %), variabel yang berhubungan dengan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi adalah peran orang tua (OR : 1,982; 95 % CI : 1,127–3,487), variabel yang tidak berhubungan dengan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi adalah pengaruh teman sebaya, peran guru, peran petugas kesehatan dan akses media massa. Sebaiknya diupayakan agar orang tua meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, menjalin kedekatan dengan anak dan menentukan kapan waktu yang tepat untuk memberikan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi sehingga informasi yang diperoleh merupakan yang pertama sebelum anak mendapatkannya dari yang lai

    Diharapkan Dewan Perwakilan Rakyat Berperan Sebagai Inisiator Memberdayakan Pelayanan Kesehatan Primer Untuk Kesejahteraan Masyarakat

    Get PDF
    In indonesia the health problem is still hight, which is necessary to be  solved throught effective, efficient and qualified Primary Health Care (PHC). The primary of Health has confirmed the implementation of MDGs (Milenium Development Goals) which should be achieved by 2015. The objective of this paper to discuss how should be able to create services of effective, efficient and qualified PHC including MDGs. To achieve the objective there was conducted literature review on comprehensive health care, MDGs, evidence based,decision making, health financing decentralization health services and hight education of public health. Besides, then is discussed the relation parliament role duel the identified problem. The conclusion is as follows: the goverment has been likely to priority MDGs than PHC, evidence based decision has not been running, health financing allocation for preventive and promotive PHC is less than curative sevices, the local goverments too not appoint health officials from those graduated from hight education in public health have not able to produce Information and evidence for making decision. The parliament has not used the role as to formulate the low and control to solve the problem. In decentralised health services. It is sugested to formulated strategic planning for the achievment of PHC including MDGs in health to produce information and evidence for creating efective, efficient and qualified health services; To prioritise prevention and promotion more than curative  health service; local an step by step; those having authority in local goverments always appoint health officials from those educated in health field; To plan and implement the curiculum directed to evidence based health service hight education in public health. The Parliament should initiate based in their function so that sugesstion mentioned above can be planed and implemented by the govermentDi Indonesia masalah kesehatan masih tinggi, yang perlu diatasi dengan Pelayanan Kesehatan Primer (PKP) yang  efektif,  efesien dan bermutu.  Departemen kesehatan telah menetapkan pelaksanaan MDG (millenium development goals) yang harus dicapai pada tahun 2015. Tujuan makalah ini membahas bagaimana seharusnya dapat menciptakan pelayanan kesehatan primer termasuk pencapaian MDG yang efektif, efisien dan bermutu. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dilakukan tinjauan kepustakaan tentang upaya kesehatan, MDG, pengambilan keputusan berdasarkan bukti, pembiayaan kesehatan, desentralisasi pelayanan kesehatan, dan pendidikan tinggi kesehatan masyarakat. Di samping itu dibahas kaitan peranan DPR dengan masalah yang  ditemukan. Disimpulkan bahwa pemerintah seakan-akan hanya mementingkan pencapaian MDG dari pada  pelayanan kesehatan primer, pengambilan keputusan berdasarkan bukti belum berjalan, alokasi pembiayaan untuk pelayanan kesehatan primer yang bersifat preventif dan promotif jauh lebih kurang daripada pelayanan kesehatan kuratif, dalam desentralisasi pelayanan kesehatan penguasa di daerah cenderung mengangkat pejabat kesehatan yang tidak selalu berasal dari lulusan pendidikan kesehatan, dan lulusan pendidikan kesehatan masyarakat belum mampu mengelola pelayanan kesehatan yang menghasilkan informasi dan bukti untuk pengambilan keputusan. DPR belum menggunakan peranannya sebagai pembuat undang-undang dan pengawasan untuk mengatasi masalah tersebut. Disarankan supaya dibuat rencana strategis pelayanan kesehatan primer untuk mencapai tujuannya termasuk MDG bidang kesehatan untuk mengahasilkan informasi dan bukti dalam rangka menciptakan pelayanan yang  efektif dan efesien dan bermutu; secara bertahap memprioritaskan pelayanan kesehatan preventif dan promotif dari pada kuratif; penguasa daerah supaya selalu mengangkat pejabat kesehatan dari lulusan pendidikan kesehatan; merencanakan dan menerapkan kurikulum yang mengarah kepada pelayanan berdasar bukti untuk pendidikan kesehatan masyarakat. DPR RI seharusnya berinisiatif sesuai dengan fungsinya supaya saran-saran tersebut diatas dapat direncanakan dan dilaksanakan oleh pemerintah.&nbsp

    Pemberantasan DBD

    Get PDF

    Pelaksanaan Sistem Surveilans dan Gambaran Epidemiologi Malaria di Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu Tahun 2008-2010

    Get PDF
    Malaria occurences in Indragiri Hulu Regency (INHU) are increasing each year. The increasing of malaria cases may be caused by the weakness of malaria surveillance system in all levels. The aims of this reasearch are determining the implementation of the malaria surveillance system and evaluating malaria program in Department of Health in District INHU from 2008 until 2010. The research was quantitative descriptive designed as a case study conducted by interviewing and document searching Quantitave descriptive as case study was designed to investigate the implementation of malaria surveillance system and to evaluate malaria program in Health Office of INHU District 2008-2010. Data obtained from interview and documents review.. The research subjects were official engaged in malaria surveillance system who were chosen by non random technique using purposive sampling. The result of this study shows This study showed that the implementation of malaria surveillance system was generally considered less. Most of Malaria’s patients in the years 2008-2010 at Indragiri Hulu more was in males is 55.3%, with the largest mostly in the age group 15-54 years is (50.7%), and 76.1 % the most in Kulim Jaya subdistrict. is 76.1 ‰ In generally, malaria case occured at September. Most commonly the case in September. This study suggests improvement of malaria surveillance activities and malaria program implementation, human reasources and budget from health office of INHU District. Department of Health in District INHU is expected to improve malaria surveillance activities and malaria program implementation, improve the quality and quantity of human resources and budget more funds for this activities.Kejadian malaria di Kabupaten Indragiri Hulu (INHU) mengalami peningkatan setiap tahunnya. Peningkatan kasus malaria mungkin disebabkan oleh sistem surveilans malaria yang masih lemah disemua jenjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan sistem surveilans malaria dan evaluasi program malaria di Dinas Kesehatan Kabupaten INHU tahun 2008 - 2010. Desain penelitian ini deskriptif kuantitatif berupa studi kasus yang dilakukan dengan wawancara dan penelusuran dokumen. Subjek penelitian ini adalah petugas yang terlibat dalam sistem surveilans penyakit malaria dengan teknik non random menggunakan metode purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan sistem surveilans malaria secara umum dinilai masih kurang. Penderita malaria di Kabupaten Indragiri Hulu tahun 2008-2010 lebih banyak pada laki-laki yaitu 55,3%, sebagian besar pada kelompok umur 15-54 tahun yaitu 50,7%, paling banyak di Kecamatan Kulim Jaya yaitu 76,1‰. Umumnya kasus terbanyak pada bulan September. Diharapkan Dinas Kesehatan Kabupaten INHU dapat meningkatkan kegiatan surveilans malaria dan pelaksanaan program malaria, meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM serta menganggarkan dana yang lebih memada

    Faktor Risiko Kejadian Anemia pada Ibu Hamil

    Get PDF
    The prevalence of anemia in pregancy in Indonesia is 40.1 % by National Family Health Survey 2001. Data from Health Office Pekanbaru City showed prevalence of anemia in pregnancy in Tenayan Raya Public Health Center is 54 %. This cross sectional study was designed to identify risk factors with anemia in pregnancy in Tenayan Raya Public Health Center. Two hundreds and twelve pregnant women were included in this study . Data obtained usinh questionnaire and analyzed using regression logistic test. This study showed Parity (CI95%: OR = 1.66 to 6.16), adequacy of iron intake (CI95%: OR = 1.59 to 5.80), Status KEK (CI95%: OR = 1.44 to 2.50), maternal education (CI95%: OR = 1.24 to 4.50) were significantly associated with incidence of anemia in pregnancy. Unrelated variables are maternal age, family income, employment and knowledge. multivariate analysis showed the parity (number of children), the adequacy of iron intake, KEK status, and maternal education have a causal relationship with the incidence of anemia. Variables that are not associated significantly with the incidence of anemia in pregnant women is the mother's age, family income, occupation and knowledge. Suggest for pregnant women to plan their pregnancy, consume iron tablets as many as 30 eggs / month for 3 consecutive months and maintain the nutritional needs during pregnancy. For further research needs to study with different respondents, a different place and time by using continuous data.Angka prevalensi anemia dalam kehamilan di Indonesia berdasarkan SKRT tahun 2007 adalah sebesar 40,1 %. Menurut data yang di dapat dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru angka anemia yang tertinggi terdapat pada Puskesmas Tenayan Raya yaitu 54% pada tahun 2011. Angka anemia kehamilan di Indonesia menunjukkan nilai yang cukup tinggi, prevalensi anemia yang termasuk tinggi terdapat di Wilayah Puskesmas Tenayan Raya yaitu sebesar 54%. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Tenayan Raya Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru tahun 2012. Desain penelitian ini adalah studi penampang analitik (analytic cross sectional study). Populasi adalah seluruh ibu hamil di wilayah kerja puskesmas Tenayan Raya tahun 2012 sebesar 771 ibu hamil, dengan sampel 212 orang ibu hamil. Cara pengambilan data yaitu dengan wawancara. Analisis data dilakukan dengan regresi logistic ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan signifikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil yaitu: Paritas (CI95%:OR=1,66-6,16), Kecukupan konsumsi zat besi (CI95%:OR=1,59-5,80), Status KEK (CI95%:OR=1,44-2,50), Pendidikan ibu (CI95%:OR=1,24-4,50). Variabel yang tidak berhubungan adalah umur ibu, pendapatan keluarga, pekerjaan dan pengetahuan. Berdasarkan analisis multivariate variable independen yang memiliki hubungan sebab akibat dengan kejadian anemia pada ibu hamil adalah paritas (jumlah anak), kecukupan konsumsi zat besi, status KEK, dan pendidikan ibu. Variabel yang tidak berhubungan signifikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil adalah umur ibu, pendapatan keluarga, pekerjaan dan pengetahuan. Di sarankan pada ibu hamil agar dapat membatasi jumlah anak jangan lebih dari 3orang merencanakan kehamilan dengan baik, mengkonsumsi tablet zat besi sebanyak 30 butir/bulan selama 3 bulan berturut-turut dan menjaga kebutuhan nutrisi selama hamil. Untuk peneliti selanjutnya perlu melakukan penelitian lebih lanjut pada responden, tempat dan waktu yang berbeda dan sebaiknya dengan menggunakan data kontini

    444

    full texts

    548

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Komunitas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇