Jurnal Kesehatan Komunitas
Not a member yet
    548 research outputs found

    Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Penyembuhan Luka Post Sectio Caesarea di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Tahun 2013

    Get PDF
    Post Sectio Caesarea wound is a wound that made an impression and is caused by cesarean when a woman can not give birth main normal. Prinsip in wound care is the control of infection because infection can inhibit wound healing, causing morbidity and mortality increase. This study aims to determine the factors associated with wound healing post sectio caesareadi Arifin Achmad Riau Province in 2013. This research is quantitative research using cross sectional study design. The location of research is Arifin Achmad Riau Province, the research was conducted in October-May 2014. The population in this study is the status of the mother's Medical Record sectio caesarea in 2013 amounted to 910 people with a sample of 154 people. Systematic sampling technique is random sampling. The data used in this research is secondary data is data mothers delivered in SC, age, mother of data with infection and disease history data. Data analysis for bivariate with Chi-Square test.  The results show for the factors associated with wound healing post sectio caesarea is variable risk age 79 (51.3%), OR = 2.91 (95% CI: 1.50 to 5.65), maternal variables 83 infections (53.9%), OR = 6.59 (95% CI: 3.24 to 13.41), and a mother who suffered variables Diabetes 80 (51.90%), OR = 3.06 ( 95% CI: 1.57 to 5.94). The conclusion of this study is that there is a relationship of age, infection and diabetes mellitus with wound healing post sectio caesarea. Expected to health professionals in order to further improve the education and information about wound care operations, and better monitor the healing of wounds with age and history of diabetes mellitus yan suffered by the patient. Luka Post Sectio Caesarea merupakan luka yang terjadi akibat proses persalinan yang dilakukan dengan bedah caesar. Penyembuhan pasca operasi bedah caesar dipengaruhi oleh berbagai faktor baik intrinsik maupun ekstrinsik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penyembuhan luka post sectio caesarea di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Tahun 2013. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Lokasi penelitian adalah RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, penelitian dilakukan pada bulan Oktober-Mei 2014. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 910 responden dengan besar sampel sebanyak 154. Teknik pengambilan sampel adalah Systematic Random Sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Analisis data untuk bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang berhubungan dengan penyembuhan luka post sectio caesarea adalah variabel usia (p = 0,002; POR=2,91; 95% CI: 1,50-5,65), variabel ibu yang mengalami infeksi (p= 0,001; POR=6,59; 95% CI: 3,24-13,41), dan variabel ibu yang mengalami Diabetes Mellitus (p= 0,001; POR=3,06; 95% CI: 1,575,94). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan umur, infeksi dan diabetes Mellitus dengan penyembuhan luka post sectio caesarea. Diharapkan tenaga kesehatan lebih meningkatkan penyuluhan dan informasi tentang pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan diri sebelum atau pun setelah dilakukan operasi Caesar agar tidak terjadi infeksi pada luka operasi sehingga dapat mempercepat proses penyembuhan luka dan mengurangi lama hari rawat.&nbsp

    Sehat Diusia Senja

    Get PDF

    Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Kunjungan Lansia ke Posyandu Lansia di Kerja Puskesmas Kampar Kabupaten Kampar Tahun 201

    Get PDF
    For the number of visits to the elderly elderly IHC from year to year is low, as it is still below the target minimum service standards (MSS) which is 70%. This study aims at knowing the factors related to the behavior of the elderly to visit the elderly posyandu Knowledge, Attitude, Family Support, The Role of Health Personnel, Access, Employment Status, Education, Gender, Age. Type of research is the study used cross-Analytical (Analytical Cross Sectional Study) with a sample of 250 people. The sampling process is done by proportional random sampling, data analysis was performed using univariate, bivariate, and multivariate logistic regression Test Doubles. Results of this study was the proportion of elderly who visited posyandu 102 people (40.8%), and 148 people who did not visit (59.2%). While the variable knowledge gained POR 8.2 (95% CI: 4.3 to 15.7), attitude POR 2.1 (95% CI: 1.16 to 3.9), family support POR 2.4 (1, 27 to 4.64), the role of health workers POR 2.6 (95% CI: 1.36 to 5.32), access POR 2.09 (95% CI: 1.12 to 3.9), education POR 2 , 3 (95% CI: 1.1 to 4.86). The conclusion of this study is that there is a relationship between the Knowledge, Attitude, Family Support, The Role of Health Personnel, Access, Education to conduct neighborhood health center visits to elderly seniors. Advice for health promotion officer needs to be planned, directed, and sustained and the officer immediately diposyandu varying the existing activities, and the family must always provide support and are available to take seniors keposyanduJumlah kunjungan lansia ke Posyandu lansia dari tahun ke tahun masih rendah, karena masih di bawah target Standar Pelayanan Minimal (SPM) yaitu sebesar 70%. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan terhadap perilaku kunjungan lansia ke posyandu lansia yaitu  Pengetahuan, Sikap, Dukungan Keluarga, Peran Petugas Kesehatan, Akses, Status Pekerjaan, Pendidikan, Jenis Kelamin, Umur. Jenis Penelitian yang digunakan adalah Studi Penampang Analitik (Analitik Cross Sectional Study) dengan jumlah sampel 250 orang. Proses pengambilan sampel dilakukan dengan cara Proportional Random Sampling, Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat dengan Uji Regresi Logistik Ganda. Hasil penelitian ini adalah proporsi lansia yang berkunjung ke posyandu  102 orang (40,8%), dan yang tidak berkunjung 148 orang (59,2%). Sedangkan variabel pengetahuan didapat POR 8,2 (95% CI: 4,3-15,7), sikap POR 2,1 (95% CI: 1,16-3,9), dukungan keluarga POR 2,4 (1,27-4,64), peran petugas kesehatan POR 2,6 (95% CI: 1,36-5,32), akses POR 2,09 ( 95% CI: 1,12-3,9), pendidikan POR 2,3 (95% CI: 1,1-4,86). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa ada hubungan antara Pengetahuan, Sikap, Dukungan Keluarga, Peran Petugas Kesehatan, Akses, Pendidikan dengan perilaku kunjungan lansia ke posyandu lansia. Saran bagi petugas perlu adanya promosi kesehatan secara terencana, terarah, dan berkesinambungandan kepada petugas segera memvariasikan kegiatan yang ada diposyandu, dan bagi keluarga harus selalu memberikan dukungan dan siap mengantar lansia keposyandu

    Hubungan Pemberian Makanan Pendamping Asi Dini dengan Status Gizi Bayi 0-11 Bulan di Puskesmas Bangko Rokan Hilir

    Get PDF
    The issue in this research is still low percentage breast-fed exclusive and high the percentage of granting dishes - breast milk  early in infants 0-11 month in districts chart of the western region of work puskesmas Bangko Rokan Hilir. This research aimed at granting dishes - breast milk early to see relations with nutrition status of baby 0-11 months in districts chart of the western region of work puskesmas Bangko Rokan Hilir. This research is research quantitative with the type of design research cross sectional. Held in districts chart of the western region of work puskesmas bangko rokan hilir from the date 20 may to 20 june 2011, with the number of samples taken with 67 a respondent who uses the technique proportionate random sampling. An interview conducted with a method of collecting data and analysis using a questionnaire used is univariat, bivariat duiji by test chi-square and multivariate tested with the regression safinat logistic uppercut. This research result got that the prevalence of malnutrition by 31,1 %.The average age of granting dishes - breast milk  early & < six months of 59,7 %.Analysis of the results obtained the multivariate meaningfui relations between the provision of dishes - breast milk early with nutrition status of baby 0-11 months. An infant who is given dishes - breast milk < six months have a chance the baby ' s status is not normal nutrition 16,694 times compared with an infant who is given dishes - breast milk > six months after controlled by education, knowledge and workMasalah dalam penelitian ini adalah masih rendahnya persentase ASI eksklusif dan tingginya persentase pemberian MP-ASI dini pada bayi 0-11 bulan di Kelurahan Bagan Barat Wilayah Kerja Puskesmas Bangko Rokan Hilir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian MP-ASI dini dengan status gizi bayi 0-11 bulan di Kelurahan Bagan Barat Wilayah Kerja Puskesmas Bangko Rokan Hilir. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan jenis disain penelitian cross sectional. Dilaksanakan di Kelurahan Bagan Barat Wilayah Kerja Puskesmas Bangko Rokan Hilir dari tanggal 20 Mei hingga 20 Juni 2011, dengan jumlah sampel 67 responden yang diambil dengan menggunakan teknik Proporsional Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara menggunakan kuesioner dan analisis yang digunakan adalah univariat, bivariat duiji dengan  uji chi-square dan multivariate diuji dengan uji regression logistic ganda. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa prevalensi gizi kurang sebesar 31,1%. Rata-rata umur pemberian MP-ASI dini < 6 bulan sebesar 59,7%. Dari hasil analisis multivariate didapatkan adanya hubungan yang bermakna antara pemberian MP-ASI dini dengan status gizi bayi 0-11 bulan. Bayi yang diberi MP-ASI < 6 bulan mempunyai peluang bayinya berstatus gizi tidak normal 16,694 kali dibandingkan dengan bayi yang diberi MP-ASI ≥ 6 bulan setelah dikontrol oleh pendidikan, pengetahuan dan pekerjaa

    Pengelolaan Limbah Medis Padat Puskesmas Se-Kota Pekanbaru

    Get PDF
    The amount of medical waste comes from health facilities are expected more increasing. Based on Indonesia Health Profile 2008, amount of health centers reached 8,548 units. Management of medical waste from hospitals, health centers, clinics and medical laboratories in Indonesia is still under professional standards. In Pekanbaru city does not have accurate data on medical waste management in health centers, and therefore it necessary related research to see the extent of medical waste management health centers. This study aims to determine the medical waste management in health centers as the city of Pekanbaru. Type of research is descriptive qualitative, study was conducted in 20 health centers in Pekanbaru. The number of informants in this study were 21 people consisting of 20 holders of environmental health programs each health center and 1 holder of the environmental sanitation program at the City Health Office. Instrument research using in-depth interviews and observation sheets. Results reveal that a health center of Pekanbaru city has done a medical waste management ranging from segregation, collection, storage, transportation, yet at the stage of annihilation still less than the maximum. Constraints faced was funding the operation and maintenance personnel as well as there is no incinerator machine is not functioning properlyJumlah limbah medis yang bersumber dari fasilitas kesehatan diperkirakan semakin lama semakin meningkat. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia tahun 2008, jumlah puskesmas mencapai 8.548 unit. Pengelolaan limbah medis yang berasal dari rumah sakit, puskesmas, balai pengobatan maupun laboratorium medis di Indonesia masih dibawah standar profesional. Di kota Pekanbaru tidak memiliki data yang akurat tentang pengelolaan limbah medis di puskesmas, maka dari itu dianggap perlu dilakukan penelitian terkait untuk melihat sejauh mana pengelolaan limbah medis padat puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan limbah medis padat di Puskesmas se-Kota Pekanbaru. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, penelitian ini dilakukan di 20 puskesmas yang ada di Pekanbaru. Jumlah  Informan dalam penelitian ini adalah 21 orang yang terdiri dari 20 pemegang program kesehatan lingkungan masing-masing puskesmas dan 1 orang pemegang program sanitasi lingkungan di Dinas Kesehatan Kota. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian diketahui bahwa puskesmas se kota Pekanbaru telah melakukan pengelolaan sampah padat mulai dari pemilahan, pengumpulan, penampungan, pengangkutan, namun pada tahap pemusnahan masih kurang maksimal. Kendala yang dihadapi adalah dana operasional dan tenaga maintenance yang tidak ada serta mesin insinerator yang tidak berfungsi dengan baik.&nbsp

    Hubungan Mitos Pencegahan Infeksi Menular Seksual dengan Suspect Infeksi Menular Seksual pada Wanita Pekerja di Panti Pijat Kota Dumai

    Get PDF
    Sexually transmitted infection ( STI ) is an infection spread by sexual contact and non sexual caused variety of bacteria, virus parasait, fungi and ticks. According to the World Health Organitation (WHO) each year there are approximately 350 million new STI sufferer in a country grown including Indonesia where 15.4% occur in women sex workers. The purpose of this research was to find out how the behavior of the myth of the prevention of STI incidence in women workers at a massage parlor Dumai city. This type of research quantitative analytic with cross sectional design research. Sampling using total sampling by the number of respondents 40 people. Data collection using the questionnaire. Analysis of data by test chi square. The results showed 67.5% of respondents suspect infected with STI. Statistical tests are obtained results there were relationship behavior myths with STI prevention in women workers in a massage parlor.  Myth of the variable washing genitals with SOAP, alcohol, soda water, water decoction of betel leaf, ginger juice before or after having sex with the suspect sexually transmitted Infection in women Working in a massage parlor has a value of POR (95% CI) of the 6.08 (1,540 - 23,992) sexually transmitted in women workers at a massage parlor Dumai. Expected health workers and NGOs particularly Dumai further enhance cooperation in enhancing women's knowledge workers in a massage parlor in order not to wrong perceptions about the myth of the prevention of STIInfeksi Menular Seksual (IMS) adalah infeksi yang penyebarannya melalui kontak seksual maupun non seksual yang disebabkan berbagai bakteri, virus, parasait, jamur dan kutu. Berdasarkan data World Health Organitation (WHO) setiap tahun terdapat kurang lebih 350 juta penderita baru IMS di negara berkembang termasuk Indonesia dimana 15,4% terjadi pada Wanita Pekerja Seks. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana hubungan perilaku mitos pencegahan IMS terhadap kejadian IMS pada wanita pekerja di Panti Pijat Kota Dumai. Jenis penelitian analitik kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden 40 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis data dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan 67,5% responden suspect terinfeksi IMS. Terdapat hubungan perilaku mitos pencegahan IMS dengan kejadian IMS pada wanita pekerja panti pijat. Variabel mitos mencuci alat kelamin dengan menggunakan sabun, alcohol, air soda, air rebusan daun sirih, air jahe sebelum atau sesudah berhubungan seks dengan suspect Infeksi Menular Seksual pada wanita Pekerja di Panti Pijat memiliki nilai POR (95% CI) yang paling besar yaitu 6,08 (1,540 – 23,992). Diharapkan tenaga kesehatan dan LSM khususnya Kota Dumai lebih meningkatkan kerja sama dalam meningkatkan pengetahuan wanita pekerja di panti pijat agar tidak salah persepsi tentang mitos pencegahan IM

    Hubungan Terhadap Tingkat Pendidikan dan Pekerjaan dengan Penyalahguna Napza

    Get PDF
    Drug abusers are people who use one or several types of Narcotics, Psychotropic and Other Addictive Substances, periodically or regularly outside the medical indications, giving rise to health problems of physical, psychological and social dysfunction. In Indonesia prevalence of drug abuse has increased every year and expected 3.6 million people are involved in drug abuse.This study aimed to determine the relationship of the level of education and work with drug abusers. This research is using a quantitative analytical observational case-control design. The population of this study were all patients who visited a mental hospital Riau province.The sample cases are drug abusers who totaled 87 cases and control samples as much as 87 taken by simple random sampling technique. Secondary data collection is done by tracking the status of the document to the card of drug abuse in the medical record.The data were analyzed using univariate and bivariate.The result of this research is the work (adjusted OR: 1.93; 95% CI: 1.05 to 3.55).From the results of this study showed that people who do not work with 1.93 times greater chance of becoming drug abusers compared with those who to work. It is recommended to RSJ Handsome Riau Province in order to further enhance the promotion of public health, with regard to the prevention of drug abusePenyalahguna NAPZA adalah orang yang menggunakan salah satu atau beberapa jenis Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Lain(NAPZA),  secara berkala atau teratur diluar indikasi medis, sehingga menimbulkan gangguan kesehatan fisik, psikis dan gangguan fungsi sosial. Di Indonesia prevalensi penyalahgunaan NAPZA mengalami peningkatan setiap tahun dan diperkirakan 3,6 juta orang terlibat dalam penyalahgunaan NAPZA. Di Provinsi Riau jumlah penyalahguna NAPZA terus mengalami peningkatan dari tahun 2008 s/d 2010.Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau merupakan satu-satunya rumah sakit pemerintah di Provinsi Riau yang menyelenggarakan perawatan pada penyalahguna NAPZA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan terhadap tingkat pendidikan dan  pekerjaan dengan penyalahguna NAPZA.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik observasional dengan menggunakan desain case-control. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien yang berkunjung  ke RSJ Tampan Provinsi Riau tahun 2009 s/d 2010. Sampel kasus adalah penyalahguna NAPZA yang berjumlah 87 kasus dan sampel kontrol sebanyak 87 diambil dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan cara penelusuran dokumen terhadap kartu status penyalahguna NAPZA di bagian Rekam Medik. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat.  Hasil penelitian ini adalah pekerjaan (OR adjusted : 1,93; 95% C.I : 1,053,55).Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa orang yang tidak bekerja berpeluang 1,93 kali lebih besar menjadi penyalahguna NAPZA dibandingkan dengan orang yang bekerja. Disarankan kepada RSJ Tampan Provinsi Riau agar lebih meningkatkan promosi kesehatan kepada masyarakat, berkaitan dengan pencegahan penyalahgunaan NAPZA

    Berat Badan Lahir Rendah, Solusi dan Dampak yang Ditimbulkannya

    Get PDF

    Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kecemasan Wanita dalam Menghadapi Menopause di Puskesmas Melur Pekanbaru Tahun 201

    Get PDF
    The phase-menopause women, many of them experience clinical and physiological tendency which bother them in daily activates, it also make their life quality worse, inconfidence and make them disquietude. In strength of the data that taken from Department of Health Pekanbaru known that amount number of the women most with 45 to 59 years old, they are in Melur Health Center as many as 678 patients. The purpose of this research is to know the factors which related in disquietude of women in facing menopause in Melur Health Center Pekanbaru 2014. This research type is analytic quantitative with cross sectional design. The research conducted at 11 to 13 April 2014 in Melur Health Center. The populations in this research are all women with 45-59 years old and the sample amount 104 people with taking-sample as propulsivesampling. On the strength of universal analytic known the result that most of the women feel disquiets as many as 56 women (53,8%), lack of knowledge as many as 59 women (56,7%), physically changing as many as 53women (51,0%) and not getting family support as many as 53women (51,0%). And the result of bivariate analytic known that there are relation between knowledge with disquiets Pvalue= 0,008 ≤0,05, there are relationship between physical change with anxiety Pvalue = 0,000 ≤ 0,05, there are relation between family with disquiets Pvalue= 0,002 ≤0,05, women in facing menopause in Melur health center Pekanbaru. To be expected that from Health center’s side can give improving education especially for menopause women facing physically changing in menopause, in order that the information are able to increase women’s knowledge so that women can accept the condition of themselves that they are already been menopause and the women not to be disquietsPada saat wanita memasuki tahapan menopause banyak wanita yang mengalami gejala klinis dan psikologis yang mengganggu aktifitas sehari-hari serta menimbulkan dampak negatif terhadap kualitas hidup dan rasa percaya diri dan mengakibatkan kecemasan. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru diketahui jumlah wanita usia 45-59 tahun yang terbanyak adalah di Puskesmas Melur yaitu 678 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor  yang berhubungan dengan kecemasan wanita dalam menghadapi menopause di Puskesmas Melur Pekanbaru tahun 2014. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan pada tanggal 11 April-13 Mei tahun  2014 di Puskesmas Melur. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita usia 45-59 tahun, dan sampel berjumlah 104 orang dengan pengambilan sampel secara proposive sampling. Berdasarkan analisis univariat diperoleh hasil sebagian besar wanita mengalami kecemasan sebanyak 56 orang (53,8%), berpengetahuan kurang sebanyak 59 orang (56,7%), mengalami perubahan fisik sebanyak 53 orang (51,0%) dan tidak mendapatkan dukungan keluarga sebanyak 53 orang (51,0%). Adapun hasil analisis bivariat diketahui terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kecemasan dengan Pvalue = 0,008 ≤ 0,05, terdapat hubungan antara perubahan fisik dengan kecemasan Pvalue = 0,000 ≤ 0,05, dan terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kecemasan Pvalue = 0,002 ≤ 0,05 wanita dalam menghadapi menopause di Puskesmas Melur Pekanbaru. Diharapkan pihak Puskesmas dapat meningkatkan penyuluhan khususnya pada wanita menopause tentang perubahan yang terjadi pada masa menopause, sehingga informasi tersebut dapat meningkatkan pengetahuan wanita agar dapat menerima kondisi dirinya yang telah menopause dan wanita terhindar dari kecemasan.&nbsp

    Hubungan Motivasi Kerja terhadap Perilaku Caring Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau

    Get PDF
    Caring is a comprehensive phenomenon that can affect the way people think, feel and have a relationship with fellow. Caring behavior can be realized due to lack of motivation of both internal and external. This research aims to determine the relationship of work motivation on nurses caring behaviors in the patient room at Tampan Pshyciatric Hospital, Riau Province. Type a descriptive study with cross sectional correlation. Sampling technique with non-probability sampling sample size by 56 respondents, measuring tools in the form of questionnaires and observation sheets. The analysis used is univariate and bivariate analysis using chi-square test. The result shows revealed a significant relationship between work motivation on nurse caring behaviors in the patient room with (p value = 0.001). Expected to Section Diklit and nursing fields section to hold trainings for nurses related to caring behavior in implementing nursing care so as to improve the quality of nursing care to clientsCaring merupakan fenomena menyeluruh yang mampu mempengaruhi cara manusia berpikir, merasa dan mempunyai hubungan dengan sesama. Perilaku caring dapat terwujud karena adanya dorongan baik dari internal maupun eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  hubungan motivasi kerja terhadap perilaku caring perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau. Jenis penelitian kuantitatif , pendekatan Crossectional. Tehnik pengambilan sampel dengan total sampling,  jumlah sampel sebanyak 56 orang perawat pelaksana diruang rawat inap, alat pengumpulan data  dalam bentuk kuesioner dan lembar observasi. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan analisa bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian diketahui adanya hubungan secara signifikan antara motivasi kerja terhadap perilaku caring perawat di ruang rawat inap dengan (p value = 0,001). Diharapkan kepada Bagian Diklit dan Bagian Bidang Keperawatan agar mengadakan pelatihan-pelatihan untuk perawat yang berkaitan dengan perilaku caring dalam melaksanakan asuhan keperawatan sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan keperawatan kepada klie

    444

    full texts

    548

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Komunitas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇