Jurnal Kesehatan Komunitas
Not a member yet
    548 research outputs found

    Hubungan Pendidikan, Pengetahuan dan Peran Tenaga Kesehatan dengan Penggunaan Kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Muara Fajar Pekanbaru

    Get PDF
    Family planning programs provides contraceptive methodes, one of them is IUD. Based on data from two (2) years ago, acceptors used IUD in Health Center of Muara Fajar in 2011 were 0%, meanwhile in 2012 the use of contraceptive IUD is 0.33%. The aim of this research is to determine the relationship of education, knowledge and the role of health worker with the use of IUD in the health centers area of Muara Fajar Pekanbaru 2013. This research is a quantitative research with cross sectional analytical study design. The study population was all family planning acceptors in health centers area of Muara Fajar Pekanbaru with sample is 158 acceptors. Data collected by using primary data were analyzed with chi square test. The results showed that there is a correlation with education (p value = 0.001), knowledge (p value = 0.036) and the role of health workers with (p value = 0.034) with the use of IUDs. Advice for health workers by increasing counseling about contraception on an ongoing basis, either individually or in groups, on various types of contraceptives to increase knowledgePada program keluarga berencana menyediakan alat kontrasepsi yang salah satunya adalah kontrasepsi IUD. Berdasarkan data 2 (dua) tahun terakhir, akseptor yang memakai kontrasepsi IUD di Puskesmas Rawat Inap Muara Fajar tahun 2011 yaitu 0%, sedangkan tahun 2012 pemakaian Kontrasepsi IUD yaitu 0,33%. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pendidikan, pengetahuan dan peran tenaga kesehatan dengan penggunaan kontrasepsi IUD di wilayah kerja puskesmas Rawat Inap Muara Fajar Pekanbaru tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh akseptor KB di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Muara Fajar Pekanbaru dengan besar sampel 158 akseptor. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data primer yang di analisa dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pendidikan dengan (p value = 0,001), pengetahuan dengan (p value = 0,036) dan peran tenaga kesehatan dengan (p value = 0,034) dengan penggunaan IUD. Saran bagi petugas kesehatan dengan meningkatan penyuluhan tentang alat kontrasepsi secara berkesinambungan, baik secara individu atau kelompok, tentang berbagai jenis alat kontrasepsi untuk meningkatkan pengetahua

    Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan Kontrasepsi di Puskesmas Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu

    Get PDF
    Rate of population growth about 1.49% in 2010. This could affect the development so that the necessary policies to limit it. Therefore, the Government dock program Long-Term Contraception Method (LTM). But the reality LTM as Medical Operations Men (MOP), Medical Surgery Women (MOW) and Intra Uterine Device (IUD) / spiral, still less desirable implant acceptors of family planning (KB). The majority of acceptors prefer hormonal birth control methods such as injections and pills. Purpose of this study was to determine the factors related to the choice of contraception in Puskesmas Rambah Samo Rokan Hulu 2011. The study was cross sectional method. The population is 3134 people with research subjects throughout acceptors active in Puskesmas Rambah Samo were 96 respondents with accidental sampling. Data were collected using a questionnaire. Data were analyzed using a statistical test Chi-Square with a degree of confidence (p) <0.05. The results showed that the acceptors most choose to use contraceptives kind non MKJP by 56.2%. Factors related to the selection of contraceptives at the health center Rambah Samo Rokan Hulu in 2011 is the education factor (p value = 0.037), knowledge (p value = 0,000), information (p value = 0.000). While the factors that are not related to the choice of contraception is the age factor (p value = 0.897). Suggested to Puskesmas Rambah Samo and Women Empowerment and Family Planning (BPPKB) improve counseling knowledge through Health Promotion and motivation of health through IEC (Communication, Information, and Education) regarding family planning and contraception as an effort to increase public knowledge about family planning and contraception itselfLaju pertumbuhan penduduk Indonesia sekitar 1,49 % pada tahun 2010. Hal ini dapat berdampak terhadap pembangunan sehingga perlu kebijakan untuk membatasinya. Oleh karena itu Pemerintah menggalangkan program Metoda Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Namun kenyataannya MKJP seperti Medis Operasi Pria (MOP), Medis Operasi Wanita (MOW) dan Intra Uterin Device (IUD) /spiral, Implant masih kurang diminati para akseptor Keluarga Berencana (KB). Saat ini sebagian besar akseptor KB lebih memilih metode KB hormonal seperti suntik dan pil. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan kontrasepsi di Puskesmas Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu tahun 2011. Metode penelitian cross sectional. Populasi sebanyak 3134 orang dengan subjek penelitian seluruh akseptor KB aktif di Puskesmas Rambah Samo sebanyak 96 responden dengan menggunakan teknik Accidental Sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan derajat kepercayaan (p) <0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akseptor KB sebagian besar memilih menggunakan alat kontrasepsi jenis non MKJP sebesar 56,2%. Faktor yang berhubungan dengan pemilihan kontrasepsi di Puskesmas Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu tahun 2011 adalah faktor pendidikan (p value = 0,037), pengetahuan (p value = 0,000), pemberian informasi (p value = 0,000). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan dengan pemilihan kontrasepsi adalah faktor umur (p value = 0,897). Disarankan kepada Puskesmas Rambah Samo dan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) meningkatkan penyuluhan pengetahuan melalui Promosi Kesehatan dan motivasi kesehatan melalui KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) mengenai Keluarga Berencana dan alat-alat kontrasepsi sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai KB dan alat kontrasepsi itu sendiri

    Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Gangguan Akibat Kekurangan Yodium di Kecamatan Koto Tangah, Padang: Iodine Deficiency Disorder (IDD)

    Get PDF
    Universal Salt Iodization is a national program to decrease Iodine Deficiency Disorder (IDD). According to the Indonesian National Standard ( SNI ) salt must contents 30-80 ppm of KIO3 or equivalent with 15 ppm of iodine. Untill 2011 Padang city still endemic of IDD (Rizalia, 2011). Sub district Kuranji, Bungus Teluk Kabung and Koto Tangah is the worst condition of IDD endemic. This study aimed to examine factors related to IDD prevalence in KotoTangah District. Independent variable is Iodine content in salt and iodized salt management at the household. Iodine content in salt was measured by iodometric titration determination tes. While the salt in household management was traced by using a list of questions and observations. Design applied to this research was a Cross Sectional Study. The number of samples were 46. Sample were selected by multistage random sampling technique. The sample unit was the mothers who had a child at class IV , V and VI in the elementary school. Results of the research found that 98.1 % iodine content in salt (KIO3) was in less category, ranged from 9.63 to 20.33 ppm. This research also found that the majority (88.7%) had poor management of iodized salt. There was no relationship between iodine content of salt and Iodine salt management at the household level with IDD prevalence.Pemakaian garam beryodium merupakan program nasional untuk mengatasi masalah Gangguan Akibat Kekurangan Yodium. dengan memasukkan 30-80 ppm KIO3 atau setara dengan 15 ppm iodine ke dalam garam. Hingga tahun 2011, kasus GAKY masih endemik di Kota Padang. Tiga kecamatan yang masuk kategori daerah endemik berat yaitu Kecamatan Kuranji dan Bungus Teluk Kabung dan Koto Tangah (Rizalia,2011). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian GAKY di Kecamatan Koto Tangah Padang. Variabel independen adalah kandungan Iodine garam dan penatalaksanaan garam di rumah tangga. Variabel kadar Iodine diukur dengan uji titrasi iodometri. Sementara variabel penatalaksanaan garam rumah tangga diukur dengan cara wawancara menggunakan kuesioner dan observasi. Jenis penelitian adalah analitik dengan desain Cross Sectional Study. Sampel berjumlah 46 responden. Teknik pengambilan sampel adalah Multistage Random Sampling. Sampel unit adalah ibu rumah tangga yang memiliki anak kelas IV, V dan VI Sekolah Dasar. Hasil penelitian menemukan 98.1% kandungan Iodine pada garam kurang dari 30 ppm dan 88.7% penatalaksanaan garam beryodium di rumah tangga kurang baik. Tidak ada hubungan antara kandungan garam beryodium dan penatalaksanaan garam di rumah tangga dengan kejadian GAKY di Kecamatan Koto Tangah Kota Padan

    Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Preeklampsia pada Ibu Bersalin di Ruangan Camar II RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Tahun 2014

    Get PDF
    Preeklampsia is a set of symptoms that occur in pregnant women, maternity and postpartum consisting of hypertension, edema and proteinuria that appeared at 20 weeks until the end of the first week after birth. Problem in this study are the factors associated with the incidence of preeclampsia in the room Camar II Arifin Achmad Hospital Riau Province Year 2014. This study aimeds to determine the causes of the incidence of preeclampsia in Arifin Achmad Province Riau Year 2014. This research method was quantitative analytica study,with case control design, retrospective study approach. The population in this study were all women giving birth in the room Camar II were recorded in the medical record room Camar II Arifin Achmad Hospital in Riau year 2014 with a total population of 1247 deliveries. Data analysis was performed using univariate and bivariate using with chi square. The result showed that there was no correlation between age and the incidence of preeclampsia (p = 0.114), there was no correlation between the parity with the incidence of preeclampsia (p = 0.054), there was a significant relationship between heredity with preeclampsia (p = 0.000), there was in no relationship between the factor twin pregnancies with preeclampsia (p = 0.470), there was a significant relationship between history of the disease and the incidence of preeclampsia (p = 0.000). Based on the result of this study concluded that there was no relationship between age, parity, twin pregnancy with preeclampsia, there is a significant relationship between heredity, history of the disease and the incidence of preeclampsiaPreeklampsia adalah sekumpulan gejala yang timbul pada wanita hamil, bersalin dan nifas yang terdiri dari hipertensi, edema dan proteinuria yang muncul pada kehamilan 20 minggu sampai akhir minggu pertama setelah persalinan. Masalah penelitian ini adalah faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia di Ruangan Camar II RSUD Arifin Achmad Tahun 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab terhadap kejadian preeklampsia di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau tahun 2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif, dengan desain penelitian yang digunakan adalah studi casse control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di ruangan camar II yang tercatat di rekam medik ruangan camar II RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Tahun 2014 dengan jumlah populasi sebanyak 1247 persalinan. Analisis data yang dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan chi square. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa tidak ada hubungan antara faktor umur dengan kejadian preeklampsia (p = 0,114), tidak ada hubungan antara faktor paritas dengan kejadian preeklampsia (p = 0,054), ada hubungan yang signifikan antara faktor keturunan dengan kejadian preeklampsia (p = 0,000), tidak ada hubungan antara faktor kehamilan kembar dengan kejadian preeklampsia (p = 0,470), ada hubungan yang signifikan antara riwayat penyakit yang lalu dengan kejadian preeklampsia (p = 0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara faktor keturunan, riwayat penyakit yang lalu dengan kejadian Preeklampsia

    Hubungan Antara Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Karyawan dengan Penerapan Manajemen Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    Get PDF
    Safety culture affected by the organization, individual, and workplace. This research to analyze the relation of knowledge, attitudes and behavior an employee with the application of Occupational Safety and Health (OHS) in Production Department of PT. Mustika Ratu. This  research  uses a quantitative approach using 34 questions of the questionnaire and the total sample as many as 170 a person taken in simple random sampling. Research result: 85.9 % of respondents had a good knowledge on implementing OHS’s cultural management, 80.6 % have a good attitude and 84.7 % have a good behavior on cultural implementation of OHS.  Implementation of safety management of cultural given good results: 89.4 % had implemented OHS’s cultural management. As to the relation between knowledge, attitudes and behavior towards the implementation on OHS’s cultural management, the study of sub variables gave the same result, namely a significant relationship. The relation on knowledge to the OHS's cultural management with p Value < 0.001 and Odd Ratio 9.133 ( 95 % CI = 3.143 to 26.539). The relation on atitude to (PValue < 0.001) and Odd Ratio = 9.286 (95 % CI = 3.250 to 26.531), whilst the relation between behavior to the OHS's cultural management with p Value < 0.001 and Odd Ratio = 5.956 ( 95 % CI = 2.080 to 17.051 ). Another finding in this study was, there were no significant relations between respondent characteristics and the implementation of OHS’s cultural. The recommendation: the management have to conduct monitoring and must have a good communication with the employees, train and engage the employees to improved the company's effort on implementing OHS with the implementation of OSHAS 18001 due to Law number 1 of 1970 and PP (government regulation) number 50 in 2012. Budaya K3 dipengaruhi oleh organisasi, individu, dan lingkungan kerja. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku karyawan dengan penerapan Budaya Keselamatan Dan Kesehatan (K3) di Bagian Produksi PT. Mustika Ratu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jumlah sampel sebanyak 170 orang yang diambil secara simple random sampling. Hasil penelitian:  85,9% responden memiliki pengetahuan yang baik mengenai penerapan manajemen budaya K3, 80.6% bersikap baik dan 84.7% berperilaku baik pada penerapan budaya K3.  Penerapan manajemen budaya K3 memberikan hasil baik : 89,4 % sudah menerapkan manejemen budaya K3. Mengenai hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku terhadap penerapan manajemen budaya K3, sub variabel yang diteliti memberikan hasil yang sama yaitu adanya hubungan yang bermakna. Hubungan pengetahuan terhadap penerapan manajemen budaya K3 (pValue < 0,001) dan Odd Ratio 9,133 (95% CI=3,143-26,539). Hubungan  sikap terhadap penerapan manajemen budaya K3 (Pvalue < 0,001) dan Odd Ratio= 9,286 (95% CI = 3,250 - 26,531), sedangkan hubungan perilaku terhadap penerapan manajemen budaya K3 (p value < 0,001) dan Odd Ratio=  5,956 (95% CI = 2,080 - 17,051). Temuan lainnya adalah tidak ada hubungan yang bermakna antara karakteristik responden dengan penerapan budaya K3. Saran: pihak manajemen harus melakukan monitoring dan harus memiliki komunikasi yang baik dengan karyawan, melatih dan melibatkan karyawan untuk meningkatkan upaya perusahaan pada pelaksanaan K3 dengan penerapan OSHAS 18001 sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 dan PP (peraturan pemerintah) nomor 50 pada tahun 2012

    Hubungan Sosial Ekonomi dan Budaya terhadap Partisipasi Ibu Rumah Tangga dalam Pengelolaan Sampah di Kecamatan Bangkinang

    Get PDF
    Components of the waste generated in the city Bangkinang for three consecutive years in 2008 was 147.25 m3 in 2009 was 167.36 m3, the year 2010 was 188.95 m3. The volume of waste from three years increase quite high because lack of community participation in managing the garbage and lack of public awareness to refineries waste into productive items such as the utilization of organic waste (composting), the use of plastic waste into 3R (Reduce , Reuse, Recycle). The purpose of this study was to analyze the relationship between socio-economic (education, income, occupation) and cultural (knowledge, habits) to the participation of housewives in waste management in the District Bangkinang Kampar regency. This study is an analytic with cross sectional design. Population is the mother-housewife who lives in District Bangkinang many as 4782 people. Samples of is 100 mother-housewife and sampling in this research is random sampling system. Collecting data with interviews and observations were based on the questionnaire. Data analysis is done by using univariate, bivariate using chi square test and multivariate. The results showed that there was a relationship between education, revenue, work, knowledge and habits for housewives participation in waste management. Dari komponen sampah yang dihasilkan di Kota Bangkinang selama tiga tahun berturut-turut terdapat volume sampah sebanyak 147,25 m3 tahun 2008, 167,36 m3tahun 2009 dan 188,95 m3 tahun 2010. Volume sampah dari tiga tahun berturut-turut mengalami kenaikan yang cukup tinggi disebabkan oleh kurangnya partisipasi masyarakat dalam melakukan pengelolaan sampah, kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pengolaan sampah menjadi barang yang produktif seperti pemanfaatan sampah organik (pengomposan) dan  pemanfaatan sampah plastik menjadi kegiatan 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh sosial ekonomi (pendidikan, pendapatan, pekerjaan) dan budaya (pengetahuan, kebiasaan) terhadap partisipasi ibu rumah tangga dalam pengelolaan sampah di Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain Cross sectional. Populasi adalah ibu rumah tangga yang berdomisili di Kecamatan Bangkinang sebanyak 4782 orang. Sampel berjumlah 100 ibu rumah tangga dan teknik sampling dengan    system random sampling. Pengumpulan data melalui wawancara dan observasi yang berpedoman pada kuesioner. Analisis data dilakukan dengan univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara pendidikan, pendapatan, pekerjaan, pengetahuan dan kebiasaan terhadap partisipasi ibu rumah tangga dalam pengelolaan sampa

    Analisis Sikap dan Pengetahuan Ibu Melalui Program Home Gardening dan Penyuluhan Gizi di Desa Binaan Tenayan Raya Pekanbaru

    Get PDF
    The utilization of home garden can support the availability of food diversity at the household level, while the variety of food pattern of family’s consumption will come true, nutritionally balanced and safety. Currently, the utilization of home garden has not been done optimally. Through utilization of home gardening and nutrition education is expected to provide sufficient added value in the food and nutrition needs of the family and be able to expand the knowledge and attitude of maternal nutrition. Therefore, to increase the utilization of home gardening is very necessary to education, guidance and provision of the necessary means. The objective of this study was to analyze the attitudes and knowledge of mothers through home gardening and nutritional education in guided village Tenayan Raya Pekanbaru. The research applied experimental design. The subjects were 100 mother, which were choosen from four village in Tenayan Raya. The results showed that: (1) educational status of mother has significant effect (p = 0.003), (2) the energy-protein consumption to family income has significant effect (p = 0.031), (3) the knowledge mothers of home gardening program with education have significant effect (p = 0.004), (4) the attitude of the mother towards the home gardening program with income and occupation status of mother each have significant effect (p = 0.035, p = 0.006), (5) analysis of the knowledge and attitude mother to education have significant effect (p = 0.024), (6) the knowledge and attitudes of the mother received nutritionaol education after the intervention have significant effect  (p = 0.000). Pemanfaatan pekarangan dapat mendukung penyediaan aneka ragam pangan di tingkat rumah tangga, sehingga terwujud pola konsumsi pangan keluarga yang beragam, bergizi seimbang dan aman. Saat ini, pemanfaatan pekarangan belum dilakukan secara maksimal. Melalui pemanfaatan pekarangan dan penyuluhan gizi diharapkan dapat memberikan nilai tambah dalam mencukupi kebutuhan pangan dan gizi keluarga serta dapat memperluas pengetahuan dan sikap gizi ibu. Oleh karena itu, untuk meningkatkan pemanfaatan pekarangan ini sangat diperlukan adanya penyuluhan, bimbingan dan penyediaan sarana yang diperlukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sikap dan pengetahuan ibu melalui program home gardening dan penyuluhan gizi terhadap pemanfaatan pekarangan di desa binaan Tenayan Raya Pekanbaru. Penelitian ini adalah eksperimental. Subjek penelitian adalah 100 orang ibu, yang dipilih dari 4 kelurahan, di Kecamatan Tenayan Raya. Hasil menunjukkan bahwa (1) sosial ekonomi keluarga yaitu pendidikan terhadap pendapat memiliki hubungan yang signifikan p < 0.05 (p = 0.003), (2) konsumsi energi protein terhadap pendapatan memiliki hubungan yang signifikan p < 0.05 (p = 0.031), (3) analisis pengetahuan ibu terhadap program home gardening dengan pendidikan memiliki hubungan yang signifikan p < 0.05 (p = 0.004), (4) sikap ibu terhadap program home gardening dengan pendapatan dan pekerjaan ibu masing-masing memiliki hubungan yang signifikan p < 0.05 (p = 0.035 dan p = 0.006), (5) analisis pengetahuan dan sikap gizi ibu terhadap pendidikan memiliki hubungan yang signifikan p < 0.05 (p = 0.024), (6) pengetahuan dan sikap ibu yang diberi penyuluhan gizi setelah intervensi memiliki hubungan yang signifikan p < 0.05 (p = 0.000)

    Hubungan Senam Hamil dengan Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Trimester III

    Get PDF
    Low back pain is one of the discomfort which often occurred during pregnancy. Lowback pain is a condition experienced by many pregnant women throughout pregnancy period to the post-delivery period. One of the solutions to address this issue is by doing exercise for pregnancy women.The study was conducted to find out the effect of pregnancy exercisesto reduce low back pain issue. The data source is pregnant women on their third quarter of pregnancy period in Fatmawati’s private clinic during 28th February 2015 until 31 March 2015. This is aquantitative analysis study. The number of samples are 89 pregnant women and 47 out of them are choosen by accidental sampling technique. Primary data in this study has been analyzed using chi square statistical test. The result of this study showed that p value = 0.000; which is p value which is smaller than α ( 0.05 ). It indicated that there is a significant effect of pregnancy exercises to reduce low back pain issue. Statistical test result showed that the OR (Odds Ratio) value = 2.600, which mean that pregnant women who did not take pregnancy exercises have likelihood to suffer from low back pain 3 times higher than pregnant women who took it. In brief, it can be seen that pregnancy exercise can be a solution to solve the low back pain issue during pregnancy period.Salah satu ketidaknyamanan yang sering timbul pada kehamilan adalah nyeri punggung. Nyeri punggung merupakan gangguan yang banyak dialami oleh ibu hamil sepanjang masa-masa kehamilan hingga periode pasca natal. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi nyeri punggung selama kehamilan adalah dengan melakukan senam hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai Hubungan Senam Hamil Terhadap Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Trimester III Di RB Fatmawati. Jenis penelitian adalah analitik kuantitatif. Lokasi penelitian dilaksanakan di RB Fatmawati pada tanggal 28 Febuari-31 Maret 2015. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 89 orang dengan sampel sebanyak 47 orang ibu hamil dengan tekhnik Acciddental sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang dianalisa menggunakan uji statistik chi square. Diperoleh p value = 0,000, dimana p value lebih kecil dari α (0,05), hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara senam hamil terhadap nyeri punggung di RB Fatmawati tahun 2015. Dari uji statistik juga diperoleh nilai OR (Odds Ratio)= 2,600 artinya ibu yang tidak melakukan senam hamil 2.6 kali lebih tinggi berisiko mengalami nyeri punggung dari pada ibu yang melakukan senam hamil. Kesimpulan senam hamil bisa mengurangi nyeri punggung.&nbsp

    Hubungan Teknik Pernafasan dengan Kemajuan Persalinan

    Get PDF
    Breathing techniques is a technique that can be useful to overcome the pain of childbirth. So that, mother was not overwhelmed when having contractions, besides that technical breathing also help the process of childbirth to run normally. Based on preliminary studies on BPM Deliana S. of 218 peoples be found 16 peoples (18%) maternal have difficulty in breathing techniques set properly when straining causing the second time is obstructed. The purpose of this research is to know the corelations between breathing technique with the progress of childbirth. The kind of research is all of maternal in 2015, with a maternal sampling from January to March 2015 that amount 63 peoples. And using bivariate analysis by using chi square test. Results of this research is that of the 39 respondents who uses correct breathing techniques majority of the progress of labor by 32 respondents (82.1%), with a p-value of 0.004 (p <0.05), means that there is a relationship between breathing techniques with progress childbirth. The conclusion is any correlation between breathing techniques with the progress of childbirth, so that the breathing techniques was important to applied in the childbirth process to be able to help the process of childirth.Teknik Pernafasan merupakan teknik yang dapat bermanfaat untuk mengatasi rasa nyeri persalinan sehingga ibu tidak kewalahan saat mengalami kontraksi, selain itu teknik pernafasan juga dapat membantu proses persalinan agar berjalan dengan normal. Berdasarkan studi pendahuluan di BPM Deliana S. dari 218 orang terdapat 16 orang (8%) ibu bersalin mengalami kesulitan dalam mengatur teknik pernafasan dengan benar di saat mengedan sehingga menyebabkan kala II terhambat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk diketahuinya hubungan antara teknik pernafasan dengan kemajuan persalinan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu bersalin pada tahun 2015, dengan sampel ibu bersalin dari Januari – Maret tahun 2015 yang berjumlah 63 orang. Dan menggunakan analisa data bivariat dengan uji chi square test. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa dari 39 responden yang menggunakan teknik pernafasan yang benar mayoritas mengalami kemajuan persalinan sebesar 32 responden (82,1%), dengan nilai p-value 0,004 (p<0,05), berarti ada hubungan antara teknik pernafasan dengan kemajuan persalinan. Kesimpulan penelitian ini ada hubungan teknik pernafasan dengan kemajuan persalinan, sehingga teknik pernafasan penting diterapkan dalam proses persalinan untuk dapat membantu memperlancar proses persalinan

    Faktor-faktor yang BerhubungandenganKetepatan Diagnosis Bidan Dalam Merujuk Pasien Kasus Kehamilan dan Persalinan Risiko Tinggi Ke RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Tahun 2014

    Get PDF
    Diagnosis accuracy is the diagnosing accuracy of the one case which is assigned by the medical worker and have filled the diagnosis nomenclature standart. A midwife operated the pragnancy rifering and high risk childbirth to general hospital of Arifin Achmad of Riau in 2014 about 210 cases, and not accurance in dignosing about 35 cases (17%). The reseach aims to determine the factors relating with the midwife’s diagnosis accurancy in rifering he pragnancy case patient and high risk childbirth, that is knowledge, attitude, competency, years of service, and midwife pomegranate. The used research was observasional analitic quantitative with the analitic crossectional study). The data analysis was operated as univariate, bivariate by chi square test, and multivaroate by the double logistic regression test with sample ammount about 120 people which were totally taken population. The research result which is related by midwife’s diagnosis accuracy in rifering the pragnancy case patient and high risk childbirth are knowledge (OR:4,656; 95%CI: 1,200-18,064), competence (OR:11,834; 95%CI: 1,371102,141), and years of service (OR:10,887; 95%CI: 2,657-44,602).As well as suggested the midwives follow APN training, having the optimal years of service and skill in manging the pragnancy case and high risk childbirth, and following the colloquy, workshop, training, or program which can increase the sciences esspecially accurancy in diagnosing the pragnancy and high risk childbirth.Ketepatan diagnosis merupakan ketepatan pendiagnosaan suatu kasus yang ditegakkan oleh petugas kesehatan dan telah memenuhi standar nomenklatur diagnosis. Bidan yang melakukan rujukan kehamilan dan persalinan risiko tinggi ke RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau pada tahun 2014 sebanyak 210 kasus, dan yang tidak tepat mendiagnosis sebanyak 35 kasus (17%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ketepatan diagnosis bidan dalam merujuk pasien kasus kehamilan dan persalinan risiko tinggi yaitu pengetahuan, sikap, kompetensi, masa kerja dan bidan delima. Penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif analitik observasional dengan studi penampang analitik (analitic crosssectional study). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi square, dan multivariat dengan uji regresi logistik ganda dengan jumlah sampel sebanyak 120 orang yang diambil secara total populasi.Hasil penelitian diperoleh variabel yang berhubungan dengan ketepatan diagnosis bidan dalam merujuk pasien kasus kehamilan dan persalinan risiko tinggi adalah pengetahuan (OR:4,656; 95%CI: 1,200-18,064), kompetensi (OR:11,834; 95%CI: 1,371-102,141), dan masa kerja (OR:10,887; 95%CI: 2,657-44,602). Disarankan sebaiknya bidan mengikuti pelatihan APN, memiliki masa kerja yang optimal dan keterampilan dalam mengolah kasus kehamilan dan persalinan risiko tinggi, dan mengikuti seminar, workshop, pelatihan ataupun kegiatan yang dapat menambah ilmu pengetahuan khususnya ketepatan diagnosis kehamilan dan persalinan risiko tingg

    444

    full texts

    548

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Komunitas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇