Jurnal Kesehatan Komunitas
Not a member yet
    548 research outputs found

    Efektivitas Penambahan Karbon Aktif Cangkang Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis) dalam Proses Filtrasi Air Sumur

    Get PDF
    The impact of water pollution can cause an imbalance of the ecosystem and a contagious disease. So,it is necessary to refine the water before it is used to improve water quality. One that can be used to purify water is palm shell activaited charcoal (Elaeisguineensis). The purpose of this study is to determine the effectiveness of the addition of activated charcoal palm shells in the filtration process of the physical characteristics (turbidity, Ph, smell and taste) of the well. This research is an experiment using a completely randomized design (CRD). Well water filtration  is performed with 4 treatments and 3 repetitions namely: 1). without passing through the sand filter (control), 2).through the sand filter without palm shell activaited charcoal, 3). through the filter sand with the addition of palm shell activaited charcoalwith a thickness of 10 cm, and 4). thickness of 15 cm. One way ANOVA was used for data analysis. The turbidityanalysis  is 100.0; 50.5; 40.4; and 47.5 respectively for the control, without activated charcoal, 10 cm and 15 cm with activated charcoal. The result showed that there is no significant differences the turbidity of the contratedwater  with the turbidity of other treatments. water pH <7 becomes 8.99. Analysis found the smell and taste of water through the filtration process with the addition of activated charcoal to eliminate odor and taste in the water. The addition of palm shell activaited charcoal with a thickness of 10 cm is quite effective in well water filtration process and can improve the physical quality of the water.Dampak dari pencemaran air dapat menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan ekosistem dan dapat sebagai pembawa penyakit menular. Oleh karena itu perlu dilakukan penjernihan terhadap air sebelum digunakan untuk meningkatkan kualitas air.  Salah satu  yang dapat digunakan untuk penjernihan air adalah arang aktif cangkang kelapa sawit (Elaeis guineensis). Tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahui efektifitas penambahan arang aktif cangkang kelapa sawit  dalam proses  filtrasi terhadap karakter fisik (kekeruhan, Ph, bau dan rasa) air sumur. Penelitian ini bersifat eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Filtrasi air sumur dilakukan dengan 4 perlakuan  dan 3 kali ulangan yaitu: 1). tanpa melewati saringan pasir (kontrol), 2). melewati saringan pasir tanpa arang aktif cangkang kelapa sawit, 3). melewati saringan pasir dengan penambahan arang aktif cangkang kelapa sawit  dengan ketebalan 10 cm, dan 4). ketebalan 15 cm. One way ANOVA digunakan dalam analisis data. Analisa kekeruhan adalah 100,0; 50,5; 40,4; dan 47,5 berturut-turut untuk kontrol, tanpa arang aktif, dengan arang aktif 10 cm dan dengan arang aktif 15 cm. Hasil uji menunjukkan perbedaan yang bermakna antara kekeruhan air kontrol dengan kekeruhan dari perlakuan lainnya. pH air < 7 menjadi 8,99. Analisa bau dan rasa didapatkan  air yang melewati proses filtrasi dengan penambahan arang aktif menghilangkan bau dan rasa pada air tersebut. Penambahan arang aktif cangkang kelapa sawit dengan ketebalan 10 cm cukup efektif dalam proses filtrasi air sumur dan dapat memperbaiki kualitas fisik air

    Partisipasi Pedagang Dalam Melakukan Pemilahan Sampah di Pasar Baru Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru

    Get PDF
    Garbage is defined as something that is not used anymore, unused, or something that is thrown away, which is derived from human activities and does not happen by itself. The market is one of the human activities that produce large amounts of garbage every day, when the waste sorting system is not good, it will make it difficult to carry out waste management and will have an impact on health directly or indirectly. This study aims to determine the factors associated with the participation of traders in waste sorting in Tampan Sub district  Pasar Baru  Pekanbaru.This study is quantitative research with cross sectional design. This research was conducted April 2015, sample in this study is 79 merchants. Data were collected by using questionnaires and observation. Data analysis for bivariate with chi-square test with 95% confidence level with α = 0.05. The results showed that there is a relationship between education (OR = 2,60  ; CI: 1,08-3,67),  socialization  (OR = 3,10; CI: 2,58-5,99) availability of trash waste (OR = 8,25 ; CI: 2,98-7,55 with waste sorting participation.Sampah diartikan sebagai sesuatu yang tidak digunakan lagi, tidak terpakai, tidak disenangi, atau sesuatu yang dibuang, yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya. Pasar merupakan salah satu tempat kegiatan manusia yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar setiap harinya, bila sistem pemilahan sampah tidak baik maka akan menimbulkan dampak terhadap kesehatan secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi pedagang dalam pemilahan sampah di Pasar Baru Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan April 2015, dengan jumlah sampel berjumlah 79 pedagang. Teknik sampling menggunakan simple random sampling. Analisis data dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pendidikan (OR = 2,60  ; CI: 1,08-3,67), sosialisasi (OR = 3,10; CI: 2,58-5,99), dan ketersediaan sarana tempat pembuangan sampah (OR = 8,25 ; CI: 2,98-7,55) dengan partisipasi pemilahan sampah. Disarankan pihak pasar memberikan peraturan tertulis, sanksi atau leaflet tentang partisipasi dalam pemilahan sampah agar pedagang sadar dan peduli terhadap pentingnya pemilahan sampah

    Kejadian Low Back Pain pada Mekanik Bagian UPT Mekanisasi di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau

    Get PDF
    Low Back Pain (LBP) is pain felt in the lower back area, may be a local pain (inflammation), or radicular pain or both. Low back pain is a disease that most experienced workers, where the incidence of lower back pain knows no differences in age, sex, occupation, social status, or level of education / knowledge, can all be affected. More than 70% of people in his life ever experienced lower back pain, with an average peak incidence 35-55 years old. This research was conducted at the Department of Food Crops and Horticulture Riau province in July 2014. The study design was cross-sectional with a number of respondents as many as 32 workers. The data collection is done with low back pain in the form of body mapping instrument checklist, and instrument variables collection of knowledge, work period  and age of workers with the questionnaire as a tool in data collection. Analysis of the data using linear regression. These results indicate that there is a significant relationship between the worker's age and years of service with the incidence of low back pain. These results indicate that an increase of 1 point the worker's age there will be an increase of 0,084 points low back pain on workers and an increase of 1 point tenure there will be an increase of 0.097 points low back pain in workers. Suggested to the Department of Food Crops and Horticulture Riau province to hold a morning exercise every week to strengthen bone mass, decrease chronic joint pain in the waist, back and knee recalling the events of low back pain is related to age and work period.Low Back Pain (LBP) adalah nyeri yang dirasakan di daerah punggung bawah, dapat merupakannyeri lokal (inflamasi), maupun nyeri radikuler atau keduanya. Low back pain merupakan penyakit yang paling banyak dialami pekerja, dimana kejadian nyeri punggung bawah tidak mengenal perbedaan umur, jenis kelamin, pekerjaan, status sosial, maupun tingkat pendidikan/pengetahuan, semua dapat terkena. Lebih dari 70% manusia dalam kehidupannya pernah mengalami nyeri punggung bawah, dengan rata-rata puncak kejadian berusia 35-55 tahun. Penelitian ini dilakukan di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau pada bulan Juli 2014.Desain Penelitian adalah cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 32 pekerja. Pengumpulan data low back pain  dilakukan dengan intrumen berupa body mapping checklist, dan intrumen pengumpulan variabel pengetahuan, masa bekerja dan umur pekerja dengan kuesionersebagai alat bantu dalam pengumpulan data. Analisis data yang  menggunakan uji regresi linier. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara umur pekerja dan masa kerja dengan kejadian low back pain.Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan 1 poin umur pekerja maka akan terjadi peningkatan 0,084 poin low back pain pada pekerja dan peningkatan 1 poin masa kerja maka akan terjadi peningkatan 0,097 poin low back pain pada pekerja. Disarankan kepada Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Riau untuk mengadakan senam pagi setiap minggunya guna memperkuat masa tulang, menurunkan nyeri sendi kronis pada pinggang, punggung dan lutut mengingat kejadian low back pain ini berhubungan dengan umur dan masa kerja

    Hubungan Sikap Ibu Tentang Pijat Bayi dengan Perilaku Ibu dalam Memijat Bayi di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru

    Get PDF
    Massage is an art of medical care and treatment that has been practiced since years ago. Massage can be done at any age, including infants. Touch and massage to new born can guarantee continuous skin contact that can maintain the feeling of safety in infants. Based on preliminary studies conducted in Posyandu Kasih Ibu Perum Putri indah RW 5, Posyandu Kenangga / Jl. Pahlawan RW 8, and Dang Merdu Asri in Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru. The information obtained from several officers at posyandu, that mothers who visited posyandu had been informed about the benefits of infant massage, but in reality many of them do not want to do massage on their babies. The purpose of this research was to know Relations of mother’s attitude about baby massage with mother’s behaviour in baby massage at Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru Year 2014. This research used analytic quantitative research. Collecting data was carried out by questionnaire. The population in this study were all mothers who had babies 0-11 months lived at residence in Sidomulyo health center Pekanbaru work area in 2014 with 68 samples. The sampling technique was purposive sampling. Data analysis performed was univariate and bivariate. The results obtained P value = 0.002. The value is smaller α = 0.05. It means there is relationship of mother attitudes about baby massage with massaging behavior or hypothesis (Ha) was accepted. Based on the result, it is expected to posyandu officer to open baby massage class for motivating mother to do baby massage.Pijat merupakan seni perawatan kesehatan dan pengobatan yang telah di praktikkan sejak abad-abad silam. Pijat dapat di lakukan pada semua umur termasuk pada bayi. Sentuhan dan pijat pada bayi setelah kelahiran dapat memberikan jaminan adanya kontak tubuh berkelanjutan yang dapat mempertahankan perasaan aman pada bayi. Berdasarkan studi pendahuluan yang di lakukan di Posyandu Kasih Ibu Perum Putri Indah RW 5, Posyandu Kenangga/Jl. Pahlawan RW 8, dan Dang Merdu Asri di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru. Informasi yang di dapat dari beberapa petugas yang ada di Posyandu tersebut, bahwa ibu-ibu yang berkunjung ke posyandu tersebut telah mendapatkan informasi tentang manfaat pijat bayi, namun kenyataannya masih banyak ibu-ibu yang tidak mau melakukan pemijatan pada bayi mereka. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Sikap Ibu Terhadap Pijat Bayi Dengan Perilaku Memijat Bayi Di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru.Jenis Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data untuk variabel sikap terhadap pijat bayi dan variabel prilaku meijat bayi dikumpulan dengan kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi 0-11 bulan yang bertempat tinggal di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru tahun 2014 dengan sampel sebanyak 68 sampel. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian diperoleh nilai P=0,002 nilai tersebut lebih kecil dari α=0,05 dengan demikian ada hubungan sikap terhadap pijat bayi dengan perilaku memijat atau hipotesa (Ha) diterima. Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada pihak posyandu wilayah kerja puskesmas untuk membuka kelas pijat bayi bagi para ibu agar ibu-ibu termotivasi untuk melakukan pijat bayi sendir

    Faktor Yang Mempengaruhi Ibu Dalam Memilih Penolong Persalinan Di Puskesmas XIII Koto Kampar I

    Get PDF
    The utilization of birth assistance by a professional health worker (midwife) in the community is very low compared to the target expected.The determinants of choosing birth attendant include the factors of education, knowledge, attitude, economic status, affordability,health worker and traditional birth attendant. The purpose of this survey study with cross-sectional approach was to analyze the factor of determinant influencing the mothers in choosing birth attendant at Puskesmas (Community Health Center) XIII Koto Kampar I, Kampar Subdistrict, in 2013. The population of this study was all of the 71 mothers who gave birth (born alive or stillborn) in the past 6 (six) months from October 2012 to March 2013 in the working area of Puskesmas XIII Koto Kampar I and all of the mothers were selected to be the samples for this study. All of the variables were analyzed Multiple Logistic Regression tests. The result of this study showed that the factors of attitude (p = 0.011), affordability (p = 0.001), and family support (p = 0.042) had influence on choosing birth attendant. Affordability was the most dominant variable influencing the process of choosing birth attendant with regression coefficient of 2.702.Pemanfaatan pertolongan persalinan oleh tenaga profesional (bidan) di masyarakat masih sangat rendah dibandingkan dengan target yang diharapkan. Pemilihan penolong persalinan merupakan faktor yang menentukan terlaksananya proses persalinan yang aman. Determinan pemilihan penolong persalinan meliputi faktor pendidikan, pengetahuan, sikap, status ekonomi, keterjangkauan, dan dukungan keluarga oleh tenaga kesehatan dan dukun bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi ibu dalam memilih penolong persalinan di Puskesmas XIII Koto Kampar I. Jenis penelitian menggunakan survei dengan pendekatan potong lintang. Populasi adalah seluruh ibu yang sudah melahirkan bayi hidup atau mati dalam 6 bulan terakhir dari bulan OktoberDesember 2012 sampai bulan Januari-Maret 2013 di wilayah kerja puskesmas XIII koto Kampar I sebanyak 71 ibu dan seluruh populasi dijadikan sampel. Semua variabel menggunakan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sikap (p=0,011), keterjangkauan (p=0,001) dan dukungan keluarga (p=0,042) berpengaruh terhadap pemilihan penolong persalinan. Variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap pemilihan penolong persalinan adalah keterjangkauan dengan nilai koefisien regresi 2,702.&nbsp

    Penggunaan Obat Tradisional oleh Penderita Diabetes Mellitus dan Faktor-faktor yang Berhubungan di Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari Pekanbaru Tahun 2015

    Get PDF
    Diabetes mellitus is a disease that can result in death, the current Government of Indonesia urged the public to consume the drug made from traditional because given the low side effects one of which treatment of DM. Based on a recapitulation of recording data related to disease dm known the number of patients dm most highest in public health center rejosari that is as much as the 228. The purpose of whether there is a traditional use of drugs by patients with diabetes mellitus and factors in the work that is associated puskesmas rejosari pekanbaru 2015. Type of this research is quantitative analytic observational by using Cross-sectional design. Research conducted in April to June 2015 in the region of clinics Rejosari Pekanbaru. The entire population is type II DM patients who live in the area of public health, the number of samples as much as Rejosari 150 people, sampling by taking note of the sufferer starts from the time closest to you, with the use of computerized data processing and analysis done in a univariate and bivariat with chi square statistical tests.The research results obtained as many as 78 people ( 52.0 % ) have used traditional and medical cures. Variable are associated with the use of medical drugs and is the education and traditional (CI=1,3-5,1), self motivation (CI=1,6-6,7), income P value = (CI=1,4-5,4), and cultural P value=0.016 , (CI=1,2-4,5).Is expected to puskesmas rejosari pekanbaru to hold the program BATRA , provided information about the type of traditional medicines appropriate for the treatment of DM, give testimony infirmasi by using people who use traditional medicine and medical.Diabetes mellitus merupakan penyakit yang dapat mengakibatkan kematian, saat ini pemerintah Indonesia menganjurkan masyarakat untuk mengkonsumsi obat berbahan tradisional karena mengingat efek sampingnya yang rendah salah satunya pengobatan DM. Berdasarkan rekapitulasi pencatatan data terkait penyakit DM diketahui jumlah pasien DM yang paling tertinggi terdapat di Puskemas Rejosari yaitu sebanyak 228 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan obat tradisional oleh penderita diabetes mellitus dan faktor–faktor yang berhubungan di Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari Pekanbaru tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik observasional dengan menggunakan desain Cross-sectional. Penelitian dilakukan pada bulan April hingga Juni 2015 di Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari Pekanbaru. Populasi adalah seluruh pasien DM tipe II yang tinggal di wilayah Puskesmas Rejosari, jumlah sampel sebanyak 150 orang, sampel diambil dari catatan penderita dimulai dari waktu terdekat, pengolahan data menggunakan komputerisasi dan analisa dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji statistik chi square.Hasil penelitian diperoleh sebanyak 78 orang (52,0%) menggunakan obat medis dan tradisional. Variabel yang berhubungan dengan penggunaan obat medis dan tradisional adalah pendidikan nilai (CI=1,3-5,1), motivasi diri nilai (CI=1,6-6,7), pendapatan (CI=1,4-5,4), dan kebudayaan nilai (CI=1,2-4,5). Diharapkan kepada Puskesmas Rejosari Pekanbaru untuk mengadakan program BATRA, memberikan informasi tentang jenis obat tradisional yang tepat untuk pengobatan DM, memberikan informasi dengan menggunakan testimony orang yang menggunakan obat medis dan tradisional

    Pengaruh Parameter Fisika dan Mikrobiologi Leachet terhadap Kesehatan Lingkungan di TPA Muara Fajar Rumbai Pekanbaru

    Get PDF
    The general condition of “City trash†shows typical characteristics. The The city waste largest had a composition of the organic worth rata-rata 79,164 %, the inorganic waste was only 20,836 %. Type of research was a survey method. Location sampling was in Muara Fajar landfill Pekanbaru. Samples were taken and analyzed the level of physics and biology leachet in the laboratory, data obtain were then analyzed using descriptive, in accordance with SNI 06-2412-1991. The data research the interview, observation and laboratory. Two code samples to water lindi obtained analysis on codes sample that I and II or temperature is 250C. TSS on codes I got the sample of 70 mg/l and sample code II 190 mg/l. ph on codes samples I and II obtained a result of 8, as for the sample e.coli on codes I and II obtained the infinite.Secara umum kondisi sampah kota memperlihatkan karakteristik yang khas. Kondisi sampah kota memiliki komposisi terbesar sampah organik dengan nilai rata-rata 79,164%, sedangkan sampah anorganik hanya sebesar 20,836%. Jenis penelitian ini adalah metode survey, dimana TPA Muara Fajar Pekanbaru dijadikan lokasi pengambilan sampel. Sampel yang diambil kemudian dianalisis kadar fisika dan biologi leachet di laboratorium, selanjutnya data yang didapat dilakukan analisis secara deskriptif sesuai dengan SNI 06-2412-1991. Sumber data penelitian yaitu wawancara, observasi dan pemeriksaan laboratorium. Dua kode sampel pada air lindi didapatkan hasil analisis bahwa pada kode sampel I dan II suhu yang didapatkan adalah 25oC. TSS pada kode sampel I didapatkan hasil sebesar 70 mg/l dan kode sampel II 190 mg/l. pH pada kode sampel I dan II didapatkan hasil sebesar 8, sedangkan untuk kadar E.Coli pada kode sampel I dan II didapatkan hasil tidak terhingga.&nbsp

    Model Promosi Kesehatan di Tempat Kerja Multilevel: Bagaimana Implementasinya dalam Mengubah Perilaku Pekerja? (Suatu Kajian Kepustakaan)

    Get PDF
    The consequences of the diseases that are often occured on workers is a huge loss for the company and the workers. In order to overcome the problem of disease, workplace health promotion (WHP) efforts are needed, in particular to change the workers behavior. The application of behavioral change in the workplace are more complex. Changes in behavior are not just driven by individual factors, but also by the role of external factors, so that the targeted WHP is a multilevel basis. This article describes the formula WHP multilevel models that can be applied to change unhealthy worker behavior. The selection model of behavior change should be considered in the formulation of a multilevel WHP. It is used as a reference to modify the behavior that will be addressed. Furthermore, the principle of selecting strategies and behavior change methods, tailored to the target level of intervention. Overall, these principles are formulated in a comprehensive reference WHP program and implemented effectively and efficiently in the workplace. This article can be a reference for those who will implement WHP with behavioral changes in a multilevel approach.Konsekuensi dari penyakit-penyakit yang sering dialami oleh pekerja merupakan kerugian besar bagi perusahaan dan pekerja. Dalam rangka mengatasi persoalan penyakit pada pekerja, perlu upaya promosi kesehatan di tempat kerja, khususnya untuk mengubah perilaku. Penerapan perubahan perilaku di tempat kerja bersifat lebih kompleks. Perubahan perilaku tidak saja didorong oleh faktor-faktor individu, tetapi juga oleh peran faktor eksternal, sehingga pihak yang dijadikan sasaran workplace health promotion (WHP) adalah secara multilevel. Artikel ini menjelaskan rumusan model WHP multilevel yang dapat diterapkan untuk mengubah perilaku pekerja yang tidak sehat, sehingga diharapkan dapat menurunkan kesakitan dan kematian penyakit pada pekerja. Prinsip pemilihan model perubahan perilaku, perlu  diperhatikan dalam merumuskan WHP secara multilevel. Hal ini dijadikan sebagai acuan memodifikasi perilaku yang akan dituju. Selanjutnya, prinsip memilih strategi dan metode perubahan perilaku, disesuaikan dengan level sasaran yang diintervensi. Secara keseluruhan, prinsip-prinsip ini dirumuskan dalam sebuah acuan program WHP secara komprehensif dan dilaksanakan dengan efektif dan efisien di tempat kerja. Artikel ini dapat menjadi acuan bagi pihak yang akan mengimplementasikan WHP dengan pendekatan perubahan perilaku secara multilevel.&nbsp

    Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kebiasaan Merokok pada Remaja Putra Kelas X dan XI di SMA Negeri 6 Pekanbaru

    Get PDF
    Smoking is a habit that is difficult to stop, as well as a negative impact for the smoker and the people around him. Survey of World Health Organizatio (WHO), teen deaths in 2030 reached 10 million people per year. While in Indonesia, University of Indonesia Demographic surveys by as many as 427 948 people dead teenagers on average per year from a variety diseases caused by smoking, The purpose of this study was to determine the relationship factor allowance, dad smokers, and smokers with peers on adolescent smoking son in SMA 6 Pekanbaru. This study cross-sectional design with a quantitative approach. The study population was all students in classes X and XI SMA Negeri 6 Pekanbaru amounted to 390 people with a large sample of 131 people. This study using simple random sampling technique. Statistical tests using the chi square test. The results obtained from the 131 respondents, 63 people (48.1%) had a smoking habit, 38 people (44.2%) had high knowledge about cigarette with p value 1.6, 36 people (59%) related to the allowance p value = 0.03, 54 people (56.3%) related by father smokers with p value 0.04, 45 people (57.7%) related to peer smokers with p value 0.01. The conclusion of this study is the relationship between money pocket, dad smokers, and smokers with peer smoking habits in young men in the class X and XI SMA 6 Pekabaru.Merokok merupakan sebuah kebiasaan yang sulit dihentikan, serta memberikan dampak buruk bagi perokok maupun orang-orang disekitarnya. Survei World Health Organizatio (WHO), kematian remaja pada tahun 2030 mencapai 10 juta orang per tahunnya. Sedangkan di Indonesia berdasarkan survey Demografi Universitas Indonesia sebanyak 427.948 orang remaja meninggal rata-rata per tahunnya akibat berbagai penyakit yang disebabkan oleh rokok, Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor uang saku, ayah perokok, dan teman sebaya perokok dengan kebiasaan merokok pada remaja putra di SMA Negeri 6 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain crossectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X dan XI SMA Negeri 6 Pekanbaru berjumlah 390 orang dengan besar sampel 131 orang. Penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Uji statistic menggunakan uji chi square. Hasil penelitian diperoleh dari 131 responden, 63 orang (48,1%) memiliki kebiasaan merokok, 38 orang (44,2%) memiliki pengetahuan tinggi tentang rokok dengan p value 1,6, 36 orang (59%)  berhubungan  uang saku dengan p value 0,03, 54 orang (56,3%) berhubungan ayah perokok dengan p value 0,04, 45 orang (57,7%) berhubungan teman sebaya perokok dengan p value 0,01. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara uang saku, ayah perokok, dan teman sebaya perokok dengan kebiasaan merokok pada remaja putra kelas X dan XI di SMA Negeri 6 Pekabaru

    444

    full texts

    548

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Komunitas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇