Jurnal Kesehatan Komunitas
Not a member yet
548 research outputs found
Sort by
Penggunaan Jenis Aromaterapi Dan Kebiasaan Merokok Berpengaruh Terhadap Perubahan Frekuensi Denyut Nadi Pada Supir: Efektivitas Penggunaan Aromaterapi terhadap Frekuensi Denyut Nadi pada Supir Bus
The condition of sickness or health problems decreases the ability to work physically, being weak the sharpness of thinking to make quick and precise decisions, and decreases alertness and accuracy with the consequences of the worker concerned vulnerable to the occurrence of accidents This study aims to determine the relationship between aromatherapy type dominant to changes in pulse rate controlled by age variables, smoking habits, sleep duration, history of heart disease, fatigue, working hours of driver
The research method using Quasy Experiment research design with non equivalent control group design is pre-test and post-test in experiment and control group with 40 samples taken by purposive sampling by considering inclusion criteria. The test used in this study is Paired T Test.
The conclusion of this study is the using of aromatherapy does not affect the pulse. Type of giving atomatherapy , the time of giving is a factor confounding controlled.Keadaaan sakit atau gangguan kesehatan pada tenaga kerja dapat menurunkan kemampuan fisik, melemahnya ketajaman berfikir untuk mengambil keputusan yang cepat dan tepat, serta menurunkan kewaspadaan dan sehingga dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara jenis aromaterapi, waktu pemberian dan faktor dominan terhadap perubahan frekuensi denyut nadi yang dikontrol variabel umur, kebiasaan merokok, lama waktu tidur malam, riwayat penyakit jantung, kelelahan, jam kerja pada supir transmetro kota Pekanbaru Tahun 2017.
Metode penelitian menggunakan desain penelitian Quasy Experiment dengan rancangan Non equivalent control group terdapat pre-test dan post-test pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan sampel sebanyak 40 orang diambil secara purposive sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi. Uji yang digunakan pada penelitian ini adalah Uji T Berpasangan.
Hasil analisis Uji T Berpasangan kelompok eksperimen p value0.199 (α >0,05). Uji multivariat dengan menggunakan uji regresi linear.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa p value 0,46 yang berarti bahwa aromaterapi tidak mempengaruhi signifikan perubahan denyut nadi pada supir . Frekuensi denyut nadi dengan variebel jenis pemberiankoefisien B sebesar 2,66,waktu pemberian aromaterapi koefisien B sebesar 0,49, merokok dengan koefisien B sebesar 6,14. Hasil multivariat di dapatkan R square 0,09dengan kata lain variabel independen tersebut dapat memprediksi frekuensi denyut nadi sebanyak 9%.
Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah penggunaan aromaterapi tidak mempengaruhi denyut nadi secara signifikan di Jenis pemberian,waktu pemberian merupakan faktor confounding yang dikontrol oleh merokok.Saran untuk penelitian ini adalah kepada dinas terkait bekerja sama dengan lintas sektor dalam pengadaan aromaterapi dalam bentuk pengharum ruangan
Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Pengendalian Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Harapan Raya Kota Pekanbaru Tahun 2016: Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Pengendalian Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Harapan Raya Kota Pekanbaru Tahun 2016
Hypertension is a major cause of stroke that cause a high mortality. This situation happens in the world, both in developed countries and developing countries. Data obtained from Harapan Raya Community Health Center showed increasing cases of hypertension since 2014 (4879 cases) until 2015 (5208 cases). The aim of this study was to obtain the related factors to blood pressure controlling behavior in the hypertension patients in the Harapan Raya Community Health Center, Pekanbaru. This quantitative analytical research used a cross sectional study. Population was hypertension patients between May 12 and June 12 2016 at Harapan Raya Community Health Center. Subjects were 152 hypertension patients who visited community health center. The sampling technique was accidental sampling. The instrument used questionnaires and computerized data processing. The statistical analysis used univariate and bivariate with Chi-square test. The results showed that related factors to blood pressure controlling behavior in the hypertension patients were knowledge (p-value =0.022, POR = 2.263; 95%CI: 1,171-4,372 ), attitude (p-value = 0.025, POR = 2.249; 95%CI: 1,155-4,564), diet (p-value = 0,027, POR = 2.296; 95%CI: 1,155-4,564), sport (p-value <0,005,POR = 3.850; 95%CI: 1,867-7,940), family support (p-value = 0.032 , POR = 2.157; 95%CI: 1,118-4,161), and the role of health workers (p-value = 0.005,POR = 2.798; 95%CI: 1,407-5,561). We recommend to Harapan Raya Community Health Center to improve intensive counseling and prevention about risk factors that related to hypertension besides spreading brochures explaining about hypertension and its impacts.Hipertensi merupakan penyebab utama stroke yang membawa angka kematian tinggi. Keadaan ini terjadi di dunia, baik di negara maju maupun negara berkembang. Data yang diperoleh dari Puskesmas Harapan Raya menunjukkan meningkatnya kasus hipertensi sejak 2014 (4879 kasus) hingga 2015 (5208 kasus). Tujuan penelitian ini adalah memperoleh faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Harapan Raya, Pekanbaru. Penelitian analitik kuantitatif ini menggunakan penelitian cross sectional. Populasi adalah pasien hipertensi pada 12 Mei sampai dengan 12 Juni 2016. Sampelnya adalah 152 orang dengan hipertensi yang mengunjungi pusat komunitas kesehatan Harapan Raya. Teknik sampling adalah accidental sampling. Instrumen ini menggunakan kuesioner dan pengolahan data terkomputerisasi. Analisis statistik menggunakan univariat dan bivariat dengan uji Chi-square. Hasilnya menunjukkan faktor yang berhubungan dengan perilaku pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi adalah pengetahuan (p-value =0.022, POR = 2.263; 95%CI: 1,171-4,372 ), sikap (p-value = 0.025, POR = 2.249; 95%CI: 1,155-4,564), diet (p-value = 0,027, POR = 2.296; 95%CI: 1,155-4,564), olahraga (p-value <0,005, POR = 3.850; 95%CI: 1,867-7,940), dukungan keluarga (p-value = 0.032 , POR = 2.157; 95%CI: 1,118-4,161), dan peran petugas kesehatan (p-value = 0.005,POR = 2.798; 95%CI: 1,407-5,561). Kami menyarankan kepada Puskesmas Harapan Raya untuk meningkatkan konseling dan pencegahan intensif mengenai faktor risiko yang terkait dengan hipertensi, selain menyebarkan brosur yang menjelaskan hipertensi dan dampaknya
Factors Related to the Performance of Officers Relating to Provision Service of National Health Care (JKN): Faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Petugas Terkait Pemberian Jasa Pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
ABSTRACT
In improving the service performance of health center staff, BPJS has contributed capitation fund for provision services (60%) and operational cost of Public Health Center (40%). Based on the preliminary survey, it was found that only 40% of officers with good performance, officers are still many who often come late. The purpose of this research is to know factors related to the performance of officers related to the provision service of National Health Care (JKN) at Tapung Public Health Center and Tapung II Public Health Center. With the variables studied are provision services, employment / position, attendance, work period, rewards, motivation, leadership, and demographic variables in the form of sex. This research is Quantitative research with cross sectional design was conducted from June to July of 2017. The sample in this study is all officers who received provision services amounted to 97 people. The result of this research is there is relationship of employment / position, work period, and leadership with performance, while other variables (attendance, rewards, motivation, and sex) are not related to officer performance. While service variable is variable confounding to work period. The conclusion of this research is that there is a correlation between employment / position, work period and leadership with officer performance. It is recommended that the head of Public Health Center to allocate funds outside the service for officers whose workload is more severe, motivation in the form of rewards for officers who can be exemplary, punishment for undisciplined officers, providing direction and support, and procurement of gradual evaluation and observation related to the completion of tasks by the officers.ABSTRAK
Dalam meningkatkan kinerja pelayanan petugas di Puskesmas pihak BPJS telah memberikan kontribusi berupa dana kapitasi yang didapat dimanfaatkan untuk jasa pelayanan kesehatan (60%) dan biaya operasional Puskesmas (40%). Berdasarkan survey awal, didapatkan bahwa hanya 40% petugas dengan kinerja baik, petugas juga masih banyak yang sering datang terlambat. Tujuan dari penelitian ini yaitu diketahuinya faktor yang berhubungan dengan kinerja petugas terkait pemberian Jasa Pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Puskesmas Tapung dan Puskesmas Tapung II. Dengan variabel yang diteliti adalah jasa pelayanan, ketenagaan/jabatan, kehadiran, masa kerja, imbalan, motivasi, kepemimpinan, dan variabel demografis berupa jenis kelamin. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Juni-Juli tahun 2017. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh petugas yang menerima Jasa Pelayanan yang berjumlah 97 orang. Hasil penelitian ini adalah ada hubungan ketengaan/jabatan, masa kerja, dan kepemimpinan dengan kinerja. Sedangkan variabel yang lain (kehadiran, imbalan, motivasi, umur, dan jenis kelamin) tidak ada hubungan dengan kinerja petugas. Sedangkan variabel Jasa Pelayanan merupakan variabel confounding (perancu) terhadap masa kerja. Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan antara ketengaan/jabatan, masa kerja dan kepemimpinan dengan kinerja petugas. Disarankan kepala Puskesmas untuk menganggarkan dana diluar jasa pelayanan untuk petugas yang beban kerjanya lebih berat, pemberikan motivasi berupa reward untuk petugas yang bisa dijadikan teladan, punishmen untuk petugas yang tidak disiplin, pemberian arahan dan dukungan, serta pengadaan evaluasi dan pengamatan secara bertahap terkait penyelesaian tugas oleh petugas
Keterlambatan Pemeriksaan Kanker Payudara di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Tahun 2016: Keterlambatan Pemeriksaan Kanker Payudara di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Tahun 2016
ABSTRACT
Breast cancer examination delays is a condition where breast cancer patients come to know their condition exceeds the specified time (cancer stage III) when cancer can not differentiate well to get treatment. In Indonesia, almost 70% of breast cancer patients are too late to do examination. Data at Arifin Achmad Regional Public Hospital show increasing number of breast cancer cases, where in 2012 there were 145 cases, in 2013 there were 262 cases and in 2014 there were 584 cases.
This research aims to know the factors that related to breast cancer examination delays such as knowledge, education, income, pain, fear, family support, BSE (breast elf examination), distance to health service, resources and family history of breast cancer.
The research type is quantitative analytic observational. The research design is analytic cross sectional study. The populations are outpatients women with breast cancer who came to Arifin Achmad regional public hospital Riau Province and total sampel are 203 women. The data were analyzes by univariat, bivariat analyzes by chi square and multivariat analyzes by multiple logistic regression.
The results of this research show that knowledge effect 3 times, income effect 3 times, distance to health service effect 2,5 times and pain effect 2 times to breast cancer examination delays.
The conclusions of this study are there are casual link between knowledge, income, distance to health service and pain to breast cancer examination delays. Recommended to women to improve their knowledge about breast cancer examination and suggested to Health Departement of Riau Province through community health centers to give education and socialization about breast cancer to community.
Keywords: Screening Delays, Breast Cancer, Knowledge, Income, Distance
ABSTRAK
Keterlambatan pemeriksaan kanker payudara adalah keadaan dimana pasien kanker payudara datang untuk mengetahui kondisinya melebihi waktu yang ditentukan (kanker pada stadium III) ketika kanker sudah tidak dapat berdeferensiasi dengan baik untuk dilakukan pengobatan. Di Indonesia, hampir 70% pasien kanker payudara terlambat melakukan pemeriksaan. Data di RSUD Arifin Achmad terjadi peningkatan jumlah kasus kanker payudara, dimana pada tahun 2012 terdapat 145 kasus, tahun 2013 terdapat 262 kasus, dan tahun 2014 terdapat 584 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan keterlambatan pemeriksaan kanker payudara yaitu pengetahuan, pendidikan, pendapatan, rasa sakit, rasa takut, dukungan keluarga, sadari (pemeriksaan payudara sendiri), jarak menuju tempat pelayanan kesehatan, sumber informasi, dan riwayat kanker payudara keluarga. Jenis penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif analitik observasional. Desain penelitian yang digunakan adalah analytic cross sectional study. Populasi adalah wanita penderita kanker payudara yang datang berobat jalan di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau dengan jumlah sampel 203. Analisis data dilakukan secara univariat, analisis bivariat menggunakan uji Chi Square dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan pengetahuan berpengaruh 3 kali, pendapatan berpengaruh 3 kali, jarak menuju tempat pelayanan kesehatan berpengaruh 2,5 kali dan rasa sakit berpengaruh 2 kali dengan keterlambatan pemeriksaan kanker payudara. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan sebab akibat antara pengetahuan, pendapatan, jarak menuju tempat pelayanan kesehatan dan rasa sakit dengan keterlambatan pemeriksaan kanker payudara. Direkomendasikan supaya wanita lebih meningkatkan pengetahuan tentang pemeriksaan kanker payudara dan disarankan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Riau melalui puskesmas untuk memberikan penyuluhan dan sosialisasi tentang kanker payudara kepada masyarakat.
Kata Kunci : Keterlambatan Pemeriksaan, Kanker Payudara, Pengetahuan, Pendapatan, Jara
Hubungan Karakteristik Individu dan Lingkungan Sosial Terhadap Perilaku Buang Air Besar Sembarang: HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN LINGKUNGAN SOSIAL TERHADAP PERILAKU BUANG AIR BESAR SEMBARANG
Hygienic behavior that includes the habit or behavior of defecation (BAB). Behavior defecation is considered correct is when residents do it in the toilet. Many villagers in TanjungMedang village who do not have a toilet that is eligible to defecate.Caused Because of lack of information and knowledge of the community so that people do defecate carelessly. This study aims to determine the relationship of education, knowledge, income, habits, attitudes, social support and the role of health officers to behavior open defacation free In TanjungMedang Village, Rangsang District, Kepulauan Meranti Regency in 2017
This research uses Cross Sectional design and using Simple Random Sampling technique. The sample of research as many as 191 people. Measuring tool used in this research is questionnaire and data processing using computerized. Independent variables in this research are education, knowledge, income, habit, attitude, social support and role of health officer. Dependent variable is behavior open defacation free. The analysis used is Univariat and Bivariat with Chi-Square test,
The results showed that the knowledge variable (ph = 0.005); Income (p = 0.003); Attitude (p = 0.002); Custom (p = 0.022) related to behavior open defacation free. And educational variables (p = 0.205); Social support (p = 0.267); And the role of health workers (p = 0.103) has no relationship to behavior open defacation free The conclusion of the research is attitude as the dominant factor related to behavior open defacation free
To reduce behavior open defacation free Can be run a clean and healthy lifestyle in everyday life by applying it to behave BAB to be able to keep the house always stay clean and healthyPerilaku higienis yang meliputi kebiasaan atau perilaku buang air besar (BAB). Perilaku buang air besar yang dianggap benar adalah bila penduduk melakukannya di jamban. Masih banyaknya masyarakat desa Tanjung Medang yang belum memiliki jamban yang memenuhisyarat untuk buang air besar. Di sebabkan Karena kurang informasi dan pengetahuan masyarakat sehingga masyarakat melakukan buang air besar sembarangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendidikan, pengetahuan, pendapatan, kebiasaan, sikap, dukungan social dan peran petugas kesehatan terhadap perilaku Buang Air Besar Sembarangan di Desa Tanjung Medang Kecamatan Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2017.
Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional dan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Sampel penelitian sebanyak 191 orang. Alatukur yang di gunakan pada penelitan ini adalah kuesioner dan pengolahan data menggunakan komputerisasi.Variabel Independen pada penelitian ini adalah pendidikan, pengetahuan, pendapatan, kebiasaan, sikap, dukungan social dan peran petugas kesehatan.Variabel Dependen adalah perilaku Buang Air Besar Sembarangan. Analisis yang digunakan adalah Univariat dan Bivariat dengan uji Chi-Square
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variable pengetahuan (p=0.005); pendapatan (p=0.003); sikap (p=0.002); kebiasaan (p=0.022) berhubungan dengan perilaku Buang Air Besar Sembarangan. Dan variabel pendidikan (p=0.205); Dukungan sosial (p=0.267); dan peran petugas kesehatan (p=0.103) tidak ada hubungan dengan perilaku Buang Air Besar Sembarangan Adalah sikap sebagai factor dominan yang berhubungan terhadap perilaku buang air besar sembarangan.Untuk mengurangi perilaku buang air besar sembarangan dapat di lakukan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari dengan menanamkan sikap untuk berprilaku BAB dijamban agar dapat menjaga kondisi rumah tetap selalu dalam keadaan bersih dan sehat
Akreditasi Jurnal: Akreditasi Jurnal
AKREDITASI JURNAL
Jurnal Kesehatan Komunitas sudah terindeks di Portal Garuda, SINTA, Direktory of Open Access Journals (DOAJ) dan beberapa pengindeks lainnya. Tahun 2019 Jurnal Kesehatan Komunitas merencanakan mengajukan akreditasi berkala ilmiah elektronik ke Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Menurut Permenristekdikti No. 20 Tahun 2017 dinyatakan bahwa Jurnal Ilmiah Nasional terakreditasi B dari Kemristekdikti yang diterbitkan dalam salah satu bahasa PBB, terindeks di DOAJ dengan indikator green thick (centang dalam lingkaran hijau) disetarakan/diakui sebagai jurnal internasional; dan Jurnal Ilmiah Nasional terakreditasi A dari Kemristekdikti yang diterbitkan dalam salah satu bahasa PBB, terindeks di DOAJ dengan indikator green thick (centang dalam lingkaran hijau) disetarakan/diakui sebagai jurnal internasional bereputasi. Untuk mencapai Jurnal Kesehatan Komunitas terakreditasi minimal B, salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan manajemen jurnal yang baik dengan mengikuti kaidah atau ketentuan yang telah ditetapkan oleh Kemenristekdikti diantaranya melewati proses peer review.
Adapun persyaratan akreditasi untuk berkala ilmiah elektronik berdasarkan surat edaran kemenristekdikti No 101/E5.2/SE/2018 tentang akreditasi berkala ilmiah elektronik adalah memiliki ISSN dalam versi elektronik (e-ISSN) dan atau cetak (p-ISSN) bila terbitan terbit dalam dua versi, sesuai data di laman http://issn.pdii.lipi.go.id; mencantumkan persyaratan etika publikasi (publication ethics statement) dalam laman website jurnal; terbitan berkala ilmiah harus bersifat ilmiah, artinya memuat artikel yang secara nyata mengandung data dan informasi yang memajukan pengetahuan, ilmu, dan teknologi serta seni; terbitan berkala ilmiah telah terbit paling sedikit 2 tahun berurutan, terhitung mundur mulai tanggal atau bulan pengajuan akreditasi; frekuensi penerbitan berkala ilmiah paling sedikit 2 kali dalam satu tahun secara teratur; jumlah artikel setiap terbit sekurang-kurangnya 5 artikel, kecuali jika berbentuk monograf; dan tercantum dalam salah satu lembaga pengindeks nasional (Indonesian Scientific Journal Database (ISJD), Portal Garuda, Pustaka Iptek dan/atau yang setara).
Jurnal Kesehatan Komunitas telah memenuhi semua persyaratan tersebut di atas dan penilaian di Science and Technology Index (Sinta), Jurnal Kesehatan Komunitas berada di klaster S4. Berdasarkan hal tersebut, tim redaksi Jurnal Kesehatan Komunitas yakin bahwa akreditasi berkala ilmiah elektronik tersebut bisa dicapai tentunya dengan team work yang solid, baik antara tim redaksi, reviewer, penulis (author), maupun pihak STIKes Hang Tuah Pekanbaru yang mendukung penerbitan Jurnal Kesehatan Komunitas
Working Condition And The Convenience Of Organization Environment Related With Performance Of Pharmacist Assistant: DUKUNGAN ORGANISASI DENGAN KINERJA ASISTEN APOTEKER
Organization support is one of the determining factors in improving the performance of the employees. Organization support consisting of organizational factor, convenience environment, the provision of the infrastructure the selection of technology and working proviso condition. The purpose of this study is to analyze the relationship between organization support and performance of pharmacist assistant at the pharmacies division of the district general hospital Arifin Achmad Pekanbaru of Riau province. This was an analytic quantitative study with the cross sectional design to 53 pharmacist assistants as population. The study was used total sampling. The data were collected by using questionnaire and analyzed with univariate and bivariate. The results showed 49% pharmacist assistants having poor performance. There was a significant relationship between working condition (p-value = 0,04), the convenience of organization environment (p-value = 0,019) with the performance of pharmacist assistant. Its Expected the hospital management to improve the convenience of organization environment at the pharmacies division and also improve the health program and salvation for pharmacist assistant.Dukungan organisasi merupakan salah satu faktor penentu dalam meningkatkan kinerja dari pegawai. Dukungan organisasi terdiri dari faktor pengorganisasian, kenyamanan lingkungan, penyediaan sarana prasarana, pemilihan teknologi dan kondisi syarat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan organisasi terhadap kinerja pegawai pada instalasi farmasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Ahmad Pekanbaru Provinsi Riau. Penelitian ini merupakan analitik kuantitatif study dengan desain cross sectional pada 53 orang asisten apoteker sebagai populasi. Penelitian ini menggunakan total sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan dianalisa dengan data univariat dan bivariat.
Hasil penelitian menunjukkan kinerja asisten apoteker kurang baik sebesar 49,1 %. Terdapat hubungan yang bermakna antara kondisi kerja (p-value= 0,04) dan kenyamanan lingkungan (p-value= 0,019) terhadap kinerja asisten apoteker. Diharapkan manajemen RSUD Arifin Achmad dapat meningkatkan kenyamanan lingkungan kerja di instalasi farmasi serta meningkatkan program kesehatan dan keselamatan bagi asisten apoteker
Pemanfaatan Media Dalam Strategi Pemasaran di Rumah Sakit Syaï¬ra Pekanbaru Tahun 2016: Pemanfaatan Media Dalam Strategi Pemasaran di Rumah Sakit Syaï¬ra Pekanbaru Tahun 2016
Use of media in the marketing strategy is an element of marketing tactics in an attempt to capture the market. Indicators of success are increased traffic promotions. Based on a survey conducted through interviews known that since the beginning of the Hospital stood own promotional programs, such as promotion through print media (brochures, leaflets, banners), electronic media (TV) and online media (official site). The purpose of this study is to obtain in-depth information about the use of media in the marketing strategy at the Hospital Syafira 2016.
This study was descriptive qualitative. The study was conducted at Hospital Syafira Pekanbaru. Subject of the study consisted of 3 main informant, 3 people informant support. With the method of collecting data through observation, interviews dam has the document. To maintain the validity of the data is done by means of triangulation.
The results of the study, targeted communication of the Hospital is the whole society is in need of health services as well as the expected response from the target of the media campaign is limited only to find out the services that exist at the hospital. In setting the amount of the budget into the specific factors that need to be considered, namely in terms of the frequency of advertising and market share. Determining the message is done by involving the community or visitors. Selection of the budget available media that is using print media such as brochures, leaflets, banners, billboards, online media and social media such as facebook, twitter, instagram, specific media type is most effective is to use the brochure.
Suggestions to the hospital, to determine the target of communication. Paying attention to the message, not just to provide information services, but the message may cause awareness or attention, interest, create desire, and encourage action. Managing back rssyafira.com website which until now have been inaccessible againPemanfaatan media dalam strategi pemasaran merupakan unsur taktik pemasaran dalam upaya menangkap pasar. Indikator keberhasilan promosi adalah meningkatnya kunjungan. Berdasarkan survei yang dilakukan melalui wawancara diketahui bahwa sejak awal Rumah Sakit berdiri sudah memiliki program promosi, seperti promosi melalui media cetak (brosur, leaflet, banner), media elektronik (Televisi) dan media online (situs resmi). Tujuan penelitian ini adalah diperolehnya informasi yang mendalam mengenai pemanfaatan media dalam strategi pemasaran di Rumah Sakit Syafira tahun 2016. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Syafira Pekanbaru. Subjek penelitian terdiri dari 3 orang informan utama, 3 orang informan penunjang. Dengan metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara dam telah dokumen. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi. Hasil penelitian, sasaran komunikasi dari Rumah Sakit adalah seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan serta respons yang diharapkan dari sasaran mengenai media promosi ini hanya sebatas untuk mengetahui layanan-layanan yang ada di rumah sakit. Dalam menetapkan jumlah anggaran yang menjadi faktor khusus yang perlu dipertimbangkan yaitu dari segi frekuensi iklan dan pangsa pasar. Penentuan pesan yang dilakukan dengan cara melibatkan masyarakat ataupun pengunjung. Pemilihan media dari anggaran yang tersedia yaitu menggunakan media cetak seperti brosur, leaflet, banner, baliho, media online dan media sosial seperti facebook, twitter, instagram, jenis media spesifik yang paling efektif yaitu menggunakan brosur. Saran terhadap rumah sakit, untuk menentukan yang menjadi sasaran komunikasi. Memperhatikan pesan yang disampaikan, tidak hanya sekedar memberikan informasi layanan, tapi pesan yang dapat menimbulkan kesadaran atau perhatian, menarik minat, menciptakan keinginan, dan mendorong terjadinya tindakan. Mengelola kembali website rssyafira.com yang sampai saat ini sudah tidak bisa diakses lagi
Analisis Dampak Program Kebun Sekolah untuk Mengatasi Kekurangan Gizi Anak: Analisis Dampak Program Kebun Sekolah untuk Mengatasi Kekurangan Gizi Anak
The sustainable development goals (SDGs), one of thems ends hunger, achieves food security and improves nutrition, and encourages sustainable agriculture. Lack of fruit and vegetable consumption causes malnutrition. The purpose of this study is to distinguish the root cause of malnutrition and to analyze alternative policy to overcome nutrition improvement for children. This method of this study uses a qualitative approach, where the research was in schoolings in Blitar and Kediri. The subjects of this research are 30 people including: 10 students, 5 teachers, 5 food vendors at school and 10 parents of students. Research findings: lack of nutrition in children, especially children during the growth phase can not be separated from the habits of the children in consuming food. Parents' knowledge of nutrition is lacking, especially attention to what is consumed in the school. School garden is one of the program that can provide fundamental knowledge about nutrition to children. Government policies must be supplementary improved and enhanced by encouraging people to consume fruits and vegetables sufficiently.Tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), salah satunya mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan meningkatkan gizi, serta mendorong pertanian yang berkelanjutan. Kurangnya konsumsi buah dan sayuran menyebabkan kekurangan gizi (malnutrisi). Tujuan penelitian ini mengetahui akar masalah penyebab kekurangan gizi (malnutrisi) dan menganalisis kebijakan alternatif untuk mengatasi perbaikan gizi pada anak. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, tempat penelitian berada di sekolah-sekolah di Kabupaten Blitar dan Kabupaten Kediri. Subyek penelitian sebanyak 30 orang meliputi: 10 siswa, 5 orang guru, 5 penjual makanan di sekolah dan 10 orang tua siswa. Temuan penelitian: kurangnya gizi pada anak terutama anak pada masa pertumbuhan tak lepas dari kebiasaan anak mengkonsumsi makanannya. Pengetahuan orang tua tentang gizi masih kurang, terutama perhatian terhadap apa yang di konsumsi di sekolah. Kebun sekolah adalah salah satu program yang dapat memberikan pengetahuan dasar tentang gizi kepada anak. Kebijakan pemerintah harus diperbaharuhi dan lebih ditingkatkan lagi dengan menganjurkan siswa sekolah untuk mengkonsumsi buah dan sayuran sesuai kebutuhan kalori setiap harinya
Hubungan Asupan Energi, Pengetahuan Gizi dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Overweight pada Anggota Polisi di Polsek Tampan Pekanbaru Tahun 2017
Overweight is an abnormal or excessive fat accumulation that is likely to cause various illnesses and adverse effects on a person. Overweight is the 5th leading cause of death in the world. Overweight can be an individual health problem of different jobs, including police officers, who are responsible for public safety. This study aimed to determine the relationship between energy intake, nutritional knowledge, physical activity and the incidence of overweight in Police officers in Tampan Police Department, Pekanbaru, in 2017. The design was cross sectional study. The population were police officers in Tampan Police Department, Pekanbaru, in 2017 which amounted to 98 policemen. The samples were 74 policemen. Data analysis used univariate and bivariate anlysis with chi-square test. The result showed that there were significant relationship of energy intake, nutrition knowledge, physical activity, and the incidence of overweight in police officers (p value < 0.05). Tampan Police Department should consider activities related to physical activity and conduct regularly nutrition consultationOverweight adalah akumulasi lemak yang abnormal atau berlebihan yang berpeluang akan menyebabkan berbagai penyakit dan menimbulkan efek buruk pada seseorang. Kelebihan berat badan (overweight) merupakan faktor resiko penyebab kematian ke-5 di dunia. Overweight dapat menjadi masalah kesehatan individu dari pekerjaan yang berbeda, termasuk polisi, yang bertanggung jawab untuk keamanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan energi, pengetahuan gizi dan aktivitas fisik dengan kejadian overweight pada anggota Polisi di Polsek Tampan Pekanbaru tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota Polisi Polsek Tampan Pekanbaru tahun 2017 yang berjumlah 98 orang polisi. Sampel penelitian sebanyak 74 orang. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-squere. Hasil penelitian menunjukkan nilai untuk asupan energi yaitu (p-value=0,011), pengetahuan gizi (p-value=0,000) dan aktivitas fisik (p-value= 0,015) artinya Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara asupan energi, pengetahuan gizi, dan aktivitas fisik dengan kejadian overweight (p value <0,05). Sebaiknya instansi Kepolisian Polsek Tampan Pekanbaru memperhatikan kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas fisik dan sebaiknya diadakan konsultasi gizi secara rutin.