Jurnal Kesehatan Komunitas
Not a member yet
548 research outputs found
Sort by
Analisis Personal Higiene dan Pengetahuan dengan Kejadian Skabies pada Santri di Pondok Pesantren Al-Ikhwan Kota Pekanbaru tahun 2017
One of the problems faced by students of Al-Ikhwan Islamic Boarding School is personal hygiene, such as skin hygiene, hands, nails, genitalia, feet and clothes. Bad habits in maintaining personal hygiene are one cause of health problems in the form of scabies disease. Scabies is one of the most common skin diseases. This study aimed to determine the analysis of environmental sanitation and personal hygiene with the incident of scabies at Al-Ikhwan boarding school Pekanbaru City. This research used the method of analytical description and cross sectional design. The population in this study were santriwati which amounted to 143 students. The sample in this study were 83 students with the inclusion criteria being students who were willing to become a respondent in class VII until IX. Sampling technique used simple random sampling. Chi Square statistical test results for personal hygiene p = 0.047, POR (95% CI) = 3.010 (1.119-8.098) means that there was a relationship between personal hygiene and the occurrence of scabies at Al-Ikhwan Islamic Boarding School and there was also a relationship between knowledge and scabies at Al-Ikhwan Islamic Boarding School with a value of p = 0.011, POR (95% CI) = 0.254 (0.095-0.681). Suggestion for the management of Islamic boarding school to provide additional lessons and counseling about the pattern of hygienic behavior and personal hygiene to the santri in order to generate a high awareness of good health behavior in preventing transmission of scabies diseases.Salah satu permasalahan yang sering dihadapi santri Pondok Pesantren Al-Ikhwan adalah personal higiene, seperti kebersihan kulit, tangan, kuku, genitalia, kaki dan pakaian. Kebiasaan hidup untuk menjaga kebersihan diri pribadi yang tidak baik merupakan salah satu penyebab timbulnya masalah kesehatan berupa penyakit skabies. Skabies merupakan salah satu penyakit kulit yang paling sering ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis sanitasi lingkungan dan personal higiene dengan kejadian skabies pada santri di pondok pesantren Al-Ikhwan Kota Pekanbaru. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskripsi analitik dan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah santriwati berjumlah 143 santri. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 83 santri, dengan kriteria inklusi merupakan siswa yang bersedia menjadi responden di kelas VII-IX. Teknik pegambilan sampel menggunakan simple random sampling. Hasil uji statistik Chi Square untuk personal hygiene diperoleh nilai p =0,047, POR (95% CI) = 3,010 (1,119-8,098) artinya terdapat hubungan antara personal higiene terhadap kejadian skabies di Pondok Pesantren Al-Ikhwan dan juga terdapat hubungan antara pengetahuan dengan skabies di Pondok Pesantren Al-Ikhwan dengan nilai p = 0,011, POR (95% CI) = 0,254 (0,095-0,681). Simpulannya adalah ada hubungan antara personal hygiene dan pengetahuan terhadap kejadian scabies pada santri di Pondok Pesantren Al-Ikhwan Pekanbaru. Saran kepada pihak manajemen pondok pesantren untuk memberikan sosialiasi tentang pola prilaku hidup bersih dan personal higiene kepada santri agar dapat menimbulkan kesadaran yang tinggi terhadap perilaku kesehatan yang baik dalam mencegah penularan penyakit skabies
Perilaku Ibu Dalam Memilih Dukun Bayi Sebagai Tenaga Penolong Persalinan Di Wilayah Kerja Puskesmas Tembilahan Hulu Tahun 2016: Perilaku Ibu Dalam Memilih Dukun Bayi Sebagai Tenaga Penolong Persalinan Di Wilayah Kerja Puskesmas Tembilahan Hulu Tahun 2016
Background: Maternal Mortality Rate (MMR) is one indicator of health development in Indonesia. Deliveries by health personnel to be very important in efforts to reduce maternal mortality. Coverage of births attended by skilled health personnel at health centers Tembilahan Hulu has yet to reach the target of 90%. Target Health Center Tembilahan Hulu is 80% but reached only 45%. The number of maternal deaths in health centers Hulu 2016 Tembilahan 1 case and the number of infant mortality as much as 5 case, one cause of death is handled by TBAs.
Objective: to know the mother's behavior in selecting birth attendants in health centers working area Tembilahan Hulu.
Design: Qualitative research, to obtain in-depth information about how the Mother Behavior in Choosing Auxiliary Power Delivery at Puskesmas Tembilahan Hulu 2016.
Methods: This study used a qualitative descriptive method, which is an approach to research that revealed certain social situations to describe reality correctly, formed by words based on the techniques of collecting and analyzing relevant data obtained from the natural situation.
Results and Discussion: Research shows that mothers choose birth attendants decision is closely linked to the knowledge, attitudes, social culture, access to health services, family support.
Conclusions: The behavior of mothers in selecting birth attendant is still a lot to TBAs compared to the health worker / midwife.ABSTRAK
Latar Belakang:Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator pembangunan kesehatan di Indonesia. Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan menjadi sangat penting dalam upaya penurunan angka kematian ibu. Cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tembilahan Hulu masih belum mencapai target 90%. Target Puskesmas Tembilahan Hulu yaitu 80% tetapi yang tercapai hanya 45%. Jumlah Kematian Ibu di Puskesmas Tembilahan Hulu tahun 2016 sebanyak 1 kasus dan Jumlah Kematian Bayi sebanyak 5 Kasus, salah satu penyebab kematian ditangani oleh dukun bayi.
Tujuan: untuk mengetahui perilaku ibu dalam memilih tenaga penolong persalinan di wilayah kerja puskesmas Tembilahan Hulu.
Rancangan:Penelitian kualitatif, untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam tentang bagaimana Perilaku Ibu dalam Memilih Tenaga Penolong Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Tembilahan Hulu Tahun 2016.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu suatu pendekatan penelitian yang mengungkap situasi sosial tertentu dengan mendeskripsikan kenyataan secara benar, dibentuk oleh kata-kata berdasarkan teknik pengumpulan dan analisis data yang relevan yang diperoleh dari situasi yang alamiah.
Hasil dan Pembahasan:Penelitian menunjukkan keputusan ibu memilih penolong persalinan sangat berkaitan dengan pengetahuan, sikap, sosial budaya, akses ke pelayanan kesehatan, dukungan keluarga.
Kesimpulan: Perilaku ibu dalam memilih tenaga penolong persalinan masih banyak ke dukun bayi dibandingkan ke tenaga kesehatan/bidan
ASUPAN VITAMIN B12 TERHADAP ANEMIA MEGALOBLASTIK PADA VEGETARIAN DI VIHARA MEITRIYA KHIRTI PALEMBANG: ASUPAN VITAMIN B12 TERHADAP ANEMIA MEGALOBLASTIK PADA VEGETARIAN DI VIHARA MEITRIYA KHIRTI PALEMBANG
Nowadays more and more people are consciously diverting their eating habits from main foods consisting of meat into meatless foods consisting of various types of vegetables, nuts, seeds, grains and fruits that do not contain vitamin B12. Vitamin B12 is not absorbed in the colon, so strict vegetarianism always results in vitamin B12 deficiency which lasts very slowly in years. This study aims to determine the relationship of vitamin B12 intake to Megaloblastic Anemia in vegetarians at Meitriya Khirti Palembang Temple using a cross sectional design. From the results of research conducted using correlation tests obtained results that there is a relationship between intake of vitamin B12 with a mean value = 0.982 against the mean value of Corpuscular Volume (MCV) in vegetarian blood with a value of p = 0.037
Dewasa ini makin banyak orang yang secara sadar telah mengalihkan kebiasaan makannya dari makanan utama yang terdiri dari daging menjadi makanan tanpa daging yang terdiri dari berbagai jenis sayur-mayur, kacang-kacangan, biji-bijian, padi-padian dan buah-buahan yang tidak mengandung vitamin B12. Vitamin B12 tidak diserap dikolon, karena itu pada vegetarian yang ketat selalu timbul defisiensi vitamin B12 yang berlangsung sangat lambat dalam jangka waktu bertahun-tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan vitamin B12 terhadap Anemia Megaloblastik pada vegetarian di Vihara Meitriya Khirti Palembang dengan menggunakan desain cross sectional. Dari hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan uji korelasi diperoleh hasil bahwa ada hubungan antara asupan vitamin B12 dengan nilai mean = 0,982 terhadap nilai Mean Corpuscular Volume (MCV) dalam darah vegetarian dengan nilai p = 0,037
 
Pemakaian Alat Kontrasepsi Suntik Berhubungan dengan Gangguan Menstruasi pada Akseptor KB di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang Tahun 2018
Contraception is an attempt to prevent pregnancy. According to the World Health Organization (WHO) use of injectable contraceptives amounted to 38.35%, in Indonesia as much as 58%. PHC LubukBuaya is a coverage number of new KB and KB active 21766 people couples of reproductive age (EFA), which uses as many as 7,028 types of injectable contraceptives (42.3%). The use of injectable contraceptives in health centers Lubuk Buaya field as much as 9,689 (30.29%) acceptor. The purpose of this study was to determine the relationship with the use of injectable contraceptive menstrual disorders in family planning acceptors in Lubuk Buaya Puskesmas Padang 2018. Type of analytical research with cross sectional design.studies have been conducted in Puskesmas Lubuk Buaya Padang. The study population was all active Acceptors by injecting as many as 601 people, the total sample of 86 people, in a way Proportional Sampling. The data obtained were analyzed by univariate and bivariate frequency distribution with the statistical test Chi-Square. The results showed that of the 86 respondents, 69.8% acceptors using injectable contraceptives, 60.5% acceptors experiencing menstrual disorders. Chi-Square test there is a significant association between the use of contraceptive injections with menstrual disorders, with a value of 0.003 pvalue. The conclusion from this study is there a relationship between the use of injectable contraceptives with menstrual abnormalities acceptors. It is suggested to investigators in order to make this study as experience and add insight in doing research, for a study that this research can be used as material information in an effort to improve service.
Keywords: Injectable Contraception, Menstrual DisordersKontrasepsi adalah upaya untuk mencegah terjadi kehamilan. Menurut World Health Organization (WHO) penggunaan kontrasepsi suntik sebesar 38,35%, di Indonesia sebanyak 58%. Puskesmas Lubuk Buaya merupakan angka cakupan KB baru dan KB aktif dari 21766 orang pasangan usia subur (PUS) yang menggunakan jenis kontrasepsi suntik sebanyak 7.028 (42,3%). Penggunaan kontrasepsi suntik di Puskesmas Lubuk Buaya Padang sebanyak 9.689 (30,29%) aseptor.Tujuan penelitianini adalah untuk mengetahui hubungan pemakaian alat kontrasepsi suntik dengan gangguan menstruasi pada akseptor KB di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang Tahun 2018. Jenis penelitian analitik dengan desain Cross Sectional. Penelitian telah dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang Populasi penelitian ini adalah seluruh Akseptor aktif dengan suntik sebanyak 601orang, jumlah sampel sebanyak 86 orang, dengan cara Proportional Sampling. Data yang diperoleh dianalisa secara univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariate dengan uji statistic Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 86 responden, 69,8% akseptor KB menggunakan kontrasepsi suntik , 60,5% akseptor KB mengalami gangguan menstruasi. Uji Chi-Square terdapat hubungan yang bermakna antara pemakaian alat kontrasepsi suntik dengan gangguan menstruasi, dengan nilai p value 0,003. Disarankan penelitian ini dapat dijadikan bahan informasi dalam upaya meningkatkan pelayanan.
Kata kunci :Pemakaian Kontrasepsi Suntik, GangguanMenstruas
The Importance of journal Indexation in a Scientific Journal: Pentingnya Indeksasi pada sebuah jurnal ilmiah
Lembaga pengindeks bisa diibaratkan sebuah toko yang akan kita titipkan barang dagangan kita agar dapat dilihat oleh orang yang berkunjung ke toko tersebut. Semakin terkenal toko yang kita titipkan semakin tinggi pula kesempatan barang dagangan kita lebih sering dilihat oleh pengunjung toko, sehingga reputasi barang dagangan kita pun reputasinya meningkat dan orang akan lebih merekomendasikan dagangan kita bahkan menyebutkan jika bercerita kepada orang lain.
Jadi indeksasi adalah pendaftaran jurnal pada lembaga pengindeks bereputasi. Lembaga pengindeks akan membantu mempromosikan semua artikel yang ada pada jurnal kita kepada publik. Semakin banyak jurnal kita terindeks dilembaga pengindeks maka secara otomatis meningkatkan sitasi bahkan reputasi jurnal kita tersebut.
Terdapat beberapa tingkatan lembaga pengindeks yang dapat kita kelompokkan kedalam kategori tinggi, sedang dan rendah. Umumnya lembaga pengindeks yang berkategori tinggi relatif sangat selektif untuk memilih jurnal agar dapat terindeks dan mereka memilki database yang besar contoh : Scopus dan Thompson Reuters. Kategori sedang relatif selektif memilih jurnal, memiliki database besar dan tidak memiliki perangkat analisa sitasi dan pemeringkatan jurnal contoh lembaga ini misalnya DOAJ, EBSCO, PubMed, CABI dan lembaga pengindeks yang setara. Sedangkan kategori rendah hampir tidak selektif terhadap jurnal yang terindeks misalnya Google Scholar, Portal Garuda, Moraref, WorldCat dan lembaga pengindeks yang setara.
Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health) saat ini sudah terindeks oleh lembaga pengindeks internasional bereputasi sedang yaitu pada DOAJ dan CABI. Ada beberapa hal yang menguntungkan jika kita telah terindeks pada lembaga pengindeks sedang dan tinggi yaitu lembaga pengindeks yang barkategori rendah ada yang secara otomatis melakukan harvesting jurnal dari lembaga pengindeks seperti DOAJ maupun Crosref. Berikut adalah beberapa lembaga pengindeks yang sudah didaftarkan oleh Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health)
Gambar 1 Lembaga Pengindeks pada Jurnal Kesehatan Komunitas
Sebelum melakukan pendaftaran ke lembaga pengindeks kita dapat menyiapkan beberapa hal seperti, halaman lengkap yang menampilkan Article Processing Charges, Plagiarism Check, Editorial Board, Review Policy, Open Access Policy, Reference Management Policy, Copyright Statement, Guidelines, Aims and Scope, Publication Ethics, Copyright Transfer Form, Author Fees dan Statistic Visitors. Kemudian memiliki Content Licencing yang dapat kita peroleh dengan mengunjungi halaman http:// creativecommons.org/licenses/. Berikutnya yang perlu kita siapkan adalah Plagiarism Checker dapat dilakukan dengan software berbasis desktop maupun berbasi halaman web, contoh Crossref Similarity Check powered by Ithenticate salah satu layanan yang dikelola oleh Relawan Jurnal Indonesia (RJI) dengan syarat telah mengurus DOI melalui RJI.
Untuk dapat terindeks pada lembaga pengindeks bereputasi perlu adanya perubahan paradigma dalam hal pengelolaan jurnal dari cetak kedalam format online, dimana seluruh proses penerbitan junral dilakuan secara daring atau online. Hal ini karena syarat untuk dapat terindeks adalah pengelolaan jurnal yang konsisten dan dilakukan secara daring dengan mengunakan elektronik jurnal seperti Open Journal System
Kandungan Vitamin B6 Pada Pisang Kepok: Alternatif Mengatasi Mual Muntah Pada Ibu Hamil: KANDUNGAN BUAH PISANG KEPOK TERHADAP EMESIS GRAVIDARUM TRIMESTR I TAHUN 2017
Kehamilan menyebabkan banyak perubahan pada tubuh ibu. Perubahan-perubahan itu untuk menyesuaikan tubuh ibu pada keadaan kehamilannya (Ratna, 2010). Perubahan tersebut sebagian besar adalah karena pengaruh hormon, yaitu peningkatan hormon estrogen dan progesteron. Segera setelah terjadi peningkatan hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh, maka akan muncul berbagai macam ketidaknyamanan secara fisiologis pada ibu misalnya mual muntah, keletihan, dan pembesaran pada payudara. (Hani,dkk 2011). Emesis gravidarum ini menyebabkan menurunan nafsu makan sehingga terdapat perubahan keseimbangan elektrolit dengan kalium, kalsium dan natrium yang menyebabkan perubahan metabolisme tubuh (Neil & Nelson, 2006). Menurut Supriyanto (2009), 50-90% wanita hamil mengalami mual pada trimester pertama dan sekitar 25% wanita hamil mengalami masalah mual muntah memerlukan waktu untuk beristirahat dari pekerjaannya (Smith, dkk, 2009). Tujuan penelitian ini Untuk Mengetahui kandungan buah pisang kepok terhadap Emesis GravidarumTrimester I.
Salah satu terapi non-farmakologi yang direkomendasikan untuk mengatasi emesis gravidarum adalah pisang. Penyebaran pisang hampir ada diseluruh daerah di Indonesia, dan memiliki banyak khasiat, salah satunya sebagai anti emesis geavidraum. Dalam pisang mengandung vitamin B6 adalah vitamin yang larut didalam air. Vitamin B6 dapat membantu meningkatkan pengembangan sel sistem syaraf pusat pada janin. Dengan jumlah yang tepat vitamin B6 ini akan mengurangi morning sickness. Salah satu jenis pisang yang direkomendasikan untuk emesis gravidarum yaitu pisang kepok. Dari hasil pemeriksaan dilaboratorium dengan sediaan menggunakan pisang kepok yang mana terdiri dari 3 macam bentuk konsumsi pisang kepok untuk mengetahui kandungan masing-masing didalam pisang kepok yang terdiri dari: pertama pisang kepok yang mengkal terdapat kandungan B6 sebesar 0,2022 mg/ml, kedua :pisang kepok masak kandungan B6 sebesar 0,2530mg/ml, dan ketiga: pisang kepok yang direbus selama 40 menit terdapat kandungan B6 sebesar0,3646 mg/ml. dari hasil tersebut maka peneliti menganjurkan cara mengkonsumsi pisang kapok untuk emesis gravidarum yaitu dengan cara direbus.
Vitamin B6 helps increase the development of central nervous system cells in the fetus. Needs enough vitamin B6 will reduce morning sickness. The daily amount needed by pregnant women is 1.9 milligrams. In the morning pregnant women often feel nausea and vomiting. This is seen during the first trimester of pregnancy in the first three months. This gravidarum emesis causes a decrease in appetite so that there is a change of electrolyte balance with potassium, calcium and sodium that cause changes in body metabolism. One of them vitamin B6 is in banana. The purpose of this research is to know the content of Vitamin B6 on banana kepok to emesis gravidarum trimester I.
This method of research is quantitative analytic with pre-experimental group type pre-experiment research. First experiments conducted in the laboratory by HPLC method (High Performance Liquid Chromatography). From the results of the laboratory examination with 3 kinds of consumption of banana kapok to know the content of each inside the banana kepok consisting of: first banana kepok mengal contain B6 of 0.2022 mg / ml, second: banana kapok masak content B6 of 0, 2530 mg / ml, and third: banana kepok boiled for 40 minutes contain B6 of 0.3646 mg / ml. The conclusion that there is content of B6 in banana kapok the highest content of B6 boiled for 10 minutes that the content of B6 can reduce emesis gravidarum in pregnant women trimester I.
The conclusion of the research is the content of Vitamin B6 in banana kepok cook that can reduce emesis gravidarum in pregnant woman of trimester I
Effect Of Service Quality On Hospital Image at Baiturrahmah Dental and Oral Hospital: Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Citra Rumah Sakit Gigi Dan Mulut Baiturrahmah
Hospitals as one of the services in the marketing world face a very tight competition dynamics, this requires the hospital management to improve itself and make efficiency, so the hospital is required to provide optimum quality for the performance given to the patient because the patient will provide subjective assessment or forming a direct perception of the image of the company or service provider concerned. Therefore, the study aims to determine the effect of service quality on the image of Dental and mouth Hospital Baiturrahmah. This study used analytic design with cross sectional approach. The sample was 96 respondents, which were chosen using consecutive sampling technique that was adjusted with inclusion and exclusion criteria. The results showed that the characteristics of respondents were aged between 21-40 years old (42.7%) with educational background of majority respondents with high school education (62.5%). The work of respondents is housewife (IRT) amount (41,7%). Of five service quality dimensions consisted of tangibility, reliablity, responsiveness assurance, and empathy, only responsiveness which has significant effect on RSGM image t-count value 3,915. Based on the r-square value of service quality is only capable of affecting image of 51%, while 49% more image is influenced by other variables. It can be concluded that there is influence responsiveness to RSGM Baiturrahmah image, but not with tangibility, reliablity, assurance, empaty.
Rumah sakit sebagai salah satu jasa dalam dunia pemasaran menghadapi dinamika persaingan yang sangat ketat, hal ini mengharuskan manajemen rumah sakit untuk berbenah diri dan mengadakan efisiensi, sehingga rumah sakit dituntut untuk memberikan kualitas optimal atas kinerja yang diberikan kepada pasien karena pasien akan memberikan penilaian subjektif atau membentuk persepsi langsung terhadap citra perusahaan atau penyedia jasa yang bersangkutan. Oleh karena itu, penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap citra Rumah Sakit Gigi Dan Mulut Baiturrahmah. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 96 responden, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling yang disesuaikan dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden rata-rata berusia antara 21-40 tahun sebanyak (42,7%) dengan latar belakang pendidikan responden mayoritas berpendidikan SMA (62,5%). Pekerjaan responden adalah ibu rumah tangga (IRT) sejumlah (41,7%). Dari 5 dimensi kualitas pelayanan yang terdiri dari tangibility, reliablity, responsiveness assurance, dan empaty, diketahui hanya responsiveness yang berpengaruh signifikan terhadap citra RSGM dengan nilai t-hitung 3,915. Namun, berdasarkan nilai r-square kualitas pelayanan mampu mempengaruhi citra 51%, sedangkan 49% lagi citra dipengaruhi oleh variabel lainnya. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh responsiveness terhadap citra RSGM Baiturrahmah, namun tidak dengan tangibility, reliablity, assurance, empaty
Determinan Masturbasi pada Remaja di SMA Negeri 3 Tapung Kabupaten Kampartahun 2017
Masturbasi adalah aktivitas merangsang dengan menyentuh atau meraba organ seks sendiri. Hal ini dipengaruhi oleh faktor perkembangan pertumbuhan organ reproduksi yang terjadi pada remaja. Perubahan akibat kematangan seksual secara biologis yang dialami oleh remaja merupakan salah satu hal yang dapat menyebabkan remaja mengalami kebingungan dalam menghadapi dorongan seksualnya adalah dengan melakukan masturbasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan masturbasi pada remaja SMA Negeri 3 Tapung Kabupaten Kampar Tahun 2017. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel penelitian ini dilakukan dengan cara teknik Stratified Random Sampling yakni siswa SMA yang dipilih secara acak berdasarkan jumlah total sampel yang diinginkan yaitu sebanyak 87 siswa. Analisis dilakukan dengan uji statistik Chi-square yang bertujuan untuk menghubungkan antara variabel independen dan variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75,9% responden terpapar media massa, 78,2% responden mempunyai pengetahuan rendah, 60,9% responden mempunyai orang tua yang tidak berperan, 77% responden mempunyai pengaruh teman sebaya yang berpengaruh. Dari hasil uji Chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara media massa (Pvalue
= 0,001 dan OR = 6,591 [2,126-20,429]), pengetahuan (Pvalue = 0,018 dan OR = 4,200 [1,405-
12,558]), peran orang tua (Pvalue = 0,001 dan OR = 8,533 [2,726-26,708]), dan pengaruh teman sebaya (Pvalue = 0,005 dan OR = 5,091 [1,713-15,128]). Kesimpulan dari hasil penelitian 4 variabel yang diteliti (media massa, pengetahuan, peran orang tua dan pengaruh teman sebaya) 4 variabel mempunyai hubungan bermakna dengan masturbasi dan saran agar orang tua lebih dapat menjalin komunikasi lebih intensif dengan remaja.Masturbation is the activity of stimulate with touch or sex organs own up and down my leg . It is influenced by a factor of the development of the reproductive organs of growth that occurs in adolescents. Due to change sexual maturity is biologically experienced by teenager is one of the things that can cause teenagers experienced confusion in the face of sexual impulse is by masturbates. This study aims to analyze determinan of masturbation in adolescents public SMA Negeri 3 Tapung Kampar district in 2017. Method this study used a cross sectional. The sample collection in this research be conducted by way of technique stratified random sampling namely high school students which is going to be based on the number of sample were randomly selected a total of desired many as 87 students . Analysis done in univariat and bivariat by test statistic chi-square aimed at independent and to connect between variable. The research results show that 75,9 % of respondents exposed to mass media, 78.2 % of respondents knowledge low, 60,9 % of respondents have people parents are not had a role, 77 % of respondents have leverage their peers an influential.From the test chi-square shows that there are meaningful relations between the media mass (pvalue = 0,001 and or = 6,591 2,126-20,429), knowledge (pvalue = 0,018 and or = or = 4,200 1,405-12,558 ), the role of parents (pvalue = 0,001 and or = 8,533 2,726-26,708 ), and influence their peers (pvalue = 0,005 and or = 5,091 1,713-15,128). The conclusion the results of research 4 variables studied (mass media, knowledge, parent role and peer influence) 4 variable have significant relationship with masturbation and suggestions to make parents more able to establish more intensive communicate with adolescent
Pelaksanaan Program Deteksi Dini Kanker Cerviks (Ca Cervix) dengan Metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di Kabupaten Kampar
ABSTRACT
Implementation of early detection of cervical cancer with IVA method is a policy of the Government of the Republic of Indonesia in an effort to anticipate and reduce the incidence of cervical cancer. The low coverage of early detection of cervical cancer in 2016 in Kampar district is only 1,165 women of childbearing age (wus) from the target number of 110,236 people or only 6% of the target 100%. The purpose of this research is to know how the implementation of early detection program of cervical cancer with IVA method. The research method used is qualitative method with narrative research. Data analysis is done is content analysis with Triangulation. Informants in this study amounted to 12 people. The results showed that the implementation of early detection program of cervical cancer with IVA method has been implemented but not yet maximal. Implementation of the program is carried out by Puskesmas and posyandu and midwife as executive staff only 31 people who have been trained. Financing for early detection of cervical cancer is in the burden on the Fund Operasinal Health Assistance Puskesmas and National Health Insurance fund. Midwives as executors have worked according to the SOP that is set although still not maximal due to the limited facilities available. The role of linear sector well vertical and horizontal is good enough. Level of knowledge about cervical cancer is low, shame, fear and worry of WUS as the target IVA is a constraint that is still in encounter and must be in tackling.ABSTRAK
Pelaksanaan program deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA merupakan kebijakan pemerintah Republik Indonesia dalam upaya mengantisipasi dan menurunkan angka kejadian kanker serviks. Masih rendahnya cakupan deteksi dini kanker serviks pada tahun 2016 di Kabupaten Kampar yaitu hanya 1.165 orang wanita usia subur (wus) dari jumlah sasaran 110.236 orang atau hanya 6% dari target 100%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan program deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode Kualitatif dengan riset naratif. Analisis data yang di lakukan adalah content analysis dengan Triangulasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 12 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan program deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA sudah terlaksana tapi belum maksimal. Pelaksanaan program di laksanakan oleh Puskesmas serta posyandu dan bidan sebagai tenaga pelaksana hanya 31 orang yang sudah terlatih. Pembiayaan untuk kegiatan deteksi dini kanker serviks ini di bebankan pada Dana Bantuan Operasinal Kesehatan Puskesmas dan dana Jaminan Kesehatan Nasional. Bidan sebagai pelaksana sudah bekerja sesuai SOP yang di tetapkan walaupun masih belum maksimal karena adanya keterbatasan sarana yang ada. Peran linatas sektor baik vertical maupun horizontal sudah cukup baik. Tingkat pengetahuan tentang kanker serviks yang rendah, rasa malu, takut dan khawatir dari WUS sebagai sasaran IVA merupakan kendala yang masih di jumpai dan harus dapat di tanggulangi
The Relationship Between Low Birth Weight Neonates And Asphyxia Neonatorum at Ariï¬n Achmad Hospital: Hubungan Berat Badan LahirRendah (BBLR) DenganAsfiksiaNeonatorumDiRSUDArifin Achmad
ABSTRACT
Asphyxia is breathing difficulty that occurs in newborns. Low birth weight (LBW) neonates often suffer from asphyxia, this are due to surfactant deficiency, incomplete lung growth, weak respiratory muscles, and easily bent ribs, therefore it can not supply oxygen enough of the placenta. Data from Arifin Achmad Hospital showed that the number of neonatal asphyxia includes 15 largest disease as the cause of infant mortality. In 2014 from January to September there were 36 cases of asphyxia of 955 newborns (3.76%). The purpose of this study was to determine the relationship between LBW and asphyxia neonatorum at Arifin Achmad Hospital Riau Province in 2014. This research method used quantitative analytical research and the design was case control. This research was conducted at Arifin Achmad Hospital Riau Province on March 3 until May 3 2015. The population in this study was all newborn babies who born at Arifin Achmad Hospital and samples were 72 respondents which consisted of 36 cases and 36 control. The sampling technique was simple random sampling. Data collection used secondary data by using a checklist sheet, data was processed by computer and data analysis used univariate and bivariate. The results from the chi square test showed that there was a relationship between LBW and asphyxia indicated by p value = 0.002 <0.05. It is expected that health professionals can provide information about the factors related to asphyxia as low birth weight, risk factor of maternal nutritional status to the mother and fetus. In addition, to health workers are also expected to provide information to pregnant women about how to prevent LBW and asphyxia by providing brochures, leaflets and others.
Asfiksia merupakan kesukaran bernapas yang terjadi pada bayi baru lahir. Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) sering mengalami asfiksia, hal ini disebabkan oleh defisiensi surfaktan, pertumbuhan paru yang masih belum sempurna, otot pernafasan yang masih lemah, dan tulang iga yang mudah melengkung, sehingga tidak dapat memperoleh oksigen yang cukup dari plasenta. Data dari RSUD Arifin Achmad Pekanbaru diperoleh jumlah asfiksia neonatorum termasuk 15 penyakit terbesar penyebab kematian bayi. Pada tahun 2014 ada 36 kasus asfiksia dari 955 bayi yang dilahirkan (3,76%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Berat Badan Lahir Rendah dengan asfiksia neonatourm berdasarkan faktor BBLR di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Tahun 2014. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dan design case control. Penelitian ini diadakan di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau pada 03 Maret hingga 03 Mei tahun 2015. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang lahir di RSUD Arifin Achmad dan sampel diperoleh sebanyak 72 responden yang terdiri dari 36 kasus dan 36 kontrol, dengan teknik sampling yaitu secara simple random sampling. Pengambilan data menggunakan data sekunder dengan menggunakan lembar ceklist, pengolahan data dilakukan secara komputerisasi dan analisa data dilakukan dengan cara univariat dan bivariat. Hasil penelitian diperoleh dari uji chi square diketahui bahwa terdapat hubungan BBLR dengan asfiksia yang ditunjukan oleh p value = 0,002 < 0,05. Diharapkan kepada tenaga kesehatan dapat memberikan informasi tentang resiko terjadinya asfiksia seperti Berat Badan Lahir Rendah, status gizi ibu yang berisiko terhadap ibu dan janin. dengan menggunakan brosur, leaflet dan video