Jurnal Kesehatan Komunitas
Not a member yet
548 research outputs found
Sort by
Prevalensi Kejadian dan Pola Pengobatan Tuberkulosis pada Pasien HIV/AIDS di RSUD Kota Bandung: Tuberkulosis pada Pasien HIV/AIDS
HIV causes a decrease in immunity which makes the patient susceptible to opportunistic infections such as tuberculosis. This research aims to find out the prevalence, patient descriptions’, treatment pattern and therapeutic goals for tuberculosis in HIV/AIDS patients who were taking the medication in polyclinic of DOTS and polyclinic of VCT in Regional General Hospital Of Bandung City. This was nonexperimental research. Data was collected retrospectively with cross-sectional approach using secondary data which were TB-01 form and HIV Care Summary Form and Antiretroviral Therapy from 1 January 2016 to 31 December 2018. From 668 Tuberculosis occurrence, there were 25 patients suffered HIV/AIDS. Result obtained the most risk factors was homosexual (60%), with the most ART treatment combination were Tenofovir, Lamivudine, and Evarirenz, 4% has a drug allergic, the most TB treatment history was new case (92%), with the most kind was pulmonary TB (56%), the most Anti TB treatment was category I (92%) and 60% patients done with full therapyHIV menyebabkan penurunan kekebalan tubuh sehingga pasien mudah terkena infeksi oportunistik seperti Tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi kejadian, gambaran pasien, pola pengobatan dan capaian terapi penyakit Tuberkulosis pada pasien HIV/AIDS yang melakukan pengobatan di Poli DOTS dan Poli VCT di RSUD Kota Bandung.Data dikumpulkan secara retrospektif dengan pendekatan cross sectional menggunakan data sekunder berupa Form TB-01 dan Formulir Ikhtisar Perawatan HIV dan Terapi Antiretroviral tehitung tanggal 1 Januari 2016 hingga 31 Desember 2018. Dari 668 kejadian TB, 25 diantaranya merupakan pengidap HIV/AIDS. Faktor resiko terbanyak adalah Homoseksual (60%). ART terbanyak adalah kombinasi Tenofovir, Lamivudin dan Efavirenz. 4% mengalami alergi obat. Riwayat pengobatan tebanyak adalah kasus TB baru (92%) Jenis TB terbanyak adalah TB paru (56%). Penggunaan OAT terbanyak adalah kategori I (92%) dan 60% dinyatakan menjalani pengobatan lengkap
The level of knowledge, attitudes and family skills in caring elderly in psychosocial function: Tingkat pengetahuan, sikap dan keterampilan keluarga dalam merawat fungsi psikososial Lansia
Abstract
A healthy older adult life cannot be achieved alone by the older adult , but also requires the involvement of family members. Achieving optimal quality of life in the older adult must be supported by psychosocial care. Family members help the older adult meet their needs in achieving optimal quality of life. The purpose of this research is to help to provide an overview of family knowledge, attitudes and skills in caring for the psychosocial older adult . In this case the psychosocial function is memory, intellectual function, orientation of time and place. The sample in this study amounted to 30 families with a purposive sampling method. Data collection using the instrument in the form of a questionnaire and using the method of interviews and direct observation of families who have older adult family members. The results of the study revealed that the level of knowledge and skills was largely low, and family attitudes in caring for the older adult were high. This shows that families with the older adult still need an increase in knowledge about the care of psychotic functions, and an increase in knowledge will also have an impact on improving attitudes and skills in caring for the older adult by family members. This research can be a reference to determine the form of activities that support the improvement of psychosocial functions of the older adult
Correlation of Knowledge, Nutritional Status, and Physical Activity with Incidents of Dysmenorrhea on Female Students of YLPI Pekanbaru tahun 2018: Hubungan Pengetahuan, Status Gizi dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Dismenorea pada Siswi SMA YLPI Pekanbaru tahun 2018
Dysmenorrhoea is pain when menstruation is felt in the lower part of the abdomen that comes from cramps in uterus. Dysmenorrhoea is divided into primary dysmenorrhoea and secondary dysmenorrhoea Based on early survey, that always there are students going to UKS every month and permission not to attend the learning process because they have dysmenorrhea, and most of the students prefer to go home because of unbearable pain. Based on interviews, from 15 female students, 26.67% of them have never experienced dysmenorrhoea. 73.77% said they had different menstrual pain complaints.This researchh purpose is to knowing correlation of nutrition status , physic activity, and knowledge toward incidents of dysmenorrhea on female students of YLPI Pekanbaru senior high school in 2018. This research type is qualitative analytic with cross sectional design. The sample in this reseach were XI and XII grade, totaling 143 peoples. Data collection was conducted by distributing questionnaires for variables of dysmenorrhea, physical activity and knowledge. Measuring height and weighing female students was conducted for nutritional status variables. The research result show that, there are meaningful correlation among nutritional status (Pvalue= 0,016) andPR (95% CI)= 5,600 (1,449-21,641), physical activity (P value = 0,003) andPR (95% CI)= 6,587 (2,000-21,695), knowledge (P value = 0,004)andPR (95% CI)= 6,000 (1,887-18,083) with incidents of dysmenorrhea on female students of YLPI Pekanbaru Senior High School in 2018.Suggestions for the school to form Youth Counseling Information Center in environment of YLPI Senior High School that is useful as a forum for giving or educating information such as adolescent health, especially regarding dysmenorrhoeaDismenorea adalah nyeri pada waktu haid terasa diperut bagian bawah yang berasal dari kram pada rahim. Dismenorea terbagi menjadi dua yaitu dismenorea primer dan dismenorea sekunder. Berdasarkan suvey awal, bahwa ada saja setiap bulannya siswi ke UKS dan izin untuk tidak mengikuti proses belajar karena mengalami dismenorea, dan kebanyakan dari siswi lebih memilih izin pulang karena nyeri yang tak tertahankan. Berdasarkan wawancara yang dilakukan bahwa dari 15 orang siswi, 26,67% diantaranya tidak pernah mengalami dismenorea. 73,77% orang sisanya mengatakan mengalami keluhan nyeri haid yang berbeda-beda. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan status gizi, aktivitas fisik dan pengetahuan dengan kejadian dismenorea pada siswi SMA YLPI Pekanbaru Tahun 2018. jenis penelitian ini bersifat kuantitatif analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah siswi kelas XI dan XII yang berjumlah 143 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner untuk variable dismenorea, aktivitas fisik dan pengetahuan. Melakukan pengukuran tinggi badan dan penimbangan berat badan siswi dilakukan untuk variabel status gizi. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan yang bermakna antara status gizi (Pvalue= 0,016) dan PR (95% CI)= 5,600 (1,449-21,641), aktivitas fisik (P value = 0,003)danPR (95% CI)= 6,587 (2,000-21,695), pengetahuan (P value = 0,004) dan PR (95% CI)= 6,000 (1,887-18,083) dengan kejadian dismenorea pada siswi SMA YLPI Pekanbaru tahun 2018. Saran untuk pihak sekolah untuk membentuk PIK-R dilingkungan SMA YLPI yang berguna sebagai wadah pemberian atau informasi edukasi seperti kesehatan remaja khususnya mengenai dismenorea
Food Choices During Pregnancy Periods In Pulau Godang Kari : Pemilihan Jenis Makanan Selama Hamil di Desa Pulau Godang Kari
Cultural practice of nutritional consumption during pregnancy can affect the quality of maternal and fetal health. Mothers need sufficient nutrients to be able to adapt of pregnancy changes. The growth and development of the fetus is depends on the mother. Some cultural practices believe that some types of food have a bad impact on both the mother and the fetus, so that the food is prohibited to be consumed during the pregnancy period. The purpose of the study was to explore the types of prohibited foods during pregnancy in Pulau Godang Kari, Kuantan Singingi. This is an ethnographic research was conducted on 15 informants consisting of pregnant women, families, midwife and traditioanl birth attendance. Data collection used direct observation, focus group discussions and interviews that are analyzed by using content analysis. Prohibition of certain types of food based on the type of food that was believed that the properties are not good, so it was believed to have a bad effect on the mother and fetus. The implementation of cultural practices related to dietary restrictions is still being carried out, because of the belief that something unwanted will happen if you choose to consume these foods. Therefore, health workers must be able to provide culturally sensitive health services, so they can provide alternative food choices to fulfill nutritional needs during pregnancy periodPelaksanaan budaya konsumsi nutrisi selama masa kehamilan dapat memengaruhi kualitas kesehatan ibu dan janin. Ibu membutuhkan nutrients yang cukup agar mampu beradaptasi terhadap kehamilan. Pertumbuhan dan perkembangan janin juga sangat bergantung dari kecukupan nutrisi pada ibu. Beberapa praktik budaya meyakini beberapa jenis makanan akan memberikan dampak yang jelek baik pada ibu maupun janin, sehingga makanan tersebut dilarang untuk dikonsumsi selama masa kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi jenis makanan yang dilarang selama masa kehamilan di desa Pulau Godang Kari, Kuantan Singingi. Penelitian merupakan studi etnografi yang dilakukan pada 15 informan yang terdiri dari ibu hamil, keluarga, bidan desa dan dukun kampung. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi langsung, diskusi kelompok terpumpun dan wawancara yang dianalisis secara berkelanjutan menggunakan konten analisis. Larangan terhadap beberapa jenis makanan berdasarkan golongan jenis makanan yang diyakini memiliki sifat yang tidak baik, sehingga dipercaya akan memberikan pengaruh yang tidak baik juga terhadap ibu dan janin. Pelaksanaan praktik budaya terkait pantangan mengkonsumsi makanan masih dijalankan, karena adanya kepercayaan akan terjadi hal yang tidak diinginkan jika memilih untuk mengkonsumsi makanan tersebut. Oleh karena itu, tenaga kesehatan harus mampu memberikan pelayanan kesehatan yang peka budaya, sehingga dapat memberikan alternatif pengganti agar kebutuhan nutrisi selama masa kehamilan tetap terpenuh
Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Dalam Hal Mutu Layanan Kesehatan di Rumah Sakit Petala Bumi: Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Dalam Hal Mutu Layanan Kesehatan di Rumah Sakit Petala Bumi
One of the policies implemented by the Government of Indonesia is the implementation of the National Health Insurance (JKN) program run by the Social Insurance Administration Organization (BPJS). However, over time the program was deemed detrimental to the community in terms of complicated procedures, inappropriate doctor services and limited drugs, and many more procedures that were deemed not to fit the needs of the community. The purpose of this research The purpose of this study was to find out the implementation of JKN in terms of quality of health services at Pekanbaru Petala Bumi Hospital. This is a research method qualitative purposive sampling, to technique two informants hospitals and 2. the patients data collection is done with the observation/ observation in-depth interviews, and group interviews. The research technical competence officials always update sip, doctor affordability and accessibility hospital, accessible the health services management, instuksi follow in curbing bpjs, policy. in supporting the availability of tools, BPJS does not provide tools but hospitals that provide, but hospitals have standards that are in accordance with regulations, patient health services have clinical pathways and there are SOP clinical pathways, patient safety is guaranteed, comfort of patients in hospitals is very comfortable, treatment officers in the hospital for patients are also comfortable, information provided by officers to patients and families is quite clear, officers in providing services are always on time and responsive to patients, service is very helpful for patients and families in the era JKN. Concluded that the level of satisfaction by participants national health insurance hospital petala earth provinzi riau considered as a whole patient had been satisfied but need to be repaired. hospital services.Salah satu kebijakan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia adalah penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dijalankan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Namun seiring berjalannya waktu program ini dianggap merugikan masyarakat dalam hal prosedur yang berbelit – belit, pelayanan dokter yang tidak sesuai dan juga obat yang di batasi, dan masih banyak lagi prosedur yang di anggap tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan JKN dalam hal mutu layanan kesehatan di Rumah Sakit Petala Bumi Pekanbaru. Metode penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan dengan teknik Purposive Sampling, dua informan Rumah Sakit dan 2 orang pasien. Pengumpulan data dilakukan dengan metode pengamatan/observasi, wawancara mendalam, dan wawancara kelompok. Dari hasil penelitian kompetensi teknis petugas selalu mengupdate SIP dokter, keterjangkauan atau aksesibilitas rumah sakit mudah dijangkau, kegiatan pelayanan kesehatan mengikuti instuksi manajemen, dalam menertibkan kebijakan dari bpjs, dalam mendukung ketersediaan alat, bpjs tidak menyediakan alat tetapi rumah sakit yang menyediakan, namun rumah sakit mempunyai standar yang sesuai dengan peraturan, layanan kesehatan penyakit pasien ada clinical pathway dan ada SOP clinical pathway, keamanan pasien terjamin, kenyaman pasien dirumah sakit sangat nyaman, perlakuan petugas di rumah sakit terhadap pasien juga nyaman, informasi yang diberikan oleh petugas kepada pasien dan keluarga cukup jelas, petugas dalam memberikan pelayanan selalu tepat waktu dan cepat tanggap terhadap pasien, layanan sangat membantu pasien dan keluarga dalam era JKN. Disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional di RSUD Petala Bumi Provinzi Riau jika dilihat secara keseluruhan pasien sudah merasa puas akan tetapi perlu dilakukan peningkatan pelayanan rumah sakit
Malnutrition in elderly in Pekanbaru: Malnutrisi pada lansia di Kota Pekanbaru
Malnutrisi adalah suatu keadaan kekurangan, kelebihan, atau ketidakseimbangan zat gizi energi, protein, dan zat gizi lain yang menyebabkan efek yang buruk pada bentuk tubuh, fungsional tubuh, serta hasil klinis. Proporsi penduduk usia > 65 tahun meningkat dari tahun 2011 sampai tahun 2015. Pada tahun 2011, proporsi penduduk usia lanjut sebesar 4,2% lebih rendah dibandingkan pada tahun 2015, yaitu sebesar 4,8%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan faktor risiko malnutrisi pada usia lanjut di Kota Pekanbaru, Propinsi Riau. Penelitian dilakukan pada tahun 2018 di 20 Puskesmas Kota Pekanbaru. Populasi adalah usia lanjut yang di Kota Pekanbaru, Propinsi Riau. Sampel adalah sebagian populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi adalah responden dengan usia ≥ 60 tahun, tidak mengalami penyakit berat/kronis, dan bersedia ikut penelitian. Kriteria eksklusi adalah responden afasia motorik, buta huruf, dan demensia/pikun. Penelitian ini bersifat kuantitatif analitik dengan jenis desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan data primer. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan analisis univariat, bivariat, dan multivariat, sehingga diketahui variabel indepeden yang paling berpengaruh terhadap masalah kesehatan lanjut usia di Kota Pekanbaru. Hasil penelitian didapatkan prevalensi malnutrisi sebesar 3,1% dan faktor risiko adalah variabel sulit mengunyah dengan nilai OR: 5,546 (95%CI: 1,468-20,950). Diharapkan peran keluarga memperhatikan asupan gizi lansia yang mengalami kesulitan mengunyah makanan dengan dibantu oleh petugas puskesmas
Hubungan Learning Organization Terhadap Kinerja Petugas di Rumah Sakit Umum Daerah Petala Bumi Provinsi Riau Tahun 2018 : Hubungan Learning Organization Terhadap Kinerja Petugas Di Rumah Sakit Umum Daerah Petala Bumi Provinsi Riau Tahun 2018
Organisasi pembelajaran adalah iklim kerjasama yang dapat menciptakan sumber daya manusia agar memiliki komitmen, integritas dan tanggung jawab secara kolektif terhadap keseluruhan kinerja organisasi. Kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan. Naik turunnya jumlah kunjungan pasien di RSUD Petala Bumi Provinsi Riau dapat dikarenakan menurunya pula kinerja petugas, hal tersebut dapat dilihat dari jumlah kunjungan pasien selama lima tahun terakhir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Learning organization terhadap kinerja petugas. Jenis penelitian ini kuantitatif desain cross sectional. Metode pengambilan sampel simple random sampling untuk. Jumlah sampel untuk penelitian sebanyak 75. Analisis data dilakukan secara dekriptif, chi square, dan logistik linier ganda. Dari hasil analisa multivariat kinerja petugas baik 32, berpikir sistem baik 25 Pvalue 0,027, visi bersama baik 28 Pvalue 0,152, pembelajaran tim baik 24 Pvalue 0,027, keahlian pribadi baik 30 Pvalue 0,086 dan mental model baik 34 Pvalue 0,213. Variable Learning Organization yang paling berpeluang terhadap kinerja adalah pembelajaran tim. Kesimpulan dari learning organization terhadap kinerja petugas di RSUD Petala Bumi Provinsi Riau dapat berjalan dengan baik dan semakin meningkat maka kepuasan pelanggan akan tercapai secara maksimal.Learning Organization is climate cooperation that can create human resources so as to have commitment, integrity and responsibilities collectively in the organisational performance.Performance is a the results of made on the jobs charged. Rises and falls in the number of patient visits at the RSUD Petala Bumi Rian Province the deserted condition was because the decrease in the city can be similarly shaped tool used by the officers performance , these feelings are reflected in the number of patient visits over the past five years .The purpose of this research in order to understand the even closer ties between the learning organization against the officers performance .The kind of research quantitative were cross sectional this design. A method of the sample collection simple random sampling to. The total sample for research about 75. Data analysis be done in dekriptif, chi square, and logistics linear double. Of the results of the analysis multivariate officer performance good 32, system thinking good 25 pvalue 0,027, shared vision good 28 pvalue 0,152, team learning goog 24 pvalue 0,027, personal mastery good 30 pvalue 0,086 and mental model good 34 pvalue 0,213. Variable learning organization the most would a real chance to these pay rises on performance is learning to promote disorder to the team learning. The conclusion from learning organization these pay rises on performance staff in charge at the local public hospital RSUD Petala Bumi Riau Province can run well and risen by the end of which then of the customer satisfaction in drinking water it shall be established for to maximum efficiency
Determinan Respon Keluarga Penderita Gangguan Jiwa Unit Rawat Jalan di Rumah Sakit Jiwa : DETERMINAN RESPON KELUARGA PENDERITA GANGGUAN JIWA RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT JIWA
People with mental disorders often get greater stigma and debate from their respective communities than individuals who suffer from other diseases. Not only does it attract negatives towards sufferers, but also for family members, asking for tolerance, denial, and exclusion.
This study discusses factors related to family response from patient mental illness
This type of research is observational analytic using a cross sectional design with a total sample of 43 respondents. The sample is determined using purposive sampling. The technique of collecting data using questionnaires and collecting with chi square (X2) statistics.
The results showed that there was a weak relationship between knowledge and family responses of outpatients with mental disorders (X2hit = 7.467, phi = 0.477), there was a moderate relationship between family structures and responses of street mental health nurses (X2hit = 10.356, phi = 0.557) , there is a strong relationship between the support system with outpatient emergency response families (X2hit = 16,320, phi = 0,675), There is a strong relationship between family resources and the outpatient family response (X2hit = 10,689, phi = 0,557).
This study can conclude that family respondents to mental problems are related to knowledge, family structure, support systems and family resources.Penderita gangguan jiwa sering mendapatkan stigma dan diskriminasi yang lebih besar dari masyarakat disekitarnya dibandingkan individu yang menderita penyakit medis lainnya. Tidak hanya menimbulkan konsekuensi negatif terhadap penderitanya tetapi juga bagi anggota keluarga, meliputi sikap penolakan, penyangkalan, dan disisihkan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan respon keluarga penderita gangguan jiwa.
Jenis penelitian ini adalah analitik observasional menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 43 responden. Sampel ditentukan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan questioner dan diuji dengan rumus statistic chi square (X2).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan lemah antara pengetahuan dengan respon keluarga penderita gangguan jiwa rawat jalan (X2hit = 7,467, phi = 0,477), ada hubungan sedang antara struktur keluarga dengan respon keluarga penderita gangguan jiwa rawat jalan (X2hit = 10,356, phi = 0,557), ada hubungan kuat antara sistem pendukung dengan respon keluarga penderita gangguan jiwa rawat jalan (X2hit = 16,320, phi = 0,675), Ada hubungan kuat antara sumber daya keluarga dengan respon keluarga penderita gangguan jiwa rawat jalan (X2hit = 10,689, phi = 0,557).
Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa responden keluarga terhadap penderita gangguan jiwa berhubungan dengan pengetahuan, struktur keluarga, system pendukung dan sumber daya keluarga
ANALISIS KINERJA KESELAMATAN KERJA PARA PERUSAHAAN KONTRAKTOR PADA PERUSAHAAN MIGAS X CILACAP
Abstract
Background : Safety in a company is the main and first thing. No exception in oil and gas company X in Cilacap, Indonesia. This company requires that all contractor companies that send their workers be required to fulfill the Contractor Safety Management System (CSMS) in this oil and gas company. This study is intended to analyze the work safety performance of workers sent by the contractor companies of the oil and gas company X.
Methods :This research is a quantitative descriptive study that uses a sample of respondents. The research method used in this study is the survey method by interviewing each selected respondent.
Results : The results of this study indicate the relationship between each selected variable related to work safety performance in this oil and gas company X.
Conclusion : It is expected that with this research, work safety in oil and gas companies X can be further enhanced for the good in the future.
Keywords :work safety performance, contractor companies, oil and gas companyAbstrak
Latar belakang: Keselamatan dalam perusahaan adalah hal utama dan pertama. Tidak terkecuali di perusahaan minyak dan gas X di Cilacap, Indonesia. Perusahaan ini mewajibkan semua perusahaan kontraktor yang mengirim pekerjanya diwajibkan untuk memenuhi Sistem Manajemen Keselamatan Kontraktor (CSMS) di perusahaan minyak dan gas ini. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis kinerja keselamatan kerja pekerja yang dikirim oleh perusahaan kontraktor perusahaan minyak dan gas X.
Metode :Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang menggunakan sampel responden. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan mewawancarai setiap responden yang dipilih.
Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan antara masing-masing variabel terpilih terkait kinerja keselamatan kerja pada perusahaan minyak dan gas X ini.
Kesimpulan : Diharapkan dengan penelitian ini, keselamatan kerja pada perusahaan minyak dan gas X dapat lebih ditingkatkan untuk kebaikan dalam masa depan
Pengalaman Psikologis Ibu Merawat Anak dengan Retardasi Mentaldi SLB Negeri Rokan Hulu Riau: Pengalaman Psikologis Ibu Merawat Anak Dengan Retardasi Mental di SLB Negeri Rokan Hulu Riau
Amount 59,26% mothers with mental retardation childrens are faced several problems in caring of their children. The aim of this study was find out the psychological mother experiences in caring for their children with mental retardation in a special needs school at Rokan Hulu Regency, Riau Province. This was qualitative research with phenomenology approach. The phenomena ini this study was the psychological mother experiences in caring their children with mental retardation. This research was conducted from 12 May until 11 June 2017. And the number of informants we interviewed were 5 mothers. Informants were mothers who're having the children with mental retardation who send their children to special need schools at Rokan Hulu Regency Riau Province. Informants were chosen by purposive sampling technique. The data were collected by home visit the informants for 30-60 minutes in 2-3 times with in-depth interview The data were analyzed by applying the Colaizzi technique. The results showed that 6 themes were identified in this study:(1) the mother's initial response when known their children having mental retardation; (2) the attitude of parents in caring for their children; (3) sibling rivalry; (4) the burden when caring children with mental retardation; (5) the efforts to get health services and (6) mother's expectations. The nurses are expected to facilitate in created a peer groups of mothers who have children with mental retardation as a community to share the experiences in caring for children, including supporting group, self-help group, and cognitive behavior therapy.Sebanyak 59,26% ibu yang memiliki anak dengan retardasi mental bermasalah dalam merawat anaknya tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman psikologis ibu merawat anak dengan retardasi mental di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Rokan Hulu, Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Fenomena dalam studi ini adalah pengalaman psikologis ibu merawat anak dengan retardasi mental. Penelitian dilakukan pada tanggal 12 Mei -11 Juni 2017. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah berjumlah 5 orang. Informan adalah ibu-ibu yang mempunyai anak retardasi mental dan menyekolahkan anaknya tersebut di SLB Negeri Rokan Hulu, Provinsi Riau. Informan diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan mengunjungi rumah informan selama 30-60 menit setiap 2-3 kali pertemuan dengan melakukan wawancara mendalam pada informan. Data dianalisis dengan menerapkan teknik Colaizzi. Diperoleh hasil teridentifikasinya 6 tema dalam penelitian ini yaitu (1) respon awal ibu mengetahui anaknya retardasi mental; (2) sikap orangtua dalam merawat; (3) kecemburuan saudara /sibling rivalry; (4) beban merawat anak retardasi mental; (5) usaha mencari layanan kesehatan dan (6) harapan ibu. Perawat diharapkan memfasilitasi membentuk peer group ibu-ibu yang memiliki anak retardasi mental sebagai tempat sharing pengalaman merawat mereka, diantaranya supprortif group, self-help group, dan cognitive behaviour therapy