Jurnal Kesehatan Komunitas
Not a member yet
548 research outputs found
Sort by
Correlation Between Head Nurse Supervision And Handover Implementation In Inpatient Ward RSUD Petala Bumi Riau Province: Hubungan Supervisi Kepala Ruangan Dengan Pelaksanaan Handover Di Ruangan Rawat Inap RSUD Petala Bumi Provinsi Riau 2018
Handover was a communication that accurred at the trun of shift, which had the purpose of communicating infformation about the state of the patient on previouse nursing care. If handover was not carried out properly it could lead to undesirable things (KTD). This research aimed to know the supervisory relationship between head of the room and handover practice. The study was quantitative research with correlation method and cross sectional design. Samples of this study were 40 people that taken using total sampling technique. The data were analyzed in univariat and bivariate, univariate used frequency distribution and bivariate used chi square test. The results showed that 85% were female, 57,5% were D III, 92,5% on 3rd level were (>5 years), 92,5% were absence of ward training, 57,5% of respondents stated that supervisory relationship was good, 60,0% of respondents handover implementation was not appropriate SOP and there was a significant relationship between the head of the room with handover implementation (p =0,013<0,05). It was expected that the hospital management paid more attention to the nurse’s work to match the existing SOP.Handover adalah komunikasi yang terjadi pada saat pergantian shift, yang bertujuan untuk menyampaikan informasi tentang keadaan pasien pada asuhan keperawatan sebelumnya. Apabila handover tidak dilaksanakan dengan baik dapat mengakibatkan terjadinya hal yang tidak diinginkan (KTD) dan kejadian nyaris cidera (KNC). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan supervisi kepala ruangan dengan pelaksanaan handover. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan metode kolerasi dengan desain pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian ini adalah 40 orang yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Uji univariat seperti jenis kelamin, pendidikan, lama bekerja, pelatihan bangsal menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan 85% responden berjenis kelamin perempuan, berpendidikan terbanyak adalah D III sebanyak 57,5%, dan bekerja mayoritas > 5 tahun sebanyak 92,5%, dan belum pernah mengikuti pelatihan bangsal 92,5%, 57,5% responden menyatakan supervisi kepala ruangan baik, 60,0% responden melaksanakan handover tidak sesuai Standar operasional Prosedur. Terdapat hubungan yang bermakna antara supervisi kepala ruangan dengan pelaksanaan handover ( p = 0,013 < 0,05). Diharapkan kepala ruangan lebih meningkatkan supervisi dalam handover terutama dalam pengarahan dan kepada perawat pelaksana agar dapat melakukan handover sesuai dengan SOP rumah sakit
Pelaksanaan Program Pengendalian Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (P2 ISPA) di Puskesmas Sungai Pakning Kabupaten Bengkalis: Pelaksanaan Program Pengendalian Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (P2 ISPA) di Puskesmas Sungai Pakning Kabupaten Bengkalis
Disease control program for Acute Respiratory Infection is a program for infectious diseases. Aims of this program is to lowering the number of toddler’s pain and death that caused by Acute Respiratory Infection or Pneumonia. The implementation program of this program at Sungai Pakning’s Community Health Centre, Bengkalis Regency, was still not effective. It shown that pneumonia discovery was still low ( 2,64%) and it’s still far from the target of national policy for pneumonia control (100%). Aim of this study was to know how is the implementation program of diseases control for acute respiratory infection at Sungai Pakning’s Community Health Centre, Bengkalis Regency, based on indicators of achievement process (intensification program, improvement and development of human resources, and partnerships). This research was qualitative study. There were eight persons as a sample consists of Head of Disease Control Program for Acute Respiratory Acute, Head of Community Health Centre, Doctor, Nurse, midwife of Integrated Management of The Sick Toddler, Cadre of Health, Community Leader, and Religious Figures. It used triangulation of sources, method, and data. The results shown that there’s no fund for disease control program of ISPA, less human resources is caused the lack of trained personnel for Pneumonia implication thru integrated management of the sick toddler nor verbal autopsy. Then the partnership of cross program or sectoral was not so good. Even the internal of Community Health Centre has policy to used BPJS services as a scape goat to rise the fund. Availability of facilities and infrastructure of integrated management of the sick toddler policlinic should be completed. Increases of human resources capacity by given a training for integrated management of the sick toddler and verbal autopsy. Building partnership and involving the community participation in the middle of disease control program for acute respiratory infection.Program pengendalian penyakit infeksi saluran pernafasan akut (P2 ISPA) adalah suatu Program pengendalian penyakit menular yang tujuannya menurunkan angka kesakitan dan kematian Balita akibat penyakit ISPA Pneumonia. Pelaksanaan Program P2 ISPA di Puskesmas Sungai Pakning Kabupaten Bengkalis belum berjalan efektif dapat dilihat dari rendahnya cakupan penemuan Pneumonia yaitu 2.64%, jauh dari target kebijakan penemuan penderita Pneumonia Nasional sebesar 100 %. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Program P2 ISPA di Puskesmas Sungai Pakning Kabupaten Bengkalis dilihat dari indikator pencapaian Proses(intensifikasi Program, peningkatan dan pengembangan SDM, membangun kemitraan). Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Informan berjumlah 8 orang yaitu Penanggung jawab Program P2 ISPA, kepala Puskesmas, dokter, perawat dan bidan, serta kader kesehatan, tokoh masyarakat dan tokoh agama, Tringulasi yang digunakan adalah tringulasi sumber, metode dan data. Hasil Penelitian menunjukan ketidaksediaan dana Program P2 ISPA, kekurangan SDM yang serta sarana dan prasarana yang kurang memadai menyebabkan kegiataan dari intensifikasi Program tidak berjalan efektif. Tidak adanya peningkatan dan pengembangan SDM menyebabkan kurangnya tenaga yang terlatih baik itu untuk tatalaksana Pneumonia melalui pendekatan MTBS maupun dalam pelaksanaan Autopsi Verbal. Bentuk kemitraan baik itu lintas Program dan sektoral yang tidak berjalan dengan baik, baik itu di internal Puskemas maupun dalam melibatkan peran serta masyarakat. Saran bagi Puskesmas membuat kebijakan memanfaatkan dana dari jasa BPJS, ketersedian sarana dan prasarana poli MTBS yang harus terpenuhi. Meningkatkan kapasitas SDM yang belum dilatih dengan dilaksanakan refreshing on the jobtraining MTBS dan Autopsi Verbal. Membangun kemitraan dengan lebih melibatkan peran serta msayarakat dalam keberlanjutan Program P2 ISPA
: Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi pada Wanita Melalui Majelis Taklim
Reproductive health for women is important in building harmonious family quality. The widespread participation of women in religious and health knowledge will provide a large portion of human development as a whole. Increasing religious knowledge activities are routine things that are followed every week, this is aimed at strengthening Islamic and religious members of the education council.
Education council (majelis taklim) is a form of education that emphasizes to increase spiritual potential and forming students or worshipers to become human beings who believe, fear Allah and have noble character. Noble character includes ethics, character, and morals as manifestations of religious education. Increasing spiritual potential includes practicing, understanding, and planting religious values, as well as practicing those values in individual life or community collectives.
The purpose of this research to determine the level of participation of the education council in increasing religious of knowledge about reproductive health and knowing the level of participation of the education council.
The research method used descriptive qualitative by participatory action research (PAR) at education council in Banten, Indonesia and sampling technique by random sampling as a member of education council.
The summary of this research showed that the level of religious knowledge about the reproductive health of the assisted participants is good that it gives a psychological impulse to register for early detection of reproductive disease. The woman reproductive health can improve by education council participation. Kesehatan reproduksi bagi wanita sangat penting dalam membangun kualitas keluarga yang harmonis. Partisipasi perempuan dalam pengetahuan agama dan kesehatan akan menciptakan pengembangan sumberdaya manusia seutuhnya. Kegiatan peningkatan pengetahuan agama adalah hal rutin yang diikuti setiap minggu, ini bertujuan untuk memperkuat keislaman dan keimanan anggota majelis taklim. Majelis taklim adalah bentuk pendidikan yang menekankan untuk meningkatkan potensi spiritual dan membentuk manusia yang percaya, takut kepada Allah dan memiliki karakter yang mulia. Karakter yang mulia meliputi etika, karakter, dan moral sebagai manifestasi pendidikan agama. Meningkatkan potensi spiritual termasuk mempraktikkan, memahami, dan menanamkan nilai-nilai agama, serta mempraktikkan nilai-nilai itu dalam kehidupan individu atau kolektif masyarakat.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat partisipasi majelis taklim dalam meningkatkan pengetahuan agama tentang kesehatan reproduksi dan mengetahui tingkat partisipasi majelis taklim.
Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif dengan penelitian tindakan partisipatif (PAR) di majelis taklim di Banten, Indonesia dan teknik pengambilan sampel dengan random sampling sebagai anggota dewan pendidikan.
Ringkasan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan agama tentang kesehatan reproduksi sangat baik sehingga memberikan dorongan psikologis untuk mendaftar untuk deteksi penyakit reproduksi wanita. Kesehatan reproduksi wanita dapat ditingkatkan dengan pengetahuan keagamaan dan partisipasi majelis taklim.
 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN DIET PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS KECAMATAN PASAR MINGGU TAHUN 2018
Background: The level of dietary adherence in Indonesia is still low. Diet in maintaining food is often become an obstacles because the patient is still tempted by all food that can worsen their health.
Met The purpose of this study is to determine the factors that associated with dietary adherence in type 2 diabetes mellitus patients. This study was using a cross-sectional design. The samples studied were all type 2 diabetes mellitus type 2 with the age range 25-65 years was outpatient, samples were taken with non-random sampling method with purposive sampling of 130 people. Data were collected through anthropometric measurements, filling-out questionnaires, 1x24 hour food recall and dan (semi-quantitative food frequency questionnaire) SFFQ form.
Results: The results showed 13.8% of respondents were diet-compliant. There were significant relationship between gender (p=0.008) and length of suffering (p=0.044) with between dietary adherence. The result of logistic regression test showed that the duration of suffering is the dominant factor associated with dietary adherence in type 2 diabetes mellitus patients.
Conclusion: Type 2 diabetes mellitus patients were expected to pay attention to the diet recommended and carry it out well, to actively to improve the knowledge related to the disease diabetes mellitus and related to the other factors and still preserve diet that has been run for who has long been suffering from type 2 diabetes mellitus.Latar belakang: Tingkat kepatuhan diet di Indonesia rata-rata masih rendah. Diet dalam menjaga makanan seringkali menjadi kendala karena masih tergoda dengan segala makanan yang dapat memperburuk kesehatan.
Metode: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan diet pada penderita diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan disain cross-sectional. Sampel yang diteliti adalah seluruh penderita diabetes melitus tipe 2 dengan rentang usia 25-65 tahun yang sedang rawat jalan, sampel diambil dengan metode non-random sampling dengan teknik purposive sampling sebanyak 130 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran antropometri, pengisian kuesioner, form food recall 1x24 jam dan semi-quantitative food frequency questionnaire (SFFQ).
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 13,8% responden yang patuh diet. Hasil uji chi-square menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara kepatuhan diet diabetes melitus tipe 2 dengan jenis kelamin (p=0,008) dan lama menderita (p=0,044). Hasil uji regresi logistik menunjukkan lama menderita merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kepatuhan diet diabetes melitus tipe 2.
Kesimpulan: Penderita diabetes melitus diharapkan untuk memperhatikan pola makan yang dianjurkan dan melaksanakannya dengan baik, mampu secara aktif untuk meningkatkan pengetahuannya terkait penyakit diabetes melitus dan faktor-faktor terkait lainnya dan tetap mempertahankan pola makan yang sudah dijalankan bagi yang sudah lama menderita diabetes melitus tipe 2
Sebuah PENGARUH KONSELING MELALUI MEDIA SOSIAL TERHADAP PENGETAHUAN DAN PRAKTIK PENGELOLAAN HIPERTENSI: Pengaruh Konseling Melalui Media Sosial Terhadap Pengetahuan Dan Praktik Pengelolaan Hipertensi
Hypertension as one of the "comorbidity" of heart disease, the prevelance was in Indonesia. Efforts to manage hypertension by health promotion conducted health workers in Clinics is rarely done because of the health officers focus more curative ketindakan so lack of preventative and promotif. The purpose of the study was to know the influence of counselling through social media to knowledge and practice of the management of hypertension. The research was conducted in July to August 2018. This study was quantitative using Non Randomized Experiments Quasy design Control Group Pretest Postest. Analysis of the data in the data analysis did knowledge and practices before and after the intervention was performed. The sample in this research is 52 people with consecutive sampling techniques. The analysis of the data used, namely the test of paired t test and independent t test..
The study showed that are obtained namely higher average variable knowledge on social media group compared to the conventional group. There was no difference in average which means the practice of managing hypertension or pre-posttest score on the conventional group and the Group of social media. This research was a great alternative of health education in health promotion programmes to enhance knowledge in managing hypertension disease independently one to control high blood pressure.Penyakit hipertensi sebagai salah satu komorbiditas dari penyakit jantung, dinilai cukup tinggi di Indonesia. Upaya untuk mengelola hipertensi salah satunya dengan promosi kesehatan yang dilakukan tenaga kesehatan di puskesmas jarang sekali dilakukan karena petugas puskesmas lebih fokus ke tindakan kuratif sehingga minimnya upaya promotif dan preventif. Tujuan penelitian ini yaitu diketahuinya pengaruh konseling melalui media sosial terhadap pengetahuan dan praktik pengelolaan hipertensi. Penelitian dilakukan pada bulan Juli hingga Agustus 2018. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain Quasy Eksperimen Non Randomized Control Group Pretest Postest. Sampel pada penelitian ini adalah 52 orang dengan teknik consecutive sampling. Analisis data yang digunakan yaitu paired t test dan independent t test.
Hasil penelitian diperoleh yaitu lebih tinggi rata-rata variabel pengetahuan pada kelompok media sosial dibandingkan kelompok konvensional. Tidak ada perbedaan rata-rata yang bermakna praktik pengelolaan hipertensi skor pre maupun posttest pada kelompok konvensional dan kelompok media sosial. Penelitian ini merupakan alternatif dari pendidikan kesehatan dalam program promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dalam mengelola penyakit hipertensi secara mandiri salah satunya untuk mengontrol tekanan darah tinggi
The Effect of Gender Sensitivity Education on Sexuality Knowledge and Attitudes at Occupants of LPKA Kelas II B Sungai Raya Pontianak
The Special Guidance Agency for Children (LPKA) has the task of fostering correctional students during their criminal period. The high cases of decency crimes in LPKA Kelas II B Sungai Raya Pontianak indicate a lack of adolescent knowledge and attitudes about sexuality. The purpose of this study was to determine the effect of gender sensitivity education on knowledge and attitudes about sexuality in occupants of LPKA Kelas II B Sungai Raya Pontianak. This research is a quantitative research with pre-experimental design with a one group pretest-posttest design approach. The number of samples is 17 respondents. The sampling technique is total sampling. Data were obtained using a questionnaire and analyzed by Wilcoxon test. The results showed that there was an increase in knowledge and attitudes about sexuality in occupants of LPKA Kelas II B Sungai Raya Pontianak after being given gender sensitivity education. There were significant differences in knowledge (0.001 < 0.05) and attitudes (0.010 < 0.05) before and after being given gender sensitivity education about sexuality in occupants of LPKA Kelas II B Sungai Raya Pontianak. Thus, gender sensitivity education can be used as a means of effective health education in changing knowledge and attitudes
A COLLABORATION OF NURSES AND DOCTORS IN THE INPATIENT ROOM AT ARIFIN ACHMAD GENERAL HOSPITAL OF RIAU PROVINCE: KOLABORASI PERAWAT DOKTER DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU
collaboration is a form of collaboration between nurses and doctors for the same purpose of providing health services in order to increase patient recovery efforts. collaboration between nurses and doctors is limited to recording the doctor's instructions given without discussing and giving opinions or suggestions about the patient's health problems. the result of this study was to identify collaboration between nurses doctors in the inpatient hospital Arifin Ahmad Riau. this type of research is quantitative with descriptive design. the population in this research are all nurses in the inpatient room 196 nurses as populations. the type of samlping technique used in this research was purposive sampling. data collection tools using questionnaires with data processing using computerization and data analysis is done univariately. the results showed that more than half the population (66.8%) of nurses stated that the collaboration of nurses and doctors was not good. based on the results of this study it is suggested to nurses to improve the education, knowledge, and competence of nurses in the implementation of nursing careKolaborasi merupakan suatu bentuk kerjasama perawat dengan dokter dengan tujuan yang sama yaitu memberikan pelayanan kesehatan agar meningkatkan upaya penyembuhan pasien. Kolaborasi yang di lakukan perawat dan dokter hanya mencatat intruksi yang dokter berikan tampa berdiskusi memberikan pendapat atau usulan tentang masalah kesehatan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kolaborasi perawat-dokter di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Provinsi Riau. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruhan perawat di Ruang Rawat Inap adalah 196 orang perawat. Jenis teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini ialah purposive sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuisioner dengan komputerisasi dan analisa data dilakukan secara univariat . Hasil penelitian menujukkan pengolahan data menggunakan bahwa lebih dari separuh (66,8%) perawat menyatakan bahwa kolaborasi perawat dokter kurang baik. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada perawat untuk meningkatkan pendidikan, pengetahuan dan kompetensi perawat dalam pelaksanaan asuhan keperawata
Analisis Pengelolaan Linen di Instalasi Laundry Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Pekanbaru Tahun 2018: Analisis Pengelolaan Linen di Instalasi Laundry Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Pekanbaru Tahun 2018
Installation laundry became one of the most important in supporting medical services at the hospital. Preliminary survey conducted at Ibnu Sina Islamic Hospital Pekanbaru, at process linen management dirty not performed the stage weighing. This resulted in the laundry just estimate how comparison between heavy linen dirty with amount of water and measure of down. Research purposes to see how linen management at Ibnu Sina Islamic Hospital Pekanbaru.
The data collected in interviews, observation and review of documentation. Data processing done to technique qualitative analysis by approach explorative. This research using data validity of triangulation. Informants to research this is officer laundry, head of laundry, chief medical facilities and director at Ibnu Sina Islamic Hospital Pekanbaru which consisted of the 7.
The research results show that there are themes that appear as the findings of the study this linen management .As for themes in the area are obstacles in the management of exertion or in the form of a lack of linen is , less he did training to officers and the length of the handling of if there are defective machine , the provision of facilities and infrastructure in the form of the absence of an instrument those who weighed dirty linen , and she has not done on a regular service , and the implementation of the house in the form of discharging sop apd , she has not done the process of weighing dirty linen , discharging washer that equal and there is no color sorting linen .By because it was necessary attention on the management of the linen in installation Ibnu Sina Islamic Hospital Pekanbaru conforming with established standards.Instalasi Laundry menjadi salah satu pelayanan yang paling penting dalam mendukung pelayanan medik dirumah sakit. Survey pendahuluan yang dilakukan di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Pekanbaru, pada proses pengelolaan linen kotor tidak dilakukan tahap penimbangan. Hal tersebut mengakibatkan petugas Laundry seperti hanya memperkirakan berapa perbandingan antara berat linen kotor dengan jumlah air dan takaran bahan pencuci. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan linen di Instalasi Laundry Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Pekanbaru.
Data yang dikumpulkan berupa wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Pengolahan data dilakukan dengan teknik analisa Kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Penelitian ini menggunakan validitas data berupa triangulasi. Informan pada penelitian ini adalah Petugas laundry, Kepala laundry, Kepala penunjang medik dan Direktur Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Pekanbaru yang berjumlah 7 orang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tema-tema yang muncul sebagai temuan dari penelitian pengelolaan linen ini. Adapun tema-tema tersebut adalah kendala dalam pengelolaan linen berupa kurangnya tenaga atau SDM yang ada, kurang dilakukannya pelatihan kepada petugas dan lamanya penanganan jika ada mesin yang rusak, ketersediaan sarana dan prasarana berupa tidak adanya alat penimbang linen kotor, serta tidak dilakukannya service berkala pada mesin, dan pelaksanaan SOP yang belum optimal berupa pemakaian APD, tidak dilakukannya proses penimbangan linen kotor, pemakaian mesin cuci yang sama dan tidak ada pemilahan warna linen. Oleh karena itu perlu adanya perhatian terhadap pengelolaan linen di Instalasi Laundry Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Pekanbaru sesuai dengan standar yang ditetapkan
Affects of Latrine Ownership to the Community Morbidity in Papua Province: Pengaruh Kepemilikan Jamban terhadap Angka Kesakitan Masyarakat Provinsi Papua
Papua Revives Mandiri and Prosperity is the aspiration of All Communities in Papua Province, Independence and prosperity can only be realized if the Community Has a Healthy Body and Soul. The degree of health is not only realized by the level of health services, but also influenced by environmental sanitation, including the ownership of latrines as a place to defecate. The Papua Central Bureau of Statistics has presented data related to the Environmental Health and Morbidity Figures data.This study uses a quantitative descriptive approach, with analytical statistics, utilizing available secondary data. The method is used to determine the average latrine ownership number and the average value of morbidity rates according to Kabuopaten City in Papua Province. Furthermore, looking for 3 (three) districts that have the highest and lowest numbers both in terms of toilet ownership and morbidity rates. Furthermore, with the average value of the two variables, you want to know the relationship between the two variables with simple linear regression using the Exel Toolpack. Results: The absence of latrines is related to the number of morbidity obtained by the equation Y = -0.085X + 10.04 and the value of R² = 0.021. Regression test results obtained df = 1 value F = 5.58 with a significant level of 0.025559 which means there is a significant relationship between toilet ownership and morbidity rate
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD PETALA BUMI PROVINSI RIAU : Hubungan Mutu Pelayanan Dengan Kepuasan Pasien
Improving service quality is a top priority in a hospital management. Quality health services could be appeared from five dimensions, namely reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangibles. Excellent patients’ satisfaction will be obtained if health services applied were in better quality. This research aim was to find out the correlation between service quality with patients’ satisfaction in outpatient unit of Petala Bumi General Regional Hospital of Riau Province. This was a quantitative study with cross sectional design. Sample were 96 patients which taken by accidental sampling. Data analyzed was bivariate with used Chi Square Test. The result obtained there were correlation reliability ( P value = 0,021, value of OR 3,000), responsiveness ( P value = 0,000, value of OR 5,432), assurance (P value = 0,018, value of OR 3,096), emphaty (P value = 0,004, value of OR 3,850), tangible ( P value = 0,010, value of OR 3,392) with patients’ satisfaction in outpatient unit of Petala Bumi GRH of Riau Province. It could be concluded that there was a relationship between service quality and patients’ satisfaction at the outpatient unit at Petala Bumi GRH of Riau Province. This result suggests to the Petala Bumi GRH on Riau Province to create a strategy and efforts to improve the quality of health services in order to patients’ satisfaction cloud be increased continually.Peningkatan mutu pelayanan dalam sebuah manajemen rumah sakit merupakan prioritas utama. Pelayanan kesehatan yang bermutu dapat dilihat dari lima dimensi yaitu kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (emphaty), bukti fisik (tangibles). Makin baik mutu pelayanan kesehatan yang diberikan, maka makin sempurna kepuasan pasien. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan dengan kepuasan pasien di instalasi rawat jalan RSUD Petala Bumi Provinsi Riau. Metode penelitian ini adalah kuantitatif, dengan desain penelitian Cross Sectional. Jumlah sampel sebanyak 96 orang pasien yang diambil dengan teknik Accidental Sampling. Analisa data menggunakan bivariate dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan kehandalan (P value = 0,021, nilai OR 3,000), daya tanggap (P value = 0,000, nilai OR 5,432), jaminan (P value = 0,018, nilai OR 3,096), empati (P value = 0,004, nilai OR 3,850), bukti fisik (P value = 0,010, nilai OR 3,392) dengan kepuasan pasien di Instalasi Rawat Jalan RSUD Petala Bumi Provinsi Riau. Diharapkan Pihak RSUD Petala Bumi Provinsi Riau untuk dapat melakukan upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan agar kepuasan pasien dapat terus meningkat