Jurnal Kesehatan Komunitas
Not a member yet
548 research outputs found
Sort by
DETERMINAN KEJADIAN OBESITAS PADA MASYARAKAT DEWASA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG TIGA KOTA PEKANBARU: DETERMINAN KEJADIAN OBESITAS PADA MASYARAKAT DEWASA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG TIGA PEKANBARU
Obese is a overweight as a result of plutonium body fat excessive. Based on the data from health department the city of pekanbaru 2016 the proportion of the incident obesity was highest for puskesmas simpang three of which was 2.1 % per 19.029 population. Based on preliminary survey, than 20 respondents there were as many as five people ( 25 % ) suffering from obesity. Obesity have an impact on the emergence of various degenerative diseases among others, metabolic syndrome atherosclerosis, of cardiovascular diseases, diabetes, gallstones, disturbance of function pulmonic, hypertension and dislipidemia. Research objectives know determinan scene obesity in community in the work area of puskesmas simpang 3 the city of pekanbaru 2017. The research was quantitative analytic with a kind of design study cross section analitik. Variabel dependent obesity and independent variable was education, knowledge, sex, offspring, physical activity and the habit of eating. The study was done in the work area of puskesmas simpang 3 the city of pekanbaru, data collection was held in december 2017 - january 2018. Population to research it was a whole people living and settled in the work area of puskesmas simpang 3 the city of pekanbaru 2018 as many as 19.029 lives and sample were 155 responden. teknik the sample collection of sampling quota. Data analyswas univariat, bivariat and multivariate. The results of the study showed that well educated low (SMP), the offspring of obesity and the habit of eating little influence to events obesity. It was suggested that puskesmas simpang 3 the city of pekanbaru harder socialize a healthy lifestyle like how diet good to avoid from obesity especially the targets to the education low and have the acts of offspring obesity.Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan. Berdasarkan Data dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Tahun 2016 Proporsi kejadian obesitas tertinggi terdapat pada Puskesmas Simpang Tiga yaitu 2,1% per 19.029 Penduduk. Berdasarkan survey awal, dari 20 responden ada sebanyak 5 orang (25%) yang menderita obesitas. Obesitas berdampak pada munculnya berbagai penyakit degeneratif antaralain sindrom metabolik, ateroskleroswas, penyakit kardiovaskuler, diabetes, batu empedu, gangguan fungsi pulmonal, hipertensi dan dwaslipidemia. Tujuan penelitian mengetahui determinan Kejadian Obesitas pada Mayarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang 3 Kota Pekanbaru Tahun 2017. Penelitian ini bersifat kuantitatif analitik dengan jenwas desain studi penampang analitik.Variabel dependen obesitas dan Variabel independen adalah Pendidikan, Pengetahuan, Jenwas Kelamin, Keturunan, Aktivitas Fwasik dan Kebiasaan Makan. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Simpang 3 Kota Pekanbaru, Pengumpulan data dilakukan pada bulan Desember 2017 - Januari 2018. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang bertempat tinggal dan menetap di wilayah kerja Puskesmas Simpang 3 Kota Pekanbaru tahun 2018 sebanyak 19.029 jiwa dan sampel berjumlah 155 responden.Teknik pengambilan sampel quota sampling. Analwaswas data univariat,bivariat dan multivariate. Hasil penelitian menunjukan bahwa orang yang berpendidikan rendah (≤ SMP), keturunan obesitas dan kebiasaan makan kurang berpengaruh terhadap kejadian obesitas. Disarankan agar Puskesmas Simpang 3 Kota Pekanbaru lebih giat lagi mensosialisasikan gaya hidup sehat seperti bagaimana pola makan yang baik agar terhindar dari obesitas terutama sasarannya pada masyarakat yang pendidikannya rendah dan mempunyai riwayat keturunan obesita
THE INFLUENCE OF HOSPITAL IMAGE SERVICES ON NEED COMMUNITIES IN REGIONAL GENERAL HOSPITAL (RSUD) BAU-BAU CITY
Data on inpatient visits to the Baubau City General Hospital, in 2015 the number of inpatient visits was 6.518 patients, in 2016 there were 7.023 patients, while in 2017 there were 7.119 patients. This study aims to determine the Effect of Inpatient Service Image on Need Society at the Baubau City General Hospital from the level of service of health workers, health service facilities and infrastructure, and environmental conditions.
This type of research is quantitative research with a Cross Sectional approach. The total population is 7.119. The sample in this study were 99 patients who were in the inpatient room at the Baubau City General Hospital. The sampling technique is done by the method of accidental sampling.
The results showed that there was an influence on the services of health workers with community needs with a significance value of 0.026, which meant that health care services were smaller than probability values ​​or 0.026 <0.05, health service facilities and infrastructure were smaller than probability values ​​or 0,000 <0.05, environmental conditions are smaller than the probability value or 0.004 <0.05.
It can be concluded that there is an influence between the services of health workers on community needs, facilities and infrastructure for health services for the community needs, environmental conditions for the need of the community in the Baubau City general hospitalData kunjungan pasien rawat inap pada Rumah Sakit Umum Daerah Kota Baubau, pada tahun 2015 jumlah kunjungan pasien rawat inap sebanyak 6.518 pasien, tahun 2016 sebanyak 7.023 pasien, sedangkan pada tahun 2017 sebanyak 7.119 pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Citra Pelayanan Rawat Inap Terhadap Need Masyarakat Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Baubau dari tingkat pelayanan petugas kesehatan, sarana dan prasarana pelayanan kesehatan, dan kondisi lingkungan.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah populasi sebanyak 7.119.Sampel dalam penelitian ini adalah 99 pasien yang berada di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Kota Baubau. Teknik penarikan sampel dilakukan dengan metode Accidental Sampling.
Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh pelayanan petugas kesehatan dengan need masyarakat dengan nilai signifikasi 0,026 yang artinya pelayanan petugas kesehatan lebih kecil dari nilai probaliti atau 0,026 < 0,05, sarana dan prasarana pelayanan kesehatan lebih kecil dari nilai probaliti atau 0,000 < 0,05, kondisi lingkungan lebih kecil dari nilai probaliti atau 0,004 < 0,05.
Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara pelayanan petugas kesehatan terhadap need masyarakat, sarana dan prasarana pelayanan kesehatan terhadap need masyarakat, kondisi lngkungan terhadap need masyarakat di rumah sakit umum daerah Kota Bauba
Relationship Between Birth Weight Against Weight Gain 12 Months of Age in Babies at Lubuklinggau City
The baby's weight gain is very rapid, but the rate of weight gain is getting less and less. At the age of 5 months, a baby weighs twice his birth weight, while at 1 year his weight reaches three times his birth weight, and at 2 years his weight weighs four times his birth weight. The purpose of this study was to determine the relationship between birth weight and factors influencing weight gain at the age of 12 months in babies born at the midwife independent practice clinic (BPM) in Lubuklinggu City, South Sumatra Province in 2019. Sample of 108, research design cross sectional. The results showed there was a relationship between birth weight (p value = 0.001) and immunization status (p value = 0.017) to the baby's weight gain at 12 months of age.
Pertambahan berat badan bayi sangatlah pesat, namun laju pertambahan berat badan makin lama makin berkurang. Pada umur 5 bulan, berat badan bayi menjadi dua kali berat lahir, sedangkan pada umur 1 tahun beratnya mencapai tiga kali berat lahir, dan pada umur 2 tahun berat badannya menjadi empat kali berat lahir. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara berat badan lahir dan faktor-faktor yang mempengaruhi pertambahan berat badan usia 12 bulan pada bayi yang di lahirkan di klinik bidan praktek mandiri (BPM) di Kota Lubuklinggu Propinsi Sumatera Selatan Tahun 2019. Sampel sebanyak 108, desain penelitian cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara berat badan lahir (p value = 0,001) dan status imunisasi (p value = 0,017) terhadap pertambahan berat badan bayi pada usia 12 bulan
Analisis Pembentukan Wadah UKK Kelompok Tani Sawit Desa Suka Maju, Wilayah Kerja Puskesmas Tapung Hilir I, Kabupaten kampar tahun 2018.: Analysis Establishment The Work Health Efforts Of Palm Oil Farmers Group In Suka Maju Village, Tapung Hilir I Primary Health Center, Kampar District In 2018
Background:
Met This study uses a qualitative method of evaluation study design, with informants from elements of health centers, villages, and farmer groups. Information acquisition through interviews, brainstorming, observation and document tracking
Results: The results of the research show that the public health center is severely constrained by the human resources component, while the fund resources and facilities component has been fulfilled. In the responsible elements (Village) all resources have been affected, only need cross-sector cooperation. In the implementing element (Farmers) the resources are sufficient, only need guidance for the implementation of the Work Health Efforts program.
Conclusion: Suggestions for primary health care, to meet the human resource needs of primary health care, for villages to be able to utilize 7% of village funds to allocate health sector, for farmers to do horizontal communication as cadres for the establishment of Work Health Efforts.
Keywords: Work Health Efforts, primary health care, Farmer Group.Latar belakang: Upaya Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) masih menjadi permasalahan yang sulit diselesaikan, khususnya pada sektor informal. Disisi lain, pekerjaan di sektor informal berisiko menimbulkan dampak negatif akibat pekerjaan yaitu kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang dapat membahayakan status kesehatan dari pekerja yang bekerja. Kendala dalam pengelolaan K3 sektor informal adalah belum adanya wadah bagi pekerja dalam menjalankan upaya K3 di sektor informal, yang seharusnya terintegrasi kedalam program puskesmas.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif disain studi evaluasi, dengan informan dari unsur puskesmas, desa, dan kelompok tani. Perolehan informasi melalui upaya wawancara, brainstorming, observasi dan penelusuran dokumen.
Hasil: Hasil peneitian menunjukan bahwa puskesmas massih terkendala komponen sumber daya manusia, sedangkan komponen sumber daya dana dan fasilitas telah terpenuhi. Pada unsur penanggung jawab (Desa) semua sumber daya telah terpebuhi, hanya butuh kerjasama lintas sektor. Pada unsur pelaksana (Petani) sumber daya telah cukup, hanya perlu pembinaan untuk proses penyelenggaraan program Pos UKK.
Kesimpulan: di saran bagi puskesmas, memenuhi kebutuhan SDM puskesmas, bagi desa agar dapat memanfaatkan 7% dana desa untul alokasi disektor kesehatan, bagi petani agar melakukan komunkasi horizontal sebagai kader guna pembentukan pos UKK
DETERMINANTS OF FACTORS RELATED TO NUTRITIONAL STATUS IN HIGH SCHOOL STUDENTS
Background: Nutritional status is a condition caused by the balance status between the amount of intake (intake) of nutrients and the amount of nutrients needed by the body for biological functions, such as physical growth, development, activities, health maintenance, and others.
Objective: this study aims to determine the determinants of factors related to student nutritional status.
Method: This study uses a cross sectional research design. The research sample amounted to 121 respondents. Data were taken using the International Physically Actual Questionnaire (IPAQ) questionnaire, using the questionnaire consumption pattern of poke shells, Food Frequency Questionnaire (FFQ), digital stamp balance, and microtoice. Data analysis consisted of univariate and bivariate analyzes using spearmen statistical tests of p value <0.05 and correlation coefficient (r).
Results: The results showed that there was no relationship between physical activity (p = 0.085), fat consumption patterns (p = 0.944), pokea shell meat consumption patterns (p = 0.078) with nutritional status in class XI students of SMAN 1 Sampara in Sampara District.
Conclusion: The conclusion of this study is that there is no relationship between physical activity, fat consumption patterns and meat of pokea shells and nutritional status in class XI students of SMAN 1 Sampara in Sampara District
analisis Analisis Manajemen Pelayanan Instalasi Gizi di Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Provinsi Riau Tahun 2019: Analisis Manajemen Pelayanan Instalasi Gizi di Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Provinsi Riau Tahun 2019
Hospital nutrition services are very important and as a determinant of service quality. In Arifin Achmad Regional General Hospital, Riau Province, illustrates the lack of human resources so that many officers do double jobs and the lack of facilities and infrastructure such as water supply to the room. This study aims to analyze the Management of Class III Inpatient Nutrition Installation Services at Arifin Achmad Regional General Hospital, Riau Province. This study uses in-depth interviews, observations and questionnaires. Data management is done by qualitative and quantitative analysis techniques. This study uses data validity in the form of triangulation. Informants in this study were Nutrition Officers, Nutritionists, Head of Nutrition Installation, Head of Monitoring and Evaluation Sub-Sector and patients totaling 2 people. For quantitative research with a sample of 100 inpatients. The results showed that there were themes that emerged as the findings of this study. The themes are the lack of human resources and the lack of knowledge about each other's duties, the availability of facilities and infrastructure is still lacking such as damaged water heaters, less comfortable space and non-smooth water supply and the implementation of SOP that has not been optimal in the form of food serving. not on time, food delivery is not on time. There is a need to improve the management of Nutrition Installations at Arifin Achmad Regional General Hospital in Riau Province in accordance with established standards. Such as recruitment for human resources that are still lacking, completing damaged facilities and infrastructure such as water heaters, repairing supply of water that is still lacking, performing services according to SOPs such as delivering food to patients on timePelayanan gizi Rumah Sakit sangat penting dan sebagai salah satu penentu kualitas pelayanan. Di Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Provinsi Riau, menggambarkan adanya kekurangan SDM sehingga banyak petugas melakukan double job dan masih kurangnya sarana dan prasarana seperti pemanas air suplly air ke ruang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Manajemen Pelayanan Instalasi Gizi Rawat Inap Kelas III di Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan metode wawancara mendalam, observasi dan kuesioner. Pengelolaan data dilakukan dengan teknik analisa kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan validitas data berupa triangulasi. Informan pada penelitian ini adalah Petugas gizi, Ahli gizi, Kepala Instalasi Gizi, Kepala Subbidang Monitoring dan Evaluasi dan pasien yang berjumlah 2 orang. Untuk penelitian kuantitatif dengan sample 100 orang pasien rawat inap. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat tema-tema yang muncul sebagai temuan penelitian ini. Adapun tema-tema tersebut adalah masih kurangnya sumber daya manusia dan kurangnya pengetahuan tentang tufoksi masing-masing, ketersediaan sarana dan prasarana masih kurang seperti pemanas air yang rusak, ruang kurang nyaman dan supply air yang tidak lancar dan pelaksanaan SOP yang belum optimal berupa penyajian makanan tidak tepat waktu, pengantaran bahan makanan tidak tepat waktu. Perlu adanya peningkatan pengelolaan Instalasi Gizi di Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Provinsi Riau sesuai dengan standar yang ditetapkan. Seperti melakukan rekrutmen untuk SDM yang masih kurang, melengkapi sarana dan prasarana yang rusak seperti pemanas air, memperbaiki suplly air yang masih kurang, melakukan pelayanan sesuai SOP seperti pengantaran makanan kepada pasien tepat wakt
Perilaku Penggunaan Kontrasepsi IUD Di Kecamatan Sukmajaya Depok: Sebuah Penelitian Kualitatif
A qualitative research through Rapid Assessment Procedure on the Behavior of Intrauterine Device (IUD) use was carried out in Sukmajaya District, Depok. The aims of this research ware to analyxe predisposing, enabling and reinforcing factors influencing the use of IUDs. The informants were mother who use IUD, mother who ever use IUD and mother who use non-IUD methods (such as pills and injectables). The results showed that the informants understood IUD effective methods to prevent pregnancy. Most informants considered that IUDs were cheap, available at health facilities and the service given by competence providers. Support from husband, encouragement from friends who successfully used the IUD and the effectivity and reversibility of IUDs were also as strength factors for IUDs use. However, there were some factors that inhibit the use of IUDs such as side effects, rumors of IUDs, incomplete counseling from providers and sharing negative experiences of friend who have failed to use IUD. In conclusion, IUD used was influenced by multi-factors such as predisposing factors (knowledge, values, beliefs, attitude of perception), enabling factors (access to information, availability of IUDs, officer competencies, regulations) and reinforcing factors (husband, friends, health workers).
Penelitian kualitatif melalui Rapid Assessment Procedure tentang Perilaku Pemakaian Intrauterine Device (IUD) dilakukan di Kecamatan Sukmajaya, Depok. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang faktor predisposisi, pemungkin dan penguat yang mempengaruhi pemakaian IUD. Informan dalam penelitian yaitu ibu yang sedang menggunakan IUD, ibu yang pernah menggunakan IUD dan ibu yang sedang menggunakan kontrasepsi non IUD (pil KB dan suntik KB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan sudah memahami IUD sebagai metode kontrasepsi yang efektif untuk mencegah kehamilan. Sebagian besar informan menilai IUD sebagai kontrasepsi yang murah, selalu tersedia di fasilitas kesehatan, dan pemasangannya oleh tenaga kesehatan yang kompeten. Dukungan dari suami, dorongan teman yang berhasil menggunakan IUD, serta kepercayaan efektivitas dan reversibilitas IUD menjadi faktor pendukung penggunaan IUD. Akan tetapi, beberapa hal yang menjadi faktor penghambat pemakaian IUD yaitu adanya efek samping IUD, informasi atau rumor negatif, pemberian informasi IUD yang kurang lengkap dari tenaga kesehatan serta sharing pengalaman negatif teman yang pernah gagal menggunakan IUD. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan IUD di Sukmajaya, Depok dipengaruhi oleh multi faktor seperti faktor predisposisi (pengetahuan, nilai, kepercayaan, sikap persepsi), faktor pemungkin (akses informasi, ketersediaan IUD, kompetensi petugas, regulasi) dan faktor penguat (suami, teman, tenaga kesehatan).
 
HUBUNGAN PELATIHAN DAN PENGAWASAN DENGAN AT RISK BEHAVIOR PADA PENGEMUDI MOBIL SAMPAH: Hubungan Pelatihan Dan Pengawasan Dengan At Risk Behavior Pada Pengemudi Mobil Sampah
At risk behavior of driver is an unsafety driving and it could harm themselves and others. One of the causes of the at risk behavior are lack of monitoring supervision, behavior of the industrial society as well as public community that haven't been optimal yet. It is 88% accident at work that caused by the unsafety behavior. This research aimed to find out the relation between knowledge, behavior, education, training, SOP and also the supervision of at Risk Behavior for dump truck's driver. This was an observational analytic quantitative study with cross sectional approach. The samples were 122 dump truck drivers. Data processing was done in the stages of editing, coding, entry, cleaning and tabulating. Data analyze was conducted by univariate, bivariate, and multivariate. The result showed that variables which has causality relation with at risk behavior, were the training (p=0,004) and the supervision (p=0,017). The confounding variable were the SOP and behavior while the education was not related to the variable. The conclusion was there is a causality relation between training and supervision with “At Risk Behavior†of dump truck’s driver. It is recommended for driver to participate in the training for work safety. It's also suggested for the supervisor to improving supervision method according to the policy and giving rewards to those drivers who's have great performance.At Risk Behavior pengemudi adalah tindakan tidak aman pengemudi mobil dalam bekerja dijalan raya dalam keadaan normal yang dapat menimbulkan kerugian bagi diri sendiri maupun orang lain. Salah satu penyebab kejadiannya adalah pelaksanaan dan pengawasan yang belum maksimal, sekaligus perilaku masyarakat industri dan masyarakat umumnya yang belum optimal. Terjadi kecelakaan kerja 88% karena perilaku yang tidak aman (Unsafe behavior). Kasus kecelakaan yang terjadi terhadap pengemudi sampah sendiri erat kaitannya dengan prilaku sopir truk sampah sendiri, seperti berhenti tidak pada tempat yang tepat, tidak menghidupkan lampu hazard pada saat berhenti marka jalan, parkir sembarangan di lajur jalan sebelah kanan tanpa menggunakan tanda berhenti, dan sebagian supir ugal ugalan pada saat mengendarai truk sampah pada saat di jalan raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, pendidikan, pelatihan, SOP dan pengawasan dengan at Risk Behavior pada pengemudi mobil sampah. Jenis penelitian yang digunakan adalah bersifat kuantitatif analitik observasional dengan jenis desain studi analytic cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah 122 pengemudi mobil sampah. Pengolahan data dilakukan dalam tahap-tahap editing, coding, entry, cleaning dan tabulating. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariate. Hasil penelitian ini adalah variabel yang mempunyai hubungan sebab akibat dengan at Risk Behavioryaitu pelatihan (p=0,004) dan pengawasan (p=0,017). Variabel Confounding yaitu variabel SOP dan variabel sikap. Variabel yang tidak berhubungan yaitu pendidikan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan sebab akibat antara pelatihan dan pengawasan dengan at Risk Behavior pada pengemudi mobil sampah
Risiko Postur Janggal dengan Kejadian Gangguan Otot Rangka Akibat Kerja (Gotrak) pada Terapis Pijat: Risiko Postur Janggal dengan Kejadian Gangguan Otot Rangka Akibat Kerja (Gotrak) pada Terapis Pijat
Many massage therapists experience work-related skeletal muscle disorders (WMSDs). This study aimed to determine the proportion of the incidence of WMSDs and the relationship with the incident of posture WMSDs in massage therapists. The type of research was quantitative analytic observational with cross sectional design. The type of massage under study was traditional massage. Population and sample were massage therapist in Pekanbaru City 2017 with sample size 77 people taken by consecutive sampling technique. Data collection and processing used interviews with quesonnaires, documentation and Rapid Upper Limb Assesment (RULA). Level of risk of WMSDs incident used semi-qualitave analysis and nordic body map. WMSDs incidence rate in massage therapist was high enough that was 61%. The results showed that the variables significantly correlated with incidence of WMSDs were odd posture (POR: 8,30, 95% CI: 2,401-8,753), length of work (POR: 10,109; 95% CI:2,567-39,811) and age (POR: 7,649 95% CI: 2,567-39,811). The most WMSDs complaints on both hands were 57 people (74%), left shoulder and right shoulder were 27 people (35.1%) and lower back were 19 (24,7%). It is advisable in massage therapists to avoid awkward posture while massaging clients by improving work posture, posion while massaging and placing the equipment used within the reach of the hand. Banyak terapis pijat yang mengalami keluhan gangguan otot rangka akibat kerja (Gotrak). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi kejadian Gotrak dan hubungan postur janggal dengan kejadian Gotrak pada terapis pijat. Jenis penelitian adalah kuantitatif analitik observational dengan desain cross sectional. Jenis pijat yang diteliti yaitu pijat tradisional Indonesia. Populasi dan sampel adalah terapis pijat di Kota Pekanbaru tahun 2017 dengan besar sampel 77 orang yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Pengumpulan dan pengolahan data menggunakan wawancara menggunakan kuesioner, dokumentasi dan Rappid Upper Limb Assesment (RULA). Tingkat risiko kejadian Gotrak menggunakan analisis semi kualitatif dan nordic body map. Angka kejadian Gotrak pada terapis pijat cukup tinggi yaitu 61%. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan signifikan dengan kejadian Gotrak yaitu postur janggal (POR: 8,30; 95% CI: 2,401-8,753), lama kerja (POR: 10,109; 95% CI: 2,567-39,811) dan umur (POR: 7,649; 95% CI: 2,567-39,811). Keluhan gotrak terbanyak pada kedua tangan sebanyak 57 orang (74%), bahu kiri dan bahu kanan sebanyak 27 orang (35,1%) dan punggung bawah sebanyak 19 orang (24, 7%). Disarankan pada terapis pijat untuk untuk menghindari postur janggal saat memijat klien dengan memperbaiki postur kerja, posisi saat memijat dan meletakkan peralatan yang digunakan dalam area jangkauan tangan
Perbandingan Diabetes Self Management Education Metode Ceramah Menggunakan Booklet dengan Metode Group Whatsapp terhadap Self Care BehaviorPasien Diabetes Mellitus: Perbandingan Diabetes Self Management Education Metode Ceramah Menggunakan Booklet dengan Metode Group Whatsapp terhadap Self Care BehaviorPasien Diabetes Mellitus
ABSTRACT
Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease that requires self-management education to prevent acute complications and reduce the risk of long-term complications. Diabetes Self Management Education (DSME) can be used as an effective method in improving self-care of patient with diabetes mellitus when discharged from the hospital. In the implementation of education in patients, many methods can be done. The lecturing method is one of the most commonly used methods in conducting health education, one of which is to used a booklet. Another method can be used is to use the whatsapp group application. The purpose of this study was to find out the differences between DSME method by using booklet and social media method on care behavior of diabetes mellitus patients. The research design of this study was quantitative by using quasy-experiment approach with two groups pretest-posttest. Sample in this research are diabetes patient in the outpatient room, the collecting sample was used concecutive sampling with 30 people divided into 2 groups. The analysis used was univariate and bivariate analysis using paired sample t-test and independent sample t-test. The independent t-test result were obtained p value = 0.001 is smaller than alpha value (p < 0.05) with different mean, namely -15,33. It can be concluded that diabetes self management education by using social media (whatsapp group) was more inluential in improving self care behavior than diabetes self management education by using lecturing method with booklet. From the results of this study, it is expected that hospitals can educate DM patients by following the DSME principle with the WhatsApp group method.
Keys : diabetes mellitus, DSME, lecturing, Self Care Behavior, social media (WhatsApp group)ABSTRAK
Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang membutuhkan pendidikan pengelolaan mandiri untuk mencegah komplikasi akut dan menurunkan resiko komplikasi jangka panjang. Diabetes Self Management Education (DSME) dapat digunakan sebagai metode yang efektif dalam meningkatkan perawatan mandiri pasien dengan Diabetis Mellitus saat keluar dari RS. Dalam pelaksanaan edukasi pada pasien banyak metode yang bisa dilakukan. Metode ceramah adalah metode yang paling sering digunakan, salah satunya adalah dengan menggunakan booklet. Metode lain yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan aplikasi group WhatsApp. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbandingan DSME metode ceramah menggunakan booklet dengan metode group WhatsApp terhadap self care behavior pasien DM. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Quasy eksperiment dengan desain two group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien DM yang diarawat jalan di RS PMC dengan jumlah 30 orang, menggunakan tekhnik consecutive sampling yang dibagi 2 kelompok. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji paired sample t-test dan independent sample t test. Hasil uji t independent didapatkan p value = 0.001 lebih kecil dari nilai alpha (p < 0.05) dengan mean difference, yaitu -15,33. Dapat disimpulkan bahwa diabetes self management education dengan metode whatsApp group) lebih berpengaruh dalam meningkatkan self care behavior dibandingkan diabetes self management education dengan metode ceramah menggunakan booklet. Dari hasil penelitian ini diharapkan agar RS dapat melakukan edukasi pada pasien DM dengan mengikuti prinsip DSME dengan metode group WhatsApp.
Kata Kunci : Ceramah, Diabetes mellitus, DSME, Media sosial (grup WhatsApp), Self Care Behavio