Jurnal Kesehatan Komunitas
Not a member yet
548 research outputs found
Sort by
Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pajanan Karbon Monoksida (CO) Pada Pedagang Sate di Palembang
Level of pollutants in the air that humans breathe every day will impact health for now or future. The occupational risk of satay traders who are exposed to carbon monoxide from grilling food using charcoal is often not realized. The aims of this study are to measure carbon monoxide levels exposed to satay traders in Palembang and examine the magnitude of the risk in several future time periods. This study is used a quantitative design with environmental health’s risk analysis approach. Assessment of carbon monoxide is used Carbon Monoxide Meter. Respondents were selected through the purposive sampling technique by as many as 58 persons. They were selected by criteria: used charcoal as fuel and were the street vendor. Carbon monoxide exposure was in the range of 12.3 – 163 mg/m3. The intake value is influenced by the concentration of the risk agent, rate of intake, as well as duration, frequency, and time of exposure. The results showed real-time intake value was 20,62 while the lifetime intake was 78,60. Realtime RQ calculated CO exposure will be risky if exposed within a period of 30 years. However, it was found that almost 40 percent of respondents had risk based on real-time RQ values with each duration. Analysis of CO exposure’s risk on satay traders is predicted to occur at the 10th year of exposure, which is influenced by the increasing exposure time. For reducing the level of CO exposure, satay traders are advised to use personal protective equipment such as masks and may consider using smokeless food grills/electric grills.Kadar polutan dalam udara yang manusia hirup setiap hari akan berdampak terhadap kesehatannya saat ini maupun di masa depan. Risiko pekerjaan sebagai pedagang sate yang terpapar karbon monoksida (CO) dari hasil pembakaran makanan menggunakan arang sering kali tidak disadari. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar karbon monoksida terpajan pada pedagang sate yang menggunakan arang di kota Palembang serta menggambarkan besaran risiko tersebut dalam beberapa periode waktu mendatang. Jenis penelitian deskriptif dengan analisis kuantitatif menggunakan pendekatan analisis risiko kesehatan lingkungan. Pengukuran CO menggunakan alat Carbon Monoxide Meter. Sampel dipilih melalui teknik purposive sampling sebanyak 58 orang. Kriteria pengambilan sampel yaitu menggunakan arang sebagai bahan bakar dan merupakan pedagang kaki lima. Pajanan karbon monoksida berada pada rentang 12,3 – 163 mg/m3. Nilai intake dipengaruhi oleh konsentrasi agen risiko, laju asupan, serta durasi, frekuensi, dan waktu pajanan. Hasil penelitian menunjukan nilai intake realtime sebesar 20,62 sedangkan intake lifetime 78,60. Perhitungan RQ realtime menunjukkan bahwa pajanan CO akan berisiko jika terpapar dalam kurun waktu 30 tahun. Namun, ditemukan sebanyak hamper 40 persen responden memiliki risiko berdasarkan nilai RQ realtime dengan durasi pajanan masing-masing responden. Analisis risiko paparan CO pada pedagang sate diprediksi akan terjadi pada waktu pajanan ke-10 tahun yang dipengaruhi oleh waktu pajanan yang bertambah. Untuk mengurangi kadar pajanan CO tersebut, pedagang sate disarankan menggunakan alat pelindung diri seperti masker serta dapat mempertimbangkan untuk menggunakan alat pemanggang makanan tanpa asap/pemanggang listrik
Determinan Perilaku Seks Pranikah Pada Remaja (15-24 Tahun) Di Indonesia (Analisis SDKI 2017)
Premarital sexual behavior is one of the adolescent’s problems who are approaching adulthood. Social and cultural transitions that make young people vulnerable to negative impacts. The purpose of the study was to analyze the factors related to premarital sexual behavior in adolescents (15-24 years) in Indonesia in 2017. This study used some of the 2017 IDHS data with a Cross-Sectional design. The number of samples is 23,770 teenagers. Analysis of complex samples using Chi-Square and multivariate analysis using multiple logistic regression predictive models. The result shows premarital sex behavior in adolescents is 7.7%. Factors related to premarital sexual behavior in adolescents are age (POR=4.31;95% CI=3.71-5.02), education (POR=1.82;95% CI=1.55-2.14 ), employment status (POR=2.73; 95% CI: 2.36-3.18), knowledge of reproductive health (POR=1.73; 95% CI: 1.18-2.69), knowledge of contraceptives (POR=1.18;95% CI: 1.52-2.14), attitude (POR=32.05;95% CI: 27.06-37.98), dating style (POR= 68.58 ; 95% CI: 43.93-107.07), and peer influence (POR=18.25 ; 95% CI: 15.44-21.56). The dominant factor for adolescent premarital sex behavior is dating style (POR = 20.09; 95% CI 11.94-33.79:) meaning that adolescents with dating style are at risk of 20 times the risk for premarital sexual behavior. For this reason, it is necessary to increase education for adolescents about the impact of risky dating styles and wrong associations.Perilaku seks pranikah merupakan salah satu masalah remaja yang sedang menuju dewasa. Transisi sosial dan budaya yang mengakibatkan remaja rentan terpengaruh dampak negatif. Tujuan penelitian menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seks pranikah pada remaja (15-24 tahun) di Indonesia tahun 2017. Penelitian ini menggunakan sebagian data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 23,770 remaja. Analisis complex samples menggunakan Chi-Square dan analisis multivariate menggunakan regresi logistik berganda model prediksi. Hasil penelitian didapatkan perilaku seks pranikah pada remaja sebanyak 7,7%. Faktor yang berhubungan dengan perilaku seks pranikah pada remaja yaitu umur POR=4,31, pendidikan POR=1,82, status pekerjaan POR=2,73, pengetahuan kesehatan reproduksi POR=1,73, pengetahuan alat kontrasepsi POR=1,18, sikap (POR=32,05, gaya berpacaran POR= 68,58, dan pengaruh teman sebaya POR=18,25. Faktor yang dominan tehadap perilaku seks pranikah remaja adalah gaya berpacaran POR=20 artinya remaja dengan gaya berpacaran berisiko memiliki risiko 20 kali untuk berperilaku seks pranikah. Untuk itu perlu adanya peningkatan edukasi pada remaja mengenai dampak gaya berpacaran yang berisiko serta pergaulan yang salah
Hubungan Kepatuhan Antiretroviral Therapy Dengan Status Gizi Dan Kadar CD4 Pada Anak HIV/AIDS
Children living with Human Immunodeficiency Virus (HIV) face many challenges, one of which is taking antiretroviral (ART) every day for life to reduce the amount of virus. This study aims to determine the relationship between ART adherence with nutritional status and CD4 in children with HIV/AIDS at RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso. This study was quantitative research with cross sectional design. Samples of all HIV/AIDS child patients with ART treatment and taking ARV drugs at RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso totaling 56 people in 2021 were taken using a total sampling technique. Secondary data sources in this study were obtained from reports of Pokja HIV/AIDS and medical records, data analysis used chi square test (univariate and bivariate data). The results showed that of the 56 respondents, most of them 48 (85.7%) adhered to ART treatment, 43 (76.8%) had good nutritional status, 46 (82.1%) were in good CD4 category (> 500 cells/mm3). There is a relationship between adherence to ART treatment with nutritional status (p value = 0.012 < alpha 5%). There was a relationship between ART treatment adherence and CD4 cell count (p value = 0.003 < alpha 5%). ART adherence is related to nutritional status and CD4 cell count in HIV/AIDS children.Anak yang hidup dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV) banyak tantangan yang dihadapisalah satunya konsumsi Antiretroviral Therapy (ART) tiap hari seumur hidup untuk menekan jumlah virus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan ART dengan statsu gizi dan CD4 pada anak HIV/AIDS di POKJA HIV RSPI Prof Dr. Sulianti Saroso. Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel seluruh pasien anak HIV/AIDS dengan pengobatan ART dan mengambil obat ARV di Pokja HIV RSPI Prof Dr Sulianti Saroso yang berjumlah 57 orang pada Tahun 2021 yang diambil dengan teknik total sampling. Sumber data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari laporan POKJA HIV/AIDS dan rekam medis, Analisa univariat dan bivariat menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 56 responden sebagian besar 48 (85,7%) patuh pengobatan ART, 43 (76,8%) status gizi baik, 46 (82,1%) dengan CD4 kategori baik (> 500 sel/mm3). Ada hubungan antara kepatuhan pengobatan ART dengan status gizi (p value = 0,012 < alpha 5%). Ada hubungan antara kepatuhan pengobatan ART dengan CD4 (p value = 0,003 < alpha 5%). Kepatuhan ART berhubungan dengan status gizi dan CD4 pada anak HIV/AIDS
The Integrasi Endorphin Massage sebagai Holistic Care dalam Penurunan Kecemasan Kehamilan Trimester III
Anxiety in pregnant women tends to be experienced in the third trimester when going through the labor process. Holistic care, one of which endorphin massage is a non-pharmacological therapy to secrete endorphin hormones. This study aimed to determine the effect of endorphin massage on the anxiety level of third-trimester pregnant women at BPM Teti Herawati in 2020. This was a pre-experimental study with one group pre-test and post-test approach. The research sample was a pregnant woman in the third trimester who visited BPM Teti Herawati as many as 34 samples and had met the inclusion criteria with the accidental sampling method. The instruments used were the HARS scale and the SOP of Endorphin massage. The anxiety level of pregnant women in the third trimester before being given Endoprhin massage intervention has a median of 20,50 and minimum-maximum of 7-27. The anxiety level of pregnant women in the third trimester after being given Endoprhin massage intervention has a median of 11,50 and minimum-maximum of 4-19. Wilcoxon statistical test results obtained a p-value of 0,000 (p-value< 0,05), meaning that there is an influence of Endorphin massage intervention on anxiety in pregnant women in the third trimester. The conclusion, There is an effect of giving Endorphin massage on anxiety in pregnant women in the third trimester at BPM Teti Herawati 2020.
Kecemasan pada ibu hamil cenderung dialami pada trimester III yakni ketika akan menghadapi proses persalinan. Asuhan yang dapat diberikan berupa asuhan menyeluruh (holistic care), salahsatunya Endorphin massage yang merupakan terapi nonfarmakologi untuk menyekresikan hormon Endorphin. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh Endorphin massage terhadap tingkat kecemasan ibu hamil trimester III di BPM Teti Herawati tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan desain one group pre-test post-test. Sampel penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang melakukan kunjungan ANC di BPM Teti Herawati yang memenuhi kriteria inklusi dan menggunakan metode accidental sampling sebanyak 34 responden. Instrumen yang digunakan ialah skala HARS dan SOP Endorphin massage.
Tingkat kecemasan ibu hamil trimester III sebelum diberikan intervensi Endorphin massage memiliki median sebesar 20,50 dan nilai min-max sebesar 7 – 27. Adapun tingkat kecemasan ibu hamil trimester III setelah diberikan intervensi Endorphin massage memiliki median sebesar 11,50 dan nilai min-max sebesar 4 – 19. Hasil uji statistik Wilcoxon diperoleh p-value 0,000 (p-value <0,05) artinya terdapat pengaruh pemberian intervensi Endorphin massage terhadap tingkat kecemasan ibu hamil trimester III. Dengan demikian, Terdapat pengaruh pemberian intervensi Endorphin massage terhadap tingkat kecemasan ibu hamil trimester III di BPM Teti Herawati Tahun 2020
The Relationship Between Knowledge of Novice Nurses and The Incidence of Phlebitis In Cipto Mangunkusumo Hospital, Jakarta
Background: Phlebitis leads to increased discomfort for patients, longer hospital stays, and higher healthcare costs. One of the factors causing phlebitis is the lack of skilled nurses when performing infusions. Aim: The purpose of the study was to determine the relationship between novice nurses' knowledge about infusion therapy with the incidence of phlebitis. Methods: This type of research using questionnaire to the nurse was analytic-correlational with a cross-sectional approach, with a total sample of 52 nurses who were inpatients and 54 patients who were given intravenous drip. Univariate and bivariate analyses were performed in data analysis. Results: this research showed 38.5% of nurses had poor knowledge, the incidence of phlebitis was 32.7%, and 62.8% felt comfortable with infusion. There was a significant relationship between nurses' knowledge about infusion therapy with the incidence of phlebitis (p= 0.000; = 0.05), and with quality indicators (p= 0.000; = 0.05). Conclusion: It is recommended for nurses to improve their knowledge and skills of infusion so that complications and discomfort due to infusion can be reduced.Latar Belakang: Flebitis menyebabkan peningkatan ketidaknyamanan bagi pasien, lama rawat inap, dan biaya kesehatan yang lebih tinggi. Salah satu faktor penyebab flebitis adalah kurangnya tenaga perawat yang terampil saat melakukan pemasangan infus.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat pemula tentang terapi infus dengan kejadian flebitis.
Metode: Jenis penelitian yang menggunakan kuesioner kepada perawat adalah analitik-korelasi dengan pendekatan cross sectional, dengan jumlah sampel 52 perawat yang rawat inap dan 54 pasien yang diberikan infus.
Hasil: penelitian ini menunjukkan 38,5% perawat memiliki pengetahuan yang buruk, kejadian flebitis 32,7%, dan 62,8% merasa nyaman dengan pemasangan infus. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat tentang terapi infus dengan kejadian flebitis (p= 0,000; = 0,05), dan dengan indikator kualitas (p= 0,000; = 0,05).
Kesimpulan: Disarankan bagi perawat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemasangan infus sehingga komplikasi dan ketidaknyamanan akibat pemasangan infus dapat dikurangi
Hubungan Kecemasan Dengan Health Seeking Behavior Pada Masa Pandemi Covid-19
The pandemic situation due to the 2019 Coronavirus Disease (COVID-19) has an impact on anxiety for all people in Indonesia, thus affecting Health-Seeking Behavior (HSB). This study aims to determine the relationship between anxiety and health-seeking behavior during the COVID-19 pandemic. The type of research used is quantitative, with a Cross-Sectional approach. The test used is Chi-Square to see the relationship between anxiety and health-seeking behavior during the COVID- 19 pandemic. The sample was 171 people using a proportional random sampling technique. The results showed that the average age was 38.08 years, and the majority were female, married, in high school, self-employed, BPJS health insurance. The level of mild anxiety was 51 (29.8%) while there was no anxiety, moderate anxiety, and severe anxiety was 40 (23.4%). Health Seeking Behaviors for Health Workers/Midwives/Mantri/Physicians/Access to Health care Public health center/Hospital 115 (67.3%), buying drugs at stalls/pharmacies/drug stores 33 (19.3%), making herbs/buying herbs/herbs 19 (11.1 %) and did nothing/ did not take any action 4 (2.3%). The test results obtained P-value = 0.058 (> 0.05), meaning that there is no relationship between anxiety and health-seeking behavior during the COVID-19 pandemic. It is hoped that the community will not be anxious to go to health services for the creation of better public health behavior.Situasi pandemi akibat Corona Virus Deases 2019 (COVID-19) memberikan dampak kecemasan kepada seluruh masyarakat di Indonesia sehingga mempengaruhi Health Seeking Behavior (HSB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecemasan dengan health seeking behavior pada masa pandemi COVID-19. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan pendekatan Cross Sectional. Uji yang digunakan adalah Chi Square untuk melihat hubungan kecemasan dengan health seeking behavior pada masa pandemi COVID-19. Sampel 171 orang dengan teknik Proportion Random Sampling. Hasil penelitian didapatkan rerata usia 38.08 tahun, mayoritas berjenis kelamin perempuan, berstatus menikah, tingkat pendidikan menengah (SMA), bekerja wiraswasta, jaminan kesehatan BPJS. Tingkat kecemasan ringan 51 (29.8%) sedangkan tidak ada kecemasan, kecemasan sedang, kecemasan berat 40 (23.4%). Health seeking behavior yang mengakses pelayanan kesehatan ke petugas kesehatan/ bidan/ mantri/ dokter/ puskesmas/ RS 115 (67.3%), membeli obat kewarung/ apotik/ toko obat 33 (19.3%), membuat/ membeli jamu/ ramuan sendiri 19 (11.1%) dan tidak melakukan apa-apa/ tidak melakukan tindakan apapun 4 (2.3%). Hasil uji didapat Pvalue = 0.058 (> 0.05) artinya tidak ada hubungan kecemasan dengan health seeking behavior pada masa pandemi COVID-19. Diharapkan kepada masyarakat tetap tidak cemas untuk pergi kepelayanan kesehatan demi terciptanya perilaku kesehatan masyarakat yang lebih bai
Faktor Determinan yang Berhubungan dengan Partisipasi Masyarakat Usia ≥ 12 Tahun dalam Melakukan Vaksin COVID-19
One of the government's efforts in dealing with COVID-19 is with a self-limited disease-healing method. The way to do that is by implementing health protocols and carrying out special protection efforts, that as vaccination. This study aims to determine the determinant factors related to community participation aged 12 years old in carrying out the COVID-19 vaccine at Trimulyo Primary Health Center Work Area, Pesawaran Regency in 2022. This research is quantitative with a cross-sectional approach. The population in this study was people aged 12 years old in the Trimulyo Public Health Center, Pesawaran Regency, with 23,390 people. The sample was chosen with cluster random sampling, consisting of 394 people The data analysis used was univariate, bivariate (chi-square, and multivariate (multiple logistic regression). The results show that there was a relationship between knowledge (p = 0.033), history of non-communicable diseases (p = 0.004), history of COVID-19 (p = 0.005), and public perception (p = 0.000) with community participation in the COVID-19 vaccine. 19. The dominant factor related to community participation is the community perception variable. Suggested primary health care can intensify education to the community about the importance of carrying out the COVID-19 vaccine by using media which attracts more public attention.Salah satu upaya pemerintah dalam menangani permasalahan COVID-19 adalah dengan metode penyembuhan self limited disease. Cara yang dilakukan yaitu menerapkan protokol kesehatan dan melaksanakan upaya perlindungan khusus yaitu dengan vaksinasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor determinan yang berhubungan dengan partisipasi masyarakat usia ≥ 12 tahun dalam melakukan vaksin COVID-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Trimulyo Kabupaten Pesawaran Tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat dengan usia ≥ 12 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Trimulyo Kabupaten Pesawaran yaitu berjumlah 23.390 jiwa.dengan sampel 394 orang yang dipilih secara cluster random sampling. Analisis data yang digunakan yaitu univariat, bivariat (chi square), dan multivariat (regresi logistic berganda). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan (p=0,033), riwayat penyakit tidak menular (p=0,004), riwayat COVID-19 (p=0,005), dan persepsi masyarakat (p=0,000) dengan partisipasi masyarakat dalam melakukan vaksin COVID-19. Faktor dominan yang berhubungan dengan partisipasi masyarakat yaitu variabel persepsi masyarakat. Diharapkan pihak puskesmas dapat meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya melakukan vaksin COVID-19 dengan menggunakan media yang lebih menarik perhatian masyaraka
Produksi ASI Ibu Nifas Pasca Mendengarkan Surat Ar-Rahman
The recitation of the Qur'an contains the element of the human voice, which is a wonderful healing tool and the most accessible tool. Ar-Rahman means the Most Gracious. All verses in Surah Ar-Rahman have short verse characters so that they are comfortable to listen to and can provide a relaxing effect for the listener. This study was a pre-experimental study with one group pretest-posttest to determine the effect of listening to Surah Ar-Rahman's on breast milk production in postpartum mothers at Putri Ayu Health Center Jambi City. This research was conducted from January to July 2019 at the Putri Ayu Health Center, Jambi City. The population in this study was the target of postpartum mothers at the Putri Ayu Health Center in 2019 which amounted to 859 people. The sample in this study was taken by the purposive sampling technique. The research data used a questionnaire to determine the amount of breast milk production in postpartum mothers. The data collected were analyzed by univariate and bivariate. The results showed that the production of breast milk in postpartum mothers before being given Surah Ar-Rahman was in the fairly smooth category, namely as many as 24 respondents (57.1%) and before being given Ar-Rahman's letter in the current category, namely 37 respondents (88.1%). The results of the analysis show that there is an effect of listening to Surah Ar-Rahman on the production of breast milk in postpartum mothers at the Putri Ayu Health Center, Jambi City in 2019 with a p-value = 0.000. It is recommended that the results of this study can be used as input for health workers, especially midwives, so that they can provide innovations and interventions in increasing breast milk production for mothers, one of which is by using Surah Ar-Rahman.Pembacaan Al-Qur'an mengandung unsur suara manusia, yang merupakan alat penyembuhan yang luar biasa dan alat yang paling mudah diakses. Ar-Rahman artinya Yang Maha Pemurah. Semua ayat dalam Surah Ar-Rahman memiliki karakter ayat yang pendek sehingga nyaman untuk didengarkan dan dapat memberikan efek relaksasi bagi pendengarnya. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen dengan one group pretest-posttest untuk mengetahui pengaruh mendengarkan surat Ar-Rahman terhadap produksi ASI pada ibu nifas di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi. Penelitian ini dilakukan dari Januari hingga Juli 2019 di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi. Populasi dalam penelitian ini adalah sasaran ibu nifas di Puskesmas Putri Ayu tahun 2019 yang berjumlah 859 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 42 orang diambil dengan teknik purposive sampling. Data penelitian menggunakan kuesioner untuk mengetahui jumlah produksi ASI pada ibu nifas. Data yang terkumpul dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi ASI pada ibu nifas sebelum diberikan surat Ar-Rahman berada pada kategori cukup lancar yaitu sebanyak 24 responden (57,1%) dan sebelum diberikan surat Ar-Rahman dalam kategori lancar yaitu sebesar 37 responden (88,1%). Hasil analisis menunjukkan bahwa ada pengaruh mendengarkan surat Ar-Rahman terhadap produksi ASI pada ibu nifas di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi tahun 2019 dengan p-value = 0,000. Disarankan agar hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi tenaga kesehatan khususnya bidan agar dapat memberikan inovasi dan intervensi dalam meningkatkan produksi ASI bagi ibu salah satunya dengan menggunakan surat Ar-Rahman
Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Sosioekonomi dengan Perilaku Pencegahan Anemia pada Remaja Putri di Desa Sirnagalih, Bogor
The coexistence of anemia is widespread in low-middle income countries, and several contributing factors include poverty, limited knowledge related to anemia prevention, and inadequate nutrient intake. This study aims to study and discover the relationship of knowledge, attitudes, and socioeconomic status with efforts to prevent iron nutrition anemia in young women in Sirnagalih Village, Bogor. This research is quantitative research with the design of a cross-sectional study using primary data. The population in this research is a young woman in Sirnagalih Village who is 10-19 years old and has been menstruating. The sample selection method used in research is the “quota sampling” technique with 72 people as subjects. The data analysis was conducted with univariate tests to describe sociodemographic characteristics, knowledge, attitudes, and behaviors related to anemia prevention in adolescent girls, bivariate tests with Chi-squares, and multivariate tests using logistic regression. It was found that the level of knowledge and attitudes of adolescent girls towards anemia in Sirnagalih village is still quite low. The results found that variables related to anemia prevention behavior are knowledge (p-value 0.005), attitude (p-value 0.021), and family income (0.021). The results of the multivariate analysis revealed that family income was the most influential independent variable, with a POR value of 12,068 (95% CI 2,447–59,523; p = 0.002). Besides the income variable, there were knowledge and attitude variables that correlated with adolescent girls' preventive behavior. So, there is a need for cross-sectoral efforts to increase family income and the role of community health care in increasing the knowledge and attitudes of adolescents through promotional education related to anemia prevention.Koeksistensi anemia banyak di negara berpenghasilan rendah dan menengah, dan beberapa faktor penyebabnya yaitu kemiskinan, pengetahuan yang terbatas terkait pencegahan anemia, dan asupan nutrisi yang tidak memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan status sosioekonomi dengan upaya pencegahan anemia gizi besi pada remaja putri di Desa Sirnagalih, Kabupaten Bogor. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi potong lintang (cross sectional) dengan menggunakan data primer. Populasi adalah remaja Putri di Desa Sirnagalih yang berusia 10-19 tahun dan sudah mengalami menstruasi. Pemilihan sampel dengan teknik quota sampling dan didapatkan 72 orang. Analisis data dilakukan dengan uji univariat untuk mendeskripsikan karakteristik sosiodemografi, pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan anemia pada remaja putri, uji bivariat dengan Chi-square dan uji multivariat menggunakan regresi logistik. Sebagian besar remaja putri di Desa Sirnagalih, Kabupaten Bogor memiliki perilaku pencegahan anemia yang baik (52,8%). Didapatkan hasil, bahwa variabel yang berhubungan dengan perilaku pencegahan anemia adalah pengetahuan (p-value 0,005), sikap (p-value 0,021), dan pendapatan keluarga (0,021). Hasil analisis multivariat didapatkan variabel independen paling berpengaruh adalah pendapatan keluarga dengan nilai POR 12,068 (95% CI 2,447-59,523; p= 0,002). Disarankan untuk puskesmas setempat mengadakan penyuluhan kepada remaja putri terkait anemia, dan Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai salah satu pencegahan anemia
Intervensi Suplemen Ibu Hamil dalam Mencegah Stunting : A Systematic Review
Supplements for pregnant women are one of the treatment strategies that have important benefits in fulfilling the nutrition of pregnant women with poor nutrition in increasing fetal growth. One strategy for handling stunting cases at an early age is with additional interventions that can have an impact on reducing stunting cases. The purpose ofthis study was to systematically review the intervention of pregnant women with supplements and their benefits in preventing stunting. This systematic review was conducted using the 2009 PRISMA checklist. This study used databases namely PubMed, Cochrane Library, Springer Link, Base. The inclusion criteria for this study were English articles with a randomized controlled trial design (RCT) published in the last 10 years. This study found that seven studies met the inclusion criteria. Supplement interventions for pregnant women are divided into three types of supplements, namely lipid-based nutritional supplements (LNS-SQ), zinc supplements, and protein-energy food supplements that can be used as stunting prevention interventions. The LNS-SQ intervention can increase fetal growth but it is necessary to consider the intervention procedure and dose, content of supplements, and side effects of the intervention. The supplement intervention uses a holistic community approach strategy that has a positive impact on stunting prevention.Suplemen bagi ibu hamil merupakan salah satu strategi pengobatan yang memiliki manfaat penting dalam pemenuhan gizi ibu hamil dengan gizi buruk dalam meningkatkan pertumbuhan janin. Salah satu strategi penanganan kasus stunting pada usia dini adalah dengan intervensi tambahan yang dapat berdampak pada penurunan kasus stunting. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji secara sistematis intervensi suplemen ibu hamil dan manfaatnya dalam mencegah stunting. Tinjauan sistematis ini dilakukan dengan menggunakan daftar periksa PRISMA 2009. Penelitian ini menggunakan database yaitu PubMed, Cochrane Library, Springer Link, Base. Kriteria inklusi untuk penelitian ini adalah artikel bahasa Inggris dengan rancangan percobaan terkontrol acak (RCT) yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. Penelitian ini menemukan bahwa tujuh penelitian memenuhi kriteria inklusi. Intervensi suplemen untuk ibu hamil dibagi menjadi tiga jenis suplemen, yaitu suplemen gizi berbasis lipid (LNS-SQ), suplemen seng, dan suplemen makanan berenergi protein yang dapat digunakan sebagai intervensi pencegahan stunting. Intervensi LNS-SQ dapat meningkatkan pertumbuhan janin tetapi perlu mempertimbangkan prosedur dan dosis intervensi, kandungan suplemen, dan efek samping intervensi. Intervensi suplemen menggunakan strategi pendekatan komunitas holistik yang berdampak positif pada pencegahan stunting