Jurnal Kesehatan Komunitas
Not a member yet
548 research outputs found
Sort by
Determinan Perilaku Kunjungan Ulang Ibu Balita ke Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Margorejo Kabupaten Pati
Lack of health monitoring in Posyandu is one of the causes of developmental disorders in children under five in the community. The growth and development of children at the age of toddlers as a determinant of their health in the future needs to be carried out repeatedly in order to ensure that children remain healthy and those who experience health problems can be immediately addressed, it is the responsibility of parents, especially mothers. The purpose of this study was to determine the behavioral determinants of mothers' repeat visits to the Posyandu in the Margorejo Community Health Center area. This was a quantitative study with a cross-sectional approach. Sampling used a systematic sampling of 110 respondents by filling out a questionnaire. The research variabels are intention, social support, availability of health information, personal freedom, and situation of action. Data analysis using chi-square test and logistic regression. The results showed that there was a relationship between intention, social support, personal freedom, the situation of action, and an unrelated variabel, namely the availability of health information. The conclusion of this study is that the behavior of repeat visits to the Posyandu is determined by the mother in making decisions so that she can monitor her child's growth and development at the Posyandu which has been determined every month based on this study, the variabels that influence are personal freedom and situations that allow them to act.Salah satu penyebab gangguan tumbuh kembang pada anak balita yaitu tidak memperhatikan kesehatan seperti posyandu yang telah tersedia di lingkungan sekitar masyarakat. Tumbuh kembang anak di usia balita sebagai penentu kesehatannya dimasa mendatang yang akan dilakukan secara berulang agar dapat memastikan anak mengalami gangguan kesehatan dapat segera diatasi. Kunjungan ulang posyandu merupakan kegiatan orangtua khususnya ibu dalam menjaga dan memperhatikan kembang anak dengan datang ke posyandu setiap bulannya untuk melakukan penimbangan, tinggi badan, dan kegiatan kesehatan lainnya yang diadakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor perilaku yang mempengaruhi kunjungan ulang ibu balita ke posyandu di wilayah Puskesmas Margorejo. Penelitian cross sectional dengan metode kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan sistematik sampling sebanyak 110 responden. Peserta yang menjadi responden peneliti mengisi kuesioner tentang kegiatan posyandu yang dilakukan. Variabel penelitian adalah niat, dukungan sosial, ketersediaan informasi kesehatan, kebebasan pribadi, situasi bertindak. Analisis data menggunakan uji chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara niat, dukungan sosial, kebebasan pribadi, situasi yang memungkinkan bertindak serta variabel yang tidak berhubungan yaitu ketersediaan informasi terhadap perilaku ulang posyandu
Pengaruh Jumlah Anak, Pengetahuan dan Sikap dengan Pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang pada AkseptorKB di Kota Pekanbaru
Family planning (KB) is an effort to control the number and distance between births. MKJP (Long-term Contraception Method) is a contraceptive that can last between three years to a lifetime, such as IUDs, implants, and sterilization for men/women. The research objective was to determine the factors associated with the choice of long-term contraceptive methods for family planning acceptors in Pekanbaru City, such as age, the number of children, knowledge, attitudes, support from husbands, and support from health workers. This study used a quantitative research method with a cross-sectional analytic research design and this research was augmented by doing simple qualitative research in which researchers did a deep interview. This research was done from July to August of 2020. This study used univariate, bivariate, and multivariate analysis. There were 60 respondents of this study from all KB acceptors in Pekanbaru. The results showed that the p-value <0.05 was among other variables the number of children (p = 0.002) with POR = 11.047, the knowledge variable (p = 0.036) with POR = 4.586 strengthened by qualitative research: "The benefits of using all types of family planning may be the same, ma'am, to distance pregnancies, but some are sterile, so they can no longer have children, the disadvantages, I don't understand, the attitude variable (p = 0.045) with POR = 5.614 Have you ever wanted to try but was afraid of pain during installation because I heard information that it hurt during installation and someone said it didn't fit, and variables not related to the selection of MKJP, namely support for health workers, support from husbands and number of children. It is expected that all health centers in Pekanbaru will continue to persuade health promotions with various available media, to increase long-term contraceptive users and reduce birth and mortality rates.Keluarga berencana adalah usaha untuk mengontrol jumlah dan jarak antara kelahiran anak. MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) adalah kontrasepsi yang dapat bertahan antara tiga tahun sampai seumur hidup, seperti Intra Uterine Device (IUD), implant dan sterilisasi pada pria/wanita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang pada akseptor Keluarga Berencana (KB) di Kota Pekanbaru seperti umur, jumlah anak, pengetahuan, sikap, dukungan suami dan dukungan tenaga kesehatan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Mixed method Sequential Explanatory. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2020. Penelitian menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Responden dalam penelitian ini berjumlah 60 responden dari seluruh akseptor KB di Kota Pekanbaru. Hasil penelitian didapatkan p-value < 0,05 adalah antara lain variabel jumlah anak (p=0,002) dengan POR= 11,047, variabel pengetahuan (p=0,036) dengan POR = 4,586 diperkuat dengan penelitian kualiatatif : “Keuntungan pakai KB semua jenis mungkin sama ya bu, untuk menjarakkan kehamilan, tapi ada juga yang steril gitu tidak bisa lagi punya anak dibuatnya kerugiannya saya ndak terlalu paham”, variabel sikap (p=0,045) dengan POR = 5,614 diperkuat dengan penelitian kualiatatif : “Pernah ingin mencoba tapi takut sakit saat pemasangannya karena saya dengar info bahwa sakit saat pemasangan dan ada yang bilang tidak cocok” dan variabel yang tidak berhubungan dengan pemilihan MKJP yaitu dukungan tenaga kesehatan, dukungan suami dan jumlah anak. Diharapkan untuk seluruh puskesmas yang ada di Kota Pekanbaru tetap melakukan promosi kesehatan dengan berbagai media yang ada, dengan tujuan meningkatnya pengguna kontrasepsi jangka panjang dan mengurangi angka kelahiran dan angka kematian
Studi Prevalensi dan Faktor yang Berhubungan dengan Diabetes Melitus di Provinsi Jambi: Analisis Data Riskesdas 2018
The prevalence of diabetes melitus in Jambi Province has increased from 1.2% in 2013 to 1.4% in 2018. This study aims to determine the factors associated with the incidence of diabetes melitus in Jambi Province. This cross-sectional study used 2018 Basic Health Research (Riskesdas) data. Data regarding gender, age, smoking status, physical activity, nutritional status, and hypertension from 14,296 respondents were analyzed. The relationship between independent variables and the incidence of diabetes melitus was analyzed bivariately using the Chi-square test (X2) followed by multivariate analysis using the Multiple Logistics Regression Test. The results showed that the prevalence of diabetes melitus in Jambi Province was 1.5%. Factors associated with diabetes melitus were age (AOR = 4.058; 95% CI = 2.409-6.837) and hypertension (AOR = 1.841; 95% CI = 1.192-2.841). This study found that age was the dominant factor in the incidence of diabetes melitus in Jambi Province. The prevalence of diabetes melitus can be reduced by conducting regular health checks (blood sugar, blood pressure, and cholesterol), stopping smoking, diligent physical activity, a healthy and balanced diet, and adequate rest, especially in the age group ≥45 years.Prevalensi diabetes melitus di Provinsi Jambi mengalami peningkatan dari 1,2% pada 2013 menjadi 1,4% pada 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus di Provinsi Jambi. Studi potong lintang ini menggunakan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Data menyangkut jenis kelamin, usia, status merokok, aktivitas fisik, status gizi, dan hipertensi dari 14.296 responden dianalisis. Hubungan antara variabel bebas dan kejadian diabetes melitus dianalisis secara bivariat menggunakan Uji Chi-square (X2) diikuti oleh analisis multivariat menggunakan Uji Regresi Logistik Berganda. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi diabetes melitus di Provinsi Jambi sebesar 1,5%. Faktor yang berhubungan dengan diabetes melitus adalah usia (AOR=4,058; 95% CI= 2,409-6,837) dan hipertensi (AOR= 1,841; 95% CI= 1,192-2,841). Studi ini menemukan usia merupakan faktor dominan kejadian diabetes melitus di Provinsi Jambi. Prevalensi diabetes melitus bisa diturunkan dengan melakukan pengecekan kesehatan secara berkala (gula darah, tekanan darah, dan kolesterol), berhenti merokok, rajin beraktivitas fisik, diet yang sehat dan seimbang, serta istirahat yang cukup utamanya pada kelompok usia ≥45 tahun.  
Ketika Sisa Letusan Gunung Api Menjadi Komoditi Wisata: Analisis Risiko Obyek Wisata Lava Tour Merapi Yogyakarta
The rest of the eruption of Mount Merapi in Yogyakarta, was modified by the local community into a natural museum and managed to commemorate the terrible natural disaster that had occurred as a tourism commodity. The purpose of this study is to determine the security conditions and how the risk control has been carried out by Lava Tour tourist destinations. This research is a case study in a lava tour destination located at Mount Merapi which is still active in Yogyakarta D.I Province. Data were collected by observation using Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) sheets and the As Low As Reasonably Practicable (ALARP) concept, and also in-depth interviews. There were six informants who were selected purposively. The results of the identification of hazards in the Lava Tour area include rocky and sandy roads, close to cliffs, the Rest of My Treasure Museum which is in an unsafe condition. cliff fence, lack of warning signs. The safety risk assessment at Lava Tour tourist sites is two extreme risk, five high risk, and two moderate risk. Controls that have been carried out include briefings, signs, Standard Operation Procedures for driving, and personal protective equipment, First Aid training in Accidents and Emergency First Aid. The risk is still tolerable because tourism activities are opened based on the active status of Mount Merapi. Recommendations for control efforts are made by making handrails on stairs and providing boundaries for entry and exit for tourists, repairing cliff fences, diverting roads for tourist jeeps, increasing routine human resource training, public toilets and providing polyclinics.Sisa bencana letusan Gunung Merapi di Yogyakarta, dimodifikasi oleh masyarakat setempat menjadi museum alam dan dikelola untuk mengenang bencana alam dahsyat yang pernah terjadi sebagai komoditas wisata. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi keamanan dan bagaimana pengendalian risiko yang telah dilakukan oleh pengelola destinasi wisata Lava Tour Merapi Yogyakarta. Penelitian ini merupakan studi kasus di destinasi wisata yang berada di Gunung Merapi aktif di D.I Yogyakarta. Data dikumpulkan dengan observasi menggunakan lembar Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) dan konsep As Low As Reasonably Practicable (ALARP) serta wawancara mendalam. Informan sebanyak 6 orang, dipilih secara purposive. Hasil identifikasi bahaya di kawasan Wisata Lava Tour meliputi jalan berbatu dan berpasir, dekat dengan tebing, spot wisata Museum Sisa Hartaku dalam kondisi tidak aman karena pagar tebing dan minimnya rambu peringatan. Penilaian risiko keselamatan di lokasi wisata Lava Tour sebanyak dua risiko ekstrem, lima risiko tinggi, dan dua risiko sedang. Pengendalian yang sudah dilakukan meliputi briefing, rambu, Standard Operation Procedure mengemudi, dan alat pelindung diri, pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan dan Pertolongan Pertama Gawat Darurat. Risiko masih ditolerir karena kegiatan wisata dibuka berdasarkan status keaktifan Gunung Merapi. Rekomendasi upaya pengendalian adalah pengelola perlu membuat pegangan tangan pada tangga dan pemberian batas jalur masuk-keluar wisatawan, perbaikan pagar tebing, pengalihan jalan bagi jeep wisata, peningkatan pelatihan sumber daya manusia secara rutin, toilet umum dan disediakannya poliklinik
Efektifitas Pemanfaatan Komik Kesehatan dalam Upaya Mengenal Tanda, Gejala dan Pencegahan Keputihan Patologis
Vaginal discharge is the most common health problem faced by adolescents and requires special attention. The limited availability of direct and effective health education media, such as comics, is one of the factors behind the low awareness of adolescents in caring for their reproductive organs. Comic media is widely accepted as a teaching tool among students, but the availability of comics that focus on health issues is still very limited. This study aims to determine the effectiveness of the use of health comics in an effort to recognize the signs, symptoms and prevention of pathological vaginal discharge. This study was conducted at SMAN 1 Musirawas in August 2021. The study design was Quasi Experimental, used one group with pretest-posttest. The sample was 66 respondents who were selected by purposive sampling technique. Data were collected in two stages, before and after the educational intervention using two instruments, namely the characteristics of the respondents and knowledge about pathological vaginal discharge. The reliability test of the questionnaire used the split half technique with a 71% variable level. The data were analyzed using the Wilxocon test. The results of the analysis showed that there was an increase in knowledge in an effort to recognize the signs, symptoms and prevention of pathological vaginal discharge after being given an intervention with Health Comics on the posttest results with an increase of 24,28% and an increase in the average score of 7,2 points. It was concluded that educational intervention with Health Comics was effective in increasing students' knowledge in an effort to recognize the signs, symptoms and prevention of pathological vaginal discharge in students of SMAN I Musirawas.Keputihan adalah salah satu masalah kesehatan yang paling umum dihadapi remaja putri. Timbulnya keputihan memerlukan perilaku-perilaku khusus dalam penanganannya. Keterbatasana media pembelajaran yang mengandung konten kesehatan menjadi salah satu faktor rendahnya kesadaran remaja putri dalam merawat organ reproduksinya. Komik adalah salah satu media efektif untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Meskipun kebermanfaatan komik sebagai media pembelajaran banyak diminati oleh siswa, namun ketersediaan komik yang mengusung tema kesehatan masih sangat terbatas, termasuk masalah keputihan patologis. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas pemanfaatan komik kesehatan dalam upaya mengenal tanda, gejala dan pencegahan keputihan patologis. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Musirawas pada bulan Agustus 2021. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experimental dengan design One Group with Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 66 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dalam dua tahap, sebelum dan setelah intervensi pendidikan dengan menggunakan dua instrumen yaitu karakteristik responden dan pengetahuan seputar keputihan patologis. Uji reabilitas kuesioner menggunakan teknik split half dengan tingkat riabel 71%. Data dianalisis dengan menggunakan Uji Wilxocon. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dalam upaya mengenal tanda, gejala dan pencegahan keputihan patologis setelah diberikan intervensi dengan Komik Kesehatan pada hasil posttest dengan kenaikan sebesar 14,4% dan peningkatan skor rata-rata 7,2 point. sehingga disimpulkan bahwa intervensi pendidikan dengan Komik Kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan siswa dalam upaya mengenal tanda, gejala dan pencegahan keputihan patologis pada siswa SMAN I Musirawas (p<0,000). 
Analisis Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Infeksi Berbasis Kesehatan Lingkungan Dalam Era Pandemi Covid-19 di Puskesmas Kabupaten X Tahun 2021
Efforts to prevent and limit the transmission of infection in health centers during the Covid-19 pandemic are important because of the many activities of health centers conducting swab tests, vaccination activities and other service activities that cause the transmission of infection. This study aimed to find out the picture of control and prevention of infectious diseases based on environmental health in the health center of district X. This study was a mixed method study with the determination of qualitative research informan and purposive sampling and the sample of study was 75 respondents.The results showed that there was a lack of knowledge level of the health workers. Input: there were policies such as SOPs, HR PPI teams consisting of doctors, nurses, and sanitation workers, infrastructure facilities are available and funds come from BLUD. Process: the implementation of hand hygiene, PPE, waste management, environmental control has been implemented, and some are not in accordance with regulations such as sorting waste that is still mixed, transporting waste that is late and also waste storage that has not used coldstorage, Output: the management of medical waste puskesmas has been implemented and has not been in accordance with applicable regulations. The conclusion of medical waste management has not been in accordance with Decree No. 27/2017 and Permen LHK No. 56/2015. Suggestions to coordinates and cooperates with cross-sector related sectors in addressing medical waste problems and improving environmental health-based infection disease control and prevention efforts.Upaya penanganan pencegahan dan pembatasan penularan infeksi di Puskesmas saat pandemi Covid-19 penting dilakukan karena banyaknya kegiatan puskesmas melakukan Tes Swab, kegiatan vaksinasi dan kegiatan pelayanan lainnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengendalian dan pencegahan penyakit infeksi berbasis Kesehatan lingkungan di puskesmas wilayah kerja dinas kesehatan Kabupaten X. Penelitian ini merupakan penelitian metode campuran dengan penentuan informan penelitian kualitatif secara purposive sampling dan sampel sebanyak 75 responden Hasil penelitian didapatkan, tingkat pengetahuan petugas kesehatan masih kurang dilihat dari input: kebijakan sudah ada berupa SOP, SDM Tim PPI terdiri dari dokter, perawat, dan petugas sanitasi, sarana prasarana sudah tersedia dan dana berasal dari BLUD, dilihat dari proses : pelaksanaan kebersihan tangan, APD, pengelolaan limbah, pengendalian lingkungan sudah terlaksana, dan ada yang belum sesuai dengan peraturan seperti pemilahan limbah yang masih bercampur, pengangkutan limbah yang terlambat dan juga penyimpanan limbah yang belum menggunakan coldstorage, dan dilihat dari output : pengelolaan limbah medis puskesmas sudah terlaksana dan belum sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kesimpulan pengelolaan limbah medis belum sesuai Permenkes no 27/2017 dan Permen LHK No 56/2015. Diharapkan kedepannya dapat melakukan koordinasi dan kerjasama dengan lintas sektor terkait dalam mengatasi permasalahan limbah medis dan meningkatkan upaya pengendalian dan pencegahan penyakit infeksi berbasis kesehatan lingkungan
Pengaruh Pemberian Edukasi Melalui Whatsapp Dan Zoom Terhadap Pengetahuan Dan Praktik Pengendalian Hipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Rejosari Tahun 2021
Based on the results of interviews with hypertensive patients at the Rejosari Health Center, Pekanbaru City, it was found that the patient's knowledge about hypertension and patient behavior in hypertension control practices was still low. So it is necessary to do education via whatsapp and zoom during this covid 19 period. This study was to determine the effect of providing education through WhatsApp and Zoom on knowledge and practice of controlling hypertension in patients. This type of research is analytic with quantitative methods with a Quasy Experiment design in the form of a Pretest-Postest With Control Group design. The research sample amounted to 32 people in the control group and 32 people in the experimental group. The population in this study was 418. The sampling technique used consecutive sampling, to obtain data in the study, it was done by filling out a google form. The data analysis used was Univariate, Bivariate, and Multivariate. Research results in There is an effect of providing education to the whatsapp group and zoom group on the knowledge and practice of controlling hypertension patients. However, WhatsApp education is more dominant in influencing knowledge and practice of controlling hypertension in hypertensive patients at the Rejosari Health Center Pekanbaru City in 2021 after being controlled by the variables of gender, occupation, education, and age.Berdasarkan hasil wawancara kepada pasien hipertensi di Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru bahwa pengetahuan pasien tentang hipertensi dan perilaku pasien dalam praktik pengendalian hipertensi masih rendah. Maka perlu dilakukannya edukasi melalui whatshapp dan zoom pada masa covid 19 ini. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi melalui whatshapp dan zoom terhadap pengetahuan dan praktik pengendalian pada pasien hipertensi. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan metode kuantitatif dengan desain Quasy Experimen bentuk rancangan Pretest-Postest With Control Group. Sampel penelitian berjumlah 32 orang kelompok kontrol dan 32 orang kelompok eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah 418. Teknik Sampling menggunakan consecutive sampling, untuk memperoleh data pada penelitian dilakukan dengan pengisian google form. Analisis data yang digunakan adalah Univariat, Bivariat dan Multivariat. Hasil penelitian terdapat pengaruh pemberian edukasi pada kelompok whatsapp dan kelompok zoom terhadap pengetahuan dan praktik pengendalian pasien hipertensi. Tetapi, edukasi whatsapp lebih dominan mempengaruhi pengetahuan dan praktik pengendalian hipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru Tahun 2021 setelah dikontrol oleh variabel jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, dan umur
Hubungan Tingkat Spiritual dengan Kejadian Quarter Life Crisis pada Mahasiswa Tingkat Akhir
Introduction: Quarter-life crisis is a phenomenon that occurs in their 20s. Spirituality is referred to as one of the factors associated with the quarter-life crisis. The purpose of the study was to determine the relationship between individual spiritual levels and the incidence of quarter-life crises in final-year students. Methods: The research design used was a descriptive correlation with a cross-sectional. This research was conducted at a university in Riau on 224 final-year students from ten faculties using a proportional random sampling technique. The measuring instrument used is the Spiritual Well-Being Questionnaire (SWBQ) and Quarter life crisis with validity values (of 0.466-0.757) and (0.496-0.858). Simple descriptive tests and chi-square were used in data analysis. Research Results: The spiritual level of students is at a low level of 31 students (13.8%), a medium level of 148 students (66.1%), and a high level of 45 students (20.1%). The spiritual dimension of the personal part is the lowest part among other dimensions students 86.2 %). Statistical test results obtained a p-value (0.000) < (0.05), which means that there is a significant relationship between spiritual level and the incidence of quarter-life crisis in final-year students. Conclusion: Spirituality is important for students in an effort to prevent a quarter-life crisis. An effort is needed to improve the spirituality of final-year students, especially on the personal side to prevent the occurrence of a quarter-life crisis.Pendahuluan: Quarter life crisis merupakan fenomena yang terjadi pada usia 20-an tahun. Spiritual disebut sebagai salah satu faktor yang berhubungan dengan quarter life crisis. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat spiritual individu dengan kejadian quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir. Metode: Desain penelitian yang digunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di salah satu perguruan tinggi di Riau terhadap 224 mahasiswa tingkat akhir dari sepuluh fakultas dengan menggunakan teknik proporsional random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuisioner Spiritual Well-Being Questionnaire (SWBQ) dan Quarter life crisis dengan nilai validitas (0,466-0,757) dan (0,496-0,858). Uji deskriptif sederhana dan uji chi-square digunakan dalam analisa data. Hasil Penelitian: Tingkat spiritual mahasiswa berada pada tingkat rendah sebanyak 31 mahasiswa (13,8%), tingkat sedang sebanyak 148 mahasiswa (66,1%), dan tingkat tinggi sebanyak 45 mahasiswa (20,1%). Dimensi spiritual bagian personal merupakan bagian yang paling rendah diantara dimensi lainnya. Mahasiswa yang mengalami quarter life crisis sebanyak 193 (86,2%). Hasil uji statistik didapatkan p value (0,000) < α (0,05), yang berarti adanya hubungan signifikan antara tingkat spiritual dengan kejadian quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir. Kesimpulan: Spiritual adalah hal penting bagi mahasiswa dalam upaya mencegah quarter life crisis. Diperlukan suatu upaya dalam meningkatkan spiritual mahasiswa tingkat akhir terutama pada bagian personal untuk mencegah terjadinya quarter life crisis
Memprediksi Perilaku Penggunaan Kontrasepsi Menggunakan Theory Health Belief Model
Although the achievement of the Modern Contraceptive Prevelance Rate in Indonesia is high, unmet need is still a target that has not been in accordance with the target that has been set. This still shows the low use of contraceptives by women of childbearing age. The purpose of this study was to determine the factors associated with the use of contraception. A cross sectional study was conducted from January to February 2022 in Sewon District, Bantul Regency. Data were collected using a questionnaire on 116 women of childbearing age who have children and have WhatsApp media. The sample size was calculated using the Raosoft Sample Size Calculator software with a 95% confidence level from 165 women of childbearing age. By using path analysis, it can be seen that perceived threat perception has a direct effect on contraceptive use behavior (b=1.26, 95% CI= 0.48 to 2.05, p=0.001). Perception of seriousness had an indirect effect on contraceptive use through perceived threat perception (b=2.14, 95% CI=1.12 to 3.15, p<0.001). Perceived severity had an indirect effect on contraceptive use through perceived threat perception (b=1.98, 95% CI=.93 to 3.04, p<0.001). Initiatives are needed to improve contraceptive use behavior. Furthermore, these findings can be considered in the formulation of health care policies to overcome problems that hinder the use of contraception by women of childbearing age.Latar Belakang: Meskipun capaian Modern Contraceptive Prevelance Rate di Indonesia termasuk tinggi, akan tetapi unmet need masih menjadi sasaran yang belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Hal ini masih menunjukkan rendahnya penggunaan alat kontrasepsi oleh wanita usia subur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi. Metode: Penelitian cross sectional dilakukan dari Januari hingga Februari 2022 di Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner pada 116 wanita usia subur yang telah memiliki anak dan mempunyai media WhatsApp. Besar sampel dihitung dengan Software Raosoft Sample Size Calculator dengan derajat kepercayaan 95% dari 165 wanita usia subur. Hasil: Dengan menggunakan analisis jalur, dapat diketahui bahwa persepsi ancaman yang dirasakan berpengaruh secara langsung terhadap perilaku penggunaan kontrasepsi (b=1,26, CI 95%= 0,48 hingga 2,05, p=0,001). Persepsi keseriusan berpengaruh tidak langsung terhadap penggunaan kontrasepsi melalui persepsi ancaman yang dirasakan (b=2,14, CI 95%=1,12 hingga 3,15, p<0,001). Persepsi keparahan berpengaruh tidak langsung terhadap penggunaan kontrasepsi melalui persepsi ancaman yang dirasakan (b=1,98, 95% CI=,93 hingga 3,04, p<0,001). Simpulan: Diperlukan inisiatif untuk meningkatkan perilaku penggunaan kontrasepsi. Selanjutnya hasil temuan ini dapat dipertimbangkan dalam perumusan kebijakan pelayanan kesehatan untuk mengatasi masalah yang menjadi hambatan penggunaan kontrasepsi oleh wanita usia subur.
Faktor Risiko Kejadian Dismenore Primer Pada Siswi di SMK PGRI 1 Jakarta Timur
Primary dysmenorrhea is an incident experienced by adolescent girls, usually during the first menstruation (menarche), without any specific disease cause. The cause of primary dysmenorrhea is due to the increased production of prostaglandins from the endometrium during menstruation. This study aimed to determine the factors associated with the incidence of primary dysmenorrhea in female students at the Vocational High School (SMK) of the Indonesian Teachers Association (PGRI) 1 East Jakarta. The research design used was cross-sectional, with a stratified random sampling proportional sampling technique. The population in this study were students of SMK PGRI 1 Jakarta, with a total sample of 201 students. Data analysis using chi-square test. The results showed that there were 115 female students (57.2%) experiencing primary dysmenorrhea. Bivariate analysis showed that there was a significant relationship between age of menarche (p-value = 0.002), family history (p-value = 0.001), and fast-food habits (p-value = 0.000) with the incidence of primary dysmenorrhea. Meanwhile, there was no significant relationship between the length of menstruation (p-value = 0.226) and physical activity (p-value = 0.478) with the incidence of primary dysmenorrhea. It is recommended that the students of SMK PGRI 1 East Jakarta reduce the habit of eating fast food considering the study results that found a significant relationship between fast eating habits and the incidence of primary dysmenorrhea.Dismenore primer adalah kejadian yang dialami oleh remaja perempuan, biasanya pada saat haid pertama (menarche), tanpa ada penyebab penyakit tertentu. Penyebab terjadinya dismenore primer adalah karena adanya peningkatan produksi prostaglandin dari endometrium selama menstruasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko kejadian dismenore primer pada siswi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) 1 Jakarta Timur. Desain penelitian yang digunakan adalah potong lintang (cross-sectional), dengan teknik pengambilan sampel proporsional stratified random sampling. Populasi pada penelitian ini adalah siswi SMK PGRI 1 Jakarta dengan jumlah sampel sebanyak 201 siswi. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat terdapat 115 siswi (57,2%) mengalami dismenore primer. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara umur menache (nilai p=0,002), riwayat keluarga (nilai p=0,001) dan kebiasaan makan cepat saji (nilai p=0,000) dengan kejadian dismenore primer. Sementara tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lama menstruasi (nilai p=0,226) dan aktivitas fisik (nilai p=0,478) dengan kejadian dismenore primer. Disarankan agar siswi SMK PGRI 1 Jakarta Timur mengurangi kebiasaan makan cepat saji mengingat hasil penelitian yang didapatkan adanya hubungan yang bermakna antara kebiasaan makan cepat saji dengan kejadian dismenore primer.