Jurnal Kesehatan Komunitas
Not a member yet
    548 research outputs found

    Determinan Kejadian Stroke Iskemik Pasien Rawat Inap di RSUD Petala Bumi Provinsi Riau Tahun 2019

    Get PDF
    An ischemic stroke is an event of blockage of blood flow to the brain which stops due to atherosclerosis or a blood clot that blocks a blood vessel. In ischemic stroke, blockage occurs along the arteries leading to the brain. The research objective was to determine the risk factors for the incidence of ischemic stroke inpatients ward at Petala Bumi Hospital, Riau Province in 2019. This type of research was quantitative observational analytic with a case-control design. Location This research was conducted at Petala Bumi Hospital, Riau Province by reviewing medical record data in July-August 2020. The sample of this study consisted of 70 cases and 70 controls. The sampling technique used is Quota Sampling. Data analysis methods include univariate and bivariate analysis, using the chi-square test. The results of the bivariate analysis showed that the variables associated with the incidence of ischemic stroke were blood pressure p-value = 0.002 (OR = 3.052 CI 95% 1,532-6,082), blood sugar p-value = 0.017 (OR = 2.411 CI 95% 1,218-4,772), total cholesterol p-value = 0.007 (OR = 2,700 95% CI 1,363-5,350) and obesity p-value = 0.017 (OR = 2.427 95% CI 1,223-4,816). It is advisable for officers/doctors to provide information about a healthy lifestyle such as regulating diet and adequate physical activity regularly.Stroke iskemik merupakan kejadian tersumbatnya aliran darah ke otak yang terhenti karena aterosklerosis atau bekuan darah yang menyumbat suatu pembuluh darah. Pada stroke iskemik, penyumbatan terjadi di sepanjang jalur pembuluh darah arteri yang menuju ke arah otak. Di RSUD Petala Bumi kasus stroke khususnya iskemik dari tahun 2018 hingga 2019 terjadi peningkatan kasus hingga 2 kali lipat. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor risiko dari kejadian stroke iskemik pasien rawat inap di RSUD Petala Bumi Provinsi Riau Tahun 2019. Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif analitik observasional dengan disan case control. Lokasi Penelitian ini dilakukan di RSUD Petala Bumi Provinsi Riau dengan menelaah data rekam medis pada bulan Juli-Agustus 2020. Sampel penelitian ini terdiri dari 70 kasus dan 70 kontrol. Teknik sampling yang digunakan adalah quota sampling. Metode analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat, menggunakan uji chi-square. Hasil analisis bivariat menunjukan variabel yang berhubungan dengan kejadian stroke iskemik yaitu untuk tekanan darah p-value=0,002 (OR=3,052 CI 95% 1,532-6,082), gula darah p-value=0,017 (OR=2,411 CI 95% 1,218-4,772), kolestrol total p-value=0,007 (OR=2,700 CI 95% 1,363-5,350) dan obesitas p-value=0,017 (OR=2,427 CI 95% 1,223-4,816). Disarankan untuk petugas/dokter memberikan informasi mengenai gaya hidup sehat seperti mengatur pola makan dan aktivitas fisik secara teratur

    Analisis Jenis, Jumlah, Mutu Sarapan Terhadap Konsentrasi Belajar Siswa Smp Negeri 29 Palembang

    Get PDF
    Breakfast is food eaten in the morning, the body needs the energy to carry out activities, breakfast has a positive impact on supporting the activity process from morning to evening. Breakfast is also able to increase enthusiasm, avoid fatigue, increase concentration in learning. This study aims to examine the relationship between breakfast habits and breakfast quality with student concentration at SMP Negeri 29 Palembang. This study uses a cross-sectional approach using a chi-square analysis test. Sample collection was done by a simple random sampling technique. The sample in this study amounted to 97 people with grades 7, 8, 9. The analysis of this study consisted of univariate and bivariate analysis. The results of this study indicate that there is a relationship between breakfast habits (0.002%) and breakfast quality (0.025%) with student concentration at SMP Negeri 29 Palembang. Based on the results of the study, it was shown that the infrequent breakfast habit with poor study concentration showed a proportion of 53 respondents (59.5%), while the poor quality of breakfast with poor study concentration showed a proportion of 32 respondents (91.4%).Sarapan atau makan pagi yaitu makanan yang dimakan pada pagi hari, tubuh membutuhkan tenaga untuk melaksanakan kegiatan, sarapan mempunyai dampak yang positif untuk menunjang proses aktivitas kegiatan dari pagi hingga sore hari. Sarapan juga mampu meningkatkan semangat, menghindari kelelahan, meningkatkan konsentrasi belajar. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan dan mutu sarapan dengan konsentrasi belajar siswa di SMP Negeri 29 Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah sebanyak 97 orang dengan tingkatan kelas 7, 8, 9. Analisis penelitian ini terdiri dari analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan yang didapatkan nilai p-value sebesar 0,002% dan mutu sarapan yang didapatkan nilai p-value sebesar 0,025% dengan konsentrasi belajar siswa SMP Negeri 29 Palembang. Sebagian besar siswa jarang memiliki kebiasaan sarapan dan juga konsentrasi belajar yang kurang. Hal ini dapat berdampak pada hasil belajar yang tidak maksimal dalam proses belajar. Pentingnya sarapan siswa diharapkan untuk lebih rajin melakukan sarapan agar dapat meningkatkan konsentrasi belajar. Berbagai menu sarapan yang sehat dapat dilengkapi dengan buah-buahan, dalam penelitian ini siswa masih kurang dalam mengkonsumsi buah

    Pengaruh Pemberian Yogurt Kersen (Muntingia calabura L.) Terhadap Penderita Asam Urat di Kota Palopo

    Get PDF
    Treatment of hyperuricemia is a chronic and lifelong treatment, one of the steps taken in dealing with disease and hyperuricemia is using medicinal plants, one of which is cherry fruit. Therefore, it is made in the form of a health drink in the form of cherry yogurt. The purpose of this study was to determine the effect of giving cherry yogurt on reducing uric acid levels in hyperuricemic patients. The research design used in the study was a quasi-experimental design with a pre-post test group design. This research was conducted by examining blood glucose levels after administration of Cherry yogurt (Muntingia calabura L) Treatment. Starting with the pre-test and after giving the treatment (Treatment) a re-measurement (post test) was carried out in patients suffering from gout. The sampling technique is purposive sampling with a total sample of 18 people. The results of the analysis showed that there were differences in uric acid and blood sugar levels in the group receiving the cherry yogurt treatment, which was an average of 7.7 mg/dl after being given cherry yogurt therapy to an average of 6.9 mg/dl with an average difference of 6.9 mg/dl. an average of 0.8 mg/dl. While the control group that was not given treatment (Treatment) was an average of 7.87 mg/dl after treatment to an average of 7.79 mg/dl with an average difference of 0.07 mg/dl. The suggestion from the research conducted is that it is necessary to make a finished product of health drink from yohurt kersen so that patients can get the product easily.Pengobatan hiperurisemia merupakan pengobatan yang bersifat menahun dan seumur hidup, salah satu langkah yang dilakukan dalam menangani penyakit dan hiperurisemia adalah menggunakan tanaman obat, salah satunya buah kersen. Oleh karena itu dibuat dalam bentuk minuman kesehatan berupa yogurt kersen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian yogurt kersen terhadap penuruanan kadar asam urat pada penderita hiperurisemia. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah quasy experimental dengan rancangan pre-post test group design. Penelitian ini dilakukan dengan mengadakan pemeriksaan kadar glukosa darah setelah pemberian Treatment yogurt kersen (Muntingia calabura L). Diawali dengan Pre-test dan setelah pemberian perlakuan (Treatment) dilakukan pengukuran kembali (post test) pada pasien yang menderita asam urat. Teknik pengambilan sampel yaitu Purposive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 18 orang. Hasil analisa menunjukkan terdapat perbedaan kadar asam urat dan gula darah pada kelompok yang menerima perlakukan (Treatment) yogurt kersen yaitu rata-rata 7,7 mg/dl setelah diberikan terapi yogurt  kersen menjadi rata-rata 6,9 mg/dl dengan selisih rata-rata 0,8 mg/dl. Sedangkan kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakukan (Treatment) yaitu rata-rata 7,87 mg/dl setelah perlakuan menjadi rata-rata 7,79 mg/dl dengan selisih rata-rata 0,07 mg/dl. Adapun saran dari penelitian yang dilakukan yaitu perlu dibuat produk jadi minuman kesehatan dari yohurt kersen sehingga pasien dapat memperoleh produk tersebut dengan mudah

    Dukungan Keluarga Dengan Manajemen Diri Diabetes Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Tinjauan Sistematik

    Get PDF
    Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease in the form of metabolic disorders characterized by blood sugar levels increase more than the normal threshold and is the top 10 cause of death globally. Ongoing DM care requires effective self-management education and support for patients and family members. The objective is to review family support interventions as a basic concept to improve people's self-management of diabetes. Using the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis) method from three databases, PubMed, Google Scholar, and Scopus were reviewed for relevant articles. Results found that overall, family support had a positive impact on a healthy diet, increased perceived support, higher self-efficacy, improved psychological well-being, and better glycemic control. This systematic review found evidence that DSME with family support improves self-management behaviors and health outcomes among uncontrolled glycemic T2D patients. It is concluded demonstrating a DSME model that includes family involvement could be a useful direction for improving diabetes care.Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit kronis berupa gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah di atas kisaran normal dan merupakan 10 penyebab kematian teratas di dunia. Perawatan DM yang berkelanjutan membutuhkan pendidikan manajemen diri yang efektif dan dukungan untuk pasien dan anggota keluarga. Penelitian ini bertujuan ntuk meninjau intervensi dukungan keluarga sebagai konsep dasar untuk meningkatkan manajemen diri penderita DM. Menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis) dari tiga database, PubMed, Google Scholar, dan Scopus ditinjau untuk artikel yang relevan. Secara keseluruhan, dukungan keluarga memiliki efek positif pada makan sehat, peningkatan dukungan kognitif, efikasi diri yang lebih tinggi, peningkatan kesejahteraan psikologis, dan kontrol gula darah yang lebih baik. Tinjauan sistematis ini menemukan bukti bahwa DSME yang didukung keluarga meningkatkan perilaku manajemen diri dan hasil kesehatan pada pasien dengan diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol. Disimpulkan bahwa model DSME termasuk keterlibatan keluarga dapat menjadi arahan yang berguna untuk meningkatkan perawatan diabetes

    Hubungan Efikasi diri Masyarakat terhadap Vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Siak Hulu I Kabupaten Kampar Tahun 2021 : Community Self-Efficacy Relationship to COVID-19 Vaccination at Puskesmas Siak Hulu I Kampar Regency in 2021

    Get PDF
    The high massive transmission of COVID-19 occurs great numerous of mortality and morbidity. It is caused by low coverage of COVID-19 vaccinations that are continuously pursued by the Indonesian government. This can be identified by health promotion based on community self-efficacy as effective prevention of COVID-19 has not been fully implemented. Public understanding and perception of the prevention of COVID-19 are highly expected. Public confidence or known self-efficacy is needed in supporting COVID-19 vaccination.  This study aims to find out the relationship of community self-efficacy to COVID-19 vaccination at the Siak Hulu I Health Center in Kampar Regency in 2021. This was an analytic quantitative study with a cross-sectional approach to 209 participants which was taken by simple random sampling technique in Puskesmas Siak Hulu I. Based on the chi-square test result, it was found a relationship between self-efficacy and COVID-19 vaccination. The results showed that a person has a high self-efficacy greater than 5 times more vaccination than someone who has low self-efficacy. It is recommended to increase self-efficacy through good and easy-to-understand health communication about COVID-19 vaccination in the community.Berkembangnya kasus COVID-19 sangat meresahkan karena tingginya angka kesakitan dan kematian. Tantangan kesehatan ini muncul akibat masih rendahnya cakupan vaksinasi COVID-19 yang terus digencarkan oleh pemerintah. Adanya promosi kesehatan berbasis efikasi diri masyarakat sebagai pencegahan efektif COVID-19 belum dapat dilaksanakan sepenuhnya. Pemahaman dan persepsi masyarakat dalam pencegahan COVID-19 sangat diharapkan. Keyakinan masyarakat atau dikenal efikasi diri sangat dibutuhkan dalam mendukung vaksinasi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri masyarakat terhadap vaksinasi COVID-19. Penelitian analitik Kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah 209 sampel dengan cara simple random sampling di Puskesmas Siak Hulu I. Waktu penelitian 9 Oktober 2021. Jenis uji statistik yang digunakan padalah tes X2 (chi square). Tes ini digunakan karena pada variabel dependen (outcome) maupun variabel independen merupakan variabel kategorik. Hasil Penelitian ditemukan hubungan antara efikasi diri dengan vaksinasi COVID-19. Seseorang memiliki efikasi diri yang tinggi lebih besar 5 kali melakukan vaksinasi dibandingkan seseorang yang memiliki efikasi diri rendah. Disarankan agar meningkatkan efikasi diri melalui komunikasi kesehatan yang baik dan mudah dipahami tentang vaksinasi COVID-19 di masyarakat

    Gambaran Persepsi Citra Tubuh, Pengetahuan Gizi Seimbang, dan Perilaku Makan Remaja Putri di SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru

    Get PDF
    An adolescent girl is a group that is vulnerable to nutritional problems. Nutritional problems can be caused by negative body image perception, bad knowledge of balanced nutrition, and bad eating habits. This study aims to describe body image perception, knowledge of balanced nutrition, and eating habits among adolescent girls in Muhammadiyah 1 Pekanbaru High School. This study used the descriptive research method. The Population of this study is 210 adolescent girls aged 15-18 years old. Samples were taken from as many as 70 adolescent girls using simple random sampling. All data were collected using the BSQ-16 questionnaire, knowledge of balanced nutrition questionnaire, and Adolescent Food Habit Checklist (AFHC) questionnaire. All the data were analyzed univariately. The results showed that 55,9% of adolescent girls had a positive body image perception and 47,1% had negative body image perception, 88,6% had good knowledge of balanced nutrition and 11,4% had sufficient knowledge of balanced nutrition, and 45,7% had a good eating habit and 54,3% had a bad eating habit. It is recommended to make counseling and health promotion to prevent bad eating habits and negative body image perception at school. Adolescent girls can improve their knowledge and eating habits in accordance with balanced nutrition guidelines and increase the perception of positive body image by focusing on their strengths and exploring their interests and talents.Remaja putri merupakan kelompok yang rentan terhadap masalah gizi. Masalah gizi pada remaja putri dapat disebabkan oleh persepsi citra tubuh yang negatif, pengetahuan gizi yang kurang, dan perilaku makan yang buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan persepsi citra tubuh, pengetahuan gizi seimbang, dan perilaku makan remaja putri di SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah remaja putri yang berusia 15-18 tahun sebanyak 210 orang. Sampel diambil sebanyak 70 remaja putri dengan menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner BSQ-16, kuesioner pengetahuan gizi seimbang, dan kuesioner Adolescent Food Habit Checklist (AFHC). Analisa data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 52,9% remaja putri memiliki persepsi citra tubuh positif dan 47,1% memiliki persepsi citra tubuh negatif, sebanyak 88,6% memiliki pengetahuan gizi seimbang baik dan 11,4% memiliki pengetahuan gizi seimbang baik cukup, serta 45,7% memiliki perilaku makan baik dan 54,3% memiliki perilaku makan tidak baik. Disarankankan untuk melakukan bimbingan konseling dan promosi kesehatan untuk mencegah perilaku makan tidak baik dan persepsi citra tubu negatif di sekolah. Remaja putri dapat meningkatkan pengetahuan dan perilaku makan sesuai dengan pedoman gizi seimbang dan meningkatkan persepsi citra tubuh positif dengan memfokuskan pada kelebihan diri dan eksplorasi minat dan bakat

    Hubungan Tingkat Spiritualitas dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik selama Masa Pandemi Covid-19

    Get PDF
    Patients with chronic kidney disease who undergo hemodialysis are very susceptible to COVID-19 infection. The level of spirituality has a very important role in alleviating suffering and also has an influence on health outcomes in order to maintain the quality of life of patients with CKD. This study aims to identify the relationship between Spirituality and Quality of Life of patients with CKD during the COVID-19 pandemic. This research method uses descriptive analytic with cross sectional approach. The sample of this study were 154 patients with Chronic Kidney Failure who were at the Islamic Hospital Jakarta Pondok Kopi. The measurement instrument uses a Spirituality Level scale that adapts the daily spiritual experience scale (DSES) and a quality of life scale that adapts kidney disease and quality of life (KDQOL-36TM). Data collection using google form is carried out for ± 1 month, data processing using SPSS version 25. Results Statistical test using binary logistic regression analysis found a significant relationship between spirituality level and quality of life (B: 1.513. p = 0.001, OR: 4.539, 95% CI: 1.880; 10.963). The conclusion is that the quality of life of patients with CKD during the COVID-19 pandemic can be maintained by increasing the patient's spirituality level after being controlled by social support, Hb value, length of illness and comorbidities. This study recommends the need for nurses to increase the level of spirituality in patients with chronic kidney failure in order to improve their quality of life.Pasien dengan penyakit gagal ginjal kronik yang menjalani haemodialisis sangat rentan terhadap Infeksi COVID-19. Tingkat spiritualitas mempunyai peranan yang sangat penting dalam meredakan insiden dan juga memiliki pengaruh pada hasil kesehatan demi mempertahankan kualitas hidup penderita GGK tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya hubungan spiritualitas dengan kualitas hidup pasien GGK selama masa pandemi COVID-19. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 154 pasien dengan GGK yang berada di RS Islam Jakarta Pondok Kopi. Instrumen pengukuran menggunakan skala tingkat spiritualitas yang mengadaptasi daily spiritual experience scale (DSES) dan skala kualitas hidup yang mengadaptasi kidney disease and quality of life (KDQOL-36TM). Pengumpulan data mengunakan google form dilaksanakan ± 1bulan. Hasil Analisis Statistik menggunakan analisis uji  regresi logistic ganda ditemukan hubungan yang bermakna antara tingkat spiritualitas dengan kualitas hidup (B: 1,513. p= 0,001, OR: 4,539, 95% CI: 1,880;10,963). Kesimpulan didapatkan kualitas hidup pasien dengan GGK selama masa pandemic COVID-19 dapat dipertahankan dengan meningkatkan tingkat spiritualitas penderita setelah dikontrol oleh dukungan sosial, nilai Hb, lama menderita penyakit dan komorbiditas. Penelitian ini merekomendasikan perlunya perawat meningkatkan tingkat spiritualitas pasien dengan gagal ginjal kronik agar dapat meningkatkan kualitas hidupnya

    Pemberian Makan Pada Balita dan Konsumsi Zat Mikro Saat Ibu Nifas dengan Status Gizi Balita

    Get PDF
    Stunting is at risk of inhibiting toddler brain development. One of the stunting factors is the consumption of micronutrients when the mother is giving birth and the consumption of food when she is a toddler. The aim of the study was to determine the relationship between infant feeding and micronutrient consumption during parturition with the nutritional status of children under five. Cross sectional design purposive sampling technique, chi square analysis. Respondents were 168 mothers of toddlers and toddlers aged 7 months to 36 months in the working area of ​​Pulang Pisau Health Center, Edison Jaar Health Center, and Tamiang Layang Health Center. The results of the study, the highest percentage of maternal education was SMA (67.3%). Nutritional status of children under five nutritional status is not stunting (85.7%). Toddlers do not get IMD immediately after birth (89.9%), exclusive breastfeeding (58.9%), toddlers drink vitamin A (87.5%), mothers drink vitamin A (72.6%), mothers do not drink Fe tablets (61.9%). Toddlers did not take deworming medicine (76.8%). There is a relationship between toddlers taking vitamin A tablets with the nutritional status of toddlers where the P value (0.008) with the contingency coefficient (C) 0.202.Stunting beresiko terhambat perkembangan otak balita.  Faktor stunting salah satunya,konsumsi zat mikro saat ibu hamil dan saat usia balita. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2024 menargetkan stunting (14%). SDKI tahun 2017, Provinsi Kalteng di atas nasional untuk BBLR pada usia ibu 20-34 tahun (9,4%), (6%) anak berumur di bawah 6 bulan mendapatkan ASI eksklusif. Anak tidak mendapatkan ASI pada umur 2-3 bulan yaitu (25%), mendapat MPASI (75%), vitamin A dan obat cacing dalam 6 bulan terakhir yaitu berturut-turut (59%) dan (37 %). Wanita menerima vitamin A masa nifas (65%), (16 %) wanita tidak mengonsumsi tablet/sirup tambah darah selama kehamilannya, (48%) wanita mengonsumsi tablet/sirup Fe minimal 90 tablet. Penelitian meneliti hubungan pemberian IMD, pemberian ASI, saat ibu hamil (Vit.A dan zat besi) pemberian obat cacing pada balita, pendidikan ibu dengan resiko stunting yang dilihat dari status gizi balita (Z score TB/U).. Desain cross sectional tehnik sampling purposive sampling, Analisa chi square. Responden 168 ibu balita dan balita usia 7 bulan sampai 36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pulang Pisau,Puskesmas Edison Jaar, dan Puskesmas Tamiang Layang. Hasil penelitian, pendidikan ibu persentase tertinggi SMA (67,3%). Status gizi balita status gizi tidak stunting (85,7%). Balita tidak mendapatkan IMD saat segera setelah lahir (89,9%), Pemberian ASI Ekslusif  (58,9%), balita minum vit A (87,5 %), ibu minum Vit A (72,6%), Ibu tidak minum tablet Fe (61,9 %). Balita tidak minum obat cacing (76,8%). Ada hubungan  balita minum tablet vitamin A dengan status gizi balita dimana nilai P (0.008) dengan nilai koefisien kontingensi (C) 0,202

    Aplikasi e-Posyandu Kesehatan (ePoK) Berbasis Android sebagai Alternatif Posyandu di Era New Normal

    Get PDF
    COVID-19 has been declared a world pandemic, causing child health services in several places to not run optimally, including monitoring activities at posyandu. For this reason, researchers are interested in designing an application that can be used as an alternative to monitoring the growth and development of toddlers for mothers who cannot attend the posyandu, either due to the COVID-19 pandemic or other reasons. This study aims to determine the satisfaction of using the Android-based e-Posyandu Health Application (ePoK) as an alternative to posyandu in the new normal era. This study used a quasi-experimental study on 152 mothers of children under five who were taken by proportional stratified random sampling. Mother was given the application and used it for 1 month. The data obtained were analyzed by univariate and bivariate using chi square test. Based on the results of the study, most of the respondents were aged 20-40 years (98%), the majority had high education (59.9%), most were housewives (65.8%), the number of children in general was more than one (77.6 %), and the average age is less than 2 years (84.2%). The category of respondents' satisfaction with the ePoK application is mostly in the very satisfied category, which is 88.2%. There is a relationship between the characteristics of the mother's work, parity and the age of the youngest child on the satisfaction of using the ePoK application with pvalue<0.05. Respondents were very satisfied with this ePoK application. Based on these results, it is hoped that mothers of toddlers can take advantage of the ePoK application to monitor the growth and development of their toddlersCOVID-19 telah ditetapkan sebagai pandemi dunia, sehingga menyebabkan pelayanan kesehatan anak tidak dapat berjalan secara optimal, termasuk kegiatan pemantauan di posyandu. Untuk itu, peneliti tertarik untuk merancang sebuah aplikasi yang dapat dijadikan sebagai alternatif pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita bagi ibu yang tidak bisa hadir di posyandu, baik akibat pandemi COVID-19 maupun alasan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan penggunaan Aplikasi e-Posyandu Kesehatan (ePoK) berbasis android sebagai alternatif posyandu di era new normal. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen pada 152 ibu balita yang diambil secara proportional stratified random sampling. Ibu diberikan aplikasi dan menggunakannya selama 1 bulan. Data yang diperoleh dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi kuadrat. Berdasarkan hasil peneltian sebagian besar responden berusia 20-40 tahun (98%), pendidikan mayoritas tinggi (59,9%), sebagian besar merupakan ibu rumah tangga (65,8%), jumlah anak pada umumnya lebih dari satu (77,6%), dan rata-rata masih berusia kurang dari 2 tahun (84,2%). Kategori kepuasan responden terhadap aplikasi ePoK sebagian besar berada pada kategori sangat puas, yaitu 88,2%. Terdapat hubungan antara karakteristik pekerjaan ibu, paritas dan usia anak terkecil terhadap kepuasan penggunaan aplikasi ePoK dengan nilai p<0,05. Responden merasa sangat puas terhadap aplikasi ePoK ini. Berdasarkan hasil tersebut, diharapkan ibu balita dapat memanfaatkan aplikasi ePoK untuk memantau pertumbuhan perkembangan balitanya

    Edukasi Kader Dasawisma (Enggan Vaksinasi) Terkait Pengetahuan Vaksinasi Covid-19 di Jakarta Timur

    Get PDF
    Vaccination is an important part of the Covid-19 response strategy which aims to slow and stop the rate of transmission. Dasawisma cadres as the government's pillar in the success of the Covid-19 vaccination program, but there are still many dasawisma cadres in East Jakarta who are not ready to be vaccinated. Therefore, health education is carried out online for dasawisma cadres, by presenting knowledge-related materials on vaccines and distributing e-posters containing information related to vaccines. The study was aimed to provide new knowledge and views regarding Covid-19 vaccination, so that cadres and the public no need to hesitate about getting vaccinated. The study followed a pre-experimental design in which a pretest and posttest was given to the sample, and using quota sampling (up to 500 cadres) for sampling method. A Wilcoxon Signed Rank Test is used to calculate the degree of significance of increasing cadres’ knowledge about vaccination, it was known that asymp sig = 0.000, from 39 cadres with good knowledge (before health education) to 427 cadres with good knowledge after health education,  which means that there is a significant difference in the level of knowledge of the audience before and after the intervention. Dasawisma cadres are the right target for the stated objectives, namely to provide new knowledge and views regarding vaccination. Thus, this health education can be considered successful in increasing the knowledge of dasawisma cadres regarding Covid-19 vaccination.Vaksinasi merupakan bagian penting dari strategi penanggulangan Covid-19 yang bertujuan untuk memperlambat dan menghentikan laju transmisi/penularan. Salah satu strategi pemerintah untuk menggencarkan vaksinasi di masyarakat adalah melalui kader dasawisma. Namun demikian, meskipun kader dasawisma merupakan andalan pemerintah dalam menyukseskan program vaksinasi Covid-19, berdasarkan data Suku Dinas PPAPP Jakarta Timur masih banyak kader dasawisma Jakarta Timur yang belum bersedia divaksin. Oleh karena itulah dilakukan edukasi kesehatan yang dilakukan secara daring kepada kader dasawisma. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental, diadakan pre-test dan post-test, dan menggunakan quota sampling. Berdasarkan output test statistik, diketahui asymp sig = 0,000, yang artinya ada perbedaan nyata pada tingkat pengetahuan kader dasawisma sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Dengan demikian, edukasi kesehatan ini dapat dianggap berhasil meningkatkan pengetahuan kader dasawisma mengenai vaksinasi Covid-19. Kader dasawisma juga diharapkan dapat menyebarluaskan poster yang berisi informasi kesehatan kepada anggota dan masyarakat sekitar. Kader dasawisma merupakan sasaran yang tepat untuk sesuai dengan tujuan yang ditetapkan, yaitu untuk memberikan pengetahuan dan pandangan baru terkait vaksinasi

    444

    full texts

    548

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Komunitas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇