Jurnal Kesehatan Komunitas
Not a member yet
548 research outputs found
Sort by
Perilaku Ibu Ketika Hamil dalam Upaya Pencegahan Anak Lahir Stunting di Kabupaten Kampar
The prevalence of child stunting in Indonesia is still high. In 2021 at the national level stunting was at 24.4%. Stunting is caused by nutritional problems that are chronic or long-lasting. The theory of planned behavior is used as a basis for knowing the behavior of preventing stunting in children during pregnancy in mothers, while the concept of family-centered nursing is used as a basis for identifying the role of family support and environmental support in its influence on maternal behavior in preventing stunting in children. This study aims to determine the behavior of preventing stunting children when pregnant women at Puskesmas Lipat Kain, Kampar Regency. Analytical research type with cross-sectional design. The sample was 72 pregnant women at Puskesmas Lipat Kain. Independent variables consist of knowledge, attitudes, cultural values, family support, and environmental support, while the dependent variable is stunting prevention behavior. Questionnaire research instruments that have been tested for validity and reliability, are collected by observation. Univariate and bivariate data analysis. The p-value that is most associated with stunting prevention behavior in children when pregnant women are family support and environmental support is 0.000 (<0.05). In addition, knowledge (0.009), attitudes (0.018), and cultural values (0.017) also showed a relationship with the behavior of preventing child stunting during pregnancy.Prevalensi stunting anak di Indonesia masih tinggi. Tahun 2021 di tingkat nasional stunting berada pada angka 24.4%. Stunting diakibatkan oleh masalah gizi yang sifatnya kronis atau berlangsung lama. Theory of planned behavior digunakan sebagai dasar untuk mengetahui perilaku pencegahan stunting pada anak selama masa kehamilan pada Ibu, sedangkan konsep family centered nursing digunakan sebagai dasar untuk mengidentifikasi peranan dukungan keluarga dan dukungan lingkungan dalam pengaruhnya terhadap perilaku ibu dalam pengaruhnya terhadap perilaku ibu dalam melakukan pencegahan kejadian stunting pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pencegahan anak stunting pada saat Ibu hamil di Puskesmas Lipat Kain Kabupaten Kampar. Jenis penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel yaitu Ibu hamil sebanyak 72 Ibu di Puskesmas Lipat Kain. Variabel independent terdiri dari pengetahuan, sikap, nilai budaya, dukungan keluarga, dukungan lingkungan, sedangkan variabel dependen perilaku pencegahan stunting. Instrument penelitian kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reabilitas, dikumpulkan dengan cara observasi. Analisa data univariat dan bivariat. Diperoleh p value yang paling berhubungan dengan perilaku pencegahan stunting pada anak saat Ibu hamil adalah dukungan keluarga dan dukungan lingkungan yaitu 0,000 (<0.05). Selain itu pengetahuan (0,009), sikap (0,018), dan nilai budaya (0,017) juga menunjukkan adanya hubungan dengan perilaku ibu ketika hamil dalam upaya pencegahan anak lahir stunting
Pengaruh Keberadaan Jentik dan Perilaku 3M Plus terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue
An infectious disease that is still a public health problem today is dengue hemorrhagic fever. Prevention efforts that can be done are by breaking the chain of transmission by eradicating mosquito nests. The purpose of this study is to analyze the influence of the presence of larvae and the behavior of 3M plus on the incidence of dengue hemorrhagic fever. The study used a cross-sectional design. The research was carried out in the working area of Puskesmas Puter, in July - August 2022. The population in this study was 7,110 heads of households. The number of samples was 67 heads of families, taken using stratified random sampling techniques. The statistical test used is the chi-square test. The results showed that the variables that affect the incidence of dengue hemorrhagic fever are the presence of larvae (p = 0.006 and POR = 4.8), closing water reservoirs (p = 0.009 and POR = 4.8), draining water reservoirs (p = 0.041 and POR = 3.5), and larvicides (p = 0.027 and POR = 4.4). This research can conclude that the incidence of DHF can be influenced by several factors, namely the presence of mosquito larvae, and the behavior of closing, draining, and sprinkling larvicide powder. It is recommended that health workers further optimize the role of levels in monitoring mosquito nest eradication behavior carried out by the community.Penyakit menular yang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat saat ini adalah demam berdarah dengue. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan memutus rantai penularan dengan cara melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh keberadaan jentik dan perilaku 3M plus terhadap kejadian demam berdarah dengue.Penelitian menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Puter, pada bulan Juli - Agustus 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah Kepala Keluarga yaitu sebanyak 7.110. Jumlah sampel sebanyak 67 kepala keluarga, diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel yang berpengaruh terhadap kejadian demam berdarah dengue adalah keberadaan jentik (p=0,006 dan POR=4,8), menutup tempat penampungan air (p=0,009 dan POR=4,8), menguras tempat penampungan air (p=0,041 dan POR=3,5), dan larvasida (p=0,027 dan POR=4,4). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Kejadian DBD dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu keberadaan jentik nyamuk, perilaku menutup, menguras dan menaburkan bubuk larvasida. Disarankan agar tenaga kesehatan lebih mengoptimalkan peran kadar dalam memantau perilaku pemberantasan sarang nyamuk yang dilakukan oleh masyarakat
Ketidaklengkapan Imunisasi Dasar pada Bayi Selama Pandemi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskemas Bandar Petalangan Kabupaten Pelalawan
Achievement of complete basic immunization at Puskesmas bandar Petalangan was only 77.7%. There are various causes for the low achievement of Complete Basic Immunization such as remote and difficult to reach immunization service locations, irregular service schedules and incompatible with community activities, unavailability of immunization cards (MCH handbook), low public awareness and knowledge of benefits. The research objective was to know the timeliness of the implementation of basic immunization in infants during the Covid-19 pandemic in the work area of the Bandar Petalangan Community Health Center, Pelalawan Regency in 2020. The research method used a cross sectional design with a population of mothers who had babies aged 3-12 months, totaling 257 people with a sample. totaled 161 people. The sampling technique used accidental sampling. Data analysis was performed using univariate, bivariate and multivariate multiple logistic regression. The results showed that there were 54 mothers (33.5%) who were not on time in basic immunization, variables related to the timeliness of basic immunizations were maternal education (POR = 2.9), affordability of immunization sites (POR = 3.6) and family support (POR = 3.3). It is recommended that BLUD Puskesmas bandar Petalangan be able to increase and equalize posyandu service facilities, increase information and education communication (KIE) efforts to mothers and families about the importance of basic immunization in infants and increase the role of volunteer health.Capaian Imunisasi Dasar lengkap di Puskesmas bandar Petalangan hanya 77,7%. Terdapat berbagai penyebab rendahnya pencapaian Imunisasi Dasar Lengkap seperti tempat pelayanan imunisasi yang jauh dan sulit terjangkau, jadwal pelayanan tidak teratur dan tidak sesuai dengan kegiatan masyarakat, tidak tersedianya kartu imunisasi (buku KIA), rendahnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang manfaat. Tujuan penelitian adalah Diketahuinya Ketidaklengkapan pelaksanaan Imunisasi dasar pada bayi selama pandemi covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Bandar Petalangan Kabupaten Pelalawan tahun 2020. Metode penelitian menggunakan desain cross sectional dengan populasi ibu yang memiliki bayi berusia ≥9 bulan yang berjumlah 188 orang dengan sampel berjumlah 161 orang. Teknik Pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat dengan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 54 orang ibu (33,5%) yang tidak tepat waktu dalam imunisasi dasar, variabel yang berhubungan dengan Ketidaklengkapan imunisasi dasar yaitu Pendidikan ibu (POR=2,9), keterjangkauan tempat imunisasi (POR=3,6) dan dukungan keluarga (POR=3,3). Disarankan kepada BLUD Puskesmas bandar Petalangan untuk dapat meningkatkan serta pemerataan fasilitas layanan posyandu, meningkatkan upaya komunikasi informasi dan edukasi (KIE) kepada ibu dan keluarga tentang pentingnya imunisasi dasar pada bayi serta meningkatkan peran kader Kesehatan
Pengaruh Progressive Muscle Relaxation (PMR) Terhadap Tingkat Kelelahan Lansia Penyintas Covid 19 di Kota Pekanbaru Penelitian Dosen PemulaTahun ke 1 dari 1
Introduction Fatigue is the most common symptom experienced by older adults COVID-19 survivors after fever and shortness of breath where the incidence is 30% of all older adults COVID-19 survivors. Treatment of older adults COVID-19 survivors requires an intervention that is able to accelerate the recovery of older adults from fatigue. The purpose of the study was to look at the effect of Progressive Muscle Relaxation nursing interventions on fatigue in older adults COVID-19 survivors. Methods. this study used a quasi-experimental research design with the type of pretest and posttest without a control group. By using a sample calculation of the population hypothesis test, the minimum sample size is 40 older adults. In this study, the sampling method used was multistage random sampling. The study was conducted in June-August 2022. Bivariate analysis using Paired T-Test. Results/findings The results of the study found that there was an effect of Progressive Muscle Relaxation Nursing Intervention on the fatigue level of the older adults COVID-19 survivors at Pekanbaru with a p-value of 0.001 (<0.05). This can be seen from the changes in the level of fatigue before and after the intervention. If the PMR therapy is associated with fatigue, that is, when doing this therapy, the production of endorphins, enkephalins, and serotonin releases the hormones, which will then lead to a feeling of calm and relaxation. In conclusion, this PMR Nursing Intervention can be used as an alternative form of nursing intervention to overcome fatigue problems in older adults and can be carried out by nurses in primary health care.Pendahuluan Kelelahan merupakan gejala terbanyak yang dialami oleh lansia penyintas covid 19 setelah demam dan sesak nafas dimana kejadiannya 30% dari seluruh lansia penyintas covid 19. Perawatan lansia penyintas covid 19 membutuhkan suatu intervensi yang mampu mempercepat pemulihan lansia dari kelelahan tersebut. Tujuan Penelitian Tujuan Penelitian ini adalalah melihat pengaruh intevensi keperawatan Progressive Muscle Relaxation terhadap kelelahan pada lansia penyintas covid 19. Metode, Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian quasy eksperimen dengan jenis pretest and post test without control group. Dengan menggunakan penghitungan sampel uji hipotesis populasi maka jumlah sampel minimal yaitu 40 orang lansia, Pada penelitian ini metode sampling yang digunakan adalah multistage random sampling, Penelitian dilakukan pada bulan Juni-Agustus 2022. Analisa bivariat menggunakan Paired T Test. Hasil/temuan Hasil penelitian di dapatkan terdapat pengaruh Intervensi Keperawatan Progressive Muscle Relaxation terhadap tingkat kelelahan lansia penyintas covid 19 di kota pekanbaru dengan nilai p value 0,001 (<0.05). Hal ini dilihat dari adanya perubahan tingkat kelelahan sebelum dan setelah intervensi. Jika dikaitkan antara terapi PMR ini dengan kelelahan yaitu pada saat melakukan terapi ini terjadi pelepasan produksi hormon endorfin, enkefalin, dan serotonin selanjutnya akan muncul perasaan tenang dan rileks. Simpulan, Intervensi Keperawatan PMR ini dapat dijadikan salah satu alternative bentuk intervensi keperawatan untuk mengatasi masalah kelelahan pada lansia dan dapat dilakukan oleh perawat komunitas di Puskesmas.
Kata Kunci : Kelelahan; Lansia; Penyintas Covid 19; Progressive Muscle Relaxation
Gambaran Perilaku Masyarakat Terhadap Penanganan Luka Bakar Di Rumah
Handling burns quickly and appropriately will not cause adverse effects on the body. First aid is the initial treatment for the acute phase, which aims to improve the healing process, prevent injury severity, reduce pain, and save lives. The purpose of this study was to determine the description of community behavior toward the treatment of burns. This study uses a quantitative approach with a descriptive design. This research was conducted in the working area of the Puskesmas in Ogan Komering Ulu Regency in December 2021 by distributing online questionnaires using a google form. Sampling using a simple random sampling technique as many as 113 people using the Slovin formula. The description of the behavior of the community in the working area of the Puskesmas in Ogan Komering Ulu Regency towards the treatment of burns at home shows that 113 respondents showed poor behavior (59.29%). The usual procedure for treating minor burns at home is using toothpaste (64%) and ice (25%). The conclusion is that there is a fact that first-aid burns show poor behavior. The results of the study require health education from primary health services who are responsible for explaining the problem and initiating health education.Penanganan luka bakar yang cepat dan tepat tidak akan menimbulkan efek yang merugikan bagi tubuh. Pertolongan pertama menjadi perawatan awal untuk penanganan fase akut yang bertujuan untuk meningkatkan proses penyembuhan, mencegah keparahan cedera, menurunkan nyeri, hingga dapat menyelamatkan kehidupan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang gambaran perilaku masyarakat terhadap penanganan luka bakar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas di Kabupaten Ogan Komering Ulu pada Desember 2021 dengan menyebarkan kuesioner secara daring menggunakan google form. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 113 orang dengan menggunakan rumus slovin. Gambaran perilaku masyarakat di wilayah kerja Puskesmas di Kabupaten Ogan Komering Ulu terhadap penanganan luka bakar dirumah menunjukkan hasil jika dari 113 responden menunjukkan perilaku yang kurang baik (59,29%). tindakan yang biasa dilakukan dalam penanganan luka bakar ringan dirumah yaitu menggunakan pasta gigi (64%) dan es batu (25%). Simpulan didapatkan adanya fakta bahwa pertolongan pertama luka bakar menunjukkan perilaku yang kurang baik. Hasil penelitian memerlukan edukasi kesehatan dari layanan kesehatan primer yang bertanggung jawab untuk menjelaskan masalah dan memulai penyuluhan Kesehatan
Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Pola Makan dan Aktivitas Fisik Pada Remaja Obese dan Overweight Berdasarkan Persen Lemak Tubuh
Background: Obese and overweight adolescents have a high risk of COVID-19 susceptibility and severity compared to normal nutritional status. Although a healthy dietary pattern and physical activity do not entirely prevent infection, they play a substantial role in the host's response to infectious agents. The purpose of this study is to analyze the changes in dietary patterns and physical activity during the COVID-19 pandemic in overweight and obese adolescents based on body fat percentages (BFP). Method: A cross-sectional study using purposive sampling was conducted on 159 adolescents from selected high schools in West Lampung, Indonesia. Data collection was assessed using a body composition scale and Food Frequency Questionnaire (FFQ). Data analysis was performed using SPSS. The Wilcoxon signed-rank test was used to analyze the differences between the two adolescent groups. Result: The overweight and obese adolescents group increased the consumption of unhealthy foods and beverages compared to the normal group (p<0.05). Both groups significantly increased the fruit rich in vitamin C consumption (p<0.05), but no significant difference in vegetable consumption (p>0.05). Both groups were found to have no significant difference in physical activity, both before and during the COVID-19 pandemic (p>0.05). Conclusion: Adolescents with normal body fat percentages (BFP) tend to have better dietary patterns, in contrast to overweight and obese adolescents with a high BFP who tend to have a decrease in the quality of their dietary patterns. Then, both groups were found to have a significant decrease in the frequency of physical activity during the COVID-19 pandemic.Latar belakang: Remaja dengan obesitas dan overweight lebih rentan mengalami keparahan COVID-19 dibandingkan remaja dengan status gizi normal. Meskipun pola makan dan aktivitas fisik tidak mencegah infeksi secara langsung, tetapi mereka memainkan peran penting terkait respon host terhadap agen infeksi. Penelitian ini menganalisis perubahan pola makan dan aktivitas fisik selama pandemi COVID-19 pada remaja dengan overweight ataupun obesitas berdasarkan persentase lemak tubuh (PLT). Metode: Menggunakan desain cross - sectional dan purposive sampling yang dilakukan pada 159 remaja dari SMA terpilih di Lampung Barat, Indonesia. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan alat body composition scale. Analisis data dilakukan menggunakan Wilcoxon signed-rank test untuk menganalisis perbedaan pada kedua kelompok. Hasil: Kelompok overweight dan obesitas mengalami peningkatan konsumsi jajanan snack dan minuman dibandingkan dengan kelompok normal (p<0,05). Kedua kelompok mengalami peningkatan asupan buah – buahan yang kaya vitamin C (p<0,05), tetapi tidak terdapat perbedaan pada asupan sayuran (p>0,05). Kedua kelompok tidak memiliki perbedaan aktivitas fisik baik sebelum maupun selama pandemi COVID-19 (p>0,05). Kesimpulan: Remaja dengan persentase lemak tubuh (PLT) yang normal cenderung memiliki pola makan yang lebih baik, dibandingkan dengan remaja overweight dan obesitas dengan PLT tinggi, yang cenderung memiliki penurunan pada kualitas pola makan. Kemudian, kedua kelompok mengalami penurunan frekuensi aktivitas fisik selama pandemi COVID-19
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Preeklampsi Pada Ibu Hamil Trimester III pada Praktik Mandiri Bidan X di Bangkalan
Preeclampsia is hypertension at 20 weeks of gestation or after delivery with blood pressure ≥ 140/90 mmHg accompanied by protein in the urine and edema. Preeclampsia can occur during pregnancy, childbirth, and puerperium. During pregnancy, preeclampsia occurs at the age of 20 weeks and above. The study aimed to analyze the factors associated with the occurrence of preeclampsia. The research method was analytic with a cross-sectional approach. The independent variables are age, education, occupation, anxiety, and adherence to antenatal care, the dependent variable is preeclampsia. The population is 42 children with a sample of 38 respondents. Simple random sampling technique, statistical test using Spearman Rank. The data analysis used was univariate with percentage, and bivariate with Spearman Rank. The statistical test results obtained P-value (0.010) < α (0.05) anxiety, P-value (0.001) < α (0.05) adherence to antenatal care, age P-value (0.000), occupation P-value (0.003) and P-value (0.04) with the incidence of preeclampsia. Efforts to reduce the incidence of preeclampsia are by encouraging pregnant women to carry out regular and active Ante Natal Care examinations to attend classes for pregnant women. Early detection of preeclampsia is still being carried out for all pregnant women to prevent preeclampsia.Preeklampsia adalah hipertensi pada usia kehamilan 20 mingguatau setelah persalinan dengan tekanan darah ≥ 140/90 mmHg disertai dengan protein dalam urine dan edema. Preeklamsia dapat terjadi pada masa kehamilan, persalinan dan nifas. Pada masa kehamilan preeklamsia terajdi pada usia 20 minggu keatas, tujuan penelitian menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklampsi, metode penelitian Analitik dengan pendekatan cross sectional. Variabel independen usia, pendidikan, pekerjaan, kecemasan dan kepatuhan antenatal care, variabel dependen preeklampsia. Populasi sebanyak 42 anak dengan sampel 38 responden.Teknik sampling Simple Rondom Sampling, uji statistik menggunakan Spearman Rank Data penelitian menggunakan data primer, alat pengumpulan data berupa kuisioner dan dilakukan uji validitas reliabilitas. Analis data yang digunakan univariat dengan persentase, bivarat dengan Spearman Rank., Hasil uji statistik diperoleh P-value (0,010) kecemasan, P-value (0,001) kepatuhan antenatal care, usia P-value (0.000), pendidikan P-value (0.030) dan Pekerjaan P-value (0.004) dengan kejadian preeklampsia. Upaya menurunkan kejadian preeklampsi dengan menganjurkan ibu hamil tetap melakukan pemeriksaan Ante Natal Care minimal 4 kali selama kehamilan dan aktif untuk mengikuti kelas ibu hamil. Deteksi Dini preeklampsi tetap dilakukan pada semua ibu hamil untuk mencegah terjadinya preeklampsi
Aplikasi Android “Taksiran Berat Janin” (Si-RAJA) Penolong Bidan dalam Memantau Pertumbuhan Janin
Estimated Fetal Weight is one way to monitor the growth of the fetus in the womb. Along with the development of technology, the use of Android can be used as a medium for health educational information. The purpose of this study was to analyze the effect of using the Fetal Weight Estimation Android Application (Si-RAJA) on the knowledge of midwives in monitoring fetal growth. This study used a quasi-experimental method with one group pre-test-post-test design for 30 midwives who were taken using a proportionate stratified random sampling technique. Data were collected from September to October 2021 at Puskesmas throughout Tanjungpinang City. Data analysis used dependent samples t-test. The results showed that the mean knowledge of the estimated fetal weight increased from 69 (Pre-Test) to 78 (Post-Test). There is a significant difference in knowledge before and after using the Si-RAJA android application with a p-value of 0.000. Midwives show satisfaction with the use of the Si-RAJA application and the Si-RAJA application can also increase the knowledge of midwives in monitoring fetal growth.Taksiran Berat Janin merupakan salah satu cara untuk memantau pertumbuhan janin di dalam rahim. Seiring perkembangan teknologi, penggunaan Android dapat dimanfaatkan sebagai media informasi edukatif kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan Aplikasi Android Taksiran Berat Janin (Si-RAJA) terhadap pengetahuan bidan dalam memantau pertumbuhan janin. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan one group pre test-post test design terhadap 30 orang bidan yang diambil menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan pada Bulan September sampai Oktober 2021 di Puskesmas se-Kota Tanjungpinang. Analisis data menggunakan dependent samples t test. Hasil penelitian menunjukkan rerata pengetahuan tentang Taksiran Berat Janin pada naik dari 69 (Pre-Test) menjadi 78 (Post-Test). Terdapat perbedaan yang signifikan pada pengetahuan antara sebelum dan sesudah penggunaan aplikasi android Si-RAJA dengan p value 0.000. Aplikasi Si-RAJA juga dapat meningkatkan pengetahuan bidan dalam memantau pertumbuhan janin
Evaluasi Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat Berbasis Standar Akreditasi di Instalasi Farmasi RSUD Sawerigading Kota Palopo
Pharmaceutical services and drug use (PKPO) is one of the most important parts of a service to patients. Pharmaceutical services aim to identify, prevent, and resolve problems related to medication. Accreditation is an assessment of the Hospital Accreditation Committee (KARS) as an effort to improve the quality of services in hospitals. The research was conducted to see the level of conformity of the seven existing PKPO standards in the 2018 SNARS. The research was analyzed qualitatively and quantitatively. Quantitative data was collected using a questionnaire, and qualitative data were collected by interviewing the head of the Installation to support the answers to the questionnaire. The research subjects consisted of pharmacists and TTK. The results of the study show that pharmaceutical services and drug use (PKPO) at the Pharmacy Installation of Sawerigading Hospital in Palopo City in 2022 as a whole have met the requirements for the National Hospital Accreditation Standard (SNARS). The results were PKPO 1 Organizing (100%), Head of the installation, said that the hospital had set rules regarding organizing pharmaceutical services and drug use. PKPO 2 Selection and Procurement (100%), UDD (Unit Dose Dispensing) services have been running for all patients in the inpatient depot. PKPO 3 Storage as much as (83%), narcotics and psychotropics are stored in an alphabetical system, FIFO and FEFO. PKPO 4 Prescribing and Copying (89%), there are individuals who are competent in their fields and focus on clinical pharmacy. PKPO 5 Preparation and delivery (81%), the process of preparation and delivery of drugs has been carried out in accordance with the hospital's SOP. PKPO 6 Drug Administration (87%), there are limits to individual authority in administering drugs. and PKPO 7 Monitoring (91%), the monitoring process in patients is active.elayanan kefarmasian dan penggunaan obat (PKPO) adalah salah satu bagian terpenting dalam suatu pelayanan kepada pasien. Pelayanan kefarmasian bertujuan untuk mengetahui, mencegah, dan menyelesaikan masalah terkait dengan pengobatan. Akreditasi merupakan penilaian Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan yang ada di rumah sakit. Penelitian dilakukan untuk melihat tingkat keseuaian tujuh standar PKPO yang ada pada SNARS tahun 2018. Penelitian dianalisis secara kulitatif dan kuantitatif. Data kuantitatif dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, dan data kualitatif dikumpulkan dengan wawancara kepada kepala Instalasi untuk mendukung jawaban kuesioner. . Subyek penelitian terdiri dari apoteker dan TTK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat (PKPO) di Instalasi Farmasi RSUD Sawerigading Kota Palopo Tahun 2022 secara keseluruhan sudah memenuhi syarat Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS). Adapun hasilnya yaitu, PKPO 1 Pengorganisasian (100%), Kepala instalasi, mengatakan bahwa rumah sakit sudah menetapkan aturan mengenai pengorganisasian pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat. PKPO 2 Seleksi dan Pengadaan sebanyak (100%), pelayanan UDD (Unit Dose Dispensing) telah berjalan pada seluruh pasien di depo rawat inap. PKPO 3 Penyimpanan sebanyak (83%), narkotika dan psikotropika disimpan dengan sistem alfabetis, FIFO dan FEFO. PKPO 4 Peresepan dan Penyalinan (89%), telah ada individu yang kompeten dalam bidangnya dan berfokus pada farmasi klinik. PKPO 5 Persiapan dan Penyerahan (81%), proses persiapan dan penyerahan obat telah dilakukan sesuai dengan SOP rumah sakit. PKPO 6 Pemberian Obat (87%), telah terdapat batasan wewenang individu dalam melakukan penyerahan obat. dan PKPO 7 Monotoring sebanyak (91%), proses monitoring pada pasien telah bersifat aktif
Determinan Stunting pada Balita di Masa Pandemi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Pirak Timu Kabupaten Aceh Utara
The Covid-19 pandemic in Indonesia has prevented several basic health services, especially Posyandu, from being carried out, which can hinder the achievement of the 2024 national target, which is to reduce the stunting rate to 14%. The aim of the study was to analyze the determinants of stunting in toddlers during the Covid-19 pandemic in the Pirak Timu Community Health Center, North Aceh District. This type of research is quantitative analytic. The sample of this study was stunted toddler mothers who lived in the working area of the Pirak Timu Health Center, North Aceh Regency, totaling 65 people. Data collection was carried out using the interview method using a questionnaire carried out from December 2021 to January 1st, 2022. Data analysis was univariate, bivariate, and multivariate using a multiple logistic regression test. Variables related to the incidence of stunting in toddlers are history of exclusive breastfeeding, diet, knowledge, and income. Meanwhile, the variable that is not related to the incidence of stunting is parity. The conclusion obtained is that there is a relationship between a history of exclusive breastfeeding, diet, knowledge, and income with the incidence of stunting in toddlers during the Covid-19 pandemic at the Pirak Timu Health Center, North Aceh DistrictPandemi Covid-19 di Indonesia menyebabkan tidak terlaksananya beberapa pelayanan kesehatan dasar khususnya Posyandu sehingga dapat menghambat tercapainya target nasional tahun 2024 yaitu menurunkan angka stunting menjadi 14%. Tujuan penelitian adalah menganalisis determinan kejadian stunting pada anak balita di era pandemi Covid-19 di daerah kerja Puskesmas Pirak Timu Kabupaten Aceh Utara. Jenis penelitian adalah kuantitatif analitik. Sampel penelitian ini adalah ibu balita stunting yang tinggal di area kerja Puskesmas Pirak Timu Kabupaten Aceh Utara sebanyak 65 orang. Data dikumpulkan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sampai Januari 2022. Data disajikan berdasarkan hasil analisis univariat yaitu distribusi frekuensi setiap variabel), analisis bivariat dengan menggunakan uji chi square, dan multivariat dengan menggunakan uji statistik regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan riwayat ASI Ekslusif, pola makan, pengetahuan, dan pendapatan berhubungan dengan stunting pada balita dan variabel yang paling berhubungan adalah pendapatan. Kesimpulan yang didapatkan adalah pendapatan, pengetahuan, pemberian ASI dan pola makan adalah faktor yang berhubungan dengan stunting pada balita di era Covid 19