Jurnal Kesehatan Komunitas
Not a member yet
    548 research outputs found

    Analysis of the Relationship of Pregnancy Complications with The Event of Low Birth Weight In Indonesia (An Analysis of Secondary Data of Indonesian Health Demographic Survey 2017)

    Get PDF
    Pregnancy complications are problems or health problems that often occur during pregnancy, and can impact not only the health of the mother but also the newborn. High risk during pregnancy occurs in pregnant women under the age of 19 and over 35 years and the length of marriage is over 5 years. Further analysis of this secondary data is descriptive of analytics conducted using a Cross-sectional design. Research sites throughout the Province in Indonesia, conducted from July 24 to September 30, 2019. The secondary data was re-processed by researchers with several different variables in 2019. The samples in this study were all SDKI 2017 samples that met the criteria of 16,343 samples. Then the data is analyzed with univariate analysis, bivariate with a chi-square test, and multivariate with a logistics regression test. The results of the univariate analysis found that the percentage of babies born with LBW was 7.53% and the proportion of respondents who had pregnancy complications was 87.96%. Then the bivariate analysis obtained that there is a relationship between pregnancy complications with the incidence of BBLR obtained a p-value of 0.025 or a value of 0.81. Later multivariate analysis showed that the most influential factors were birth distance with OR=1.12 and Antenatal Care services (ANC) with OR=1.22. Then the factors associated with causing LBW are complications, maternal age, and socioeconomic status with a p-value of <0.05. There is a link between pregnancy complications and LBW events with a p-value of 0.025. Pregnancy complications have a connection to the incidence of LBW, it is necessary for every pregnant woman to be able to increase knowledge of the danger signs of pregnancy.Komplikasi kehamilan adalah masalah atau masalah kesehatan yang sering terjadi selama kehamilan, dan dapat berdampak tidak hanya pada kesehatan ibu tetapi juga pada bayi baru lahir. Risiko tinggi selama kehamilan terjadi pada wanita hamil di bawah usia 19 dan di atas 35 tahun dan lamanya pernikahan lebih dari 5 tahun. Analisis lebih lanjut dari data sekunder ini adalah deskriptif analitik yang dilakukan dengan menggunakan desain Cross-sectional. Lokasi penelitian di seluruh Provinsi di Indonesia, dilakukan pada 24 Juli hingga 30 September 2019. Data sekunder tersebut diolah kembali oleh peneliti dengan beberapa variabel berbeda pada tahun 2019. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh sampel SDKI 2017 yang memenuhi kriteria 16.343 sampel. Kemudian data dianalisis dengan analisis univariat, bivariat dengan uji chi square, dan multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil analisis univariat menemukan bahwa persentase bayi yang lahir dengan LBW adalah 7,53% dan proporsi responden yang mengalami komplikasi kehamilan adalah 87,96%. Kemudian dalam analisis bivariat diperoleh bahwa terdapat hubungan komplikasi kehamilan dengan kejadian BBLR diperoleh nilai p 0,025 yang diperoleh atau nilai 0,81. Analisis multivariat kemudian menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh adalah jarak lahir dengan OR=1.12 dan antenatal Care services (ANC) dengan OR=1.22. Kemudian faktor-faktor yang terkait dengan penyebab LBW adalah komplikasi, usia ibu dan status sosial ekonomi dengan nilai p <0,05. Ada hubungan antara komplikasi kehamilan dan kejadian LBW dengan nilai p 0,025. Komplikasi kehamilan memiliki hubungan dengan kejadian LBW, perlu bagi setiap wanita hamil untuk dapat meningkatkan pengetahuan tentang tanda-tanda bahaya kehamilan

    Efektifitas Edukasi Kesehatan melalui whatsapp terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Penderita TB dalam Pencegahan Penularan TB Paru di UPTD Puskesmas Tapung II

    Get PDF
    Tuberculosis is the biggest health problem in the world, after HIV (Human Immunodeficiency Virus) so it must be treated seriously. The implementation of media health promotion is one of the important things, this is related to health promotion goals and materials. The purpose of the study was to determine the effectiveness of health education through WhatsApp on the knowledge and attitudes of TB patients in preventing pulmonary TB transmission at the UPTD of the Tapung II Health Center in 2021. The research location was in the UPTD of the Tapung II Health Center. Type The research method is a quantitative study using a quasi-experimental design with control or pre and post-test. The research sample consisted of 30 people, the sampling method was using purposive sampling, dividing the entire sample into 2 groups, namely group I (experimental) and group II (control). Data analysis was carried out using univariate, bivariate, and multivariate methods. It was found that there is a difference in knowledge before and after the intervention through the WhatsApp media with a p-value of 0.000 (p-value <0.05). There is a difference in attitude before and after the intervention through Whatsapp media with a p-value of 0.000 (p-value <0.05). The conclusion of this study is the effectiveness of health education via WhatsApp in increasing the knowledge and attitudes of TB sufferers in the prevention of pulmonary TB transmission. It is recommended to the person in charge of the TB program at the Puskesmas to always be active in TB consultations via WhatsApp, and for the local government, especially the Kampar District Health Office, to be able to design better health promotion strategies in reducing TB cases through TB prevention programs.Penyakit Tuberculosis merupakan masalah kesehatan terbesar di dunia, setelah HIV (Human Immunodeficiency Virus) sehingga harus ditangani dengan serius. Pelaksanaan promosi kesehatan media merupakan salah satu hal yang penting, hal ini berkaitan dengan sasaran dan materi promosi kesehatan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektifitas edukasi kesehatan melalui whatsapp terhadap pengetahuan dan sikap penderita TB dalam pencegahan penularan TB paru di UPTD Puskesmas Tapung II Tahun 2021. Lokasi penelitian adalah di UPTD Puskesmas Tapung II. Jenis penelitian adalah studi kuantitatif dengan menggunakan desain quasy experiment with control atau pre and post test. Sampel penelitian ada 30 orang, cara pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling, membagi seluruh sampel menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok I (intervensi) dan kelompok II (kontrol). Analisis data dilakukan dengan secara univariat, bivariat, dan multivariate. Ditemukan bahwa Karakteristik TB sebagian responden dengan jenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 16 responden (53,3%). Responden dengan umur produktif sebanyak 25 responden (89,3%). Sebagian besar berpendidikan SD dan SMP yaitu sebanyak 23 responden (76,7%). Responden yang tidak bekerja sebanyak 19 responden (63,3%) dan media whatsaap yang diberikan kepada responden sebanyak 15 responden (50%). Ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi melalui media Whastapp dengan pvalue 0,000 (pvalue < 0,05). Ada perbedaan sikap sebelum dan sesudah dilakukan intervensi melalui media Whatsapp dengan pvalue 0,000 (pvalue < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya Efektifitas Sesudah Edukasi Kesehatan melalui whatsapp terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Penderita TB dalam Pencegahan Penularan TB Paru. Disarankan kepada Penanggungjawab program TB Puskesmas agar bisa selalu aktif dalam konsultasi TB melalui whatsapp, dan bagi Pemerintah setempat khususnya Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar agar dapat merancang strategi promosi kesehatan yang lebih baik dalam penurunan kasus TB melalui program pencegahan TB

    Perilaku Pencegahan ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Bunut Kabupaten Pelalawan

    Get PDF
    Acute Respiratory Infection (ISPA) is one of the most contagious diseases and the most common cause of death that occurs in children in developed countries. The mortality rate caused by ISPA is almost four million people every year, and 98% is caused by Acute Respiratory Infection. Pneumonia cases in 2018 decreased, in 2013 the percentage of pneumonia was 1.6% while in 2018 increased to 2.0%, and Bunut Public Health Center obtained an ISPA proportion from the year 2018 – 2020 amount of 16%. The purpose of this research was to find out the behavior of ISPA prevention in the work area of Bunut Public Health Center Pelalawan Regency. This research employed a quantitative research cross-sectional analytic approach. This research was conducted from August – September 2021. The respondents in this research were 70 respondents in the work area of Bunut Public Health Center Pelalawan Regency. This research employed univariate, bivariate, and multivariate analysis. The research results that obtained p-value < 0.05 were such as immunization status variable (p=0.000) with POR = 32.763, occupation variable (p=0.024) with POR = 0.183, parents’ role variable (p = 0.032) with POR = 5.300 and not correlated variables namely attitude (p=0.917) with POR = 0.918, education (p=0.649) with POR = 1.403, smoking (p=0.299) with POR 0.649. Parents’ role is necessary for increasing awareness about the danger of ISPA and parents’ active role towards the infant and toddler health status and to give complete basic immunization to prevent ISPA even though the parents are busy working.Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit menular dan penyebab kematian yang paling banyak terjadi pada anak di Negara berkembang. Angka kematian akibat ISPA hampir empat juta jiwa setiap tahunnya, 98% disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan akut. Kasus Pneumonia di tahun 2018 mengalami peningkatan, pada tahun 2013 persentase kasus pneumonia sebanyak 1,6%, sedangkan tahun 2018 meningkat menjadi 2,0% dan Puskesmas Bunut didapatkan proporsi ISPA dari tahun 2018-2020 sebanyak 16%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku pencegahan ISPA di wilayah kerja Puskesmas Bunut Kabupaten Pelalawan. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif pendekatan cross sectional analitic. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2021. Responden dalam penelitian ini berjumlah 70 responden di wilayah kerja Puskesmas Bunut Kabupaten Pelalawan. Penelitian menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian didapatkan p-value < 0,05 adalah antara lain variabel status imunisasi (p=0,000) dengan POR = 32,763, variabel pekerjaan (p=0,024) dengan POR = 0,183, variabel peran orangtua (p=0,032) dengan POR = 5,300 dan variabel yang tidak berhubungan yaitu sikap (p=0,917) dengan POR = 0,918, pendidikan (p=0,649) dengan POR = 1,403, merokok (p=0,299) dengan POR 0,649. Perlunya orangtua meningkatkan kesadaran tentang bahaya ISPA dan peran aktif orangtua terhadap status kesehatan bayi dan balita serta memberikan imunisasi dasar lengkap untuk pencegahan ISPA walaupun orangtua bekerja

    Efek Analgetik dan Penurunan Kadar Asam Urat Penderita Rheumatoid Arthritis dengan Terapi Komplementer Menggunakan Serai Merah

    Get PDF
    Increased levels of uric acid as a natural antioxidant are characterised by complaints of pain accompanied by joint swelling with acute symptoms and repeated attacks. One of the plants that is useful for reducing joint pain and swelling is red lemongrass (Cymbopogon nardus L. Randle). This study aims to analyze the effect of complementary therapy by soaking the feet with a mixture of red lemongrass as an analgesic and reducing uric acid levels in rheumatoid arthritis patients. This research method is pre-experimental with a one-group pre-test and post-test design without a control group on 23 elderly people. The results of the Wilcoxon non-parametric test showed that there was a change in pain scale and uric acid levels after the intervention (p = 0.00 and p = 0.02). It was concluded that warm water bath therapy with a mixture of red lemongrass was effective in reducing pain scale and reducing uric acid levels in rheumatoid arthritis patients.Peningkatan kadar asam urat sebagai antioksidan alami ditandai dengan keluhan nyeri disertai dengan pembengkakan sendi dengan gejala akut dan serangan berulang. Salah satu tanaman yang berguna untuk mengurangi nyeri sendi dan pembengkakan adalah serai merah (Cymbopogon nardus L. Randle). Penelitian ini bertujuan menganalisis efek terapi komplementer merendam kaki dengan campuran serai merah sebagai analgesik dan menurunkan kadar asam urat pada pasien rheumatoid arthritis. Metode penelitian ini adalah pra eksperimental dengan rancangan one group pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol pada 23 orang lanjut usia. Hasil uji non parametrik wilcoxon didapatkan adanya perubahan skala nyeri dan kadar asam urat setelah dilakukan intervensi (p = 0,00 dan p = 0,02). Disimpulkan bahwa terapi rendam air hangat dengan campuran serai merah efektif mengurangi skala nyeri dan menurunkan kadar asam urat pada pasien rheumatoid arthritis

    Tinjauan Faktor Air dan Sanitasi dengan Kejadian Stunting pada Balita

    Get PDF
    Globally, malnutrition manifests most frequently as a failure to achieve linear growth. Stunting occurs when a person's growth is restricted. Stunting is a major public health concern because it affects an estimated 165 million children younger than 5 years old, and the primary goal is to reduce stunting prevalence by 40% between 2010 and 2025. Stunting is linked to both water and environmental issues as well as nutritional ones. sanitation. The purpose of this literature review is to investigate the connection between the availability of clean water and the rate of stunting in children younger than five. Google Scholar, PlosOne, SpringerLink, the Wiley Online Library, and PubMed are just some of the electronic databases used in this literature review/narrative review/method of research. "water + sanitation + child + stunting" are the search terms used to uncover this article's foundation. Articles that explain the connections between poor water and sanitation and stunting in children younger than five and were published between 2015 and 2021 were considered for inclusion. A review of 20 articles found that access to clean water and sanitation services (such as the availability of toilets, the frequency with which people defecate in the open, and the method by which they dispose of their toddlers' waste) were all linked to reduced height and weight in children under five. Researchers found that access to clean water and toilets were both risk factors for stunting in children younger than five. Stunting can be avoided with more health awareness campaigns and cross-sector collaboration on nutrition interventions.Secara global, malnutrisi paling sering bermanifestasi sebagai kegagalan untuk mencapai pertumbuhan linier. Stunting terjadi ketika pertumbuhan seseorang dibatasi. Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama karena mempengaruhi sekitar 165 juta anak di bawah 5 tahun, dan tujuan utamanya adalah untuk mengurangi prevalensi pengerdilan sebesar 40% antara tahun 2010 dan 2025. Stunting terkait dengan masalah air dan lingkungan serta yang bergizi. kebersihan. Tujuan dari tinjauan pustaka ini adalah untuk mengetahui hubungan antara ketersediaan air bersih dengan angka stunting pada anak balita. Google Cendekia, PlosOne, SpringerLink, Perpustakaan Online Wiley, dan PubMed hanyalah beberapa dari basis data elektronik yang digunakan dalam tinjauan pustaka/tinjauan naratif/metode penelitian ini. "water + sanitation + child + stunting" adalah istilah pencarian yang digunakan untuk mengungkap dasar artikel ini. Artikel yang menjelaskan hubungan antara air yang buruk dan sanitasi dan pengerdilan pada anak di bawah lima tahun dan diterbitkan antara 2015 dan 2021 dipertimbangkan untuk dimasukkan. Sebuah tinjauan terhadap 20 artikel menemukan bahwa akses ke layanan air bersih dan sanitasi (seperti ketersediaan toilet, frekuensi orang buang air besar di tempat terbuka, dan cara mereka membuang kotoran balita) semuanya terkait dengan pengurangan tinggi dan berat badan pada anak balita. Para peneliti menemukan bahwa akses ke air bersih dan toilet merupakan faktor risiko stunting pada anak di bawah lima tahun. Stunting dapat dihindari dengan lebih banyak kampanye kesadaran kesehatan dan kolaborasi lintas sektor dalam intervensi gizi

    The Effect of the Covid-19 Pandemic on Community Behavior in the Implementation of an Indonesian Healthy Program with a Family Approach (PIS-PK) in the Work Health Center Pekanbaru

    Get PDF
    The Indonesian Healthy Program with a Family Approach (IHP-FA) is a program that aims to know real problems in the community, improve quality comprehensive services, and increase people to become members of the National Health Insurance. Based on the profile of the Health Center in 2020, there was a decrease in the implementation from 83.4% to 77.01%. The purpose of this study was to find out the effect of the COVID-19 pandemic on people's behavior in the implementation of the Indonesian Healthy Program with a family approach at the Health Center. This research method used a qualitative type with a phenomenology. Informants to 12 people. Data was collected by means of in-depth interviews, observation and document review. Data analysis used content analysis and triangulation to see the validity of the data. The results  the role of health workers here was very necessary in order to achieve the goals and achievements, but due to the pandemic, health workers were more focused on handling and stopping the COVID-19 spread. Can be concluded that pandemics COVID-19 effect the behavior of the people in the implementation. Suggested officers health more and promotion to and related to the implementation of pandemic the protocol COVID-19 according to health.Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga (PIS-PK) bertujuan untuk mengetahui permasalahan yang real pada masyarakat, meningkatkan pelayanan bermutu dan komprehensif, serta meningkatkan masyarakat menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional. Berdasarkan profil Puskesmas Tahun 2020, terdapat penurunan terhadap pelaksanaan PIS-PK 83,4% menjadi 77,01%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kecenderungan pengaruh pandemi COVID-19 terhadap perilaku masyarakat dalam pelaksanaan PIS-PK di Puskesmas. Metode penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan desain penelitian phenomenology. Informan berjumlah 12 orang. Pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Analisis data menggunakan content analysis dan triangulasi. Hasil dari penelitian didapatkan rendahnya capaian PIS-PK disebabkan oleh petugas kesehatan mengutamakan penanganan dan memutus mata rantai COVID-19 dibandingkan pendataan intervensi PIS-PK. Kesimpulaannya pandemi COVID-19 mempengaruhi kecenderungan perilaku masyarakat dalam pelaksanaan PIS-PK. Disarankan petugas kesehatan lebih melakukan promosi terkait pelaksanaan PIS-PK pada masa pandemi COVID-19 sesuai dengan protokol kesehatan

    Analisis Faktor Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) Di RW 15 Kelurahan Tangkerang Utara Wilayah Kerja Psekesmas Sapta Taruna Tahun 2022

    No full text
    Open Defecatio is an activity that reflects a person's behavior, where a person is defecating carelessly anywhere such as rivers, fields, and shrubs. The purpose of this study was to determine the Analysis of Factors of Open Defecation Behavior in RW 15 North Tangkerang Village, the work area of the Sapta Taruna Health Center. This type of research is quantitative with a case-control design with a sample of 80 households with a ratio of 1: 3, namely 20 case samples and 60 control samples. Data were collected by interview and observation methods using questionnaire data collection tools. The method of sampling cases in total sampling and the method of sampling control by Propotional Random Sampling. The data will be processed with univariate and bivariate analysis to see the comparison using the chi-square test carried out computerized. From the results of the research on the relationship of knowledge in 20 cases, there are 11 household (55%) respondents knowledgeable. lowWhile 60, control there are 34 families (56,7%) knowledgeable high with (p-value 0,007). Obtained with the attitude respondents from 20 cases, there are 14 families (70 %) respondents who have the good. While 60, control there are 37 families (61,7%) having good behavior with obtained (p-value 0,007). In terms of the privy ownership of 20 cases, there are 13 families (65%) of respondents whose possession is privy. ineligibleWhile 60, control there are 31 households (51,7%) whose possession privy qualified with obtained (p-value 0,041). While the supply of clean water from 20 cases there are 11 households (55.0%) that have clean water availability ineligible. healthWhile 60, control there are 32 households (53,3%) that clean water supply qualified health (p-value 0,027). The role of health workers from 20 cases there are 15 families (75.0%) role that health workers. play no roleWhile 60, control there is 38 families (63,3%) role with the role of health workers who obtained (p-value 0,037), it means it can be concluded the knowledge, attitude, ownership of privy, of clean water supply and the role of health workers to the behavior defecate carelessly. This research is expected to give you an idea for the local community health center and urban village to minimize of risk of defecation in the community to not sustainable.Buang Air Besar Sembarangan (BABS) adalah kegiatan yang mencerminkan perilaku seseorang, dimana seseorang tersebut BAB sembarangan dimana saja seperti sungai, ladang, semak belukar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Analisis Faktor Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di RW 15 Kelurahan Tangkerang Utara wilayah kerja Puskesmas Sapta Taruna. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain case control dengan sampel 80 KK dengan perbandingan 1 : 3 yaitu 20 sampel kasus dan 60 sampel kontrol. Data dikumpulkan dengan metode wawancara dan observasi dengan menggunakan alat pengumpulan data kuesioner. Metode pengambilan sampel kasus secara total sampling dan metode pengambilan sampel kontrol secara Propotional Random Sampling. Data akan diolah dengan analisa univariat dan bivariat untuk melihat perbandingan dengan menggunakan uji chi-square dilakukan secara komputerisasi. Hasil penelitian diperoleh hubungan pengetahuan (Pvalue 0,037), hubungan sikap (Pvalue 0,007), hubungan kepemilikan jamban (Pvalue 0,041), hubungan ketersediaan air bersih (P value 0,027), dan hubungan peran tenaga kesehatan (Pvalue 0,037) artinya dapat disimpulkan adanya hubungan dengan perilaku BABS. Penelitian ini diharapkan dapat memberi gambaran bagi pihak Puskesmas dan Kelurahan dalam meminimalisir resiko Buang air besar di masyarakat agar tidak berkelanjutan. Kata Kunci : Perilaku Buang air Besar Sembarangan, RW 15 Tangkerang Utar

    Efektivitas Media Audio Visual dan Ular Tangga Cuci Tangan Terhadap Pengetahuan Anak Usia Sekolah

    Get PDF
    Introduction: Education through health education is one of the efforts to prevent diarrhea in children. The key to the success of health education for children lies in the media used, snakes and ladders media and audio-visual media are media that can be used in health education for children, but there has been no research related to differences in their effectiveness on knowledge about hand washing in school-age children. Methods: Experimental research with a quasi-experimental design with nonequivalent pretest-posttest technique, random sampling being a sampling technique, with school-age children as respondents and a total of 80 respondents consisting of 40 health education intervention groups with snakes and ladders media and 40 audio-visual media intervention groups. data were measured before and after the intervention in both groups, and data were analyzed by the Wilcoxon test and Mann-Whitney test. Results: The snake and ladder media was effective in increasing children's knowledge with p value 0.001 <0.05 and audio-visual media was equally effective in increasing children's knowledge with p value 0.008 <0.05, while the Mann-Whitney test showed that there was no significant difference in posttest results between the intervention groups with a value of 0.241> 0.05. Conclusion: Snakes and ladders media and audio-visual media are equally effective in increasing children's knowledge about hand washing, so this can become a media basis for health promotion by related stakeholders.Pendahuluan : Edukasi melalui pendidikan kesehatan menjadi salah satu dari upaya pencegahan penyakit diare pada anak. Kunci keberhasilan pendidikan kesehatan pada anak terketak pada media yang digunakan, media ular tangga dan media audio visual menjadi media yang dapat digunakan dalam pendidikan kesehatan pada anak, namun belum ada penelitian terkait perbedaan efektivitasnya pada pengetahuan tentang cuci tangan pada anak usia sekolah.    Tujuan: membandingkan efektivitas dan membandingkan perbedaan efektivitas media ular tangga dan media audio visual terhadap pengetahuan anak tentang cuci tangan pada anak usia sekolah. Metode: Eksperimen dengan desain quasi experimental dengan teknik nonequivalent pretest posttest, random sampling menjadi teknik pengambilan sampel, dengan responden anak usia sekolah dan jumlah 80 yang terdiri dari 40 kelompok intervensi pendidikan kesehatan dengan media ular tangga dan 40 kelompok intervensi media audio visual,  data diukur sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok kedua kelompok, data dianalisa dengan uji Wilcoxon, serta uji Manwhitney. Hasil : Media ular tangga efektif meningkatkan pengetahuan anak dengan p value 0,001<0,05 dan media audio visual sama efektif meningkatkan pengetahuan anak dengan p value 0,008<0,05, sedangkan uji manwhitney menunjukan tidak terdapat perbedaan signifikan hasil posttest diantara kelompok intervensi tersebut dengan nilai 0,241>0,05. Simpulan: Media ular tangga dan media audio visual sama efektif dalam meningkatkan pengetahuan anak tentang cuci tangan, sehingga ini dapat menjadi landasan media untuk health promotion oleh stake holder yang terkait

    Pendidikan Kesehatan Berbasis Budaya pada Orang dengan Diabetes Mellitus: Sebuah Scoping Review

    Get PDF
    Self-management health education is considered an important element of treatment for all people with diabetes and those at risk of developing T2DM. A wide variety of diabetes self-management education (DSME) interventions are available in high-attenuation countries, whereas limited information on culture-based health education exists in Asian countries. The purpose of this scoping review is to map culture-based health education in terms of strategies, outcomes, and action interventions to improve health outcomes and adherence of people with diabetes mellitus. The PRISMA (preferred reporting items for systematic review and meta-analysis) method was used at all stages of the review. The databases used in this study were Medline (OVID), Pubmed, ProQuest, CINAHL, Scopus, Inform it Data, and Web of Science from 2010 to 2022. A manual search of the database yielded 197 pieces of data; 11 full-text included for review. Three forms of cultural integration in health education include using dual language (Spanish and English) ​​in the delivery of health education, creating guidelines books and questionnaires in local languages, and creating and modifying diabetes self-management programs or interventions that are adapted to local culture, for example by using food samples consumed. every day by the tribe. The conclusion of this study is that the development of family and culturally supported diabetes interventions integrated with health education is an integral part of maintaining self-management behavior and improving health outcomes for patients with T2DM.Pendidikan kesehatan manajemen diri dianggap sebagai elemen penting pengobatan untuk semua penderita diabetes, serta mereka yang berisiko dengan penyakit DMT2. Berbagai macam intervensi pendidikan manajemen diri diabetes (DSME) tersedia di negara-negara berpenghasilan tinggi, sedangkan informasi terbatas pendidikan kesehatan berbasis budaya ada pada di negara Asia. Tujuan dari scoping review ini untuk memetakan edukasi kesehatan yang berbasis budaya dalam hal strategi, hasil dan tindakan intervensi untuk meningkatkan hasil kesehatan dan kepatuhan orang dengan diabetes mellitus. Metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis) digunakan dari semua tahapan tinjauan. Database yang digunakan pada studi ini adalah Medline (OVID), Pubmed, ProQuest, CINAHL, Scopus, Informit Data dan Web of Science dari tahun 2010-2022. Pencarian manual pada database menghasilkan 197 data, 11 fulltext di inklusi untuk di review. Tiga bentuk integrasi budaya dalam edukasi kesehatan antara lain menggunakan dua bahasa dalam pemberian edukasi (Bahasa Spanyol dan Bahasa Inggris), membuat buku panduan dan kuesioner dalam Bahasa lokal, membuat dan memodifikasi program atau intervensi manajemen diri diabetes yang disesuaikan dengan budaya setempat misalnya dengan menggunakan contoh makanan yang dikonsumsi sehari-hari oleh suku tersebut. Kesimpulan penelitian ini yaitu pengembangan intervensi diabetes yang didukung keluarga dan budaya terintegrasi dengan pendidikan kesehatan merupakan bagian integral untuk mempertahankan perilaku manajemen diri dan meningkatkan hasil kesehatan untuk pasien dengan DMT2

    Efektivitas Jus Buah Naga Merah (Hylocerus Polyrhizus) terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil

    Get PDF
    In 2013, 37.1% of pregnant women in Indonesia suffered from anemia, increasing to 48.9% in 2018. Red dragon fruit can be used as an alternative food ingredient to increase Hb and human red blood cell levels. The purpose of this study was to determine the effectiveness of red dragon fruit juice in the working area of ​​PMB Rosita Pekanbaru in 2022 on the increase in Hb levels in pregnant women at the end of pregnancy. This study uses a quasi-experimental design. The population of this study consisted of 50 late-pregnancy mothers with mild and moderate anemia. The sample is 15 people. Data processing was the Wilcoxon test. Based on the results of the Wilcoxon test, Pvalue (0,001) and degree of error = 0.05 (Pvalue <α), then Ha accepted, Ho was rejected, red dragon fruit juice was effective in increasing hemoglobin levels in pregnant women at PMB Rosita Pekanbaru. It is hoped that the research site can provide information about the effectiveness of red dragon fruit juice in increasing Hb levels of pregnant women in Trismerter III.Pada tahun 2013, 37,1% perempuan hamil di Indonesia mengalami kurang darah, meningkat menjadi 48,9% pada tahun 2018.Buah naga merah dapat digunakan sebagai bahan makanan alternatif untuk meningkatkan kadar hemoglobin dan sel darah merah manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas juice buah naga merah di wilayah kerja PMB Rosita Pekanbaru tahun 2022 terhadap peningkatan kadar Hb pada ibu hamil pada akhir kehamilan. Dalam penelitian ini, memakai desain eksperimen semu. Jumlah populasi terdiri dari 50 ibu hamil akhir kehamilan dengan anemia ringan dan sedang. Sampel sebanyak 15 orang. Pengolahan data memakai uji Wilcoxon. Berdasarkan uji Wilcoxon diperolehPvalue (0,001) dan derajat kesalahan = 0,05 (Pvalue < α), maka diterima Ha, Ho ditolak, juice buah naga merah berpengaruh meningkatkan kadar Hbpadawanitahamil di PMB Rosita Pekanbaru. Diharapkan tempat penelitian dapat memberikan informasi tentang efektivitas jus buah naga merah dalam meningkatkan kadar Hb wanita hamil Trismerter III

    444

    full texts

    548

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Komunitas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇