Jurnal Kesehatan Komunitas
Not a member yet
    548 research outputs found

    Peran Kepemimpinan dalam Meningkatkan Budaya Keselamatan Pasien di Rumah Sakit (Suatu Kajian Kepustakaan)

    Get PDF
    One of the elements that contribute to patient safety issues is poor leadership. Leadership is an essential component of changing the culture of patient safety. This literature review aims to examine the role of leadership in enhancing hospital patient safety culture. The method employed is a review of the literature using articles published between 2017 and 2022. The literature was gathered using the terms "leadership," "patient safety culture," and "hospital" from two database sources: Garuda Portal and Google Scholar. According to the keywords, the search yielded 77 articles. Five articles were evaluated after being screened using inclusion criteria. According to the five articles obtained, there are five leadership roles in improving patient safety culture: encouraging and ensuring the implementation of the Seven Steps Toward Hospital Patient Safety, ensuring ongoing programs to identify patient safety risks and reduce incidents, encouraging and fostering communication and coordination between units and individuals, allocating adequate resources, and measuring and reviewing the effectiveness. It is expected that hospital leaders can show commitment to making the hospital institution safe by implementing five leadership roles and involving staff in the commitment.Salah satu faktor penyebab insiden keselamatan pasien adalah kepemimpinan yang buruk. Kepemimpinan adalah komponen penting dalam perubahan budaya keselamatan pasien. Tujuan studi literatur ini adalah untuk menganalisis peran kepemimpinan dalam meningkatkan budaya keselamatan pasien di rumah sakit. Metode yang digunakan adalah literatur review dengan menggunakan artikel yang diterbitkan dari tahun 2017 sampai 2022. Pencarian literatur dilakukan dengan menggunakan kata kunci “kepemimpinan”, “budaya keselamatan pasien”, dan “rumah sakit” melalui dua sumber database Portal Garuda dan Google Scholar. Hasil penelusuran diperoleh 77 artikel sesuai kata kunci. Setelah dilakukan penyaringan dengan menggunakan kriteria inklusi diperoleh 5 artikel yang direview. Dari 5 artikel yang didapatkan, terdapat lima peran kepemimpinan dalam meningkatkan budaya keselamatan pasien, yaitu mendukung dan memastikan penerapan Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien Rumah Sakit, memastikan program berkelanjutan untuk mengurangi insiden dan mengidentifikasi risiko keselamatan  pasien, mendukung dan membina komunikasi serta koordinasi antar unit dan individu, mengalokasikan sumber daya yang memadai, serta menilai dan mengukur efektivitas kontribusi dalam peningkatan kinerja rumah sakit dan keselamatan pasien. Diharapkan pimpinan rumah sakit dapat menunjukkan komitmen untuk menjadikan institusi rumah sakit yang aman dengan menerapkan lima peran kepemimpinan serta mengikutsertakan staf dalam komitmen tersebut

    Dukungan Keluarga dan Usia Balita dengan Kejadian Gizi Kurang Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi

    Get PDF
    The problem of malnutrition in a toddler is still faced by developing countries, one of which is the State of Indonesia, including Jambi Province. The incidence of malnutrition is still quite high. The purpose of this study was to determine the relationship between family factors and health services with the incidence of malnutrition in children under five. The type of research is quantitative research with a cross-sectional design. The study was conducted from January to June 2021 in the Simpang IV Sipin Health Center Work Area, Jambi City, with a total sample of 83 children under five. Samples were taken by using a stratified random sampling technique. Primary data collection to the respondent's house was then processed and analyzed using the SPSS program with the Multiple Logistics Regression test. The results showed that the incidence of malnutrition was close to 15%. Family support factor (p-value = 0.007; = 0.292; 95% CI = 0.007-0.045 and p-value = 0.002; = 0.325; 95% CI = 0.012 - 0.051) is a factor associated with the incidence of underweight and short in children. toddlers with a positive relationship direction. Then the factor of toddler age (p=0.019; =-0.243; 95%CI=-0.039 - -0.004) was also associated with stunting in toddlers with a negative relationship. Thus, it is necessary to provide education to families about nutritious food for toddlers to get good growth and development.Permasalahan gizi kurang pada balita masih dihadapi oleh negara berkembang, salah satunya Negara Indonesia termasuk Propinsi Jambi.Angka kejadian gizi kurang masih cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan faktor keluarga dan layanan kesehatan dengan kejadian gizi kurang pada balita. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan bulan Juni 2021 di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang IV Sipin, Kota Jambi dengan jumlah sampel 83 balita. Sampel diambil dengan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data primer ke rumah responden kemudian diolah dan dianalisis menggunakan Program SPSS dengan uji Regresi Logistik Berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka kejadian gizi kurang mendekati angka 15%. Faktor dukungan keluarga (nilai p=0,007; β=0,292; 95%CI=0,007-0,045 dan nilai p=0,002; β=0,325; 95%CI=0,012 - 0,051) merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian berat badan kurang dan pendek pada balita dengan arah hubungan positif. Kemudian faktor usia balita (p=0,019; β=-0,243; 95%CI=-0,039 - -0,004) juga berhubungan dengan kejadian pendek pada balita dengan arah hubungan negatif. Dengan demikian, perlu diberikan edukasi kepada keluarga mengenai makanan yang bergizi bagi balita untuk mendapatkan pertumbuhan dan perkembangan  yang baik

    Efektivitas Media Komik Terhadap Perubahan Perilaku Pemilihan Jajanan Sehat pada Siswa Sekolah Dasar

    Get PDF
    In elementary school-age students (SD), most of their food comes from the consumption of snacks in the school canteen. Currently time, there is a great need for learning media that contains information about healthy school snacks. Media in the form of comic storybooks is a medium that is very liked by children.  The aim of this study is to know the effectiveness of comics media on behavioral changes in choosing healthy snacks in elementary school students. This study is a quasi-experimental study with a non-equivalent control group design. Hypothesis analysis using paired sample t-test and independent sample t-test. The number of samples in this study was 55 students who were taken by purposive sampling with several inclusion criteria at two SD in Pekanbaru City. Wilcoxon's test of knowledge and attitudes showed p value <0.05 in the intervention group and the control group. This shows that the use of educational comics for healthy snacks for elementary school students has proven to be significant in increasing students' knowledge and behavior in choosing healthy snacks. However, the comic was not yet effective in increasing knowledge and behavior as seen from the mean value in the control group which was greater than the intervention group in all research variables.Siswa usia sekolah dasar (SD) cenderung untuk mengkonsumsi makanan ringan atau jajanan dilingkungan sekolah. Saat ini sangat dibutuhkan media pembelajaran yang berisi informasi tentang jajanan sekolah yang sehat. Komik edukasi jajanan sehat berisi tiga tema diantaranya kadaluarsa pada jajanan, kemasan jajanan serta pewarna jajanan.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas media komik terhadap perubahan perilaku pemilihan jajanan sehat pada siswa SD. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan non-equivalent control group design. Analisis hipotesis menggunakan uji paired sample t-test dan independent sample t-test. Jumlah sampel dalam penelitian adalah 55 orang siswa yang diambil secara purposive sampling dengan beberapa kriteria inklusi pada dua SD negeri di kota Pekanbaru. Uji Wilcoxon terhadap pengetahuan dan sikap menunjukkan nilai p value <0,05 pada kelompok intervensi dan kelompok control. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media komik edukasi jajanan sehat bagi siswa SD, terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku siswa dalam pemilihan jajanan sehat. Penggunaan media komik edukasi jajanan sehat dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa SD mengenai kadaluarsa pada jajanan, kemasan jajanan dan warna pada jajanan

    Pengaruh Healthcare Service Quality terhadap Kepercayaan (Trust) Melalui Kepuasan Pasien pada Puskesmas di Kabupaten Jember

    Get PDF
    The decrease in the Community Satisfaction Index from 2018 to 2021 from 89% to 79% shows the dissatisfaction with services at the Public Health Center, so it is necessary to manage the improvement of service quality through behavioral attitudes, officer expertise, and process quality in providing services. The purpose of this study was to prove the effect of health service quality on trust through patient satisfaction at the  Public Health Center in Jember Regency. The research was conducted through a survey using a questionnaire on 204 patients from 6 selected health centers with consecutive sampling techniques. Data analysis techniques using Structural Equation Model (SEM) with Partial Least Square (PLS). The results show that satisfaction is influenced by attitudes and behaviors and process quality, but not expertise. Attitude, behavior, and satisfaction have a direct effect on trust, while process quality has an indirect effect through satisfaction. Trust was not influenced by expertise. The attitude and behavior of health workers greatly affect satisfaction and trust, so officers at the  Public Health Center must have good attitudes and behavior in serving patients.Penurunan Indeks kepuasan Masyarakat (IKM) dari tahun 2018 sampai dengan 2021 sebesar 89% menjadi 79% menunjukkan ketidakpuasan pelayanan di Puskesmas, sehingga  perlu pengelolaan peningkatan kualitas pelayanan melalui sikap perilaku, keahlian petugas dan kualitas proses dalam memberikan pelayanan. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan pengaruh kualitas pelayanan kesehatan terhadap kepercayaan melalui kepuasan pasien pada Puskesmas di Kabupaten Jember. Penelitian dilakukan melalui survey dengan menggunakan kuesioner pada 204 pasien dari 6 Puskesmas terpilih dengan teknik consecutive sampling. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Model (SEM) dengan Partial Least Square (PLS). Hasil menunjukkan bahwa kepuasan dipengaruhi oleh sikap dan perilaku serta kualitas proses, namun tidak dengan keahlian. Sikap dan perilaku serta kepuasan berpengaruh secara langsung terhadap kepercayaan, sedangkan kualitas proses mempunyai pengaruh tidak langsung melalui kepuasan. Kepercayaan tidak dipengaruhi oleh keahlian. Sikap dan perilaku petugas kesehatan sangat mempengaruhi kepuasan dan kepercayaan, sehingga petugas di Puskesmas harus memiliki sikap dan perilaku yang baik dalam melayani pasien

    Ko-Infeksi HIV-TB: Studi Cross Sectional

    Get PDF
    WHO states that co-infection of the disease that is often experienced by HIV/AIDS patients is Tuberculosis and is the main cause of mortality for HIV/AIDS patients. This study aims to determine the determinants of HIV-TB infection. Analytical research using case-control study design. The research sample was medical record data of HIV-TB co-infected patients at RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso in 2011-2016. The sample size is 160 with a random sampling technique. Analysis of univariate, bivariate, and multivariate data. The results showed that the factors of access to health facilities, weight loss, comorbid with other OIs, CD4 values ​​6 months after ARV and COPD were associated with HIV-TB infection with HIV in patients and the determinant factor of HIV-TB infection was weight loss. The incidence of HIV-TB Co-Infection can be influenced by factors of the patient's clinical condition and environmental factors. To improve services at the HIV department and TB DOTS department it is necessary to measure body weight for the nutritional status of HIV/AIDS patients.WHO menyebutkan koinfeksi penyakit yang sering dialami pasien HIV/AIDS adalah Tuberkulosis dan menjadi penyebab mortalitas utama pasien HIV/AIDS. Penelitian ini bertuuan untuk mengetahui determinan infeksi HIV-TB. Penelitian analitik menggunakan desain studi kasus kontrol. Sampel penelitian data rekam medik pasien HIV di RSPI Prof Dr Sulianti Saroso Tahun 2011-2016. Besar sampel 160 dengan teknik ramdom sampling. Analisa data univariat, bivariat dan multivariat. Hasil  menunjukkan bahwa faktor akses ke fasilitas kesehatan, penurunan berat badan, komorbid dengan IO lainnya, Nilai CD4 6 bulan setelah ARV dan PPK yang berhubungan terhadap infeksi HIV-TB dengan HIV pada pasien dan faktor determinan infeksi HIV-TB yaitu faktor penurunan berat badan. Kejadian Ko-Infeksi HIV-TB dapat dipengaruhi oleh faktor kondisi klinis pasien dan faktor lingkungan. Untuk peningkatan pelayanan di Pokja HIV dan Pokja TB DOTS diperlukan pengukuran berat badan untuk status gizi pasien HIV/AIDS.

    Karakteristik Sensori dan Kandungan Gizi Susu Fermentasi Berbasis Kedelai dan Madu

    Get PDF
    The study aimed to examine the effect of the types of bacteria and honey concentration on sensory characteristics and consumer preference levels on fermented soymilk and honey, as well as evaluate the nutritional content. This research was conducted between October and December 2019 at the Faculty of Agriculture, Riau University, and STIKes Hang Tuah Pekanbaru.  Laboratory experiment-based research used forest honey from Bengkalis Regency (Rupat honey). The descriptive test was carried out by 30 semi-trained panelists and the hedonic test was conducted by 100 untrained panelists. Determination of nutrient composition was performed by proximate analysis. The statistical method used the ANOVA test and continued with Duncan New Multiple Range Test (DNMRT) at a significance level of 5% to determine the differences among treatments. The result of the descriptive test showed that the type of bacteria, honey concentration, as well as the interaction between the bacteria and honey concentration, affected the sensory characteristic of fermented soymilk honey. The result of the overall hedonic test suggested that panelists preferred fermented soymilk honey using Lactobacillus casei subsp. casei R-68 to fermented soymilk honey using Lactobacillus plantarum 1 R. 1.3.2., with scores of 2.88 and 2.75 respectively. Overall panelists rather liked fermented soymilk honey. The taste of fermented soymilk honey needs to be improved through further research.Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh variabel jenis bakteri dan konsentrasi madu terhadap karakteristik sensori dan tingkat kesukaan konsumen terhadap susu fermentasi kedelai dan madu, serta mengetahui kandungan gizinya. Penelitian dilakukan dari bulan Oktober sampai dengan Desember 2019 di Fakultas Pertanian Universitas Riau dan STIKes Hang Tuah Pekanbaru. Penelitian berbasis eksperimen laboratorium ini menggunakan madu hutan dari Kabupaten Bengkalis (madu rupat). Uji deskriptif dilakukan oleh panelis semi terlatih sebanyak 30 orang dan uji hedonik dilakukan oleh panelis tidak terlatih sebanyak 100 orang. Penentuan komposisi zat gizi dilakukan melalui analisis proksimat. Metode statistik yang digunakan adalah uji ANOVA dan dilanjutkan dengan Duncan  New Multiple Range Test (DNMRT) pada tingkat kemaknaan 5% untuk mengetahui besarnya perbedaan antar perlakuan. Hasil uji deskriptif menunjukkan bahwa jenis bakteri, konsentrasi madu, serta interaksi antara jenis bakteri dan konsentrasi madu mempengaruhi karakteristik sensori susu fermentasi. Hasil uji hedonik secara keseluruhan panelis agak menyukai susu fermentasi yang dihasilkan dengan rata-rata skor untuk susu fermentasi yang menggunakan  jenis bakteri Lactobacillis casei subsp. casei R-68 lebih tinggi dari  susu fermentasi yang menggunakan Lactobacillus plantarum 1 R.1.3.2, masing-masing 2,88 dan 2,75. Secara keseluruhan panelis agak menyukai susu fermentasi kedelai madu. Cita rasa susu fermentasi kedelai madu perlu ditingkatkan melalui penelitian lebih lanjut

    Profil Kimia Darah sebagai Deteksi Dini Penyakit Degeneratif Pada Kelompok Usia Produktif

    Get PDF
    Degenerative diseases are chronic diseases that affect a person's quality of life and productivity. Degenerative diseases include hypertension, asthma, cancer, diabetes mellitus, osteoporosis, and so on. Indonesia's current health problems are influenced by lifestyle, work environment, and stress. The purpose of the study was to determine the differences in laboratory examination results of blood chemistry profiles (blood sugar, cholesterol, uric acid, creatinine, urea, and SGOT levels) at productive age in the Jambi City Health Center Working Area in 2022. The cross-sectional research method with the population is the community in Posbindu in the working area of 3 Puskesmas (KONI, Pakuan Baru, and Putri Ayu) with purposive sampling technique, where the research sample is the Posbindu group who are productive age (16-64 years) which amounted to 140 respondents. The data obtained were then analyzed by independent t-test. The results of laboratory examinations of blood chemistry profile levels, where each variable has high levels, namely 25% prediabetes blood sugar levels, and 10.7% diabetes. Cholesterol 30%, uric acid 20.7%, creatinine 4.3%, ureum 6.4% and SGOT 10%. Conclusion There is a significant difference between the average levels (blood sugar, cholesterol, creatinine, urea, and SGOT) in the productive age group with blood pressure. While uric acid levels have no significant difference because the pvalue> 0.05. Suggestions for the community, it is hoped that they can pay more attention to health conditions by routinely doing Medical check-ups to minimize the occurrence of degenerative diseases at a productive age.Penyakit degeneratif merupakan penyakit kronik yang mempengaruhi kualitas hidup serta produktivitas seseorang. Penyakit degeneratif antara lain hipertensi, asma, kanker, diabetes mellitus, osteoporosis dan sebagainya. Masalah kesehatan Indonesia saat ini dipengaruhi oleh pola hidup, lingkungan kerja, dan stress. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan laboratorium profil kimia darah (kadar gula darah, kolesterol, asam urat, kreatinin, ureum dan SGOT) pada usia produktif di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Jambi tahun 2022. Metode Penelitian cross sectional dengan populasi adalah masyarakat di Posbindu pada wilayah kerja 3 Puskesmas (KONI, Pakuan baru dan Putri Ayu) dengan tekhnik purposive sampling, dimana sampel penelitian adalah kelompok Posbindu yang berumur produktif (16-64 tahun) yang berjumlah 140 responden. Data di analisis menggunakan uji independent t­-test. Hasil penelitian dari 140 responden terdapat 71 (50.7%) orang jenis kelamin laki-laki, 53 orang (37.9%) dengan indek masa tubuh (IMT) obesitas, dan 43 orang (30.7%) memiliki tekanan darah tinggi. Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap kadar profil kimia darah, kadar yang tinggi yaitu 25% kadar gula darah prediabetes dan 10.7% diabetes. Kolesterol 30%, asam urat 20.7%, kreatinin 4.3%, ureum 6,4% dan SGOT 10%. Kesimpulan ada perbedaan bermakna antara rata-rata kadar (gula darah, kolesterol, kreatinin, ureum dan SGOT) pada kelompok usia produktif dengan tekanan darah. Sedangkan kadar asam urat tidak ada perbedaan yang bermakna. Saran bagi masyarakat, diharapkan lebih memperhatikan kondisi kesehatan dengan rutin melakukam Medical Check Up untuk meminimalisir terjadinya penyakit degeneratif pada usia produktif

    Determinan Pemanfaatan Posbindu Penyakit Tidak Menular oleh Masyarakat di RW 36 Padukuhan Ngabean Kulon Sinduharjo Ngaglik Sleman

    Get PDF
    Non-communicable disease is a chronic disease that is very dangerous because it does not give symptoms or complaints. Minimum service standards for screening NCD at Ngaglik I Public Health have not reached the target due to the low utilization of PTM Posbindu. This study aims to analyze the determinants of the use of NCD Posbindu by the community at the hamlet of Ngabean Kulon 36 Sinduharjo Ngaglik Sleman. This research was conducted at Ngudi Waras Posbindu, hamlet of Ngabean Kulon 36 Sinduharjo Ngaglik Sleman. This type of research used quantitative methods with a cross-sectional approach. The sample was taken by proportional random sampling method with a total sample of 88 respondents. The data analysis used bivariate analysis with Fisher’s test and multivariate analysis with logistic regression. The results of the bivariate analysis showed knowledge (p=0.000), motivation (p=0.000), perceived benefits (p=0.000), health facilities (p=0.000), family support (p=0.000), and cadre support (p=0.020). Factors influencing Posbindu PTM utilization were health facilities (p=0.004) and family support (p=0.029). The most dominant factor in the utilization of Posbindu PTM is health facilities (p=0.004) with OR = 60.079, which means that health facilities have 60.079 opportunities to influence the community in utilizing Posbindu PTM. The need to assist cadres, increase existing resources to complement lacking health facilities, and innovate activities to attract people to take advantage of Posbindu for non-communicable diseases.Penyakit Tidak Menular merupakan suatu penyakit kronis yang sangat berbahaya karena tidak memberikan gejala atau keluhan. Capain Standar Pelayanan Minimal skrinning PTM Puskesmas Ngaglik I belum mencapai target karena rendahnya pemanfaatan posbindu PTM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan pemanfaatan posbindu PTM oleh masyarakat di RW 36 Padukuhan Ngabean Kulon Sinduharjo Ngaglik Sleman. Penelitian ini dilakukan di Posbindu Ngudi Waras RW 36 Padukuhan Ngabean Kulon Sinduharjo Ngaglik Sleman. Jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan metode proportional random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 88 responden. Analisis data menggunakan analisis bivariat dengan uji fisher’s dan analisis multivariat dengan regresi logistik. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pengetahuan (p=0,000), motivasi (p=0,000), persepsi manfaat (p=0,000), fasilitas kesehatan (p=0,000), dukungan keluarga (p=0,000) dan dukungan kader (p=0,020). Faktor yang mempengaruhi pemanfaatan Posbindu PTM adalah fasilitas kesehatan (p=0,004) dan dukungan keluarga (p=0,029). Faktor yang paling dominan dalam pemanfaatan Posbindu PTM adalah fasilitas kesehatan (p=0,004) dengan nilai OR = 60,079 yang artinya fasilitas kesehatan memiliki peluang 60,079 kali dalam mempengaruhi masayarakat dalam memanfaatakan posbindu PTM. Perlunya memberikan pendampingan kepada kader, meningkatkan sumber daya yang ada untuk melengkapi fasilitas kesehatan yang kurang dan membuat inovasi kegiatan untuk menarik masyarakat agar memanfaatkan posbindu penyakit tidak menular

    Pengetahuan dan Sikap Siswa SDN Ranah Singkuang dan SDN Pekanbaru dalam Memilih Pangan Jajanan

    Get PDF
    Background: Snack Food have an important role in fulfilling the energy and nutritional intake of school-age children, namely snack food that is safe, quality, and nutritious which will greatly determine the competitiveness of the golden generation of Indonesia. Objective: to analyze the description of the knowledge and attitudes of students at SDN Ranah Singkuang Kampar and SDN Pekanbaru in choosing snack food. Methods: This type of research is a descriptive study with a cross-sectional design. The study was conducted from January – September 2021. The samples in this study were students of SDN Ranah Singkuang Kampar and SDN Pekanbaru, grades 4 and 5, which were taken using a total sampling technique, totaling 240 people. The data was collected using a questionnaire and the data were analyzed univariately. Results: the study showed the level of knowledge of students about the selection of snacks and knowledge of hygiene and packaging of snacks in the "not good" category with a higher percentage of students at SDN Ranah Singkuang, which was 70%. Negative attitudes also tend to be shown by students of SDN Ranah Singkuang and students of SDN Pekanbaru towards hygiene and food packaging for snacks that are quite in accordance with the level of knowledge of students who are still quite good. Meanwhile, the habit of having breakfast and bringing lunch was better for students at SDN Ranah Singkuang than at SDN Pekanbaru. Conclusion: the knowledge and attitudes of students at SDN Ranah Singkuang are lower than those at SDN Pekanbaru.Latar belakang: Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) berperan penting dalam pemenuhan asupan energi dan gizi anak usia sekolah yaitu PJAS yang aman, bermutu dan bergizi yang akan sangat menentukan daya saing generasi emas Indonesia.  Tujuan: untuk menganalisis gambaran pengetahuan dan sikap siswa SDN Ranah Singkuang Kabupaten Kampar dan SDN Pekanbaru dalam memilih pangan jajanan. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Januari – September 2021.  Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SDN Ranah Singkuang Kabupaten Kampar dan SDN Pekanbaru  kelas 4 dan 5  yang diambil dengan teknik  total sampling, berjumlah 240 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan data di analisa secara univariat. Hasil: penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan siswa tentang pemilihan pangan jajanan dan pengetahuan tentang hygiene dan kemasan pangan jajanan pada kategori “tidak baik” dengan persentase lebih tinggi pada siswa di SDN Ranah Singkuang yaitu  sebesar 70%.  Sikap negatif juga cenderung ditunjukkan oleh siswa SDN Ranah Singkuang dan siswa SDN Pekanbaru terhadap hygiene dan kemasan pangan jajanan cukup sesuai dengan tingkat pengetahuan siswa yang masih cukup baik.  Sedangkan untuk kebiasaan sarapan dan membawa bekal lebih baik pada siswa SDN Ranah Singkuang daripada SDN Pekanbaru. Kesimpulan: pengetahuan dan sikap siswa SDN Ranah Singkuang lebih rendah dibandingkan SDN Pekanbar

    Pelatihan Pemanfaatan Buku “Gizi Seimbang Remaja: Cegah Stunting” untuk Meningkatkan Pola Konsumsi Pangan Remaja

    Get PDF
    The prevalence of stunting in the Southeast Asia/South-East Asia Regional (SEAR) is 36.4%. One of the efforts to prevent and reduce the prevalence of stunting is to teach teenagers about food consumption patterns based on balanced nutrition. Community service aims to improve adolescent food consumption patterns. The training was conducted from February to d. August 2022 at SMP N 1 Kampar, Kampar District, Kampar Regency. Assessment of adolescent eating patterns was carried out using pre and post-test questionnaires. Questions related to the type, amount, and frequency of eating. The practice of administering food was carried out 3 times at the Food Processing Laboratory of the Integrated Laboratory of Poltekkes, Ministry of Health, Riau on Jl. Melur 103 Pekanbaru City. Assessment of adolescent skills in food administration was carried out by observing using a checklist. The number of participants in the training was 12 teenagers. The result of the activity is an increase in adolescent food consumption patterns by 6.7% from 82.7 to 89.4%. The increase is seen in the frequency of food consumption from 75% to 80%. The type and amount of food consumed by adolescents before the training appeared to be good with a value above 80%. The average practice of processing a balanced menu for teenagers is in a good category with a score above 80%. The conclusion of this activity is that there is an increase in adolescent food consumption patterns after participating in the Training on the Use of the Book "Balanced Nutrition for Adolescents: Prevent Stunting". The type and amount of food consumed by adolescents were good before the training. The frequency of adolescent food consumption became good after the training.Prevalensi stunting di regional Asia Tenggara/South-East Asia Regional (SEAR) yaitu sebesar 36,4%. Salah satu upaya untuk mencegah dan mengurangi prevalensi stunting yaitu mengajarkan kepada remaja tentang pola konsumsi pangan berdasarkan gizi seimbang. Pengabdian kepada masyarakat bertujuan meningkatkan pola konsumsi pangan remaja. Penyampaian materi pelatihan dilakukan di SMP N 1 Kampar Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar sedangkan praktik dilakukan di Laboratorium Pengolahan Pangan Laboratorium Terpadu Poltekkes Kemenkes Riau di Jl. Melur 103 Kota Pekanbaru. Kegiatan dilakukan bulan Februari s.d. Agustus 2022. Peserta pelatihan yaitu siswa sebanyak 12 orang. Praktik penyelenggaraan makanan dilakukan sebanyak 3 kali. Praktik Penilaian pola makan remaja dilakukan menggunakan kuesioner pre dan post test. Pertanyaan berkaitan dengan jenis, jumlah dan frekuensi makan. Penilaian keterampilan remaja dalam penyelenggaraan makanan observasi menggunakan daftar tilik. Hasil dari kegiatan yaitu terjadi peningkatan pola konsumsi pangan remaja sebanyak 6,7% dari 82,7 menjadi 89,4%. Peningkatan terlihat pada frekuensi konsumsi pangan dari 75% mejadi 80%. Jenis dan jumlah pangan yang dikonsumsi remaja sebelum pelatihan terlihat sudah baik dengan nilai di atas 80%. Rata-rata praktik pengolahan menu seimbang remaja sudah termasuk kategori baik dengan nilai di atas 80%.  Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu terjadi peningkatan pola konsumsi pangan remaja setelah mengikuti kegiatan Pelatihan Pemanfaatan Buku “Gizi Seimbang Remaja: Cegah Stunting”.  Jenis dan jumlah pangan yang dikonsumsi remaja sudah baik sejak sebelum pelatihan.  Adapun frekuensi konsumsi pangan remaja menjadi baik setelah pelatihan

    444

    full texts

    548

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Komunitas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇