Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Not a member yet
    1439 research outputs found

    HUBUNGAN ANTARA VOID RATIO DAN PERMEABILITAS TERHADAP KUAT TEKAN BETON POROUS DENGAN AGREGAT DAUR ULANG YANG MENGGUNAKAN STYRENE BUTADIENE RUBBER LATEX

    No full text
    TIngginya curah hujan yang menyebabkan jumlah air yang berlimpah. Diiringi denganpembangunan infrastruktur serta meningkatnya populasi menyebabkan daerah resapan semakin kecildan limpasan air semakin tinggi. Beton Porous merupakan sebuah teknologi yang bisa mengatasipermasalahan limpasan air sekaligus sebagai sustainable technology. Akan tetapi beton porousmempunyai kuat tekan yang lebih lemah dari pada beton biasa dikarenakan ikatan antar agregatnyayang lemah, sehingga penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari bahantambah styrene butadiene rubber latex terhadap hubungan antara void ratio dan permeabilitas kepadakuat tekan beton porous. Dari hasil penelitian didapatkan penambahan bahan tambah SBR Latex 5%dan 10% meningkatkan kuat tekan beton seiring bertambahnya kandungan SBR Latex, selaindikarenakan SBR Latex mengisi pori-pori dari beton SBR Latex juga meningkatkan kekuatan antarikatan sehingga ikatan antar aggregat tidak mudah lepas dan menjadi lebih kuat.Kata Kunci : Beton Porous, Void Ratio, Permeabilitas, Kuat tekan, Agregat Kasar Daur Ulang,Styrene Butadiene Rubber Late

    PENGARUH VARIASI BUKAAN PANEL DINDING (SHEATHED WALL) BERBAHAN MULTIPLEK TERHADAP ENERGI DISIPASI AKIBAT BEBAN SIKLIK PADA PORTAL BAJA CANAI DINGIN 2D

    No full text
    Indonesia menjadi salah satu negara yang berada di antara tiga lempeng bumi (Eurasia, Indoaustralia,dan Pasifik) sehingga rawan akan terjadinya gempa. Sehingga dalam perencanaan sebuah bangunan, bebangempa menjadi faktor penting didalamnya agar terhindar dari kerusakan akibat gempa. Berbagai materialtelah melalui pengujian dan penggunaan sebagai bahan konstruksi untuk bangunan tahan gempa, salahsatunya baja canai dingin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya beban lateral maksimum yangmampu ditahan, energi disipasi, dan kegagalan struktur agar dapat dianalisis kegagalan pada struktur portalcanai dingin dengan panel dinding sebagai salah satu contoh struktur tahan gempa.Baja canai dingin yang digunakan penelitian ini berdimensi 58x106 cm, yang terdiri dari profilhollow square berdimensi 40.40.0,3 untuk kolom dan dimensi 20.30.0,3 untuk balok.  Pembebananyang diberikan adalah pembebanan siklik (dua arah) dengan drift ratio 1% hingga 13% dan interval 1%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa benda uji yang memiliki dinding panel dan tidak ada bukaan (S-T-0)mempunyai nilai beban lateral maksimum dan energi disipasi yang paling besar dan benda uji yang tidakmemiliki dinding panel (S-T-100) mempunyai nilai beban maksimum dan energi disipasi yang paling kecil.Untuk benda uji yang memiliki dinding panel dan terdapat bukaan 50% (S-T-50) mempunyai nilai bebanmaksimum dan energi disipasi yang lebih kecil dibandingkan dengan benda uji yang memiliki dinding paneldan terdapat bukaan 25% (S-T-25) yang memiliki nilai beban maksimum dan energi disipasi yang lebihbesar. Disimpulkan jika semakin besar bukaan panel dinding pada benda uji maka semakin kecil energidisipasinya, dan beban lateral yang dapat ditahannya semakin kecil pula. Terjadi kegagalan struktur selamapengujian seperti kegagalan pada sambungan, sobek di sekitar sambungan, dan retak pada panel dinding.Kata Kunci: Baja Canai Dingin, Portal, Panel Dinding, Beban Siklik, Beban Lateral, Energi Disipas

    PENGARUH VARIASI LETAK TRANSDUSER PADA ALAT UPVT (ULTRASONIC PULSE VELOCITY TEST) TERHADAP PENGUKURAN VARIASI KEDALAMAN RETAK BETON

    No full text
    Sering dijumpai beragam permasalahan saat maupun pasca proses konstruksi dan salahsatunya keretakan pada beton. Oleh karena itu, perlu dilakukan identifikasi kedalaman retakpada struktur dengan menggunakan metode Non Destructive Test dan salah satunya denganUPVT (Ultrasonic Pulse Velocity Test) agar dapat mengetahui perlakuan yang tepat untukdilakukan pada struktur beton yang mengalami retak. Penelitian ini menggunakan benda ujibeton tidak bertulang dengan variasi kedalaman retak 4 cm, 8 cm dan 12 cm. Penelitian inidilakukan dengan mengidentifikasi variasi kedalaman retak tersebut dengan pengujian UPVmenggunakan alat PUNDIT PL-200 dengan variasi perletakan transduser yang terdiri dari 5cm, 10 cm, dan 15 cm. Hasil pengujian UPV menunjukkan bahwa semakin kecil jarak antartransduser maka nilai yang dihasilkan pada hasil pembacaan semakin menjauhi nilai retakaktual. Hal ini dapat diketahui dari nilai kesalahan relatif pada rata–rata hasil pengujiandengan variasi perletakan transduser. Hasil pengujian UPV pada penelitian ini jugamenunjukkan bahwa semakin besar jarak perletakan transduser dan kedalaman retak makasemakin meningkat waktu transmisi gelombang yang dihasilkan.Kata Kunci: Retak, UPV (Ultrasonic Pulse Velocity), Transduse

    STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN GEDUNG BARU SMA PETRA SURABAYA MENGGUNAKAN SISTEM BETON PRACETAK (PRECAST)

    No full text
    SaatsinispembangunansgedungsdisIndonesiastahapanspelaksanaanyasmasihsdisdominasismetodesbetonsbertulangskonvensionalsdikarenakansmetodestersebutsprosesnyasmudahsdikerjakansnamunswaktuspelaksanaanyascukupslama.sSalahssatusinovasisyangsdapatsmempercepatswaktuspelaksanaanyasadalahsdengansmemakaisbetonspracetak.sUntuks strukturspracetak,sssambunganssyangs terpasangs padas pertemuanssantaras komponenssbalokss80scmsxs80scmsdenganspenulangans16D22ssertaspertemuanskomponensbaloksdanskolomsmenggunakanssambungansbasahsdenganspanjangspenyaluranstulangans321,33smmsdalamskondisistekansdans616,95smmsdalamskondisistariksdenganspanjangskaits224,93smm.KatasKunci:sBetonspracetak,ssambungan,spenyaluranstulan

    Pengaruh Semen Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) Pada Komposisi Semen Terhadap Kuat Tarik Belah Beton Mutu Tinggi

    No full text
    Saat ini sulit untuk menggantikan semen dalam memproduksi beton lainnya. Dengan dukungan teknologi modern, penggunan bahan pengganti sebagian semen adalah solusi terbaik untuk memenuhi kebutuhan industri konstruksi seperti beton mutu tinggi akan tetapi bisa diminimalisir dengan menggunakan bahan pengganti sebagian semen seperti fly ash, silica fume, ggbfs dan dengan durabilitas serta kekuatan awal beton yang tinggi. Ggbfs mempunyai bahan penyusun yang serupa dengan semen hanya saja dalam jumlah yang berbeda, sehingga ggbfs bereaksi ketika ditambahkan dengan air. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh GGBFS terhadap kuat tarik belah beton bermutu tinggi dan pengaruh GGBFS terhadap kuat tarik belah beton bermutu tinggi dengan tambahan bahan silica fume pada proporsi semen. Penelitian dilakukan pada 160 benda uji yaitu dengan kelompok perlakuan dengan variasi GGBFS 25%, 45%, 55%, 65% serta dengan variasi silika fume 0% dan 10%. Benda uji dikelompokkan sesuai umur yaitu umur 7 hari, 14 hari, 28 hari, 56 hari, dan 90 hari. Data dikoleksi sesuai umur benda uji. Perbedaan antar kelompok dianalisis menggunakan anova dua arah. Hasil penelitian menunjukkan nilai kuat tarik belah mengalami perubahan nilai kuat tarik belah beton. Hal tersebut dibuktikan pada hasil grafik dan tidak ada beda nyata pada analisa menggunakan anova dua arah.   Kata Kunci: Beton, GGBFS, Kuat tarik bela

    PENGARUH VARIASI POSISI DENGAN DIAMETER TERHADAP PERKUATAN DOUBLE-ROW PILE PADA PEMODELAN FISIK LERENG PASIR

    No full text
    Kelongsoran merupakan salah satu jenis gerakan pada massa tanah, batuan, atau bahanrombakan yang menuruni lereng. Indonesia saat ini kerap mengalami peristiwa kelongsorankarena beberapa faktor seperti salah satunya yaitu kondisi lereng yang kurang didukung olehpembangunan untuk mencegah kondisi terburuk dari kelongsoran. Dalam penelitian inidigunakan metode perkuatan lereng menggunakan dua baris pile dengan box modelingsebagai wadah pengujian. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui jenis kelongsoranlereng, pengaruh variasi posisi pile terhadap stabilitas lereng, mengetahui nilai keamanan(FoS) dan juga posisi pile yang optimum untuk menahan longsor.Kata Kunci: Angka keamanan, Lereng, Longsor, Perkuatan, Pile

    PENGARUH PERBEDAAN DIAMETER PILE TERHADAP STABILITAS LERENG DENGAN MENGGUNAKAN KEPADATAN PASIR DR 88% POSISI LX 0.9 DAN 0.4

    No full text
    Bencana merupakan suatu peristiwa yang mengancam dan mengganggu. Masyarakat yang tinggal dilereng gunung curam, menghadapi risiko kemungkinan terjadinya tanah longsor, Kondisi struktur yangberaneka seperti daerah lereng berpotensi menimbulkan kelongsoran akibat tanah yang kurang stabil. Sehinggadiperlukan pencegahan – pencegahan terjadinya tanah longsor dengan menggunakan media pile. Hubunganpile dengan tanah mengalami pembebanan yang kompleks, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untukmengetahui pengaruh perbedaan diameter pile terhadap stabilitas lerengTujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis kelongsoran yang terjadi pada lereng dengan jenistanah berpasir, mengetahui pengaruh variasi diameter pile pada lereng dan analisis peningkatan faktorkeamanan pada lereng, mengetahui diameter pile optimum yang dapat menahan kelongsoran pada bebanmaksimum sampai lereng mengalami keruntuhan, dan untuk mengetahui jumlah peningkatan faktor keamananyang didapatkan dari pengaruh variasi diameter pada perkuatan lereng.Pada penelitian ini sarana pile digunakan sebagai media penahan longsor, dengan metode penelitianyang digunakan dengan cara memasukkan pasir ke box modelling sebanyak 7 lapis menggunakan ketebalansetiap lapis 10 cm, setelah itu dipadatkan menggunakan silinder beton sebanyak 15 lintasan dan dicek kembalimenggunakan cawan agar kepadatan pasir sesuai dengan kepadatan rencana. Hasil kepadatan lereng kemudiandiberikan pile sedalam 60 cm dengan jarak tiap pile setiap 10 cm, kemudian dilakukan pemotongan lerengdengan sudut 500. Kemudian dilakukan pengecekan dan pembacaan sebanyak 3 kali mengenai perubahan yangterjadi oleh alat. bantu dan diberi pondasi dengan jarak 5 cm dari tepi lereng.Hasil penelitian diperoleh jenis keruntuhan yang terjadi pada lereng dengan tanah jenis tanah berpasirtanpa perkuatan merupakan keruntuhan pada kaki lereng, sedangkan dengan perkuatan merupakan keruntuhanpada badan lereng. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perkuatan pada lereng menggunakan tiangmeningkatkan stabilitas lereng. Pada diameter tiang optimum berada di diameter paling besar di D2/D1 = 0,68,sehingga semakin besar diameter pile amak semakain besar faktor keamanannya. Dari pemodelan diperolehdiameter D2/D1 = 0.68 pada beban maksimum terbesar 0,851. Sehingga disimpulkan bahwa perkuatan padalereng neggunakna tiiang dapat digunakann untuk meningkatkan kekuatan leteng terhadap longsor. Serta padaanalisis aplikasi FEM 2D, nilai keamanan lereng dari lereng tanpa perkuatan hingga lereng dengan perkuatan2 tiang semakin meningkat hingga 0,321 pada FEM 3D, sehingga dapat disimpulkan perkuatan lerengmenggunakan 2 baris tiang dapat meningkatkan keamanan.Kata Kunci : Lereng, Longsor, Pile, FEM, Factor Of Safet

    PENGARUH CLOGGING PADA BETON POROUS TERHADAP STABILITAS GESER DINDING PENAHAN TANAH

    No full text
    Penelitian ini memiliki tujuan utama yaitu untuk mengetahui pengaruh dari clogging yang terjadi pada dinding penahan tanah beton porous terhadap stabilitas geser dinding. Dalam penelitian ini digunakan agregat kasar dengan ukuran (0,5 - 1) cm sebagai bahan dasar dinding penahan tanah beton porous tipe gravitasi yang akan diuji diatas tanah pasir dengan kepadatan relatif (RC) 80%. Uji penghujanan dilakukan menggunakan intensitas 960 mm/jam. Permodelan menggunakan empat paramter yaitu beton (kuat tekan dan permeabilitas), tanah (kuat geser dan sudut geser), air (hujan intensitas 960 mm/jam) dan pendukung (beban menerus dengan jarak 10 cm dan dinding penahan tanah tipe gravitasi). Pengujian dilakukan sebanyak tiga kali dengan intensitas hujan yang tetap pada dinding penahan tanah yang sama tanpa dilakukan pembersihan. Pengujian penghujanan dilakukan selama 4 menit dan dilanjutkan pengujian pembebanan hingga beban sebesar 52 kg.  Hasil dari clogging yang terjadi menyebabkan jumlah air yang keluar berkurang. Pada hasil hitungan teoritis dan software menujukkan angka keamanan yang semakin menurun dan pada percobaan di laboratorium didapatkan deformasi terbesar pada penghujanan ketiga sejauh 1,51 mm. Kata kunci: dinding penahan tanah, tanah pasir, stabilitas geser, clogging, deformasi, beton porous

    PREDIKSI DIFUSI KLORIDA PADA BETON BERTULANG YANG DIEKSPOS DI LINGKUNGAN LAUT PASANG SURUT DENGAN METODE ERROR FUNCTION

    No full text
    Indonesia saat ini sedang mengalami perkembangan yang pesat pada bidang konstruksi. Adapun karakteristik bangunan pada lingkungan tersebut berbeda-beda yang tentunya akan menimbulkan beberapa permasalahan diantaranya dari segi ketahanan bangunan. Penyebab kerusakan utama pada struktur beton bertulang yaitu korosi yang nantinya dapat mempengaruhi kekuatan serta massa layan beton. Pada tepi pantai terdapat banyak bangunan yang bersinggungan langsung dengan air laut dimana sering terjadi masuknya air laut ke dalam pori beton yang menyebabkan beton rusak dan hancur. Difusi Klorida yaitu proses masuknya air yang mengandung garam atau klorida ke dalam beton. Proses tersebut dapat mempengaruhi kekuatan pada beton dikarenakan partikel NaCl yang terkandung pada air laut yang menguap sehingga pada pori-pori beton timbul kristal yang mendesak pori-pori beton tersebut. Data penelitiian yang digunakan dalam analisis ini yaitu diambil dari jurnal “Prediction Model of Chloride Diffusion in Concrete Considering the Coupling Effect of Coarse and Steel Reinforcement Exposed Marine Tidal Environmentâ€, oleh Yuanzhan Wang, Xiaolong Gong, dan Lianjian Wu (2019) yang nantinya hasil yang diharapkan sesuai dengan nilai yang ada pada data. Adapaun data yang dibutuhkan untuk analisis perkiraan klorida yaitu diantaranya nilai klorida dan kedalaman, serta lama waktu pengujian. Perhitungan dimulai dari kandungan klorida permukaan kontan terhadap waktu, kemudian koefisien klorida dihitung menggunakan data klorida yang telah diperoleh sebelumnya. Setelah itu dapat dilakukan perhitungan kadar klorida pada tiap waktu dan kedalaman. Hasil perhitungan analisis dengan menggunakan error function untuk mengetahui kandungan dan laju difusi klorida pada beton, Hasil yang didapatkan memiliki nilai C(x,t) yang berbeda-beda. Namun macam metode dengan batasan D(t) dan Co(t) mendapatkan hasil nilai C(x,t) yang paling mendekati Nilai C(x,t) dari data jurnal.   Kata kunci: difusi klorida, kadar klorida, error function

    ANALISIS PEMODELAN PERILAKU BEBAN DAN PERPINDAHAN PADA PORTAL DENGAN BRACING EKSENTRIS TIPE V

    No full text
    Pembangunan gedung merupakan salah satu wujud fisik pemanfaatan ruang dengan daya tampung tinggi, maka perencanaan gedung tahan gempa diperlukan untuk menerima beban siklik sehingga terjadi simpangan horizontal (displacement). Salah satu struktur yang mampu menahan gaya lateral akibat gempa pada bangunan tinggi adalah penambahan pengaku lateral yaitu bracing dengan sistem rangka bracing eksentris (SRBE) dimana mempunyai kekakuan elastis dan daktilitas yang baik. Penelitian ini menggunakan bantuan software ABAQUS student edition dengan material baja mutu BJ-37 menggunakan struktur portal 4 m x 4 m dengan bracing eksentris 0 cm, 60 cm, dan 120 cm. Pembebanan yang dilakukan ialah pembebanan lateral statis 55 ton. Pemodelan struktur portal bracing eksentris yang mengalami perpindahan (displacement) terkecil merupakan struktur portal eksentris 0 cm, sedangkan struktur portal bracing eksentris yang mengalami perpindahan (displacement) terbesar merupakan struktur portal eksentris 120 cm. Nilai beban atau gaya (force) terbesar terjadi pada portal bracing eksentris 0 cm, sedangkan pemodelan eksentris 120 cm memiliki nilai beban atau gaya (force) terkecil. Kata Kunci: portal eksentris, bracing eksentris V, beban dan perpindahan, beban lateral statis, ABAQUS Student Edition

    0

    full texts

    1,439

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇