Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Not a member yet
    1439 research outputs found

    PENGARUH PENAMBAHAN SENGKANG LUAR TERHADAP POLA RETAK DAN KUAT GESER BALOK BETON BERTULANG

    No full text
    Dalam perhitungan teori sengkang yang tercetak di dalam benda uji, yang menggunakan semen slag danfly ash sebagai seconday cement material, dinilai kurang kuat dalam menahan gaya geser yang dialami olehbalok. Oleh karena itu ditambahkan sengkang luar dengan tujuan memperkuat kuat geser balok betonbertulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sengkang luar terhadap polaretak dan kuat geser balok.Pada penelitian ini benda uji dengan dimensi 15x15x100 cm yang menggunakan komposisi semen slag0%, 10%, 40%, dan 70% serta dengan mutu K-350 dan K-275 ditambahkan sengkang luar sebanyak tiga danempat buah. satu benda uji dibiarkan tanpa penambahan sengkang luar sebagai kontrol. Sehingga terdapat24 benda uji. Pengujian dilakukan dengan memberi dua titik beban di tengah bentang dengan jarak simetris.Pembebanan balok dilakukan dengan interval 500 kg hingga beban tidak dapat dinaikkan lagi. Data yangdiperoleh dari pengujian lentur untuk dianalisis berupa beban dan pola retak.Hasil penelitian yang didapatkan adalah penambahan sengkang luar mempunyai pengaruh yangbervariasi ketika ditambahkan, untuk penambahan tiga buah sengkang luar dengan mutu beton K-350 besarpeningkatannya secara berturut (-28%), (-6,89%), (61,53%), dan (-57,69%). Untuk mutu beton K-275 besarpeningkatannya secara berturut (0%), (21,05%), (4,76%), dan (4,76%). Untuk penambahan empat buahsengkang luar dengan mutu beton K-350 besar [eningkatannya secara berturut (32%), (-3,44%), (76,92%),dan (-34,61%). Untuk mutu beton K-275 besar peningkatannya secara berturut (20,83%), (31,57%), (0%), dan(4,76%). Berdasarkan hasil analisis pola retak didapatkan bahwa penambahan sengkang luar dapatmengubah pola retak geser yang dialami oleh balok menjadi lebih ke tengah bentang.Kata kunci: Sengkang luar, kuat geser, pola reta

    pp.269-278 STUDI LITERATUR KAJIAN PENGGUNAAN AGREGAT DAUR ULANG TERHADAP DIFUSI KLORIDA PADA BETON

    No full text
    Agregat daur ulang merupakan material yang berasal dari hasil daur ulang limbahbeton yang bisa dipergunakan kembali didalam konstruksi bangunan dan memiliki nilaiekonomis. Jika diolah dengan benar, limbah konstruksi dapat menghasilkan beton bermututinggi dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh agregatdaur ulang terhadap difusi klorida dengan faktor air semen dan penambahan campuranadmixture terhadap difusi klorida. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen denganbeberapa sumber–sumber literatur. Pada penelitian ini sampel yang digunakan memilikiperbandingan agregat daur ulang dan agregat alami yang digunakan dengan f.a.s 0,4 – 0,6.Pemanfaatan recycled coarse aggregate (RCA) diharapkan menjadi alternatif untukmengurangi penggunaan agregat alami. Variasi admixture yang digunakan adalah FA,Waterproofing, shrinkage Reducing Admixture (SRA). Hasil penelitian yang didapatkanadalah agregat kasar daur ulang dengan agregat alami menunjukkan ketahanan yang samaterhadap penetrasi ion klorida serta difusi klorida relatif meningkat dengan meningkatnyaf.a.s dan dengan adanya campuran admixture dapat mencegah penetrasi klorida yang tinggi.Kata Kunci : Agregat Kasar Daur Ulang,FAS, Admixtur

    ANALISIS PEMODELAN PERILAKU TEGANGAN DAN REGANGAN PADA PORTAL 2 LANTAI DENGAN BRACING EKSENTRIS TIPE Y DAN INVERTED Y

    No full text
    Gempa bumi yang getarannya sangat kuat dapat menyebabkan kerusakan dipermukaan bumi seperti hancurnya bangunan, rumah, fasilitas umum dan jatuhnya korban.Maka dari itu, diperlukan solusi yang dapat meminimalisir dampak dari gempa bumi tersebut.Pada kondisi ini,dibutuhkan struktur yang dapat menambah kekuatan dan kekakuan strukturbangunan untuk menahan beban gempa dengan arah horizontal, salah satu diantaranya yaitubracing. Rangka pengaku eksentris yang memiliki sistem dimana salah satu ujung bracingtersambung dengan balok pada jarak tertentu. Maka pada penulisan ini, akan menggunakanbracing eksentris tipe Y dan Inverted Y. Pemodelan dilakukan dengan eksentrisitas berbedayaitu 60 cm dan 120 cm. Ukuran 4 m x 4 m dengan mutu baja BJ-37 yang diberikanpembebanan statis. Analisis menggunakan software ABAQUS Student Edition. Pada analisisdibagi menjadi beberapa elemen, yaitu meshing renggang (4) dan meshing rapat (25). Outputberupa nilai tegangan dan regangan pada elemen kritis. Salah satu tinajaun elemen yaitubalok didapat kesimpulan bahwa semakin panjang eksentrisitas, maka nilai tegangan danregangan juga semakin meningkat. Hal itu didapatkan pada saat analisa bahwa untuk elemenbalok, semakin panjang eksentrisitas nilai tegangan yang didapat semakin meningkat sebesar26,025% dan nilai regangan yang didapat semakin meningkat sebesar 77,472% .Kata Kunci Bracing Tipe Y, Inverted-Y. Tegangan dan Regangan, Beban Lateral Statis,Portal 2 Lantai, ABAQUS Student Edition

    ANALISIS PENGARUH KNOWLEDGE SHARING TERHADAP KINERJA PEKERJA KONSTRUKSI PADA PROYEK KERJA SAMA OPERASI (KSO)

    No full text
    Tugas akhir ini bertujuanauntukamengetahuiapenerapan Knowledge Sharing (KS), kendala atauhambatan yang dihadapi dalam penerapannya, dan pengaruhnya terhadap Kinerja Pekerja padabidang Konsultan MK Proyek Pembangunan Auditorium Brawijaya dan KDP GedungEntrepreneurship Terpadu yang berbentuk Kerja Sama Operasi (KSO). AdapunAteknikpengambilanasampelayangadigunakanaadalahapurposiveasamplingadengan pendekatan deskripsikuantitatif, denganainstrumen penelitian berupa kuesioner dan wawancara. Penerapan KS padapenelitian ini berjalan dengan sangat baik, dariihasilianalisisiregresiilinierisederhanaiditemukanpersamaaniregresiisebagaiiberikut Y1 = 25,186 + 0,370 (X1). Ini berarti setiapapeningkatana1%nilaiiKS, akanidiikutiiolehipeningkatanikinerjaipekerja sebesara0,370. HasilaanalisisadeskriptifdariivariabeliKSimenunjukkan grand mean sebesari4,21 yangiberarti pekerja memilikiikebiasaanmelakukaniKSiyangitinggi,isedangkan grand mean variabelaKinerja Pekerja sebesara3,83ayangberartiipekerja memilikiikinerjaayangicukup baik. Hasilapengujianihipotesisipenelitianidiketahuithitung > ttabel (2,660 > 2,093). Walaupun begitu, tetap ditemukan beberapa hambatan sehinggaKonsultan MK sebaiknya terus meningkatkan efektifitas penerapan KS dengan mengatasihambatan-hambatan tersebut, sehingga kedua variabel dapat berpengaruh lebih signifikan lagi.Kata Kunci: Berbagi Pengetahuan, Manajemen Pengetahuan, Kinerja Pekerj

    Pengaruh Jarak, Panjang dan Besarnya Beban Terhadap Kecepatan Konsolidasi pada Tanah Lunak yang diperbaiki dengan Prefabricated Vertical Drain (PVD) Pola Segitiga

    No full text
    Pemerintah Indonesia sejak presidennya bapak Ir. Djoko Widodo dalam pembangunaninfrastruktur sangat pesat sekali, diharapkan bahwa pembangunan Infrastruktur ini berperansangat penting dalam menggerakan di bidang perekonomian di suatu wilayah, salah satuprogramnya adalah transportasi darat berupa jalan Tol. Jawa Timur merupakan salah satuProvinsi yang termasuk mendapatkan program pembangunan Jalan Tol, salah satunya adalahruas tol Surabaya-Pasuruan. Pembangunan jalan tol ini melewati suatu daerah tepatnya di desaKedawung Kulon, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Adapun lokasi tanah yang akandilalui jalan tol berupa tanah lunak (lempung) memiliki kandungan kadar air tinggi. Tanahlunak pada umumnya mempunyai daya dukung yang rendah dan memiliki sifat kompresibeltinggi dan permeabilitas yang sangat rendah. Karena memiliki sifat-sifat tersebut, tanah inicenderung memiliki potensi penurunan konsolidasi yang besar dan dalam waktu yang cukuplama. Pada kenyataannya tanah lunak kurang menguntungkan secara teknis untuk mendukung suatu pekerjaan konstruksi jalan tol. Hal ini seringkali menjadi kendala dalampelaksanaan suatu pekerjaan konstruksi.Untuk mengatasi permasalahan tanah lunak salah satu metode yang paling efektifmenggunakan sistem preloading yang dikombinasikan dengan pre-fabricated vertical drain(PVD) dengan pola segi tiga. Adapun penelitian ini dilaksanakan dengan harapan untukmengetahui percepatan waktu yang dihasilkan dari proses konsolidasi konvensionaldibandingkan waktu yang diberikan oleh kombinasi preloading dan PVD untuk mencapaikonsolidasi primer pada derajat konsolidasi yang sama. Untuk mengetahui besar penurunandan kekuatan konsolidasi tanahnya dengan berbagai variasi (Panjang, jarak, beban). Studi iniakan dilaksanakan beberapa pengujian tanah asli di laboratorium antara lainN: uji konsolidasi,uji kadar air, uji density danN uji vane shearNN dengan tujuan mempercepat konsolidasi tanahdan diharapkan mampuN meningkatkan daya dukungN tanah lunak untuk pembangunan jalantol

    PERKUATAN LERENG PASIR MENGGUNAKAN VARIASI JARAK ANTAR PILE BERDIAMETER 3,2 CM DAN 2,0 CM DENGAN PEMODELAN FISIK Rc 88%

    No full text
    Tanah longsor merupakan pergerakan suatu material perbukitan , bergerak dari dataran atasbukit menuju ke dataran bawah, pada banyak kejadian disebabkan karena tanah tidak mampumenahan beban gravitasi dari luar seperti bangunan yang berada diatas lereng. Akbat kejadiantersebut maka digunakan metode penelitian perkuatan stabilitas lereng dengan cara memasukan tanahberjenis pasir kedalam box, Kemudian ditancapkan 2 baris pile berbahan alumunium pada tanah yangsudah dipadatkan sesuai Rc 88 % dengan variabel penelitian yang sudah ditentukan. Diameter pilebaris pertama 3,2 cm dengan jarak antar pusat pile 10 cm dan diameter pile baris kedua 2,0 cm denganjarak antar pusat pile 3 cm, 6cm, 8 cm dan 10 cm. Setelah pemodelan siap kemudian dipasang dialgauge pada pile dan diberikan pembebanan secara bertahap menggunakan hydraulic jack hinggalereng mengalami keruntuhan sebanyak 3 kali pembacaan.Penelitian ini bertujuan untuk menganilisjenis kelongsoran, mengetahui jarak antar pile optimum yang dapat menahan kelongsoran pada bahanmaksimum hingga lereng mengalami keruntuhan dan mengetahui nilai angka keamanan lerengmenggunakan metode elemen hingga 2D dan 3D.Hasil penelitian didapatkan bahwa jenis keruntuhanlereng yaitu tipe rotasi dengan pola keruntuhan berada pada bidang lereng. Dan hasil analisismenggunakan FEM, didapatkan bahwa nilai angka keamanan mengalami peningkatan terhadap tanpaperkuatan, pada perkuatan dua baris pile sebesar 7,179 % pada aplikasi FEM 2D dan sebesar 29,044% dan pada aplikasi FEM 3D. Untuk lereng dengan perkuatan satu baris tiang didapatkan sebesar4,382 % pada aplikasi FEM 2D dan sebesar 1,485 % pada FEM 3DKata kunci :angka keamanan, longsor, perkuatan lereng, , lereng, tanah pasi

    ANALISIS PERBAIKAN PONDASI BORPILE PADA BANGUNAN GEDUNG UNIVERSITAS WIDYAGAMA

    No full text
    Dalam perencanaan gedung bertingkat banyak faktor yang perlu diperhatikan khususnya faktorkeamanan sesuai dengan fungsi gedung yang akan digunakan. Salah satunya yang perlu diperhatikanadalah tanah yang akan dibangun struktur bangunan diatasnya dan juga pondasi apa yang akan didesain pada bangunan tersebut. Seperti pada bangunan di Universitas Widyagama terdapat gedungyang awalnya mempunyai 2 lantai dan kemudian dibangun menjadi 4 lantai, kemudian mengalamikerusakan pada kolom akibat tingginya nilai swelling pada tanah tersebut. Pada saat musim hujantergenang air pada lantai dasar sehingga mengalami kerusakan pada kolom. Oleh karena itudibutuhkan perbaikan pondasi serta desain pondasi yang bisa bisa bekerja dengan baik pada bangunantersebut agar bisa tetap kuat menahan beban diatasnya.Analisis yang digunakan dalam studi ini meliputi analisis karakteristik tanah dan parameter tanahberdasarkan data pengujian Sondir atau CPT (Cone Penetration Test). untuk menganalisis dayadukung dan juga penurunan terhadap beban pada bangunan tersebut diawali dengan menghitungpembebanan termasuk beban kombinasi, beban aksial, dan beban gempa dengan bantuan softwareSAP2000. Analisis dilanjutkan dengan menghitung potensi daya dukung tanah secara aksialmenggunakan metode Meyerhoff, metode Terzaghi dan perhitungan berdasarkan data sondir. TahapSelanjutnya dari analisis ini adalah mendesain dan menghitung beban yang bekerja pada pondasi gruptiang.Tahapan desain ini berupa merancang konfigurasi tiang yang mencakup jumlah tiang dan spasiantar tiang, dan menghitung efisiensi dari pondasi grup tiang tersebut terhadap beban yang bekerja.Selain itu, dilanjutkan dengan mendesain tulangan, menghitung penurunan, serta analisis diakhiridengan menghitung daya dukung dan penurunan melalui software PLAXIS 2D.Dari hasil analisis danperhitungan yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa pondasi tiang bor yang digunakan adalah tiang bordengan diameter 0,5 m dengan panjang 6 m, menggunakan tulangan longitudinal 8D19 dan tulanganspiral D13-100 mm. Beban terbesar yang dihasilkan dari perhitungan pada software SAP2000 sebesar1913,681 kN sedangkan besar penurunan pondasi tiang bor terbesar dengan perhitungan manualsebesar 9,02 cm, dan dengan menggunakan software PLAXIS 2D sebesar 9,37 cm.Kata Kunci : Tiang Bor, Pile Cap, Plaxis 2D, Daya Dukung Tanah, Penurunan, CPT/Sondi

    STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG RSUD Dr. KANUJOSO DJATIBOWO BALIKPAPAN MENGGUNAKAN PROFIL CASTELLATED BEAM

    No full text
    Kota Balikpapan merupakan salah satu daerah yang berada di provinsi KalimantanTimur yang biasa dikenal sebagai kota minyak. Dengan bertambahnya pekerja tersebutmembuat kebutuhan akan tempat fasilitas kesehatan yang memadai menjadi fokus utama.Dengan adanya teknologi yang ada saat ini, kontraktor dapat memilih cara yang palingefisien serta efektif untuk dapat mempersingkat penyelesaiannya dalam segi waktu dan kuatsecara struktural untuk gedung yang akan dibangun. Karena semakin tinggi suatu gedungmaka waktu pengerjaannya akan semakin lama dan biaya pekerjaannya juga mahal.Dalam tugas akhir ini akan dibahas perencanaan ulang Gedung RSUD dr.KanujosoDjatiwibowo yang menggunakan metode beton bertulang konvensional menjadi CastellatedBeam. Perencanaan ini meliputi: perencanaan pelat lantai ruangan dan atap, tangga, balokanak, balok induk, bracing, kolom, dan pondasi. Peraturan yang dipakai SNI 1726:2019 dandimensi struktur menggunakan program SAP 2000.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja perbedaan yang dihasilkanpada elemen balok sebelum dan sesudah dilakukan analisis castella. mengetahuiperencanaan alternatif struktur balok castella menurut desain struktur yang mengacu padaSNI 1729:2019 dan Metode Desain Faktor Beban Ketahanan (LRFD) pada Gedung RSUDdr. Kanujoso Djatiwibowo BalikpapanBerdasarkan hasil analisis perencanaan alternatif struktur bangunan gedung RSUD Dr.Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan menggunakan profil castellated beam. 1. Padaproses perencanaan awal digunakan pelat lantai dengan ketebalan 120 mm dengan tulanganØ10 – 150. Untuk perencanaan balok induk digunakan profil baja WF 300x200x9x14dengan Mu maks lapangan = 206,831 kNm dan Mu maks tumpuan = 416,1061 kNm. Untukperencanaan balok anak digunakan profil baja WF 150x100x6x9 dengan Mu maks = 49,792kNm. Kata Kunci : Profil, Baja, Perencanaan, Castella, Komposit, Perkuata

    PENGARUH SEMEN GROUND GRANULATED BLAST FURNACE SLAG (GGBFS) PADA KOMPOSISI SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR

    No full text
    Semen Portland merupakan semen hidrolis yang dihasilkan dengan menggiling terak semen portland terutama yang terdiri atas kalsium silikat yang bersifat hidrolis dan digiling bersama-sama dengan bahan tambahan berupa satu atau lebih bentuk kristal senyawa kalsium sulfat dan boleh ditambah dengan tambahan lain. Umumnya material ini digunakan dalam campuran beton yaitu Fly Ash, slag (semen GGBFS), dan silica fume. Digunakan material-material tersebut tentunya berpengaruh pada kualitas mortar, kecepatan pengerasan, kepadatan, dan lainnya. Pada penelitian ini menggunakan material menggunakan semen OPC, semen GGBFS, silica fume dan agragat halus. Masing-masing material tersebut memiliki komposisi semen GGBFS 25%, 45%, 55% dan 65%, silica fume 10%, dan 0%. Benda uji berbentuk balok berukuran (5x5x5) cm dan dilakukan pengujian menggunakan prosedur kuat tekan dengan memvariasikan umur mortar terdiri dari 7 hari, 14 hari, 28 hari, 56 hari, 90 hari dan 120 hari. Berdasarkan hasil penelitian variasi kadar semen GGBFS memberikan pengaruh terhadap nilai kuat tekan mortar yang dihasilkan. Untuk kadar semen GGBFS dengan kuat tekan terbesar pada kadar 45% dengan umur 28 hari tanpa silica fume sebesar 32,56 MPa. Variasi umur memberikan pengaruh terhadap nilai kuat tekan mortar. Untuk semuar umur pengujian mengalami peningkatan dan penurunan. Peningkatan stabil dari umur 7 hari sampai dengan maksimal 28 hari setelah itu mengalami penurunan sampai dengan 120 hari. Hal ini juga dipengaruhi oleh kadar semen GGBFS dan silica fume. Variasi kada silica fume memberikan pengaruh terhadap nilai kuat tekan mortar. Untuk kadar silica fume kekuatan terbesar didapatkan pada komposisi semen GGBFS 25% yang berumur 28 hari sebesar 25,76 MPa.   Kata Kunci : Semen OPC, Semen GGBFS, Silica Fume, Kuat Tekan Â

    PENGARUH PERGERAKAN KENDARAAN BERAT TERHADAP TINGKAT PELAYANAN EKSISTING JALAN DI KOTA MALANG

    No full text
    Terjadinya peningkatan kawasan industri di daIam Kota MaIang memberidampak dan pengaruh pada peningkatan kepadatan arus IaIu Iintas eksisting jaIanuntuk kendaraan berat di Kota MaIang.Di daIam peneIitian ini,dibutuhkanstrategi aIternatif untuk pergerakan kendaraan berat ,agar kondisi kinerja eksistingjaIan tersebut dapat ditingkatkan.Tujuan dari peneIitian ini untuk mengetahuikinerja jaIan eksisting,imengetahui strategi yang dapat digunakan untuk kendaraanberat jika kondisi jaIan eksisting tidak memenuhi standar ,serta pengaruh strategiaIternative terpiIih terhadap kinerja eksisting jaIan di Kota MaIang.PeneIitian ini imenggunakan metode AnaIyticaI Hierarchy Process (AHP) untuk mengetahuistrategi aIternative yang akan digunakan kendaraan berat di Kota MaIang, danMetode SWOT untuk mengatasi ancaman maupun keIemahan dari strategiaIternative terpiIih.Dari hasiI anaIisis didapatkan kinerja eksisting jaIan di KotaMaIang rata-rata niIai IOS (IeveI of Service) adaIah C sementara min mum kerjajaIan sebaiknya B,serta keicepatan aktuaI tidak ada yang memenuhi standart minmaI keicepatan 40 km/jam.PoIa asaI tujuan pergerakan kendaraan berat di KotaMaIang dengan prosentase 29% yang berasaI dari Iuar Kota MaIang menuju KotaMaIang.Strategi aIternative terbaik dari anaIisis AHP adaIah pembangunanRingroad dengan niIai totaI sebesar 0, 242 (24%) didukung dengan peroIehan niIaitertinggi pada kriteria keseIamatan dengan niIai tertinggi 0,450 (45%). HasiI darianaIisis SWOT,didapatkan strategi untuk mengtasi keIemahan dan ancamandari aIternatif pembangunan Ringroad dengan meIakukan pengajuan anggaran padapemerintah untuk pembebasan Iahan dan pembangunan Ringroad, serta akseskeIuar dan masuk Ringroad ditempatkan di Iokasi yang strategis seperti di daerahKedungkandang, untuk mengatasi pergerakan yang bertujuan maupun berasaI daridan ke arah utara Kota MaIang.Kata Kunci: Kendaraan berat, strategi aIternative, AnaIityca Hierarchy Processi (AHP), SWO

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇