Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Not a member yet
    1439 research outputs found

    Optimalisasi Material Baja Tulangan pada Struktur Beton Bertulang Menggunakan Metode Integer Linear Programming (Studi Kasus: Proyek Pembangunan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Tahap II Gedung Fakultas Kedokteran)

    No full text
    Proyek pembangunan konstruksi yang semakin marak. Selaras dengan teknologi yang digunakan di dunia konstruksi juga semakin berkembang dan berinovasi. Inovasi yang dilakukan bertujuan pada efisiensi yang bisa dilakukan pada biaya, material dan waktu. Permasalahan utama sebuah konstruksi adalah waste material ialah semen, pasir dan baja tulangan. Mengatasi waste baja tulangan digunakan persamaan integer linear programming yang berfokus untuk pengoptimalan waste dan sisa material dengan mendapatkan pola pemotongan tulangan yang alternatif dengan waste paling minim. Proses pengoptimalisasian ini akan dibantu dengan software QM for Windows, untuk mendapatkan persamaan linier atau nilai X awal. Dilanjutkan proses menggunakan metode up and down dibantu dengan aplikasi excel untuk mendapatkan persamaan integer linear dan menghasilkan nilai X dengan waste paling minimum. Data yang digunakan ialah bar bending schedule pada pekerjaan kolom, balok, pilecap dan sloof dengan diameter D10, D13, D16, D19, D22 dan D25. Data yang akan dijadikan alternatif merupakan pola pemotongan baja tulangan. Setelah dilakukan proses optimalisasi kebutuhan baja tulangan dari keseluruhan diameter ialah 38.119 lonjor atau 717.300 kg dengan waste sebanyak 12.740 kg atau 1.776%

    Pengaruh Penambahan Carrageenan terhadap Kinerja Marshall pada Laston Lapis Aus Asbuton (AC-WC Asb)

    No full text
    Fenomena fluktuasi harga minyak bumi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir berpengaruh terhadap peningkatan kebutuhan aspal minyak di Indonesia seiring dengan kerusakan jalan yang juga terjadi. Asbuton berpotensi besar menjadi subtitusi maupun komplementer dari aspal minyak. Pengaplikasian dan pemeliharaan Asbuton harus sesuai agar tidak menyebabkan Asbuton sulit tercampur secara homogen jika terjadi penggumpalan saat penyimpanan dan mempengaruhi sifat campuran. Eucheuma sebagai salah satu jenis rumput laut penghasil Iota Carrageenan yang memiliki sifat viskositas tinggi dan ketahanan suhu dapat mengatasi kelemahan dari penggunaan Asbuton dalam campuran perkerasan jalan dengan mengikat campuran beraspal dan menstabilkan ketahanan suhu campuran sehingga dapat melengkapi serta memperbaiki campuran perkerasan jalan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hasil dari subtitusi penggunaan Asbuton dalam campuran Laston Lapis Aus (AC-WC) serta penambahan serbuk Carrageenan. Penelitian dilakukan dengan menguji karakteristik material yang digunakan, melakukan uji Marshall, lalu dilanjut dengan pengolahan data dan analisis statistik data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh material yang digunakan dan karakteristik Marshall yang dihasilkan memenuhi standar. Penambahan variasi kadar Carrageenan terhadap KAO campuran yakni 6.5% mampu meningkatkan nilai VMA dan VFB, nilai stabilitas dan flow mengalami fluktuasi, sementara nilai VIM dan MQ menurun. Adapun kadar Carrageenan optimum sebesar 8.5% dalam campuran menghasilkan karakteristik marshall dengan nilai VMA sebesar 20.88%, nilai VIM sebesar 3.27%, nilai VFB sebesar 84.33%, nilai kelelehan sebesar 3.7 mm, nilai MQ sebesar 364.5 kg/mm dan nilai stabilitas sebesar 1255.53 kg

    Pengaruh Penambahan Carrageenan terhadap Kinerja Marshall pada Laston Lapis Aus Asbuton (AC-WC Asb)

    No full text
    Fenomena fluktuasi harga minyak bumi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir berpengaruh terhadap peningkatan kebutuhan aspal minyak di Indonesia seiring dengan kerusakan jalan yang juga terjadi. Asbuton berpotensi besar menjadi subtitusi maupun komplementer dari aspal minyak. Pengaplikasian dan pemeliharaan Asbuton harus sesuai agar tidak menyebabkan Asbuton sulit tercampur secara homogen jika terjadi penggumpalan saat penyimpanan dan mempengaruhi sifat campuran. Eucheuma sebagai salah satu jenis rumput laut penghasil Iota Carrageenan yang memiliki sifat viskositas tinggi dan ketahanan suhu dapat mengatasi kelemahan dari penggunaan Asbuton dalam campuran perkerasan jalan dengan mengikat campuran beraspal dan menstabilkan ketahanan suhu campuran sehingga dapat melengkapi serta memperbaiki campuran perkerasan jalan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hasil dari subtitusi penggunaan Asbuton dalam campuran Laston Lapis Aus (AC-WC) serta penambahan serbuk Carrageenan. Penelitian dilakukan dengan menguji karakteristik material yang digunakan, melakukan uji Marshall, lalu dilanjut dengan pengolahan data dan analisis statistik data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh material yang digunakan dan karakteristik Marshall yang dihasilkan memenuhi standar. Penambahan variasi kadar Carrageenan terhadap KAO campuran yakni 6.5% mampu meningkatkan nilai VMA dan VFB, nilai stabilitas dan flow mengalami fluktuasi, sementara nilai VIM dan MQ menurun. Adapun kadar Carrageenan optimum sebesar 8.5% dalam campuran menghasilkan karakteristik marshall dengan nilai VMA sebesar 20,88%, nilai VIM sebesar 3,27%, nilai VFB sebesar 84,33%, nilai kelelehan sebesar 3,7 mm, nilai MQ sebesar 364,5 kg/mm dan nilai stabilitas sebesar 1255,53 kg. Kata kunci: AC-WC Asb, Carrageenan, Karakteristik Marshal

    Analisis Perilaku Lentur Pelat Beton Bertulang Satu Arah dengan Variasi Rasio Tulangan Menggunakan Metode Elemen Hingga

    No full text
    Jembatan merupakan salah satu infrastruktur penghubung antar wilayah yang perlu ditingkatkan pembangunannya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam percepatan pembangunan adalah penerapan teknologi material precast dan pemanfaatan software analisis. Dalam sistem precast pada konstruksi jembatan, yang dapat direncakan adalah bagian pelat beton bertulang satu arah. Pelat merupakan komponen struktur yang pertama kali menerima beban mati maupun beban hidup. Penambahan tulangan baja di dalam pelat dapat meningkatkan kemampuan pelat untuk menahan momen lentur dan beban-beban yang diterapkan, dimana hal ini akan berpengaruh juga pada besarnya rasio tulangan yang harus direncanakan dengan tepat agar mampu mendukung kekuatan struktur. Pada penelitian ini, analisis perilaku lentur dilakukan menggunakan bantuan software ABAQUS untuk mengetahui kapasitas beban, lendutan, tegangan, dan regangan maksimum. Spesimen uji dimodelkan seperti kondisi pada laboratorium karena perlu dilakukan validasi hasil antara hasil analisis dengan hasil pengujian. Model spesimen uji terdiri dari tiga variasi berdasarkan rasio tulangannya, yaitu spesimen uji ρ-2,3%, ρ-2,0%,  dan ρ-1,7%. Data input material disesuaikan dengan data hasil laboratorium. Data hasil uji tekan diolah menjadi data Concrete Damage Plasticity (CDP) dan data hasil uji tarik baja diolah menjadi True Stress-Plastic Strain. Hasil analisis melalui software ABAQUS menunjukkan bahwa rasio tulangan berpengaruh terhadap besarnya kapasitas beban lentur. Semakin besar rasio tulangan, maka semakin besar beban maksimum pelat. Pada analisis lendutan, dengan beban yang sama besarnya rasio tulangan berbanding terbalik dengan nilai lendutan. Sedangkan pada analisis tegangan dan regangan dengan besar beban yang sama, menunjukkan bahwa semakin besar rasio tulangan, semakin kecil kapasitas tegangan dan regangannya. Hasil analisis ABAQUS yang dibandingkan dengan pengujian laboratorium tidak mampu menghasilkan nilai kapasitas yang sama, namun perilaku yang dihasilkan baik hubungan beban-lendutan maupun tegangan-regangan mengindikasikan pola perilaku yang serupa.   Kata kunci :   Rasio Tulangan, Beban Lentur, Lendutan, Tegangan-Regangan Aksial, ABAQUS

    Evaluasi Perpanjangan Runway pada Bandar Udara Kalimarau Berau Kalimantan Timur

    No full text
    Bandar Udara Kalimarau berlokasi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Saat ini melayani maskapai penerbangan Susi Air, Citilink, Wings Air, dan Batik Air yang dimana jenis pesawat yang digunakan adalah Grand Caravan, ATR 72-600, dan Airbus A320-200 dengan fasilitas udara runway panjang 2.250 meter, lebar 45 meter, dan lebar 52 cm. Tujuan dari penelitian mengetahui berapa panjang dan tebal runway yang dibutuhkan agar dapat digunakan oleh pesawat Airbus A320-200 dan Boeing 737-800NG secara 100% dengan aman pada Bandar Udara Kalimarau. Pada evaluasi perencanaan runway menggunakan metode Federal Aviation Administration (FAA) dan International Civil Aviation Organization (ICAO) yang dilaksanakan dengan perhitungan manual dan aplikasi FAARFIELD dan sehubungan dengan perhitungan PCN dan ACN  mempergunakan aplikasi COMFAA. Dari hasil perhitungan untuk kebutuhan panjang diperlukan sebesar 2650 meter. Sedangkan ketebalan yang dibutuhkan sebesar 81,28 cm. Lapisan permukaan (surface) 10,16 cm, lapisan pondasi atas (base) 43,18 cm, lapisan pondasi bawah (subbase) 27,94 cm. Untuk nilai PCN yang didapatkan lebih besar besar dibanding nilai ACN yang dimana nilia PCN sebesar 54,3 dan nilai ACN sebesar 47. Kata kunci: Runway, Bandar Udara Kalimarau, Pesawat &nbsp

    Perilaku Pola Retak dan Lebar Retak Maksimum pada Pelat Perkerasan Kaku dengan Variasi Mutu Beton

    No full text
    Saat ini sudah banyak infrastruktur jalan pada wilayah perkotaan maupun pedesaan di seluruh Indonesia yang menggunakan jenis perkerasan kaku (rigid pavement). Namun, seringkali proses pelaksanaan konstruksi perkerasan kaku tidak sesuai dengan standar yang berlaku, terutama di wilayah pedesaan dimana pelaksanaanya masih menggunakan metode padat karya. Sehingga untuk mencapai kekuatan struktur yang direncanakan akan sulit tercapai. Ditambah dengan adanya overloading yang terjadi saat musim menyebabkan kerusakan pada struktur perkerasan seperti retak. Oleh sebab itu, diperlukan penelitian mengenai pola retak dan lebar retak maksimum pada pelat perkerasan kaku dengan variasi mutu beton. Penelitian ini menggunakan variasi mutu beton 9.13 MPa, 20.23 MPa, dan 35.06 MPa pada CBR 12.83%. Berdasarkan hasil eksperimen, mutu beton berpengaruh terhadap pola retak dan lebar retak maksimum pelat perkerasan kaku. Ditinjau pada beban 200 kN, variasi mutu beton 9.13 MPa, 20.23 MPa, dan 35.06 MPa menghasilkan lebar retak maksimum eksperimen berturut-turut sebesar 0.3883 mm, 0.3069 mm, dan 0.1329 mm. Selain itu, jumlah retakan yang terjadi berturut-turut sebanyak 6 retakan, 5 retakan dan 3 retakan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi mutu beton maka lebar retak maksimum akan semakin kecil dan jumlah retakan yang terjadi juga akan semakin sedikit. Kata kunci: BoEF (Beam on Elastic Foundation), lebar retak maksimum pelat, mutu beton, perkerasan kaku, pola retak pela

    Pengaruh Dinding Geser (Shear Wall) terhadap Kinerja Seismik pada Gedung Ibu dan Anak RSUP Sardjito Yogyakarta Menggunakan Analisis Pushover

    No full text
    Indonesia secara geologis terletak di daerah Cincin Api Pasifik yang merupakan wilayah paling aktif seismik di dunia. Kondisi ini mengakibatkan seringnya terjadi gempa bumi yang berpotensi merusak bangunan. Sehingga, kontruksi bangunan tahan gempa sangat diperlukan untuk meminimalisir risiko dan dampak dari gempa bumi. Salah satu upaya untuk meningkatkan ketahanan bangunan terhadap gempa adalah dengan memberikan dinding geser (shear wall) pada struktur tersebeut. Metode analisis pushover ATC-40 digunakan untuk mengetahui pengaruh dari dinding geser (shear wall) terhadap kinerja seismik bangunan. Penelitian ini meninjau 3 struktur bangunan, yaitu sistem rangka pemikul momen (tipe 1), sistem ganda dengan dinding geser berdasarkan as built drawing (tipe 2), dan sistem ganda dengan dinding geser sebagai sebuah alternatif (tipe 3). Hasil dari analisis didapatkan bahwa pengaruh pengunaan dinding geser pada bangunan tipe 2 dan tipe 3 dapat menurunkan displacement dan meningkatkan gaya geser dasarnya. Dalam segi tingkat kinerja struktur, ketiga tipe bangunan berada dilevel Immediate Occupancy (IO). Kata kunci : dinding geser, analisis pushover ATC-40, tingkat kinerja struktu

    Pengaruh Solid-liquid Ratio pada Penggunaan Geopolimer sebagai Coating untuk Meningkatkan Kualitas Agregat Kasar Daur Ulang

    No full text
    Pesatnya Pembangunan infrastruktur di dunia berdampak dalam membantu pertumbuhan urbanisasi dan industrialisasi. Akan tetapi, pesatnya Pembangunan mempunyai dampak terhadap masalah lingkungan. Industri konstruksi merupakan penghasil gas karbon dioksida terbesar kedua sekitar 33% dari total emisi CO2. Selain itu, pesatnya Pembangunan infrastruktur menyebabkan eksplorasi besar-besaran terhadap alam dalam menemukan material yang berkualitas khusunya agregat kasar. Sekitar 48,3 miliar ton industi ini menggunakan agregat kasar alami yang bisa berdampak bagi lingkungan dan juga kelangkaan agregat kasar yang berkualitas. Alternatif menanggapi masifnya penggunaan agregat kasar alami adalah dengan menggunakan Recycled Coarse Aggregate (RCA) yang berasal dari limbah beton konstruksi. Namun penggunaan RCA sebagai agregat penggan NCA berkibat pada penurunan kualitas mekanis. RCA memiliki kekurangan yang terdapat pada mortar sisa yang masih menempel pada agregat kasar sehingga memiliki pori yang lebih banyak disbanding dengan NCA. Salah satu cara mengatasi kekurangan tersebut adakah dengan melapisi RCA menggunakan geopolimer. Pada penelitian ini dilakukan pembuktian bahwa geopolimer dapat meningkatkan kualitas RCA serta menunjukan pengaruh solid-liquid ratio pada penggunaan geopolimer sebagai pelapis RCA. Solid-liquid ratio yang akan diteliti adalah 2,5; 2; dan 1,67. RCA yang dilapisi dengan geopolimer menunjukan kenaikan kualitas pada agregat kasar ditinjau dari berat isi, penyerapan dan nilai Aggregate Crushing Value. Variasi solid-liquid ratio 2 memiliki perbaikan kekuatan mekanis yang lebih baik dibandingkan dengan variasi lainnya. Hal ini menunjukan bahwa geopolimer yang tidak terlalu kental dan tidak terlalu cair memiliki keseimbangan dalam kemampuan mengisi pori dan memberikan kekuatan mekanis yang baik. Semakin tinggi  solid-liquid ratio maka akan semakin kental geopolimer. Hal ini akan mengorbankan kemampuan geopolimer dalam mengisi pori pada RCA. Akan tetapi, semakin rendah nilai solid-liquid ratio maka akan semakin cair geopolimer yang akan mengorbankan kekuatan mekanis pada geopolimer.              Kata kunci: Agregat kasar daur ulang, Geopolimer, Kekuatan mekanis agregat kasar, Aggregate Crushing Value

    PENGARUH EKSENTRISITAS TERHADAP TEGANGAN DAN REGANGAN PADA STRUKTUR PORTAL BRACING EKSENTRIS ATAS TIPE DIAGONAL AKIBAT BEBAN LATERAL STATIS DENGAN PERBAIKAN JARAK SENGKANG

    No full text
    Indonesia termasuk negara dengan banyak bencana gempa bumi karena letak geografisnya. Pengunaan bracing sebagai pengaku dapat menambah kestabilan struktur portal ketika menerima beban lateral dari adanya gempa bumi namun sulit diterapkan pada struktur sehingga digunakan portal EBF sebagai alternatif. Penelitian ini akan mengidentifikasi pengaruh jarak eksentrisitas terhadap tegangan-dan regangan. Dalam penelitian ini dibuat tiga benda uji portal dengan dimensi kolom, balok dan bracing 10 x 10 cm. Variasi jarak eksentrisitas yang dibuat yaitu 15 cm dan 25 cm dengan perbaikan jarak sengkang menjadi 5 cm pada link beam. Hasil penelitian ini menunjukkan semakin kecil jarak eksentrisitas maka tegangan dan regangan maksimum akan semakin rendah. Kata kunci: Bracing, Tegangan, Beban Lateral, Portal &nbsp

    Analisis Efisiensi Bukaan terhadap Tingkat Pencahayaan dan Kenyamanan Termal Berbasis Building Information Modelling (BIM) pada Proyek Pembangunan Gedung B Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya

    No full text
    Dalam era arsitektur dan konstruksi modern, bukaan merupakan elemen penting yang tidak hanya mempengaruhi tampilan bangunan tetapi juga berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan produktif. Penelitian ini mengevaluasi efisiensi bukaan pada Gedung B Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya dengan pendekatan BIM. Penelitian ini mencakup analisis arah paparan sinar matahari, pencahayaan alami, pencahayaan buatan, alternatif desain, kenyamanan termal, dan perhitungan biaya. Analisis arah paparan matahari dilakukan menggunakan fitur sun study pada Autodesk Revit untuk menentukan distribusi cahaya alami dan kebutuhan pencahayaan buatan di setiap ruangan. Evaluasi pencahayaan alami dan buatan dilakukan dengan menganalisis nilai iluminansi (lux) sesuai standar LEED 2009 tipe IEQc8 opt1. Hasil evaluasi ini digunakan untuk menentukan desain alternatif yang paling optimal. Analisis kenyamanan termal dilakukan melalui pengukuran langsung di lapangan dan pendekatan berbasis BIM, sementara estimasi biaya pengadaan alternatif desain dihitung berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB)

    0

    full texts

    1,439

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇