Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Not a member yet
    1439 research outputs found

    ANALISIS PENGARUH LAMA WAKTU PEMERAMAN DAN PERSENTASE KALSIUM NITRAT TERHADAP PENINGKATAN STABILITAS TANAH LANAU MENGGUNAKAN METODE MICROBIALLY INDUCED CALCIUM CARBONATE PRECIPITATION (MICP) DENGAN BAKTERI SPOROSARCINA PASTEURII

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan stabilitas tanah lanau menggunakan metode Microbially Induced Calcium Carbonate Precipitation (MICP) dengan bakteri Sporosarcina pasteurii. Variasi konsentrasi kalsium nitrat (2%, 2,5%, dan 3%) dan lama pemeraman (3, 7, dan 14 hari) diterapkan untuk mengevaluasi pengaruh terhadap kohesi dan sudut geser tanah. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kekuatan geser tanah, terutama pada konsentrasi 3% dan pemeraman 14 hari. Analisis XRD dan SEM mengonfirmasi terbentuknya presipitasi kalsium karbonat yang memperkuat struktur tanah.  Kata Kunci: stabilisasi tanah, MICP, Sporosarcina pasteurii, kalsium nitrat, kekuatan geser

    Studi Analisis Perilaku Balok Beton Recycled Coarse Aggregate (RCA) Komposit Berongga Menggunakan Baja Cold-Formed C Berhadapan

    No full text
    Inovasi dalam pemanfaatan material untuk industri konstruksi telah mengalami perkembangan yang pesat, mulai dari material yang ramah lingkungan hingga material yang efisien dan tahan lama. Saat ini, salah satu terobosan terbaru dalam penggunaan material adalah pengembangan penggunaan baja cold-formed. Material profil baja cold-formed kanal ganda C80x30x9x0,75 disusun secara berhadapan pada struktur balok berdimensi 10 cm x 15 cm x 100 cm, dengan penggabungan menggunakan sambungan sekrup SDS (Self Drilling Screw) dan pelat sambung. Model struktur ini dibuat menggunakan software ABAQUS untuk memperoleh nilai kapasitas lentur, tegangan-regangan, besar lendutan, serta pola retak pada balok dari variasi penggunaan beton jenis Normal Concrete Aggregate (NCA), Recycled Concrete Aggregate (RCA), dan RCA + Bakteri. Pengujian dilakukan pada benda uji dengan kondisi tumpuan berupa sendi dan rol, serta diberikan beban terpusat di tengah bentang secara bertahap dan terus meningkat hingga struktur balok mencapai batas kemampuan menahan beban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi beton NCA memiliki kapasitas beban maksimum terbesar. Benda uji yang menggunakan variasi beton NCA mencatat nilai kapasitas lentur tertinggi sebesar 3.7256 MPa, atau sekitar 47.71% lebih tinggi dibandingkan dengan variasi RCA + Bakteri. Selain itu, benda uji dengan variasi beton NCA juga menunjukkan nilai lendutan paling kecil, yaitu sebesar 11.177 mm, yang merupakan sekitar 30.10% lebih kecil dibandingkan dengan variasi RCA + Bakteri

    Studi Komparatif Lebar Retak Pelat Beton Bertulang Satu Arah melalui Pemodelan Elemen Hingga dan Pendekatan Teoritis dengan Variasi Diameter Tulangan Tarik

    No full text
    Pelat beton bertulang satu arah merupakan bagian penting dari struktur bangunan yang berfungsi menahan beban lentur. Salah satu indikator penting dalam menilai kemampuan layan dan durabilitas pelat beton bertulang adalah lebar retak, karena retak yang terlalu besar pada beton dapat mempercepat terjadinya korosi pada tulangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi diameter tulangan tarik terhadap lebar retak maksimum pada pelat beton bertulang satu arah, dengan luas tulangan yang hampir sama. Kajian dilakukan menggunakan dua pendekatan, yaitu analisis numerik dengan Metode Elemen Hingga (Finite Element Method) menggunakan software ABAQUS, dan pendekatan teoritis berdasarkan beberapa standar desain mencakup SNI 2847:2002, BS 8110-1:1997-SS CP65-1999, dan ECP 203-2018. Hasil analisis menunjukkan bahwa semakin besar diameter tulangan tarik maka lebar retak yang muncul juga akan semakin besar. Analisis dengan ABAQUS menghasilkan lebar retak yang lebih besar dibandingkan pendekatan teoritis. Kata Kunci: diameter tulangan tarik, lebar retak maksimum, pelat beton bertulang satu arah, pemodelan ABAQUS, pendekatan teoritis

    PERBANDINGAN EFEKTIFITAS VARIASI VOLTASE PADA INJEKSI LARUTAN ELEKTRO KIMIA BaSO4 TERHADAP KUAT GESER DAN POTENSI PENGEMBANGAN TANAH EKSPANSIF

    No full text
    PERBANDINGAN EFEKTIFITAS VARIASI VOLTASE PADA INJEKSI LARUTAN ELEKTRO KIMIA BaSO4 TERHADAP KUAT GESER DAN POTENSI PENGEMBANGAN TANAH EKSPANSIF (Comparison of the Effectiveness of Voltage Variations in the Injection of BaSO4 Electrochemical Solutions on the Shear Strength and Swelling Potential of Expansive Soil) Raynard Karl Raffeelino Y.H., Yulvi Zaika, Arief Rachmansyah Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya Jalan MT. Haryono 167, Malang 65145, Jawa Timur, Indonesia Email : [email protected]   ABSTRAK Pada tahun 1939, Cassagrande membuktikan bahwa ketika elektrokinetik diterapkan terhadap tanah berbutir halus yang memiliki kelembaban tinggi, tanah akan mengalami peningkatan tekanan efektif dikarenakan oleh tekanan air pori. Mulai saat itu, beberapa negara di Eropa telah menggunakan metode ini dalam memperbaiki tanah berbutir halus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperbaiki masalah pada tanah lempung muai dan mengetahui pengaruh fluktuasi tegangan terhadap kuat geser dan kembang pada tanah lempung muai dengan menggunakan metode injeksi larutan elektrokimia. Injeksi larutan elektrokimia adalah tindakan yang dilakukan dengan memanfaatkan fenomena elektroosmosis (pergerakan air melalui bahan padat dalam medan listrik) atau aliran larutan polarisasi dikarenakan perbedaan potensial/arus listrik. Larutan yang digunakan dalam penelitian ini adalah BaSO4 dengan konsentrasi 10% dan perubahan tegangan 12 volt, 15 volt, 18 volt, dan 24 volt. Sampel tanah ditempatkan dalam kotak uji berukuran 150 x 150 x 500 milimeter. Injeksi larutan elektrokimia dilakukan selama 7 hari. Pada penelitian ini ditemukan bahwa variasi perubahan tegangan selama penginjeksian pada tanah lempung yang diperluas mampu meningkatkan nilai kuat geser yang didapatkan dari uji triaksial yaitu dengan meningkatkan tegangan yang diterapkan, nilai kohesi tanah akan  mengalami peningkatan. Hasil pengujian kuat geser sayap menunjukkan bahwa nilai kuat geser setelah dilakukan injeksi sebesar 1,65 kg/cm2 yang mengalami peningkatan dibandingkan dengan nilai kuat geser sebelum injeksi. Uji konsolidasi membuktikan bahwa sampel tanah setelah injeksi menunjukkan kemungkinan terjadinya penurunan nilai Cs tanah sebelum injeksi yaitu 0,03 berubah menjadi 0,017 setelah injeksi. Selain itu, uji kembang bebas menunjukkan hasil yang sama yaitu potensi kembang turun dari 46,67% tanah asli menjadi 12,90% tanah sampel setelah injeksi. Kata kunci: Injeksi larutan elektrokimia, larutan BaSO4, tanah ekspansif, kuat geser, potensial kembang ABSTRACT In 1939, Cassagrande demonstrated that when electrokinetics was applied to fine-grained soil with high moisture content, the soil would experience an increase in effective pressure due to pore water pressure. Since then, several European countries have used this method to improve fine-grained soil. The purpose of this study was to improve the problem of expanding clay soil and to determine the effect of stress fluctuations on the shear strength and swelling of expanding clay soil using the electrochemical solution injection method. Electrochemical solution injection is an action carried out by utilizing the phenomenon of electroosmosis (the movement of water through a solid material in an electric field) or the flow of a polarized solution due to a difference in potential/electric current. The solution used in this study was BaSO4 with a concentration of 10% and voltage changes of 12 volts, 15 volts, 18 volts, and 24 volts. The soil samples were placed in a test box measuring 150 x 150 x 500 millimeters. The electrochemical solution injection was carried out for 7 days. This study found that variations in stress changes during injection into expanded clay soil can increase the shear strength values obtained from triaxial tests. This means that increasing the applied stress increases the soil cohesion value. The wing shear strength test results showed that the shear strength value after injection was 1.65 kg/cm2, an increase compared to the shear strength value before injection. Consolidation tests demonstrated that the soil sample after injection showed a possible decrease in the Cs value of the soil before injection, from 0.03 to 0.017 after injection. Furthermore, the free swelling test showed the same results, with the swelling potential decreasing from 46.67% of the original soil to 12.90% of the sample soil after injection. Keywords: Electrochemical solution injection, BaSO4 solution, expansive soil, shear strength, swelling potentia

    Studi Komparatif Lebar Retak Pelat Beton Bertulang Satu Arah melalui Pemodelan Elemen Hingga dan Pendekatan Teoritis dengan Variasi Jarak Antar Tulangan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jarak antar tulangan terhadap lebar retak maksimum pada pelat beton bertulang satu arah. Metode yang digunakan terdiri dari simulasi numerik menggunakan perangkat lunak ABAQUS dengan pendekatan Concrete Damage Plasticity (CDP), serta perhitungan teoritis mengacu pada standar SNI 2847:2002 dan JSCE 2007. Empat variasi jarak tulangan dianalisis, yaitu 540 mm, 270 mm, 135 mm, dan 77,14 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kecil jarak antar tulangan, semakin kecil pula lebar retak maksimum yang terjadi. Pada variasi jarak 77,14–540 mm, lebar retak meningkat hingga 170,17% (ABAQUS), 97,62% (SNI), dan 183,45% (JSCE). Peningkatan tegangan baja dari 200 MPa ke 250 MPa juga meningkatkan lebar retak hingga 32,19% (ABAQUS), 23,79% (SNI), dan 20,71% (JSCE). Hasil ini menunjukkan pengaruh signifikan gaya tarik terhadap retak, di mana ABAQUS memberikan hasil tertinggi karena mampu memodelkan perilaku struktur secara detail, sementara SNI cenderung konservatif akibat batas maksimum jarak tulangan 200 mm. Kata kunci: Pelat beton bertulang satu arah, lebar retak, jarak antar tulangan, ABAQUS, Concrete Damage Plasticity (CDP), SNI 2847:2002, JSCE

    Perbandingan Evaluasi Kinerja Seismik Bangunan Beton Bertulang akibat Pengaruh Tangga dengan Metode Analisis Pushover (Studi Kasus Gedung X Universitas Y)

    No full text
    Indonesia, sebagai negara dengan tingkat risiko gempa bumi yang tinggi, menghadapi tantangan besar dalam merancang bangunan yang dapat bertahan terhadap bencana seismik. Salah satu elemen yang sering terabaikan dalam perancangan struktur bangunan adalah tangga. Meskipun fungsi utamanya sebagai akses vertikal, keberadaan tangga ternyata dapat memengaruhi kinerja struktural bangunan, terutama dalam menghadapi beban gempa. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis pengaruh tangga terhadap kinerja seismik bangunan bertingkat dengan menggunakan metode analisis pushover. Dua model gedung dianalisis, yaitu model dengan tangga dan tanpa tangga untuk membandingkan respons struktural pada parameter berupa perpindahan (displacement), simpangan antar lantai, gaya geser dasar (base shear), dan kemunculan sendi plastis. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur dengan tangga memiliki kinerja yang lebih baik dalam mengurangi perpindahan dan simpangan antar lantai. Selain itu, struktur dengan tangga juga menunjukkan kapasitas yang lebih tinggi dalam menahan gaya geser dasar. Meskipun kedua struktur berada pada tingkat kinerja Damage Control, struktur dengan tangga memiliki performance point yang lebih tinggi, menunjukkan bahwa keberadaan tangga meningkatkan stabilitas dan ketahanan struktural terhadap gempa. Oleh karena itu, keberadaan tangga dapat dipertimbangkan sebagai elemen struktural yang berfungsi ganda, yaitu sebagai akses vertikal sekaligus penguat kekakuan bangunan terhadap gempa. Kata kunci: Analisis Pushover, Tangga, Struktur Tahan Gempa, Displacement, Simpangan Antar Lantai, Base Shear, Sendi Plastis, Stabilitas Bangunan, Performance Point

    Analisis Kelaikan Fungsi Jalan Studi Kasus: Jalan Patimura, Jalan Diponegoro, dan Jalan Dewi Sartika–Imam Bonjol pada Kota Batu

    No full text
    Keselamatan jalan merupakan salah satu indikator penting dalam mendukung kelancaran dan keamanan mobilitas di kawasan perkotaan. Kota Batu sebagai salah satu kota wisata memiliki ruas-ruas jalan yang padat aktivitas dan rawan terhadap permasalahan lalu lintas. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi terhadap kondisi eksisting jalan menggunakan pendekatan uji laik fungsi jalan berdasarkan Pedoman Bidang Lingkungan dan Keselamatan Jalan Nomor 06/P/BM/2024 dengan sistem pemeringkatan bintang. Penelitian ini dilakukan pada lima ruas jalan utama di Kota Batu, yaitu Jalan Patimura, Jalan Diponegoro, Jalan Dewi Sartika, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan Agus Salim, dengan total panjang 3.808 meter. Metode pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan dan rekaman video, serta pengolahan data berdasarkan atribut teknis seperti kecepatan operasional, kelandaian, dan lebar bahu jalan. Hasil pemeringkatan menunjukkan bahwa Jalan Diponegoro memperoleh bintang 4 (skor 4,58), Jalan Patimura bintang 3 (skor 6,32), Jalan Dewi Sartika bintang 4 (skor 7,10), Jalan Imam Bonjol bintang 5 (skor 3,47), dan Jalan Agus Salim bintang 5 (skor 2,21). Analisis juga menunjukkan adanya hubungan antara nilai bintang dan jumlah kecelakaan lalu lintas. Segmen dengan peringkat rendah cenderung memiliki angka kecelakaan lebih tinggi. Rekomendasi teknis yang disusun mencakup pemasangan marka jalan bertekstur, rambu batas kecepatan, penambahan zebra cross, hingga penertiban parkir dan pelebaran bahu jalan. Diharapkan dengan diterapkannya rekomendasi teknis tersebut, ruas jalan yang dianalisis dapat menjadi lebih berkeselamatan (Safer Road).Kata kunci : Kecelakaan Lalu Lintas, Kota Batu, Pemeringkatan Bintang, Rekomendasi Teknis, dan Uji Laik Fungsi Jalan

    OPTIMASI MATERIAL KERAMIK PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG TIPE C3 RUSUN X DENGAN METODE INTEGER PROGRAMMING

    No full text
    Perkembangan proyek konstruksi yang pesat di Indonesia mendorong kontraktor dan pengembang untuk menyelesaikan pekerjaan secara cepat, tepat, dan efisien. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah efisiensi penggunaan material, khususnya keramik sebagai elemen penutup lantai. Pemasangan keramik sering kali dilakukan terburu-buru akibat keterlambatan pekerjaan sebelumnya, sehingga memicu terjadinya limbah material dalam jumlah besar. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan ukuran keramik yang paling optimal dalam meminimalkan sisa potongan dan material tidak terpakai pada proyek pembangunan gedung tipe C3 Rusun X. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif, menggunakan data dari dokumentasi proyek serta literatur terkait. Tiga ukuran keramik yang dianalisis adalah 30x30 cm, 40x40 cm, dan 50x50 cm. Analisis dilakukan dengan mensimulasikan pola pemasangan pada area kamar dan koridor, serta menghitung jumlah keramik yang terpakai, tidak terpakai, dan sisa potongan menggunakan metode integer programming melalui aplikasi QM for Windows. Hasilnya menunjukkan bahwa keramik ukuran 30x30 cm menghasilkan limbah potongan paling sedikit, sedangkan ukuran 40x40 cm lebih efisien dalam meminimalkan material tidak terpakai. Oleh karena itu, pemilihan ukuran keramik yang tepat dan sesuai dengan kondisi lapangan sangat penting untuk mendukung efisiensi proyek, baik dari segi biaya, waktu, maupun kualitas pekerjaan. Kata kunci : Optimasi, Material Keramik, Limbah, Sisa Material, Metode Integer Programming, QM for Windows

    PENGARUH CAMPURAN AIR RAWA PADA PEMBUATAN BETON SILINDER TERHADAP KUAT TEKAN BETON

    No full text
    Krisis air bersih menjadi tantangan utama dalam industri konstruksi, terutama di wilayah yang minim sumber air tawar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan air rawa sebagai campuran beton terhadap kuat tekan beton silinder. Metode yang digunakan melibatkan uji laboratorium terhadap dua jenis mutu beton (20 MPa dan 25 MPa) dengan variasi perlakuan: campuran dan perawatan menggunakan air PDAM, air rawa, serta tanpa perawatan. Air rawa yang digunakan telah melalui proses penyaringan dengan filtrasi bertingkat dan penambahan tawas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada beberapa kondisi, beton dengan campuran air rawa mampu menghasilkan kuat tekan yang lebih tinggi dibanding beton standar. Peningkatan ini didukung oleh potensi pembentukan matriks yang lebih padat akibat penurunan FAS aktual. Uji statistik menggunakan ANOVA satu arah membuktikan adanya pengaruh signifikan jenis air dan metode perawatan terhadap kuat tekan beton. Penelitian ini menunjukkan bahwa air rawa yang telah difilter layak dipertimbangkan sebagai alternatif campuran beton dalam upaya konservasi sumber daya air bersih. Kata Kunci: Air rawa, Beton, Kuat Tekan, Konservasi Air, Filtrasi, ANOV

    Analisis Daktilitas dan Kuat Lentur dengan Menggunakan Hubungan Momen-Kurvatur pada Balok Beton Bertulang dengan Penambahan Tulangan Transversal Persegi pada Daerah Tekan

    No full text
    Suatu elemen struktur yang baik haruslah bersifat daktail. Salah satu cara untuk meningkatkan sifat daktail suatu balok adalah dengan menambahkan kekangan pada daerah tekan balok. Pada penelitian ini, akan dilakukan analisis kurva trilinier hubungan momen-kurvatur pada dua elemen struktur, yakni struktur balok beton bertulang normal tanpa penambahan kekangan dan balok dengan penambahan kekangan berupa sengkang persegi di daerah tekan balok. Penambahan kekangan dengan sengkang persegi di daerah tekan balok menghasilkan peningkatan kuat lentur sebesar 19,984%. Penambahan kuat lentur tidak signifikan dikarenakan adanya peningkatan tegangan pada beton yang terkekang. Namun, nilai daktilitas kurvatur meningkat signifikan pada balok beton bertulang dengan penambahan kekangan dengan nilai μϕ = 7,09, dibandingkan pada balok normal tanpa penambahan kekangan dengan nilai μϕ = 6,27. Hal ini disebabkan kerena rasio volume sengkang meningkat dibandingkan volume inti beton sehingga menyebabkan nilai kurvatur ikut meningkat

    0

    full texts

    1,439

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇