REAKTOR - Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir
Not a member yet
    133 research outputs found

    EVALUASI PENYEBAB GANGGUAN MESIN DIESEL BRV10 DI RSG-GAS

    Get PDF
    Diesel generator merupakan salah satu komponen penting pemasok daya listrik darurat ketika catu daya listrik utama mengalami gangguan. Tidak dapat beroperasinya mesin Diesel akan berdampak serius kepada pengoperasian reaktor. Tulisan ini bertujuan untuk mengevaluasi penyebab gangguan Diesel generator BRV10 Reaktor Serba Guna GA Siwabessy yang terjadi pada awal 2014. Peristiwa ini cukup menjadikan perhatian karena dipandang penyebabnya unusual. Evaluasi dilakukan dengan menginvestigasi sebab-sebab gangguan, melakukan langkah perbaikan, uji fungsi serta  mengantisipasi agar kejadian yang sama tidak berulang kembali dimasa yang akan datang. Dari hasil evaluasi diketahui bahwa penyebab gangguan Diesel adalah tercampurnya solar dengan air dan lumpur yang diperkiraan sudah tertimbun lama di dalam tangki bahan bakar mesin Diesel. Dipercaya penyebabnya adalah perawatan tangki bahan bakar kurang optimalABSTRACT EVALUATION OF the BRV 10 diesel engine disruption of the Multi Purpose Reactor GA siwabessy Reactor. Diesel generator is one of the important components of emergency electrical power supply when the main power supply is disrupted. Unable to operation of diesel engines will have a serious impact to the operation of the reactor This paper aims to evaluate the cause of disruption of the diesel generator BRV10 at the Multi Purpose Reactor GA Siwabessy occurred in 2014. This event makes enough attention because its cause is deemed unusual. Evaluation is done by investigating the causes of the disorder, do the repair, test functions and anticipate that similar events do not recur in the future. From the results of the evaluation of the causes of disorders known that diesel is a diesel mixing with water and mud that had buried long estimated in the diesel engine fuel tank. Is believed to cause the fuel tank care is less than optima

    INSTALASI DAN UJI FUNGSI KAMERA IP KOLAM REAKTOR RSG-GAS

    Get PDF
    INSTALASI DAN UJI FUNGSI KAMERA IP KOLAM REAKTOR RSG-GAS. Telah dilakukan pemasangan dan uji fungsi peralatan kamera IP diatas kolam reaktor dengan tujuan untuk memantau dan mendukung kegiatan di dalam kolam.tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk menjelaskan unjuk kerja kamera digital. Kelebihan kamera IP dibandingkan dengan kamera analog yang telah terpasang sebelumnya adalah bahwa kamera IP dapat melakukan perekaman dan dapat dikendalikan dari jarak jauh melalui sistem jaringan internet. Sehingga disamping mempunyai ketelitian tinggi, kamera IP dapat meningkatkan keselamatan dan efektifitas kerja

    EVALUASI GANGGUAN SCRAM PADA PENGOPERASIAN REAKTOR SERBA GUNA GA SIWABESSY KURUN WAKTU 2009 - 2014

    Get PDF
    Gangguan scram yang terjadi pada pengoperasian reaktor nuklir akan mengganggu kelancaran operasi reaktor. Ketika reaktor sedang dimanfaatkan untuk mengiradiasi sampel atau untuk melaksanakan penelitian dan tiba-tiba reaktor scram, proses iradiasi dan proses penelitian akan terganggu yang selanjutnya akan mempengaruhi hasil. Makalah ini mengevaluasi gangguan scram yang terjadi pada pengoperasian reaktor serba guna GA SIwabessy (RSG-GAS) pada kurun waktu 2009 – 2014. Evaluasi dilakukan dengan mengumpulkan dan mengidentifikasi data gangguan scram kemudian menginvestigasi dan mengevaluasi penyebabnya.  Dari hasil evaluasi diketahui bahwa telah terjadi gangguan scram sebanyak delapan puluh delapan kali terdiri dari 34 kasus terputusnya pasokan listrik PT PLN, 9 kasus penanganan yang salah oleh operator, dan 45 kasus yang lain terkait dengan kegagalan komponen sistem proteksi reaktor. Dapat disimpulkan bahwa kerusakan dengan frekuensi paling banyak berasal dari kegagalan komponen sistem proteksi reaktor. Diperlukan pengkajian lanjut berkaitan dengan keandalan SPR agar pengoperasian reaktor dapat dilaksanakan dengan lancar dengan jumlah gangguan minimal bahkan pengoperasian tanpa gangguan.ABSTRACT EVALUATION ON SCRAM DISTURBANCES AT THE GA SIWABESSY MULTI PURPOSE REACTOR OPERATION. Scram occurred during reactor operation will disturb the operation of the reactor. In the course of sample irradiation or research processes an advertently scram will develop instability and shortcoming causing poor result of irradiated sample.  This paper is aim to evaluate scram disturbances during the GA Siwabessy reactor operation for a time frame of year 2009 – 2014. The evaluation is carried out by compiling data disturbances followed by investigating and evaluating their causes. From the evaluation result it is known that reactor scram occurred within above period are 88 times including scram due PLN electrical  power supply failed of 34 times,  scram due component failure of 45 times and scram due human error of  9 times. Then it can be concluded that components failure considered as main disturbances. Assessment components reliability is a must. While disturbances of PLN electrical power supply and disturbance of human error should be avoid by continuously improving human knowledge and experienc

    PEMANFAATAN RADIONUKLIDA 99mTc UNTUK PENGEMBANGAN RADIOFARMAKA PENATAH INFEKSI/INFLAMASI DI PTRR, BATAN, SERPONG

    Get PDF
    Salah satu pendayagunaan Reaktor Serba Guna G.A.Siwabessy adalah sebagai penghasil radioisotop, diantaranya technicium-99m (99mTc) yang merupakan anak luruh dari radioisotop Mo-99m.  99mTc merupakan radionuklida ideal untuk pencitraan menggunakan kamera gamma.  Saat ini  Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka – BATAN telah mengembangkan radiofarmaka untuk penatah infeksi menggunakankan Tc-99m , baik antibodi bertanda 99mTc, peptida bertanda  99mTc  maupun antibiotik bertanda 99mTc. Radiofarmaka yang telah dikembangkan antara lain 99mTc-EBI, 99mTc-HYNIC-IgG, 99mTc-HYNIC-IgM, 99mTc-IgG, 99mTc-IgM, 99mTc-DTPA-INH. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menjelaskan pengembangan radiofarmaka untuk infeksi/inflamasi berbasis 99mTc, metoda analisis kemurnian radiokimia dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi kertas, biodistribusi dilakukan dengan hewan percobaan mencit.  Hasil penelitian menunjukkan kemurnian radiokimia yang cukup tinggi, sehingga bisa disimpulkan hasil penelitian bisa digunakan untuk radiofarmaka penatah infeksi/inflamasi, tetapi masih perlu dilanjutkan dengan uji praklinis lanjutan dan uji klinis di rumah sakit.ABSTRACT UTILIZATION OF RADIONUCLIDES 99mTc FOR DEVELOPMENT OF DIAGNOSTIC RADIOPHARMASEUTICAL FOR INFECTION/INFLAMATION IN PTRR, BATAN, SERPONG. One of the utilization of RSG-GAS in PTRR-BATAN is utilization of radionuclide 99mTc for development of radiopharmaceutical for infection and inflammation imaging agent, which 99mTc is an ideal radionuclide for imaging using a gamma camera. PTRR-BATAN has developed a radiopharmaceutical for the diagnosis of infection / inflammation using 99mTc radionuclides, both 99mTc labeled antibodies, 99mTc labeled peptides or 99mTc labeled antibiotic. Radiopharmaceutical that have been developed in PTRR-BATAN such as  99mTc-HYNIC-IgG, 99mTc-HYNIC-IgM, 99mTc-IgG,- 99mTc IgM, 99mTc-DTPA-INH, analysis method for radiochemical purity by thin layer chromatography and paper chromatography, animal biodistribution experiments performed with mice, the results showed that radiochemical purity is high enough, it can be concluded that the  results can be used for radiopharmaceutical  for infection/inflammation imaging agent, but still need further preclinical  and clinical trials

    REVOLUSI SISTEM SEIFGARD

    Get PDF
    REVOLUSI SISTEM SEIFGARD. Sistem seifgard telah mengalami perkembangan yang sangat pesat sejak dilaksanakan pertama kali pada 1957 sampai saai ini 2010. Tulisan ini menjelaskan dan mendiskusikan tahapan-tahapan pelaksanaan sistem seifgard pada tiga periode yang berbeda. Tahap awal/ pertama yang ketentuannya dituangkan di dalam INFCIRC/ 26 adalah tahapan yang masih sangat lemah. IAEA belum punya wewenang penuh untuk melakukan verifikasi. Dapat dikatakan bahwa negara yang diinspeksi justru mengendalikan pelaksanaan seifgard. Tahap kedua sistem seifgard telah mendapat legitimasi internasional bahkan perjanjian seifgard IAEA INFCIRC/ 153 menjadi alat NPT untuk mencapai sasaran. Kondisi damai tahap kedua ini dihentakkan oleh ketidakpatuhan dua negara yaitu Korea Utara dan Irak atas perjanjian seifgard yang telah disepakatinya. Peristiwa Korea Utara dan Irak menjadi weak-up call para ahli seifgard untuk mencari solusi. INFCIRC/ 540 merupakan perjanjian tambahan yang mengakomodasikan kelemahan yang ada pada INFCIRC/ 153. Integrasi INFCIRC/ 540 ke INFCIRC/ 153 yang hasilnya disebut integrated seifgard memampukan IAEA untuk memperoleh gambaran yang lebih komplit tentang rencana pengembangan, jumlah bahan nuklir yang dimiliki serta sifat dan program nuklir di suatu negara. Dapat disimpulkan bahwa sistem seifgard tidak hanya berevolusi tetapi berevolusi

    MEMBANGUN KESADARAN PENYELAMATAN ARSIP HASIL PENELITIAN DI LINGKUNGAN BATAN

    Get PDF
    Banyaknya hasil penelitian di BATAN yang selama ini masih dipertanyakan keberadaan arsipnya dimungkinkan penelitian tersebut tidak dicatat secara tertib dan kemungkinan lainnya penelitian tersebut di catat tetapi hasil pencatatannya tidak diarsipkan secara baik. Menjadi ironis lembaga penelitian seperti BATAN, yang sudah ada sejak tahun 1958 dengan Lembaga Tenaga Atomnya yang sudah banyak menghasilkan produk-produk unggul terkait dengan teknologi nuklir yang bermanfaat bagi perkembangan ekonomi dan sosial, namun arsip dari hasil penelitian tersebut masih banyak yang tidak diketahui keberadaannya. Tujuan penulisan ini adalah menjelaskan dan menimbulkan kesadaran akan pentingnya melakukan penyelamatan arsip-arsip hasil penelitian di BATAN yaitu dengan melakukan sosialisasi kearsipan. Sosialisasi yang tepat dan efektif mampu menumbuhkan kesadaran mengubah keadaan arsip yang terserak menjadi arsip yang tertata dan mudah ditemukan kembali ketika diperlukan. Kesadaran akan pentingnya arsip belum sepenuhnya terbentuk di lingkungan karyawan BATAN, khususnya pelaku kegiatan penelitian (peneliti), pengelola arsip, pihak manajemen maupun pimpinan organisasi. Diperlukan sosialisasi kearsipan dengan berbagai macam cara ke seluruh pihak untuk menumbuhkan kesadarannya, agar arsip-arsip hasil penelitian dapat diselamatkan.ABSTRACK BUILDING AWARENESS ON KEEPING OF SCIENTIFIC PAPER AS ARCHIVE OF RESEARCH RESULTS  OF THE NATIONAL NUCLEAR ENERGY AGENCY INDONESIA. A number of outputs resulted from research on nuclear technology especially  in the form of scientific paper dispersed  at the  the National Nuclear Energy Agency Indonesia (BATAN) have not been managed well.  Be ironic as a research institution, BATAN, founded in year 1958 as the Atomic Energy Agency having advantages products associate to the nuclear technology which give positive impact to the socio – economic development to the communities but those were disorderly  scattered.  The purpose of this paper is to explain and raise awareness of the importance to keep research file in orderly manner. By socializing and promoting the importance of archive correctly and effectively through such a seminar and workshop it is deemed enabling a change of an archiving of scattered scientific paper  to the orderly archiving so as those  will be easily tracked and re-founded. From the observation done it is trusted that awareness on archiving of scientific paper is not fully formed to the workforce at the BATAN especially among researcher and management as well. Socialization on archiving in various ways to all parties is required be developed to foster awareness, so that archives of the research results can be maintained

    PENENTUAN WAKTU TEMPUH KAPSUL HYDRAULIC RABBIT SYSTEM JALUR 2 (JBB 02) DI REAKTOR RSG-GAS

    Get PDF
    Fasilitas iradiasi Rabbit System merupakan fasilitas iradiasi yang digunakan untuk penelitian aktivasi neutron1). Ada dua jenis Rabbit System, yaitu 4 buah hydraulic rabbit system (JBB01-JBB04) dengan media pengiriman berupa air bebas mineral dan Rabbit System Pneumatik (JBB 05). Waktu tempuh pengiriman dan pemulangan kapsul pada fasilitas hydraulic rabbit system tergantung dengan besaran laju alir yang terpantau pada instrumen pengukuran aliran. pada saat ini waktu tempuh pengiriman kapsul dari isotope cell ke posisi iradiasi telah ditetapkan oleh bagian keteknikan sebesar 46 detik ternyata tidak memenuhi kebutuhan operasional rabbit system, Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui waktu tempuh kapsul pada fasilitas hydraulic rabbit RS 2, untuk mengetahui waktu tempuh tersebut perlu dilakukan pengamatan laju alir yang variatif dengan membuka katup (JBB02 AA007), sehingga waktu pengiriman maupun pemulangan kapsul pada fasilitas hydraulic rabbit system dapat diketahui. Dari pengamatan yang dilakukan didapatkan hasil waktu tempuh pengiriman kapsul polyethylene (PE) dari isotope cell ke posisi iradiasi sesuai persamaan grafik Y=57,67 e-0,139.x, untuk kapsul Aluminium (Al) sesuai persamaan grafik Y= 68,178 e-0,189.x, sedangkan waktu tempuh pemulangan kapsul poly ethelene (PE) dari posisi iradiasi ke isotope cell sesuai persamaan grafik Y=56,459 e-13.x, untuk kapsul Al sesuai persamaan grafik Y= 65,51 e-183.x , sehingga hasil ini dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan waktu tempuh yang diinginkan oleh operator.ABSTRACT DETERMINATION OF TRAVEL TIME CAPSULES HYDRAULIC RABBIT SYSTEM CHANNEL 2     (JBB 02) AT THE G.A.SIWABESSY REACTOR. Rabbit System is an irradiation facilities used for research on neutron activation. There are two types of Rabbit Systems including 4 pieces Rabbit Hydraulic Systems (JBB01 - JBB04) and Rabbit Pneumatic Systems (JBB 05). Irradiation facility of hydraulic rabbit system is irradiation facility with media delivery in the form of capsules. Travel time delivery and the return capsule in hydraulic rabbit system facility depends on the magnitude of the observed flow rate on flow measurement instruments for water circulation. To determine the travel time should be observed flow rates varied by opening the valve (JBB02 AA007), so the delivery time and the return capsule in the rabbit facility hydraulic system can be known. Observations made from the results obtained travel time capsule delivery poly ethylene ( PE ) of the isotope cell to irradiation position appropriate to the graph Y=57,67 e-0,139.x, for capsules Aluminum ( Al ) appropriate graph Y= 68,178 e-0,189.x, while the travel time of the return capsule poly ethylene ( PE ) from the irradiation position to the isotope cell appropriate graph Y=56,459 e-13.x, for capsules Al appropriate graph Y= 65,51 e-183.x this result can be used as a reference for determining the travel time desired by the operator

    ANALISIS VIBRASI PADA POMPA PENDINGIN PRIMER JE01 AP003

    Get PDF
    Pompa pendingin primer JE01 AP003 merupakan salah satu komponen utama pada keselamatan operasi reaktor sehingga perlu dilakukan deteksi awal jenis dan tingkat kerusakan komponen penyusunnya. Komponen utama dari pompa yang sering mengalami kerusakan adalah bearing. Salah satu indikasi bearing telah mengalami kerusakan yaitu adanya vibrasi atau kenaikan suhu pada bearing. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui gejala kerusakan bearing dan tingkat kerusakannya berdasarkan analisis vibrasi. Salah satu cara  untuk mendeteksi awal gejala kerusakan pompa adalah dengan mengetagui respon vibrasi hasil pengukuran dengan vibration tester. Berdasarkan analisis vibrasi akan diperoleh cited peak pada arah radial, aksial dan tangensial. Dari hasil analisis vibrasi tersebut maka dapat ditentukan gejala kerusakan pada free end bearing pompa pendingin primer JE01AP003 berupa looseness dengan tingkat kerusakan moderate sehingga perlu dilakukan penggantian bearing JE01 AP003 meskipun kerusakan yang terjadi belum parah.Abstract VIBRATION ANALYSIS OF PRIMARY AIR PUMP JE01 AP003. JE01 AP003 primary coolant pump is one of the main components in the safe operation of the reactor so that needs to be done early detection of damage types and levels of its constituent components. The main components of the pump that is often damaged bearing. The purpose of this paper is to know the symptoms of bearing damage and the level of damage based on vibration analysis. One indication of the bearing has been damaged, that is the vibration or temperature rise in the bearing. One way to detect early symptoms of damage to the pump is to use the vibration response peak Based on the analysis of the measurement results cited the obtained results that the primary coolant pump JE01 AP003 has been damage to a free end looseness bearing with moderate levels of damage. Need JE01 AP003 bearing replacement even though the damage is not severe

    PENGUJIAN ALAT UKUR DAYA DIJITAL MENGGUNAKAN PIRANTI STANDAR YOKOGAWA CA71

    Get PDF
    PENGUJIAN ALAT UKUR DAYA DIJITAL MENGGUNAKAN PIRANTI STANDAR YOKOGAWA CA71. Alat ukur daya dijital dikembangkan untuk memenuhi prinsip diversity terhadap keandalan suatu sistem/komponen. Alat pengukur analog yang digunakan untuk mengukur daya reaktor ketika reaktor sedang beroperasi tidak mampu menunjukkan perubahan daya secara tepat. Dengan menggunakan alat dijital ini, daya reaktor dalam bentuk analog (0-100%) dapat diubah ke tegangan DC 0-30 Volt sebagai representasi daya reaktor 0-30 MW. Makalah ini membahas pengujian alat ukur dijital sebelum dioperasikan dengan tujuan untuk memeriksa apakah keandalan alat dapat dijamin. Dari kegiatan ini diperoleh beberapa parameter seperti linieritas dalam bentuk Y=2.4X, ketelitian pengukuran 98.46646% dan kesalahan pengukuran sebesar 1.533575% dapat ditentukan. Disimpulkan bahwa alat ukur dijital andal untuk dipergunakan

    PEMANTAUAN KANDUNGAN H-3 DAN C-14 TERAS 70 PADA AIR PENDINGIN REAKTOR GA. SIWABESSY

    Get PDF
    PEMANTAUAN KANDUNGAN H-3 DAN C-14 TERAS 70 PADA AIR PENDINGIN REAKTOR GA. SIWABESSY. Telah dilakukan pemantauan kandungan H-3 dan C-14 teras 70 pada air pendingin reaktor GA.Siwabessy. H-3 dan C-14 adalah unsur yang mempunyai potensi radiasi interna. Karena kedua unsur ini mempunyai waktu paruh yang panjang yaitu 12,26 untuk H-3 dan 5568 untuk C-14, maka jika sampai terhirup akibatnya akan sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Dengan demikian perlu adanya pemantauan pada kedua nuklida tersebut. Pemantauan dilakukan dengan mencuplik air pendingin primer pada teras 70, kemudian dicacah dengan menggunakan pencacah kerlip cair Beckman 3801. Dari hasil pencacahan diketahui bahwa kandungan H-3 untuk KBE01AA66 = (8.46 ± 0,04) E-09 Ci/m3, KBE02AA22 = (1.01 ± 0,006) E-08 Ci/m3 dan kolam reaktor adalah (1.52 ± 0,004) E-08 Ci/m3. Kandungan C-14 untuk KBE01AA66 = (8.00 ± 0,04) E-09 Ci/m3, KBE02AA22 = (5,74 ± 0,04) E-08 Ci/m3 dan kolam reaktor adalah (1.3 ± 0,003) E-08 Ci/m3. Kandungan kedua nuklida tersebut masih berada dibawah batas yang diijinkan yaitu 2,96 E-6 Ci/m3 untuk H-3 dan 6 E-7 Ci/m3 untuk C-14

    103

    full texts

    133

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    REAKTOR - Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇