REAKTOR - Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir
Not a member yet
133 research outputs found
Sort by
KAJIAN PENYEBAB KERUSAKAN MOTOR KATUP PADA SISTEM VENTILASI DI REAKTOR RSG-GAS
ABSTRACT ASSESSMENT OF A VALVE MOTOR FAILURE AT THE GA SIWABESSY REACTOR VENTILATIONSYSTEM. It has already been done an assessment of valve motor failure at the ventilation system of RSG-GAS. Method of the assessment used are measurement and calculation of unbalanced motor voltage and motor current. Result of the measurement of imfedance resistance between two phasa wires are U1-V1 = ∞ Ω ; V1-W1 = 273,5 Ω and U1 - W1 = ∞ Ω. Resistance of cable insulation are U-G = 1050 MΩ; V-G = 950 MΩ; W-G = 1000 MΩ and N-G = 1000 MΩ. Meanwhile, calculation of unbalanced voltage between two-phase of wires is 0,516% and motor current is 1,31 A. It can concluded that cause of motor valve failure was not unbalance of voltage and current of the valve motor but it was caused by an increase of current at coil of motor valve from normal condition of 0,35 A to 1,31 A. This situation causing resistance of coil insulation receive exceeding heat more than its limiting value. Keyword : Motor valve. ventilation system KAJIAN PENYEBAB KERUSAKAN MOTOR KATUP PADA SISTEM VENTILASI DI REAKTOR RSG-GAS. Telah dilakukan kajian penyebab kerusakan motor katup pada sistem ventilasi RSG-GAS. Metoda kajian adalah dengan cara megukur dan menghitung ketidak seimbangan tegangan motor dan arus motor. Diperoleh hasil pengukuran tahanan impendansi pada kawat antar phasa U1-V1 = ∞Ω; V1-W1 = 273,5 Ω dan U1 - W1 = ∞ Ω, tahanan isolasi kabel antara phasa ke ground, diperoleh sebesar U-G = 1050 MΩ; V-G = 950 MΩ, W-G = 1000 MΩ dan N-G = 1000 MΩ. Sedangkan hasil perhitungan ketidakseimbangan tegangan antar phasa motor adalah 0.516 % dan arus motor 1.31 A. Dapat disimpulkan bahwa penyebab kerusakan motor bukan berasal dari ketidak seimbangan karena nilai persentase perhitungasn masih di bawah 1% dari nilai yang direkomendasikan oleh NEMA. Penyebab kerusakan katup adalah adanya kenaikan arus pada kumparan motor katup dari kondisi normal 0,35 A menjadi 1.31 A, mengakibatkan tahanan isolasi kumparan tidak mampu menerima panas yang berlebih sehingga menyebabkan motor katup rusak (terjadi hubungan singkat). Kata kunci: Motor katup, Sistem ventilas
SISTEM ADMINISTRASI TATA PERSURATAN DI PUSAT REAKTOR SERBA GUNA
Lamanya proses administrasi dalam hal pencatatan surat masuk/surat keluar, sulitnya surat ditemukan kembali pada saat diperlukan, hilangnya surat karena tercecer yang menyebabkan hilangnya data, serta lambatnya informasi yang didapat, melatarbelakangi dikembangkannya aplikasi komputer berbasis teknologi informasi di BATAN. Saat ini PRSG menggunakan SITP sebagai alat bantu dalam melaksanakan pengelolaan surat. Meskipun mempunyai beberapa keuntungan, SITP masih mempunyai beberapa kelemahan diantaranya adalah bahwa SITP tidak dapat diterapkan untuk surat yang bersifat rahasia, karena hanya personil tertentu saja yang dapat membacanya. Kelemahan lain adalah produk SITP hanya berupa salinan surat yang tidak memiliki nilai otentisitas, sehingga tidak bisa dijadikan alat pertanggung jawaban yang sah secara hukum. Makalah ini membahas tentang keunggulan dan kelemahan SITP dalam melakukan proses administrasi tata persuratan. Lingkup penulisan dibatasi pada administrasi persuratan yang ditangani Subbagian PKDI-PRSG. Dari hasil pengamatan pengelolaan persuratan di PRSG disimpulkan bahwa SITP meskipun masih mempunyai beberapa kelemahan patut diapresiasi sebagai langkah maju dalam hal tata persuratan. Penggalian kemampuan yang dimiliki SITP perlu dilanjutkan terus menerus demi tercapai sistem pengelolaan surat yang efektif dan professional.Kata Kunci : Administrasi, Persuratan, informasi Several aspects deemed as driving force of development of a computer-based applications technology information (SITP) are duration of administration process for incoming / outgoing mail recording, difficulty to retrieve a mail when needed, scattering causing a letter lost then data lost and slowness information obtained . Currently the Center for Multi Purpose Reactor GA Siwabessy PRSG) applies SITP as a tool to manage on mailing procedures. Despite having several advantages, SITP still have some weakness such as that SITP can not be applied to a confidential letter and only limited people having authority to read it. Another weakness is that SITP product constitute as a copy of a letter having no legal value. This paper discusses their advantages and disadvantages of SITP to manage on administration process of mailing procedures.. Scope of this paper is limited to mailing procedures handled by PKDI Subdivision of the PRSG. From day to day observation of handling mailing procedures at the PRSG it the can be concluded that the SITP although it still has some weaknesses it should be appreciated as a step forward in terms of governance correspondence. Searching its capabilities should be proceed continuously in order to achieve an effective and professional on mailing manageme.Key Words : Administration, mailing, Informatio
RANCANGAN ALAT BANTU PENANGANAN MUR KAPSUL FASILITAS IRADIASI PRTF
ABSTRACT DESIGN OF CAPSULE NUT HANDLING TOOLS OF PRTF IRRADIATION FACILITY. Power Ramp Test Facility (PRTF) is an experimental facility used fortesting of power reactor fuel. PRTF has a capsule functioning as a container of test fuel rod where the capsule is covered by a nut hasing dimension of 36 mm. Handling activity of nut is carried out instorage poolat a depth of 2.5m. Equipment forhandling the nut is not available yet. The nuthandlingtools design of a PRTF capsule irradiation facility aimed to provide engineering drawings of nut handling tools as a reference for tools fabrication process. This design was done by determining the mechanisms and tools dimensions following components strength calculation. Design results are technical drowings of nut key and capsule key. From dicussions it can be concluded that design of capsule nut handling tools can be used as a reference for fabricating process. Power Ramp Test Facility (PRTF) adalah sebuah fasilitas eksperimen yang digunakan untuk pengujian bahan bakar reaktor daya. PRTF memiliki sebuah kapsul yang berfungsi sebagai wadah batang bahan bakar uji dimana penutupnya berupa mur berukuran 36 mm. Kegiatan penanganan mur dilakukan di dalam kolam bahan bakar bekas pada kedalaman 2,5 m. Peralatan untuk penanganan mur tersebut belum tersedia. Rancangan alat bantu penanganan mur kapsul fasilitas iradiasi PRTF bertujuan menyediakan gambar teknik alat bantu penanganan mur kapsul sebagai acuan bagi proses pabrikasi. Rancangan ini dilakukan dengan cara menentukan mekanisme dan dimensi alat berikut perhitungan kekuatan komponennya. Hasil rancangan berupa gambar teknik kunci mur dan kunci kapsul. Dari pembahasan dapat disimpulkan bahwa rancangan alat bantu penanganan mur kapsul dapat digunakan sebagai acuan pada proses fabrikasi. Kata Kunci : Kunci mur kapsu
KONSUMSI ENERGI LISTRIK PUSAT REAKTOR SERBA GUNA (PRSG) SAAT REAKTOR BEROPERASI DENGAN BEBAN LISTRIK PADA JALUR 1 DAN JALUR 2
Catu daya listrik Pusat Reaktor Serba Guna diperoleh dari PT PLN dengan kontrak daya 3030 kVA. Penyaluran ke beban-beban yang ada di PRSG dibagi dalam 3 (tiga) jalur yang masing-masing dipasok melalui transformator BHT01, BHT02 dan BHT03, dengan kapasitas masing-masing trafo 1600 kVA, 20 kV/400 V. Pengukuran dilakukan pada sisi sekunder transformator untuk tiap-tiap fasa pada tanggal 28, 29 Nopember 2012 dan 03 Desember 2012. Pada saat reaktor dioperasikan, hanya 2 jalur yang melayani beban-beban motor pompa pendingin primer dan sekunder. Daya listrik rata-rata selama 24 jam pengukuran untuk BHT01, adalah 594 kW dan energy yang dikonsumsi adalah 14,2 MWh, BHT02 adalah 507 kW dan energy yang dikonsumsi adalah 12,2 MWh serta BHT03 adalah 346 kW dan energy yang dikonsumsi 8,30 MWh. Faktor daya pada jalur 1, jalur 2 dan jalur 3,masing-masing 0,79 , 0,95 dan 0,98Kata kunci : Daya listrik, energy listrik, transformatorElectrical power supply for Center of Multipurpose Reactor obtained from PT PLN to 3030 kVA power contracts. Distribution to existing loads in PRSG divided into 3 (three) lines, each of which is supplied through a transformer BHT01, BHT02 and BHT03, each with a capacity of 1600 kVA, 20 kV/400 V. Measurements has been performed on the secondary side of the transformer for each phase on November 28,29, 2012 and December 3, 2012. For operation of the reactor, only 2 lines that serve loads of pump motor of primary and secondary coolant. Average of Electrical power for an of 24 hours of measurement for BHT01, is 594 kW and the energy consumed is 14.2 MWh, BHT02 is 507 kW and the energy consumed is 12.2 MWh and BHT03 are 346 kW and energy consumed 8.30 MWh. The power factor at line 1, line 2 and line 3, respectively 0.79, 0.95 and 0.9
PEMASANGAN DAN PEMROGRAMAN SISTEM KOMUNIKASI TELEPON PABX TYPE KX-TDA100D DI RSG-GAS
ABSTRACT INSTALLATION AND PROGRAMMING OF TELEPHONE COMMUNICATION SYSTEMS USING PABX PANASONIC KX-TDA100D AT THE RSG-GAS. Installation and programming of PABX Panasonic KX-TDA100D telephone communication system have been done at the RSG-GAS. It is aimed to replace the old PABX KX-T33600b type. This old type PABX equipped by special programming tool is not marketable anymore. Results of PABX Panasonic KX-TDA100D installation and programming, show that the new PABX has been functioned properly as a communication tool at the RSG-GAS Keywords: PABX, Installation, Programming PEMASANGAN DAN PEMROGRAMAN SISTEM KOMUNIKASI TELEPON PABX TYPE KX-TDA100D DI RSG-GAS. Telah dilakukan pemasangan dan pemrograman PABX KX-TDA100D RSG-GAS untuk menggantikan PABX lama. Sebelumnya Reaktor RSG-GAS memiliki PABX dengan tipe KX-T336200b. Tipe PABX ini merupakan tipe lama yang memiliki alat pemrograman (console) khusus. Dipasaran, ketersediaan komponen, modul dan console khusus PABX tersebut sudah susah didapatkan. Hasil pemasangan dan pemrograman PABX KX-TDA100D menunjukan bahwa PABX baru ini sudah dapat berfungsi dengan baik sebagai alat komunikasi di RSG-GAS. Kata Kunci: PABX, pemasangan, pemrograma
MODIFIKASI PEMIPAAN SISTEM PEMBUANGAN LIMBAH CAIR AKTIVITAS RENDAH (KPK01)
Permasalahan utama dari instalasi nuklir adalah pengelolaan limbah radioaktif dari hasil proses produksi, penelitian, dan limbah dari dampak daerah kerja. Di Pusat Reaktor Serbaguna (PRSG) limbah radioaktif telah dikelola dengan baik. Limbah radioaktif dengan aktifitas rendah dikirim ke instalasi pengolahan limbah di Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) untuk diolah dan disimpan, sehingga aman untuk lingkungan. Sistem pengiriman limbah cair radioaktif dilakukan menggunakan mobil tangki limbah, namun karena mengalami kendala dalam pengelolaan kendaraan angkut dan mengingat segi keselamatan pengiriman. Selanjutnya sistem pengiriman limbah diubah menggunakan jalur pemipaan bak terpadu (PBT) yang terhubung dengan instalasi nuklir lain yang berada di kawasan Puspiptek, dimana pipa pengiriman limbah dihubungkan menggunakan selang menuju saluran limbah terpadu melalui pintu keluar darurat. Karena cara ini mempengaruhi tekanan negatif di dalam gedung reaktor maka sambungan selang penghubung dimodifikasi menggunakan sambungan pipa permanen dari bahan pipa SS 316 dengan diameter 2 inch yang dipasang di lorong pipa pendingin sekunder. Setelah dilakukan modifikasi sistem pengiriman limbah cair radioaktif menjadi lebih mudah, aman dan tidak mempengaruhi tekanan negatif di dalam gedung reactor. Kata kunci : modifikasi, pemipaan, limbah, radioaktif The main problem of operation of nuclear installation is to manage radioactive waste developed during process production, research and waste coming from working area. Radioactive waste produced from the RSG-GAS operation is managed in proper ways. Low activity radioactive waste, contained using special transport container, is transferred to the Center for Radioactive Waste Technology for processing and storing by means of transport vehicle. Due encountering difficulties to manage transport vehicle and considering safety aspect during waste from radioactive waste pool storage at the reactor building to integrated pool storage waste at the PUSPIPTEK Area through emergency piping system. Using this method is realized that negative pressure system inside the reactor building is disturbed. To solve this problem therefore, hose connection was modified using permanent pipe connection made of SS 316 diameter of 2 inch and it is installed in secondary coolant pipe channel. After modification, it is deemed that the negative pressure inside reactor building can easily be maintained then radioactive waste disposal is accomplished more practical and safe.Keywords: modifications, piping, waste, radioactiv
PROBLEMATIKA UNREPORTED PU PRODUCTION DI DALAM PENGOPERASIAN REAKTOR RISET DITINJAU DARI SISI SEIFGARD
Isu unreported Pu production muncul dalam kaitannya dengan kajian jalur penyimpangan di dalam fasilitas nuklir yang berpotensi dimanfaatkan oleh operator untuk memproduksi bahan nuklir secara ilegal. Reaktor riset dengan daya sama atau lebih dari 25 Mwatt termal dipertimbangkan mampu memproduksi sejumlah berarti, 8 kg untuk isotop plutonium dalam rentang waktu 1 tahun. Dari sisi seifgard bahan nuklir, fenomena ini perlu dicermati dan ditangkal jangan sampai terjadi karena plutonium adalah salah satu bahan dasar senjata nuklir. Skenario unreported Pu production dilaksanakan dengan melakukan iradiasi pada sejumlah target uranium alam di dalam/ di sekeliling teras reaktor. Makalah ini membahas tentang problematika unreported Pu production didalam pengoperasian reaktor riset, meliputi strategi penyimpangan yang mungkin dilakukan operator, possible indicator yang muncul serta tindakan seifgard untuk menangkalnya. Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa pengoperasian reaktor riset berpeluang disalahgunakan untuk produksi Pu. Yang pertama karena reaktor riset dioperasikan secara discrete dan yang kedua karena adanya posisi iradiasi didalam teras reaktor yang yang dapat digunakan untuk mengiradiasitarget bahan fertil. Possible indicator yang muncul atau terpantau perlu segera ditindak lanjuti.Begitu juga tambahan peralatan baru berupa monitor daya seperti ATPM, perlu dipasang pada sistem primer reaktor untuk secara independen memperoleh data sumber secara akurat agar ada/tidaknya kegiatan produksi Pu secara ilegal dapat segera ditindak lanjuti. Kata kunci : reaktor riset; seifgard; plutonium Issue of unreported production of plutonium appear on the assessment of possible proliferation path ways occur at a nuclear facilities in which facility operator may utilize this path ways to illegally produce nuclear material. A research reactor with 25 MWatt thermal power output or more is considered to be able to produce 1 significant quantity of 8kgs during 1 year reactor operation. From safeguards point of view, this phenomena needs attention and deterrence due plutonium hazardous as nuclear base weapon. Fertile target 238U is irradiated into reactor core or irradiated at the pheriphery of reactor core. Quantities of irradiated targets depending on the availability of irradiation position at the reactor core or at the periphery of the reactor core without abusin
UJI BANDING SPEKTROMETER GAMMA DENGAN METODA ANALISIS
Telah dilakukan uji banding sistem spektrometer gamma dengan metodepengukuran aktivitas sumber Europium-152 (Eu-152). Spektrometer gamma di Pusat ReaktorSerba Guna (PRSG) berfungsi untuk melakukan analisis unsur radioaktif yang diperlukan danterkait dengan data-data keselamatan radiasi. Data-data keselamatan tersebut antara lain dataanalisis unsur radioaktif pada air pendingin primer, limbah cair, resin dan filter-filter sampel.Untuk mengetahui ketelitian dan kecermatan pengukuran menggunakan spektrometer gammamaka dilakukan uji banding. Uji banding dilakukan dengan mengukur sumber Eu-152 dan hasilpengukuran dibandingkan dengan hasil sertifikasi pengukuran aktivitas sumber yang dilakukan oleh Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR). Dengan ujibanding tersebut dapat diketahui keandalan sistem spektrometer sehingga dapat dipergunakansebagai dasar evaluasi terhadap pelaksanaan pengukuran dan analisis. Berdasarkan data hasiluji banding, sistem spektrometer di laboratorium spektrometri gamma PRSG masihmempunyai ketelitian yang baik. Diperoleh hasil pengukuran aktivitas sumber Eu-152 sebesar34.614,88 ± 231,96 Bq dengan perbedaan sebesar 0.93 % dibandingkan dengan hasilpengukuran dari laboratorium standarisasi sumber standar PTKMR sebesar 34.936,80 ± 243,56Bq.AbstractTHE COMPARISON TEST OF GAMMA SPECTROMETER USING ANALYSISMETHOD OF Eu-152 SOURCE. The comparison test of gamma spectrometer system bymeasuring activity of Europium-152 ( Eu-152) source has been done. The function of gammaspectrometer at Center for Multipurpose Research Reactor (PRSG) is to analysis ofradioactive nuclide required and related to radiation safety data. Those safety data are data ofradioactive elements in primary cooling water system, liquid waste, resin and sample filters.The comparison test is done to know accuracy and correctness of gamma spectrometermeasurement at which conducted by measuring Eu-152 source and the result is then comparedto the certification result activity source measurement implemented by the Center for SafetyTechnology and Radiation Metrology (PTKMR). The comparison test will show the reliabilityof spectrometer system and it can be used as reference to do measurement and to do analysis.Based on data of comparison test result it can be concluded that spectrometer system at thegamma spectrometry laboratory PRSG is still having good accuracy. The achieved result ofmeasuring activity on Eu-152 source is 34614,88 ± 231,96 Bq with 0.93 % deviation comparedto the measuring result from standardization laboratory of standard source PTKMR of34.936,80 ± 243,56 Bq
OPTIMASI PERAWATAN SISTEM ELEKTRIK UNTUK MEMPERTAHANKAN KELANGSUNGAN OPERASI RSG-GAS
ABSTRACT ELECTRICAL SYSTEMS MAINTENANCE OPTIMATION FOR KEEPS GOING RSG-GAS OPERATIONS. Operation since the founding in 1987 to the present time can still be maintained in good condition, this can not be separated from systems that support. Destination of the paper to give some feedback to improve the continuity of care activities that RSG-GAS operation can be maintained. Scope of writing describes some methods of maintenance to maximize program maintenance activities. The results achieved are the efforts to find a solution of the internal and external obstacles that hinder the optimization of maintenance, such as; revitalizing the systems, components and equipment, the proposed recruitment of new human resources, compliance with the operating schedule, document storage of maintenance more tidy for easy search, timeliness and management control should run fine. Optimizing maintenance electrical system was able to maintain continuity of operations RSG-GAS until now. Keywords: Maintenance optimation,RSG-GAS operations OPTIMASI PERAWATAN SISTEM ELEKTRIK UNTUK MEMPERTAHANKAN KELANGSUNGAN OPERASI RSG-GAS. Operasi reaktor sejak diresmikannya tahun 1987 hingga saat ini masih dalam kondisi baik, ini tidak terlepas dari perawatan sistem-sistem pendukungnya. Tujuan penulisan makalah memberikan beberapa masukan untuk meningkatkan kegiatan perawatan agar kelangsungan operasi RSG-GAS dapat tetap dipertahankan. Lingkup penulisan menjelaskan beberapa metode perawatan dengan memaksimalkan program kegiatan perawatan. Hasil yang dicapai adalah dengan upaya mencari solusi dari kendala internal maupun eksternal yang menghambat optimasi perawatan, seperti ; melakukan revitalisasi pada sistem, komponen dan peralatan, usulan perekrutan sumber daya manusia baru, kesesuaian dengan jadual operasi, penyimpanan dokumen perawatan yang lebih rapih agar mudah telusur, ketepatan waktu serta kontrol manajemen berjalan lebih baik. Optimasi perawatan sistem elektrik terbukti mampu untuk mempertahankan kelangsungan operasi RSG-GAS hingga saat ini. Kata kunci : Optimasi perawatan, operasi RSG-GA
ANALISIS DAN PENGENDALIAN KONDUKTIVITAS AIR PADA KOLOM RESIN CAMPURAN (MIX-BED) SISTEM AIR BEBAS MINERAL (GCA 01)
ABSTRACT ANALYSIS AND CONTROL OF THE WATER CONDUCTIVITY ON THE MIX BED COLUMM RESIN OF DEMINERALIZED WATER SYSTEM (GCA 01). Mix-bed column is the column (tube) containing a mixture of cation exchange resin and anion exchange resin that serves as the last media to purify raw water into demineralized water. Conductivity of water output from the mix bed column resin has been analyzed using conduktivitymeter HACH senION5.. From the measurement results it was noticed that value of the water conductivity output of the mix bed column resin increase from 0.1 μS/cm to be 0.28 μS/cm. This increase due to impurities ion released from exchange resin column cations and anions forming salt compound during ion exchange process in which it obstructs the process. By stirring and rinsing of ion exchange resin, value of conductivity is successfully controlled to normal condition of 0.1μS/cm. It then can be concluded that homogeneity of ion exchange resin should be maintained in order to keep its performance as purification media. Keywords: Conductivity, resin, homogeneity. ANALISIS DAN PENGENDALIAN KONDUKTIVITAS AIR PADA KOLOM RESIN CAMPURAN (MIX-BED) SISTEM AIR BEBAS MINERAL (GCA 01). Kolom resin campuran merupakan kolom (tabung) yang berisikan campuran resin penukar kation dan resin penukar anion yang berfungsi sebagai media terakhir untuk memurrnikan air baku (raw water) menjadi air bebas mineral. Telah dilakukan analisis konduktivitas air keluaran kolom resin campuran dengan metode pengukuran menggunakan alat ukur konduktiviti meter dan diketahui bahwa nilai konduktivitas air keluaran kolom resin campuran mengalami kenaikan dari 0.1µS/cm menjadi 0.28 µS/cm. Kenaikan ini disebabkan oleh ion pengotor lepasan kolom resin penukar kation dan anion, yang pada proses pertukaran ion, pengotor membentuk senyawa garam yang menghambat proses pertukaran ion. Kenaikan nilai konduktivitas dikendalikan dengan cara pengadukan dan pembilasan ulang resin pada kolom resin campuran. Harga konduktiivitas air berhasil diturunkan dari 0.28µS/cm menjadi 0.1µS/cm. Dapat disimpulkan bahwa homogenitas resin penukar ion perlu dijaga dan dipertahankankan agar fungsi resin sebagai media pemurnian tetap berfungsi. Kata kunci: Konduktivitas, resin, homogenita