JURNAL KEDOKTERAN KOMUNITAS DAN TROPIK
Not a member yet
198 research outputs found
Sort by
PERILAKU TENTANG ROKOK DARI SISWA SMA NEGERI I MANADO
Merokok merupakan kebiasaan yang sangat umum di kalangan masyarakat, bahkan bagi golongan tertentu sudah merupakan gaya hidup. Kebiasaan merokok dapat ditemukan pada berbagai golongan usia. Kebiasaan merokok dianggap dapat memberikan kenikmatan bagi perokok, namun di lain pihak dapat menimbulkan dampak buruk bagi perokok itu sendiri maupun orang-orang yang ada disekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku tentang rokok dri siswa SMA Negeri I Manado. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif dengan menggunakan metode survey dan teknik pengambilan data menggunakan teknik systematic random sampling dengan jumlah sampel 85 orang dan menggunakan Absen Siswa sebagai sampling frame. Data diperoleh dari kuesioner yang dibagikan kepada responden yang terpilih kemudian diolah dengan menggunkan metode skoring. Perilaku tingkat pengetahuan siswa SMA Negeri I Manado tentang rokok dikategorikan baik 98,8%. Tingkat sikap siswa SMA Negeri I Manado tentag rokok 96,5% dikategorikan baik. Tingkat tindakan siswa SMA Negeri I Manado tentang rokok dikategorikan baik 88,2% walaupun masih terdapat 11,8% yang termasuk kategori tidak baik
Gambaran Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Orangtua Siswa Kelas 5 SD Negeri 37 Manado Mengenai Obesitas pada Anak
Abstrak Kebanyakan orang tua menganggap gemuk itu lucu dan sehat, sehingga mereka merasa bersalah bila anaknya tidak gemuk. Anak diberi multivitamin, obat perangsang nafsu makan, susu formula anak balita dan sebagainya. Suku tertentu terkadang mempunyai budaya tertentu dalam konsumsi makanan, pandangan masyarakat yang menganggap obesitas merupakan suatu simbol kemakmuran akan memicu anggota masyarakat untuk menjadi obesitas, pemilihan jenis dan jumlah makanan tidak lagi berdasarkan kebutuhan dan pertimbangan kesehatan tapi lebih mengarah pada pertimbangan praktis (fast food) yang jika tidak diimbangi dengan aktifitas fisik seimbang akan menyebabkan anak mengalami obesitas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan tindakan orang tua siswa kelas 5 SD Negeri 37 Manado mengenai obesitas pada anak. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan informan belum memadai dimana masih sebagian informan yang mengetahui pengertian obesitas menurut IMT. Sikap informan terhadap masalah obesitas sangat baik. Tindakan yang dilakukan informan dalam upaya mengatasi obesitas pada anak pada umumnya sama yaitu mengatur pola makan anak dan olahraga. Orangtua khususnya, diharapkan mampu menjadi role-model yang dapat dicontoh anak baik dari perilaku konsumsi makan, aktivitas fisik/olahraga maupun pembatasan uang jajan sesuai dengan kebutuhan anak. Sementara itu, pihak sekolah dan petugas kesehatan perlu bekerjasama dalam mengatasi masalah obesitas pada anak, misalnya dengan menyelenggarakan seminar dan diskusi terbuka mengenai obesitas pada anak. Kata Kunci: Pengetahuan Orangtua, Sikap Orangtua, Tindakan Orangtua, Obesitas Anak. Abstract Most parents think fat is cute and healthy, so they seemed to have a sense of guilt when their child was not fat. Children were given a multivitamin, appetite stimulants, toddler formula and so on. Certain tribes sometimes have a certain culture in food consumption, the views of people who think obesity is a symbol of prosperity will lead community members to become obese, selecting the type and amount of food is no longer based on the needs and health considerations but rather the practical considerations (fast food) that if not matched with a balanced physical activity will cause the child to be obese. This study was conducted to describe the knowledge, attitudes and actions of parents of students in grade 5 elementary school 37 Manado about obesity in children. This research is a qualitative descriptive study. The results showed that the informant has not been adequate knowledge where still some informants who know the definition of obesity according to BMI. Informant attitude towards the problem of obesity is very good. Actions taken informant in an effort to combat obesity in children is generally the same that regulate children's diet and exercise. Parents in particular, is expected to be a role-model that can be replicated either child from the behavior of food consumption, body activity / exercise and restriction of pocket money in accordance with the needs of children. Meanwhile, the school and health officials need to work together to tackle the problem of obesity in children, for example by organizing seminars and open discussion of obesity in children  Keywords: Knowledge Of Parents, Parental Attitudes, Actions Parents, Child Obesity Abstrak Kebanyakan orang tua menganggap gemuk itu lucu dan sehat, sehingga mereka merasa bersalah bila anaknya tidak gemuk. Anak diberi multivitamin, obat perangsang nafsu makan, susu formula anak balita dan sebagainya. Suku tertentu terkadang mempunyai budaya tertentu dalam konsumsi makanan, pandangan masyarakat yang menganggap obesitas merupakan suatu simbol kemakmuran akan memicu anggota masyarakat untuk menjadi obesitas, pemilihan jenis dan jumlah makanan tidak lagi berdasarkan kebutuhan dan pertimbangan kesehatan tapi lebih mengarah pada pertimbangan praktis (fast food) yang jika tidak diimbangi dengan aktifitas fisik seimbang akan menyebabkan anak mengalami obesitas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan tindakan orang tua siswa kelas 5 SD Negeri 37 Manado mengenai obesitas pada anak. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan informan belum memadai dimana masih sebagian informan yang mengetahui pengertian obesitas menurut IMT. Sikap informan terhadap masalah obesitas sangat baik. Tindakan yang dilakukan informan dalam upaya mengatasi obesitas pada anak pada umumnya sama yaitu mengatur pola makan anak dan olahraga. Orangtua khususnya, diharapkan mampu menjadi role-model yang dapat dicontoh anak baik dari perilaku konsumsi makan, aktivitas fisik/olahraga maupun pembatasan uang jajan sesuai dengan kebutuhan anak. Sementara itu, pihak sekolah dan petugas kesehatan perlu bekerjasama dalam mengatasi masalah obesitas pada anak, misalnya dengan menyelenggarakan seminar dan diskusi terbuka mengenai obesitas pada anak. Kata Kunci: Pengetahuan Orangtua, Sikap Orangtua, Tindakan Orangtua, Obesitas Anak
GAMBARAN STATUS GIZI ANAK BALITA DI PPA (PUSAT PENGEMBANGAN ANAK) ID-127 DI KELURAHAN RANOMUUT MANADO TAHUN 2015
Berdasarkan Riskesdas 2013 menunjukkan, secara nasional, prevalensi berat-kurang pada tahun 2013 adalah 19,6% dimana 5,7% gizi buruk dan 13,9% gizi kurang. Data di Sulawesi Utara untuk 2013 menunjukkan prevalensi status gizi BB/TB<-2SD tahun 2013 adalah 10%. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan mengadakan survei. Tujuan Untuk mengetahui gambaran status gizi anak Balita di PPA (Pusat Pengembangan Anak) ID-127 di Kelurahan Ranomuut Manado dan pengetahuan orang tua anak Balita di PPA ID – 127 di Kelurahan Ranomuut, Manado. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh anak Balita yang berada di PPA (Pusat Pengembangan Anak) ID-127 Kelurahan Ranomuut dengan total populasi 62 orang anak. Sampel sama dengan jumlah populasi.Hasil penelitian ini menunjukkan Gambaran status Gizi anak Balita di PPA ID – 127 Kelurahan Ranomuut Manado, 93,5% adalah berada pada batas normal dan pengetahuan orang tua tentang gizi di di PPA ID – 127 Kelurahan Ranomuut Manado sebagian besar dalam keadaan baik.  Kata Kunci: Status Gizi, PPA, Balit
GAMBARAN AUTOPSI VERBAL PASIEN YANG MENINGGAL KARENA TUBERKULOSIS DI KOTA MANADO
Penyakit tuberculosis (TB) merupakan masalah kesehatan global dan penyebab kematian ke dua setelah infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Indonesia termasuk dalam high burden countries, menempati urutan kelima beban penyakit TB dunia.Dan Kota Manado pada tahun 2013 diperkirakan 1.198 orang terdiagnosis TB. Angka kematian karena TB dan prevalensi TB merupakan salah satu indikator penyakit menular yang diukur untuk menilai kemajuan pengobatan agar mencapai target Milenium Developmen Gold (MDG). Sementara untuk penyebab kematian yang terjadi di Negara berkembang catatan resmitidak konsistentersedia, sehingga penilaian kemajuan pengobatan dan target MDG’s kurang dapat dievaluasi. Sehingga autopsi verbal dibutuhkan sebagai suatu registrasi vital kematian yang valid dan reliable di masyarakat. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan sampel total pupulasi. Sampel penelitian ialah 15 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dari populasi pasien yang telah meninggal karena TB di Kota Manado tahun 2013-2014. Data dikumpulkan melalui kuesioner AV 5+. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar sampel yaitu laki-laki (73%) dan paling banyak berumur > 65 tahun (34%). Sebagian besar dari caregivers mengaku bahwa sampel mengalami gejala demam (60%), sesak nafas (60%) , dan batuk > 2 minggu (86,7%). Mayoritas sampel juga diketahui telah melakukan pemeriksaan dahak (80%) dan foto rontgen paru (86,6%). Penyebab kematian sampel secara keseluruhan adalah TB Paru tunggal (60%) dan TB paru disertai penyakit lainya (40%). Data menunjukan bahwa sebagian besar pasien tidak melakukan pengobatan secara teratur dan lengkap (60%). Dinas Kesehatan Kota Manado diharapkan dapat bekerja sama dengan tenaga kesehatan dan keluarga pasien dalam menyikapi kejadian TB terutama dalam melakukan tindakan prefentif dan evaluasi kejadian di masyarakat. Kata Kunci: tuberkulosis, registrasi kematian, autopsi verbal
GAMBARAN PERILAKU KADER KESEHATAN TERHADAP DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS KOTA MANADO
Diabetes Melitus tipe 2 adalah penyakit metabolik terbanyak yang dikarakteristik oleh hiperglikemia sebagai akibat dari gangguan sekresi insulin. Dibutuhkan sukarelawan seperti kader kesehatan untuk membantu tenaga medis. Penanganan kasus Diabetes Melitus tipe 2 sangat penting sehingga diharapkan kader kesehatan harus memiliki pengetahuan, sikap dan tindakan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku kader kesehatan terhadap Diabetes tipe 2 di puskesmas Kota Manado. Penelitian ini bersifat deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh kader kesehatan di Kota Manado yang berjumlah 410 orang. Jumlah responden yaitu 5 kader kesehatan di tiap 15 puskesmas dengan jumlah 75 responden. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan dari 75 responden, semua responden memiliki pengetahuan, sikap dan tindakan yang baik. Kata Kunci : kader kesehatan, diabetes melitus tipe 2, puskesma
HUBUNGAN KADAR KOLESTEROL TOTAL DARAH DENGAN KADAR HIGH SENSITIVITY C-REACTIVE PROTEIN PADA REMAJA OBES
Dalam 10 tahun terakhir ini, angka prevalensi obesitas di seluruh dunia menunjukkan peningkatan yang signifikan. Obesitas tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi juga pada anak-anak dan remaja. Dalam penggunaan klinis, secara umum yang bermanfaat untuk memonitor reaksi inflamasi fase akut ialah C-Reactive Protein. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang berlangsung dari September 2014-Juli 2015. Total sampel berjumlah 17 orang yang di ambil pada mahasiswa aktif Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi yang berusia 17-20 tahun dengan persentil ≥ 95. Berdasarkan hasil pengolahan menggunakan program SPSS dengan uji nonparametrik Spearman didapatkan nilai korelasi koefisien (r) sebesar 0,477 dan nilai signifikansi (p) sebesar 0,053. Nilai siginifikansi 0,053 menunjukkan bahwa korelasi antara kadar kolesterol total darah dengan kadar hs-CRP tidak signifikan. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara kadar kolesterol total dengan kadar high sensitivity C-Reactive Protein pada remaja obes.   Kata Kunci: Obesitas, Kolesterol Total, hs-CR
PEMETAAN KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE DI KABUPATEN MINAHASA UTARA
Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit demam akut yang ditemukan di daerah tropis dengan penyebaran geografis yang mirip dengan malaria. Demam berdarah disebabkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes Asegypti. Dari data dinas kesehatan Kabupaten Minahasa Utara tahun 2013 terdapat 129 penderita yang meninggal sebanyak 3 orang. Data dari Januari 2014 sebanyak 66 penderita.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemetaan penyebaran penyakit DBD dengan GIS di Kabupaten Minahasa Utara Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif analitik dengan metode purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang yang diambil dari data sekunder Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara Instrumen penelitian yang digunakan menggunakan data sekunder, GPS, dan Arc View GIS sebagai pengolah data dalam pembuatan peta. Data yang digunakan adalah data pada tahun 2013 dan 2014 di mana terdapat 128 penderita yang tersebar di 10 kecamatan Kabupaten Minahasa Utara. Dari hasil penelitian menunjukkan disimpulkan bahwa pada tahun 2014 kecamatan yang memiliki jumlah penderita DBD paling banyak terdapat di Kecamatan Kalawat. Dari kesimpulan tersebut, disarankan untuk petugas Dinas Kesehatan Kab. Minut sering melakukan pemeriksaan di wilayah yang memiliki jumlah penderita paling banyak serta lebih sering melakukan pemeriksaaan dalam kesiapan keadaan darurat guna memberantas KLB/ wabah Kata Kunci: Demam Berdarah Dengue, GIS. Pemetaa
Perilaku Orang Tua dan Keluarga Terhadap Obesitas pada Anak Kelas 5 SD di SDN 70 Manado
Obesitas pada anak merupakan salah satu masalah gizi yang jikalau dibiarkan akan mengganggu sumber daya manusia dikemudian hari. Berdasarkan penelitian Wardlaw & Hampl sekitar 40% anak yang obesitas dan sekitar 80% remaja yang obesitas akan menjadi obesitas pada usia dewasa, dengan masalah kesehatan seperti diabetes mellitus, hipertensi, dan kolesterol tinggi. Perlu diadakan pencegahan dini untuk mengurangi tingkat prevalensi dalam rangka menciptakan sumber daya manusia yang lebih baik. Pendidikan khususnya tentang kesehatan merupakan upaya yang sangat penting sebagai tahap awal dalam mengubah perilaku seseorang atau masyarakat untuk menuju hidup sehat, dengan demikian obesitas pada anak memerlukan perhatian yang serius dan melibatkan peran serta orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perilaku orang tua dan keluarga terhadap obesitas pada anak kelas 5 SDN 70 di Manado.  Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode wawancara. menggunakan metode kuesioner dan observasi. Perilaku orang tua juga berpengaruh terhadap terjadinya obesitas pada anak. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan informan sangat minim tentang obesitas pada anak, Sikap yang positif dari informan terhadap masalah obesitas pada anak masih kurang, dan tindakan informan terhadap masalah obesitas pada anak sudah cukup baik.Kata Kunci: Sikap Orang Tua, Obesitas
Gambaran Faktor Risiko Pengobatan Tuberkulosis Paru di Kota Manado Tahun 2014
Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh basil Mycobaterium tuberculosis. Penularan penyakit berlangsung diudara dari individu yang sehat dengan paparan udara yang telah terkontaminasi oleh Mycobacterium tuberculosis. Dalam perkembangan diagnostik serta terapi tuberkulosis paru timbul masalah baru yaitu Resistensi Obat Anti Tuberkulosis (Multi-Drugs Resistent Tuberculosis).. Data dari poli MDR-TB RSUP Prof. R.D. Kandou, Manado tahun 2014 terdapat 8 penderita tuberkulosis paru dengan resistensi obat. Tujuan: untuk mengetahui gambaran faktor risiko penderita MDR-TB di Kota Manado tahun 2014. Metode Penelitian: penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Data penelitian berjumlah 8 orang didapatkan dari data sekunder Poli MDR-TB RSUP Prof R.D. Kandou. Instrumen penelitian menggunakan data primer berupa kuesioner dan data sekunder. Dari data sekunder pada periode bulan april-desember 2014 terdapat 8 penderita MDR-TB yang tersebar di 4 kecamatan Kota Manado. Hasil: Disimpulkan bahwa evaluasi perlu dilakukan diberbagai aspek namun hasil penelitian menekankan pada petugas kesehatan harus memiliki unsur edukatif, informatif dan komunikatif dalam memberikan pelayanan kesehatan. Pasien harus diberikan pemahaman yang jelas serta dorongan dari petugas kesehatan untuk menumbuhkan motivasi untuk berobat teratur.Kata Kunci : Tuberkulosis paru, Faktor risiko, MDR-T
PREVALENSI OBESITAS PADA SISWA SMP NEGERI I TALAWAAN
Overweight merupakan perwujudan dari ketidakseimbangan metabolisme energi yang melibatkan penimbunan lemak tubuh yang sedikit berlebih. Obesitas merupakan kelebihan berat badan yang sudah masuk dalam kategori yang parah, dimana penimbunan lemak tubuh sudah sangat berlebih. Overweight dan obesitas sama-sama berhubungan dengan penyakit baik secara medis maupun psikososial. Resiko yang besar kegemukan terhadap kesehatan dikemudian hari perlu intervensi mendesak untuk peningkatan aktifitas fisik, perubahan pola makan yang sehat serta dukungan bagi para remaja dari semua pihak sangat penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi obesitas pada anak sekolah di SMP Negeri I Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan studi cross sectional ntuk meneliti prevalensi obesitas pada anak sekolah di SMP Negeri I Talawaan, Kecamatan Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini melibatkan 55 sampel siswa dari total 120 siswa dengan perempuan lebih besar (56,4 %), usia terbanyak 14 tahun (50,9 %). Pemeriksaan IMT sampel penelitian ditemukan sebanyak 9 sampel dengan IMT 25-29,9 dan 1 sampel > 30. Dapat disimpulkan bahwa 10 siswa (18,2 %) tergolong obesitas dengan IMT diatas 25. Kata Kunci: Siswa, Obesitas, Prevalens