JURNAL KEDOKTERAN KOMUNITAS DAN TROPIK
Not a member yet
198 research outputs found
Sort by
PEMETAAN PENYEBARAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DENGAN GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM (GIS) DI KOTA KOTAMOBAGU
Abstrak Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dari gigitan nyamuk Aedes aegypti dan secara sporadis selalu menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) setiap tahun. Geographic Information System (GIS) adalah sebuah rangkaian sistem yang memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung penyelidikan epidemiologi penyakit DBD dan juga sebagai alat bantu untuk memantau kondisi daerah terhadap penyakit DBD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemetaan penyebaran penyakit DBD dengan GIS di Kota Kotamobagu. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif analitik dengan metode purposive sampling.Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang yang diambil dari data sekunder Dinas Kesehatan Kota Kotamobagu. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Penyebaran penderita penyakit DBD di Kota Kotamobagu tertinggi terdapat di kecamatan Kotamobagu Barat dengan jumlah 54 penderita dan terendah terdapat di kecamatan Kotamobagu Selatan dengan 12 penderita Kata Kunci: Pemetaan, DBD, GIS, Kota Kotamobag
PEMETAAN KASUS TUBERKULOSIS PARU DI KECAMATAN TUMINTING TAHUN 2013
Tuberkulosis paru adalah penyakit yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis dan merupakan masalah kesehatan global dimana jutaan orang setiap tahun terinfeksi. Tuberkulosis merupakan peringkat kedua penyebab kematian di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kasus tuberkulosis di Kecamatan Tuminting tahun 2013. Penelitian ini menggunakan metode bersifat deskriptif dengan menggunakan data sekunder kasus tuberkulosis dari puskesmas Tuminting. Populasi yang diambil adalah semua penderita dugaan tuberkulosis yang tercatat di puskesmas Tuminting dan sampel yaitu penderita tuberkulosis dengan pemeriksaan BTA (+) yang ditemukan di puskesmas Tuminting. Hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk pemetaan sebaran penderita tuberkulosis dengan menggunakan GIS. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebaran terbanyak berada di Kelurahan Sindulang I dan terendah berada di Kelurahan Tumumpa II. Terjadi penurunan jumlah kasus tuberkulosis BTA(+) sebanyak 3,25% pada tahun 2013 dibanding tahun 2013.  Kata Kunci : tuberkulosis paru, pemetaa
PEMETAAN KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA MANADO
Abstrak Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan infeksi yang ditularkan melalui nyamuk yang telah menjadi masalah kesehatan internasional. Tingginya angka kejadian DBD di Kota Manado dan tidak adanya obat atau vaksinanasi untuk menghentikan penyebaran bahaya DBD, pilihan utama untuk pencegahan adalah mengontrol dan memonitor vektor dengan berfokus pada lokalisasi. Geographical information system (GIS) dan metode statistik dapat memainkan peran penting dalam merumuskan kendali kegiatan, menilai perubahan dalam transmisi dari waktu ke waktu dan menentukan sumber daya untuk mengendalikan prevalensi. Jenis penelitian deskriptif analitik yang dilakukan pada bulan Agustus – Desember 2014 di lima kecamatan di Kota Manado. Penderita DBD terbanyak di Kota Manado di tahun 2014 berada di kecamatan Wanea dengan jumlah 72 penderita sedangkan penderita DBD paling sedikit berada di kecamatan Bunaken dengan jumlah 7 penderita Kata Kunci: Demam Berdarah Dengue, GIS
GAMBARAN PERILAKU REMAJA TERHADAP SEKS PRANIKAH DI SMA NEGERI 1 MANADO
Masalah seksualitas pada remaja karena faktor-faktor perubahan-perubahan hormonal yang meningkat hasrat seksualnya.Tingkat perubahan dalam sikap dan perilaku selama masa remajasejajardengantingkatperubahanfisik.Perilaku seks pra nikah nampaknya menjadi salah satu permasalahan yang terbesar dari berbagai kasus kenakalan remaja.Kasus dari tahun-ketahun menunjukkan peningkatan kejadian seks pra nikah di kalangan remaja.Perilaku-perilaku seks yang terjadi tidak diiringi dengan pengetahuan yang memadai pada diri remaja.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran perilaku seks pranikah pada remaja di SMA Negeri 1 Manado.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskritif dengan metode survey.Sampel diambil dengan teknik simple random sampling dengan jumlah 96 responden.Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Hasil penelitian mendapatkan bahwa pengetahuan remaja sebagian besar dalam kategori sangat baik (60,4%), sikap remaja sebagian besar adalah sangat baik (99%), dantindakansekspranikahremaja sebagian besar baik (82,3%)
HUBUNGAN PENGGUNAAN HEADSET TERHADAP FUNGSI PENDENGARAN PADA MAHASISWA ANGKATAN 2012 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI
Headset adalah gabungan antara headphone dan mikrofon. Alat ini biasanya digunakan untuk mendengarkan suara dan berbicara dengan perangkat komunikasi atau komputer.Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan penggunaan headset terhadap fungsi pendengaran pada mahasiswa angkatan 2012 fakultas kedokteran Universitas SamRatulangi. Jenis penelitian adalah analitik observasional, dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi yang diambil semua Mahasiswaangkatan 2012 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi.Jumlah sampel adalah 30 orang, penentuan sampel dengan teknik purposive sampling berdasarkan kebutuhan peneliti. Berdasarkan hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square menunjukkan bahwa Asymp signifikan yaitu 0,01 < 0,05atau (nilai P = 0,01<0,05). Dari hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh penggunaan headset terhadap kualitas pendengaran pada mahasiswa Angkatan 2012 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Â Kata Kunci: Headset. Fungsi Pendengaran, Mahasisw
Gambaran Minat dan Prestasi Belajar Mahasiswa Kedokteran Semester 2 Angkatan 2015
Education is something that is very important in modern society, both in terms of political, economic, and health. Interest is one of the main factors for success in the study. Interests spawned spontaneous attention that enables the creation of The concentration for a long time.The learning result is a maximum measure that has been reached by students after learning activities during the specified time. The interest in health studies program, especially in medical studies program continues to growth. Great interest has a variety of factors. This study was made to get the overview of interest and student achievement of the second semester class of Medical Faculty, University of Sam Ratulangi. This study is used descriptive methods. When collecting data is using RMIB (Rothwell Miller Interest Blank) questionnaires to get an idea of the interest and the learning achievement of the students from the second semester class of Medical Faculty, University of Sam Ratulangi. The results overview shows the interest and learning achievement (50%) of students interested in the medical with a good GPA (Grade Point Average) with the results (69.2%) of students get high GPA, (30.8%) of students get moderate GPA, and none of them obtain low GPA. It can be concluded that not all students of the second semester class of Medical Faculty, University of Sam Ratulangi interested in medical studies program, but the GPA they get still good
CORRELATION BETWEEN CERVICAL LENGTH WITH SUCCESSFUL LABOR INDUCTION
Objective : To determine the correlation between cervical length on transvaginal ultrasound assessment with successful labor induction. Method : This was an observational study with crosssectional approach to 39 consecutive women who undergoing induction of labor in the Department of Obstetrics and Gynecology, Prof. dr. R.D. Kandou Manado general hospital. Cervical length was measured by transvaginal ultrasound prior to induction of labor. Labor induction were success if vaginal delivery occured within 24 hours after induction of labor began. Results:Induction of labor succeed in 34 subjects (87.18%) with a mean of cervical length 2,60 + 0,43 cm and failed in 5 subjects (12.82%) with a mean of cervical length of 3,54 + 0,77 cm (p = 0.006). The optimal cut off point for predicting the success of labor induction was 2,895 cm. Cervical length ≤ 2,895 cm had a sensitivity of 79,41% and a specificity of 80,00%, positive predictive value of 93,10%, negative predictive value of 36,63% andaccuracy of 79,49%. Conclusion: There was a significant correlation between cervical length with the successful induction of labor, cervical length ≤ 2.895 cm can be used to predict the success of labor induction.  Keywords: Induction of Labor, Cevical Length, Transvaginal Ultrasoun
PEMETAAN PENYEBARAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DENGAN GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM DI MINAHASA SELATAN
Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Penularan infeksi virus dengue terjadi melalui vektor nyamuk genus Aedes (terutama A. Aegypti dan A. Albopictus). Indonesia ialah negara dengan kasus DBD tertinggi di Asia Tenggara. Tujuan Penelitian ini adalah untuk membuat pemetaan kasus DBD dengan menggunakan GIS. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif analitik dengan jumlah 106 sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa kasus DBD tertinggi terdapat pada Kecamatan Tenga yaitu 39%, tidak ada hubungan antara kepadatan penduduk dengan kasus DBD, lebih banyak pada usia 6-10 tahun 34,9% dan lebih banyak laki-laki yaitu 53,8%. Saran yang diberikan perlu dilakukan upaya pencegahan penyebaran DBD Kata Kunci: DBD, GIS
INDIKASI INSEMINASI INTRAUTERINE AKIBAT FAKTOR PRIA
Inseminasi intrauterine/IUI merupakan salah satu prosedur yang banyak dipakai di klinik fertilitas dan biasanya merupakan pilihan pengobatan pertama pada pasien-pasien dengan gangguan infertil, Infertilitas yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya, infertilitas akibat faktor pria. Sebelum datangnya IVF dan ICSI, inseminasi donor terapeutik adalah satu-satunya pilihan perawatan yang dapat berjalan untuk pasangan dengaan infertilitas faktor pria yang berat. Inseminasi intrauterine/IUI menggunakan sperma suami telah dilakukan secara luas untuk menangani infertilitas dengan berbagai indikasi seperti faktor infertilitas pada pria. Oleh karena resiko terhadap timbulnya gangguan kesehatan yang rendah, pelaksanaan yang lebih mudah, biaya yang rendah, dan angka keberhasilan yang relatif tinggi, kesimpulannya IUI umumnya ditawarkan lebih dulu sebelum prosedur IVF yang memakan banyak biaya. Kata Kunci: Infertilitas pada pria,IVF,ICSI,Terapeutik,Gangguan kesehata
GAMBARAN GANGGUAN RADIASI HANDPHONE TERHADAP KESEHATAN SISWA KELAS XI SMK DISCOVERY MANADO
Handphone merupakan sumber radiasi potensial yang membahayakan. Signal telepon seluler yang dikirim membentuk dua buah lapangan radiasi yakni, medan magnet dekat dan medan magnet jauh. Penelitian ini bersifat kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian, handphone saat standby tertinggi Mito, terendah Samsung. Saat panggilan tertinggi Mito dan Evercoss, terendah Advan. Saat menerima panggilan, terbesar adalah Mito, terendah Samsung. Hasil penelitian karakteristik responden berdasarkan kuesioner menunjukan siswa yang mengalami jenis gangguan kesehatan sejak menggunakan handphone lebih besar dari jumlah responden. Hal ini karena responden bias memilih lebih dari satu gangguan yang terdapat dalam daftar isian. Diketahui bahwa gangguan yang paling sering dialami adalah gangguan pola tidur sebanyak 37 orang (19.2%) dan kehilangan konsentrasi 28 orang (14.5%). Â Kata Kunci: Handphone, Gangguan Kesehata