Jurnal Empirika
Not a member yet
115 research outputs found
Sort by
Analisis Strukturasi Giddens pada Pelaksanaan Ibadah Haji di Desa Senuro Barat, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir
Penelitian ini mengkaji tentang fenomena tingginya minat masyarakat Desa Senuro Barat untuk melaksanakan ibadah haji padahal mayoritas masyarakat tersebut bermata pencaharian sebagai petani karet dengan penghasilan yang rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui alasan mendasar masyarakat melaksanakan ibadah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi serta menggunakan alat analisis berupa teori Strukturasi dari Anthony Giddens. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa motif yang melatarbelakangi masyarakat dalam memutuskan melaksanakan ibadah haji yaitu motif tidak sadar, motif sadar dan motif berdasarkan rutinitas. Sementara itu, struktur sosial yang mendorong yaitu aturan berupa tradisi turun temurun serta sumber daya yang terdiri atas alokatif berupa karet dan otoritatif berupa otoritas tokoh agama dan keluarga. Dengan demikian disimpulkan bahwa pelaksanaan ibadah haji didorong oleh adanya peran agen dan struktur yang ada di desa tersebut yang membentuk dualitas dalam praktik sosial yang berulang dan terpola dalam lintas ruang dan waktu.Â
Institutional Arrangement on Welfare Regime in Indonesia: How Does Indonesia Maintain Its Health Care Policy
In the last decade, Indonesia has successfully reduced the poverty rate from 11.96% in 2012 to 9.22% at the end of 2020. However, the rate of inequality in Indonesia is considered the highest within the region. Therefore, it is pivotal for Indonesia to strengthen and expand its welfare system in order to overcome the inequality. This paper aims to examine the institutional arrangement of welfare regime in Indonesia especially the health care policy. This paper implement qualitative method by examine secondary resource such as journals, articles and government report to gain understanding about institutional arrangement on welfare system in Indonesia. Result shows that population coverage of health care is shifting gradually from partial group of population to all of the citizens especially by the existence of national health insurance. The source of funding is risk-pooling rather than self-help. It indicates that government of Indonesia embrace inclusive productivist welfare as its institutional arrangement
Pertunjukan Organ Tunggal Pada Acara Pernikahan di Kelurahan Indralaya Mulya Kabupaten Ogan Ilir
Penelitian ini mengkaji tentang fenomena pertunjukan organ tunggal pada acara pernikahan di Kelurahan Indralaya Mulya Kabupaten Ogan Ilir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang masyarakat memilih organ tunggal pada acara pernikahan dan untuk mengetahui makna pertunjukan organ tunggal pada acara pernikahan bagi masyarakat Kelurahan Indralaya Mulya Kabupaten Ogan Ilir. Metode yang digunakan adalah meteode deskriptif kualitatif. Observasi, wawancara, dan dokumentasi adalah teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dari Alfred Schutz. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa yang melatar belakangi masyarakat memilih organ tunggal pada acara pernikahan dengan beberapa alasan mulai dari, tarif sewa organ tunggal yang murah, keuntungan materi dari hiburan organ tunggal, organ tunggal merupakan hiburan musik yang praktis. Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa ada beberapa makna pertunjukan organ tunggal pada acara pernikahan menurut masyarakat yaitu organ tunggal pada acara pernikahan merupakan prestise dan organ tunggal merupakan hiburan untuk mencari kesenangan
Budaya Konsumen Polisi Laki-Laki terhadap Barang-Barang Bermerek di Kota Palembang (Studi Kasus Pada Polisi Berpangkat Bripda Dengan Golongan IIA Di Polda Sumsel)
Penelitian ini mengenai budaya konsumen polisi laki-laki terhadap barang-barang bermerek di Kota Palembang. Peneliti menganalisis praktik konsumsi barang-barang bermerek dan  citra diri yang ingin ditampilkan oleh polisi laki-laki dengan menggunakan barang-barang bermerek tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan strategi penelitian studi kasus dan unit analisisnya adalah individu. Penentuan informan dilakukan secara snowball Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Pemeriksaan data dilakukan dengan menggunakan teknik triangulasi dan dianalisis dengan teknik analisis dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku konsumsi menjadi suatu budaya pada polisi laki-laki. Polisi laki-laki yang menyenangi pembelian barang-barang bermerek yang bergengsi, mahal, dan ekslusif disebabkan karena merek tersebut memiliki tanda dan kesan yang dapat membuat polisi laki-laki mencitrakan dirinya sebagai polisi laki-laki yang berpenampilan fashionable dan modis serta sebagai simbol status sosial ekonomi. Perilaku konsumsi polisi laki-laki tidak lagi berdasarkan kebutuhan, tetapi pada kepuasan, persaingan, dan perkembangan trendyang bermakna konsumsi tersebut memiliki suatu gengsi sosial di dalam masyarakat
Diskriminasi Buruh Perempuan: Studi tentang Identifikasi Jenis dan Faktor Penyebabnya di Pabrik Tempe Kelurahan Timbangan Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir
Penelitian ini berjudul “Diskriminasi Buruh Perempuan di Pabrik Tempe Kelurahan Timbangan Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir†Permasalahan yang diangkat adalah apa jenis dan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya diskriminasi terhadap buruh perempuan yang bekerja di pabrik dan bagaimana tindakan buruh perempuan terhadap diskriminasi yang dialaminya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan unit analisis adalah individu yaitu pemilik pabrik, buruh laki-laki, dan buruh perempuan. Penentuan informan dilakukan secara purposive (sengaja) dengan jumlah informan 18 orang terdiri dari 1 pemilk pabrik, 12 buruh laki-laki, dan 6 buruh perempuan. Data penelitian didapat melalui observasi non partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data analisis melalui enam tahapan yaitu peneliti mulai dengan mendeskripsikan secara menyeluruh pengalamannya, penelitian kemudian memaknakan pernyataan (dalam wawancara), pernyataan-pernyataan tersebut kemudian dikelompokkan kedalam unit-unit tersebut dan menuliskan sebuah penjelasan teks tentang pengalamannya termasuk contohnya secara seksama, peneliti kemudian merefleksikan pemikirannya dan menggunakan variasi imajinasi atau deskripsi srtuktual, peneliti kemudian mengkonstuksikan seluruh penjelasannya tentang makna dan esensi pengalamannya, proses tersebut merupakan langkah awal penelitian mengungkapkan pengalamannya dan kemudian diikuti pengalaman seluruh partisipan. Metode triangulasi dengan cara membandingkannya dengan berbagai sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis dan faktor yang melatarbelakangi terjadinya diskriminasi di pabrik tempe kelurahan Timbangan yaitu diskriminasi upah/gaji karena faktor kekeluargaan, diskriminasi tidak adanya cuti hamil dan melahirkan karena faktor biologis, dan diskriminasi penambahan beban kerja karena faktor beban kerja. Dan upaya buruh perempuan dalam menanggulangi diskriminasi yang dialaminya yaitu dengan melakukan protes terhadap pemilik pabrik
Gaya Hidup dan Cermin Diri dalam Food, Fun dan Fashion di Kalangan Mahasiswa Universitas Sriwijaya
Penelitian ini mengkaji mengenai “Gaya Hidup Food, Fun, danFashion (3F) Pada Mahasiswa Universitas Sriwijaya Kampus Palembangâ€. Gaya hidup food, fun, dan fashion (3f) menjadi fenomena budaya populer dimana kegiatan makan, hiburan, dan gaya berpakaian tidak hanya diartikan secara harfiah namun mengarah pada penunjukkan simbol status sosial dan ekonomi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan data dikumpulkan dari wawancara secara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori praktik gaya hidup dari Bourdieu dan cermin diri dari Cooley. Hasil dari penelitian ini yaitu gaya hidup food, fun, dan fashion (3f) pada mahasiswa Universitas Sriwijaya Kampus Palembang menunjukkan variasi berbeda yang ditentukan dari perbedaan latar belakang sosial dan ekonomi yang terbagi menjadi kelas bawah, kelas menengah, dan kelas atas. Gaya hidup yang dilakukan menimbulkan identitas diri yang dianggap setara dalam lingkungan pertemanan dan dimaknai sebagai sarana untuk menambah pertemanan, sarana membangun interaksi dengan kelompok teman sebaya, dan sebagai sarana untuk menjadi lebih modern tentang hal baru.Â
Dampak Sosial dan Ekonomi Keberadaan Pekerja Seks Komersial (PSK) Café Mana di Kabupaten Lahat
Keberadaan Pekerja Seks Komersial (PSK) Café 88 di Desa Muara Lawai membuat resah beberapa masyarakat dan memberikan dampak sosial dan dampak ekonomi bagi masyarakat Desa Muara Lawai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak sosial dan dampak ekonomi keberadaan PSK Café 88 pada Masyarakat Desa Muara Lawai. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang menentukan informan secara purposive. Strategi penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik pengumpulan data yang berupa obesrvasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan konsep dampak sosial dan dampak ekonomi keberadaan PSK dari Kartini Kartono. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan PSK Café 88 memberikan dampak sosial dan dampak ekonomi pada masyarakat Desa Muara Lawai. Dampak sosial yang terlihat dengan keberadaan PSK tersebut adalah rusaknya akhlak dan nilai masyarakat, rusaknya sendi-sendi, ketidakharmonisan dalam rumah tangga dan berujung perceraian, serta terjadinya kriminalitas. Sementara itu dampak ekonomi yang terlihat yaitu adanya keuntungan bagi pemilik warung dan kerugian ekonomi bagi individu yang mengunjungi warung Café 88.Â
Keberdayaan Perempuan Pelaku Usaha Pempek dan Kemplang Udang Di Desa Sungsang II Kabupaten Banyuasin
Penelitian ini mengkaji mengenai "Keberdayaan Perempuan Pelaku Usaha Pempek dan Kemplang Udang di Desa Sungsang II Kabupaten Banyuasinâ€. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengenai gambaran keberdayaan perempuan pelaku usaha pempek dan kemplang udang baik dalam memproduksi maupun pendistribusiannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuaiitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, sementara jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 8 orang yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakulan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori Keberdayaan Perempuan dari Tim Perumus Strategi Pembangunan Nasional atau BAPENNAS (dalam Nugroho, 2008). Hasil penelitian menemukan bahwa keberdayaan perempuan pelaku usaha pempek dan kemplang udang merupakan salah satu ciri terwujudnya keberhasilan program pemberdayaan perempuan yang ada di Desa  Sungsang II melalui program pemberdayaan Desa Wisata yang dimulai pada awal tahun 2019 Jam memberikan manfaat dan peluang usaha bagi para pelaku usaha pempek dan kemplang udang dalam memproduksi maupun memasarkannya
Memories of Konfrontasi and Anti-Malaysia Sentiment in Indonesia
Despite Malaysia and Indonesia having similarities in their religious practices, language, and shared ancestry, history has revealed that their relationship constantly fluctuates between peace and hostility. In this paper, we argued that Indonesia’s collective memory of the konfrontasi era has triggered anti-Malaysian sentiment. To elaborate on the answer, first, the constructivism theory regarding identity and interest is used to define the Indonesian sentiment toward Malaysia. Indonesia has a negative sentiment towards Malaysia that distinct from Indonesia's sentiment to other countries. On its negative sentiment toward Malaysia, Indonesia often repeats the slogan of Ganyang Malaysia, which is the infamous slogan from the Konfrontasi era. This paper demonstrated that the ‘false’ collective memory created from the period of Konfrontasi had caused a negative sentiment towards Malaysia. Practically, the sentiment should also be reduced to prevent further escalation with Malaysia since there is already proof that the confrontative attitude toward Malaysia created more damage than the advantage
Hubungan Sosial Mahasiswa Papua dengan Mahasiswa Non Papua di Universitas Sriwijaya Kampus Indralaya
Hubungan sosial terjadi antara mahasiswa Papua dengan mahasiswa non Papua yang sama-sama sedang menempuh pendidikan di Universitas Sriwijaya kampus Indralaya. Objek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Papua dan mahasiswa non- Papua Universitas Sriwijaya yang memenuhi kriteria informan dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mengenai hubungan sosial mahasiswa Papua dengan mahasiswa non Papua di Universitas Sriwijaya kampus Indralaya dengan melihat bentuk-bentuk hubungan sosial serta faktor pendorong dan penghambat hubungan sosial. Konsep yang digunakan untuk mengkaji permasalahan mengenai hubungan sosial ini adalah konsep hubungan sosial dari Wardiyatmoko. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan mahasiswa Papua dan mahasiswa non Papua yang menjadi informan utama serta penjaga asrama mahasiswi yang menjadi informan pendukung dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara semi struktur kepada informan utama dan informan pendukung, serta dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan sosial asosiatif dalam bentuk kerjasama terjadi dalam kegiatan berupa kerja kelompok dan aksi solidaritas penggalangan dana. Akomodasi terjadi dalam bentuk toleransi dalam bidang keagamaan, diskusi untuk meredakan ketegangan, dan kompromi saat mengerjakan tugas kelompok yang dilakukan oleh mahasiswa Papua dan mahasiswa non Papua. Kemudian hubungan sosial disosiatif terjadi dalam bentuk kontravensi yang berupa ejekan dan sindiran yang sering diterima oleh mahasiswa Papua. Faktor pendorong hubungan sosial mahasiswa Papua dengan mahasiswa non Papua adalah kesadaran bahwa mereka sedang menempuh pendidikan, untuk menjaga rasa aman, menambah relasi pertemanan, dan keperdulian. Sedangkan faktor penghambat hubungan sosial mahasiswa Papua dengan mahasiswa non Papua adalah kesulitan adaptasi, sifat mahasiswa Papua yang cenderung tertutup, dan prasangka negatif yang sering muncul.Kata kunci: Hubungan Sosial, Mahasiswa Papua, Universitas Sriwijaya