Jurnal Empirika
Not a member yet
115 research outputs found
Sort by
Kelarasan Bodi Caniago Ajaran Datuak Parpatiah Nan Sabatang
Kelarasan Bodi Caniago lahir untuk pemahaman baru yang memperbaiki nilai-nila lama. Pemahaman baru berbentuk membesut dari bumi yang melibatkan anak kamanakan yang hari ini dikenal dengan atau kebjikan partispatif. Kelarasan Bodi Caniago dicetuskan pertama kali Datuak Parpatiah Nan Sabatang yang lahir diawal Minangkabau berdiri melihat pemimpin hanya seranting didahulukan dibandingkan orang yang dipimpin, mengizinkan perbedaan pendapat sebagai cara mencari solusi dalam kerangka musyawarah mufakat. Laras Bodi Caniago adalah tesis yang lahir dari sebagai anti tesis terhadap hukum dan aturan yang ada sebelumnya ada di Pariangan. Sebagai tesis kelarasan Bodi Caniago mengembangkan fondasi-fondasi ideologis yang konseptual untuk mencapai tujuan-tujuannya, dasarnya keinginan dari bawah dalam keseteraan yang diselesaikan dengan musyawarah mufakat
Perempuan Pengemudi Ojek Online “Mba Jeck†di Kota Banjarmasin
Penelitian ini bertujuan (1) menemukan gambaran profil kerja ojek online “Mba Jeck†(2) menemukan gambaran kehidupan beragama ojek online “Mba Jeckâ€. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif. Sumber data dipilih menggunakan teknik purposive sampling, adapun informan dalam penelitian ini adalah ibu Novemy, ibu Enny, ibu Diana, ibu Sariati, dan Ibu Nafisah yang merupakan admin pengemudi ojek online “Mba Jeck†Banjarmasin. Pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis hasil penelitian menggunakan langkah-langkah seperti reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Gambaran profil kerja ojek online “Mba Jeck†terdiri dari 2 bagian yaitu adanya aturan kerja dan motif bekerja menjadi ojek online “Mba Jeckâ€. Aturan kerja disini terdapat beberapa syarat untuk menjadi pengemudi ojek online “Mba Jeck†yaitu, pakaian syar’i, yang merupakan aturan yang ditetapkan untuk menjadi pengemudi ojek online Mba Jeck walaupun aturan tersebut hanya secara verbal, penggunaan atribut/jaket yang harus ditebus pengemudi ojek online Mba Jeck, dan persetujuan suami/wali untuk bekerja menjadi pengemudi ojek online Mba Jeck. Dalam motivasi bekerja, terdiri dari 2 jenis pekerjaan yaitu menjadikan pekerjaan menjadi ojek online sebagai pekerjaan utama, dan yang kedua menjadikannya pekerjaan sampingan, dengan tujuan yang sama yaitu untuk menambah penghasilan keluarga. (2) Gambaran profil kehidupan beragama ojek online “Mba Jeck†terdiri dari aturan untuk berpakaian syar’i yang merupakan ketentuan dalam menjadi ojek online “Mba Jeckâ€, dan pemilihan antara penerimaan orderan dengan melaksanakan kewajiban sholat, yang kebanyakan dari pengemudi ojek online lebih memilih melaksanakan kewajiban sholat terlebih dahulu, dan menunda orderan
Stigma Masyarakat terhadap Mantan Pengguna Narkoba di Kelurahan 24 Ilir Palembang
Stigma is experienced by former drug users who live in Kelurahan 24 Ilir Palembang. The occurrence of stigma due to the views and responses given by the community to former drug users. The object of this research is the community residing in Village 24 Ilir Palembang that has met the criteria for determining informants. The purpose of this study was to find out and understand the stigma of society towards former drug users in Kelurahan 24 Ilir Palembang and was studied using the stigma theory from Erving Goffman. This research was conducted by qualitative method with qualitative descriptive type. The main informants in the study numbered eight people and the supporting informants were three people. The data collection techniques performed in this study are with in-depth interviews, observations and documentation. The results showed that stigma comes from people's assessment of former drug users in the environment, which is then interpreted by society to be stigmatised. In Kelurahan 24 Ilir Palembang there are former drug users who have varied ages and jobs, the factors that encourage drug use are divided into two, namely social and occupational environmental factors. While users who have stopped using drugs due to several factors such as having been rehabilitated, stopped on their own will or have a family. The stigma process that occurs in Kelurahan 24 Ilir Palembang starts from the association of former drug users to their environment, after which there is a public opinion about former drug users, then there is a stigma received by former drug users. The form of stigma in Kelurahan 24 Ilir Palembang is divided into four, namely former users feel blamed by the surrounding environment or feel viktimization, gossiped, ridiculed and a positive form that is given advice
Sikap Anggota IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) Terhadap Isu Khilafah Di SMA Muhammadiyah 1 Palembang
Khilafah merupakan bentuk sistem kepemimpinan sesuai dengan pedoman agama islam dalam menerapkan sistem hukum sesuai syariat islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Banyak kelompok muslim yang tidak dominan dimasyarakat masih memegang nilai islam yang moderat. Menurut W.J. Thomas terdapat 3 aspek dalam sikap yaitu aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek konatif.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sikap antara kepercayaan dan perasaan terhadap isu khilafah yang beredar saat ini menurut para anggota IPM. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan informan utama yaitu anggota IPM. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu penyebaran koesioner dan dokumentasi. Hasil penelitian ini dari jawaban responden menunjukkan bahwa anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah 1 Palembang tidak menyetujui terhadap isu khilafah serta dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji independent menyatakan bahwa sikap anggota IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) terhadap isu khilafah adalah tidak setuju terhadap isu khilafa
Lakatan Dalam Tradisi Selamatan Pada Masyarakat Banjar Di Kelurahan Kuin Selatan Kecamatan Banjarmasin Barat
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Alasan masyarakat menyajikan hidangan lakatan dalam tradisi selamatan dan (2) Makna lakatan dalam tradisi selamatan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data yang dipilih secara Purposive sampling. Kriteria informan dalam penelitian ini yaitu (1) masyarakat yang turun-temurun melaksanakan tradisi selamatan dengan hidangan lakatan, (2) tokoh masyarakat yang biasa menjadi pemandu ritual dalam tradisi tersebut, (3) pembuat kue tradisional Banjar. Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik observasi ke lapangan, wawancara mendalam dengan ke 5 informan, dan dokumentasi. Selanjutnya analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Alasan masyarakat menyajikan lakatan dalam tradisi selamatan yaitu sebagai pereda kesurupan, menambah daya ingat, kewajiban berkala dan wujud keharmonisan. (2) Makna lakatan dalam tradisi selamatan antara lain makna berdasar bahasa dan tekstur, makna berdasar warna-warna lakatan, dan makna berdasar bentuk-bentuk sajian lakatan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada masyarakat di Kelurahan Kuin Selatan Banjarmasin yang mempercayai akan wajibnya hidangan lakatan dalam tradisi selamatan maupun yang tidak, agar tetap menjalankan tradisi sesuai dengan kaidah-kaidahnya, namun tidak menjadikan kepercayaan tersebut sebagai sesuatu yang berlebihan dan juga untuk masyarakat lainnya dapat memaklumi dan toleransi terhadap tradisi selamatan yang dilaksanakan
Pengaruh Lingkungan Sosial terhadap Perubahan Orientasi Seksual Lesbian di Akun Base Twitter
Orientasi seksual lesbian (homoseksual) merupakan orientasi seksual yang dianggap tabu di Indonesia. Hal ini dikarenakan tidak sesuai dengan nilai, norma, dan juga agama yang tertanam di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Perubahan orientasi seksual menjadi seorang lesbian didukung oleh beberapa faktor diantaranya lingkungan sosial. Lingkungan sosial terdiri dari lingkungan keluarga, lingkungan tetangga, dan lingkungan teman sepermainan, dimana ketiga hal tersebut memiliki fungsi, peranan dan juga pengaruh yang besar bagi anak hingga menuju dewasa. Lingkungan sosial akan mempengaruhi bagaimana seseorang bertindak, bersikap dan mengambi keputusan untuk dirinya termasuk memilih orientasi seksual menjadi seorang lesbian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lingkungan sosial terhadap perubahan orientasi seksual lesbian di Akun Base Twitter. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis kuantitatif asosiatif. Populasi pada penelitian ini adalah lesbian yang mengikuti akun base X lesbian twitter yang berjumlah 9039 pengguna twitter. Sampel penelitian sebanyak 99 lesbian yang ditentukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Variabel penelitian ini adalah Lingkungan Sosial (X) dan Orientasi Seksual Lesbian (Y). Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala likert. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa thitung (8,432) > ttabel (1,984) dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,574 dan koefisien determinasi 31,8%. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan lingkungan sosial terhadap perubahan orientasi seksual lesbian di Akun Base Twitter sebesar 31,8%
Migrant Workers and Higher Education: Paradoxes of Democratization of Higher Education
Migrant Workers and Higher Education issues seem two different contradictory topics. Many research on migrant workers often associates them with pragmatical activities, the working class, and marginal groups. On the other hand, Higher Education (HE) is more often associated with idealistic spaces, middle classes, and academics environment. This paper presents the phenomenon of Indonesian migrant worker-students in South Korea. We found the increasing number of Indonesian migrant workers who pursue higher education through overseas Indonesian Open University (Universitas Terbuka) in Korea and ICT-based Korean local universities. We examine how migrant workers take advantage of the transformation of higher education. We try to answer whether higher education experienced democratization will reduce social inequality, or on the contrary, it will be trapped in an educational capitalization that sharpens the gap
Konsumsi Media Sosial Tik Tok pada Mahasiswa Universitas Sriwijaya Kampus Indralaya
This research is entitled "The Consumption of Social Media Tik Tok in Sriwijaya University Students, Indralaya". The phenomenon of using social media Tik Tok has become a trend in all circles, including students. The various filters and features provided by Tik Tok also make it easier for users to distribute their creativity, talents, hobbies and more, even Tik Tok users can spend hours watching and scrolling For Your Page (FYP). The research problem taken in this study is about the process of social media consumption in Sriwijaya University students and the self-image of social media Tik Tok users in Sriwijaya University students. This research was conducted with a qualitative method. The findings were obtained from primary data in the form of observation, in-depth interviews, and documentation. Furthermore, the data were analyzed using the theory of Hyperreality and Simulacra from Jean Baudrillard. The results of this study indicate that social media Tik Tok consumption among Sriwijaya University students is not only based on usefulness or need, but also on the basis of wanting to get social status and prestige, and they use Tik Tok to show differences (differentiation) which is a reference in lifestyle. Even farther, the results of the study also show that the self-image displayed by Sriwijaya University students is as a content creator of song lyrics, sholawat, comedians, entrepreneurs, and content creators whose image is based only on entertainment such as singing, dancing, and K-popers
Motivasi Pelaksanaan Ibadah Umrah Di Kelurahan Marabahan Kota Kecamatan Marabahan Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan
Ibadah Umrah bukan sebuah keharusan dikerjakan bagi masyarakat Islam, akan tetapi jika memungkinkan untuk mengerjakan maka dianjurkan melaksanakan Ibadah Umrah. Namun banyak ummat yang melaksanakan Umrah secara berulang ulang dengan niat yang beragam. Penelitian ini bertujuan (1) menguraikan alasan dasar yang mendorong seseorang melaksanakan Ibadah Umrah lebih dari satu kali pada masyarakat di Keluarahan Marabahan Kota (2) menganalisa nilai Umrah bagi seseorang yang melaksanakan Ibadah Umrah lebih dari satu kali pada masyarakat di Kelurahan Marabahan Kota . Dimana sumber data pada penelitian ini dipilih dengan menggunakan secara purposive sampling dengan sebagai informan Bapak Noorliansyah, Bapak Tazzudin Noor Z., Ibu Mariani, Ibu Risnawati, Ibu Siti Warna, Ibu Supywati. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara, teknik observasi, dan dokumentasi.Analisis hasil data pada penelitian dengan menggunakan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Alasan dasar yang mendorong seseorang melaksanakan Ibadah Umrah lebih dari satu kali ialah adanya dorongan dari dalam diri sendiri kerinduan beribadah dan menjadi tamu di Tanah suci yang begitu dirasakan, dan munculnya dorongan dari luar seperti dorongan dari keluarga dan lingkungan sekitar (2) Nilai-nilai yang didapat bagi masyarakat yang telah melaksanakan Umrah lebih dari satu kali di Kelurahan Marabahan kota ialah nilai religi, nilai sosial, dan nilai ekonomi
Ekonomi Politik Agama Otokritik Pendekatan Empirik-Posivistik
Perspektif empiris-positivistik masih menjadi primadona dalam studi agama. Meskipun berbagai perspektif telah diterapkan di dalamnya seperti antropologi, fenomenologi, sosiologi, psikologi, dan pendekatan normatif-tekstual, orientasi pendekatan ini memahami gejala kepercayaan dalam agama dan hubungan antar agama, dari aspek normatif - doktrinal, historis-empiris , serta kritik filosofis, ada masalah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang kritis dalam studi keagamaan karena pendekatan-pendekatan yang ada cenderung didominasi oleh pendekatan teologis normatif, subyektif (fideistik-subjektivisme) dan apologis (klaim kebenaran), serta studi ilmiah dan obyektif tentang sejarah agama (ilmiah-objektivisme). Rachel M. McCleary dan Robert J. Barro memperkenalkan pendekatan ekonomi politik terhadap agama, yang menekankan studi tentang antusiasme agama, ekonomi, dan politik dalam hal peran kelompok keagamaan dan negara dalam aktualisasi ekonomi penganut agama. Tingkat studi ini dapat dikategorikan sebagai pendekatan ekonomi politik Keynesian, yang mengandaikan urgensi intervensi denominasi atau lembaga keagamaan denominasi untuk melahirkan bentuk peraturan agama yang mendasari kegiatan ekonomi anggota organisasi mereka dan peraturan pemerintah untuk mengatur organisasi keagamaan dan kebijakan ekonomi. Level studi yang mereka tawarkan belum mencapai pada tahapan studi kritis, masih terjebak dalam studi ekonomi dan politik yang empiristik dan kental dengan analisis kuantitatif. Dalam konteks studi agama di Indonesia dengan pendekatan ekonomi politik, maka tawaran itu perlu disentuh lebih lanjut untuk menciptakan perspektif ekonomi politik agama yang kritis yang berorientasi untuk mematahkan dominasi organisasi keagamaan dan negara dalam mengatur urusan para pengikut agama. Ini strategis dan penting dalam konteks memajukan studi tentang kehidupan beragama di Indonesia.Kata kunci: empirik-positivistik, ekononi politik, agama, kriti