Jurnal Empirika
Not a member yet
    115 research outputs found

    Potensi Pengembangan Ekowisata Mangrove Di Tanjung Siambang

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah melihat seberapa besar potensi ekowisata mengrove yang dapat di impelementasikan di Tanjung Siambang, Kelurahan Dompak, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, serta transfer knowledge kepada masayarakat sekitar tentang pentingnya menjaga dan mengembangkan potensi ekosistem mangrove dikawasan Tanjung Siambang. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan teknik social mapping dan wawancara. Pengumpulan data primer dilakukan dalam proses wawancara dengan mengajukan pertanyaan berupa indikator yang dapat menjawab pertanyaan dari topik penelitian. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah potensi ekowisata mangrove di Tanjung Siambang sangat besar. Namun, perlu peningkatan dari fasilitas wisata, kemampuan komunikasi asing masyarakat sekitar dan pengalokasian kegiatan yang dilaksanakan di Kota Tanjungpinang ke Kawasan Pantai Tanjung Siambang

    Dekonstruksi Stereotipe Gender dalam Drama Korea Strong Woman Do Bong Soon

    Full text link
    Strong Woman Do Bong Soon merupakan salah satu drama korea sukses berjumlah 16 episode yang tayang pada awal tahun 2017. Drama garapan perusahaan penyiaran JTBC ini menceritakan tentang seorang perempuan yang memiliki kekuatan fisik untuk membantu memberantas kejahatan di sekitar masyarakat. Isu dan permasalahan yang terdapat dalam drama ini dianalisis menggunakan teori gender seperti feminisme lebih tepatnya feminisme liberal, subordinasi suatu gender, bias gender, patriarki, dekonstruksi, representasi dan permasalahan gender mengenai kekerasan seksual. Objek penelitian penulisan artikel ini adalah scenedalam 16 episode drama korea Strong Woman Do Bong Soon yang merepresentasikan isu atau persoalan gender. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa scene dalam drama korea Strong Woman Do Bong Soon yang merepresentasikan serta menghadirkan isu, stereotip, dan permasalahan gender sesuai di kehidupan nyata

    PERAN PEREMPUAN DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN EKONOMI KELUARGA PADA MASA PANDEMI COVID-19

    Full text link
    Penelitian ini membahas mengenai Peran Perempuan dalam Meningkatkan Ketahanan Ekonomi Keluarga Pada Masa Pandemi Covid-19 (Studi pada Istri Korban PHK Di Perumahan Kesuma Permai 2 Kelurahan Sungai Selincah Kalidoni Palembang). Analisis penelitian ini menggunakan konsep peran perempuan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian mendeskripsikan ada tiga peran perempuan dalam meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga era pandemi covid-19 yaitu: 1) peran reproduktif, dimana perempuan berperan dalam ranah domestik mengurus pekerjaan rumah, mendidik anak, serta mengurus keluarga; 2) Peran ekonomi produktif, yaitu perempuan berperan dalam meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga, seperti berdagang dan manajemen keuangan rumah tangga; 3) Peran manajemen komunitas yaitu perempuan berperan dalam kegiatan komunitas yang ada di lingkungan tempat tinggal

    TRADISI BELE KAMPONG PADA MASYARAKAT DESA MENTUDU, KEPULAUAN LINGGA

    Full text link
    One of the rich and significant cultural practices in the life of the Mentuda Village community is Bele Kampong. The Mentuda people perceive Bele Kampong as a symbol of gratitude, unity, and happiness. The tradition of Bele Kampong holds a profound meaning for the people of Mentuda Village, connecting them to their cultural roots and embodying the values of togetherness, mutual cooperation, and strengthening their relationship with nature. However, this tradition is faced with challenges from modernization and globalization, which can bring about significant changes in social patterns, values, and ways of life within the community. This research aims to deeply understand the social, cultural, and values aspects embedded in the Bele Kampong tradition. Through interviews with traditional elders in Mentuda Village, the researchers explored the community's perceptions and experiences related to this tradition. The research results highlight that the Bele Kampong tradition plays a crucial role in preserving cultural identity, building socio-ecological relationships, and carrying on ancestral heritage. The Mentuda Village community realizes the importance of prudent adaptation without losing the essence of this tradition. Therefore, recommendations for preserving and revitalizing the Bele Kampong tradition include a holistic approach that integrates traditional values with modern elements, as well as educating and raising awareness among the community about the importance of preserving this tradition. This research provides a significant contribution to the efforts to preserve, respect, and strengthen the Bele Kampong tradition as an integral part of the Mentuda Village community's identity, bringing positive impacts on cultural sustainability and social harmony in the future

    NEW ROLE MODEL IN NATIONALISTIC (Kajian Artis sebagai Model Baru Bela Negara pada Masyarakat Digital)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keberadaan fenomena seniman menjadi model bela negara. berbagai faktor yang melatarbelakangi turunnya nasionalisme masyarakat digital, salah satunya adalah globalisasi dan kemajuan teknologi yang membuat masyarakat digital terpengaruh oleh budaya asing. Kesadaran bela negara merupakan kewajiban setiap warga negara menurut pasal 27 ayat 3 namun belum sepenuhnya diwujudkan oleh warga negara. dalam bela negara dapat dilakukan dengan cara yang sederhana tanpa harus menggunakan senjata seperti pada masa penjajahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data dilakukan wawancara mendalam. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sebagian besar warga negara sadar akan pentingnya memiliki nasionalisme dan juga kesadaran bela negara. Berbagai faktor juga dikatakan mampu meningkatkan nasionalisme warga, seperti toleransi, kesadaran akan keragaman budaya yang dimiliki Indonesia, serta melalui siaran olahraga internasional yang diikuti oleh Indonesia. Salah satu upaya yang lahir untuk menanamkan kesadaran bela negara adalah dengan menghadirkan model baru dalam bela negara. Melalui program Ngopi Daring Bela Negara merupakan terobosan baru untuk memulai trend baru. Dengan adanya tren baru ini diharapkan dapat meningkatkan nasionalisme dan kesadaran bela negara bagi warga negara

    Presentasi Diri Waria melalui Media Sosial Instagram di Kota Palembang

    Full text link
    This research is titled "Self-Presentation of Shemale Through on Social Media Instagram in Palembang City". Shemale are considered deviant behaviour so that people cannot accept their existence, but the self-presentation they present on Instagram makes the person who sees become entertained. This research aimed to understand the self-presentation of shemale through social media Instagram in Palembang City. The qualitative method used determines informants by purposive means of obtaining data and information from individuals who know the problems raised. The findings were obtained from observations, in-depth interviews, and subsequent data analysis using Dramaturgy Theory from Erving Goffman. This research showed that self-presentation displayed shemale through social media Instagram as an entertainer. Shemale will manage the impression to present the appearance of an entertainer in photos and videos uploaded to Instagram that become the stage of the show and keep their daily activities secret that can interfere with the delivery of impressions to the audience

    Kontrol Sosial Orang Tua dalam Penggunaan Smartphone pada Anak Usia Dini di Desa Tegal Rejo RT 03 Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim

    Full text link
    Penggunaan smartphone saat ini banyak ditemukan dari berbagai kalangan mulai dari orang tua hingga yang masih berusia dini. Penggunaan smartphone dikalangan anak usia dini penting sekali untuk para orang tua melakukan kontrol terhadap anak. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui dan memahami cara kontrol sosial orang tua dalam penggunaan smartphone pada anak usia dini. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil temuan penelitian diperoleh dari data primer berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan teori kontrol sosial yang dikemukakan oleh Paul B.Horton dan Chester L.Hunt. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa cara kontrol sosial yang dilakukan oleh orang tua terhadap pengguna smartphone pada anak usia dini di Desa Tegal Rejo Rt 03 adalah cara persuasif yang dilakukan tanpa kekerasan berupa teguran, nasihat, serta bujukan dan cara koersif yang dilakukan dengan kekerasan dengan memberikan hukuman. Selanjutnya, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat hambatan dalam orang tua melaksanakan kontrol sosial terhadap anak. Hambatan tersebut berasal dari sibuknya orang tua dengan pekerjaan, adanya rasa kasihan yang timbul terhadap anak, serta hambatan yang berasal dari lingkungan sekitar

    Tradisi Basasanggan Dalam Acara Perkawinan di Desa Pimping Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui proses pada pelaksanaan tradisi basasanggan dalam acara perkawinan di desa Pimping (2) Mengetahui bentuk sasanggan dalam acara perkawinan di desa Pimping (3)  Mengetahui bentuk pergeseran dalam tradisi basasanggan pada acara perkawinan di desa Pimping. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Sumber data yang dipilih adalah purposive sampling. Kriteria informan dalam penelitian ini yaitu warga  desa Pimping yang melakukan tradisi basasanggan lebih dari 10 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan 5 informan yaitu Suhaimi, Wardah, Nurlian, Rahayu dan H. Imran. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Proses pelaksanaan tradisi basasanggan terbagi menjadi 3 tahap yaitu, pertama memberikan sasanggan, kedua menerima dan mencatat dan ketiga mengembalikan sasanggan. (2) Bentuk sasanggan terdiri dari uang serta benda yaitu beras, sembako, kado dan sewa sound system. (3) Pergeseran tradisi basasanggan berupa berkurangnya jenis sumbangan dan perubahan makna tradisi bagi warga. Berdasarkan hasil penelitian ini  disarankan bagi masyarakat yang masih menjalankan tradisi basasanggan agar mampu mempertahankan kebudayaan sehinggga tradisi tersebut tidak mengalami kepunahan. Sebagai pembelajaran, menambah wawasan serta pengetahuan tentang budaya Banjar bagi masyarakat.Kata Kunci: tradisi, basasanggan, perkawinan, pergeseran

    Tabot sebagai City Branding Kota Bengkulu

    Full text link
    This research is titled "Tabot As City Branding Of Bengkulu City". The problem of research is the process of forming tabot as a city branding of Bengkulu City. This research uses cultural studies approach by Stuart Hall. This research is a qualitative research with ethnographic research startegy. The analysis unit in this research is an organization, namely the Tourism and Culture Office of Bengkulu City. Data collection was obtained through in-depth interviews on 13 informants, observations of nonparticipant and documentation. The results of this study showed that tabot as the city branding of Bengkulu city was formed through the process of representation of tabot tradition into a tabot festival conducted by the Bengkulu city government. Bengkulu City Government makes tabot as a characteristic of Bengkulu City through a regulatory reproduction process to form tabot as the identity of Bengkulu City. The Government of Bengkulu wants to present Bengkulu as a religious city, has creativity, and a vibrant city that is depicted from the celebration of tabot festival, as well as as a reference for one of the cultural tourism cities

    Strukturalisme Levi-Strauss dalam Novel Sirkus Pohon

    Full text link
    This study aims to reveal the deep structure of the Sirkus Pohon novel by Andrea Hirata which reflects the structure of the author's society. Using the Levi-Strauss structuralism approach, this qualitative descriptive research confirms nothing empirically visible but behind ideas. The main data of this study were obtained from the Sirkus Pohon novel written by Andrea Hirata, and the ethnographic data of the Belitung community as support. The analysis results show that there is a structure behind the novel that leads to the existence of pairs between one element and another. A connecting element bridges these two opposing elements, and the positional triangle or classification structure of forms three. This structure refers to the representation of the cultural structure of the author's society which is transformed into the socio-cultural phenomenon of the society, namely the religious phenomenon, which reflects the liminality of the Belitung Malay society. The structure of the Belitung Malay culture is unconsciously influences the way Belitung Malays think, act, and believe

    114

    full texts

    115

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Empirika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇