Jurnal Keperawatan
Not a member yet
128 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN LAMA MENSTRUASI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI
Latar Belakang : Anemia merupakan masalah gizi di Indonesia khususnya anemia difisiensi besi, yang cukup menonjol pada anak – anak sekolah khususnya remaja putri. Remaja memiliki kesibukan yang tinggi dalam aktivitas yang akan mempengaruhi pola menstruasi sehingga tidak teratur. Seringnya kebiasaan mengkonsumsi minuman yang dapat menghambat absorpsi zat besi, seperti kopi, teh dan susu, yang nantinya akan mempengaruhi kadar Hb. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan lama menstuasi dengan kejadian anemia pada siswi Kelas XI MTS Zainul Hasan. Metode : Penelitian ini mengunakan metode observasional analitik, dengan pendekatan cross sectional, dimana data diambil dari siswi Kelas XI MTS Zainul Hasan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli dengan sampel sebanyak 48 orang. Teknik Sampling yang digunakan adalah Total sampling. Pengumpulan data meliputi coding, edting dan tabulating, kemudian data dianalisis dengan Spearman rank. Hasil : Penelitian menunjukkan sebagian besar siswi mengalami anemia ringan sebanyak 23 responden (47,9 %) sedangkan lama menstruasi remaja putri sebagian besar adalah normal sebanyak 36 responden (75 %). Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji Spearman Rank hubungan lama menstruasi dengan kejadian anemia didapatkan nilai signifikan 0,006. Kesimpulan : Ada hubungan lama menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri kelas XI MTS Zainul Hasa
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN SKABIES PADA SANTRI
Latar Belakang : Penyakit skabies terjadi karena personal hygiene yang kurang baik di kalangan santri. Konseling dan edukasi dibutuhkan pemahaman bersama agar upaya pencegahan bisa melibatkan semua pihak. Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisa hubungan personal hygiene dengan kejadian skabies pada santri di Pondok Pesantren Al-Azhar Desa Tembelang Kecamatan Peterongan Jombang. Metode : Desain dalam penelitian menggunakan Analitik Korelasional dengan pendekatan cross sectional. Variabel independen personal hygiene, dan dependen kejadian skabies. Populasi semua santri sebanyak 40 santri yang diambil dengan teknik sampling total sampling didapatkan sampel sebanyak 40 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan kuisoner, kemudian hasil diuji menggunakan uji statistik Spearman’Rank’s dengan standart signifikan (0,05). Hasil : Berdasarkan hasil uji statistik sperman rank diketahui nilai probabilitas (p-value) sebesar 0,000 < α (0,05) sehingga H1 diterima yang berarti ada hubungan personal hygiene dengan kejadian skabies pada santri di Pondok Pesantren Al-Azhar Desa Tembelang Kecamatan Peterongan Jombang yang signifikan dengan tingkat keeratan kuat yaitu -,604** dimana dikatakan kuat bilanilai keeratan antara (0,601-0,80). Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian bahwa para santri perlu meningkatkan perilaku personal hygiene yang positif dalam artian selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar, sehingga kejadian penyakit scabies dapat dicegah sedini mungki
HUBUNGAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK DENGAN BLOOD SUGAR NUCHTER PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2
Latar Belakang : Diabetes Mellitus merupakan salah satu jenis penyakit tidak menular yang dialami oleh sebagian masyarakat Indonesia. Peningkatan jumlah penderita diabetes mellitus dipengaruhi oleh perilaku hidup tidak sehat yang dilakukan oleh banyak masyarakat di Indonesia. Salah satu faktor yang memicu peningkatan kadar gula pada penderita diabetes mellitus adalah tidak teraturnya aktivitas fisik yang dilakukan oleh penderita diabetes mellitus itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat aktivitas fisik dengan Blood Sugar Nuchter pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Variabel penelitian ini yaitu tingkat aktivitas fisik dan Blood Sugar Nuchter. Sampel yang diambil menggunakan simple random sampling sebanyak 44 pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Kebonsari. Instrumen menggunakan kuisioner IPAQ, glukometer dan lembar observasi. Data di analisis menggunakan uji korelasi pearson dengan ρ<0,05. Hasil : Dari analisa data yang dilakukan, menunjukkan bahwa tingkat aktivitas fisik pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Kebonsari sebagian besar melakukan aktivitas fisik sedang dengan Blood Sugar Nuchter 126-150 Mg/dl. Uji korelasi pearson menunjukkan adanya hubungan tingkat aktivitas fisik dengan kadar gula darah ρ = 0,00. Kesimpulan : Implikasi penelitian ini adalah tingkat akivitas fisik berhubungan dengan Blood Sugar Nuchter sehingga pasien diabetes dapat menjaga kestabilan kadar gula darah dengan berolahraga atau melakukan kegiatan fisik sehari-hari secara ruti
PENGARUH PEMBERIAN JUS TOMAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH SISTOLIK DAN DIASTOLIK PADA PASIEN HIPERTENSI
Latar Belakang : Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal dalam jangka panjang. Tanpa pengobatan, hipertensi turut menyebabkan kematian ribuan orang lain karena ikutannya penyakit yang lebih berbahaya, seperti stroke, serangan jantung, gagal jantung, dan terminal gagal ginjal, jantung koroner, hipertensi, diabetes dan hiperlipidemia. Selain terapi farmakologi, terapi komplementer dengan mengkonsumsi buah dan sayur segar. Zat khasiat yang terkandung dalam buah dan sayuran akan lebih baik jika buah atau sayuran dalam makanan dalam keadaan segar tanpa dimasak atau diminum dengan kata lain disajikan dalam bentuk jus. Salah satu yang mengandung potasium dan likopen adalah tomat. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui Pengaruh Terhadap Penurunan Jus Tomat pada Tekanan Darah Sistolik dan Diastolik pada Pasien dengan Hipertensi di Karangbong Pajarakan Probolinggo. Metode : Dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian one group - pre-post test design (pra-eksperimen) yang merupakan metode penelitian yang mengungkap hubungan sebab akibat yang melibatkan sekelompok subjek. Dalam metode ini, kelompok subjek diamati sebelum intervensi, dan kemudian diamati lagi setelah intervensi. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara pemberian jus tomat terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pada pasien hipertensi, hasil uji statistik T-Test Paired menunjukkan hasil p = 0,000 dengan α = 0,05 adalah p = 0,05 atau H1 diterima. Kesimpulan : Konsumsi jus tomat segar efektif untuk membantu penderita hipertensi dalam pengendalian tekanan darah sistolik dan diastolik
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS)
Remaja putri yang mengalami premenstrual syndrome biasanya akan menimbulkan gejala salah satunya kecemasan. Kecemasan yang dialami akan mengganguremaja dalam melakukan aktivitas sehari-hari.Untuk mengurangi kecemasan dibutuhkan suatu cara salah satunya menggunakan teknik relaksasi otot progresif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap perubahan tingkat kecemasan menghadapi premenstrual syndrome (PMS) pada siswi kelas 7 di SMPN 1 Bendo Kabupaten Magetan. Penelitian ini menggunakan desain Pra-Eksperimen, dengan menggunakan pendekatan One Group Pra-Post test design.Sampel penelitian ini adalah siswi yang mengalami kecemasan menghadapi premenstrual syndrome (PMS) sebanyak 15 responden yang diambil dengan menggunakan metode Purposive Sampling, uji yang digunakan yaitu Uji Wilcoxon Signed Rank Test.Hasil penelitian menunjukkan tingkat kecemasan sebelum dilakukan intervensi paling banyak dalam kategori cemas sedang yaitu 60,0% sedangkan sesudah dilakukan intervensi paling banyak dalam kategori cemas ringan yaitu 53,3%. Berdasarkan dari hasil uji statistik didapatkan ρ value 0,001< 0,05, ini menunjukkan bahwa ada Pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap perubahan tingkat kecemasan menghadapi premenstrual syndrome (PMS) pada siswi kelas 7 di SMPN 1 Bendo Kabupaten Magetan. Dari hasil penelitian ini diharapkan pemberian teknik relaksasi otot progresif dapat dijadikan sebagai salah satu cara alternatif untuk mengurangi tingkat kecemasan pada siswi saat menghadapi premenstrual syndrome (PMS
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG P4K (PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI) DENGAN PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN
Latar Belakang : Suatu progam pemerintah yang dilakukan oleh bidan dalam rangka meningkatkan peran aktif dari keluarga dan masyarakat dalam hal ini suami yaitu progam P4K (Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi), progam tersebut mempunyai tujuan untuk merencanakan persiapan persalinan dan persalinan yang aman yang ditolong oleh bidan dengan menempelkan stiker di rmah ibu hamil sebagai media notifiksi. Pada kelas ibu hamil pengetahuan tentang P4K diperoleh oleh ibu hamil. Pemilihan penolong persalinan merupakan salah satu akses informasi bagi ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang P4K dengan pemilihan penolong persalinan. Metode : Sampel pada penelitian ini berjumlah 80 responden dengan teknik total sampling. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dan retrospektif. Pengumpulan data pada penelitian menggunakan kuesioner . Hasil : Hasil penelitian diperoleh tingkat pengetahuan responden cukup (50%) dan memilih tenaga kesehatan sebesar (87,5%). Hasil uji korelasi dengan Spearman didapatkan nilai sebesar 0,424 dan p value = 0,000< 0,05. Kesimpulan : Ada hubungan antara pengetahuan tentang P4K dengan pemilihan penolong persalinan di Kecamatan Gading Kabupaten Probolingg
ANALISIS VITAMIN B6 (PIRIDOKSIN) PADA SEDIAAN TABLET MULTIVITAMIN NEUROTROPI MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
Latar Belakang : Analisis vitamin B6 dalam sediaan tablet multivitamin neurotropic membutuhkan metode yang simple, cepat serta efisien biaya. Salah satu metode yang memiliki kriteria tersebut adalah spektrofotometer UV-Vis. Rentan panjang gelombang yang lebar akan mampu mendapatkan panjang gelombang maksimal untuk analisis vitamin B6. Pemilihan panjang gelombang maksimal tunggal untuk vitamin B6 akan mampu memisahkan dengan komponen lain yaitu vitamin B1 dan B6 meskipun ketiganya sama-sama larut dalam air. Hal ini juga menunjukkan bahwa analisis vitamin B6 menggunakan spektrofometri UV Vis juga selektif. Metode : Kondisi optimal analisis vitamin B6 pada sampel vitamin neurotropic adalah menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 325 nm. Pelarut yang digunakan adalah air. Hasil kurva kalibrasi pada seri kadar 60 ppm, 70 ppm, 80 ppm, 90 ppm, 100 ppm, 110 ppm, 120 ppm dan 130 ppm memiliki nilai r 0,9965. Hasil : Penetapan kadar vitamin B6 menggunakan sampel sediaan multivitamin neurotropik yang dilakukan pada 3 merk. Kadar teoritis yang diukur adalah 100 ppm, sedangkan perolehan kembali pada sampel multivitamin neurotropic merk A masing-masing adalah 98,24 ppm, 95 ppm dan 95,78 ppm dengan nilai standar deviasi (SD) sebesar 1,69. Kadar teoritis vitamin B6 pada sampel multivitamin neurotropik merk B adalah 100 ppm, sedangkan perolehan kembali masing-masing adalah 99 ppm, 102 ppm dan 98 ppm dengan nilai standar deviasi (SD) sebesar 1,15. Penetapan kadar vitamin B6 pada multivitamin neurotropic merk C kadar teoritis yang diukur adalah 100 ppm, sedangkan perolehan kembali masing-masing adalah 102 ppm, 101 ppm dan 99 ppm dengan nilai standar deviasi (SD) sebesar 1,53. Perolehan kembali penetapan kadar vitamin B6 telah sesuai dengan persyaratan AOAC, yaitu untuk kadar analit 100 ppm % recoverinya 90-107%. Nilai SD dari ketiga sampel multivitamin neurotropik yang kurang dari 2 menunjukkan bahwa hasil penetapan kadar vitamin B6 dapat diterima. Kesimpulan : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa vitamin B6 dalam sampel multivitamin neurotropik dapat dianalisis menggunakan spektrofotometri UV-VIS pada panjang gelombang 325 nm menggunakan pelarut ai
PENGARUH RELAKSASI DENGAN AROMATERAPI TERHADAP PERUBAHAN INTENSITAS DISMENOREA
Dismenorea merupakan keluhan yang sering dialami perempuan pada saat menstruasi. Pada saat menstruasi terjadi peningkatan kadar prostaglandin yang dapat menyebabkan nyeri saat haid (dismenorea). Aromaterapi merupakan salah satu cara nonfarmakologi untuk meringankan intensitas dismenorea. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh relaksasi dengan aromaterapi terhadap perubahan intensitas dismenorea pada siswi kelas 8 SMPN 1 Bendo Magetan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Pra-Eksperimen dengan menggunakan pendekatan One Group Pra – Prost test design. Sampel dalam penelitian ini adalah siswi yang mengalami dismenorea sebanyak 17 responden yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Uji yang digunakan yaitu uji Paired t Test dengan α = 0.05. Pada penelitian rata – rata intensitas dismenorea sebelum pemberian intervensi 5.18 sedangkan sesudah pemberian intervensi 4.06. Hasil analisis statistik di dapatkan ρ value = 0.000 < α = 0.05, ini menunjukan bahwa ada pengaruh relaksasi dengan aromaterapi terhadap perubahan intensitas dismenorea pada siswi kelas 8 SMPN 1 Bendo Magetan. Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh relaksasi dengan aromaterapi terhadap perubahan intensitas dismenorea pada siswi kelas 8 SMPN 1 Bendo Magetan. Saran bagi siswi diharapkan dapat melakukan teknik relaksasi dengan aromaterapi yang merupakan salah satu cara nonfarmakologi untuk mengurangi intensitas dismenorea, dan saran bagi SMPN 1 Bendo Magetan dapat memfasilitasi aromaterapi dan ruang UKS yang nyaman untuk pelaksanaan relaksasi dengan aromaterapi
EFEKTIVITAS KONSUMSI AIR ALKALI TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH ACAK PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2
Penyakit Tidak Menular (PTM) sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat, baik secara global, regional, nasional dan lokal. Salah satu PTM yang menyita banyak perhatian adalah diabetes mellitus. Di Indonesia diabetes mellitus merupakan ancaman serius bagi pembangunan kesehatan karena dapat menimbulkan kebutaan, gagal ginjal, kaki diabetes (gangrene) sehingga harus diamputasi, penyakit jantung dan stroke. Upaya yang dikembangkan untuk mengatasi permasalahan diabetes mellitus tipe 2 adalah dengan menerapkan empat pilar terapi yaitu edukasi, terapi nutrisi, aktifitas fisik dan farmakologi. Namun upaya ini belum dapat mencapai hasil yang optimal karena banyak hambatan yang dihadapi. Salah satu terapi nonfarmakologi yang dapat dimanfaatkan adalah dengan mengkonsumsi air alkali untuk menurunkan kadar gula dalam darah penderita diabetes mellitus tipe 2. Desain penelitian yang digunakan adalah quasy experimen dengan pendekatan pre-post control group desain. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah perubahan GDA (gula darah acak) pada penderita diabetes mellitus tipe 2 sebelum dilakukan intervensi dan setelah dilakukan intervensi. Intervensi diberikan selama kurun waktu 14 hari. Untuk pengukuran kebutuhan air minum pada responden dilakukan pengukuran menggunakan aplikasi Water Drink Reminder – Hydro. Air alkali yang digunakan dalam penelitian ini adalah air alkali yang diproduksi dari Mesin Kangen Water Tipe SD501 Platinum. Sebelum pengujian hipotesis data diuji menggunakan uji normalitas data dan homogenitas sampel. Uji analisa yang digunakan adalah uji paired t test untuk mengetahui efektivitas dari konsumsi air alkali terhadap kadar gula darah acak penderita diabetes mellitus. untuk mengetahui perbedaan efektivitas konsumsi air alkali terhadap perubahan kadar gula darah, digunakan uji anova satu arah. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa konsumsi air alkali PH 7.0 (clean water) dan air alkali PH 8.0 selama kurun waktu 14 hari tidak efektif untuk menurunkan GDA (gula darah acak) pada penderita diabetes mellitus tipe 2 dan konsumsi air alkali PH 9,5 dan kombinasi air alkali PH 9.5 dan 11.5 selama kurun waktu 14 hari efektif untuk menurunkan GDA (gula darah acak) pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Dibutuhkan dukungan dari tenaga kesehatan dan kepatuhan penderita diabetes mellitus untuk dapat memanfaatkan air alkali sebagai terapi nonfarmakologis untuk mengendalikan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Untuk dapat mencapai hasil yang maksimal dari terapi nonfarmakologi yang dilakukan, penderita diabetes mellitus tipe 2 harus rutin mengkonsumsi obat antidiabetes yang diberikan oleh tenaga kesehatan dan selalu berusaha untuk hidup seha
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PRESTASI BELAJAR ANAK DIPAUD BINA KARYA DESA KALIBUNTU KABUPATEN PROBOLINGGO
Nutrisi adalah proses organisme menggunakan makanan dalam konsumsi normal melalui pencernaan, penyerapan, transfortasi, metabolisme dan biaya penyimpanan zat - yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan. Pengetahuan ibu merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi gizi sehingga penulis ingin melakukan penelitian dengan judul Hubungan Status Gizi Anak Dengan Prestasi Belajar Pada PAUD Desa Bina Karya Kalibuntu Probolinggo. Penelitian ini bersifat deskriptif dan analitik, sedangkan desain penelitian adalah cross-sectional, dimana data diambil dengan menyebarkan kuesioner yang dilaksanankan pada bulan Desember 2015 dengan jumlah populasi 40 responden, sedangkan sampel yang diteliti sebanyak 40 responden yang diambil dengan total sampling. mengumpulkan data melalui editing, coding, scoring dan tabulasi, kemudian data dianalisis secara manual dan komputer dengan spearmen Range. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada Hubungan Status Gizi Anak Dengan Prestasi Belajar Pada PAUD Bina Karya Rowokangkun Kecamatan Rowokangkung Lumajang, 2013. Asalkan nilai p value 0,000 dengan taraf signifikansi 0,05. Dengan demikian, nilai p lebih kecil dari α (0,05) sehingga H0 ditolak dan H1 diterima