Jurnal Keperawatan
Not a member yet
    128 research outputs found

    PENGARUH PEMBERIAN PUTIH TELUR TERHADAP LAMA PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM DI RSUD WALUYO JATI KABUPATEN PROBOLINGGO

    Get PDF
    Latar Belakang : Percepatan penyembuhan luka jahitan perineum pada masa nifas sangat diharapkan untuk menghindarkan ibu nifas dari bahaya infeksi yaitu dengan cara penambahkan asupan tinggi protein. Ibu bersalin yang mengalami rupture perineum di Indonesia pada golongan umur 25-30 tahun yaitu 24% sedangkan usia 32-39 tahun sebesar 62%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pemberian putih telur terhadap lama penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di RSUD Waluyo Jati Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Metode : Penelitian ini menggunakan desain Pre-eksperimental. Pendekatan yang digunakan oleh peneliti yaitu one grup pre test-post test design. Data diambil dari register persalinan di ruang bersalin RSUD Waluyo Jati Kraksaan Kabupaten Probolinggo dengan jumlah populasi 20 ibu melahirkan spontan dengan luka jahitan perineum. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 16 responden yang diambil menggunakan teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data meliputi coding, editing dan tabulating, kemudian data dianalisis secara computer dengan uji Wilcoxon dengan p value = 0,05. Hasil : Dari hasil uji Wilcoxon dengan nilai kesalahan (α) = 0,05 didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05 sehingga hipotesis penelitian diterima yang artinya ada pengaruh bermakna antara pemberian putih telur dengan lama penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di RSUD Waluyo Jati Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Kesimpulan : Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian antara teori dengan fakta dilapangan dimana pemenuhan protein pada ibu nifas semakin meningkat untuk membantu penyembuhan luka pada jalan lahir yang mengalami jahitan. Protein dari telur ini dibutuhkan sebagai zat pembangun yang membentuk jaringan otot tubuh dan mempercepat pulihnya kembali luka jahitan pada perineum ataupun jalan lahir. Tradisi berpantang makanan saat masa nifas merupakan salah satu faktor yang memicu lama penyembuhan luka perineum karena dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam melakukan regenerasi sel yang rusak karena asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh dalam proses regenerasi tidak sesuai dengan kebutuha

    PENGARUH POLA MAKAN TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID PLASMA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DIABETES MELLITUS DI USIA REMAJA

    Get PDF
    Latar Belakang : Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit kronik progresif yang ditandai dengan hiperglikemia. Pentingnya pencegahan diabetes mellitus di usia remaja yang dapat dilakukan adalah konsumsi makan makanan yang sehat. Pola makan yang tidak sehat menyebabkan ketidakseimbangan antioksidan sehingga dapat meningkatkan kadar malondialdehid plasma sebagai biomarker adanya proses oksidasi dalam tubuh akibat radikal bebas. Metode : Penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan desain penelitian cross sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa dan siswi sekolah menengah atas (SMA) Negeri Kota Madiun. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria inklusi siswa dan siswi SMA Negeri 3 Kota Madiun yang berusia 15 – 18 tahun dan bersedia untuk dijadikan sebagai sampel penelitian untuk diambil sampel darah dan diwawancarai, sedangkan kriteria eksklusi adalah siswa dan siswi yang memiliki diabetes mellitus tipe 1 maupun tipe 2, sedang dalam pengobatan oral hipoglikemik dan kortikosteroid. Sampel diminta untuk mengisi kuesioner pada lembar food frequency questioner (FFQ)untuk menilai frekuensi konsumsi makan per hari atau status pola makan. Hasil : Penelitian ini dianalisis menggunakan uji T-Test untuk melihat hubungan pola makan dengan kadar MDA, kemudian diperoleh nilai p=0,813 (p>0,05) yang berarti tidak ada hubungan antara status pola makan dengan kadar MDA. Kesimpulan : Tidak adanya hubungan pola makan dengan kadar malondialdehid plasma dapat dikarenakan status pola makan dalam penelitian ini didapat dari total semua jenis bahan makanan dalam FFQ. Namun terdapat hubungan antara status kolesterol dengan status pola makan (p=0,019), serta adanya hubungan antara status kolesterol dengan kadar MDA (p=0,011

    PEMANFAATAN CAKRAM KEBUTUHAN ASUPAN CAIRAN UNTUK PENINGKATAN KEBERHASILAN PELAKSANAAN PROGRAM AYO MINUM AIR

    Get PDF
    Salah satu kebutuhan utama manusia adalah cairan / air minum. Beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan cairan dalam tubuh dapat membantu untuk mencegah timbulnya berbagai jenis penyakit serta dapat membantu peningkatan kualitas hidup manusia. Namun kesadaran yang dimiliki masyarakat untuk bisa mengkonsumsi air minum sesuai kebutuhan tubuh masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan cakram kebutuhan asupan cairan untuk pelaksanaan program AMIR (Ayo Minum Air). Desain penelitian yang digunakan adalah quasy eksperimental dengan pendekatan pretest posttest group design. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di Perumahan Puri Asri Kabupaten Mojokerto sebanyak 168 penduduk. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 118 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan selama kurun waktu 4 bulan. Hasil pengumpulan data penelitian selanjutnya direkap dalam lembar observasi sebagai data penelitian. Uji analisa yang digunakan adalah paired t test dengan tingkat signifikasi α = 0,05. Berdasarkan hasil dari perhitungan Wilcoxon Signed Rank Test, nilai Z yang didapat sebesar -2,683 dengan p value (Asymp. Sig 2 tailed) sebesar 0,007 di mana kurang dari batas kritis penelitian α = 0,05 sehingga dari hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara kelompok pretest dan posttest yang berarti cakram kebutuhan asupan cairan efektif untuk digunakan sebagai media edukasi pelaksanaan program AMIR (Ayo Minum Air). Pemenuhan kebutuhan air minum sesuai kebutuhan tubuh merupakan hal penting untuk menjadi perhatian. Gerakan AMIR (ayo minum air) merupakan upaya yang dilakukan untuk memotivasi masyarakat dalam upaya hidup sehat melalui pemenuhan kebutuhan air minum sesuai dengan rekomendasi kesehatan. Penggunaan metode yang tepat untuk melakukan sosialisasi suatu program menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pelaksanaan program kesehata

    PENGARUH CYTRUS (ORANGE) AROMATHERAPY TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI DI RSUD KOTA MADIUN

    Get PDF
    Tindakan pembedahan merupakan tindakan yang erat dengan kecemasan. kecemasan adalah salah satu respon adaptif yang normal terhadap stress karena akan dilakukannya pembedahan. Teknik yang efektif untuk menurunkan kecemasan menggunakan teknik relaksasi. Teknik relaksasi yang dapat digunakan yaitu dengan pemberian cytrus (orange) aromatherapy. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh cytrus (orange) aromatherapy terhadap penurunan kecemasan pada pasien pre operasi. Jenis Penelitian ini adalah pra-eksperiment dengan rancangan (one-group pre-post test design). Rata-rata jumlah populasi tiap bulannya 65 orang. Sampel pada penelitian ini adalah pasien pre operasi di ruang seruni jumlah 18 responden menggunakan teknik sampling purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah dependent t-test. Hasil penelitian ini rata-rata skor kecemasan sebelum pemberian cytrus (orange) aromatherapyadalah 18,2222 dan setelah pemberian cytrus (orange) aromatherapy rata-rata skor kecemasan adalah 13,5556. Hasil uji statistik penelitian ini didapatkan p value 0,000 pada tingkat kemaknaan α = 0,05 sehingga dapat diartikan bahwa ada pengaruh cytrus (orange) aromatherapyterhadap penurunan kecemasan pada pasien pre operasi. Setelah pemberian cytrus (orange) aromatherapyskor kecemasan turun rata-rata 4,6666. Penurunan tersebut dikarenakan dampak positif yang ada dalam cytrus (orange) aromatherapy, sehingga cytrus (orange) aromatherapydapat digunakan sebagai tindakan keperawatan untuk menurunkan kecemasan pada pasien pre operas

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI DESA JATISARI KECAMATAN GEGER KABUPATEN MADIUN

    Get PDF
    Latar Belakang : Di negara berkembang, sekitar 10 juta bayi mengalami kematian, dan sekitar 60% dari kematian tersebut seharusnya dapat ditekan salah satunya adalah dengan cara menyusui, karena Air Susu Ibu (ASI) sudah terbukti dapat meningkatkan status kesehatan bayi sehingga 1,3 juta bayi dapat diselamatkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi praktek pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 6-12 bulan.  Metode : Penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi berusia 6-12 bulan yang berdomisili di Desa Jatisari  Kecamatan Geger Kabupaten Madiun. Sampel dalam penelitian ini adalah total populasi yaitu seluruh bayi berusia 6-12 bulan yang berdomisili di Desa Jatisari yaitu sejumlah 95 bayi. Hasil : Hasil penelitian Ada hubungan antara umur dengan perilaku pemberian ASI eksklusif dengan nilai p=0,005, tidak ada hubungan pendidikan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif dengan nilai p=0,229, tidak ada hubungan antara pekerjaan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif dengan nilai p=0,361.Ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif dengan nilai p=0,018. Kesimpulan : Diharapkan dapat memberikan penyuluhan tentang pentingnya ASI Eksklusif untuk bayi, manfaat, dan masalah-masalah dalam menyusui, dan cara memberikan dan menyimpan asi untuk ibu yang bekerja sejak ibu masih hamil supaya ibu lebih bisa menyiapkan fisik dan psikologisnya dalam proses menyusui nanti, karena dengan adanya pengetahuan yang cukup sejak masih hamil ibu bisa lebih optimis dalam proses menyusui nant

    EFEKTIVITAS KONSUMSI AIR ALKALI TERHADAP KADAR LDH PENDERITA KANKER KELENJAR GETAH BENING

    Get PDF
    Kanker adalah salah satu penyakit yang telah menjadi masalah kesehatan masyarakat, baik di dunia maupun di Indonesia, karena tingkat kematian yang disebabkan oleh penyakit ini cukup tinggi. Program Pengendalian Kanker Nasional (PPKN) bertujuan untuk mengurangi jumlah kasus kanker, kematian, juga meningkatkan kualitas hidup pasien kanker yang dilakukan meliputi program pencegahan primer, sekunder, dan tersier. Salah satu jenis kanker yang dialami oleh masyarakat adalah kanker kelenjar getah bening. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas terapi non farmakologis konsumsi air (ph 7,5 dan ph 9,5) terhadap kadar LDH (Laktat Dihidrogenase) pada penderita kanker kelenjar getah bening. Desain penelitian yang digunakan adalah quasy experimental dengan pendekatan pretest posttest group design. Populasi dalam penelitian ini adalah 8 pasien penderita kanker kelenjar getah bening yang teregistrasi di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Variabel dalam penelitian ini adalah kadar LDH (Laktat Dihidrogenase) pada penderita kanker kelenjar getah bening. Analisa data menggunakan uji paired sample t-test. Dari hasil analisa data untuk responden yang mengkonsumsi air dengan PH 9,5 didapatkan nilai signifikasi sebesar 0,016 dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,987 sedangkan untuk responden yang mengkonsumsi air dengan PH 7,5 didapatkan nilai signifikasi sebesar 0,035 dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,951. Dari hal tersebut nampak bahwa konsumsi air dengan PH 9,5 lebih efektif untuk menurunkan kadar LDH (Laktat Dihidrogenase) pada penderita kanker kelenjar getah bening. Konsumsi air PH 9,5 bertujuan untuk memperbaiki metabolisme yang terjadi pada tubuh. Metabolisme yang baik secara tidak langsung akan meningkatkan imunitas yang dimiliki oleh tubuh dan imunitas yang meningkat akan membantu penderita kanker kelenjar getah bening dalam penurunan kadar LDH (Laktat Dihidrogenase) mendekati norma

    PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP KEMANDIRIAN ACTIVITY DAILY LIVING (ADL) PADA LANSIA

    Get PDF
    Peningkatan jumlah penduduk lanjut usiaakan mempengaruhi angka beban ketergantungan pada lansia. Hal tersebut tentunya akan berpengaruh pada kemandirian lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari (Activities of Daily Living-ADL) sehingga dapat menurunkan kualitas hidup lansia. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan fungsional pada lansia adalah dengan senam lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa pengaruh senam lansia terhadap kemandirian Activity Daily living (ADL) pada lansia di Panti Werdha Mojopahit Mojokerto. Jenis penelitian ini adalah quasy ekperimental dengan desain Pra Experimental One Group Pra-post Design . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia di Panti Werdha Mojopahit Mojokerto sejumlah 46 lansia. Sampel yang diambil sebanyak 12 responden sesuai dengan kriteria yang dibuat oleh peneliti dan diambil dengan teknik total sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah senam lansia dan kemandirian Activity Daily Living (ADL). Data dikumpulkan melalui lembar observasi Index Katz kemudian dilakukan dianalisis. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh terapi senam lansia terhadap kemandirian Activity Daily Living (ADL) sebelum dan sesudah intervensi senam lansia dengan adanya peningktan nilai mean kemandirian Activity Daily Living (ADL) (pre-post test) sebesar 0,58. Dari hasil penelitian membuktikan bahwa senam lansia dapat meningkatkan kemandirian Activity Daily Living (ADL) pada lansia, maka petugas panti perlu memberikan intervensi senam lansia sebanyak 3 kali dalam seminggu untuk meningkatkan kemandirian Activity Daily Living (ADL) pada lansia di Panti Werdha Mojopahit

    STUDI KORELASI PENGETAHUAN KELUARGA PASIEN TENTANG PENULARAN HEPATITIS DENGAN PERILAKU CUCI TANGAN

    Get PDF
    Keluarga pasien masih belum memahami dengan baik tentang penerapan cuci tangan dengan baik dan benar sehingga diperlukan penerapan cuci tangan cuci tangan yang baik dan benar dari petugas kesehatan tentang prosedur cuci tangan yang akan dilakukan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan keluarga pasien tentang penularan sirosis hepatis dengan perilaku cuci tangan di Ruang Interna Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya. Desain penelitian ini analitik korelasional pendekatan crosssectional. Variabel penelitian yaitu pengetahuan keluarga pasien tentang penularan hepatitis sebagai variabel independen dan perilaku cuci tangan sebagai variabel dependen. Populasi penelitian yaitu keluarga yang menunggu pasien dengan sirosis hepatis di Ruang Interna Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya. Sampel diambil dengan teknik consecutive sampling yaitu keluarga yang menunggu pasien dengan sirosis hepatis di Ruang Interna Rumah Sakit Bhayangkara H.S Samsoeri Mertoyoso Surabaya. Data dikumpulkan dengan kuisioner dan di uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengetahuan keluarga pasien tentang penularan sirosis hepatis cukup sebanyak 9 responden (60%) dan sebagian besar dan sebagian besar perilaku cuci tangan responden positif sebanyak 11 orang (73,3%). Hasil uji Spearman Rho diperoleh dengan nilai signifikan 0,019 <0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima maka ada hubungan pengetahuan keluarga pasien tentang penularan hepatitis dengan perilaku cuci tangan di Ruang Interna Rumah Sakit Bhayangkara H.S Samsoeri Mertoyoso Surabaya. Dengan nilai r yang di peroleh yaitu 0,598 dimana terdapat suatu hubungan yang cukup. Dengan pengetahuan yang cukup baik responden lebih mengetahui bagaimana melakukan cuci tangan yang tepat sesuai dengan standart agar responden dapat melakukan cuci tangan dengan bai

    EFEKTIFITAS SENAM PEREGANGAN TERHADAP GANGGUAN TIDUR (INSOMNIA) PADA LANSIA YANG MENGALAMI DIMENSIA

    Get PDF
    Insomnia merupakan salah satu gangguan utama dalam memulai dan mempertahankan tidur dikalangan lansia. Insomnia didefinisikan sebagai keluhan kurangnya kualitas tidurdisebabkan oleh satu dari sulit memasuki tidur, sering terbangun malam kemudian kesulitan untuk kembali tidur, bangun terlalu pagi, dan tidur yang tidak nyenyak. Buruknya kualitas tidur lansia disebabkan oleh meningkatnya letensi tidur, berkurangnya efesiensi tidur dan terbangun lebih awal karena proses penuaan.Jenis penelitian ini adalah one group pretest-posttest dengan pre-eksperimental. Besar sampel yang digunakan dalam penelitian yaitu 25 responden. Tehnik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Wilcoxon Sign Rank Test dengan α 0,05.Hasil penelitian ini diketahui bahwa terdapat perbedaan sebelum dan sesudah diberikan terapi senam peregangan. Hasil analisa Wilcoxon Sign Rank Test diperoleh nilai p value 0,000 < 0,05 artinya ada pengaruh terapi senam peregangan terhadap perubahan gangguan tidur (insomnia) pada lansia di wilayah kerja puskesmas Bendo, Kabupaten Magetan.Dengan demikian diharapkan penderita gangguan tidur (insomnia) seharusnya menerapkan terapi senam peregangan untuk mengurangi tingkat insomnia.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh terapi senam peregangan terhadap perubahan gangguan tidur (insomnia) pada lansia di  wilayah kerja puskesmas Bendo, Kabupaten Mageta

    PERBEDAAN KARIES GIGI PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH (3-5 TAHUN) YANG MENGKONSUMSI DAN TIDAK MENGKONSUMSI SUSU FORMULA

    Get PDF
    Gigi merupakan bagian dari alat pengunyah pada sistem pencernaan tubuh manusia. Masalah utama kesehatan gigi dan mulut anak adalah karies gigi. Karies gigi disebabkan karena anak mengkonsumsi susu formula yang mengandung karbohidrat. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karies gigi pada anak prasekolah yang mengkonsumsi dan tidan mengkonsumsi susu formula. Penelitian ini menggunakan pendekatan restropektif. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. Pengambilan data menggnakan lembar kuesoner dan observasi karies gigi. Analisa data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian diperoleh 22 siswa mengkonsumsi susu formula dan 13 siswa tidak mengkonsumsi susu formula, dengan sebagian besar responden menglami karies gigi sejumlah 30 siswa dengan status karies simple 16 siswa (45,7%) dan karies komplek yaitu 16 siswa (45,7%), dan sebagian kecil responden yang tidak mengalami karies gigi atau sehat sejumlah 3 siswa (8,6%). Hasil analisis bivariat diperoleh p value 0,002 < α 0,005. Hal ini berarti ada perbedaan karies gigi pada anak usia pra sekolah yang mengkonsumsi dan tidak mengkonsumsi susu formula. Perlu adanya program melakukan sikat gigi di sekolah guna mengingatkan dan mengajari anak-anak dalam menjaga kebersihan dan mengetahui kesehatan mulut dan gigi. Dan memberikan penyuluhan kepada orang tua tentang kesehatan gigi dan mulut beserta penyebab karies gigi yaitu salah satunya konsumsi susu formul

    127

    full texts

    128

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Keperawatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇