Jurnal Keperawatan
Not a member yet
128 research outputs found
Sort by
PERANCANGAN DESAIN PROTOTYPE ANATOMI TULANG MANUSIA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DI STIKES BHAKTI HUSADA MULIA MADIUN
Kemajuan teknologi digital telah mendorong inovasi dalam media pembelajaran khususnya di bidang pendidikan kesehatan. Anatomi tulang yaitu ilmu yang mempelajari struktur dan susunan tulang penyusun tubuh manusia merupakan materi penting yang memerlukan visualisasi yang jelas dan interaktif. Pembelajaran masih didominasi oleh media konvensional yang kurang menarik sehingga belum optimal dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain prototype aplikasi anatomi tulang sebagai media pembelajaran interaktif di STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun. Metode yang digunakan adalah Design Thinking dengan lima tahapan yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test. Tahap empathize dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi untuk mengidentifikasi permasalahan utama yaitu minimnya media visual yang interaktif. Tahap define merumuskan kebutuhan mahasiswa terhadap antarmuka yang menarik, mudah digunakan, dan mendukung pemahaman visual. Tahap ideate menghasilkan wireframe sebagai rancangan awal aplikasi. Prototype terdiri dari lima tampilan utama yaitu start screen, main page, full body, part body, dan quiz dengan desain visual bersih menggunakan warna hijau dan kuning serta tipografi dekoratif. Visualisasi dibuat dalam bentuk mockup menggunakan tools Figma. Test menunjukkan bahwa desain user interface (UI) di nilai fungsional dan mudah digunakan. Kesimpulan, desain UI dan prototype ini sesuai dengan kebutuhan pengguna dan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. Penelitian selanjutnya diharapkan untuk mempertimbangkan lagi kebutuhan jangka panjang pengguna serta mengembangkan aplikasi mobile secara utuh yang lebih inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidika
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN BULLYING PADA SEKOLAH DASAR DI SD NEGERI 11 KESIMAN
Bullying merupakan perilaku agresif yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan fisik maupun psikologis anak. Pengetahuan siswa mengenai bullying menjadi aspek penting dalam upaya pencegahan sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang bullying pada siswa SD Negeri 11 Kesiman. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Melibatkan 54 responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan bullying yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (46,3%), pengetahuan cukup (14,8%), dan pengetahuan kurang (38,9%). Meskipun sebagian besar siswa telah memiliki pengetahuan yang baik, masih ditemukan kesalahpahaman terkait perbedaan bullying fisik dan nonfisik serta dampak jangka panjangnya. Variasi pengetahuan ini dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, dan akses informasi. Siswa perempuan cenderung memiliki pemahaman lebih baik mengenai bullying psikologis, sedangkan siswa yang lebih tua menunjukkan penguasaan materi yang lebih baik. Secara keseluruhan, pengetahuan siswa tentang bullying tergolong cukup baik, namun masih perlu ditingkatkan terutama terkait jenis bullying dan dampak jangka panjangnya. Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Bullying, Anak Sekolah Dasa
GAMBARAN KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA DI SMA NEGERI 8 DENPASAR
Masa remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai oleh perubahan fisik, emosional, dan sosial yang cepat dan kompleks, sehingga dapat memengaruhi kestabilan emosi serta meningkatkan kerentanan remaja terhadap gangguan kesehatan mental. Kesehatan mental yang baik berperan penting dalam pembentukan karakter, pencapaian prestasi belajar, kemampuan mengelola stres, serta kualitas interaksi sosial, sehingga pemantauan kondisi kesehatan mental remaja menjadi aspek penting dalam upaya promotif dan preventif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesehatan mental pada remaja kelas XI di salah satu sekolah menengah atas dengan jumlah peserta didik yang cukup besar. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 208 responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Mental Health Inventory (MHI-38) yang menilai berbagai aspek kesehatan mental seperti kesejahteraan psikologis, kecemasan, depresi dan kontrol emosi. Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat kesehatan mental dengan kategori Baik (43,3%), diikuti kategori Kurang Baik (32,2%) dan kategori Sangat Baik (24,5%). Temuan penelitian mengindikasikan bahwa mayoritas remaja berada pada kondisi kesehatan mental yang baik, meskipun masih terdapat sebagian responden dengan kondisi kesehatan mental kurang baik yang berpotensi membutuhkan perhatian serta dukungan psikologis lebih lanjut. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa kesehatan mental remaja tergolong baik, namun tetap diperlukan upaya berkelanjutan untuk mempertahankan dan meningkatkan kondisi tersebut melalui peran sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan.
Kata Kunci :Kesehatan mental, Psikologis,Remaj
HUBUNGAN LAMA MENJALANI HEMODIALISIS DENGAN GAMBARAN DIRI PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK
Pasien dengan penyakit ginjal kronik (PGK) yang menjalani terapi hemodialisis secara rutin dan jangka panjang menghadapi tantangan adaptasi terhadap perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang berdampak signifikan pada persepsi terhadap diri mereka sendiri atau gambaran diri. Sifat terapi yang invasif, rutin, dan berkelanjutan seumur hidup menuntut ketahanan psikologis yang tinggi. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi (lama) menjalani hemodialisis dengan gambaran diri pada pasien PGK di Rumah Sakit Sido Waras Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dengan jumlah responden sebanyak 21 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner gambaran diri, dan data dianalisis menggunakan uji korelasi deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (47,7%) telah menjalani hemodialisis lebih dari 24 bulan, dan sebagian besar (71,4%) memiliki gambaran diri yang negatif. Analisis deskriptif mengindikasikan adanya selisih persentase melebihi 10%, yang mengisyaratkan adanya hubungan signifikan antara variabel durasi hemodialisis dan gambaran diri pasien. Temuan penelitian menyimpulkan bahwa terdapat korelasi antara lamanya terapi hemodialisis dengan perubahan gambaran diri pada pasien PGK, di mana semakin lama durasi terapi, kecenderungan mengalami gambaran diri negatif semakin meningkat. Perubahan tersebut didorong oleh faktor kompleks seperti kelelahan kronis, keterbatasan dalam aktivitas sosial, pembatasan asupan cairan yang ketat, serta perasaan ketergantungan pada mesin dialisis. Implikasinya, intervensi holistik yang tidak hanya berfokus pada aspek medis tetapi juga dukungan psikososial dan konseling gambaran diri sangat diperlukan sebagai bagian integral dari tata laksana pasien hemodialisis jangka panjan
HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KUALITAS TIDUR PADA REMAJA
Kualitas tidur buruk pada remaja adalah faktor penggunaan media sosial dan aktivitas fisik yang berlebihan sehingga menyebabkan pola tidur pada remaja menjadi tidak teratur dan memburuk, jadi solusinya adalah mencari hubungan penggunaan media sosial dan aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada remaja di SMA Negeri 1 Pilangkenceng Kabupaten Madiun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan penggunaan media sosial dan aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada remaja di SMA Negeri 1 Pilangkenceng Kabupaten Madiun. Penelitian ini merupakan jenis kuantitatif, jenis penelitian survei dengan metode pengambilan sample cross sectional study yang bersifat kausal. Teknik sampling penelitian ini adalah Propotional Random Sampling. Sampel penelitian ini sebanyak 99 siswa. Analisa data penelitian ini menggunakan uji bivariat dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan penggunaan media sosial dengan kualitas tidur, hubungan penggunaan media sosial dengan aktivitas fisik, hubungan aktivitas fisik dengan kualitas tidur di SMA Negeri 1 Pilangkenceng Kabupaten Madiun, dengan menggunakan uji chi-square, uji ini dipilih karena data yang diperoleh adalah jenis data nominal, sehingga dapat digunakan untuk menganalisis data yang secara inhern. Hasil penelitian menunjukan angka signifikan <0,001, maka data Ho ditolak dan H1 diterima yang berarti ada hubungan penggunaan media sosial dan aktivitas fisik dengan kualitas tidur remaja di SMA Negeri 1 Pilangkenceng Kabupaten Madiun. Menunjukan angka signifikan <0,001, maka data Ho ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan hasil analisis hubungan penggunaan media sosial dan aktivitas fisik dengan kualitas tidur remaja di SMA Negeri 1 Pilangkenceng Kabupaten Madiun. Diharapkan responden mengurangi media sosial dan aktivitas fisik agar kualitas tidur bai
KENAIKAN BERAT BADAN SELAMA KEHAMILAN SEBAGAI FAKTOR RISIKO PREEKLAMPSIA : SYSTEMATIC REVIEW
Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang ditandai oleh hipertensi dan disfungsi organ, serta menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu dan janin. Kenaikan berat badan selama kehamilan (Gestational Weight Gain/GWG) yang tidak sesuai dengan rekomendasi dapat berkontribusi terhadap risiko terjadinya Preeklamsia. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis bukti ilmiah mengenai hubungan antara kenaikan berat badan selama kehamilan dengan kejadian Preeklamsia. Strategi pencarian dilakukan menggunakan pedoman PRISMA, dengan menelusuri lima basis data elektronik yaitu PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, DOAJ, dan BMC dalam rentang tahun 2015–2025. Dari 1632 artikel yang diidentifikasi, 13 artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis menunjukkan bahwa GWG yang berlebihan secara signifikan berhubungan dengan peningkatan risiko Preeklamsia. Beberapa studi juga menunjukkan bahwa GWG yang tidak sesuai dapat memperburuk status metabolik dan meningkatkan inflamasi sistemik, yang menjadi faktor predisposisi Preeklamsia. Temuan ini menegaskan pentingnya pemantauan dan pengelolaan berat badan selama kehamilan sesuai pedoman sebagai upaya pencegahan Preeklamsia. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menentukan apakah penambahan berat badan yang tidak normal berhubungan secara spesifik dengan Preeklamsia ringan atau bera
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG MASSAGE EFFLEURAGE UNTUK MENGURANGI NYERI PUNGGUNG
Selama masa kehamilan terjadi perubahan pada ibu baik fisik maupun psikis secara umun perubahan fisik selama kehamilan seperti perubahan pembentukan organ tubuh dan melemahnya relaksasi otot-otot tubuh. Perubahan ini mempengaruhi hampir semua organ tubuh bagi setiap wanita yang mengalami kehamilan tanpa komplikasi. Sebanyak 68% ibu hamil di Indonesia menderita nyeri punggung dengan intensitas sedang, sedangkan 32% menderita nyeri punggung dengan intensitas ringan. 60%-80% ibu hamil di berbagai wilayah Indonesia melaporkan mengalami sakit punggung selama kehamilan. Hasil Data Statistik Indonesia menyatakan jumlah ibu hamil pertahun 2023 sebanyak 6.439 Jiwa dan terdapat 4.378 (68%) yang mengalami nyeri punggung bagian bawah saat kehamilan. Nyeri punggung bawah biasanya akan meningkat intensitasnya seiring bertambahnya usia kehamilan karena nyeri ini diakibatkan pergeseran pusat gravitasi ibu hamil dari postur tubuhnya. Metode ini menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan sampel 36 responden. Penentuan sampel yaitu nonprobability sampling dengan Teknik accidental sampling, instrument yang digunakan adalah kuesioner dengan analisis data uji statistic Spearman’s Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 36 responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup sebanyak 20 responden (56%), sikap kurang baik sebanyak 23 responden (64%), nyeri punggung sedang sebanyak 27 responden (75%), hasil uji Spearman’s Rank diperoleh hasil Sig.2 (Tailed) = 0,009 < (α 0,05) untuk pengetahuan dan Sig.2 (Tailed) = 0,667 > (α 0,05) untuk sikap. Kesimpulan penelitian ada hubungan pengetahuan ibu hamil tentang massage effleurage untuk mengurangi nyeri punggung dan tidak ada hubungan sikap ibu hamil tentang massage effleurage untuk mengurangi nyeri punggung
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS BATANG-BATANG KABUPATEN SUMENEP
Stunting di Indonesia masih di atas standart WHO tercatat lebih dari sepertiga balita di indonesia mengalami stunting. Angka stunting tinggi menandakan banyak anak kekurangan gizi kronis yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan mereka sehingga memerlukan tindakan cepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahu faktor yang paling dominan mempengaruhi stunting di wilayah Kerja Puskesmas Batang-batang Kabupaten Sumenep. Penelitian ini merupakan peneltian kuantitatif menggunakan metode analitik observasional dengan menggunakan desain penelitian Cross Sectional. Populasi sebanyak 56 balita yang terindikasi stunting, metode pengambilan sempel menggunakan simple random sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner dan buku KIA. Menggunakan uji statistic chi square dengan α = 0,05 dan Analisis multivariat regresi logistic. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan antara riwayat ASI Eksklusif, IMD dan MP-ASI dengan kejadian stunting diwilayah kerja Puskesmas Batang-batang Kabupaten Sumenep dengan hasil Analisis chi square Riwayat ASI Eksklsusif p=0,001 IMD p= 0,038 MP-ASI p= 0,008. Hasil analisis ASI Eksklusif didaptkan nilai OR 32,500 artinya balita yang tidak mendapat ASI Eksklusif 32,5 kali lebih beresiko. Faktor BBLR tidak memiliki hubungan bermakna p > 0,05. Kesimpulanya faktor yang paling dominan mempengaruhi kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Batang-Batang Kabupaten Sumenep adalah riwayat ASI Eksklusi
PEMBERIAN KONSUMSI AIR KELAPA MUDA TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH TINGGI PADA LANSIA
Hipertensi merupakan penyakit degeneratif dengan angka kematian terbanyak akibat komplikasi. Salah satu pemicu terjadinya penyakit hipertensi adalah gaya hidup dan pola makan. Terapi farmakologis merupakan biaya dan kepatuhan tinggi untuk proses terapi. Dampak ekonomi pada penderita hipertensi akan terlihat pada biaya pengobatanya. Pengobatan alternatif untuk menekan biaya terapi, salah satunya dengan mengkonsumsi air kelapa muda. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui perubahan tekanan darah tinggi pada lansia di Dusun Pasinan Kulon Desa Kupang Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan rancangan one group pre test-post test. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 22 orang pasien hipertensi di Dusun Pasinan Kulon Desa Kupang Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto. Intervensi dilakukan selama 2 minggu dengan intervensi berupa pemberian air kelapa muda sebanyak 2 kali sehari pada pagi dan sore hari. Data pada penelitian ini di ambil dengan menggunakan lembar observasi. Uji normalitas yang digunakan yaitu Shapiro-Wilk dan analisis statistik dengan mnggunakan paired t-test. Hasil penelitian menujukan bahwa air kelapa muda terbukti bisa merubah tekanan darah. Dari hasil analisis uji statistik paird t-test menunjukan bahwa p = 0,00 (sig < 0,05), maka H1 diterima yang artinya air kelapa muda efektif dalam menurunkan tekanan darah, semua responen mengalami penurunan darah MAP. Melihat dari hasil penelitian ini, air kelapa muda merupakan salah satu terapi non farmakologis yang efektif dalam menurunkan tekanan darah. Sehingga diharapkan tenaga kesehatan khususnya perawat lebih aktif dalam memberikan penyuluhan tentang manfaat air kelapa muda dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertens
GAMBARAN WORK-FAMILY CONFLICT PADA PERAWAT DI SANTOSA HOSPITAL BANDUNG CENTRAL
Stres kerja merupakan reaksi fisik dan emosional yang muncul ketika tuntutan pekerjaan melebihi kemampuan individu untuk menghadapinya. Kondisi ini dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik, kesejahteraan psikologis, dan kinerja profesional, terutama pada profesi dengan tekanan tinggi seperti perawat. Faktor-faktor yang memengaruhi stres kerja antara lain beban kerja, work-family conflict (wfc), status pernikahan, jumlah anak, dan dukungan sosial. WFC menjadi faktor penting karena perawat wanita sering menghadapi konflik peran antara pekerjaan dan tanggung jawab keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran work-family conflict pada perawat wanita di Ruang Ruby Santosa Hospital Bandung Central. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Populasi terdiri dari 40 perawat wanita, dengan 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Hasil Penelitian menunjukan sebagian besar (60%) mengalami work-family conflict berat sebanyak 18 responden, hampir setengahnya (40%) mengalami work-family conflict sedang sebanyak 12 responden dan tidak ada reponden yang mengalami work-family conflict ringan. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan panduan praktis bagi manajemen rumah sakit dalam meningkatkan kesejahteraan perawat dan kualitas pelayanan kesehatan.