Jurnal Keperawatan
Not a member yet
    128 research outputs found

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN OSTEOPOROSIS PADA WANITA MENOPAUSE USIA 40-50 TAHUN

    Get PDF
    Kenaikan jumlah penduduk Indonesia sampai 41,4% dan osteoporosis selalu menyertai usia lanjut baik perempuan maupun laki-laki. Salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius pada masa menopause adalah osteoporosis. Penurunan hormon estrogen merupakan penyebab lebih cepat terjadinya osteoporosis pada wanita menopause. Osteoporosis atau tulang keropos adalah suatu penyakit yang ditandai dengan berkurangnya kepadatan massa tulang dan kerusakan mikro-arsitektur jaringan tulang yang menyebabkan tulang rapuh dan mudah patah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku pencegahan osteoporosis pada wanita menopause usia 40-50 tahun di Lingkungan Kalimati Kelurahan Jagalan Kota Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian berjumlah 42 orang, besar sampel adalah 38 orang wanita menopause, tekhnik sampling yang dilakukan adalah simple random sampling, pengumpulan data penelitian ini menggunakan alat berupa kuesioner, setelah data ditabulasi kemudian dilakukan uji statistik Mann-Whitney dengan α = 0,05 menggunakan SPSS for windows. Hasil penelitian ini diketahui bahwa sebagian besar pengetahuan responden baik sebanyak 20 orang (52,6%) dan sebagian besar perilaku pencegahan osteoporosis responden positif sebanyak 26 orang (68,4%). Ada hubungan pengetahuan dengan perilaku pencegahan osteoporosis pada wanita menopause usia 40-50 tahun di Lingkungan Kalimati Kelurahan Jagalan Kota Mojokerto. Hasil uji Mann-Whitney diperoleh hasil bahwa nilai z hitung mencapai -4.200 > z tabel 1,736 dengan signifikan 0,000 < α 0,05. Untuk mencegah terjadinya osteoporosis dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit tersebut maka sebagai tenaga kesehatan hendaknya memberikan pelayanan pada masyarakat khususnya pada ibu menopause agar dapat memberikan arahan untuk mencegah terjadinya osteoporosi

    EFEKTIFITAS PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI TERHADAP PEMAHAMAN REMAJA PUTRI

    Get PDF
    Setiap manusia memiliki pemahaman tentang sesuatu yang berbeda antara satu dan yang lain. Pemahaman merupakan pemahaman individu untuk mengerti suatu bahan ajaran, menafsirkan, menjelaskan atau meringkas suatu pengertian, pemahaman lebih tinggi dari pada pengetahuan. Tolak ukur pemahaman yaitu daya serap terhadap bahan ajaran, tujuan pengajaran, perilaku peserta didik. Untuk mengatasi pemahaman yang rendah perlu dilakukan kegiatan yang dapat meningkatkan pemahaman dengan melalui edukasi yaitu melalui kegiatan yang disebut pendidikan kesehatan. Desain penelitian ini menggunakan one-group pre-post test design. Metode sampling yang digunakan adalah Proportionate stratified random sampling. Sampel yang diambil sebanyak 31 responden yaitu remaja putri usia 10 – 24 tahun di Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan kuesioner. Setelah di uji data dan di analisis dengan menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukan pendidikan kesehatan didapatkan nilai rata-rata 55.80 yang berarti responden mempunyai pemahaman kurang. Sedangkan nilai rata-rata responden sesudah dilakukan pendidikan kesehatan adalah 85.16 yang berarti pemahaman responden baik sekali. Pada pengujian statistik di peroleh hasil efektifitas pendidikan kesehatan menggunakan metode demonstrasi terhadap pemahaman remaja putri tentang cara merawat organ kewanitaan dengan nilai signifikansi sebesar ρ = 0,000 lebih kecil dari nilai signifikansi yaitu ɑ = 0,05. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan menggunakan metode demonstrasi efektif terhadap peningkatan pemahaman remaja putri tentang cara merawat organ kewanitaan. Pemberian pendidikan kesehatan sangat penting untuk meningkatkan pemahaman tentang cara merawat organ kewanitaan agar terhindar dari penyakit yang menyerang organ kewanitaa

    HUBUNGAN SIKAP REMAJA TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL DENGAN SIKAP SEKS PRANIKAH

    Get PDF
    Sikap adalah reaksi atau respon seseorang yang masih tertutup terhadap suatu stimulus atau objek. Infeksi menular seksual adalah penyakit yang dapat ditularkan dari seseorang kepada orang lain melalui hubungan seksual. Seksual pranikah remaja adalah hubungan seksual yang dilakukan remaja sebelum menikah. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan sikap remaja tentang infeksi menular seksual dengan sikap seks pranikah di kelas X Jurusan Kecantikan SMK Negeri 2 Jombang. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional yaitu jenis penelitian yang menekankan waktu pengukuran / observasi data variabel bebas dan variabel terikat dinilai secara simultan pada suatu saat, jadi tidak ada tindak lanjut. Populasi siswi yang ada di kelas X jurusan kecantikan SMK Negeri 2 Jombang sebanyak 92 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 75 orang. Dari hasil penelitian didapatkan sikap remaja tentang infeksi menular seksual (IMS) lebih dari setengah 45 responden (60%) dengan sikap positif dan sikap tentang seks pranikah lebih dari setengah 45 responden (62,7%) dengan sikap positif. Hasil dari analisa dengan menggunakan uji statistik Chi-Square, didapatkan angka probabilitas  (p) = 0,000 < (α=0,05), maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya ada hubungan sikap remaja tentang infeksi menular seksual dengan sikap seks pranikah di kelas X Jurusan Kecantikan SMK Negeri 2 Jombang. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah yaitu mengadakan sharing terbuka atau konsultasi terhadap masalah-masalah reproduksi atau hal-hal yang bersifat tertutup dalam  BK (Bimbingan Konseling) serta kita sebagai bidan harus lebih memperhatikan tumbuh kembang remaja serta pengetahuan mereka tentang seksual pranikah harus ditingkatka

    PENGARUH TINDAKAN PELAYANAN KEPERAWATAN MEMANDIKAN DENGAN KEPUASAN PASIEN IMOBILISASI

    Get PDF
    Masih banyak pasien yang tidak memperoleh pelayanan dasar seperti memandikan, dimana kebanyakan perawatan hanya menyerahkan pada keluarga untuk memandikan pasien serta pihak perawatan hanya menyediakan air hangat saja , sedangkan peralatan mandi yang lain keluarga harus membeli sendiri di luar rumah sakit. Keadaan seperti ini dapat menimbulkan rasa ketidakpuasan klien dan keluarga terhadap pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh tindakan pelayanan keperawatan memandikan dengan kepuasan pasien imobilisasidi Ruang Hasyim Asy’ari Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto. Desain penelitian ini adalah eksperimen one group pre test-post test design. Populasi penelitian yaitu Seluruh pasien imobilisasi di ruang hasyim asy’ari RSI Sakinah Mojokerto sebanyak 27 responden. Sampel diambil dengan teknik total sampling. Variabel independen penelitian yaitu tindakan memandikan dan variabel dependen penelitian yaitu kepuasan pasien imobilisasi.Instrument penelitian menggunakan kuesioner dan diuji dengan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien imobilisasi merasa tidak puas sebelum diberikan tindakan memandikan dan setelah diberikan tindakan memandikan sebagian besar pasien imobilisasi merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. Hasil uji wilcoxon menunjukkan bahwa ρ = 0,031 sehingga ada pengaruh tindakan pelayanan keperawatan memandikan dengan kepuasan pasien imobilisasi di Ruang Hasyim Asy’ari Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto. Perubahan kepuasan pada masing-masing responden sangat bervariasi, hal itu sangat erat terkait dengan faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan yang dibawa oleh responden baik dari diri responden sendiri maupun dari lingkungan luar.Sehingga diharapkan tenaga kesehatan lebih menigkatkan kegiatan promosi kesehatan, terutama dalam penanganan dalam memberikan terapi tindakan memandikan pada klien yang mengalami gangguan imobilisasi

    GAMBARAN UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL DENGAN MENGGUNAKAN KONDOM PADA WPS (WANITA PEKERJA SEKSUAL)

    Get PDF
    Penyakit kelamin juga disebut penyakit menular seksual (PMS). PMS adalah penyakit yang terjadi karena infeksi mikroorganisme patogen di daerah genital. Seseorang dapat terinfeksi jika melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang telah tertular penyakit ini.dari studi pendahuluan yang dilakukan dengan wawancara menemukan bahwa pencegahan penyakit menular sek di WPS (Women Workers Seks) cukup baik. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan purposive sampling. Sampel ekploratif yang digunakan adalah 52 responden, yaitu WPS (Women Workers Sek) di Desa Lumbang probolinggo pada Januari 2016. Data diambil menggunakan data kuesioner. Pengolahan data menggunakan pengeditan, pengkodean, penilaian, tabulasi dan klasifikasi. Dari penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa pencegahan penyakit menular sek menggunakan kondom pada WPS (Women Workers Sek) di desa Lumbang probolinggo pada Januari 2016 sebagian besar baik dengan hasil 45 responden (86,5%). Melihat hasil ini maka perlu adanya program yang dapat meningkatkan pencegahan penyakit menular sek

    PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG MENGGOSOK GIGI TERHADAP KEMAMPUAN MENGGOSOK GIGI PADA ANAK TK B

    Get PDF
    Menggosok gigi merupakan perilaku sehat yang masih kurang diterapkan pada anak. Ketidaktahuan cara menggosok gigi yang baik dan benar, frekuensi menggosok gigi yang tidak benar itu awal terjadinya kerusakan gigi. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggosok gigi terhadap kemampuan menggosok gigi yang baik dan benar. Desain penelitian menggunakan Quasy Experimental bentuk Pre-Post Test Control Group Design. Metode sampling menggunakan Total Sampling. Sampel yang diambil anak TK B sebanyak 22 responden, 11 kelompok perlakuan dan 11 kelompok kontrol. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan demonstrasi mengenai prosedur menggosok gigi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney dengan tingkat kemaknaan α < 0,05. Ada pengaruh kemampuan menggosok gigi, pada kelompok perlakuan diperoleh uji Wilcoxon p value 0,002 < α = 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya ada pengaruh kemampuan menggosok gigi sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan menggosok gigi pada kelompok perlakuan. Kelompok kontrol diperoleh uji Wilcoxon p value 1,000 < α = 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak, artinya tidak ada pengaruh kemampuan menggosok gigi sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan menggosok gigi pada kelompok kontrol. Dari uji perbandingan diperoleh Mann Whitney p value : 0,000 < α = 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya ada pengaruh kemampuan menggosok gigi setelah dilakukan pendidikan kesehatan menggosok gigi pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Pendidikan kesehatan tentang menggosok gigi dapat membantu anak untuk melakukan gosok gigi dengan baik dan benar, peran orang tua dan pendidik sangat dibutuhkan dalam memberikan penjelasan dan contoh kepada anak tentang menggosok gig

    PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES DINGIN TERHADAP NYERI PAYUDARA SAAT PREMENSTRUASI PADA WANITA USIA 30-45 TAHUN

    Get PDF
    Premenstrual syndrome (PMS) adalah sekelompok gejala fisik, emosi, dan perilaku yang umumnya terjadi pada minggu terakhir fase luteal (minggu sebelum menstruasi). Keluhan pre-menstruasi terjadi beberapa hari sebelum bahkan saat menstruasi. Sindrom pre-menstruasi terjadi pada sekitar 70-90% wanita usia subur. Gejala-gejala ini ditemukan pada wanita antara 30-45 tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompres dingin terhadap waktu nyeri payudara pramenstruasi pada wanita 30-45 tahun. Penelitian ini adalah "Quasi Experiment" atau desain kuasi-eksperimental dengan "Preti dan Post Test Control Group Desiegn", di mana data diambil dari wanita 30-45 tahun yang mengalami nyeri payudara pramenstruasi saat ini dilaksanakan pada Januari 2016, dengan populasi 32 responden, dan sampel menggunakan total sampling. Analisis hasil penelitian menggunakan t-tes didapkan P = 0,001 dan α = 0,05 ke P <α sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh kompres dingin terhadap penurunan nyeri payudara saat pramenstruasi pada wanita 30-45 tahun

    EFEKTIFITAS TEKNIK SEFT (SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE) TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN PASCA STROKE

    Get PDF
    Latar Belakang : Stroke merupakan penyebab kecacatan nomor satu didunia dan penyebab kematian nomor tiga di dunia. Dua pertiga stroke terjadi di negara berkembang. Insiden stroke meningkat seiring bertambahnya usia. Stroke dapat menurunkan kualitas hidup pasien pasca stroke berupa kesehatan fisik, fungsional maupun disfungsi psikososial termasuk gangguan fungsi kognitif. Secara umum, penyandang pasca stroke, sering mengalami masalah pada kestabilan emosional karena adanya perubahan kemampuan dalam melakukan aktifitas, dan hal ini harus disadari dengan pendekatan kooperatif. Banyak penderita merasa putus asa, karena merasa kelumpuhannya seakan-akan pasti tidak bisa pulih lagi. Salah satu terapi komplementer adalah tehnik SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) yang merupakan sebuah teknik ilmiah revolusioner dan spektakuler karena dikenal sangat mudah dan cepat untuk dapat dirasakan hasilnya yang dapat digunakan untuk mengatasi berbagai masalah fisik, mengatasi berbagai masalah emosi, mengatasi berbagai masalah keluarga atau meningkatkan kualitas hidup pasien pasca stroke. Metode : Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah quasy eksperiment. Lokasi penelitian dilakukan di Kota Mojokerto. Jenis sampling yang digunakan adalah simpel random sampling. Pengolahan data dilakukan dengan tahap editing, coding, scoring dan tabulating. Data kualitas hidup pasien pasca stroke diukur dua kali yaitu sebelum diberikan tehnik SEFT (Spriritual Emotional Freedom Technique) dan setelah dilakukan tehnik SEFT (Spriritual Emotional Freedom Technique). Hasil : Dari hasil uji nonparametric wilcoxon yang dilakukan pada kelompok ekperimen dan kelompok kontrol masing-masing menunjukkan bahwa terapi yang digunakan baik terapi non farmakologis maupun terapi farmakologis memiliki pengaruh terhadap peningkatan kualitas hidup pada pasien pasca stroke. Untuk kelompok eksperimen didapatkan nilai signifikasi sebesar 0,027, dan untuk kelompok kontrol didapatkan nilai signifikasi sebesar 0,049. Dari hal tersebut nampak bahwa pasien pasca stroke yang diberikan terapi SEFT sebagai pendamping terapi farmakologis memiliki perubahan yang berarti dibandingkan dengan pasien pasca stroke yang hanya mendapatkan terapi farmakologis. Kesimpulan : Diperlukan peran aktif berbagai pihak untuk mensosialisasikan SEFT sebagai terapi komplementer pendamping terapi farmakologis. Hal ini dikarenakan sebagian besar tenaga medis di Indonesia cenderung memiliki persepsi bahwa terapi terbaik adalah terapi farmakologis karena sudah teruji secara medis. Pengenalan terapi nonfarmakologis sejak dini kepada mahasiswa keperawatan akan menjadikan mahasiswa mengenal dan tidak canggung dalam pemberian terapi nonfarmakologis sebagai pendamping terapi farmakologi

    EFEKTIFITAS PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE CERAMAH TENTANG VULVA HYGIENE TERHADAP PERILAKU MERAWAT VULVA HYGIENE SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI KELAS VIII

    Get PDF
    Remaja cenderung mempunyai perilaku yang buruk pada higiene saat menstruasi. Bila alat reproduksi lembab dan basah, maka keasaman akan meningkat yang memudahkan pertumbuhan jamur. Kondisi seperti gatal-gatal di area vulva eksternal biasanya terjadi pada saat remaja dalam masa menstruasi. Perilaku seseorang dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan pengetahuannya. Pengetahuan seseorang tentang sesuatu dapat menyebabkan perubahan perilaku. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi efektifitas pendidikan kesehatan dengan metode ceramah tentang vulva hygiene terhadap perilaku merawat vulva hygiene saat menstruasi pada remaja putri kelas VIII di SMPN 4 Mojokerto. Jenis penelitian yang digunakan adalah pra experimental One Grup Pra-Post Test Design. Populasi pada penelitian ini adalah remaja putri kelas VIII yang sudah menstruasi di SMPN 4 Mojokerto. Tehnik sampling yang digunakan adalah total sampling dan didapatkan 21 sampel remaja putri. Alat ukur yang dipakai lembar kuesioner. Analisis data dengan cara membandingkan rerata perilaku merawat vulva hygiene saat menstruasi sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan metode ceramah. Hasil penelitian sebelum pelakuan (Pre test) menunjukkan rerata nilai sebesar 9,000 sedangkan sesudah perlakuan (Post test) menunjukkan rerata nilai sebesar 14,190. Terdapat perubahan rerata perilaku merawat vulva hygiene saat menstruasi remaja putri sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan metode ceramah sebesar 5,190. Berdasarkan hasil penelitian pendidikan kesehatan dengan metode ceramah efektif terhadap peningkatan perilaku merawat vulva hygiene saat menstruasi pada remaja putri. Pendidikan kesehatan dengan metode ceramah tentang vulva hygiene dapat digunakan sebagai salah satu cara yang efektif dalam meningkatkan perilaku hygiene yang buruk saat menstruasi pada remaja putr

    PERSEPSI PASIEN TENTANG PELAKSANAAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN AKAN PELAYANAN KEPERAWATAN

    Get PDF
    Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator kinerja rumah sakit. Sumber kepuasan pasien bukan hanya dari kelengkapan fasilitas,tetapi juga dari persepsi pasien terhadap pelayanan termasuk komunikasi terapeutik perawat. Pasien akan mengevaluasi pelayanan yang diterimanya tersebut dengan menggunakan persepsinya sehingga menghasilkan sikap puas dan tidak puas. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui hubungan persepsi pasien tentang pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien akan pelayanan keperawatan di Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto. Metode dalam penelitian ini analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini semua pasien rawat inap di ruang Wahab Hasbulloh RSI Sakinah Mojokerto sebanyak 100 responden dengan sampel sebanyak 26 responden dan menggunakan teknik consecutive sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah persepsi pasien tentang pelaksanaan komunikasi terapeutik sedangkan variable dependen dalam penelitian ini adalah kepuasan pasien akan pelayanan keperawatan.Pengumpulan data menggunakan kuesioner.Pengolahan data terdiri dari editing, coding, tabulating menggunakan uji korelasi Spearman rho dengan tingkat kemaknaan p value = 0,05. Hasil penelitian variable persepsi pasien tentang pelaksanaan komunikasi terapeutik menunjukkan bahwa dari 26 responden, 15 responden (57,7%) mempunyai persepsi positif dan 11 responden (42,3%) mempunyai persepsi negatif. Sedangkan untuk kepuasan pasien akan pelayanan keperawatan didapatkan dari 26 responden, 15 responden (57,7%) puas dan 11 responden (42,3%) tidak puas. Hasil uji Spearman rho diperoleh p = 0,006 sehingga 0,006 < 0,05 yang berarti H1 diterima. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara persepsi pasien tentang pelaksanaan komunikasi terapeutik dengan kepuasan pasien akan pelayanan keperawata

    127

    full texts

    128

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Keperawatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇