Jurnal Keperawatan
Not a member yet
    128 research outputs found

    EFEKTIFITAS STREACHING WILLIAM TERHADAP PERUBAHAN KADAR GULA DARAH PADA LANSIA PENDERITA DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEBONSARI KABUPATEN MADIUN

    Get PDF
    Peningkatan prevalensi penyakit Diabetes Melitus pada negara maju maupun negara berkembang menjadi masalah kesehatan atau penyakit global pada masyarakat. Oleh karena itu Diabetes Melitus dapat dicegah dengan olahraga rutin, hidup sehat dan teratur. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Streaching Williams terhadap perubahan kadar gula darah pada lansia penderita diabetes melitus di Posyandu Mawar Desa Balerejo Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan one group pre-post test. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 30 lansia penderita Diabetes Melitus di Posyandu Mawar Desa Balerejo Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun. Sampel dalam penelitian ini adalah semua lansia yang menderita diabetes mellitus di Posyandu Mawar Desa Balerejo Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun sebanyak 30 lansia. Tehnik sampling yang digunakan adalah total sampling.Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi sebelum dan sesudah diberikan Streaching Williams. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Wilcoxon dengan α : 0,05. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat perubahan pada kadar gula darah sebelum dan sesudah diberikan Streaching Williams dengan mean sebelum diberikan Streaching Williams adalah 182,80 mg/dl sedangkan mean sesudah diberikan Streaching Williams adalah 143,13 mg/dl. Hasil analisa Wilcoxon diperoleh nilai signifikansi P value = 0,000 < α = 0,05 artinya ada pengaruh Streaching Williams terhadap perubahan kadar gula darah penderita diabetes mellitus di Desa Balerejo  Kabupaten Madiun. Dari hasil penelitian Streaching Williams dapat mempengaruhi penurunan kadar gula darah, selain itu usia responden juga dapat mempengaruhi seberapa sering melakukan aktifitas fisik olahraga seperti senam setiap mingg

    AKTIFITAS PERAWATAN DIRI PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI : STUDI DESKRIPTIF

    Get PDF
    Sejumlah 17 juta kematian per tahun disebabkan karena penyakit kardiovaskuler, dan 9.4 juta penyebab kematian tersebut adalah hipertensi. Prevalensi hipertensi akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Oleh karena itu penting untuk mengontrol dan memodifikasi faktor resiko penyakit kardiovaskuler ini pada kelompok lansia. Aktifitas perawatan diri pada hipertensi direkomendasikan sebagai salah satu upaya yang efektif untuk mengontrol tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deksriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 36 pasien lansia yang menderita hipertensi dan berobat di klinik daerah Teguhan Madiun dalam kurun waktu 1 bulan. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel dengan cara total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden berusia 61-70 tahun (69.4%), sebagian besar responden mengalami hipertensi stadium II (75%) dan sebagian besar responden melakukan aktifitas perawatan diri hipertensi dalam kategori cukup yaitu sebanyak 26 orang (72.2%). Berdasarkan kajian tersebut, maka sebagai tenaga kesehatan maupun orang terdekat pasien bisa memberikan motivasi dan arahan kepada penderita hipertensi untuk melakukan perawatan diri yang lebih baik agar penyakit hipertensi bisa dikontrol. Strategi khusus terkait pengetahuan dan keterampilan untuk modifikasi gaya hidup dperlukan untuk mencegah komplikasi hipertens

    GAMBARAN PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK YANG MENGGUNAKAN TELPON GENGGAM (GADGET)

    Get PDF
    World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa terdapat 5-25% dari anak-anak usia prasekolah menderita gangguan perkembangan. Tercatat 8 sampai 9% anak prasekolah mengalami masalah psikososial khususnya masalah sosial-emosional seperti kecemasan, susah beradaptasi, susah bersosialisasi, susah berpisah dari orang tua, anak sulit diatur, dan perilaku agresif. Salah satu bentuk stimulasi yang mampu mempengaruhi perkembangan anak, diantaranya adalah gadget. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan sosial anak yang menggunakan telepon genggam (gadget) pada usia 3-6 tahun di TK PGRI 1 Cakranegara Karang Taliwang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan cross sectional, serta menggunakan kuesioner sebagai instrumen. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling dengan jumlah sampel 52 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 52% anak memiliki perkembangan sosial kurang dari rata-rata dan 83% anak menggunakan gadget dengan durasi > 1 jam per hari. Hasil uji korelasi Chi-Square didapatkan p-value yang berarti terdapat perkembangan sosial anak yang menggunakan gadget pada usia 3-6 tahun di TK PGRI 1 Cakranegara Karang Taliwang. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi orang tua untuk lebih selektif lagi dalam memberikan mainan kepada anak dan perlu adanya pengawasan serta ketegasan dalam memberikan batasan kepada anak dalam bermain gadge

    TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN ANTIBIOTIK (AMOXICILIN) BERDASARKAN USIA DI DUSUN KARANG PANASAN KABUPATEN LOMBOK UTARA

    Get PDF
    Antibiotik adalah senyawa kimia yang dihasilkan oleh fungi atau dihasilkan secara sintetik yang dapat membunuh atau menghambat perkembangan bakteri dan organisme lain. Pemakaian antibiotik yang tidak perlu dapat mengakibatkan masyarakat menggunakan obat dengan indikasi yang tidak jelas. Penggunaan antibiotika yang tidak tepat dapat menimbulkan beberapa akibat yaitu terjadinya resistensi terhadap biotika adalah obatnya tidak mampu membunuh kuman atau kumannya menjadi kebal terhadap obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan antibiotik (amoxicilin) berdasarkan usia di Dusun Karang Panasan Kabupaten Lombok Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Teknik sampling yang digunakan adalah stratified random sampling yang merupakan cara pengambilan sampel dengan memperhatikan strata (tingkatan) di dalam populasi. Penelitian ini dilakukan di Dusun Karang Panasan, Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Data yang diperoleh di lakukan uji validitas dan dianalisa menggunakan analisa guttman. Hasil penelitian terhadap 210 responden terdapat 72,86% dengan kategori baik, kategori cukup 10,95%, dan kategori kurang 16,19%. Dari hasil penelitian ini responden dengan pengetahuan baik lebih banya

    EFEKTIVITAS ELEKTRIC LAVITRAP SEBAGAI UPAYA PREVENTIF PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE

    Get PDF
    Latar Belakang : Demam Berdarah Dengue merupakan masalah klasik yang selalu terjadi di wilayah Indonesia. Upaya pemberantasan vector dilakukan melalui kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Fakta dilapangan menunjukkan minat masyarakat semakin menurun untuk melakukan PSN di masing-masing lingkungan rumah. Salah satu model yang dikembangkan adalah menggunakan lavitrap sebagai pengendali pertumbuhan nyamuk. Lavitrap dengan atraktan rendaman jerami (10%) dari hasil penelitian efektif untuk digunakan sebagai metode pengendalian pertumbuhan nyamuk di masyarakat. Untuk lebih meningkatkan fungsinya maka konvensional lavitrap dikombinasikan dengan rangkaian listrik yang berfungsi untuk membunuh nyamuk. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah true eksperimen dengan pendekatan randomized post test controlled group design. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi. 3 jenis lavitrap diletakkan pada tempat yang sama dan berdekatan. Peletakan lavitrap dilakukan pada 3 lokasi yang berbeda. Pengumpulan data jumlah nyamuk yang berhasil ditangkap dilakukan setiap 1 hari sekali selama kurun waktu 4 minggu. Hasil pengumpulan data selanjutnya dimasukkan kedalam lembar observasi sebagai laporan hasil penelitian. Untuk analisa univariate uji analisa yang digunakan adalah uji Paired Sample T-test. Hasil penelitian selanutnya disajikan menggunakan tabel distribusi frekuensi sebagai hasil pelaksanaan kegiatan penelitian. Uji ini dilakukan dengan program SPSS 17.0 secara komputerisasi dan hasil dinyatakan bermakna apabila (p) < 0,05. Hasil : Dari hasil analisa data didapatkan peringkat rata-rata Lavitrap model A (72,92) lebih tinggi dibandingkan dengan peringkat rata-rata Lavitrap model B (42,02). Peringkat rata rata Lavitrap model B (42,02) lebih tinggi daripada peringkat rata-rata Lavitrap model C (21,57). Hasil analisa didapatkan nilai P value sebesar 0,001 dimana nilai tersebut kurang dari batas kritis yang berarti penggunaan lavitrap model A lebih efektif untuk digunakan sebagai penangkap nyamuk dewasa. Kesimpulan : Lavitrap merupakan pengembangan alat yang bertujuan untuk memindahkan siklus perkembangbiakan nyamuk terutama aedes aegypti. Pengendalian dan pemutusan siklus kehidupan nyamuk merupakan upaya preventif yang dapat dilakukan untuk mengurangi kepadatan nyamuk di masyarakat dan bertujuan untuk menurunkan resiko terjadinya demam berdarah dengu

    PENGARUH PUASA SUNNAH SENIN KAMIS TERHADAP HITUNG JENIS LEUKOSIT

    Get PDF
    Latar Belakang : Puasa sunnah Senin Kamis merupakan puasa yang dilakukan pada hari senin dan kamis yang hukumnya sunnah. Banyak orang belum mengetahui manfaat kesehatan bagi tubuh manusia bila melakukan puasa tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh puasa sunnah senin kamis terhadap jumlah jenis leukosit. Metode : Penelitian ini bersifat analitik jenis cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah sampel dengan kriteria usia antara 19 sampai 22 tahun, sehat, tidak menstruasi (bagi perempuan) dan tidak perokok yang berjumlah 25. Sampel yang diteliti berjumlah 10 sampel. Pengambilan sampel darah dilakukan sebanyak 2 kali, pengambilan darah sebelum dan sesudah puasa sunnah senin kamis. Setelah itu, dilakukan pemeriksaan hitung jenis leukosit. Hasil : Berdasarkan hasil pemeriksaan ini dilakukan uji normalitas dan uji T berpasangan.Sel basofil memiliki nilai p = 0,191 (  ditolak), sel eosinofil memiliki nilai p 0,007 (  diterima), sel neutrofil segmen memiliki nilai p = 0,000 maka (  diterima), sel neutrofil batang memiliki nilai p = 0,191 (  ditolak), sel limfosit memiliki nilai p = 0,000 (  diterima) dan sel monosit memiliki nilai p = 0,732 (  ditolak). Berdasarkan hipotesis yaitu Ho ditolak (tidak ada pengaruh) dan H1 diterima (ada pengaruh) dengan nilai p<0,05, artinya selisih rata-rata berbeda sehingga dapat dikatakan bahwa adanya pengaruh puasa sunnah senin kamis terhadap hitung jenis leukosit. Kesimpulan : Ada pengaruh puasa sunnah Senin Kamis terhadap hitung jenis leukosit. Pada sel eosinofil, neutrofil segmen dan limfosit. Diharapkan kepada masyarakat untuk melakukan puasa sunnah Senin Kamis karena dapat meningkatkan sistem imun dalam tubuh manusi

    PERAN ORANG TUA DALAM MENGHADAPI SCHOOL PHOBIA DENGAN PRESENSI PADA ANAK PRASEKOLAH

    Get PDF
    Banyak orangtua yang bingung melihat perubahan sikap anak-anaknya yang tiba-tiba tidak mau sekolah padahal sebelumnya anak-anak mereka tidak demikian. Mereka sangat antusias untuk pergi bersekolah. Orangtua biasanya tidak hanya bingung dengan sikapnya saja melainkan juga dengan alasan yang dikemukakan anak.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara peran orangtua dalam menghadapi school phobia dengan presensi kehadiran pada anak prasekolah di RA & KB Tarbiyatus Shibyan Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar. Penelitian ini analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 30 responden secara total sampling yaitu seluruh orangtua walimurid dari siswa kelas A RA & KB Tarbiyatus Shibyan Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar. Variabel independen adalah peran orangtua dan variabel dependen presensi siswa. Instrumen penelitian ini adalah checklist. Cara pengolahan data dengan editing, coding, tabulating kemudian di analisis dengan uji Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan dari 30 responden sebagian besar yang memiliki peran cukup 16(53,3%). Rata-rata kehadiran siswa selama 3 bulan sebanyak 50 hari. Hasil dari uji analisis  statistik yang dilakukan dengan menggunakan uji statistik Product Moment dengan derajat signifikan 5% (0,05) di dapatkan hasil r hitung > r tabel dengan hasil 0,728 > 0,361. Maka Ho ditolak, H1 diterima berarti ada hubungan antara peran orangtua dengan presensi kehadiran. Salah satu yang menjadi pemicu perbedaan peran orangtua adalah pekerjaan hal itu diperkuat dengan prosentase orangtua yang bekerja aktif lebih besar daripada yang tidak bekerja. Berdasarkan hasil analisis peran orangtua dalam menghadapi school phobia dengan presensi kehadiran pada anak prasekolah, hal ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan sekolah, orangtua, individual. Simpulan dari penelitian diatas adalah bahwa ada hubungan peran orangtua dalam menghadapi school phobia dengan presensi kehadiran pada anak prasekolah. Saran untuk pengajar yaitu memberikan proteksi saat proses belajar mengajar dan memberikan dukungan khusus pada siswa yang bermasalah dengan fobi

    PELAKSANAAN PERSONAL HYGIENE PADA REMAJA DI YAYASAN AL-IKHLAS AMPENAN KOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

    Get PDF
    Kebersihan diri merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan karena kebersihan mempengaruhi kesehatan fisik dan psikis seseorang. Kebersihan sangat berpengaruh kepada kebudayaan, sosial, keluarga, pendidikan, persepsi seseorang terhadap kesehatan, serta perkembangan. Budaya bersih merupakan cerminan sikap dan perilaku masyarakat dalam menjaga dan memelihara kebersihan pribadi serta lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Personal hygiene adalah tindakan pencegahan yang menyangkut tanggung jawab individu untuk meingkatkan kesehatan serta membatasi penyebaran penyakit menular, terutama penyakit yang ditularkan melalui kontak langsung. Salah satu tempat yang identik dengan penerapan personal hygiene yang kurang adalah pondok pesantren. Hal ini dibuktikan dengan sering ditemukannya santri yang mengalami scabies. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pelaksanaan personal hygiene pada remaja di Yayasan Al-Ikhlas Ampenan Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan menggunakan 30 orang santri sebagai sampel, serta menggunakan purposive sampling dalam menentukan sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 30 santri, 25 santri masuk dalam katagori personal hygiene baik (83,3%), 4 santri masuk dalam katagori personal hygiene cukup (13,3%), dan 1 orang santri masuk dalam katagori personal hygiene kurang (3,3%). Hasil penelitian tersebut menunjukkan pelaksanaan personal hygiene pada remaja di Yayasan Al- Ikhlas Ampenan Mataram dalam kategori bai

    PENGARUH PEMBERIAN INTERVENSI REIMPRINTING PADA PERUBAHAN KADAR KOLESTEROL

    Get PDF
    oai:ojs2.e-journal.lppmdianhusada.ac.id:article/4Latar Belakang : Perubahan gaya hidup oleh masyarakat dewasa ini telah mengakibatkan perubahan pola penyakit dari penyakit infeksi ke penyakit tidak menular (PTM). Salah satu penyakit yang mengancam masyarakat adalah hiperkolesterolemia. Terapi farmakologi yang dilakukan seringkali mengalami kegagalan karena ketidakpatuhan yang dilakukan oleh pasien hiperkolesterolemia. Salah satu terapi komplementer yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan reimprinting. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa pengaruh teknik reimprinting terhadap perubahan kadar kolesterol (kolesterol total, LDL, HDL dan trigliserida). Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah quasy eksperimental dengan rancangan Randomized Pre Test and Post Test Control Group Design. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah kadar kolesterol (kolesterol total, LDL, HDL dan trigliserida). Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian penderita hiperkolesterolemia di wilayah kerja Puskesmas Gayaman Kabupaten Mojokerto yang diambil menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria penelitian. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh postnatal gymnastic dilakukan uji beda paired sample T-test dengan nilai signifikasi sebesar α = 0,05. Hasil : Dari hasil uji wilcoxon, pada kelompok kontrol didapatkan nilai Z sebesar -3,023 dan Asymp Sig (2-tailed) sebesar 0,003. Pada kelompok perlakuan, dari hasil uji wilcoxon didapatkan nilai Z sebesar -3,422 dan Asymp Sig (2-tailed) sebesar 0,001. Karena nilai Asymp Sig (2-tailed) pada kelompok perlakuan (0,001) < nilai Asymp Sig (2-tailed) pada kelompok kontrol (0,003) maka dapat disimpulkan bahwa pemberian intervensi teknik reimprinting selama kurun waktu 1 bulan, dapat mengoptimalkan penurunan kadar kolesterol total pada penderita kolesterol. Kesimpulan : Hasil penelitian ini diharapkan bisa memberikan kontribusi positif dalam perkembangan ilmu pengetahuan diantaranya sebagai : (1) bahan pertimbangan dalam bidang kesehatan terutama untuk upaya preventif dan kuratif dalam penanganan hiperkolesterolemia, (2) hasil penelitian dapat dijadikan sebagai acuan untuk mengembangkan penelitian lebih lanjut mengenai pemanfaatan reimprinting terutama dalam penanganan PTM (penyakit tidak menular) guna peningkatan derajat kesehatan masyaraka

    PENGARUH PEMBERIAN INTERVENSI SENAM PEREGANGAN DI TEMPAT KERJA TERHADAP PENURUNAN GANGGUAN MSDs DAN KADAR ASAM URAT DARAH

    Get PDF
    Latar Belakang : Pekerja merupakan kelompok berisiko tinggi terhadap berbagai masalah kesehatan yang disebabkan oleh proses kerja, lingkungan kerja serta perilaku kesehatan pekerja. Untuk menurunkan resiko cedera di tempat kerja, Kemenkes RI mencanangkan program peregangan di tempat kerja. Peregangan diantara waktu bekerja merupakan pembiasaan aktivitas fisik di tempat kerja untuk melancarkan sirkulasi darah sehingga membantu mengendurkan ketegangan syaraf dan melatih otot agar lebih kuat sehingga tidak mudah lelah saat bekerja. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa efektivitas senam peregangan di tempat kerja terhadap kondisi kesehatan. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah quasy eksperimen dengan pendekatan prepost control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh staf dosen dan tenaga kependidikan Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun. Pengumpulan data dilakukan sebanyak 2 kali yaitu sebelum melakukan senam peregangan di tempat kerja (pretest) dan setelah melakukan senam peregangan di tempat kerja selama kurun waktu 1 bulan (posttest). Analisa data dilakukan menggunakan analisa bivariate dan analisa univariate. Uji analisa yang digunakan adalah paired sampel t-test dengan tingkat signifikasi α = 0,05. Hasil : Dari hasil uji paired t test didapatkan nilai signifikasi pada kelompok kontrol sebesar 0,019 > kelompok perlakuan sebesar 0,005 sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian intervensi senam peregangan ditempat kerja efektif untuk menurunkan nyeri akibat gangguan MSDs (Muskuloskeletal Disorders). Dari hasil uji paired t test nampak bahwa nilai sig (2-tailed) pada kelompok perlakuan (0,001) < nilai sig (2-tailed) pada kelompok perlakuan (0,003) sehingga dapat dinyatakan bahwa senam peregangan ditempat kerja yang dilakukan sebanyak 2 kali sehari selama kurun waktu 1 bulan efektif untuk membantu penurunan kadar asam urat darah pada staf dosen dan tenaga kependidikan di Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun. Kesimpulan : Senam peregangan ditempat kerja adalah tindakan peregangan diantara waktu bekerja (merupakan pembiasaan aktivitas fisik di tempat kerja) untuk melancarkan sirkulasi darah sehingga membantu mengendurkan ketegangan syaraf dan melatih otot agar lebih kuat sehingga tidak mudah lelah saat bekerj

    127

    full texts

    128

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Keperawatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇