Jurnal Keperawatan
Not a member yet
128 research outputs found
Sort by
PENGARUH KONSUMSI TISANE DAUN BELIMBING WULUH TERHADAP PERUBAHAN KADAR GULA DALAM DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2
Penderita diabetes mellitus tipe 2 memerlukan pengobatan sepanjang hidup untuk mengurangi gejala, mencegah progresivitas penyakit, dan mencegah agar tidak berkembang ke arah komplikasinya, sedangkan obat anti diabetes yang dikonsumsi dapat menimbulkan efek samping dalam penggunaan jangka panjang. Pengobatan jangka panjang yang harus dijalani oleh penderita diabetes mellitus tipe 2 seringkali mengalami kegagalan karena pasien diabetes mellitus tipe 2 seringkali mengalami kebosanan dalam menjalankan terapi yang disarankan oleh tenaga kesehatan. Oleh karena itu diperlukan alternatif terapi dengan menggunakan tanaman obat tradisional. Salah satu produk teh herbal yang dikembangkan untuk mengendalikan kadar gula dalam darah adalah daun belimbing wuluh yang diolah dalam bentuk tisane. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah static group comparison design. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian penderita diabetes mellitus tipe 2 di Lingkungan Surodinawan Kota Mojokerto yang memenuhi kriteria penelitian. Teknik sampling yang digunakan adalah probability sampling dengan jenis simple random sampling. Uji analisis menggunakan uji paired t test dan uji mann whitney. Terdapat perbedaan yang bermakna antara dua kelompok penelitian (kelompok kontrol dan kelompok eksperimen) sehingga hipotesis penelitian diterima yang berarti konsumsi tisane daun belimbing wuluh efektif terhadap perubahan kadar gula dalam darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di Lingkungan Surodinawan Kota Mojokerto dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,029 < α (0,05). Tisane daun belimbing wuluh merupakan teh herbal yang memanfaatkan daun belimbing wuluh sebagai bahan dasar pembuatan teh. Daun belimbing wuluh memiliki kandungan flavonoid, saponin, tanin, sulfur, asam format, peroksidase, kalsium oksalat, dan kalium sitrat. Flavonoid memiliki beberapa aktivitas farmakologikal yang berfungsi sebagai antioksidan dan antidiabetes. Hal ini menjadikan tisane daun belimbing wuluh dapat digunakan sebagai terapi pelengkap (komplementer) untuk mengendalikan kadar gula dalam darah pada penderita diabetes mellitus tipe
STUDI KORELASI KOMUNIKASI IBU DENGAN PERKEMBANGAN PERSONAL SOSIAL ANAK USIA 4-6 TAHUN
Perkembangan personal sosial merupakan aspek yang sangat penting pada usia prasekolah. Masalah perkembangan personal sosial anak prasekolah diantaranya anak tidak mempunyai kemampuan bersosialisasi dan kemandirian pada anak usia prasekolah. Komunikasi ibu menjadi faktor untuk perkembangan anak, dikarenakan komunikasi ibu merupakan dasar anak untuk dapat mandiri, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan. Penelitian ini bertujuan membuktikan Hubungan Komunikasi Ibu dengan Perkembangan Personal Sosial Anak Usia 4-6 Tahun Di Desa Perning Kecamatan Kabupaten Mojokerto. Desain penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah anak usia 4-6 tahun yang mengalami perkembangan personal sosial di Dusun Sidogede Desa Perning kecamatan jetis kabupaten mojokerto dengan jumlah 28 responden. pengujian hipotesis menggunakan uji statistik chi square. Hasil uji statistik menunjukkan sebagian besar responden memiliki komunikasi yang baik yaitu 23 orang (82,1%) , dan perkembangan personal sosial menujukkan bahwa 12 orang (42,9%) mempunyai perkembangan personal sosial baik. Uji bivariat menunjukkan p value 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwasanya ada hubungan yang signifikan antara komunikasi ibu dengan perkembangan personal sosial anak usia prasekolah. Tenaga Kesehatan penting untuk mengaplikasikan perannya sebagai educator dan konselor dalam memberikan informasi berupa penyuluhan kepada keluarga terkait dengan masalah perkembangan personal sosial anak, dan mengajarkan cara menstimulasi perkembangan personal sosial yang baik sehingga anak dapat mencapai perkembangan personal sosial yang optima
EVALUASI EFEKTIVITAS ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT INAP HIPERTENSI DENGAN DIABETES MELITUS DI RSU DHARMA HUSADA
Penyakit hipertensi disebut juga silent killer disease atau merupakan penyakit tidak menular yang memiliki angka prevalensi yang tinggi di Indonesia. Hipertensi adalah penyebab resiko terbesar pada penyakit kardiovaskuler dan hal itu meningkat pada pasien dengan Diabetes Mellitus. Pengelolaan tekanan darah menjadi suatu hal yang sangat penting untuk mencegah terjadinya peningkatan resiko penyakit kardiovaskuler. Evaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien Diabetes Mellitus dilihat dari ketepatan pemilihan obat hipertensi dan dosis obat antihipertensi. Penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan diabetes mellitus adalah < 130 mmHg. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui kesesuaian terapi antihipertensi dan efektivitas antihipertensi pada pasien hipertensi dan diabetes mellitus. Penelitian ini termasuk jenis penelitian non-eksperimental observasional dengan rancangan penelitian yang dilakukan secara retrospektif bersifat analitik di RSU Dharma Husada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 89 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Antihipertensi tunggal paling banyak digunakan adalah golongan Calcium Chanel Blocker sebesar 12,35 % dan antihipertensi kombinasi adalah golongan Calcium Chanel Blocker dan Angiotensin Reseptor Blocker yaitu sebesar 23,62
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN TERAPI ANTIBIOTIK TERHADAP PASIEN SEPSIS PADA LANSIA DI RSUD dr. SAYIDIMAN MAGETAN
Sepsis adalah kondisi dimana bakteri menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah dengan kondisi infeksi yang sangat berat. Pemberian antibiotik dini adalah salah satu tata laksana mendasar sepsis. Pemberian antibiotik tidak tepat pada pasien sepsis berdampak terhadap mortalitas dan memperpanjang perawatan. Angka kejadian penyakit sepsis di RSUD dr. Sayidiman Magetan termasuk tinggi dengan kasus kematian yang banyak dan pemberian antibiotik yang masih belum sesuai dengan pedoman. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor utama apa yang paling berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan antibiotik pada pasien sepsis usia lansia di RSUD Dr. Sayidiman Magetan. Penelitian ini merupakan studi kohort retrospektif dengan subjek dari data rekam medik pasien yang telah di rawat inap RSUD Dr. Sayidiman Magetan selama 2020 – 2022. Populasi dalam penelitian ini yaitu sebesar 35 responden yang berada di Rawat Inap RSUD Dr. Sayidiman Magetan dengan total sampel seluruh populasi. Analisis data statistik yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis univariat dengan uji distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji chi-square. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa tidak terdapat faktor yang mempengeruhi keberhasilan terapi yang signifikan antara usia dengan pemberian antibiotik dan jenis kelamin dengan pemberian antibiotik kepada pasien sepsis. Dimana hasil hubungan antara usia dan pemberian antibiotik menunjukkan hasil 0,293 dengan p-Value 0,172 dan hasil hubungan jenis kelamin dengan antibiotik menunjukkan hasil 0,737 dengan p-Value 0,686. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat faktor yang mempengaruhi keberhasilan terapi antibiotik dengan usia dan terapi antibiotik dengan jenis kelamin terhadap penyakit sepsis di RSUD Dr. Sayidiman Mageta
UJI EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera, L) TERHADAP KOLESTEROL TOTAL MENCIT PUTIH DIINDUKSI PAKAN ATEROGENIK
Kolesterol merupakan komponen utama dinding sel dan sampul myelin dan memiliki fungsi pokok dalam pembentukan semua membran sel. Peningkatan kadar kolesterol dalam darah disebut sebagai Hiperkolesterolemia. Hiperkolesterolemia atau hiperlipidemia dapat terjadi akibat kelainan kadar lipoprotein dalam darah. Dampak jangka panjangnya dapat mempercepat kejadian arteriosklerosis dan hipertensi yang bermanifestasi dalam berbagai penyakit kardiovaskuler. Kadar kolesterol total pada mencit dalam keadaan normal yaitu 26-82 mg/dL. Lidah buaya (Aloe vera, L) salah satu tanaman obat Indonesia, yang memiliki sifat hipokolesterolemia dengan menurunkan total lemak, menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida, meningkatkan kadar HDL dan menormalkan kadar gula darah. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak lidah buaya (ELB) terhadap penurunan kolesterol total pada mencit. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium dengan metode one group pre and post test design. Kelompok kontrol positif menggunakan simvastatin sebagai pembanding terhadap kelompok yang akan diberi perlakuan, lalu dievaluasi. Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji anova menunjukkan bahwa perlakuan ELB mampu menurunkan kadar kolestrol total mencit yang sebelumnya menggunakan makanan aterogenik. Prosentase penurunan kadar kolestrol total mencit setiap perlakuan pada kontrol (+) 17,74%, kontrol (-) 0%, ELB(0,5mg/gBB) 4,09%, ELB (1 mg/gBB) 2,29%, dan ELB (1,5 mg/gBB) 9,52%. Dapat disimpulkan bahwa penurunan kadar kolesterol total pada mencit hiperkolesterolemia dengan ELB dosis 1,5 mg/gBB memiliki efektivitas terbaik dibandingkan ELB dosis 0,5 dan 1 mg/gB
EFEKTIVITAS DIURETIK EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa Oleifera Lam.) PADA MENCIT JANTAN (Mus Musculus)
Diuretik adalah penambahan volume urin yang diproduksi, contoh tumbuhan yang berkhasiat sebagai diuretik adalah daun kelor. Kelor (Moringa oleifera Lamk.) mengandung senyawa quersetin yang dilaporkan memiliki efek diuretik. Mekanisme kerja quersetin yaitu meningkatkan ekskresi Na+ dan ekskresi volume urin.Tujuan dari penelitian ini agar dapat mengetahui efektivitas diuretik pada ekstrak daun kelor. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang diambil dengan metode probability sampling. Data kemudian di analisa menggunakan uji one way anova. Hewan uji yang digunakan adalah mencit jantan sebanyak 25 ekor dengan berat 20-30 gram.Pengujian diuretik dibagi menjadi 5 kelompok yaitu, kelompok kontrol negatif (CMC Na 1 %), kontrol positif (furosemid 0,13 mg/kgbb), ekstrak daun kelor dengan dosis 3 mg/kgbb ,6 mg/kgbb dan 12 mg/kgbb, dan. Pengamatan dilakukan dengan mengukur volume urin setiap 2 jam sekali selama 6 jam. Hasil penelitian diperoleh kontrol negatif 0,8 ml, kontrol positif 3,9 ml, perlakuan ekstrak 3 mg/kgbb 2,5 ml ,6 mg/kgbb 2,0 ml dan 12 mg/kgbb 1,6 ml dengan hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna dalam volume urin yang dihasilkan tiap perlakuan dengan p=0,000 (p<0,05). Dan ekstrak dengan dosis 3 mg/kgbb memiliki efektivitas lebih optima
EVALUASI EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN BEDAH CAESAR DI RS BRAYAT MINULYA SURAKARTA
Sectio caesarea adalah upaya mengeluarkan janin melalui pembedahan pada dinding abdomen dan uterus. Permasalahan yang terjadi pada sectio caesarea antara lain infeksi, pendarahan, komplikasi bedah dan morbidly adherent placenta. Sekitar 90% morbiditas pasca operasi disebabkan oleh Infeksi Luka Operasi (ILO). Salah satu obat untuk mengatasi msalah tersebut adalah antimikroba antara lain antibakteri/ antibiotik, antijamur, anti virus, anti protozoa. Antibiotik profilaksis adalah antibiotik yang diberikan pada penderita yang menjalani pembedahan sebelum adanya infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotik profilaksis, efektivitas antibiotik profilaksis, kesesuaian terhadap Formularium dan Pedoman Penggunaan Antibiotik (PPAB) di RS Brayat Minulya Surakarta tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif. Hasil penelitian terhadap 85 sampel menunjukkan bahwa antibiotik profilaksis yang digunakan adalah cefazolin sebesar 18,8%, cefuroxim 63,5% dan ampicilin 17,7%. Efektivitas antibiotik profilaksis pada bedah caesar di RS Brayat Minulya Surakarta berdasarkan nilai leukosit 71,7 % efektif, 28,3% tidak efektif. Berdasarkan nilai suhu 100% efektif. Kesesuaian penggunaan antibiotik profilaksis bedah caesar berdasarkan formularium RS 100% sesuai. Berdasarkan PPAB 81,2% sesuai dn 12,8% tidak sesua
HUBUNGAN PENGETAHUAN TERHADAP TINDAKAN BULLYING PADA REMAJA
Bullying merupakan penyalahgunaan kekuasaan atau kekuatan yang dilakukan seseorang atau kelompok baik secara fisik ataupun psikologis terhadap seseorang yang tidak mampu mempertahankan dirinya dalam situasi dimana ada hasrat untuk melukai, menakuti atau membuat seseorang tertekan yang berpotensi dilakukan secara berulang-ulang. Bullying berpengaruh terhadap kehidupan sosial setiap korbannya terutama pada remaja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuna dengan tindakan bullying di SMP Negeri 1 Tanah Putih Tanjung Melawan. Desain penelitian adalah analisis korelasi dengan pendekatan cross sectional. . Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tanah Putih Tanjung Melawan sejumlah 40 orang dan didapatkan sampel sebanyak 40 responden. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan total sampling. Hubungan pengetahuan terhadap tindakan bullying pada remaja di kelas VIII SMP Negeri 1 Tanah Putih Tanjung Melawan sebagian besar dalam kategori kurang dan sering melakukan bullying. Hasil uji statitstik Chi-square didapatkan nilai p-value sebesar 0,043 < 0.05. nilai ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan terhadap tindakan bullying. Pengetahuan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tindakan bullying pada remaja, dengan pengetahuan yang baik dan bimbingan yang tepat serta bagaimana menyikapi tindakan bullying maka hal tersebut dapat diminimalisir agar tidak terjadi. Peran dan dukungan dari orang tua serta lingkungan sekolah berperan besar terhadap pencegahan tindakan bullying yang mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-har
PENGARUH KONSELING KELUARGA TERHADAP KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER III SAAT PANDEMI COVID-19
World Health Organization (WHO) menetapkan Covid-19 sebagai penyakit yang menjadi pandemi di tingkat global. Ada beberapa bukti historis bahwa ibu hamil menjadi kelompok berisiko tinggi selama pandemi dengan gejala kecemasan lebih tinggi setelah pernyataan pandemi. Dampak kecemasan selain beresiko memicu terjadinya stress pada hamil, juga berpotensi mengganggu proses kehamilan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan kecemasan pada ibu hamil adalah dengan pemberian konseling. Pemberian konseling dengan pendekatan keluarga merupakan proses dukungan menghadapi masalah sehingga kecemasan menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling keluarga terhadap kecemasan ibu hamil trimester III saat pandemi Covid-19. Penelitian yang dilakukan menggunakan desain pre eksperimen dengan jenis pre-post test one group design without control. Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu hamil trimester III sejumlah 39 responden dimana pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling. Analisa data untuk mengetahu perbedaan kecemasan setelah intervensi menggunakan paired t-test. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata nilai kecemasan sebelum dan setelah konseling keluarga, dimana p-value lebih kecil dari alpha, yaitu 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh konseling keluarga terhadap kecemasan ibu hamil trimester III saat pandemi Covid-1
HUBUNGAN PERAN SERTA MASYARAKAT DESA SIAGA DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT DI MASA PANDEMI COVID-19
Kemunculan Pandemi virus Covid-19 diawal tahun 2020 membawa pengaruh besar hampir seluruh Dunia, tidak terkecuali Indonesia. Beragam kebijakan dan respon telah diambil pemerintah untuk menekan pencegahan penyebaran virus. Termasuk pada kawasan perdesaan yang mengambil tindakan pencegahan penyebaran virus diwilayahnya. Seiring dengan perkembangan Peran Serta masyarakat era globalisasi saat ini, serta adanya transisi demografi, epidemiologi penyakit akibat perilaku gaya hidup yang kurang sehat, tetapi juga perbedaan tinggi rendahnya kualitas pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan, mendukung Perilaku Hidup masyarakat juga mempengaruhi pengembangan Desa. Penelitian ini bertujuan menganalisa hubungan peran serta masyarakat di desa siaga Desa Mlancu, Kandangan Kabupaten Kediri. Desain penelitian analitik cross sectional dengan mengambil sampel warga yang berjumlah 210 dilakukan secara proporsional random sampling. Pengujian data dengan uji statistic mann whitney dengan hasil 0,786. Hasil penelitian peran serta masyarakat didapatkan bahwa sejumlah (14,8%) memiliki pengetahuan yang kurang dan peran serta masyarakat sejumlah (11,9%) melakukan peran serta masyarakat di tempat penelitian. Kesimpulan penelitian adalah (p>0,05) tidak ada hubungan Peran Serta Masyarakat di desa siaga dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di masa pandemi covid-19. Hasil dari penelitian ini agar masyaarakat dapat meningkatkan Peran Serta dan aktif melakukan komunikasi dua arah dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada kehidupan sehari-hari di masa pandemi covid-1