Jurnal Keperawatan
Not a member yet
128 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN KEKAMBUHAN PADA PASIEN HIPERTENSI DI POSBINDU DESA SENDURO DI WILAYAH UPT. PUSKESMAS SENDURO
Hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Salah satu penyebabnya yaitu efikasi diri merupakan keyakinan seseorang terhadap kemampuan mereka untuk menghasilkan tindakan yang ingin dicapai dan mempunyai pengaruh terhadap kehidupan mereka. Penelitia ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan kekambuhan pada pasien hipertensi di Posbindu Desa Senduro di wilayah UPT Puskesmas Senduro. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitafif , Desain peneliti yang digunakan diskriptif kolerasi dan mengunakan desain pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 50 responden yang perkunjung ke posbindu , dengan menggunakan teknik sampling total sampling. Cara pengumpulan dada menggunakan kuesioner selanjutnya di analisis menggunakan Teknik analisa data menggunakan Uji Wilcaxon. Hasil penelitian ini terdapat dari 50 responden pada posbindu yang melangalami Efikasi diri baik sebanyak 47(94%), sedangkan responden yang tidak mengalami kekambuhan sebanyak 34(68%) responden. Pvalue sebesar 0,000 dan di bandingkan dengan Ptabel 0,005 sehingga Pvalue < Ptabel, yang artinya terdapat hubungan efikasi diri dengan kekambuhan pada pasien hipertensi di posbindu desa senduro di wilayah UPT Puskesmas Senduro. Diharapkan di posbindu menerapkan efikasi diri untuk menurunkan angka kekambuhan pada pasien hipertensi. Hasil dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawsan dan pengetahuan terkait hubungan antara Efikasi diri dengan kekambuhan pada pasien hipertensi di Posbindu . sehingga diharapkan mampu menjaga efikasi diri dengan kekambuhan pada pasien hipertensi. Untuk menjaga kesehatan dan encegah terjadinya hipertensi
EFEKTIFITAS SENAM DIABETES MELLITUS DAN TERAPI TERTAWA TERHADAP PENURUNAN GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS DI DESA SUMBERWRINGIN
Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang paling umum dan berpotensi mengancam jiwa di seluruh dunia. Penyakit ini ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah yang disebabkan oleh gangguan metabolisme insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas senam diabetes mellitus (DM) dan terapi tertawa terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus di Desa Sumberwringin. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design dengan model two group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 30 responden yang dibagi menjadi dua kelompok: 15 responden kelompok terapi senam DM dan 15 responden kelompok terapi tertawa, yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden di Desa Sumberwringin memiliki kadar glukosa darah kategori hiperglikemia berat, dengan 12 responden (80%) pada kelompok senam DM dan 13 responden (80%) pada kelompok terapi tertawa. Setelah intervensi, terdapat penurunan signifikan pada kadar glukosa darah, di mana 10 responden (66,7%) pada kelompok senam DM mencapai kategori glukosa normal, sementara 8 responden (53,3%) pada kelompok terapi tertawa mencapai kategori prediabetes. Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa baik senam DM maupun terapi tertawa berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar glukosa darah dengan nilai p<0,05, yaitu 0,000 untuk senam DM dan 0,001 untuk terapi tertawa. Temuan ini menunjukkan bahwa kedua intervensi tersebut efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus di desa Sumberwringin, dengan senam DM memberikan pengaruh yang lebih signifikan. Penelitian ini memberikan bukti bahwa senam DM dan terapi tertawa dapat digunakan sebagai intervensi non-farmakologis untuk pengelolaan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN KECEMASAN KELUARGA PASIEN DI RUANG IGD TRIASE KUNING UPT PUSKESMAS PENANGGAL
Sistem triase dapat memicu kecemburuan antar pasien dan keluarga pasien karena kurangnya rasa kepedulian keluarga pasien dalam prioritas penanganan triase di IGD. Sehingga keluarga pasien berasumsi penanganan di IGD lama yang menyebabkan kecemasan keluarga pasien di ruang triase meningkat. Menurut Kemenkes RI di Jawa Timur angka kejadian kecemasan tercatat sebesar 7,5%. Prevalensi kecemasan pada usia 15 tahun ke atas di Kabupaten Jember diketahui sebanyak 12,5% . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di triase kuning. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilaksanakan pada Juli 2024 dengan jumlah populasi 50 responden dan sampel sebanyak 45 dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner komunikasi terapeutik dan kuesioner HARS. Pengolahan data meliputi coding, editing, dan tabulating, kemudian dianalisis dengan software SPSS uji Spearman Rho dengan α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 28 responden memiliki komunkasi terapeutik yang baik, sedangkan terdapat 23 responden memiliki tingkat kecemasan sedang. Setelah dilakukan uji spearman rho menunjukkan p value 0,000 lebih kecil dibandingkan α (0,05). Hal ini menunjukkan adanya hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di triase kuning IGD UPT Puskesmas Penanggal. Diharapkan penelitian dapat memberikan pengetahuan dan wawasan kepada pasien dan keluarga sehingga dapat melakukan komunikasi terapeutik dengan baik. Selain itu bagi peneliti selanjutnya dapat menjadi referensi dan dapat mengembangkan penelitian dengan judul sama tetapi metode yang berbeda
HUBUNGAN DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN DAN PERAN KADER DENGAN KEAKTIFAN LANSIA MENGIKUTI POSYANDU LANSIA DI DESA RANUPAKIS KECAMATAN KLAKAH
Posyandu lansia merupakan suatu pengembangan dari kebijakan pemerintah melalui pelayanan kesehatan bagi lansia yang diselenggarakan melalui program Puskesmas dengan melibatkan peran serta para lansia, keluarga, tokoh masyarakat dan organisasi sosial. Keaktifan lansia dalam pemanfaatan layanan kesehatan dipengaruhi oleh persepsi, sikap, dukungan dari nakes dan kader. tujuan penelitian ini mengetahui hubungan dukungan tenaga kesehatan dan peran kader dengan keaktifan lansia mengikuti posyandu lansia di desa ranupakis kecamatan klakah. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan metode pengumpulan data secara retrospektif. Populasi penelitian ini Seluruh Lansia di Desa Ranupakis berjumlah 340 lansia dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 77 Lansia yang diambil metode Consecutive Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dilakukan uji chi square test. Peneliti mendapatkan layak etik dari universitas Hafsyawaty zainul hasan dengan nomor 228/KEPK-UNHASA/VII/2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah lansia yang aktif ikut serta dalam kegiatan posyandu lansia adalah sebanyak 22 responden (28.6%), Hasil uji analisis menggunakan Uji chi square menunjukkan hasil nilai yaitu p ≤0,000 dengan tingkat signifikan α =0,05, yang berarti ada hubungan antara dukungan tenaga kesehatan dan peran kader dengan keaktifan lansia mengikuti posyandu lansia di desa ranupakis kecamatan klakah Peran tenaga Kesehatan dan kader dalam pelaksanaan posyandu lansia yang optimal akan memberikan kemudahan bagi lansia dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dasar, sehingga kualitas hidup masyarakat di usia lanjut tetap terjaga dengan baik dan optimal
PENGURANGAN NYERI PINGGANG IBU HAMIL TRIMESTER III dengan SMILE PRENATAL YOGA
Nyeri pinggang selama kehamilan trimester III merupakan hal yang wajar dan umum terjadi. Hal ini disebabkan oleh stress, penambahan berat badan, postur dan perubahan yang terjadi pada bagian otot yaitu otot melembut dan meregang. Nyeri pinggang ini tentunya menimbulkan rasa tidak nyaman, mudah lelah atau menggangu istirahat. Beberapa pendekatan diberikan guna mengurangi ataupun mengatasi nyeri pinggang tersebut; salah satunya dengan melakukan prenatal Yoga. Artikel ini akan mendeskripsikan pengalaman ibu hamil trimester III yang melakukan smile prenatal yoga terhadap manfaatnya dan efeknya terutama pada nyeri pinggang yang dirasakan di masa kehamilan trimester III. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus pada 3 ibu hamil trimester III yang melakukan yoga dan menerima ANC rutin sebagai partisipan dengan setting penelitian dilakukan di Puskesmas Gesang Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam yang direkam lalu ditranskripsi secara verbatim dan analisis tematik. Hasil yang didapatkan antara lain manfaat smile prenatal yoga dalam mengatasi rasa nyeri yang dialami ibu hamil trimester III. Ketiga informan menyampaikan bahwa dengan melakukan smile yoga teratur maka rasa nyeri pinggang berkurang dan menghilan
PERUBAHAN FISIK PADA IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TRIMESTER 1 DI PONKESKEL KEDEMANGAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS KADEMANGAN KECAMATAN BONDOWOSO
Selama masa kehamilan, perubahan anatomi dan fisiologi terjadi untuk memenuhi kebutuhan metabolik yang meningkat, untuk memungkinkan pertumbuhan janin yang sesuai dan untuk mempersiapkan tubuh menghadapi persalinan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi tentang “Perubahan Fisik Ibu Hamil Primigravida Trimester I Di Puskesmas Kademangan” Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Menggunakan teknik pusrposive sampling dengan informan utama yaitu ibu hamil primigravida trimester I di Desa Puskesmas Kademangan. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi, dan analisis dokumentasi kemudian divalidasi menggunakan triangulasi data, triangulasi pengamat, triangulasi teori dan triangulasi metode. Hasil penelitian dianalisis berdasarkan pengelompokan data, menguji asumsi data, alternatif penjelasan data, kemudian hasil penelitian ditulis. Perubahan fisik pada ibu hamil trimester I menunjukkan terjadinya perubahan fisik antara lain perubahan pada payudara, sering buang air kecil, mual muntah dan nafsu makan menurun. Perubahan fisik pada ibu hamil trimester I pasti terjadi, sebagai respons terhadap perubahan hormon dan pertumbuhan janin. Untuk itu diperlukan edukasi pada keluarga untuk selalu memberikan dukungan pada ibu hamil dan perlu adanya pendidikan kesehatan ibu hamil tentang ketidaknyamanan pada kehamilan trimester I dan penatalaksanaannya sehingga ibu hamil dapat menjalani kehamilannya dengan aman dan nyama
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT: STUDI TINJAUAN SISTEMATIS
Perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan yang berhadapan langsung dengan pasien, dituntut untuk mampu menampilkan performa kerja yang berkualitas. Kondisi ini secara tidak langsung merupakan target yang harus dicapai oleh setiap fasilitas pelayanan kesehatan mengingat performa mutu dan kualitas dan fasilitas pelayanan kesehatan, salah satunya dipengaruhi oleh kemampuan perawat ketika menghadapi dan memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Mengingat pentingnya dari fungsi perawat di setiap tingkatan fasilitas kesehatan, pihak manajemen pengelola fasilitas kesehatan juga sewajarnya untuk memperhatikan perawat itu sendiri dan salah satunya adalah kepuasan kerja perawat. Kepuasan kerja perawat perlu mendapatkan perhatian dari manajemen keperawatan di setiap tingkatan fasilitas pelayanan kesehatan karena hal ini dapat berdampak pada menurunnya kualitas asuhan dan pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasien. Desain penelitian yang digunakan adalah artikel review. Studi tinjauan sistematis ini mengikuti pedoman PRISMA dengan pencarian literatur antara 17 September hingga 18 Desember 2021 dengan menggunakan database berupa Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, Proquest, dan Wiley Online yang menggunakan strategi pencarian berupa kata kunci yang dikombinasikan dari tahun 2016 – sekarang, sehingga menghasilkan 10 artikel yang diringkas terdiri dari judul, pengarang, tujuan penelitian, dan hasil penelitian. Hasil penelitian yang menyebutkan variasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja perawat di rumah sakit berupa lingkungan pekerjaan, tingkat asuhan keperawatan yang diberikan, durasi, pengorganisasian dan pengendalian shift, faktor organisasi, dan personal / internal perawat. Kepuasan kerja perawat merupakan salah satu variabel penting untuk dipertimbangkan dalam organisasi keperawatan dalam mengoptimalisasi kualitas asuhan dan pelayanan keperawatan. Perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor determinan yang mempengaruhi kepuasan kerja perawa
HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT HIPERTENSI DENGAN PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA
Hipertensi merupakan keadaan seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal. Hipertensi dapat menyebabkan komplikasi yang mengenai berbagai organ seperti jantung, otak, ginjal, mata, dan arteri perifer. Masih sedikit penderita hipertensi yang melakukan pengobatan secara teratur untuk mengontrol tekanan darah. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan kepatuhan minum obat dengan perubahan tekanan darah pada lansia di posyandu lansia Ddesa Tanggung Prigel Kec. Glagah Kab. Lamongan. Desain penelitian ini analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Metode sampling menggunakan Simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 27 orang yaitu sebagian lansia di desa Tanggung Prigel Kecamatan Glagah Kabupaten Lamongan. Variabel penelitian ini adalah variabel independent kepatuhan minum obat hipertensi dan variabel dependent adalah tekanan darah. Data diambil menggunakan kuesioner dan observasi. Setelah ditabulasi data dianalisis dengan menggunakan uji spearman rho dengan α < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan kepatuhan minum obat hipertensi responden hampir setengahnya memiliki kepatuhan tinggi yaitu 11 responden (40,7%), tekanan darah responden hampir setengahnya memiliki tekanan darah rendah yaitu 10 responden (37%). Hasil uji spearman rho menunjukkan ρ = 0,004 < α = 0,05 berarti terdapat hubungan kepatuhan minum obat dengan perubahan tekanan darah pada lansia di Desa Tanggung Prigel Kecamatan Glagah Kabupaten Lamongan. Penderita hipertensi hendaknya mematuhi aturan minum obat hipertensi sesuai yang disarankan oleh tenaga kesehatan. Keluarga diharapkan melakukan pemantauan kepada responden dalam kepatuhan mengkonsumsi obat hipertensi setiap harinya. Petugas kesehatan perlu meningkatkan edukasi kepada masyarakat penderita hipertensi agar teratur mengkonsumsi obat anti hipertens
PENGARUH BLADDER TRAINING TEKNIK MENUNDA BERKEMIH TERHADAP INKONTINENSIA URINE PADA LANSIA
Prevalensi inkontinensia urine pada lansia yang melibatkan enam rumah sakit di Indonesia didapatkan sebesar 13% dari total 2.765 orang lansia. Dampak yang ditimbulkan oleh inkontinensia urine yaitu dampak medik, psikososial, maupun ekonomi. Salah satu penatalaksanaan nonfarmakologis untuk mengatasi inkontinensia urine pada lansia yaitu bladder training teknik menunda berkemih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bladder training teknik menunda berkemih terhadap inkontinensia urine pada lansia. Penelitian ini merupakan penelitian Pra-Eksperiment dengan rancangan One-Group Pre and Post Test yang dilaksanakan pada tanggal 12-19 Mei 2024 di Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin. Jumlah sampel adalah 13 orang lansia. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Hasil penelitian ini didapatkan rata-rata skor inkontinensia urine lansia sebelum intervensi adalah 14,76 dengan standar deviasi 3,56 dan sesudah intervensi adalah 13,07 dengan standar deviasi 2,69. Hasil analisa data dengan menggunakan uji paired samples t-test didapatkan nilai p-value 0,000 (p<0,05), yang berarti bahwa ada pengaruh bladder training teknik menunda berkemih terhadap inkontinensia urine pada lansia di Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin. Saran bagi keperawatan untuk menambahkan program latihan bladder training teknik menunda berkemih sebagai penatalaksanaan nonfarmakologis yang dapat menurunkan skor inkontinensia urin
KUALITAS HIDUP PASIEN HEMODIALISIS SELAMA PANDEMI COVID-19 ; STUDI KLINIS DI RUANG HEMODIALISA, RUMAH SAKIT GATOEL KOTA MOJOKERTO
Pandemi covid-19 yang terjadi saat ini menimbulkan berbagai dampak pada kehidupan masyarakat. Salah satu kelompok masyarakat yang mengalami dampak akibat pandemi covid-19 ini adalah pasien hemodialisis. Pasien hemodialisis yang harus menjalani terapi hemodialis secara rutin, harus dibebani dengan berbagai aturan yang diberlakukan di rumah sakit agar tetap dapat mendapatkan pelayanan hemodialis untuk mempertahankan kondisi kesehatan yang dimiliki. Namun hal ini juga berdampak pada penurunan kualitas hidup yang dimiliki oleh pasien hemodialisis itu sendiri. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 122 responden yang ditentukan menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian ini dilakukan di ruang hemodialisis Rumah Sakit Gatoel Kota Mojokerto. Instrumen penelitian yang digunakan mengadopsi dari kuesioner WHOQOL-BREF. Analisa data penelitian dilakukan menggunakan analisa deskriptif. Dari hasil penelitian terhadap kualitas hidup pasien hemodialis selama masa pandemi covid-19 di ruang hemodialisis Rumah Sakit Gatoel Kota Mojokerto didapatkan, lebih dari separuh responden memiliki dimensi kesehatan fisik dalam kategori buruk yaitu sebanyak 62 responden (50,8%), lebih dari separuh responden memiliki dimensi kesehatan mental dalam kategori buruk yaitu sebanyak 68 responden (55,7%), lebih dari separuh responden memiliki dimensi kesehatan sosial dalam kategori buruk yaitu sebanyak 62 responden (50,8%) dan sebagian besar responden memiliki dimensi kesehatan fungsional dalam kategori buruk yaitu sebanyak 74 responden (60,7%). Kualitas hidup merupakan salah satu kebutuhan penting yang harus terpenuhi oleh pasien hemodialisis mengingat pasien hemodialisis adalah pasien dengan kondisi terminal dimana setiap saat pasien dapat mengalami kematian. Mengupayakan terpenuhinya setiap domain dalam kualitas hidup pada pasien hemodialisis akan menjadikan pasien hemodialisis dapat hidup dengan lebih baik (living well) dan meninggal dengan tenang (dying well