Al-Ulum
Not a member yet
388 research outputs found
Sort by
Identifikasi Best Practice Kepemimpinan Manajemen Pendidikan Agama Islam di Era Persaingan Global
The focus of this research is to identify best practice and management of Islamic education in the era of globalization which is full of global competition. The purpose of the research is to prepare Islamic education management that is considered good even though the challenges experienced in the world of education today are various. The research method used is qualitative with a literature review approach. The research data consisted of primary and secondary. Primary in the form of data that is considered almost the same from the title of this article which is found in several journals, both national and international. While secondary data is supporting data from the literature that is related to this article. The data analysis was carried out using an in-depth coding, interpretation and evaluation system of data. The results show that the best practice and management of Islamic education which is considered capable of competing in this era of globalization consists of transformational leadership, training, interactional, and several other leadership styles.Fokus penelitian ini untuk mengidentifikasi tentang best practice dan Manajemen pendidikan Islam di era globalisasi yang penuh dengan persaingan global. Tujuan dari penelitian untuk mempersiapkan manajemen pendidikan Islam yang dianggap baik walaupun tantangan yang dialami dalam dunia pendidikan saat ini beragam. Metode penelitian yang dilakukan adalah kualitatif dengan pendekatan kajian literatur. Data penelitian terdiri dari primer dan sekunder. Primer berupa data yang dianggap hampir sama dari judul artikel ini yang terdapat di beberapa jurnal baik nasional maupun internasional. Sementara data sekunder adalah data pendukung dari literatur yang mempunyai keterkaitan dengan artikel ini. Adapun analisis data yang dilakukan menggunakan sistem pengkodean, interpretasi dan evaluasi data yang mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa best practice dan Manajemen pendidikan Islam yang dianggap mampu untuk bersaing di era globalisasi ini terdiri dari kepemimpinan transformasional, pelatihan, interaksional, dan beberapa gaya kepemimpinan lainnya
Dakwah dalam Masyarakat Multikultural; Perjuangan antara Identitas, Pluralitas, dan Puritanitas: Kajian Empiris Masjid Cheng Hoo Makassar, Sulawesi Selatan
This article focuses on research on the role of the Cheng Hoo Mosque in the multicultural da\u27wah movement in Makassar City and the challenges it faces. This study uses a qualitative method with a sociological and da\u27wah approach. The purpose of this paper is to analyze the existence of multicultural da\u27wah at the Cheng Hoo Mosque in Makassar City and the challenges it faces from aspects of identity, plurality, and puritanity. Data were collected through interviews, field observations, and documentation studies. The research findings show that the Cheng Hoo Mosque is a religious and cultural identity of the Chinese Muslim community in Makassar City. The challenge faced by multicultural da\u27wah is plurality, especially in the field of religion and religious puritanism which leads to division. The multicultural da\u27wah movement at Cheng Hoo Mosque is carried out with three approaches, namely non-mazhab mosques, mosques that are open to all groups, across cultures and religions, and acceptance and respect for local culture.
Key words: Cheng Hoo Mosque, da’wah, multiculturalArtikel ini fokus pada penelitian tentang peranan Masjid Cheng Hoo dalam gerakan dakwah multikultural di Kota Makassar serta tantangan yang dihadapinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosiologi dan dakwah. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi lapangan dan studi dokumentasi. Tujuan tulisan ini menganalisis eksistensi dakwah multicultural di Masjid Cheng Hoo Kota Makassar serta tantangan yang dihadapinya dari aspek identitas, pluralitas dan puritanitas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Masjid Cheng Hoo menjadi identitas religious dan kultural komunitas Tionghoa Muslim di Kota Makassar. Tantangan dakwah multikultural yang dihadapi adalah pluralitas khususnya di bidang agama dan puritanisme agama yang menjurus ke arah perpecahan. Gerakan dakwah multikultural di Masjid Cheng Hoo dilakukan dengan tiga pendekatan yakni masjid non mazhab, masjid yang terbuka untuk semua golongan, lintas budaya dan agama, serta penerimaan dan penghargaan terhadap budaya lokal
Strategi Dakwah Multikultural dan Perubahan Sosial di Purwokerto
This article mainly aims to reveal the role of da\u27wah in social change, as well as how da\u27wah can be developed in a multicultural society. This study is a qualitative research, which aims to understand (to understand) social phenomena or a reality by focusing on a comprehensive description of the social phenomena being studied rather than breaking them down into interrelated variables. The results of the study show that da\u27wah is not just the delivery of messages of Islamic values, but also plays a role in the development of the times. Da\u27wah is able to encourage the productive power of the people or act as an agent of social change. Da\u27wah that can be developed in a multicultural society, among others: 1) da\u27wah is more oriented to aspects of quality than quantity, 2) da\u27wah is carried out on the concept of diversity, 3) da\u27wah with a local cultural and language approach, 4) continues to innovate da\u27wah, 5) understand the problems and needs of the people.Fokus artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana peran dakwah dalam perubahan sosial, serta bagaimana dakwah yang dapat dikembangkan dalam masyarakat multikultural. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yang bertujuan untuk memahami (to understand) gejala sosial atau suatu realitas dengan menitikberatkan pada deskripsi yang menyeluruh tentang gejala sosial yang dikaji dibandingkan merincinya menjadi variable-variabel yang saling terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa dakwah bukan hanya sekedar penyampaian pesan nilai-nilai ke-Islaman saja, namun juga berperan dalam perkembangan zaman. Dakwah mampu mendorong daya produktif umat atau berperan sebagai agent of social change. Dakwah yang dapat dikembangkan dalam masyarakat multikultural, antara lain: 1) dakwah lebih diorientasikan pada aspek kualitas dibandingkan kuantitas, 2) dakwah dilaksanakan di atas konsep kebhinekaan, 3) dakwah dengan pendekatan budaya dan bahasa lokal, 4) terus melakukan inovasi dakwah, 5) memahami problem dan kebutuhan umat
Memahami Konflik Radikalisme dan Anarkisme dalam Masyarakat Modern
This paper focuses on the conflict of radicalism and anarchism in contemporary society. This research is qualitative with a literature review. The literature collected comes from several national and international articles, proceedings, books, and other references related to the issue of radicalism and anarchism in a global society. The data analysis is carried out by reviewing related references and looking for unique points to find findings in the study. This study finds that a strong ideology influences society, so understanding the conflict between radicalism and anarchism in modern society also develops.Paper ini fokus pada konflik radikalisme dan anarkisme dalam masyarakat kontemporer. Penelitian ini adalah kualitatif dengan kajian literatur. Literature yang dikumpulkan berasal dari beberapa artikal nasional dan internasional, prosiding, buku dan referensi-referensi lainnya yang terkait dengan isu radikalisme dan anarkisme di masyarakat global. Analis data yang dilakukan adalah dengan menelaah referensi yang terkait dan mencari titik keunikan sehingga terdapat temuan dalam penelitian. Penelitian ini menemukan bahwa ideologi yang kuat mempengaruhi masyarakat maka pemahaman tentang konflik radikalisme dan anarkisme pada masyarakat modern ikut juga mengalami perkembangan.
Pengalaman Beragama; Keharmonisan dan Minoritas dalam Masyarakat Suku Muslim Akit Siak Riau-Indonesia
This article aims to examine the forms of religious experience of the ummah when Muslims live as a minority. Through a sociological approach, qualitatively, this study conducted by observations and in-dept interviews with key figures about religiosity, tolerance, and harmonious relations between religions. The results of the study found that Penyengat Village maintains the religious freedom of its people, and customary stakeholders uphold the principles of togetherness and tolerance. The condition of religious development in the religious community is going well. Under customary protection holders and local governments, Muslim minorities living in a multicultural society can enjoy the freedom and live in harmonyArtikel ini bertujuan untuk mengkaji bentuk pengalaman keberagamaan umat ketika kaum Muslim hidup sebagai minoritas. Melalui pendekatan sosiologis, secara kualitatif, penelitian ini melakukan observasi dan wawancara mendalam kepada tokoh-tokoh kunci tentang praktik religiusitas, toleransi. dan harmoni hubungan antar agama. Hasil penelitian menemukan bahwa Kampung Penyengat menjaga kebebasan beragama masyarakatnya dan pemangku adat sangat menjunjung tinggi azaz kebersamaan dan Toleransi. Kondisi pembangunan keberagamaan dalam keagmaan umat berjalan dengan baik. Di bawah perlindungan pemangku adat dan pemerintah setempat, Muslim minoritas yang hidup di tengah masyarakat multikultural dapat menikmati kebebasan dan terjalin secara harmonis
Dinamika Historis dan Jaringan Intelektual Pondok Pesantren di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 1930-2020
The focus of this article is to find out the historical dynamics and intellectual network of pesantren in Bangka. The research method is the historical method of Kuntowijoyo\u27s theory. The result of the research is that the dynamics of the history of Islamic boarding schools in the province of the Bangka Belitung archipelago began with traditional Islamic educational institutions, namely reciting the Koran, then Arabic schools and then developing into Islamic boarding schools. The historical range of the growth of the Islamic boarding school is in accordance with the path of Islamization and the traditional characteristics of Bangka Islam. Meanwhile, the intellectual network of the pesantren of the Bangka community started from the Mecca and Middle East networks around the 1910s. Then the network shifted to its own country, which spread to parts of Sumatra, East Java, West Java and Kalimantan as well as the island of Bangka itself in the decade of the New Order era until post-reformation around the 1970s until now.Fokus artikel ini adalah mengetahui dinamika historis dan jaringan intelektual pesantren di Bangka. Metode penelitiannya adalah metode sejarah teori Kuntowijoyo. Hasil penelitian adalah bahwa dinamika historis pondok pesantren di provinsi kepulauan Bangka Belitung berawal dari lembaga pendidikan Islam tradisional yaitu ngaji duduk/ngaji kitab lalu sekolah Arab kemudian berkembang menjadi pesantren. Rentang sejarah pertumbuhan pondok pesantren tersebut sesuai dengan jalur islamisasi dan karakteristik Islam tardisional Bangka. Sedangkan jaringan intelektual kaum pesantren masyarakat Bangka berawal dari jaringan Makkah dan Timur Tengah sekitar tahun 1910-an. Lalu jaringan intelektual tersebut beralih ke dalam negeri sendiri yang tersebar di wilayah sebagian Sumatera, Jawa Timur, Jawa Barat dan Kalimantan serta pulau Bangka sendiri pada dekade masa orde baru sampai pasca reformasi sekitar tahun 1970-an hingga sekarang
Pemahaman Islam dan Dampaknya terhadap Keharmonisan dan Keragaman Indonesia : Analisis Kritis terhadap Publikasi Jurnal Tahun 2010 sampai 2020
This article discusses the correct understanding of Islam that will impact harmony and the development of life in the Unitary State of the Republic of Indonesia. This article also wants to gain a deeper understanding of the above understanding through the findings of socio-religious and civic studies and their impact on community harmony. This study collects data from online publications, and then we analyze it by involving a careful coding system. Not to forget the critical evaluation and interpretation of the data we obtained to obtain findings that we believe are appropriate to answer all the problems we pose in this study of religion and citizenship. From the results of the discussion and interpretation with a phenomenological approach, finally, this study can conclude that citizen harmony occurs when citizens have and live religious understanding objectively and correctly to build more harmonious relationships in a country that adheres to diversity. The results of this study are beneficial for many parties for the sake of increasing Islamic brotherhood and the unity of Indonesian citizens.Artikel ini membahas tentang pemahaman Islam yang benar yang akan berdampak pada kerukunan dan perkembangan kehidupan di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Artikel ini juga ingin memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dari pemahaman di atas melalui temuan studi sosial-keagamaan dan kewarganegaraan dan dampaknya terhadap kerukunan masyarakat. Studi ini mengumpulkan data dari publikasi online, dan kemudian kami menganalisisnya dengan melibatkan sistem pengkodean yang cermat. Tak lupa evaluasi kritis dan interpretasi data yang kami peroleh untuk mendapatkan temuan yang kami yakini tepat untuk menjawab semua masalah yang kami ajukan dalam studi agama dan kewarganegaraan ini. Dari hasil pembahasan dan interpretasi dengan pendekatan fenomenologi, akhirnya penelitian ini dapat menyimpulkan bahwa kerukunan warga terjadi ketika warga negara memiliki dan menghayati pemahaman agama secara objektif dan benar untuk membangun hubungan yang lebih harmonis di negara yang menganut keberagaman. Hasil penelitian ini bermanfaat bagi banyak pihak demi meningkatkan pemahaman persaudaraan Islam dan persatuan warga negara Indonesia
Pembentukan Moderasi Keagamaan di Perguruan Tinggi Islam
This study focuses on students\u27 perceptions to explore and measure the elements that form religious moderation. Nine common factors are understood: understanding Islam, sharia balance, values of human beings, plurality in religion, rights of minority groups, national engagement, anti-violence, an attitude of friendship, and educational curricula. The nine factors seem to be interlinked too intimately, and therefore a theme is needed to simplify and make them more operable. This research method is quantitative with the type of explantation research and using a survey approach. The study involved 90 samples. Data analysis techniques of these factors used the help of computer programs such as SPSS software. The results demonstrated that these nine factors could be reduced to produce new names for the three main factors, namely, diversity, peace, and education. The three designations of these factors will help facilitate the approach in an effort to create an understanding of moderation among students in Islamic religious colleges.
Penelitian ini berfokus pada persepsi siswa untuk menggali dan mengukur elemen-elemen yang membentuk moderasi beragama. Ada sembilan faktor umum yang dipahami: pemahaman Islam, keseimbangan syariah, nilai-nilai kemanusiaan, pluralitas dalam agama, hak-hak kelompok minoritas, keterlibatan nasional, anti kekerasan, sikap persahabatan dan kurikulum pendidikan. Kesembilan faktor tampaknya saling terkait terlalu erat, dan oleh karena itu diperlukan sebuah tema untuk menyederhanakan dan membuatnya lebih dapat dioperasikan. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanasi dan menggunakan pendekatan survey. Penelitian ini melibatkan 90 sampel. Teknik analisis data faktor-faktor tersebut menggunakan bantuan program komputer seperti software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesembilan faktor tersebut dapat direduksi untuk menghasilkan nama baru bagi tiga faktor utama, yaitu keragaman, perdamaian dan pendidikan. Ketiga sebutan faktor tersebut akan membantu mempermudah pendekatan dalam upaya menciptakan pemahaman moderasi di kalangan mahasiswa di Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI).
 
Gerakan Dakwah Siber di tengah Benturan Ideologi Komunitas Keagamaan
This article analyzes the da\u27wah movement that is expressed in cyber media, as well as the challenges of implementing da\u27wah that must be carried out amid the clash of ideologies of religious communities. This study uses a qualitative method with an ethnomethodological approach, focusing on the analysis of digital conversations that are centered on the analysis of traces of interactions and conversations in response to da\u27wah narratives that have been uploaded openly through cyber community media. By using the concept of cyberspace and the concept of da\u27wah in understanding this cyber religious reality, this study can show that da\u27wah movements and activities that are displayed through cyber community media are a religious phenomenon along with the development of information and communication technology. This study also looks at the importance of humanist cyber da\u27wah by considering the da\u27wah process displayed in this cyber media in addition to calling for goodness and preventing evil, it also tends to describe the occurrence of ideological disputes and clashes between religious communities, marked by the many pro and con responses that appear in each da\u27wah message that uploaded through cyber religious community media.Artikel ini menganalisa gerakan dakwah yang diekspresikan dalam media siber, serta tantangan pelaksanaan dakwah yang harus dilaksanakan ditengah benturan ideologi komunitas keagamaan. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnometodologi, fokus pada analisis percakapan digital yang dipusatkan pada analisis terhadap jejak interaksi dan percakapan dalam merespon narasi-narasi dakwah yang telah diunggah secara terbuka melalui media komunitas siber. Dengan menggunakan konsep cyberspace dan konsep dakwah dalam memahami realitas keagamaan siber ini, maka studi ini dapat menunjukkan bahwa gerakan dan aktifitas dakwah yang ditampilkan melalui media komunitas siber adalah sebagai fenomena keagamaan seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Studi ini juga melihat pentingnya dakwah siber humanis dengan mempertimbangkan proses dakwah yang ditampilkan dalam media siber ini selain menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran, juga cenderung menggambarkan terjadinya perselisihan dan benturan ideologi komunitas keagamaan, ditandai dengan banyaknya respon pro dan kontra yang dimunculkan pada setiap pesan dakwah yang diunggah melalui media komunitas keagamaan siber
Islam sebagai Agama Masa Depan : Pandangan Masyarakat Barat terhadap Islam
This scientific work aims to find data through studies in international publications that discuss Islam as a great religion and the future in the view of the western scientific community. To facilitate the search for data to answer this research question, we first searched it from Islamic religious literature electronically to understand and answer the question with valid and reliable findings. The way we analyze involves, among other things, a data analysis system, coding the data, and drawing a summary of the final understanding according to the research question. So, based on the findings and discussion of the data, most of the publications state that Islam is the fastest-growing religion in the world today. Because it is developing so fast, it will be an essential concern for the West. They see Islam as a threat to the future of world civilization, which the West now dominates, but Islam is also a religion that they consider quantitatively and qualitatively by practicing Islamic teachings specifically. Hopefully, this finding can be a valuable contribution to many Islamic studies in the future.Tujuan inti dari karya ilmiah ini adalah untuk mencari data melalui kajian-kajian pada publikasi internasional yang membahas Islam sebagai agama besar dan masa depan. Untuk memudahkan pencarian data menjawab pertanyaan-pertanyaan kajian ini, pertama-tama kami mencarinya dari literatur agama islam; kami dapat memahami dan menjawab pertanyaan dengan temuan yang valid dan dapat diandalkan. Adapun cara kami menganalisis antara lain melibatkan sistem analisis data, pengkodean data, dan menggambilan ringkasan pemahaman akhir sesuai dengan pertanyaan penelitian ini. Jadi, berdasarkan data temuan dan diskusi, kami dapat mengatakan bahwa sebagian besar publikasi menyatakan bahwa Islam sebagai agama yang berkembang sangat pesat di dunia. Karena berkembang begitu cepat, itu akan menjadi perhatian penting bagi Barat. Mereka tidak hanya melihat Islam sebagai ancaman bagi masa depan peradaban dunia, tetapi Islam juga merupakan agama yang mereka perhitungkan. Semoga temuan ini menjadi konstribusi yang berharga bagi banyak orang