388 research outputs found

    Kampung Transmigrasi dan Kontruksi Kerukunan Umat Beragama; Mamasa Sebagai Wilayah Pasca Konflik

    Full text link
    The focus of this research is finding the construction of religious harmony in former conflict areas in Indonesia. The aim is to photograph the process of resolving religious conflicts in Kampung Rano in Mamasa of West Sulawesi Province. This research uses a qualitative method using a phenomenological approach by collecting socio-religious data and interviews from researchers with objects. This study empirically shows that finds the importance of understanding the value of pluralism has been taking place, especially for the people of Kampung Rano to regenerate an economic situation that has been devastated for more than a decade. On the other hand, there are a number of agreements between the transmigrant community and local residents, one of which is to no longer use religious attributes and symbols in political activities.Fokus penelitian ini menemukan kontruksi kerukunan umat beragama di bekas wilayah konflik di Indonesia. Tujuannya adalah memotret proses penyelesaian konflik beragama di Kampung Rano di Mamasa, Province Sulawesi Barat. Penelitan ini melalui metode kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologi dengan menghimpun data sosial-agama dan wawancara dari peneliti dengan objek. Penelitian ini menemukan pentingnya memahami nilai kemajemukan, terutama untuk masyarakat Kampung Rano agar dapat menumbuhkan kembali situasi ekonomi yang porak-poranda selama lebih dari satu dekade. Di sisi lain terdapat sejumlah kesepakatan antara masyarakat transmigran dan penduduk lokal, salah satunya untuk tidak lagi menggunakan atribut dan simbol agama dalam aktivitas politik

    Kontribusi Sekolah Damai Sebagai Wujud Pelaksanaan Moderasi Beragama

    Full text link
    This article focuses on the contribution of the peace school program as one of the implementations of religious moderation strategies in schools. This qualitative research with a phenomenological approach was applied using structured interviews and documentation studies at SMUN Sugihwaras Bojonegoro as a pilot school for the peace school program. The empirical data illustrates the concept of the peace school program, the implementation of the peace school program, and the contribution of the peace school program as a strategy for implementing religious moderation in schools. This study found that the peace school program is one of the programs that significantly contributes to realizing the implementation of religious moderation in schools. This program implements the concept of religious moderation that focuses on inculcating and internalizing the values ​​of tolerance and peace. This program targets the three main pillars of the education process: policies, practices of tolerance and peace in the school environment, and the management of student organizations.Artikel ini berfokus pada kontribusi program sekolah damai sebagai salah implementasi strategi moderasi beragama di sekolah. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi ini diterapkan dengan menggunakan metode wawancara terstruktur dan studi dokumentasi di SMUN Sugihwaras Bojonegoro sebagai sekolah percontohan program sekolah damai. Data empiris mengilustrasikan konsep program sekolah damai, pelaksanaan program sekolah damai, dan kontribusi program sekolah damai sebagai strategi pelaksanaan moderasi beragama di sekolah. Penelitian ini menemukan bahwa program sekolah damai merupakan salah satu program yang sangat berkontribusi dalam mewujudkan pelaksanaan moderasi beragama di sekolah. program ini mengimplementasikan konsep moderasi beragama yang terfokus pada penanaman dan internalisasi nilai-nilai toleransi dan perdamaian. Program ini menyasar pada tiga pilar utama proses pendidikan yang terdiri dari kebijakan, praktek toleransi dan perdamaian di lingkungan sekolah, serta pengelolaan organisasi kesiswaan.  &nbsp

    Implementasi Dakwah Muhammadiyah Melalui Kearifan Budaya Lokal dalam Konstruksi Ummatan Wasathon (Studi Dakwah Muhammadiyah di Lampung)

    Full text link
    This article focuses on research on the implementation of Muhammadiyah da\u27wah through local cultural wisdom in the \u27ummatan wasathon\u27 construction in Lampung. This study uses a qualitative method with a phenomenological and sociological approach to informants taken through purposive sampling with predetermined considerations. Data were collected through interviews, observation and documentation studies. The purpose of this study is to analyze the implementation of Muhammadiyah\u27s da\u27wah and find out a model of Muhammadiyah\u27s da\u27wah through local cultural wisdom in the construction of wasathon ummatan. The research findings show that Muhammadiyah\u27s da\u27wah in implementing the Islamic da\u27wah movement requires movement reconciliation, through majlis and business charities, so that the da\u27wah movement can achieve its goals. At the same time, the da\u27wah is carried out with flexibility and wisdom through local cultural wisdom and becomes a model for the development of Islamic society, namely ummatan wasathon.Artikel ini fakus pada penelitian tentang Implementasi dakwah Muhammadiyah melalui kearifan budaya lokal dalam kontruksi ummatan wasathon di Lampung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dan sosiologis terhadap Informan yang diambil melalui purposif sampling dengan pertimbangan yang telah ditetapkan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Tujuan penelitian ini menganalisis implementasi dakwah Muhammadiyah dan menemukan model dakwah Muhammadiyah melalui kearifan budaya lokal dalam kontruksi ummatan wasathon. Temuan penelitian menunjukkan bahwa  dakwah Muhammadiyah dalam mengimplementasikan gerakan dakwah Islam membutuhkan rekonsialisasi gerakan, melalui majlis-majlis dan amal usaha, sehingga dalam gerakan dakwahnya dapat mencapai sasaran. Di sisi lain dakwahnya dilakukan dengan fleksibilitas dan kebijaksanaan melalui  kearifan budaya lokal, dan menjadi model pengembangan masyarakat Islam yaitu ummatan wasathon

    Empowering Students’ Religiosity to Fight Radicalism and Anarchism after Covid-19 and The Act of Omnibus Law at Higher Education

    Full text link
    Radicalism and anarchism can be carried out by students who are studying at public or private universities, especially in Serang City, Banten Province. The purpose of this study is to examine and improve the religiosity of university students in Serang City in countering radicalism and anarchism. The research used a qualitative approach with phenomenology as a method. The results of this study conclude that the religiosity of students in Serang City can be improved in several ways; carrying out periodical Islamic studies, istighasah (praying), learning to read and write the Qur\u27an, commemorating Islamic holidays, reviewing Islamic books, I’tikaf (staying) and taking care of the mosque, and going a pilgrimage. The role of universities in countering radicalism and anarchism, meanwhile, is by assigning Islamic religious education lecturers to guide and control the students to follow those activities

    Pengaruh Pembinaan Toleransi Antar Umat Beragama Pada Mahasiswa di Kota Gorontalo

    Full text link
    This study describes tolerance among religious communities and intolerant behavior in students. It also tests the hypothesis of whether there is a significant influence between fostering tolerance among religious communities and heterogeneous student behavior in the formal educational institutions in Gorontalo City. The study used quantitative research with a correlation method through a simple regression. Data were collected using a closed questionnaire, which involved 67 students. This study showed that there is a significant influence between fostering religious tolerance and intolerant behavior of students. This influence is shown by the regression coefficient number of F-count 115.577 with a significance level of 5% (F-table = 3.99). Besides, the value of determination (R Square) = 0,640 illustrates that tolerance among religious communities has a high effect on the tolerance behavior of students. Thus, it can be stated that 64% of the students’ tolerance behavior is affected by the religious communities’ tolerance, and the rest (36%) is influenced by other factors.Penelitian ini mendeskripsikan toleransi antar umat beragama dan perilaku intoleran pada siswa. Selain itu, studi ini juga menguji hipotesis apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara pembinaan toleransi antarumat beragama dengan perilaku siswa yang hiterogin pada lembaga pendidikan formal di Kota Gorontalo. Studi ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasi melalui regresi sederhana. Pengumpulan data menggunakan angket tertutup dengan melibatkan 67 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pembinaan toleransi beragama dengan perilaku intoleran siswa. Pengaruh tersebut ditunjukkan oleh angka koefisien regresi F-hitung 115,577 dengan taraf signifikansi 5% (F-tabel = 3,99). Selain itu, nilai determinasi (R Square) = 0,640 menggambarkan bahwa toleransi antar umat beragama berpengaruh tinggi terhadap perilaku toleransi siswa. Oleh karenanya, dapat dikatakan bahwa 64% perilaku toleransi siswa dipengaruhi oleh faktor toleransi umat beragama, dan selebihnya (36%) dipengaruhi oleh faktor lain

    Optimalisasi Seni dan Budaya dalam Mitigasi Teror dan Radikalisme

    Full text link
    This article focuses on optimizing art and culture in mitigating terror and radicalism. This study uses a qualitative method. Referring to literature studies, primary and secondary, designed, mapped based on reference data processing, presented as a limiting comparison material and then abstracted, which aims to understand the quality of art and culture learning in mitigating terror and radicalism. The results of the study show that learning art and culture is not only learning that focuses on didactic knowledge, but also plays a role in humanist behavior. Learning Arts and culture is able to encourage productivity in differences without objects. The potential for learning arts and culture to be developed in mitigating terror and radicalism.Fokus artikel ini adalah upaya mengoptimalkan seni dan budaya dalam mitigasi terror dan radikalisme. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif merujuk pada studi Pustaka, primer dan sekunder, didesain, dipetakan berdasarkan pengolahan data referensi, untuk disajikan sebagai bahan komparasi yang terukur untuk kemudian diabstraksi, yang bertujuan untuk memahami kualitas pembelajaran seni dan budaya dalam mitigasi teror dan radikalisme. Hasil kajian menunjukan bahwa pembelajaran seni dan budaya tidak hanya sekedar pembelajaran yang berfokus pada pengetahuan yang sifatnya didaktif, namun juga berperan dalam membentuk perilaku yang humanis. Pembelajaran Seni dan budaya mampu mendorong produktifitas dalam menyatukan perbedaan. Potensi pembelajaran seni dan budaya dikembangkan dalam mitigasi terror dan radikalisme

    the “Pohutu Momulanga”: Penganugerahan Gelar Adat dalam Budaya Gorontalo untuk Membangun Sistem Tata Kelola Pemerintahan

    No full text
    This article focuses on the study of Pohutu Momulanga values as the Gorontalo local wisdom in building good governance system. Good governance system requires a leader who has good characters, therefore it is interesting to examine the local wisdom values in relation to build a good leader in government. To explore the Pohutu Momulanga values and the leader work performance, this study uses library research. Data was collected through the book about Pohutu Momulanga traditional ceremony, the autobiography of the regent of Boalemo Regency in Gorontalo province and supported by interview. Data analysis used triangulation techniques that matched the data in the literature and the results of interviews. The study showed that the Regent of Boalemo Regency in Gorontalo Province awarded the customary title, because he has the values of Pohutu Momulanga in his work performance, namely very religious, high-minded, self-dicipline, insight, enamoured, and brave.Artikel ini berfokus pada kajian nilai-nilai Pohutu Momulanga sebagai kearifan lokal Gorontalo dalam membangun sistem pemerintahan yang baik. Sistem pemerintahan yang baik membutuhkan pemimpin yang memiliki karakter yang baik, oleh karena itu menarik untuk mengkaji nilai-nilai kearifan lokal dalam kaitannya dengan membangun pemimpin yang baik dalam pemerintahan. Untuk menggali nilai-nilai Pohutu Momulanga dan kinerja pemimpin, penelitian ini menggunakan studi kepustakaan. Pengumpulan data dilakukan melalui buku tentang upacara adat Pohutu Momulanga, autobiografi Bupati Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo dan didukung dengan wawancara. Analisis data menggunakan teknik triangulasi yang sesuai dengan data dalam literatur dan hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bupati Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo dianugerahi gelar adat, karena memiliki nilai-nilai Pohutu Momulanga dalam prestasi kerjanya, yaitu sangat religius, berwawasan tinggi, disiplin diri, berwawasan, ramah, dan berani

    Dominasi Budaya pada Implementasi New Normal dalam Menghadapi Pandemi Covid-19

    Full text link
    This study focuses on the cultural domination effect in society in the New Normal era.  This study is a field study. The data was collected through data inventory, then is analyzed and interpreted.  The result of this research showed three aspects of new normal culture in society, firstly, ideally, the New normal lifestyle should be socialized in society cultural forum, such as forum group discussion, colloquy, seminar, etc.  Secondly, the society will be more familiar with the New Era lifestyle, when its implementation accommodates cultural values of society and respect the ritual ceremony of custom and culture. Thirdly, the New Normal lifestyle implementation will be more convenient to be accepted in society, when it improved the role of custom and society leaders. Fourthly, the definition and the meaning of the New Normal lifestyle, nowadays, should be enriched by the meaning of health care in line with a cultural society that tends to community health care more than to personality health care. Kajian ini berfokus pada pengaruh dominasi budaya dalam masyarakat di era New Normal. Penelitian ini merupakan studi lapangan. Data dikumpulkan melalui inventarisasi data, kemudian dianalisis dan diinterpretasikan. Hasil penelitian menunjukkan tiga aspek budaya new normal di masyarakat, pertama, idealnya gaya hidup new normal harus disosialisasikan dalam forum budaya masyarakat, seperti forum diskusi kelompok, kolokium, seminar, dan lainnya. Kedua, masyarakat akan lebih akrab dengan gaya hidup Era Baru, ketika implementasinya mengakomodasi nilai-nilai budaya masyarakat dan menghormati upacara ritual adat dan budaya. Ketiga, penerapan gaya hidup New Normal akan lebih mudah diterima di masyarakat, bila ditingkatkan peran adat dan tokoh masyarakat. Keempat, pengertian dan makna gaya hidup New Normal dewasa ini harus diperkaya dengan makna pelayanan kesehatan sejalan dengan budaya masyarakat yang lebih mengutamakan pelayanan kesehatan masyarakat daripada pelayanan kesehatan kepribadian

    Agama dan Penanggulangan Kemiskinan: Studi Kasus Masyarakat Pesisir di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan

    Full text link
    This paper focuses on examining the role of religion in improving the work ethic of fishing communities in Takalar Regency. The approach used in this research is the Socio-theological Approach (Social monotheism). The social theological approach is a method or method used to link the sociological level of religious or divine society in order to analyze and reveal data on the reality under study. The data acquisition technique is to use data collection methods in the form of observation, interviews and documentation. The results of this study indicate that religion (Islam) plays a role in building work ethic. Poverty can make a person disbelieve in his Lord. Islam teaches its adherents to share with those who are entitled in terms of the theological concept of zakat as poverty alleviation and as a means of realizing social welfare. Islam does not close the space for its adherents to achieve economic prosperity. The framework of monotheism in Islamic teachings has outlined social involvement for its followers to always care and help others.Paper ini fokus mengkaji peran agama dalam meningkatkan etos kerja masyarakat nelayan di Kabupaten Takalar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pendekatan Sosio-teologis (tauhid Sosial). Pendekatan teologi sosial merupakan suatu cara atau metode yang dilakukan untuk mengaitkan tingkat keberagamaan atau kebertuhanan masyarakat secara sosiologi guna menganalisa dan mengungkap data-data pada realitas yang diteliti. Adapun tekhnik perolehan data adalah dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa  observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa agama (Islam) berperan dalam membangun etos kerja. Kemiskinan bisa menjadikan seseorang kafir kepada Tuhannya. Islam mengajarkan kepada penganutnya untuk membagi kepada yang berhak dalam hal terkait konsep teologi zakat sebagai penanggulangan kemiskinan dan menjadi sarana mewujudkan kesejahteraan sosial. Islam tidak menutup ruang kepada penganutnya untuk mencapai kesejahteraan secara ekonomi. Kerangka tauhid dalam ajaran Islam telah menggariskan keterlibatan secara sosial kepada para pengikutnya untuk senantiasa peduli dan membantu sesame

    Sebuah Pemikiran Sosial Profetik Kuntowijoyo dan Paradigma Teologis dalam Islam

    Full text link
    This article illustrates the stagnation of classical theology and the possibility of constructing prophetic Islamic theology with the social prophetics foundation is built by Kuntowijoyo. The stagnation of classical theology is the main reason for the importance of developing scientific theories, especially social prophetics to answer the problems faced by Muslims. The Kuntowijoyoan Social Prophetics as the conceptual foundation has a humanization, liberation and transcendence orientation. The aiming of this article is to review the philosophical foundations of social prophetics that have a very deep philosophical foundation ranging from philosophy, theology and classical Sufism in Islam as the Indonesian Muslim intellectual ideology todayArtikel ini menggambarkan stagnansi teologi klasik dan posibilitas konstruksi teologi Islam profetik dengan landasan ilmu sosial profetik yang dibangun Kuntowijoyo. Stagnansi teologi klasik menjadi alasan utama pentingnya pengembangan teori-teori keilmuan khususnya ilmu sosial profetik untuk menjawab problem yang dihadapi ummat Islam. Revolusi pembelajaran teologi Islam menjadikan ilmu sosial profetik Kuntowijoyo sebagai landasan konseptual. Ilmu sosial profetik memiliki orientasi humanisasi, liberasi dan transendensi. Fokus artikel ini adalah mengulas landasan filosofis ilmu sosial profetik yang memiliki fondasi filosofis yang sangat mendalam mulai dari filsafat, teologi dan tasawuf klasik dalam Islam hingga gagasan-gagasan para intelektual Muslim Indonesia dewasa ini

    342

    full texts

    388

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Al-Ulum
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇