Al-Ulum
Not a member yet
388 research outputs found
Sort by
Pengertian Radikalisme dalam Konteks Politik dan Implikasinya dalam Persatuan NKRI
This paper focuses on the emergence of nuanced political radicalism in various official forums and social media, which are believed to have implications for the integrity of the Unitary Republic of Indonesia. This research is qualitative with a literature review. The literature review is under discussion by looking for references related to issues and acts of radicalism that threaten national unity. The data analysis collects various references related to the discussion carried out and examines them from several references. This research finds that the issues and actions that occur in Indonesia are not new because of the existence of groups that are not in line with the government\u27s thinking so that in political nuances, this becomes a very urgent matter. The state considers this problem to have implications for the existence of the current ruler. At the same time, radicalism has been increasingly heard since the digital era, where all citizens, who practice and sympathize with others, will all be channeled through the internet so that issues of radicalism and the power of unity can be found through internet access.Paper ini fokus pada kemunculan radikalisme bernuansa politik di berbagai forum resmi dan media sosial yang diyakini berimplikasi pada keutuhan NKRI. Penelitian ini adalah kualitatif dengan kajian literatur. Literatur yang dikaji sesuai dengan pembahasan dengan mencari referensi terkait dengan isu dan tindakan radikalisme yang mengancam persatuan bangsa. Analisis data yang dilakukan adalah mengumpulkan berbagai referensi terkait dengan pembahasan yang dilakukan dan menelaahnya dari beberapa referensi. Penelitian ini menemukan bahwa isu dan aksi yang terjadi di Indonesia bukanlah hal baru karena adanya keberadaan kelompok-kelompok yang tidak sejalan dengan pemikiran pemerintah sehingga dalam nuansa politik ini menjadi suatu hal yang sangat mendesak. Negara menganggap masalah ini berimplikasi pada keberadaan penguasa saat ini. Pada saat yang sama, radikalisme semakin terdengar sejak era digital, di mana semua warga negara, yang berlatih dan bersimpati kepada sesama, semuanya akan tersalurkan melalui internet sehingga isu radikalisme dan kekuatan persatuan dapat ditemukan melalui akses internet
“Habonaron Do Bona”: Falsafah Nilai Masyarakat Simalungun dan Inspirasi Bagi Pendidikan anti Korupsi Di Indonesia
The writing aims to reveal the wealth of values in the philosophy of habonaron do bona and find inspiration for anti-corruption education in Indonesia. In order to approach this problem, the research uses Max Scheler\u27s axiological thinking as the primary reference. The study took data through interviews with Simalungun community leaders in the Seribu Dolok area, Simalungun Regency. The collected data were analyzed using philosophical hermeneutics: vertehen, translation, and interpretation. The interpretation movement uses Paul Recouer\u27s hermeneutic circle pattern. The results of data analysis show that habonaron do bona has primary values that are structured like the structure of Max Scheler\u27s values. Habonaron do Bona, both related to primary values and values education patterns, can be implemented for anti-corruption education in Indonesia.Penulisan bertujuan untuk mengungkapkan kekayaan nilai pada falsafah habonaron do bona dan menemukan inspirasi bagi pendidikan anti korupsi di Indonesia. Guna mendekati masalah ini penelitian menggunakan pemikiran aksiologi Max Scheler sebagai acuan pokok. Penelitian mengambil data lewat wawancara dengan tokoh-toloh masyarakat Simalungun yang berdiam di wilayah Seribu Dolok, Kabupaten Simalungun. Data yang terkumpul dianalisa dengan menggunakan hermeneutika falsafati: vertehen, terjemahan dan interpretasi. Gerak interpretasi menggunakan pola lingkaran hermeneutika Paul Recouer. Hasil analisa data menunjukkan bahwa habonaron do bona memiliki nilai-nilai primer yang terstruktur menyerupai pengstrukturan nilai Max Scheler. Habonaron do Bona, baik berkaitan dengan nilai-nilai primer maupun pola pendidikan nilai dapat diimplementasikan bagi pendidikan anti korupsi di Indoensia.
Kepemimpinan Politik Kalangan Minoritas Agama : Kajian terhadap Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Misbah tentang Presiden Non-Muslim
This article focuses on the study of non-Muslim leadership, which is mentioned in several verses in the Qur\u27an and often triggers debates in the public sphere, especially at the moment of electoral politics in Indonesia. Because the discussion about this often uses verses from the Qur\u27an as justification, it is interesting to examine the views of the commentators in Indonesia, which is focused on Surah Al-Maidah verse 51. To explore the views of the two commentators, this study uses library research by comparing (comparative analysis) between Tafsir Al-Azhar and Tafsir Al-Misbah. The study of the opinions of the two commentators finds out that the political positions of non-Muslims as leaders for Muslims have two different views. First, not. Second, the prohibition is to make non-Muslims as auliya\u27 then Shihab explains the position of non-Muslims in three parts, one of which is that a non-Muslim who lives in peace with Muslims has the same rights and obligations as Muslims, as well as the right to be a leader. Artilel ini fokus pada kajian tentang kepemimpinan non-Muslim yang disinggung di beberapa ayat dalam Al-Qur’an, dan sering memicu perdebatan di ruang publik terutama pada momen politik elektoral di Indonesia. Karena perdebatan tentang hal tersebut sering menyertakan ayat al-Qur’an sebagai justifikasi, maka menarik apabila dikaji pandangan para mufassir di Indonesia yang difokuskan pada surah Al-Maidah ayat 51. Untuk mengkaji pandangan kedua mufassir tersebut kajian ini menggunakan riset kepustakaan dengan cara membandingkan (analisis komparatif) antara Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Misbah. Kajian terhadap pandangan kedua mufassir tersebut ditemukan bahwa posisi politik kalangan non-muslim sebagai pemimpin bagi kalangan Muslim terdapat dua pandangan yang berbeda. Pertama, secara mutlak tidak boleh. Kedua, larangan tersebut adalah menjadikan non-muslim sebagai auliya’ kemudian Shihab menjelaskan posisi non-muslim pada tiga bagian, satu diantaranya adalah seorang non-muslim yang hidup damai dengan muslim memiliki hak dan kewajiban sama dengan muslim, begitu juga hak menjadi pemimpin
Fenomena Hijrah di Universitas Indonesia: Analisis Multidimensi Nilai Agama Moderat
This article explored the phenomenon of hijrah among students at several universities in Indonesia. The data used was obtained through observation, interviews, and documentation studies. The findings found two conditions in the religious community that developed within the university. First, uncontrolled religious communities, such as the salaf community (hijrah), were affiliated with radical Islam, Salafi, Wahabi, and Muslim Brotherhood. They were not controlled to moderate religion, breaking unity and peace, like the salaf community. Second, the government could control society because it has a hierarchical line, such as student organizations. This article recommends a thorough study of the phenomenon of hijrah, which has recently become prominent not to deviate from the basic principles of hijrah itself as part of the overall practice of Islamic teachings (kaffah).Artikel ini mengupas fenomena hijrah di kalangan mahasiswa di beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Data yang digunakan diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Temuan menemukan dua kondisi dalam komunitas keagamaan yang berkembang di lingkungan universitas. Pertama, komunitas agama yang tidak terkendali, seperti komunitas salaf (hijrah), berafiliasi dengan Islam radikal, Salafi, Wahabi, dan Ikhwanul Muslimin. Mereka tidak dikendalikan untuk memoderasi agama, merusak persatuan dan perdamaian, seperti komunitas salaf. Kedua, pemerintah dapat mengontrol masyarakat karena memiliki garis hierarkis, seperti organisasi kemahasiswaan. Artikel ini merekomendasikan kajian mendalam terhadap fenomena hijrah yang akhir-akhir ini mengemuka agar tidak menyimpang dari prinsip dasar hijrah itu sendiri sebagai bagian dari keseluruhan pengamalan ajaran Islam (kaffah)
Dampak Pengajian Tastafi terhadap Perkembangan Aspek Psikoreligius Masyarakat Langsa
This research learns the level of Tastafi\u27s recitation activities on changes in psycho-religious aspects of Langsa City community. The objective determines the community\u27s motivation to participate in Tastafi\u27s recitation activities and their impacts on development and changes in their psycho-religious aspects. The methodology combines between qualitative and quantitative approaches. The qualitative approach uses theory of religiously psychological, monistic and faculty. As for the quantitative approach use percentage theory and Pearson\u27s product-moment. Data collection uses questionnaires, observations, and documentation techniques. The research subjects were 30 Langsa City residents as members of the Tastafi recitation. It was found that there was a significant change from the psycho-religious aspect. The Tastafi arrival changes the Langsa City people\u27s behavior, such as increasing worship activities, religious spirit, knowledge practice, and spiritual values in daily life. The routine level in these Tastafi recitation activities is very high, up to 50% (15 people). Furthermore, the change in psycho-religious aspects after attending the recitation is 60% (18 people). The Pearson\u27s product-moment calculation prove that the significance and correlation are positive (perfect) with a rxy value of 0.798.Penelitian ini mempelajari tingkat aktifitas pengajian Tastafi terhadap perubahan aspek psiko-religius masyarakat Kota Langsa. Tujuannya untuk mengetahui motivasi masyarakat mengikuti kegiatan pengajian Tastafi dan dampaknya terhadap perkembangan dan perubahan aspek psiko-religius mereka. Metodologinya menggabungkan antara pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif menggunakan teori psikologi religi, monistik, dan fakulti. Sedangkan untuk pendekatan kuantitatif menggunakan teori persentase dan product-moment Pearson. Pengumpulan data menggunakan teknik angket, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah 30 warga Kota Langsa sebagai anggota pengajian Tastafi. Ditemukan bahwa ada perubahan yang signifikan dari aspek psiko-religius. Kedatangan Tastafi mengubah perilaku masyarakat Kota Langsa, seperti meningkatkan aktivitas ibadah, semangat keagamaan, pengamalan ilmu, dan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Tingkat rutinitas dalam kegiatan pengajian Tastafi sangat tinggi, hingga 50% (15 orang). Selanjutnya perubahan aspek psikoreligius setelah mengikuti pengajian adalah 60% (18 orang). Perhitungan product-moment Pearson membuktikan bahwa signifikansi dan korelasinya positif (sempurna) dengan nilai rxy sebesar 0,798
Manajemen Akat Maal di Kota Makassar : Telaah atas Upaya Produktivitas Zakat
This article aims to determine the Urgency of BAZNAS Institution Management, To find out the management of Muztahik criteria determination in getting Zakat Maal, To find out the service system of BAZNAS officers, To find out the management of Maal Zakat management in productivity in Makassar City, To find out the management of Muztahik empowerment in improving their welfare, and To determine the productivity of Zakat Maal in improving the welfare of Muztahik in Makassar City. Data analysis technique used In analyzing the data the method used is a descriptive qualitative. Research Results Show Makassar City Baznas Institution is considered important in managing zakat maal but it has not been given maximum attention by the Makassar city government and the existing Service System in Makassar City Baznas has increased from year to year only to the extent of the institution of Baznas Not until UPZ (Zakat Collecting Unit) which is spread in several districts of Makassar cityArtikel ini bertujuan Untuk mengetahui Urgensi Manajemen Lembaga BAZNAS, Untuk mengetahui manajemen penetapan kriteria Muztahik dalam mendapatkan Zakat maal, Untuk mengetahui sistem pelayanan petugas BAZNAS,Untuk mengetahui manajemen pengelolaan Zakat maal dalam produktivitas di Kota Makassar,Untuk mengetahui manajemen pemberdayaan Muztahik dalam meningkatkan kesejahteraannya, dan Untuk mengetahui produktivitas Zakat maal dalam meningkatkan kesejahteraan Muztahik di Kota Makassar.Tehnik analisis data yang digunakan Dalam menganalisis data metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian Menunjukkan Lembaga Baznas Kota Makassar dianggap penting keberadaanya dalam mengelola zakat maal tetapi belum dperhatikan secara maksimal oleh pemerintah kota Makassar serta Sistem Pelayanan yang ada di Baznas Kota Makassar sudah ada peningkatan dari Tahun ke tahun hanya sampai batas dilembaga Baznas Belum sampai ke UPZ (Unit Pengumpul Zakat) yang tersebar dibeberapa kecamatan kota Makassar
The Concept of "Mabbalu Nabi" Among Traders of Bugis Bone: : an Analysis of The Motives and Its Relevance to The Principles of The Prophet\u27s Trade
Bugis Bone traders have a term known as "mabbalu\u27 nabi." The term meaning is identified with "mabbalu’ nabi” because the goods are sold at a capital price or even below, then the term "mabbalu\u27 prophet" is a term of sale and purchase that does not include concern profit (profit). Such a concept of buying and selling is irrelevant to the motives of buying and selling in economics. This problem has never been investigated by researchers before. This study is the first study to examine the conception, motives, implementation, and relevance of the term "mabbalu’ nabi” version of the Bugis Bone merchants with the Prophet\u27s trade principles. The results showed that the conceptions and motives of the "mabbalu’ nabi” by Bugis Bone traders varied. Some were in line, and some were out of the Prophet Saw\u27s trading principles consistent professional trader who did not confuse business affairs with afterlife affairs.Pedagang Bugis Bone memiliki istilah yang dikenal dengan “mabbalu’ nabi”. Istilah tersebut maknanya diidentikan dengan "mabbalu\u27 rugi" karena barang dijual dengan harga modal atau bahkan dibawahnya, maka istilah "mabbalu\u27 nabi" merupakan istilah jual beli yang tidak mementingkan keuntungan (laba). Konsepsi jual beli seperti itu tidak relevan dengan motif jual beli dalam ilmu ekonomi. Masalah ini belum pernah diteliti oleh peneliti sebelumnya. Penelitian ini merupakan penelitian pertama yang mengkaji tentang konsepsi, motif, implemenntasi, dan relevansi istilah “mabbalu’ nabi” versi pedagang Bugis Bone dengan prinsip-prinsip perdagangan Nabi Saw. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsepsi dan motif dilakukannya “mabbalu’ nabi” oleh pedagang Bugis Bone bervariasi, ada yang sejalan dan ada pula yang keluar dari prinsip-prinsip perdagangan Nabi Saw sebagai pedagang profesional yang konsisten tidak mencampuradukkan urusan bisnis dengan urusan akhirat
Tradisi Beati di Kabupaten Gorontalo Utara : (Studi Etnografi terhadap Prosesi dan Makna Verbal Tuja\u27i )
This paper focuses on the stages of implementing the beati tradition in North Gorontalo District communities and explains the content of the verbal meaning of tuja\u27i. The research method used is descriptive-analytic research with an ethnographic study approach. This paper aims to analyze the cultural elements in the tradition of the procession, manner and behavior, and verbal language. This study found that the poetic verbal meaning of tuja\u27i contains directions, praise, advice, and advice, leading a girl to become a complete Muslim by a) pledging to carry out religious orders on al-arkan al-tsalatsah, as well as customary rules based on sharia b) obeying parents, making them happy and maintaining the right name of the family, c) maintaining the purity of oneself both physically and mentally which is marked by noble morals d) Avoiding lousy temperament.Paper ini fokus pada tahapan pelaksanaan tradisi beati pada masyarakat di Kabupaten Gorontalo Utara, dan menjelaskan kandungan makna verbal tuja\u27i. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan studi etnografi . Tujuan tulisan ini menganalisis unsur-unsur kebudayaan dalam tradisi beati/pembeatan pada prosesi, cara dan perilaku serta bahasa verbal. Penelitian ini menemukan bahwa makna verbal tuja\u27i yang puitis berisi arahan, pujian nasihat dan petuah, mengantarkan seorang gadis agar menjadi muslimah yang seutuhnya dengan : a) berikrar menjalankan perintah agama pada al-arkan al-tsalatsah, serta aturan adat berlandaskan syariat b) taat kepada orangtua, membahagiakannya serta menjaga nama baik keluarga, c) menjaga kesucian diri baik lahir/batin yang ditandai dengan akhlak mulia d) Menjauhi perangai buruk
Integrasi Kearifan Budaya Bugis: Malebbi Warekkadanna Makkiade Ampena dalam Membangun Jiwa Agama Mahasiswa di IAIN Parepare
This study focuses on integrating Bugis culture malebbi warekkadanna makkiade ampena in building the religious spirit of students. This qualitative research with sociological, anthropological, and religious approaches was applied using in-depth interviews, observation, and documentation at IAIN Parepare. The results showed that the religious studies at IAIN Parepare as an extra activity apart from lectures could manifest the personality of having intelligence, depth of knowledge, and religious spirit as a student with good moral character. The integration of Bugis culture malebbi warekkadanna makkiade ampena with the religious studies transforms students into educated human beings with good moral character, loves religion and culture in the context of being able to speak and act politely.Kajian ini fokus pada integrasi budaya Bugis malebbi warekkadanna makkiade ampena dalam membangun jiwa agama mahasiswa. Penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiologis, antropologis dan religious diterapkan dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumntasi di IAIN Parepare. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pengkajian keagamaan di IAIN Parepare sebagai kegiatan ekstra selain dari perkuliahan dapat mewujudkan kepribadian memiliki kecerdasan, kedalaman ilmu dan jiwa agama sebagai mahasiswa berakhlakul karimah. Integrasi budaya Bugis malebbi warekkadanna makkiade ampena dengan pengkajian keagamaan mentrasformasi mahasiswa menjadi manusia terdidik berakhlakul karimah, mencintai agama dan budaya dalam konteks mampu bertutur dan bertindak dengan sopan santun
Pengembangan Berbasis Budaya Untuk Keberlanjutan UKM: Industri dan Manajemen Warisan Pusaka di Indonesia dan Brunei Darussalam
This paper focus on the Culture-Led Development (CLD) role on the exploration of industrial and personal heritage management that encourages the development of SMEs as it has been implemented in Indonesia and Brunei Darussalam. This qualitative research with an antrophology approach was conducted with semi-structured interviews beside the observation and documentation involving 13 SMEs entrepreneurs, who have produced traditional or handicraft items, in 2018. The empirical data was used to illustrate the implementation of culture in business development. The term heritage has been identical with the sustainability of SMEs. The CLD helps change the entrepreneurs\u27 way of thinking as it promotes innovative products that are environmentally friendly and are able to elevate cultural values and tradition. This research finds that culture and heritage-based management have strong implications for the SMEs development.Paper ini fokus pada peran Culture-Led Development (CLD) dalam rangka mendorong pengembangan UKM di Indonesia dan Brunei Darussalam. Penelitian kualitatif dengan pendekatan antropology diterapkan dengan menggunakan wawancara semi terstruktur, observasi dan dokumentasi terhadap 13 pengusaha UKM yang memproduksi barang kerajinan tradisional, pada tahun 2018. Data empiris mengilustrasikan implementasi budaya pada pengembangan bisnis. Term warisan pusaka identik dengan keberlanjutan UKM. Culture-Led Development (CLD) membantu mengubah pola pikir pengusaha untuk lebih inovatif memproduksi barang ramah lingkungan untuk mengangkat nilai-nilai budaya dan tradisi. Penelitian ini menemukan bahwa budaya dan manajemen berbasis warisan pusaka memiliki pengaruh yang kuat bagi pengembangan UKM