Al-Ulum
Not a member yet
388 research outputs found
Sort by
Transformation of Religious Moderation and Islamic Law: Reflections on Siri\u27 Na Pesse Culture in Bugis Community
This study discusses the transformation of religious moderation and Islamic law: a reflection of siri’ na pesse culture in Bugis community. The research methodology is qualitative, descriptive analytical, normative theological approach, normative juridical and formal, socio-anthropological, data analysis with religious moderation, al-urf and maqasid al-syariah theory in Islamic law. The research results show that siri’ na pesse is constructed with various pappaseng which function as advice and benchmarks in Bugis community to strengthen solidarity, unity, create harmony, order, peace and peace in community life. Religious moderation and Islamic law are one unit to maintain human harmony, foster love through siri’ na pesse as an inner bond, thoughts, and foster hearts to forgive each other, be full of understanding, eliminate hatred, violence, radicalism, extremism, and terrorism in good human relations.This study discusses the transformation of religious moderation and Islamic law: a reflection of siri’ na pesse culture in Bugis community. The research methodology is qualitative, descriptive analytical, normative theological approach, normative juridical and formal, socio-anthropological, data analysis with religious moderation, al-urf and maqasid al-syariah theory in Islamic law. The research results show that siri’ na pesse is constructed with various pappaseng which function as advice and benchmarks in Bugis community to strengthen solidarity, unity, create harmony, order, peace and peace in community life. Religious moderation and Islamic law are one unit to maintain human harmony, foster love through siri’ na pesse as an inner bond, thoughts, and foster hearts to forgive each other, be full of understanding, eliminate hatred, violence, radicalism, extremism, and terrorism in good human relations
Rekonstruksi Hadanah dengan Konsep Shared Parenting di Pengadilan Agama
This study aims to introduce the concept of shared parenting as a solution to child custody disputes in religious courts. This research is a normative legal research, by analyzing the decision of Tarempa Religious Court Number 27/Pdt.G/2023/PA.Trp, the decision of Tarakan Religious Court Number 408/Pdt.G/2019/PA. Tar, and decision of Syar\u27iyah Kualasimpang Court Number 50/Pdt.G/2021/MS.Ksg. The results of this study show that the concept of shared parenting is one of the right choices to resolve child custody cases, this pattern is taken to break up situations when both parents fight each other for the right to hadanah. With this concept of co-parenting, it is hoped that after divorce, the relationship between parents and children will continue to be good and harmonious. The implementation of the concept of shared parenting in disputes in religious courts can be found in two products, namely rulings and peace deeds. The peace deed is also in the form of a ruling, but more specifically related to the legitimacy of the peace agreement that occurs in the mediation process, both within the court and outside the court.Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep shared parenting sebagai solusi sengketa hak asuh anak di pengadilan agama. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, dengan menganalisis putusan Pengadilan Agama Tarempa Nomor 27/Pdt.G/2023/PA.Trp, Putusan Pengadilan Agama Tarakan Nomor 408/Pdt.G/2019/PA. Tar, dan putusan Mahkamah Syar\u27iyah Kualasimpang Nomor 50/Pdt.G/2021/MS.Ksg. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep shared parenting merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk menyelesaikan kasus hak asuh anak, pola ini diambil untuk melerai situasi dimana kedua orang tua saling berebut hak hadanah. Dengan konsep co-parenting ini, diharapkan pasca perceraian, hubungan orang tua dan anak tetap baik dan harmonis. Implementasi konsep parenting bersama dalam perselisihan di pengadilan agama terdapat dalam dua produk, yaitu putusan dan akta perdamaian. Akta perdamaian juga berbentuk putusan, namun lebih khusus lagi berkaitan dengan sah atau tidaknya perjanjian perdamaian yang terjadi dalam proses mediasi, baik di dalam pengadilan maupun di luar pengadilan
Unlocking Tolerance in a Diversity through Hadith: : A Lesson-Learned from Manado, a City of a Thousand Churches
Tolerance among religious adherents in Indonesia as a plural state is necessary. Therefore, this current research aims at seeking religious tolerance among people in Manado, classifying and analyzing the implementation of hadith on religious tolerance in the city of a thousand churches. This research is qualitative descriptive research using the social-phenomenon approach. Primary and secondary data were collected through a literature review supported by empirical research. Empirical research data were collected through interviews and observation. Data were analyzed descriptively using an interactive model of Miles and Huberman, which covers data collection, data reduction, data display, data verification, and conclusion. This research shows that hadith related to tolerance in diversity are classified into five categories, i.e., giving and taking gifts or food to and from non-Muslims, trading interaction with non-Muslims, non-Muslim allowance praying at the mosque, respecting non-Muslims\u27 corpses, and eating allowance with non-Muslims containers. Among those five categories, the only third category is not shown explicitly in the daily life of Manado people. It could be caused by the church\u27s numbers quantitatively in Manado being more than the mosque numbers. The hadith implementation for tolerance indicates that the diversity of the Manado people does not always affiliate with the act of intolerance. Moreover, tolerance acts among \u27different\u27 people are commonly found in their daily life. It can be easily found during a public religious celebration, e.g., Ramadhan month, Idul Fitri, Christmas day, new year, and other religious ceremonies.Toleransi antar umat beragama di Indonesia sebagai negara plural adalah merupakan suatu keniscayaan. Dengan demikian, penelitian in bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran toleransi keberagaman di Manado dan mengklasifikasi serta menganalisis implementasi hadith tentang toleransi keberagaman di kota seribu gereja. Penelitian lini adalah penelitian kualitatif deskriptif menggunakan pendekatan fenomena sosial. Data primer dan sekunder dikumpulkan melalui penelitian kepustakaan ditunjang dengan penelitian empirik. Data penelitian empirik diperoleh melalui wawancara dan observasi. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Analisis data menggunakan model tersebut meliputi; pengumpulan data, reduksi data, menampilkan data, verifikasi data verification, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat lima hadith terkait toleransi dalam keberagaman. Kelima kategorisasi tersebut meliputi; memberi dan menerima hadian atau makanan kepada dan dari non-Muslims, interaksi perdagangan atau jual-beli dengan non-Muslims, bolehnya non-Muslim melaksanakan ibadah di masjid, menghormati jenazah non-Muslims, dan memakan makanan menggunakan wadah makanan non-Muslims. Dari lima kategorisasi tersebut, kategori ketiga tampak belum dilakukan di kalangan masyarakat Manado. Hal ini bisa jadi disebabkan karena jumlah gereja di kota tersebut jauh lebih banyak daripada jumlah masjid. Implementasi hadith toleransi tersebut mengindikasikan bahwa keragaman masyarakat Manado tidak selalu berakhir pada tindakan intoleran, akan tetapi justru malah sebaliknya. Toleransi antar masyarakat kota Manado umumnya dapat dilihat dengan mudah dalam kesehariannya, apalagi jika terdapat seremoni keagamaan, seperti aktivitas keagamaan di bulan ramadhan, Idul Fitri, natal, tahun baru, imlek, dan perayaan-perayaan keagamaan lainnya
Transformation of Family Support in Islamic Marriage in the Contemporary Era: A Critical Analysis of Sanad Hadith.
This study aims to explore and analyze the transformation of the concept of family support in the context of Islamic marriage in the contemporary era. This research method includes analysis of hadith documents, interviews, and surveys to acquire a comprehensive understanding of the changes and dynamics that have occurred. The results show that this transformation includes shifts in values, gender roles, and economic demands that influence the view and implementation of family livelihoods. These challenges include economic equality between husband and wife, changes in traditional roles in the family, and adaptation to changes in the social environment. On the other hand, there are opportunities to strengthen gender equality values, increase understanding of the concept of livelihood, and develop more inclusive financial strategies. The implications of this research contribute to further understanding of how Islamic marriage adapts to changing times, as well as providing a basis for developing practical guidelines for husband-and-wife couples in managing family support in the contemporary era. This understanding can provide a more holistic and relevant view of the role of income in Islamic marriage amidst the dynamics of contemporary society.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis transformasi konsep nafkah keluarga dalam konteks perkawinan Islam di era kekinian. Metode penelitian ini melibatkan analisis dokumen kitab-kitab hadis, wawancara, dan survei untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang perubahan dan dinamika yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi ini mencakup pergeseran nilai, peran gender, dan tuntutan ekonomi yang memengaruhi pandangan dan implementasi nafkah keluarga. Tantangan tersebut mencakup kesenjangan ekonomi antara suami dan istri, perubahan peran tradisional dalam keluarga, dan adaptasi terhadap perubahan lingkungan sosial. Di sisi lain, terdapat peluang untuk memperkuat nilai-nilai kesetaraan gender, meningkatkan pemahaman terhadap konsep nafkah, dan mengembangkan strategi keuangan yang lebih inklusif. Implikasi dari penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana perkawinan Islam menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, serta memberikan dasar untuk pengembangan pedoman praktis bagi pasangan suami-istri dalam mengelola nafkah keluarga di era kekinian. Pemahaman ini diharapkan dapat memberikan pandangan yang lebih holistik dan relevan terhadap peran nafkah dalam perkawinan Islam di tengah dinamika masyarakat kontemporer
Rekonstruksi Marjinalisasi Kaum Perempuan Pada Tradisi Khatam Qur’an
The focus of this paper is to explore how the tradition of khatam Qur’an for women is the entry point for empowerment. The research was conducted using a qualitative approach, collecting data through in-depth interviews with four female research participants and observing their family life. The results of the research show that the tradition of khatam Qur\u27an has opened up opportunities for women’s freedom. In the first generation, women were still cooped up, illiterate and shy, in the second generation, opportunities for freedom were given with the excuse of leaving the house to learn the Qur’an reading. In the third generation, women are equal to men in education to obtain public roles. However, they cannot let go of their domestic role. In the end, women have a dual role. This study concludes that ongoing empowerment efforts have reconstructed the marginalization of women.Fokus tulisan ini adalah mengeksplorasi bagaimana tradisi khatam Qur’an dikhususkan kepada kaum perempuan menjadi pintu masuk pemberdayaan dan pembebasan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif, pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan empat perempuan partisipan penelitian, sekaligus mengamati kehidupan keluarga mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi khatam Qur’an telah membuka peluang kebebasan bagi kaum perempuan. Pada generasi pertama, kaum perempuan masih terkungkung, buta huruf dan pemalu, pada generasi kedua, peluang kebebasan diberikan dengan alasan keluar rumah untuk belajar mengaji. Pada generasi ketiga, kaum perempuan sudah setara dengan kaum laki-laki mengenyam pendidikan hingga memperoleh peran-peran publik. Meski demikian, mereka tidak bisa melepaskan peran domestiknya. Pada akhirnya kaum perempuan menanggung peran ganda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya pemberdayaan yang berlangsung telah merekonstruksi marjinalisasi kaum perempuan
Model Pembelajaran Digital Berbasis Riset di Perguruan Tinggi
This study aims to determine the transition from conventional learning to digital learning. The research method is Research and Development carried out at IAIN Parepare. The research stages start from FGD, product design, expert validation, product testing, verification, publication and implementation. This research shows that research-based digital learning is very important and must be implemented. Research-based digital learning utilizes digital features in creating content, research as a strategy in implementing learning. The results of the research are made up of content as teaching materials, then setting the evaluation system in the form of assessment tools. Digital collaboration and research in learning can accommodate student learning styles that are independent, thorough, inquiry, problem solving, contextual, authentic, and collaborativePenelitian ini bertujuan untuk mengetahui transisi dari pembelajaran konvensional ke pembelajaran digital. Metode penelitian adalah Research and Development yang dilaksanakan di IAIN Parepare. Tahapan penelitian dimulai dari FGD, desain produk, validasi ahli, pengujian produk, verifikasi, publikasi dan implementasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran digital berbasis penelitian sangat penting dan harus dilaksanakan. Pembelajaran digital berbasis penelitian memanfaatkan fitur digital dalam membuat konten, penelitian sebagai strategi dalam melaksanakan pembelajaran. Hasil penelitian berupa konten sebagai bahan ajar, kemudian ditetapkan sistem evaluasi berupa perangkat penilaian. Kolaborasi dan riset digital dalam pembelajaran dapat mengakomodasi gaya belajar siswa yang mandiri, teliti, inkuiri, pemecahan masalah, kontekstual, autentik, dan kolaborati
Memahami Dampak Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi Terhadap Hasil Belajar Islam Santri di Era Digital
This article discusses the impact of information and communication technology on student learning outcomes, in which the influence of information technology cannot be avoided in students\u27 lives. The study in this research is qualitative by using the literature method. Literature is taken from books, journals and others related to technological issues and student learning outcomes in the information age. The data obtained were analyzed and searched according to the problems in this study. The results of the study show that learning that utilizes digital applications can improve student learning outcomes. Because, the information technology used by students can broaden the scientific treasures of students to obtain information as desired by students from the subject matter taught by the teacher.Artikel ini membahas tentang dampak teknologi informasi dan komunikasi terhadap hasil belajar siswa, yang mana pengaruh teknologi informasi tidak dapat dielakkan pada kehidupan siswa. Kajian dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode literatur. Literatur diambil dari buku, jurnal dan lainnya yang berkaitan dengan masalah teknologi dan hasil belajar siswa di era informasi. Data yang diperoleh dianalisis dan dicari sesuai permasalahan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran yang memanfaatkan aplikasi digital dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Karena, teknologi informasi yang digunakan oleh siswa dapat memperluas khazanah keilmuan siswa untuk mendapatkan informasi sesuai yang diinginkan oleh siswa dari materi pelajaran yang diajarkan oleh guru
Peran Kepemimpinan Sumber Daya Manusia Islam di Perguruan Tinggi Dalam Meningkatkan Produktivitas Pelayanan Akademik
The study in this research is to find out more about the role of Islamic Human Resources in high-level leadership to increase the productivity of academic services. The research method used is qualitative with the literature method. The literature taken comes from journals, books and other literature that is closely related to Human Resources in improving higher education. The results of the study show that Human Resources in the field of education are functional competencies possessed by educational staff in carrying out their duties which are required to actualize their abilities, both intellectual and physical abilities, in an integrated manner.Kajian dalam penelitian ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang peran Sumber Daya Manusia Islami dalam kepemimpinan di level tinggi untuk meningkatkan produktivitas pelayanan akademik. Metode penelitian yang dilakukan adalah kualitatif dengan metode literatur. Literature yang diambil berasal dari jurnal, buku dan literatur lainnya yang berkaitan erat dengan Sumber Daya Manusia dalam meningkatkan perguruan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sumber Daya Manusia di bidang pendidikan merupakan kompetensi fungsional yang dimiliki oleh tenaga kependidikan dalam menjalankan tugasnya yang dituntut untuk mengaktualisasikan kemampuannya, baik daya pikir maupun daya fisik, secara terpadu
Pembentukan Karakter Mandiri Siswa Melalui Sistim Boarding School Di Man Insan Cendikia Bengkulu Tengah
This research aims to determine the implementation of activities, related factors and what effective models can be applied in forming the independent character of students in the boarding school education system in Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia, Central Bengkulu. The research method used by researchers is to describe the data obtained in the form of documents or qualitative writings. In this study, researchers became a key factor in obtaining data qualitative so that the data obtained can be accounted for methodologically in order to obtain data. Researchers make students, teachers and boarding supervisors a source of data. The results showed that an effective model in character building in Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia Bengkulu Tengah is an integration model correlational, connecting the knowledge, understanding and practice of the values of character obtained with social reality during societyPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan, faktor-faktor yang terkait dan model efektif apa yang dapat diterakan dalam rangka pembentukan karakter mandiri siswa pada sistem pendidikan boarding school di Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia Bengkulu Tengah. Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah dengan cara mendeskripsikan data yang telah diperoleh baik yang berupa dokumen atau tulisan-tulisan yang bersifat kualitatif, pada penelitian ini peneliti menjadi faktor kunci dalam memperoleh data secara kualitatif, sehingga data yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan secara metodologis, agar diperoleh data yang kuat maka peneliti menjadikan siswa, Guru dan Pembina Asrama sebagai sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang efektif dalam pembentukan karakter di Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia Bengkulu Tengah adalah model integrasi korelasional, yaitu menghubungkan pengetahuan, pemahaman dan pengamalan nilai-nilai karakter yang diperoleh dengan realitas sosial ditengah-tengah masyarakat
Peran Forum Pemerhati Galesong dalam Memperkuat Moderasi Beragama di Kabupaten Takalar
The focus of this article reveals the Galesong Observer Forum; this forum aims to instill cultural and religious values so that there is harmony and religious adherents to strengthen the harmony and moderation of religious people. This study uses an ethnographic and sociological approach: Data Collection and Analysis Techniques for participatory observation and visual documentation. This article finds that there are efforts to reduce the degeneration of local cultural values. In the traditional bureaucratic order, community leaders are role models, symbols of adat. Thus, all aspects of their life, behavior, and social relations reflect traditional institutions that have the authority to reduce the degeneration of local cultural understanding. In actualizing religious and cultural values to instill values of religious moderation, FPG acts as a forum for the formation of diversity based on religion and belief to increase harmony between religious communities and followers of religions and contribute to strengthening religious harmony and religious moderation. Fokus artikel ini mengungkapkan tentang Forum Pemerhati Galesong, forum ini bertujuan menanamkan nilai-nilai budaya dan agama sehingga terjalin kerukunan dan pemeluk agama untuk memperkuat kerukunan dan moderasi umat beragama. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi dan sosiologis: Teknik Pengumpulan dan Analisis Data untuk observasi partisipatif dan dokumentasi visual. Artikel ini menemukan terdapat upaya pengurangan degenerasi nilai-nilai budaya lokal. Dalam tatanan birokrasi tradisional, tokoh masyarakat adalah panutan, simbol adat. Dengan demikian, seluruh aspek kehidupan, perilaku, dan relasi sosial mereka mencerminkan institusi tradisional yang memiliki otoritas untuk mereduksi degenerasi pemahaman budaya lokal. Dalam mengaktualisasikan nilai-nilai agama dan budaya untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama, FPG berperan sebagai wadah pembentukan kebhinekaan berdasarkan agama dan kepercayaan untuk meningkatkan kerukunan antar umat beragama dan pemeluk agama serta berkontribusi dalam penguatan kerukunan beragama dan moderasi beragama