388 research outputs found

    Nuansa Fiqh Sosial KH. MA. Sahal Mahfudh

    Get PDF
    Most religious studies (read: how to conduct the fiqh) is dominated by the tendency of theory-centric. As a result, in the social context, the doctrine contained in the fiqhhas not often been seen in the direction of the practical forms of life. Therefore, in accordance with the nature and process of ijtihad, changes the perspective ofjurisprudence; hence, it becomes more realistic and dynamic, is possible and necessary. Thus, fiqh can be optimized and actualized as the values and behavior insocial life which continues to develop. According to the cleric Mahfud, there have to be spirit to change the paradigm of the paradigm on how to do the fiqh from "truthorthodoxy" towards paradigm of "social meaning," If the first deals with reality on truth and the character fiqh is "black and white" in facing the reality, the seconduses jurisprudence as a "counter discourses" and demonstrates a meaningful character.Selama ini kajian keagamaan (baca: cara berfiqh) didominasi oleh kecenderungan theosentris. Akibatnya, dalam konteks sosial, ajaran syari’at yang tertuang dalamfiqh, sering terlihat tidak searah dengan bentuk kehidupan yang praktis. Karena itu, sesuai dengan watak dan proses ijtihadnya, maka perubahan cara pandangterhadap fiqh sehingga menjadi lebih realistis dan dinamis, sangat dimungkinkan dan diperlukan. Dengan demikian, fiqh dapat dioptimalkan dan diaktualisasikansebagai tata nilai dan prilaku dalam kehidupan sosial yang terus berkembang. Menurut Kiai Sahal Mahfud, harus ada keberanian untuk merubah paradigmaberfiqh dari paradigma “kebenaran ortodoksi†menuju paradigma “pemaknaan sosial,†Jika yang pertama menundukkan realitas pada kebenaran fiqh sertaberwatak â€hitam putih†dalam mensikapi realitas, maka yang kedua menggunakan fiqih sebagai “counter discourses†serta memperlihatkan wataknya yangbernuansa

    The Reconstruction of Islamic Education in Indonesia Through MaqÄá¹£id Sharī‘ah of Jaseer Auda

    Get PDF
    Islamic education in Indonesia has a long history and started around the 13th century, but it faces many challenges.  The first of challenge is the existence of logocentrism and the second of the challenge is the school of centrism (mazdhab-centrism). Logocentrism and school of centrism (mazdhab-centrism)  in Islamic education has caused the rise of ghulat community and radicalism in Indonesia. For this reason, Islamic education as an implementation of maqÄá¹£id sharī‘ah should be reconstructed. Islamic education systems have to change its strategy and operational method.  It has to be open and inclusive to foreign resources of school environment as stated by Auda in maqÄá¹£id sharī‘ah. By implementing the thought of Auda’s maqÄá¹£id sharī‘ah in the Islamic education in Indonesia, it is expected that the competent, broad-minded, humanistic, tolerant, and democratic Muslim communities can be realized.  Besides that, the reconstruction of Islamic education can give information to the society that Islam is not as rigid as radicalism claims, but Islam provides a lot of alternatives in solving the present problems.Pendidikan Islam di Indonesia memiliki sejarah panjang dan dimulai sekitar abad ke-13, namun menghadapi banyak tantangan. Tantangan pertama adalah adanya logosentrisme dan tantangan kedua adalah aliran sentris (mazdhab-centrisme). Logosentrisme dan sekolah sentimentalisme (mazdhab-centrisme) dalam pendidikan Islam telah menyebabkan bangkitnya komunitas ghulat dan radikalisme di Indonesia. Untuk alasan ini, pendidikan Islam sebagai implementasi shar\u27ah maqasyid harus direkonstruksi. Sistem pendidikan Islam harus mengubah strategi dan metode operasinya. Ini harus terbuka dan inklusif terhadap sumber daya lingkungan sekolah asing seperti yang dinyatakan oleh Auda di maqâṣid sharÄ«\u27ah. Dengan menerapkan pemikiran sholat mazhab Auda dalam pendidikan Islam di Indonesia, diharapkan masyarakat Muslim yang kompeten, cakap, humanis, toleran, dan demokratis dapat terwujud. Selain itu, rekonstruksi pendidikan Islam dapat memberi informasi kepada masyarakat bahwa Islam tidak sekuat klaim radikalisme, namun Islam menyediakan banyak alternatif untuk menyelesaikan masalah sekarang

    Pendidikan Karakter dan Bahasa

    Get PDF
    This paper describes the link between educational character and language education. Educational character is an important solution to overcome the moral decline, among young people (especially students). Educational character is closely related to language education, because some of the values of the character contained in the language education. Schools play an important role as a vehicle for character building and reinforce the cultural values of the nation. Language education, including literary, is one vehicle for shaping the character of students. In other words, it has a role in the formation of character. In learning the language and literature,  strategies, methods, media, and teaching materials need to be optimized to form the character of students. Yet, language education is not only the duty and responsibility of the language teacher, but the responsibility of all teachers because all the teachers definitely use language. Thus, the most important thing to do is to increase students reading ability which is a key to success.Tulisan ini menggambarkan bagaimana kaitan antara pendidikan karakter dan pendidikan bahasa. Pendidikan karakter merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kemerosotan moral khususnya di kalangan remaja (siswa). Pendidikan karakter berkaitan erat dengan pendidikan bahasa, sebab sebagian nilai-nilai karakter terdapat dalam pendidikan bahasa. Sekolah berperan penting sebagai wahana memperteguh karakter dan nilai budaya bangsa. Pendidikan bahasa termasuk sastra merupakan salah satu wahana untuk membentuk karakter siswa, dengan kata lain, memiliki peran dalam pembentukan karakter. Dalam pembelajaran bahasa dan sastra perlu dioptimalkan baik strategi, metode, media, serta bahan ajar yang bermuatan nilai pendidikan dan kebajikan sehingga membentuk karakter peserta didik. Pendidikan bahasa bukan hanya tugas dan tanggung jawab guru bahasa, melainkan tanggung jawab semua guru bidang studi karena semua guru pasti menggunakan bahasa. Satu hal yang paling penting adalah meningkatkan kegemaran  membaca bagi siswa yang merupakan kunci keberhasilan pendidikan

    Tradisi Lopis Raksasa dalam Perspektif Kerukunan Umat Beragama di Kota Pekalongan

    Get PDF
    This study aims to address the origin and the meaning for the community of tradition the “Giant Lopis“ (Lopis Raksasa) in the perspective of religious harmony. The research has been conducted in a descriptive - qualitative approach. In this study, it is attempt to seek a thorough description and depth about the “Giant Lopis†tradition. Furthermore, this study is to find out how the tradition plays a role in order to maintaining an harmony of community in Pekalongan municipality openly and naturally. The results of this study shows that, firstly, is that the tradition of the “Giant Lopis†is closely associated with the practise of fasting on the Shawwal month, which was initiated by KH. Abdullah Siradj of Krapyak in 1855. Subsequently, his followers gave the guests whose came for silaturrahmi with snacks lopis on the 8th day. Another version mentioned that the lopis tradition was inspired by the speech of President Sukarno in 1950s in Kebon Rodjo Pekalongan. Secondly, glutinous rice as the basic ingredient lopis highlights a symbolic of the close relationship that tied rigging as a stronger. At this point, banana leaf wrapping is a symbol that people have to be usefull and good within their social life. Finally, the tradition of the giant lopis has a value of harmony, that is, to encourage tolerance, equality, and mutual cooperation.Studi ini untuk mengetahui bagaimana asal mula, makna bagi masyarakat dan tradisi dalam perspektif kerukunan umat beragama.  Pendekatan studi ini bersifat kualitatif-deskriptif. Artinya peneliti mencari deskripsi yang menyeluruh, mendalam, dan cermat tentang tradisi lupis raksasa. Selanjutnya, digambarkan bagaimana tradisi berperan dalam memelihara kerukunan umat secara terbuka alamiah.Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, tradisi lupis raksasa terkait erat dengan amalan puasa Syawal KH.Abdullah Siradj di daerah Krapyak tahun 1855. Dalam perkembangan pengikutnya menjamu tamu yang datang bersilaturrahimi dengan jajanan lupis pada hari ke-8. Versi lain menyebutkan tradisi lupis terinspirasi pidato Presiden Soekarno pada tahun 1950 di Kebon Rodjo Pekalongan. Kedua, beras ketan sebagai bahan dasar lupis simbol hubungan erat diikat tali temali sebagai pengokoh. Daun pisang pembungkusnya simbol sifat selalu bermanfaat dalam hidup bermasyarakat. Ketiga, tradisi lupis raksasa ini mempunyai nilai kerukunan dalam hal sikap toleransi, kesetaraan dan saling kerjasama

    Manajemen Resiko Pembiayaan pada Bank Syariah: Suatu Tinjauan Filsafati

    Get PDF
    This article is a continuation of the discourse on the concerns and dilemmas of the development of Islamic banking among the financing of profit sharing with the mark-up system (murabah). This study attempts to explain the reasons for saturation of sharia banks in financing the profitsharing. It aims to present the principles of risk-sharing financing management and also strive to offer its philosophical construction. Funding risk management principles in sharia banks should refer to the principle of tauhid. On the basis of these basic principles, general principles of risk management of musharaa are ibnÄdah, ibÄah, freedom of contract, consensus, principles of engagement, principles of equilibrium and partnership, benefit, trust, justice, democracy and, fath aż-żarÄ«ah. These principles are based on four conscious awareness risk, should not direct itself in loss (wa la tulkuu), awareness on the obligation to do good deeds (wah ahshinu) and transcendental awareness (wa-takuw).Artikel ini merupakan kelanjutan dari diskursus tentang kekhawatiran dan dilematika perkembangan bank syariah diantara pembiayaan bagi hasil dengan sistem mark-up (murabah). Studi ini berupaya menjelaskan alasan kejenuhan bank syariah dalam pembiayaan bagi hasil. Artikel ini hadir untuk menjelaskan tentang azas-azas manajemen risiko pembiayaan bagi hasil dan juga berupaya untuk menawarkan konstruksi filosofisnya. Azas manajemen risiko pembiayaan dalam bank syariah harus mengacu pada prinsip ketauhidan. Berdasarkan prinsip dasar tersebut, maka azas-azas umum dalam manajemen risiko pembiayaan musyarÄkah adalah ibÄdah, ibÄḥah, kebebasan berkontrak, konsensualisme, azas perikatan, azas keseimbangan dan kemitraan, kemaslahatan, amanah, keadilan, demokrasi dan, fath aż-żarÄ«ah, dengan empat kesadaran yaitu sadar risiko, tidak boleh menjuruskan dirinya dalam kerugian (wa la tulkuu), kesadaran kewajiban berbuat baik (wah ahshinu), kesadaran transedental (wa-takuw)

    Hermeneutika Hukum Islam Abû Ishâq Al-Syâthibî

    No full text
    This paper traces al-Syatibi’s thought about how he formulated the ijtihad of hermeneutics that aims to make Islamic law could really be applied by every Muslim. Sharia is set to benefit for both in this life and hereafter. Therefore, every legal system is aimed to organize all aspects of human life must be able to give benefit to them. Therefore, methodological steps must be taken every jurist, mujtahid or legal reviewers when they are about to set the law. The first step profoundly understands the texts of the Koran and Hadiths; knows the context of the emergence of these texts, as well as understands the context of a community, e.g. legal subjects, so, the legal can be applied and beneficial.Paper ini menelusuri pemikiran al-Syatibi tentang bagaimana ia merumuskan ijtihad hermeneutika yang bertujuan agar hukum Islam benar-benar bisa diaplikasikan oleh setiap muslim. Syariah ditetapkan untuk kemaslahatan manusia baik di kehidupan dunia maupun akhirat. Maka setiap hukum yang dihasilkan untuk menata segala aspek kehidupan manusia harus mampu memberikan kebaikan bagi mereka. Untuk itu, langkah-langkah metodologis harus ditempuh setiap juris, mujtahid atau pengkaji hukum ketika mereka hendak menetapkan hukum. Langkah pertama adalah memahami secara mendalam terhadap teks-teks al-Qur’an (dan Hadis Nabi), mengetahui konteks munculnya teks-teks tersebut, serta memahami konteks kehidupan masyarakat sebagai subyek hukum tersebut sehingga hokum benar-benar mampu bernilai aplikatif dan memaslahatkan bagi mereka

    Interreligious Dialogue and The Problem of Truth Claims

    Get PDF
    This article explores why the truth claims emerge and become a serious problem among religions, and how to handle it next to build inter-religious dialogue, especially in the era of pluralism. He tried to examine the issue of truth claims and how to solve them within the framework of dialogue. This paper is intended to implement concrete steps to overcome the problem of truth claims among religions and strive for mutual understanding to build a pluralistic view of interreligious dialogue in the frame. To overcome the problem of truth claims in religion dialogue, there are three steps that can be done: first, an exclusive view. Both views, inclusive. The final step is a pluralistic outlook.Artikel ini mengeksplorasi mengapa klaim kebenaran muncul dan menjadi masalah serius di antara agama-agama, dan bagaimana mengatasinya berikutnya terutama untuk membangun dialog antaragama di era pluralisme. Ia mencoba untuk meneliti masalah klaim kebenaran dan bagaimana menyelesaikannya dalam rangka dialog. Makalah ini dimaksudkan untuk mewujudkan langkah-langkah mengatasi masalah klaim kebenaran di antara agama-agama dan berusaha untuk saling pengertian untuk membangun pandangan pluralistik dalam bingkai dialog antaragama. Untuk mengatasi masalah klaim kebenaran dalam dialog agama, ada tiga langkah yang dapat dilakukan yaitu: pertama, pandangan eksklusif. Kedua pandangan, inklusif. Langkah terakhir adalah pandangan pluralistik

    Implementasi Nilai-nilai Islam dalam Manajemen Laba Efisien Perbankan Syariah di Indonesia

    Get PDF
    This study aims to determine the earnings management efficient practices and compliance with the value of Islam on sharia banking in Indonesia. The research is mixed method and data used in the form of secondary data obtained from the annual report and the report sustanability sharia banking with the observation period 2012 to 2015. The variables used were proxies of earning management (PML) and the future profitability (PMD). This research employs the model analysis by using ordinal logistic regression. The results show that the PML effect on PMD, sharia banking practice efficient earnings management. Three of the five sharia banks do efficient earnings management practices on regular basis during the period of observation, that BRI Syaria, BSM, and BNI Syaria. The Three shariah banks obtain efficient earnings through the principals of management practices in Islamic values, namely:maslahah, honesty, and fairness.Artikel ini bertujuan untuk mengetahui praktik manajemen laba efisien dan kesesuaiannya dengan nilai-nilai Islam pada perbankan syariah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan mixed method dan data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari annual report dan sustanability report perbankan syariah dengan periode pengamatan tahun 2012-2015. Variabel penelitian menggunakan Proksi Manajemen Laba (PML) dan Profitabilitas Masa Depan (PMD). Analisis model penelitian ini menggunakan regresi logistik ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PML berpengaruh terhadap PMD, perbankan syariah melakukan praktik manajemen laba efisien. Tiga diantara lima bank syariah melakukan praktik manajemen laba efisien seacara rutin selama periode pengamatan, .Ketiga bank syariah tersebut melakukan praktik manajemen laba efisien telah sesuai dengan nilai-nilai Islam, yaitu nilai kemaslahatan, kejujuran, dan keadilan

    Aktualisasi Peran dan Tantangan Perguruan Tinggi Islam dalam Pencerahan dan Pencerdasan

    Get PDF
    This article elaborates the actualisation and challenges of Islamic Higher Education (PTAI). This study shows that PTAIs are not only a transfer or transfer of knowledge institution, but they are also able to support the students and the community in developing its potential. In the case of the FKTK of UIN Alauddin, this study shows that the faculty\u27s response to social change with the effort to build intelligence and broaden the horizons, build a work ethic and apply a positive-active curriculum, and perform scientific integrations. It thus becomes crucial effort in order to prepare learners to become human resources with high academic ability and social sensitivity. The study, hence, recommends that the PTAIs should orient themselves to the future by applying the pillars of true education, namely: learning to know, learning to do, learning to be, and learning to live together.Artikel ini mengeksplorasi aktualisasi dan tantangan Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI). Studi ini menunjukkan bahwa PTAI bukanlah merupakan pengalihan atau transfer of knowledge belaka melainkan manpu membantu para mahasiswa dan masyarakat  dalam mengembangkan potensinya. Dalam kasus FKTK UIN Alauddin, studi ini menunjukkan bahwa respon fakultas ini terhadap perubahan sosial dengan usaha membangun kecerdasan dan memperluas wawasan, membangun etos kerja dan menerapkan kurikulum aktif-positif, serta melakukan integarasi keilmuan. Hal demikian menjadi penting dalam rangka menyiapkan peserta didik utnuk mejadi sumber daya manusia yang memiliki kemampuan akademik dan kepekaan social yang tinggi. Studi merekomendasikan bahwa PTAI harus berorientasi kedepan  dengan menerapkan pilar pendidikan sejati yakni: learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together

    Kompetensi lulusan LPTK Islam dan LPTK Umum menurut Stakeholder

    Get PDF
    This article reveals on customer\u27s assessment on alumni competence from Islamic Institute for Teacher Training and General Institute for Teacher Training (LPTK) in the major of English, Chemistry, Mathematics, Economic Education, and Counseling. The research object consisted of 92 alumni who work as the teacher. Research respondents are 24 heads and vice principals in SMA / Madrasah Aliyah and Junior High School / State Junior High School. Data were collected by questionnaire. Data processing with t-test, and got result 0.006 (less than 0,05) which means there is a significant difference on the competence between alumni of the general and Islamic institute of teacher’s training base on customer assessment. The calculation of eta squared got value 0.086 that means there the difference of teacher’s competence is in the middle category.Penelitian ini mengungkap perbedaan penilaian customer terhadap kompetensi lulusan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan yang disingkat LPTK Islam (Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Suska Riau) dan LPTK Umum (FKIP Universitas Riau), jurusan Bahasa Inggris, Kimia, Matematika, Pendidikan Ekonomi, dan Bimbingan Konseling. Objek penelitian 92 orang alumni yang bekerja sebagai pendidik/guru. Responden penelitian adalah 24 orang Kepala dan Wakil Kepala Sekolah, SMA/Madrasah Aliyah dan SMP/MTs Negeri Unggulan di Propinsi Riau. Data dikumpulkan menggunakan angket. Pengolahan data dengan uji-t mendapatkan hasil 0.006  yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kompetensi alumni LPTK Umum dengan LPTK Islam. Perhitungan eta squared diperoleh nilai sebesar 0,086 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara Kompetensi Alumni LPTK Umum dengan Kompetensi LPTK Islam, termasuk dalam kategori sedang

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Al-Ulum
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇