388 research outputs found

    Model Kepemimpinan Ideal Pada Fak Tarbiyah dan Keguruan : Studi Kasus di IAIN Sultan Amai Gorontalo

    Get PDF
    This article is aimed to analyse the servant leadership model in achieving and reaching the vision and mission of the Faculty of Tarbiyah and Teaching Training because this model becomes an important issue applied by the education leaders. The research methodology used in this research is quantitative research with mixed method approach by Creswell. The primary data are collected though by questionnaire and secondary data by interview and documentation. The sample consists of 36 respondents by using purposive sampling technique. The result shows that from ten characteristics of servant leadership model, there are seven models implemented well. Those seven models are listening, achieving other people and emphatic, awareness, building persuasive power, service-ability, commitment, and building community. There are three models need to be improved, those are predicting ability, conceptualization, and healing ability. This leadership model is not an instant solution to solve the problem faced by the leader, but it is a long-term way, which the result comprehensively gives the change of vision and mission achievement.Artikel ini bertujuan menganalisis model kepemimpinan yang melayani dalam pencapaian visi dan misi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, mengingat model ini menjadi isu penting diterapkan para pemimpin pendidikan. Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif pendekatan mixed method oleh Creswell. Data primer diperoleh dari angket dan data sekunder dari wawancara dan dokumentasi. Sampel berjumlah 36 responden dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sepuluh karakteristik model kepemimpinan yang melayani terdapat tujuh model yang dilaksanakan dengan baik yaitu mendengarkan, menerima orang lain dan empati, kesadaran, membangun kekuatan persuasif, kemampuan melayani, komitmen, dan membangun komunitas. Terdapat tiga model yang perlu ditingkatkan yaitu kemampuan meramalkan, konseptualisasi dan kemampuan menyembuhkan. Model kepemimpinan ini bukanlah sebuah solusi instan mengatasi permasalahan yang dihadapi pemimpin, namun bersifat jangka panjang yang hasilnya memberikan perubahan pencapaian visi dan misi secara komprehensif

    Radikalisme Agama Legitimasi Tafsir Kekerasan di Ruang Publik

    Get PDF
    Religious radicalism shows a high intensity over the last decade in Indonesia. This religious radicalism subsequently brings a massive impact when it is admitted by the action of choosing violence as the only way. In this article, we put forward our arguments: first, the point of intersection between violence and religion; second, radicalism used as a method to respond to various issues such as injustice, and so on. Third, regarding alternative methods that can be done in order to minimize radical action and understanding in Indonesia. This paper confirms three main points. First, the teaching of religion, especially Islam basically contains the peace teachings and safety; therefore, one was very anti-violence and radical actions. Second, radical action can be a method to hear our voices in response to various injustices that occur in a few places in the world. Third, understand the narrowly religious texts have an impact on building understanding and narrow action anyway.  Radikalisme agama menunjukkan intensitas yang tinggi dalam satu dekade terakhir ini di Indonesia. Paham radikal ini kemudian berdampak luas ketika diikui oleh aksi yang memilih kekerasan sebagai metodenya. Tulisan ini dititik-beratkan pada, pertama, titik persinggungan antara kekerasan dan agama; kedua, radikalisme dijadikan metode untuk merespons berbagai persoalan seperti ketidak-adilan, dan sebagainya; ketiga, menyangkut alternatif metode yang dapat dilakukan dalam rangka meminimalisir tindakan dan paham radikal di Indonesia. Tulisan ini menegaskan tiga hal pokok. Pertama, ajaran agama khususnya Islam pada dasarnya berisi tentang ajaran kedaiaman dan keselamatan sehingga ia sangat anti terhadap kekerasan dan aksi radikal. Kedua, aksi radikal menjadi metode menyuarakan aspirasi sebagai respons terhadap berbagai ketidak-adilan yang terjadi di beberapa tempat di dunia. Ketiga, memahami teks agama secara sempit berdampak pada bangunan pemahaman dan aksi yang sempit pula

    Islam dan Pergeseran Pandangan Hidup Orang Tolaki

    Get PDF
    Islam has significantly influenced the change and way of life of the people of Tolaki in Kunawe, Southeast Sulawesi. The Tolaki’s way of life can be traced within folklore which stil transmitted from generation to generation. Analysis of the folklore, such as, Langgai Moriana Ndotongano Wonua dan I Sandima, revealed that since Islam came to this region, there has constantly been shifting within society, both in terms of concept and daily life of the Tolaki peoples. It is mentioned, for example, in the Langgai Moriana Ndotongano Wonua, that Islam has changed the belief of Sangia to Allah. Also, Islam influenced almost all traditions of Tolaki, marriage, human relation, environment, social relation and stratification. In other folklore, I sandima, the change also took place in the area from animism to Islam and relation between the Tolaki people and their nature. Since the coming of Islam in ‘Negeri para Sangia’, it is inherently coming into daily lives of Tolaki community.Islam memberi pengaruh yang cukup signifikan dalam perubahan atau pergeseran pandangan hidup masyarakat Tolaki di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Pandangan hidup orang Tolaki dapat diketemukan dalam cerita rakyat yang hingga kini masih sering ditransimisikan ke generasi terbaru dalam masyarakat Tolaki. Analisis terhadap cerita rakyat Tolaki Langgai Moriana Ndotongano Wonua dan I Sandima terungkap sebuah fakta bahwa sejak masuknya Islam di daerah ini, pandangan hidup secara perlahan mengalami pergeseran baik pada tataran konseptual maupun faktual dalam kehidupan sehari-hari orang Tolaki. Dalam cerita rakyat Langgai Moriana Ndotongano Wonua, pengaruh Islam telah menggeser kepercayaan kepada para Sangia (dewa) kepada kepercayaan atas Ombu Allahtaala (Allah SWT). Hal ini turut pula mempengaruhi hampir keseluruhan aspek adat istiadat orang Tolaki, dalam bentuk perkawinan, relasi manusia dengan alam dan lingkungan sosialnya, serta kelas sosial. Demikian halnya, dalam cerita rakyat I Sandima, pergeseran pandangan hidup juga nampak pada peralihan kepercayaan dari animistik ke Islam dan relasi manusia Tolaki dengan alam. Sejak kedatangan di ‘Negeri para Sangia’ Islam telah menjadi bagian yang inheren dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Tolaki

    Penentuan Awal Bulan Qomariyah dan Permasalahannya di Indonesia

    Get PDF
    This paper answers the difference between hizab and rukyat system in Indonesia. When there is a difference, the public at large directly "alleges" that the difference was due to the difference between hizab and rukyat. It is true that the differences can be caused by the difference method. However, in many cases, the dispute was not merely caused by the two types. It is very often that it occurred because of the differences among its own expert reckoning, or the differences among internal rukyat expert, or other outside technical differences hizab and rukyat. Generally speaking, Indonesian government policy is to involve all stakeholders in setting the early months of qomariyah.Tulisan ini menjawab perbedaan hizab dan rukyat di Indonesia. Ketika terjadi perbedaan, masyarakat luas pada umumnya langsung "menuduh" bahwa perbedaan itu disebabkan karena adanya perbedaan antara hisab dan rukyat. Memang benar bahwa perbedaan itu dapat ditimbulkan karena perbedaan antara hisab dan rukyat. Namun dalam kasus-kasus yang sering kali terjadi, justru perbedaan itu disebabkan bukan semata-mata oleh adanya perbedaan antara hisab dan rukyat. Perbedaan itu terjadi karena perbedaan yangdisebabkan oleh adanya perbedaan di kalangan ahli hisab sendiri, atau perbedaan di kalangan ahli rukyat sendiri, atau perbedaan lain di luar tehnis hisab rukyat. Secara umum kebijakan pemerintah adalah ingin melibatkan semua pihak terkait dalam menetapkan awal-awal bulan qomariyah

    Konsep Pendidikan Karakter Berbasis Ilmu Hikmah Pada Institut Parahikma Indonesia (IPI) Gowa

    Get PDF
    This article elaborates on the implementation of character-based science education at the Institute of Parahikma Indonesia (IPI) Gowa. The results of this qualitative research indicate that the implementation of character education based on the science of wisdom at the Institute of Parahikma Indonesia (IPI) Gowa is always associated with the five pillars of development, which initially has been preceded by the strengthening of students\u27 understanding of the nature of creation itself on earth. Problems encounter includes three aspects, in this case, the science of wisdom that has not been socialised widely, the understanding of lecturers who have not maximized, and the limitations of students in understanding the effects of several factors. The solution then is to intensify the integration of the science of wisdom on the five pillars of development in a civilized, intelligent, and thriving shrine.Artikel ini mengelaborasi implementasi pendidikan karakter berbasis ilmu hikmah pada Institut Parahikma Indonesia (IPI) Gowa. Hasil penelitian kualitatif ini menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter berbasis ilmu hikmah pada Institut Parahikma Indonesia (IPI) Gowa selalu dikaitkan dengan lima pilar pengembangan yang pada awalnya telah didahului dengan penguatan pemahaman mahasiswa tentang hakikat penciptaan dirinya di muka bumi.Kendala yang dihadapi mencakup tiga aspek yang dalam hal ini ilmu hikmah yang belum memasyarakat, pemahaman dosen yang belum maksimal, serta keterbatasan mahasiswa dalam memahami akibat beberapa faktor. Solusinya kemudian adalah mengintensifkan integrasi ilmu hikmah pada lima pilar pengembangan dalam semboyang berperadaban, cerdas, dan termpil

    Communication Strategies to Prevent Terrorist Group’s Radical Ideology and Doctrine within Islamic Universities at Central Sulawesi

    Get PDF
    The development of terrorist groups continues to undergo metamorphosis through the transformation of the communication network and radicalism doctrine. This phenomenon makes affiliation efforts with radical groups, including building networks in the higher education. Radical Ideas easily penetrate campuses and universities. The vulnerability is not only seen from a psycho-social approach alone, but also as in instrument or media that outspread hatred and violence that designed to fit campus lifestyle. Some of the ways are such as books, magazines, bulletins, internet and social media networks. Universities can formulate appropriate and effective communication strategies as an effort in de-radicalisation, indoctrination, and de-ideologisation. Altering Islamic stigma as a terrorist religion and eliminating the image of Indonesia as implementing the teachings of Islam substantively according to Indonesian Islamic localities can do a terrorist country. Islam penetrated and developed in Indonesia not based on violence or religious radicalism, but by reflecting the spirit of Islam as the religion of blessing to the world (rahmatan lil alamin).Perkembangan kelompok teroris terus mengalami metamorfosis melalui transformasi jaringan komunikasi dan doktrin radikalisme. Penomena yang membuat upaya afiliasi dengan kelompok radikal, termasuk membangun jaringan di perguruan tinggi. Ide radikal mudah menembus kampus dan universitas. Kerentanan ini tidak hanya dilihat dari pendekatan psiko-sosial saja, tapi juga seperti pada instrumen atau media yang mengungguli kebencian dan kekerasan yang dirancang agar sesuai dengan gaya hidup kampus. Beberapa cara seperti buku, majalah, buletin, jaringan internet dan media sosial. Universitas dapat merumuskan strategi komunikasi yang tepat dan efektif sebagai upaya de-radikalisasi, indoktrinasi, dan de-ideologisasi. Mengubah stigma Islam sebagai agama teroris dan menghilangkan citra Indonesia karena menerapkan ajaran Islam secara substantif sesuai dengan lokasi Islam Indonesia dapat melakukan negara teroris. Islam ditembus dan dikembangkan di Indonesia tidak berdasarkan kekerasan atau radikalisme agama, namun dengan merefleksikan semangat Islam sebagai agama rahmatan li_al-alamin

    Religious Activities and Empowerment : Sustainable Livelihood Framework Approach In Enhancing The Desa Luworo Potencies

    Get PDF
    The marginality and governmental alignments are the two main issues in community development. The role of Tengkulak Rentenir, and Pengijon are significant in Luworo Village. Not only as a financial provider, they also play as connector among the peasant farmer and market. As a result the farmer receipts their selling agricultural productions below market prices. In order to support and giving additional value to their agricultural products an assistance program involving a female Islamic study group of Masjid Al-Hidayah conducted. The assistance activities conducted through SLF approach. The five phases of SLF are: identifying vulnerability; mapping the livelihood assets owned by the community; observing transforming structures and processes; and identifying livelihood strategies and formulating livelihood outcomes.Marjinalitas dan keberpihakan pemerintah adalah dua isu utama dalam pengembangan masyarakat.Peran Tengkulak, Rentenir, dan Pengijon di Desa Luworo.signifikan. Tidak hanya sebagai penyedia pembiayaan, mereka juga berperan sebagai penghubung antara petani dan pasar. Akibatnya, petani menerima penjualan hasil pertanian mereka di bawah harga pasar. Untuk mendukung dan memberi nilai tambah pada produk pertanian, program bantuan dilakukan dengan melibatkan kelompok Pengajian Masjid Al-Hidayah. Kegiatan yang melibatkan kelompok pengajian ini dilakukan melalui pendekatan SLF. Lima fase SLF adalah: mengidentifikasi kerentanan; memetakan aset mata pencaharian; mengamati transformasi struktur dan proses; dan mengidentifikasi strategi mata pencaharian dan merumuskan hasil mata pencaharian

    Islam Nusantara: Islam Khas dan Akomodatif terhadap Budaya Lokal

    Get PDF
    This article is mainly to analyse background of the emerging of an Islamic thought, that is, friendly Indonesian model.  This study has been conducted in order to address the spread of Islamic literalist-puritans-literalist-trans-nationalist massively and fiercely against local traditions. In this study, we look at the emerging a new Indonesian model of Islam, that is, the so called “Islam Nusantaraâ€. The Islam Nusantara is believed basically rooted from Indonesians’ tradition and has already grown in the early age of Islam in this country which was introduced by the Walisongo (the nine priests). Hence, Islam Nusantara should not be seen in suspicious perspective since it has been basically familiar with cultures and characters of Indonesian nation, which are moderate and tolerant ones. Moreover, it figures out the role of Pesantren institutions, and organisations such as NU and Muhammadiyah with their various characteristics, strength and weakness, are the pioneer of Islam Nusantara heritage and cultures.Tulisan ini mencoba menganalisa latar belakang munculnya paham keagamaan Islam yang ramah khas Indonesia. Hal ini dilakukan ditengah suasana semakin massifnya penyebaran Islam literalis-puritanis skriptural-transnasionalis yang garang terhadap tradisi lokal. Dideskripsikan betapa paham yang kemudian dikenal dengan “Islam Nusantara†adalah sesuatu yang memang berakar kuat dalam tradisi bangsa Indonesia, dan sudah dikembangkan sejak masa paling dini Islam di Nusantara oleh Walisongo, sehingga Islam Nusantara tidak perlu dipandang dengan kacamata curiga karena ia telah familiar dengan budaya dan karakter bangsa Indonesia sendiri yang  cenderung berwatak moderat dan toleran. Dideskripsikan pula peran pesantren, NU dan Muhammadiyah dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya sebagai jangkar pewarisan kebudayaan Islam Nusantara

    Makna Simbolis dalam Tradisi Maccera\u27 Tappareng di Danau Tempe Kabupaten Wajo

    Get PDF
    Maccera\u27 tappareng tradition, as the part of culture heritage from Buginese decendant has  symbolic meaning practically and also theoritically, especially for fishermen community at Tempe lake. Practically, symbolic meaning can be seen on: sacrifice ceremony namely to sink a buffalo’s head in the middle of Tempe lake; the special way in sacrificing buffalo’s head to the king of lake (punna wae) which is only known by maccua tappareng; the presentation of walasuji (the name of sacrifice tools) equipments which being a place for putting buffalo’s head and also the others sacrifice; the drum music which become a special code in the running the tradition of maccera’ tappareng; the formation of rules about the obligation and the prohibition which should be obeid by the fishermen. In cultural area, maccera\u27 tappareng tradition is the descedant culture heritage which should be kept everlasting as local culture resources. Maccera’ tappareng tradition has role in keeping Tempe lake ecosystem and social cohesion of fishermen communityTradisi maccera\u27 tappareng sebagai bagian dari warisan kebudayaan leluhur orang Bugis khususnya pada masyarakat nelayan di pesisir Danau Tempememiliki unsur simbolik baik secara praktikal maupun pemahaman. Secara praktikal, makna simbolis tersebut terbukti pada: penyerahan sesajian berupa kepala kerbau yang diturunkan di tengah Danau Tempe; adanya tata cara khusus dalam penyerahan kepala kerbau kepada penguasa danau (punna wae) yang hanya diketahui oleh maccua tappareng; dihadirkannya perangkat walasuji yang menjadi wadah untuk menyimpan kepala kerbau dan sesajian lainnya.; adanya iringan gendang yang setiap bunyinya merupakan kode tersendiri dalam ritual tradisi maccera’ tappareng; dibentuknya aturan-aturan bagi nelayan tentang kewajiban dan larangan-larangan yang harus ditaati. Dalam wilayah kebudayaan, tradisi maccera\u27 tappareng yang merupakan warisan budaya leluhur yang perlu untuk dilestarikan sebagai khazanah lokalitas budaya.Tradisi maccera’ tappareng berperan dalam ikut menjaga ekosistem Danau Tempe dan kohesi sosial masyarakat nelayan

    The Influence of Service Quality, Religious Commitment and Trust on The Customers’ Satisfaction and Loyalty and Decision to Do The Transaction in Mandiri Sharia Bank Of Jawatimur

    Get PDF
    This study tested the causal relationship of service quality, religious commitment and trust on customers’ satisfaction, loyalty and decision to repeat their transaction in sharia banking services. This research used quantitative approach to describe the causal relationship between the variables through hypothesis testing. The samples in this research are 160 respondents.  Structural equation modeling (SEM) is used to analyze this research. This research findings shows that the quality of service and customers’ trust, satisfaction and loyalty simultaneously influenced the decision to repeat their transaction in that banking service. The customers’ satisfaction and loyalty are intervening variables that linked the service quality and the customers’ trust with the decision to repeat their banking transaction. The religious commitment had insignificant influence toward the service quality; however, it had significant influence toward the loyalty and decision to repeat their banking transaction.Penelitian ini menguji hubungan kausalitas kualitas layanan, kepercayaan dan komitmen beragama nasabah terhadap kepuasan, loyalitas dan keputusan bertransaksi ulang  layanan perbankan syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang bermaksud memberikan penjelasan hubungan kausalitas antar variabel melalui pengujian hipotesis. Jumlah sampel penelitian sejumlah 160 responden. Analisis yang digunakan adalah model persamaan struktural (Structural Equation Modeling atau SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan dan kepercayaan nasabah, kepuasan dan loyalitas secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan bertransaksi ulang  layanan perbankan. Kepuasan dan loyalitas nasabah menjadi variabel intervening yang menghubungkan kualitas layanan dan kepercayaan nasabah dengan keputusan bertransaksi ulang  layanan perbankan. Komitmen beragama berpengaruh tidak signifikan terhadap kualitas layanan, namun berpengaruh signfikan terhadap loyalitas dan keputusan bertransaksi ulang  layanan perbanka

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Al-Ulum
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇