Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur UNJ
Not a member yet
183 research outputs found
Sort by
PERANCANGAN AWAL PENGEMBANGAN DISAIN KAIN LORENG LORENG MILITER MOTIF HUTAN SEMAK
Kain loreng adalah pakaian seragam tempur militer yang telah lama digunakan untuk penyamaran. Sesuai dengan namanya , pakaian ini sangat penting di dalam pertempuran karena dapat menyamarkan pemakainya dengan lingkungan medan tempur . Pemilihan loreng yang tepat di dalam pertempuran akan menyebabkan musuh sukar melihat pasukan lawan karena tersamar dengan lingkungan medan tempur . Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga memiliki banyak seragam loreng yang pada umumnya bercorak flora dan fauna. Hutan di Indonesia bermacam-macam , maka sebaiknya pakaian loreng dibuat dengan berbagai motif yang sesuai dengan medan tempur yang ada. Ada pun motif yang telah dibuat antara lain corak harimau,zebra,blood wine dsb. Pada umumnya kain loreng TNI terbuat dari bahan campuran poliester/kapas 35:65% dengan konstruksi anyaman plat. Perancangan awal pengembangan kain loreng bertumpu pada perubahan komposisi bahan dan anyaman yaitu poliester/kapas 65 : 35% dengan nomor benang lusi dan nomor benang pakan Ne1 20. Konstruksi anyaman keper 2/1. Sedangkan nomor benang lusi kain pembanding Ne1 40 dan pakan Ne1 20 . Dari hasil pengujuan menunjukkan bahwa berat kain/m2 (210,3 g) lebih ringan dari kain pembanding (233.1 g). Kekuatan tarik kain arah lusi/ 2.5 cm (90,29 kg) lebih tinggi dari pembanding (46.40 kg). Kekuatan tarik arah pakannya (41.18 kg) lebih tinggi dari pembanding (27.97 kg). Mulur arah Lusi (27.20 %) lebih tinggi dari pembanding (21.73 %) dan mulur arah pakannya (22.80%) lebih tinggi dari pembanding (10.93 %) . Dalam hal pengujian kekuatan sobek kain,kain sampel memiliki kekuatan sobek ke arah lusi 6761 g dan pakan 5261 g dari pada kain pembanding ke arah lusi 4547 g dan ke arah pakan 3274 g. Dalam hal ketahanan luntur warna terhadap pencucian baik sampel maupun pembanding memiliki nilai yang sama yaitu 4-5 pada skala abu-abu dan penodaan sedangkan daya tahan gosok kering dan basah kain sampel 4 dan 3-4 pada skala penodaan dari pada kain pembanding yaitu 3-4 pada gosokan kering dan 2-3 pada gosokan basah pada skala penodaan. Maka secara umum dapat disimpulkan bahwa kain sampel lebih baik dari pada pembanding dalam hal konstruksi, berat dan kekuatan serta dapat dilanjutkan dengan proses printing
PENGARUH LAJU ALIRAN GAS TERHADAP NILAI KEKERASAN BAJA KARBON RENDAH HASIL HARDFACING DENGAN PROSES GTAW
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang terjadi akibat adanya laju aliran gas 1 L/menit, 3 L/menit, dan 5 L/menit terhadap nilai kekerasan baja karbon rendah pada proses GTAW. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa laju aliran gas 1 liter/menit menghasilkan nilai kekerasan paling tinggi pada baja karbon rendah yang telah di heat treatment, yaitu sebesar 88 HRB. Laju aliran gas 3 liter/menit pada karbon rendah menghasilkan nilai kekerasan sebesar 83 HRB, sedangkan laju aliran gas 5 liter/menit, menghasilkan nilai kekerasan sebesar 70 HRB. Baja tanpa heat treatment yang dilas dengan laju aliran gas 1 liter/menit menghasilkan nilai kekerasan sebesar 82 HRB. Laju aliran gas 3 liter/menit pada baja tanpa heat treatment menghasilkan nilai kekerasan sebesar 76 HRB, sedangkan laju aliran gas 5 liter/menit menghasilkan nilai kekerasan sebesar 65 HRB
PENGARUH PWHT TERHADAP SIFAT MEKANIK BAJA HASIL PROSES MMAW DENGAN AWS A.51 E 7018/6013
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PWHT terhadap sifat mekanik baja karbon rendah yang menyangkut kekuatan tarik, serta nilai kekerasan. Prosedur penelitian ini di awali dengan mengelas spesimen dengan MMAW. Spesimen di buat dua variasi yaitu yang pertama dengan elektroda E 7018, kemudian spesimen kedua dengan E 6013. Kemudian dilakukan perlakuan panas PWHT 450°C dan ditahan selama 70 menit, serta didinginkan di udara. Sifat mekanik dapat diketahui setelah dilakukan pengujian tarik dan kekerasan. PWHT pada suhu 450 oC dengan waktu penahanan 70 menit dapat mengurangi kekuatan tarik serta kekerasan pada dua jenis elektroda. Penurunan kekerasan dan kekuatan tarik turun secara linear (E 7018 Non PWHT, E 7018 PWHT, E 6013 Non PWHT, sd E 6013 PWHT
PERHITUNGAN KURVA HISTERESIS INTRINSIK MATERIAL ZINC OXIDE (ZnO)
Energi bebas Gibbs dan kurva polarisasi spontan dari Zinc Oxide (ZnO) dihitung menggunakan Teori Landau-Devonshire. Program komputasi untuk menghitung Energi bebas Gibbs dan kurva polarisasi spontan dibuat pada Delphi 6 . Dari hasil perhitungan menunjukan bahwa energi bebas Gibbs terendah terdapat pada ZnO doping Li 1%s yang menunjukan struktur kristal paling stabil
RANCANG BANGUN JARI-JARI VELG SEPEDA MENGGUNAKAN MATERIAL KAYU
Pada penelitian ini akan dirancanga sebuah velg sepeda dengan jari-jari yang terbuat dari kayu. Jari-jari velg sepeda yang terbuatdari kayu diharapkan dapat menekan terjadinya pemanasan global. Jari-jari velg sepeda kayu yang akan dibuat terlebih dahulu ditentukan ukurannya dengan gambar 2 dimensi menggunakan software Autocad. Desain gambar yang sudah dibuat 2 dimensi kemudian dibuat pemodelan 3 dimensi dan dianalisis dengan menggunakan software Inventor. Proses pembuatan jari-jari velg sepeda kayu dilakukan dengan melihat disain awal yang sudah dibuat dan diuji sesuai dengan SNI No. 1049:2008 tentang roda dan ban. Proses pembuatan jari-jari velg sepeda dilakukan dengan membuat pola yang dibuat dengan software Autocad dan menggunakan software Inventor dalam menentukan perakitan bagian velg serta analisis desain untuk mengetahiu apakah desain yang dibuat memiliki nilai safety factor yang aman untuk dilanjutkan ke proses pembuatan jari-jari velg sepeda kayu. Setelah jari-jari velg sepeda dirakit dengan mengacu pada desain yang dibuat pada software Inventor kemudian velg sepeda diuji sesuai dengan standar SNI No. 1049:2008 tentang roda dan ba
PENGARUH PENGGUNAAN AIR KONDESAT SEBAGAI MEDIA PRECOOLING KONDENSOR TERHADAP KINERJA SISTEM PENGKONDISIAN UDARA
Pada sebuah sistem pengkondisi udara, terutama pada jenis AC split, air kondensat biasanya langsung dibuang dan belum dimanfaatkan. Sedangkan proses pelepasan panas pada kondensor membutuhkan fluida dingin untuk menurunkan panas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan air kondensat untuk media pendinginan awal atau pre-cooling pada kondensor dan melihat bagaimana pengaruhnya terhadap kinerja pengkondisian udara dalam bentuk coefficient of performance (COP). Metode pemanfaatan air kondensat untuk precooling pada kondensor ini adalah dengan mengalirkan air kondensat di sisi masuk kondensor dengan menggunakan metode distribusi air kondensat secara gravitasi. Dari hasil pengujian, didapatkan bahwa suhu udara masuk ke kondensor dengan menggunakan precooling menjadi lebih rendah rata-rata sebesar 1,30 oC bila dibandingkan dengan tanpa menggunakan precooling. Penggunaan precooling memberikan pengaruh terhadap peningkatan jumlah kalor yang dilepaskan kondensor dan peningkatan COP. Tanpa menggunakan precooling, pada pengujian 1 (suhu target 18 oC) COP adalah sebesar 4.58, namun dengan menggunakan precooling, COP meningkat menjadi 4.71. Pada pengujian 2 ( suhue target 20 oC) COP adalah sebesar 4.65, namun dengan menggunakan precooling, COP meningkat menjadi 4.81. Sedangkan pada pengujian 3 (suhu target 22 oC) COP adalah 4,79, namun dengan menggunakan precooling, COP meningkat menjadi 4,86. Dari hasil analisis kinerja sistem pengkondisian udara dengan menggunakan precooling, didapatkan bahwa penggunaan air kondensat sebagai media precooling memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan COP
PENGARUH PENAMBAHAN ADITIF ETANOL PADA BENSIN RON 88 DAN RON 92 TERHADAP PRESTASI MESIN
Konsumsi bahan bakar fosil (fossil fuel) memunculkan paling sedikit dua ancaman serius yaitu faktor ekonomi berupa jaminan ketersediaan bahan bakar fosil untuk masa yang akan dating yang membuat harga mengalami fluktiasi serta polusi akibat emisi pembakaran bahan bakar fosil ke lingkungan. Untuk itu diperlukan bahan bakar non fosil untuk mengatasi masalah tersebut.Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana pengaruh penambahan ethanol sebagai bahan bakar non-fosilyang dicampurkan ke dalam bensin RON92 dan RON 88 sebanyak 5% dan 10% untuk mengetahui pengaruh terhadap sifat bahan bakar (Research Oktane Number, Densitas, Nilai Kalori Bakar) dan performa mesin (daya, torsi, konsumsi bahan bakar dan efisiensi termal). Penelitian ini menggunakan mesin bensin yang disambungkan dengan hydrobrake untuk mengetahui performa mesin dengan putaran 1000 rpm,1500 rpm, 2000 rpm, 2500 rpm, 3000 rpm. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan ethanol dalam premium dan pertamax dapat mempengaruhi sifat dari bahan bakar baik pada jenis pertamax maupun pada premium. Penambahan etanol.Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan pengembangan penggunaan sumber energi alternative terutama ethanol yang memiliki persediaan yang cukup banyak sehingga sedikit demi sedikit menguranggiketergantugan terhadap bahan bakar fosil terutama minyak bumi yang semakin hari semakin menipis persediaannya
HUBUNGAN DIAMETER MATA PISAU DAN RING TERHADAP HASIL CACAHAN MESIN PENCACAH GELAS PLASTIK 220 mL DENGAN METODE VDI 2221
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan diameter mata pisau dan ring terhadap hasil cacahan pada mesin pencacah gelas plastic sehingga akan diperoleh ukuran pisau dan ring yang dapat memotong. Metode VDI 2221 digunakan untuk rancangan sistem pemotongan pada mesin pencacah gelas plastic. Eeksperimen dilakukan mendapatkan hubungan diameter mata pisau dan ring terhadap hasil cacahan. Hasil penelitian yaitu pisau menggunakan bahan SS 400, memiliki 16 mata pisau, diameter 57 mm, tebal 3 mm, serta ring yang berdiameter 41 mm dan tebal 3 mm. Untuk menghasilkan pemotongan maka jarak antar mata pisau yang digunakan harus berkisar 0
PERANCANGAN ULANG PERALATAN PNEUMATIK BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL (PLC) UNTUK KEGIATAN PRAKTIKUM
Sebuah kegiatan praktikum sangatlah dibutuhkan dalam dunia pendidikan dimana didasari perlunya saling menghubungkan antara teori-teori dan praktik. Seperti pada bidang keteknikan pasti adanya mesin-mesin dan peralatan lainnya untuk digunakan dalam kegiatan praktikum. Pada sebuah laboratorium teknik adanya sebuah mesin peralatan pneumatik semi elektrik yang berbasis Programmable Logic Controller (PLC) yang tidak berfungsi mungkin karena rusak atau kurang adanya faktor pendukung pendukung lainnya. Supaya peralatan tersebut dapat berfungsi kembali harus adanya proses perbaikkan dan perancangan ulang. Untuk cara atau metode perancangan ulang peralatan tersebut ialah mengamati setiap komponen sistem pneumatik apakah ada komponen yang dibutuhkan atau yang harus diganti, mengamati mesin jenis mesin PLC yang digunakan, penambahan sebuah software PLC untuk mengolah data perintah pada PLC yaitu menggunakan software Cx-Programmer. Setelah dilakukannya proses perhitungan pada sistem pneumatik didapatkan hasil untuk kebutuhan udara silinder kerja ganda geser / lodress cylinder (Q) sebesar 0,129 l/min, sedangkan untuk kebutuhan udara silinder kerja ganda geser / Dual-Rod Cylinders (Q) sebesar 1,9 x 10-4l/min
PERANCANGAN MESIN PERONTOK JAGUNG DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 300 KG/JAM
Perontokan jagung pada industri rumah tangga atau industri kecil sebagian besar dilakukan dengan cara tradisional. Hal tersebut memerlukan banyak tenaga, waktu dan laju produksinya rendah, sehingga metode perontok jagung secara tradisional tidak efisien. Menyikapi permasalahan tersebut di atas, pada penelitian tugas akhir ini telah dilakukan perancangan mesin perontok jagung dengan kapasitas produksi 300 kg/jam. Hasil perancangan didapatkan data spesifikasi setiap komponen mesin antara lain : panjang silinder perontok 900 mm dan diameter 430 mm, pully penggerak berdiameter 75 mm dengan putaran motor (n1) sebesar 1500 rpm, sedangkan pully yang digerakkan berdiameter 357,1 mm dengan putaran motor (n2) sebesar 315 rpm. V-belt tipe A-5 dengan panjang 2135 mm dan kecepatan liniernya 6 m/s. Bantalan yang digunakkan adalah bantalan gelinding yang mempunyai luas permukaan 961,6 mm2 dengan diameter dalam 35 mm dan diameter luar 45 mm, tegangan yang diijinkan 58,90 N/mm2 > tegangan yang terjadi 0,689 N/mm2. Diameter poros 8,34 mm dengan tegangan geser 0,36 N/mm2 dan tegangan geser yang diijinkan sebesar 56,90 N/mm2. Panjang pasak 53,42 mm dan lebar 9 mm. Daya motor yang dibutuhkan untuk menggerakkan silinder sebagai perontok 164,3 W, sedangkan daya terpasang sebesar 213,6 W. Secara keseluruhan data-data hasil perancangan dinyatakan memenuhi syarat untuk dirancang bangun