Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur UNJ
Not a member yet
    183 research outputs found

    PENGARUH FRAKSI VOLUME SERAT TERHADAP KEKUATAN MEKANIK KOMPOSIT SERAT JERAMI PADI EPOXY DAN SERAT JERAMI PADI RESIN YUKALAC 157

    Full text link
    Penggunaan material logam untuk kebutuhan industri yang terbuat dari bahan logam mengakibatkan ketersediaan bahan baku logam di alam semakin menipis. Para peneliti terus berupaya untuk mendapatkan solusi terbaik dalam menemukan bahan alternatif pengganti logam . Sebagai bahan pengganti logam, material tersebut harus memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh bahan logam, antara lain sifat mekanik yang baik, tahan korosi, bahan baku mudah didapat dari alam dan memiliki sifat ramah lingkungan. Salah satu bahan yang sesuai dengan kriteria di atas adalah bahan komposit [1]. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode proses Handlay up dengan cara menata serat secara teratur tanpa celah, setelah selesai diatur kemudian resin dituang ke dalam cetakan. Objek penelitian berupa serat jerami padi yang berkualitas dan dipilih yang berserat panjang, dan sebagai bahan matriks dipilih resin epoxy dan Resin Yukalac 157. Spesimen komposit dibuat dengan menggunakan standar ASTM D 3039/D , dan standar ASTM D 256 – 03 [6]. Dari hasil penelitian komposit berpenguat serat jerami padi – resin epoxy dan resin yukalac157 menunjukkan bahwa penambahan serat akan mengakibatkan peningkatan harga kekuatan impak, dan kekuatan tarik pada material komposit. Harga kekuatan tarik, dan kekuatan impak tertinggi terjadi pada spesimen dengan fraksi volume serat 30%, dan matrik resin epoxy 70% yaitu masing-masing 14,75 MPa untuk uji tarik , 23,52 MPa untuk uji impak, dan untuk resin yukalac157 yaitu 5,88 MPa untuk uji tarik, dan7,58 MPa uji impak. Dan untuk uji SEM terjadi void yang berdiameter rata-rata 5,22

    STUDI EKSPERIMEN VARIASI PANJANG DAN DIAMETER PIPA KAPILER TERHADAP KINERJA AC

    Full text link
    Pada penelitian ini menganalisis pengaruh variasi panjang dan diameter pipa kapiler terhadap performa sistem pendingin AC. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yaitu dengan melakukan variasi panjang dan diameter pipa kapiler pada AC split. Variasi pipa kapiler yang digunakan adalah pipa kapiler dengan panjang 1,5 m, 3 m, dan 4,5 m berdiameter 0.054 inchi dan pipa kapiler dengan panjang 1,5 m, 3 m, dan 4,5 m berdiameter 0.070 inchi. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah semakin bertambah panjang pipa kapiler dan semakin kecil diameter pipa kapiler, kapasitas pendinginan evaporator, kerja kompresor, nilai COP, dan temperatur pada evaporator dari sistem akan semakin kecil sehingga akan mengakibatkan efek pendinginan yang akan semakin besar. Pada variasi pipa kapiler dengan panjang 1,5 m, Ø 0.070 inchi menghasilkan nilai kapasitas pendinginan evaporator sebesar 1,23 kW, kerja kompresor 0,182 kW, temperatur pada evaporator sebesar 60 oC, dan nilai COP sebesar 6,8. Pada variasi pipa kapiler dengan panjang 4,5 m, Ø 0,054 inchi menghasilkan nilai kapasitas pendinginan evaporator sebesar 1,01 kW, kerja kompresor 0,178 kW, temperatur pada evaporator sebesar 20 oC, dan nilai COP sebesar 5.6

    PENGARUH SUHU DAN LAMA TEMPER TERHADAP KEKERASAN DAN TAHAN AUS BAJA HQ 760

    Full text link
    Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperature tempering dan lama waktu tahan temper terhadap kekerasan dan daya tahan aus baja HQ 760. Pelaksanaan penelitian adalah sebagai berikut; specimen uji dipanasakan pada suhu austenisasi (850oC) selama 30 menit, selanjutnya didinginkan dengan cepat (quenching) dalam media oli dan kemudian distemper pada suhu 150, 200, 250, 350, dan 600 oC masing-masing selama 30, 60 dan 180 menit. Pengujian kekerasan dilakukan dengan metode indentasi Vickers, besarnya beban penekan yang diberikan adalah 50 kg. pengujian daya tahan aus dilakuan dengan metode dray sliding test. Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh temperature temper terhadap kekerasan baja HQ760. Kekerasan terbaik diperoleh pada suhu temper antara 250oC sampai dengan 250oC. Sementara itu daya thana aus berbanding lurus dengan angka kekerasan benda uji. Semakin tinggi angka kekerasan benda uji, maka semakin sedikit jumlah masa benda uji yang hilang akibat terjadi gesekan antara permukaan benda uji dengan permukaan pelat penggese

    UJI PRESTASI REFRIGERAN R22 PADA MESIN PENDINGIN KOMPRESI UAP DENGAN METODE PENGUJIAN AKTUAL DAN SIMULASI

    Full text link
    Sistem pengkondisian udara yang mengatur temperatur dan kelembaban udara dalam ruangan, dalam pengoperasiannya membutuhkan refrigeran yang mudah menyerap dan melepaskan kalor. Setiap refrigeran memiliki karakteristik yang berbeda-beda yang mempengaruhi efek refrigerasi dan koefeisien prestasi yang dihasilkan. R 22 adalah salah satu refrigeran yang memiliki karakteristik yang baik pada mesin pendingin. Software Genetron properties adalah sebuah software simulasi yang dapat menghitung aliran fluida atau refrigerant pada mesin pendingin. Genetron properties melakukan simulasi termodinamika untuk siklus kompresi uap dan memberikan hasil dalam bentuk tabulasi dan pada sifat mollier diagram (h-s diagram). Pengujian prestasi refrigeran R-22 dilakukan secara aktual dan simulasi dengan menggunakan software genetron properties. Hasil pengujian dan perhitungan menunjukkan bahwa : Kerja kompresor, COP dan performance factor pada mesin pendingin kompresi uap ketika high speed adalah 0,528 kW, 8,42 dan 0,1187; saat low speed adalah 0,528 kW; 8,52 dan 0,117. COP dari hasil pengujian dengan software genetron properties ketika high speed 2,193 saat low speed 1,415 hal ini dikarenakan mesin pendingin kompresi uap dalam keadaan tidak optimal &nbsp

    STUDI EKSPERIMEN PENGARUH TORREFAKSI PADA KARAKTERISTIK BAHAN BAKAR PADAT DARI BIOMASSA RESIDU HUTAN

    Full text link
    Torrefaksi saat ini menjadi salah satu metode konversi biomassa yang menarik karena kemampuannya sebagai salah satu pilihan energi terbarukan. Bahan bakar campuran batu bara dengan biomassa yang telah mengalami proses torrefaksi dipandang sebagai bahan bakar yang paling murah saat ini dan merupakan metode yang menjanjikan. Pemilihan bahan bakar biomassa berdasarkan karakteristiknya sangat diperlukan untuk memastikan agar proses pembakaran dapat tercapai dengan baik. Dua tipe residu biomassa dari hutan (tandan sawit kosong dan bambu) telah diteliti dengan berbagai suhu penahanan torrefaksi dan waktu penahanan torrefaksi yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif antara suhu dan waktu torrefaksi dengan kenaikan nilai kalor. Kadar air juga menurun bersamaan dengan semakin tingginya suhu dan makin lamanya waktu torrefaksi. Mass yield dan energy yield biomassa hasil proses torrefaksi juga telah dianalisis. Residu biomassa dari hutan yang telah melalui proses torrefaksi terbukti dapat menggantikan batu bara sebagai bahan bakar energi terbarukan. &nbsp

    PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN BAKAR SOLAR, BIOSOLAR DAN PERTAMINA DEX TERHADAP PRESTASI MOTOR DIESEL SILINDER TUNGGAL

    Full text link
    Penggunaan bahan bakar pada mesin sangat berpengaruh terhadap prestasi motor, sehingga dari waktu ke waktu ada perbaikan kualitas bahan bakar. Khusus untuk motor diesel, yang awalnya hanya menggunakan solar, kini sudah berkembang, yaitu telah tersedia biosolar dan pertamina dex. Untuk itu diujicobakan penggunaannya pada mesin diesel silinder tunggal di laboratorium uji prestasi mesin Fakultas Teknik UTA’ 45 sehingga didapatkan parameter prestasi untuk masing - masing bahan bakar. Pengujian dilakukan dengan metode pengaturan derajat sebagai tuas acuan kecepatan yaitu 5o, 10o, 15o, dan 20o dan hasilnya adalah pada 5o, gaya untuk solar 56 N, pertamina dex, 64 N dan biodiesel 60 N. Dari hasil pengujian selanjutnya dilakukan perhitungan untuk menentukan prestasi mesin yang adalah sebagai berikut dan secara keseluruhan prestasi mesin yang menggunakan pertamina dex lebih tinggi dari penggunaan biosolar dan solar; yang adalah sebagai berikut : daya poros: 3,2343 kW, 3,3048 kW, 3,5045 kW; torsi : 7,28 Nm. 7,8 Nm, 8,32 Nm; pemakaian bahan bakar: 0,377 kg/kW.h, 0,353 kg/kW.h, 0,314 kg/kW.h dan efisiensi termal : 22,952%, 25,09% dan 27,086%

    ANALISIS GEOMETRI PELURU TERHADAP NILAI DRAG COEFFICIENT PADA KECEPATAN 304,8 m/s

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai drag coefficient dari peluru senapan angin dengan menggunakan software Ansys Fluent 15.0 dan untuk mengetahui pengaruh distribusi tekanan, kecepatan, dan pathline velocity terhadap nilai drag coefficient. Penelitian dilakukan dengan menggunakan peluru senapan angin dengan bentuk kepala field point, flat nosed dan round head dengan variasi bentuk badan skirt dan lurus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di setiap bentuk kepala peluru dan variasi badannya mengalami kecepatan dan tekanan yang berbeda dan menghasilkan gaya yang berbeda, drag coefficient yang terbesar dialami oleh bentuk kepala peluru flat nosed dan yang terendah dialami oleh bentuk kepala peluru round head dapat diketahui bawah, dengan bentuk kepala yang lebih luas menghasilkan tekanan udara yang besar pada ujung kepala peluru, perbedaan tekanan pada bagian depan dan belakang peluru yang besar menghasilkan nilai drag coefficient yang besar. Hasil dari simulasi mendapatkan nilai drag coefficient pada peluru filed point skirt sebesar 0,5219, field point lurus sebesar 0,5045, flat nosed skirt sebesar 0,5943, flat nosed lurus sebesar 0,5773, round head skirt sebesar 0,4313, round head lurus sebesar 0,4232, dengan kecepatan angin sebesar 304,8 m/s. &nbsp

    ANALISA EFESIENSI KETEL UAP PADA UNIT 2 PLTU 2 BANTEN KAPASITAS 300 MW

    Full text link
    Boiler atau ketel uap adalah sebuah bejana tertutup yang berfungsi sebagai ruang pembakaran ini merupakan kombinasi antara sistem dan peralatan yang dipakai untuk merubah energi kimia yaitu bahan bakar menjadi energi termal dan pemindahan energi termal yang dihasilkan itu ke fluida kerja sehingga berubah dari air menjadi uap. Sebuah ketel uap dioperasikan selama 5 tahun maka akan diperkirakan akan terjadi penurunan unjuk kerja ketel uap tersebut. Untuk mengetahui berapa penurunannya maka dilakukan perhitungan dengan metode input - output untuk mengetahui berapa efisiensi ketel uap saat ini dibandingkan dengan hasil komisioning. Ternyata dari hasil perhitungan dapat diketahui bahwa keadaan ketel uap masih memadai untuk beroperasi, walaupun banyak kekurangan yang terdapat di dalam ketel uap tersebut. Hasil perhitungan dengan metode input - output ketel uap ketika komisioning memiliki efisiensi 90,5 %, sedangkan Mei 2016 memiliki efisiensi 83,4 %

    PENGARUH KONDISI UDARA BILAS TERHADAP KINERJA MESIN DIESEL

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan di atas MT. Seraya Baru untuk mengetahui pengaruh kondisi/kualitas udara bilas yang dihasilkan oleh turbocharger, terhadap kinerja mesin pada mesin diesel penggerak kapal, HORTEN - SULZER Model 6RND76. Metode penelitian yang dipergunakan adalah membandingkan kinerja mesin pada saat turbocharger sebelum dilakukan perbaikan dengan kondisi setelah dilakukan perbaikan, yaitu pada sistem pendinginan udara pada intercooler dan membersihkan filter udara sebelum masuk pada sisi turbin. Hasil yang diperoleh menunjukkan akibat temperatur udara bilas tinggi, maka berakibat pada massa udara yang rendah, sehingga jumlah udara untuk pembakaran menjadi tidak mencukupi. Akibatnya proses pembakaran tidak sempurna dan kinerja mesin menjadi tidak optimal. Untuk perbandingan udara terhadap bahan bakar sebesar 13,3, daya keluaran mesin 10726 hp, efisiensi termal efektif 36,36% dan konsumsi bagan bakar spesifik 173,8 g/hp.h. Sedangkan pada perbandingan udara dengan bahan bakar sebesar 18.23, maka daya keluaran mesin 11,981 hp, efisiensi termal efektif 40,62%, konsumsi bahan bahan bakar spesifik turun menjadi 155,5 g/hp.h. &nbsp

    ANALISA KEKUATAN TARIK BAJA KONSTRUKSI BJ 44 PADA PROSES PENGELASAN SMAW DENGAN VARIASI ARUS PENGELASAN

    Full text link
    oai:jurnalunj.journal.unj.ac.id:article/1126Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kuat arus terhadap   kekuatan tarik baja konstruksi Bj. 44 pada proses pengelasan SMAW menggunakan kampuh Single V dengan elektroda E6013 pada polaritas DC+ dengan arus 100 ampere, 110 ampere, 120 ampere dan 130 Ampere. Pengujian tarik dilakukan terhadap spesimen baja konstruksi Bj 44 hasil proses pengelasan SMAW. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan variasi kuat arus 100 ampere, 110 ampere, 120 ampere dan 130 ampere dengan polaritas terbalik (DC+). Proses pembuatan sampel uji tarik menggunakan standar JIS Z 2201 dan JIS Z 2241. Hasil pengujian tarik menunjukkan bahwa angka kekuatan tarik tertinggi terdapat pada hasil pengelasan SMAW dengan arus 130 ampere sebesar 547 N/mm2, dimana 2 dari 3 patahan spesimen terjadi pada daerah logam induk, sedangkan kekuatan tarik terendah pada arus 100 Ampere sebesar 497,67 N/mm2, dimana 2 dari 3 patahan spesimen terjadi pada logam las

    169

    full texts

    183

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur UNJ
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇