Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur UNJ
Not a member yet
183 research outputs found
Sort by
STUDI KARAKTERISTIK PENGELASAN SMAW PADA BAJA KARBON RENDAH ST 42 DENGAN ELEKTRODA E 7018
Kekuatan hasil lasan dipengaruhi oleh tegangan busur, besar arus, kecepatan pengelasan, besarnya penembusan dan polaritas listrik. Penentuan besarnya arus dalam penyambungan logam menggunakan las busur mempengaruhi efisiensi pekerjaan dan bahan las. Untuk itu akan dilakukan penelitian las SMAW sambungan T dengan variasi arus 90 A, 100 A, 110A, 120 A dan 130A. Pengambilan arus 90 A dimaksudkan sebagai batas arus terendah dan 130 A sebagai batas arus tertinggi. Adapun tujuan berapakah arus yang paling efektif dan pengaruh variasi arus terhadap daerah struktur mikro serta cacat pengelasan. Spesimen yang digunakan adalah pelat baja konstruksi ( ST 42) dengan ukuran 100 x 80 x 10. Jenis kampuh atau sambung las yang digunakan adalah kampuh T posisi pengelasan 2F (Fillet). Setiap variasi arus menggunakan 5 sampel. Pengujian spesimen dengan menggunakan uji mikro, uji struktur, uji bending dan penetran hasil lasan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut: Penggunaan arus 130 A menghasilkan penebusan yang relatif baik jika dibandingkan dengan arus yang lebih kecil dari 130 A. Arus minimum yaitu 90 A nyala busur api agak terhambat sehingga pada saat pengelasan dilakukan peleburan antara elektroda dan benda kerja tidak terjadi dengan maksimal
PERANCANGAN DESAIN VELG SEPEDA MOTOR HYBRID DAN PENGUJIAN DISTRIBUSI BEBAN DENGAN SOFTWARE AUTODESK INVENTOR
Sepeda motor hybrid merupakan salah satu solusi alternatif saat ini dalam mengatasi keterbatasan bahan bakar minyak yang tidak dapat diperbaharui. Hybrid adalah teknologi yang menggabungkan dua atau lebih tenaga penggerak dalam satu kendaraan. Sepeda motor hybrid ini menggunakan dua macam tenaga penggerak yaitu mesin berbahan bakar minyak dan motor listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengadaptasi teknologi hybrid agar bisa digunakan pada sepeda motor. Dalam menerapkan sepeda motor hybrid ini, diperlukan beberapa perubahan komponen, salah satu diantaranya adalah velg. Perubahan velg ditujukan agar motor listrik sebagai penggerak sepeda motor dapat dimasukkan ke dalam velg. Desain velg ini sangat penting agar perubahan velg ini bisa diaplikasikan pada sepeda motor yang telah digunakan masyarakat. Desain tersebut dibuat menjadi dua tipe, yaitu velg jari-jari (spoke wheel) dan velg racing (cast alloy wheel) yang berdiameter 17 inci dan digunakan untuk sepeda motor jenis moped (bebek). Pembuatan desain velg ini menggunakan software Autodesk Inventor. Dalam program Autodesk Inventor, meliputi fitur untuk desain 3 dimensi dan 2 dimensi. Model dan dimensi juga dapat dibuat secara akurat dan tepat, sehingga ketika akan dianalisis dapat menghasilkan data yang tepat. Velg yang dibuat adalah jenis velg jari-jari dan velg racing dengan perbedaan variasi tiap velg. Desain velg ini kemudian diuji untuk mengetahui kekuatan yang dapat ditahan oleh velg jika diberi beban baik dalam keadaan diam (statis) maupun bergerak (dinamis). Beban yang diberikan merupakan beban kendaraan ditambah beban penumpang. Pada pengujian ini beban yang diberikan dalam keadaan statis mulai dari 1.500 N hingga 3.000 N dengan kelipatan 250 N sedangkan untuk pengujian dinamis, beban yang diberikan sebesar 3.000 N dan momen mulai dari 5.000 N.mm hingga 30.000 N.mm dengan kelipatan 5.000 N.mm. Pengujian ini menggunakan software Autodesk Inventor, yang dapat menyesuaikan material tiap komponen sesuai dengan material yang dianjurkan. Dengan menghitung faktor keamanan tiap velg, tegangan luluh (Yield strength) dibagi dengan tegangan Von Mises maksimum, pada pengujian statis, semua velg memiliki faktor keamanan lebih dari 1,0. Pada pengujian dinamis, didapatkan hasil velg jari-jari tipe E dengan jumlah jari-jari 64 buah adalah velg yang tepat digunakan sebagai velg sepeda motor hybrid. Faktor keamanan pada velg tipe E memiliki nilai 1,457. Velg ini menggunakan material steel yang memiliki Yield strength sebesar 207 MPa dan tegangan Von Mises maksimum sebesar 141,999 MPa
PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MINI HIDRO (PLTM) : PELUANG BAGI PARA PENGEMBANG BISNIS DAN TANTANGAN BAGI PARA PERANCANG TEKNOLOGI REKAYASA DI INDONESIA
Menurut Statistik Energi Indonesia 2010 Ditjen Listrik dan Pemanfaatan Energi, potensi energi terbarukan di Indonesia untuk skala besar (>10 MW) sebesar ~ 75GW kapasitas terpasang 4,2 GW, untuk mini (<10 MW)/mikrohidro potensi 450 MW terpasang 84 MW. Potensi yang ada merupakan peluang besar bagi para pengembang bisnis karena pembelinya jelas yaitu PLN, BEP setelah konstruksi rata-rata 5 tahun dengan IRR 18-23 %. Bagi para perancang teknologi rekayasa ini merupakan tantangan untuk mengembangkan pengetahuan, keahlian secara praktis dalam bidang teknik mesin, sipil, elektro/elektronika, geoteknik, geodesi, metalurgi maupun manajemen proyek. Perancangan meliputi : penyiapan data, proses data, konsep desain, optimasi desain, detail desain dan pengawasan desain