Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur UNJ
Not a member yet
183 research outputs found
Sort by
MODIFIKASI KEMUDI MANUAL MENJADI TIPE RACK AND PINION PADA ANGKUTAN PEDESAAN
Sarana dan prasarana yang baik sangat erat kaitannya dengan hasil sebuah pekerjaan, hal inilah yang mendorong untuk menciptakan sebuah alat transportasi desa yang dapat menunjang kegiatan dan mobilitas civitas akademika yang tinggi, sehingga akan menghasilkan hasil yang maksimal. Sebagai wujud kepedulian terhadap masalah di pedesaan, maka penulis bermaksud untuk mengkaji sebuah konsep kendaraan angkutan pedesaan roda empat dengan kapasitas berpenumpang lima orang dan barang 500 kg lebih yang sekaligus menjadi tonggak perubahan angkutan pedesaan di Indonesia. Metodologi yang digunakan penulis adalah dengan metoda kajian perhitungan desain ulang untuk proses modifikasi sistem kemudi pada kendaraan angkutan pedesaan roda empat yang nyaman dan aman. Perhitungan diawali dengan mengkaji sudut belok kendaraan, kemudian mengkaji steering geometri dan beban yang diterima kemudi. Dari hasil kajian ini dapat disimpulkan bahwa kendaraan angkutan pedesaan roda empat yang di desain mempunyai sistem streering kendaraan ini menggunakan Rack and Pinion. Pergeseran rack sebesar 7,47 cm mengakibatkan rasio steering 13, rasio steering ini adalah perbandingan dari hasil pergeseran rack dalam satu putaran dibagi dengan luas roda. Beban pada system steering sebesar 3,14 N ini dianggap ringan sehingga kendaraan ini tidak perlu menggunakan power steering, karena beban masih dalam standar yang dipersyaratkan yaitu 2 sampai dengan 7 N
EFEK VARIASI KECEPATAN WIRE FEEDER GMAW TERHADAP TENSILE STRENGTH ASTM A36
Pada pengelasan GMAW kecepatan pengelasan, tegangan, kecepatan wire feeder, arus, laju aliran gas pelindung (shielding gas), dan polaritas merupakan beberapa faktor yang berpengaruh dalam hasil pengelasan. Dalam teori buku disebutkan filler metal AWS ER 70S-6 hanya dapat digunakan untuk polaritas DC+. Sehingga peneliti tertarik untuk membandingkan hasil pengelasan material ASTM A 36 dengan polaritas DC+ dan DC- dari segi tensile strenght dengan beberapa variasi kecepatan wire feeder. Pelat ASTM A36 dengan tebal 8 mm yang dibentuk kampuh V tunggal dengan menggunakan mesin milling. Pelat ASTM A36 dilas dengan proses GMAW (polaritas DC- dan DC+). Parameter kecepatan pengelasan diatur 350 mm/menit sedangkan kecepatan wire feeder divariasikan 7, 8, dan 9 m/menit. Filler metal menggunakan jenis AWS ER70S-6 diameter 1 mm. Hasil pengelasan DC+ mendapatkan hasil tensile strenght maksimal di kecepatan wire feeder 9 m/menit. Hasil pengelasan DC- mendapatkan hasil tensile strenght maksimal di kecepatan wire feeder 7 m/menit. Berdasarkan hasil pengujian tarik pada dua polaritas dapat terlihat bahwa pengelasan dengan polaritas terbalik (DC+) menunjukkan hasil yang lebih tinggi kekuatan tariknya jika dibandingkan dengan plaritas terbalik (DC-). Namun hasil kekuatan tarik polaritas terbalik diatas rata-rata dari base metal (A36) yang telah ditetapkan oleh ASTM. Sehingga hasil kekuatan tarik dari polaritas lurus (DC-) yang masih masuk dalam batasan (range) standar ASTM A36.
 
PENGARUH PEMBERIAN ADITIF TERHADAP PRESTASI MESIN DIESEL OM 444LA
Motor diesel banyak digunakan sebagai motor penggerak. Untuk pengoperasian motor digunakan bahan bakar diesel yang merupakan bahan bakar cair. Bahan bakar diesel (solar) diproduksi sesuai persyaratan mutu yang telah ditetapkan. Namun ada juga upaya untuk meningkatkan kualitasnya yaitu dengan menambahkan zat adiktif ke dalam bahan bakar. Sehubungan dengan penambahan zat adiktif pada bahan bakar, maka diadakan pengujian untuk mengetahui pengaruhnya terhadap prestasi kerja motor, yaitu konsumsi bahan bakar (FC) dan daya poros mesin (BHP) Pengujian dilakukan dengan penambahan zat adiktif secara bervariasi yaitu dari 0.2 % sampai dengan 1 %. Hasilnya adalah terjadi penurunan konsumsi bahan bakar bila dibandingkan dengan bahan bakar yang tidak menggunakan adiktif dan peningkatan daya poros (BHP). Pada penambahan adiktif 0.2% sampai dengan 1 % terjadi penurunan konsumsi bahan bakar antara 0.123 l/h (dari 6 l/h menjadi 5.877 l/h) sampai dengan 0.24 l/h ( 6 l/h menjadi 5.76 l/h). Untuk daya poros terjadi peningkatan antara 0.25 PS (dari 22.232PS menjadi 22.732PS) sampai 0.5 PS ( dari 22.232 PS menjadi 22.732 PS), dan ada penurunan sebesar 0.5 PS pada penambahan zat adiktif 1%.
 
ANALISIS PERHITUNGAN LAJU PERPINDAHAN PANAS ALAT PENUKAR KALOR TYPE PIPA GANDA DI LABORATORIUM UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA
Alat penukar kalor tipe pipa ganda merupakan salah satu jenis alat penukar kalor menggunakan aliran fluida panas dan dingin yang mana masing-masing mengalir secara berlawanan arah. Untuk air panasnya di bantu dengan menggunakan heater supaya dapat menghasilkan panas yang maksimal dan kedua aliran di bantu dengan media pompa sehingga airnya bisa mengalir secara beraturan. Untuk metode yang digunakan adalah metode literature dan pengambilan data secara langsung di laboratorium universitas 17 Agustus 1945 Jakarta. Dari hasil analisa untuk kapasitas alat penukar kalor tipe pipa ganda. (A) laju aliran energi panas (watt) : uji coba pertama, kedua, ketiga dan ke empat (8368), (10041), (11715), (13388). (B) koefisien perpindahan kalor menyeluruh (watt): uji coba pertama, kedua, ketiga, dan keempat (93,77), (93,33), (92,60), (92,15). (C) efektivitas (%): uji coba pertama, kedua, ketiga, dan keempat (10%), (12%), (14%) ,(16%). Dimana dari keempat pengujian tersebut yang paling efektivitas adalah pengujian keempat karna panas yang di keluarkan meningkat dan menghasilkan konduktivitas termal yang besar
KARAKTERISTIK PENYEBARAN API KETIKA TERJADI KEBAKARAN BERBASIS METODE FDS (FIRE DYNAMICS SIMULATOR) PADA PARKIRAN SEPEDA MOTOR KAMPUS A UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
Penelitian ini dilatarbelakangi karena melihat kondisi bangunan parkiran depan Kampus A Universitas Negeri Jakarta yang pembangunan tersendat tetapi sudah dipergunakan untuk khalayak di khawatirkan dapat membahayakan penghuni, dan karyawan yang bekerja di gedung parkiran tersebut apabila terjadi kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kriteria bahaya kebakaran pada parkiran sepeda motor kampus A UNJ. Dalam penelitian ini digunakan Software Fire Dynamics Simulator Version 5.0 untuk membuat suatu pemodelan kebakaran berdasarkan titik awal nyala api dan arah angin. Pada penelitian ini akan membahas tentang perkembangan api dimana perkembangan api tersebut akan direpresentasikan oleh HRR (Heat Release Rate), burning rate, dan visualisasi dari masing-masing simulasi. Langkah ini sangat menguntungkan karena dapat mengetahui bagaimana penyebaran api saat terjadi kebakaran dan seberapa bahaya kebakaran yang disimulasikan. Dengan adanya fire modelling ini dapat menjadi pendekatan engineering praktis untuk memberikan peninjauan tambahan terhadap aspek keselamatan kebakaran pada gedung parkiran kampus A Universitas Negeri Jakarta. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa cepatnya penyebaran api dipengaruhi titik awalnya api, kecepatan dan arah angin. Dimana semakin besar nilai HRR maka semakin besar pula nilai burning rate yang didapatkan dan semakin besar pula tingkat kebakaran yang terjadi.
 
PERBANDINGAN KINERJA SISTEM PENDINGIN YANG DIGUNAKAN UNTUK WATER HEATER DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PENUKAR KALOR TIPE SERPENTINE DAN CIRCULAR
Tujuan penelitian ini adalah untuk memanfaatkan kembali panas buang dari kondensor AC yang dibuang begitu saja ke lingkungan. Dengan mengurangi panas buang yang dikeluarkan oleh kondensor AC dapat mengurangi konsumsi listrik yang berdampak pada penghematan energi dan pengurangan efek dari pemanasan global. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan dimulai pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2015. Pada penelitian ini dilakukan pengambilan data berupa suhu air input, suhu air output, suhu udara, suhu output kompresor, suhu output kondensor, suhu output evaporator, dan suhu permukaan pipa tembaga pada heat exchanger. Sedangkan dalam pengambilan data penunjangnya dilakukan pengambilan data pada tekanan refrigerant, dan arus sistem. Pengambilan data suhu penelitian dilakukan pada 3 tekanan refrigerant yang berbeda, tekanan refrigeran 80, 75, dan 70 psi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat penukar kalor tipe circular memberikan hasil lebih baik dibandingkan tipe serpentine. Efisiensi penukar kalor tipe circular yaitu sebesar 69,34% pada tekanan refrigeran 70 psi dan untuk tipe serpentine yaitu sebesar 62,8% pada tekanan yang sama
KARAKTERISTIK HASIL PENGELASAN PIPA DENGAN BEBERAPA VARIASI ARUS LAS BUSUR LISTRIK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil las dan kekuatan sambungan las pada pipa 4” schedule 40 dengan pengujian tarik bahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Penelitian ini menggunakan pipa 4” schedule 40 bahan baja paduan rendah. Bahan diberi perlakuan pengelasan dengan variasi arus 100 Ampere, 120 Ampere dan 140 Ampere dengan menggunakan las SMAW DC polaritas terbalik dengan elektroda E7016 diameter 3,2 mm. DC polaritas terbalik yaitu pemegang elektroda dihubungkan dengan kutub positif dan logam induk dihubungkan dengan kutub negatif. Jenis kampuh yang digunakan adalah kampuh V dengan sudut 60º. Spesimen dilakukan pengujian tarik. Kekuatan tarik sambungan las tertinggi terjadi pada kelompok spesimen 140 Ampere yaitu menunjukkan tensile rata-rata sebesar 45,796 kg/mm² yang mengalami kenaikan sebesar 14,650 Kg/mm² dari arus 120 Ampere. Kekuatan tarik rata-rata untuk daerah lasan pada kelompok spesimen 100 Ampere yaitu 30,881 Kg/mm² yang mengalami penurunan sebesar 0,377 Kg/mm² dari kelompok spesimen 1 20 Ampere yang rata-rata kekuatan tariknya sebesar 31,146 Kg/mm², dan mengalami penurunan sebesar 14,915 dari arus 140 Ampere.
 
PENGARUH PERUBAHAN IGNITION TIMING TERHADAP KINERJA MESIN SEPEDA MOTOR AUTOMATIC 115CC
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh perubahan waktu pengapian (ignition timing) terhadap kinerja mesin dalam bentuk daya dan torsi dan konsumsi bahan bakar dengan menggunakan ECU programmable yang diterapkan pada mesin sepeda motor Automatic 115cc. Pengujian daya dan torsi dilakukan dengan menggunakan dinamometer terhadap sepeda motor dengan 5 variasi waktu pengapian, yaitu waktu pengapian standar (150 Sebelum TMA), 17,5º sebelum TMA, 20º sebelum TMA, 22,5º sebelum TMA dan 25º sebelum TMA. Pengujian konsumsi bahan bakar juga dilakukan terhadap sepeda motor pada tiap-tiap variasi waktu pengapian. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa perubahan waktu pengapian dapat menaikkan kinerja mesin dan menurunkan konsumsi bahan bakar. Waktu pengapian terbaik terjadi pada 17,50º sebelum TMA yang menghasilkan torsi sebesar 14,36 N.m atau mengalami kenaikan 12,5% dari torsi mesin waktu pengapian standar dan daya mesin sebesar 8,6 HP atau mengalami peningkatan sebesar 13,9% dari daya mesin pada waktu pengapian standar. Perubahan waktu pengapian ke 17,50º sebelum TMA juga menurunkan konsumsi bahan bakar menjadi 0,1480 ml/s atau mengalami penurunan 28,95% dari konsumsi bahan bakar pada waktu pengapian standar.
 
PENGARUH PENAMBAHAN KARBON PADA KARAKTERISTIK KAMPAS REM KOMPOSIT SERBUK KAYU
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan terhadap material kampas rem yang ramahlingkungan dan pemanfaatan limbah serbuk kayu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan karbon pada hasil pengujian variabel pengereman dan karakteristik bahan pada kampas rem komposit serbuk kayu. Kadar karbon yang ditambahkan antara 0 - 10%. Pengaruh penambahan karbon dianalisis dengan pengujian waktu pengereman, TGA, kekerasan, dan pengurangan massa. Hasil pengujian variabel pengereman pada semua spesimen menunjukkan bahwa waktu pengereman semakin lama dengan naiknya kecepatan. Pengujian karakteristik bahan menunjukkan bahwa pada pengujian TGA, spesimen memiliki kestabilan termal sampai temperatur 1500C. Hasil pengujian kekerasan menunjukkan nilai kekerasan menurun dengan ditambahkan karbon. Nilai kekerasan yang mendekati kampas rem standar adalah spesimen C10KY40 yaitu 31,6 VHN. Hasil pengujian pengurangan massa tingkat pengurangan massa paling rendah adalah spesimen C10KY40. Hasil pengujian karakteristik bahan, menunjukkan bahwa spesimen C10KY40 memiliki indikasi mendekati kampas rem standar
PEMODELAN DAN SIMULASI KENDARAAN HIBRID SERIPARALEL DENGAN CUSTOMIZED MATLAB/SIMULINK
Kendaraan hibrid merupakan salah satu jawaban dari Industri Otomotif terhadap tingginya tuntutan untuk menurunkan emisi gas buang dan penghematan pemakaian energi fosil. Dalam Penelitian ini, dirancang sebuah pemodelan kendaraan hibrid dengan konfigurasi seri-paralel dengan perangkat lunak Matlab/Simulink. Untuk memodelkan sebuah kendaraan hibrid dan menganalisis kemampuan dari sebuah konfigurasi kendaraan hibrid, maka model tersebut harus mencakup kelima aspek pemodelan, meliputi dinamika kendaraan, sistem mesin dan transmisi, sistem kelistrikan, sistem kontrol dan siklus uji (drive cycle). Kemampuan sebuah kendaraan hibrid dalam hal penghematan bahan bakar sangat ditentukan oleh sistem kontrol dan sistem kelistrikan yang dipilih, hal ini disebabkan pada konfigurasi ini penyuplai tenaga utama tetap pada mesin pembakaran dalam, sehingga sangat penting untuk dapat menjaga mesin beroperasi pada zona operasi yang memiliki efisiensi tinggi (high-efficiency zone) pada keseluruhan kondisi operasi.