Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur UNJ
Not a member yet
183 research outputs found
Sort by
KARAKTERISTIK HASIL PENGELASAN OXY ASETILIN WELDING (OAW)
Tujuan dari penelitian ini adalah: Mengetahui elektroda mana yang memiliki hasil pengelasan yang terbaik melalui metode uji tarik. Mengetahui perbedaan komposisi elektroda dari beberapa jenis elektroda dengan pengujian SEM. Mengetahui hubungan antara komposisi elektroda dengan hasil pengelasan dari beberapa jenis elektroda. Spesifikasi benda uji yang digunakan dalam eksperimen ini adalah sebagai berikut: Bahan yang digunakan adalah pelat baja konstruksi. Ketebalan plat 3 mm. Elektroda yang digunakan adalah tiga jenis E6013 dengan diameter 3,2 mm. Yang digunakan hanya kawat intinya saja sedangkan fluksnya (coating) dibuang. Menggunakan nyala api netral. Menggunakan sambungan butt (butt joint). Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah: Komposisi kawat inti elektroda A adalah O 19,13%, Na 2,59 %, Al 1,67%, Si 5,66% dan Fe 70,95%. Komposisi fluks elektroda A adalah C 28,89%, O 48,02%, Na 8,80%, Al 1,69%, Si 5,25%, K 1,47%, Ca 2,80%, Ti 1,16% dan Fe 1,91%. Hasil pemeriksaan visual pada pengelasan yang menggunakan variansi kawat pengisi terdapat cacat las yaitu weaving fault, surface porosity, undercutting. Elektroda A memiliki kekuatan tarik lebih tinggi jika dibandingkan dengan elektroda B dan C.
 
STUDI EKSPERIMENTAL KINERJA PIPA KALOR FLEKSIBEL
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja pipa kalor fleksibel. Pipa kalor fleksibel dibuat dengan panjang 450 mm. Bagian evaporator terbuat dari tembaga dengan panjang 150 mm, diameter dalam 4 mm dan diameter luar 5 mm. Bagian kondensor terbuat dari tembaga dengan panjang 150 mm, diameter dalam 4 mm dan diameter luar 5 mm. Bagian adiabatik terbuat dari bahan elastis silicon dengan diameter dalam 5 mm dan diameter luar 8 mm. Struktur sumbu stainless steel mesh 100 dan stainless steel mesh 50. Fluida kerja menggunakan air murni. Bagian dalam adiabatik ditambahkan pegas untuk menjaga struktur sumbu tidak rusak pada saat ditekuk. Evaorator dipanaskan menggunakan heater dengan daya sebesar 12 W. Pipa kalor ditekuk dengan susut tekuk 0o, 45o, 90o, 135o dan 180o. Hasil yang didapat menunjukkan kinerja pipa kalor fleksibel meningkat dengan berkurangnya sudut tekuk yang ditunjukkan dengan hasil perhitungan tahanan termal pipa kalor. Tahanan termal pipa kalor mempunyai nilai paling kecil pada saat pipa tidak ditekuk dan paling besar pada saat pipa kalor ditekuk dengan sudut 180o. Kinerja pipa kalor mesh 100 lebih baik dibandingkan pipa kalor mesh 50. Ini menunjukkanbahwa kapasitas perpindahan panas pipa kalor dipengaruhi oleh sudut tekuk pipa kalor. Nilai tahanan termal mesh 50 paling kecil terjadi pada susut 0o sebesar 0,24 K/W dan terbesar pada sudut 180o sebesar 0,40 K/W. Nilai tahanan termal mesh 100 paling kecil juga sama terjadi pada susut 0o sebesar 0.15 K/W dan terbesar pada sudut 180o sebesar 0,23 K/W
KARAKTERISTIK PENYEBARAN API KETIKA TERJADI KEBAKARAN BERBASIS METODE FDS (FIRE DYNAMICS SIMULATOR) PADA PARKIRAN SEPEDA MOTOR KAMPUS A UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
Penelitian ini dilatar belakangi karena melihat kondisi bangunan parkiran depan Kampus A Universitas Negeri Jakarta yang pembangunan tersendat tetapi sudah dipergunakan untuk khalayak di khawatirkan dapat membahayakan penghuni, dan karyawan yang bekerja di gedung parkiran tersebut apabila terjadi kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kriteria bahaya kebakaran pada parkiran sepeda motor kampus A UNJ. Dalam penelitian ini digunakan Software Fire Dynamics Simulator Version 5.0 untuk membuat suatu pemodelan kebakaran berdasarkan titik awal nyala api dan arah angin. Pada penelitian ini akan membahas tentang perkembangan api dimana perkembangan api tersebut akan direpresentasikan oleh HRR (Heat Release Rate), burning rate, dan visualisasi dari masing-masing simulasi. Langkah ini sangat menguntungkan karena dapat mengetahui bagaimana penyebaran api saat terjadi kebakaran dan seberapa bahaya kebakaran yang disimulasikan. Dengan adanya fire modelling ini dapat menjadi pendekatan engineering praktis untuk memberikan peninjauan tambahan terhadap aspek keselamatan kebakaran pada gedung parkiran kampus A Universitas Negeri Jakarta. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa cepatnya penyebaran api dipengaruhi titik awalnya api, kecepatan dan arah angin. Dimana semakin besar nilai HRR maka semakin besar pula nilai burning rate yang didapatkan dan semakin besar pula tingkat kebakaran yang terjadi
PENGOLAHAN AIR PAYAU MENGGUNAKAN ELEKTRODIALISIS DAN OZON
Electrodialysis (ED) merupakan teknologi yang hampir sama dengan RO tapi biaya investasi dan operasionalnya lebih rendah. ED berfungsi untuk me-removal TDS yang tinggi dalam air payau. Akan tetapi ED tidak difungsikan untuk me-removal mikroorganisme yang terdapat di air payau sehingga ditambahkan pengolahan menggunakan ozon sebagai desinfektan. Permasalahan yang akan dibahas dalam paper ini adalah menganalisis efektivitas kombinasi dari ED dan Ozon dalam pengolahan air payau menjadi air tawar. Dalam paper ini terdapat 3 variabel yaitu variabel debit dalam ED (0,67 L/jam, 0,17 L/jam, dan 0,13 L/jam), tegangan (6, 9, dan 12 V), dan waktu pemaparan ozon (5 menit dan Qreaktor). Variabel yang paling berpengaruh adalah waktu detensi ED. Semakin lama waktu detensinya maka menghasilkan kualitas air produk yang paling baik. Efektivitas kombinasi ED dan ozon dilihat dari variasi yang menghasilkan kualitas air terbaik dan konsumsi energinya tidak terlalu besar, sehingga didapatkan variasi yang efektif adalah variasi debit 0,13 L/jam pada tegangan 6 V dan lama waktu pemaparan ozon yaitu selama 5 menit
PURWARUPA BIKELIFT VERTICAL SCREW KAPASITAS BEBAN 200 KG
Bikelift merupakan alat bantu angkat sepeda motor. Bikelift biasanya berpenggerak hidrolik atau pneumatik dan biasanya dipakai di bengkel-bengkel yang tidak mudah untuk mobilisasi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat purwarupa bikelift sistem ulir vertikal dengan kapasitas beban maksimal sepeda motor 200 kg. Bikelift dikembangkan bersifat mampu jinjing. Untuk itu perlu diketahui waktu yang dibutuhkan untuk mengangkat sepeda motor sampai ketinggian 80 cm pada proses pendongkrakan manual dan pendongkrakan menggunakan impact. Metode perancangan yang digunakan adalah dengan menentukan kriteria perancangan, identifikasi dan survei lapangan, perancangan dan perhitungan, pengujian dan analisa. Dari perancangan ini didapatkan dimensi poros berulir yang digunakan adalah diameter inti 15,5 mm, diameter nominal 20 mm, jarak antar puncak ulir 4 mm, dan area inti 189 mm, serta daya angkat yang dibutuhkan adalah 162,64 watt. Pada proses pendongkrakan manual waktu yang dibutuhkan untuk mengangkat beban sepeda motor 90 kg adalah 278 detik, beban 110 kg adalah 317 detik, beban 150 kg adalah 431 detik, dan pada beban 200 kg adalah 619 detik. Pada proses pendongkrakan menggunakan impact waktu yang dibutuhkan untuk mengangkat beban sepeda motor 90 kg adalah 57 detik, beban 110 kg adalah 67 detik, beban 150 kg adalah 107 detik, dan pada beban 200 kg adalah 159 detik
STUDI EKSPERIMENTAL KINERJA MESIN KOMPRESI UDARA SATU LANGKAH DENGAN VARIASI SUDUT PEMBUKAAN SELENOID
Tingkat pencemaran udara khususnya di Jakarta menjadi permasalahan yang cukup serius pada saat ini. Pencemaran ini sebagian besar disebabkan oleh peningkatan jumlah penggunaan kendaraan bermotor sebagai alat transportasi berbahan bakar minyak selama ini berdampak negatif terhadap lingkungan. Salah satu kendaraan yang menghasilkan polusi udara terbesar adalah mesin motor bakar 2 langkah. Hal ini terjadi karena pembakaran oli samping dan gas ikut terbuang langsung melalui saluran pembuangan (exhaust) pada saat langkah pembilasan. Sehingga tujuan penelitian ini adalah mengubah mesin motor bakar 2 langkah menjadi mesin dengan sumber penggerak udara bertekanan tanpa adanya proses pembakaran. Penelitian ini akan memodifikasi mesin motor bakar 2 langkah dengan pembakaran internal 110 cm3 menjadi mesin yang menggunakan tenaga tekanan udara. Dengan udara bertekanan sebagai energi utama, maka pada mesin ini tidak terjadi proses pembakaran dalam pada mesin, sehingga mesin ini tidak menimbulkan emisi gas buang. Untuk menghasilkan performa mesin yang baik digunakan 2 buah solenoid sebagai katup masuk udara bertekanan ke dalam mesin, sebuah solenoid digunakan untuk menekan piston bergerak ke bawah sedangkan buah solenoid yang lain digunakan untuk menekan piston bergerak ke atas. Solenoid tersebut akan bekerja menggunakan sensor infrared yang dipasang pada bagian poros di magnet generator. Variasi yang dilakukan pada Pengujian mesin kompresi udara adalah pada sudut bukaan katup solenoid 3o dan 5o sebelum titik mati atas (TMA). Data-data yang diukur berupa tekanan udara masuk dari 3 bar – 8 bar, tachometer untuk putaran yang dihasilkan dan Prony breake untuk mendapatkan output torsi. Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa sudut pembukaan katup selenoid mempengaruhi daya yang dihasilkan, adapun daya puncak adalah 2,10 kW dengan putaran mesin 1321 rpm pada tekanan 8 bar terjadi pada bukaan katup selenoid 5o TMA
METODA WITNESSING UNTUK PENENTUAN KONSTANTA PROSES CNC TURNING PADA MANUFAKTUR KOMPONEN AEROSPACE
Penelitian ini merupakan hasil pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk kontribusi pendampingan pada penyelesaian kasus pengembalian pajak bahan baku impor dari pihak produsen komponen aerospace ke pihak bea cukai. Tujuannya membuktikan bahwa kehilangan berat bahan baku adalah murni karena kegiatan proses produksi. Metodologi yang digunakan adalah witnessing proses CNC Turning melalui dokumentasi bahan baku, proses plan, jenis mesin, proses pemesinan, kontrol kualitas, dan pengelolaan limbah hasil proses yang berjalan untuk 16 sampel produk berbasis material logam berbentuk poros pejal. Berdasarkan hasil review teori pemesinan MRP (Metal Removal Process) dan dokumentasi proses diperoleh hasil yang bersesuaian yaitu bahwa kehilangan logam adalah murni akibat proses pembentukan produk dan bukan disebabkan hal yang lain
DISAIN DAN ANALISIS MESIN PENCACAH GELAS PLASTIK DENGAN PENGGERAK MANUAL
Tujuan penelitian untuk mendesain mesin pencacah gelas plastik dengan penggerak manual, serta menguji kinerjanya. Penelitian ini menggunakan metode VDI 2221 yaitu metode untuk menyelesaikan permasalahan dan mengoptimalkan penggunaan material, teknologi dan keadaan ekonomi. Metode ini diharapkan dapat mempermudah perancang untuk menguasai sistem perancangan tanpa harus menguasai secara detail. Kesimpulan dari penelitian ini adalah peneliti berhasil merancang mesin pencacah gelas plastik dengan bentuk yang optimal dan minimalis, kecepatan pemotongan ( 0,012 m/s ) dan pemipihan ( 0,01 m/s ). Diameter poros ditentukan oleh tegangan geser pemipih ( 5,09 Kg/mm2 ) dan tegangan geser pisau ( 18,8 Kg/mm2 ) sehingga didapatkan hasil 12 mm. Daya yang dibutuhkan pada mesin ini sebesar 0,05 kW dan transmisi yang digunakan pada mesin ini yaitu penggunaan roda gigi yang dihubungkan rantai. Hasil pengujian mesin pemotong gelas plastik dapat memotong 0,864 kg dalam waktu 1 jam dengan kebisingan maksimum hanya 70,3 db, dimana hasil ukuran cacahan atau serpihan berkisar ukuran 4 mm x 4 mm, ukuran tersebut yang dapat dijual di perusahaan daur ulang plastik
HUBUNGAN DAYA TURBIN ANGIN BERBENTUK PROPELLER 5 BLADE TERHADAP BEBAN TOWER PENYANGGANYA
Penggunaan energi alternatif yang ramah lingkungan (Green Energy) merupakan topik utama yang mulai banyak dibahas dewasa ini. Fenomena ini disebabkan oleh semakin sedikitnya sumber energi fosil yang menuntut manusia mencari sumber-sumber energi baru dan terbarukan untuk menggantikan energi konvensional tersebut. Salah satu sumber energi yang berkembang saat ini ialah energi angin, yang mulai dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik ataupun mengonversinya ke energi mekanik untuk keperluan lain. Salah satu alat yang digunakan untuk memanfaatkan energi angin adalah turbin angin. Indonesia, negara kepulauan yang 2/3 wilayahnya adalah lautan dan mempunyai garis pantai terpanjang di dunia merupakan wilayah potensial untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga angin. Semakin besar daya yang dihasilkan turbin maka akan dibutuhkan tower turbin yang mampu menerima beban yang besar. Jumlah beban pada tower turbin ini dibutuhkan sebagai referensi untuk mendesain konstruksi tower turbin angin. Penelitian ini bertujuan mencari hubungan antara daya yang dihasilkan turbin angin dengan beban momen lengkung yang diterima tower turbin. Daya turbin diperoleh dari gaya lift pada propeller yang dilewati angin, sementara beban yang diterima tower turbin diperoleh dari gaya drag pada propeller yang dilalui angin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan variasi kecepatan udara 5 – 8 meter/detik, momen lengkung yang diterima oleh tiang penyangga turbin angin hanya sebesar 30,13% dari momen puntir yang dihasilkan turbin. Pada kecepatan udara 5 m/s, torsi pada poros 70,899 Nm, momen lengkung tiang penyangga 21,358 Nm, sementara pada kecepatan udara 8 m/s torsi pada poros 181,501 Nm, momen lengkung tiang penyangga 54,678 Nm
GAYA TEKAN PAD REM TERHADAP DISK ROTOR PADA KENDARAAN MINI BUGGY
Sistem sangat penting karena memiliki fungsi sebagai alat keselamatan dan menjamin untuk pengendara yang aman. Kendaraan tidak dapat berhenti apabila pengereman hanya dilakukan dengan pengereman mesin, kelemahan ini harus dikurangi agar dapat menurunkan kecepatan gerak kendaraan hingga berhenti. Kerja rem disebabkan adanya gaya gesek pad rem melawan sistem gerak putar piringan (disc). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besaran gaya yang terjadi pada rem cakram untuk kendaraan mini buggy dengan analisis perhitungan dari komponen rem dengan pembebanan pedal 1kgf, 2kgf, 3kgf, 4kgf, 5kgf, 6kgf, 7kgf, 8kgf, 9kgf dan 10kgf. Besar diameter master silinder 19,20 mm, Yang berfungsi untuk mengubah gerak pedal rem ke dalam tekanan hidrolik, Diameter silinder cakram 32,95 mm dan perbandingan tuas pedal 3,01. menunjukkan semakin besar pembebanan pedal rem maka gaya yang menekan master rem (Fk), gaya tekanan minyak rem (Pe), gaya yang menekan pad rem (Fp), dan gaya gesek pengereman (Fμ) akan semakin besar, sedangkan semakin besar gaya yang menekan pedal rem maka jarak waktu pengereman akan semakin kecil