Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur UNJ
Not a member yet
183 research outputs found
Sort by
PERPINDAHAN PANAS PIPA KALOR SUDUT KEMIRINGAN 0°, 30°, 45°, 60°, 90°
Pipa kalor adalah perangkat yang dapat memindahkan panas dari suatu tempat ke tempat yang lain dengan kecepatan tinggi, penurunan temperatur relatif kecil dan kapasitas perpindahan panas yang besar. Dalam tulisan ini dilakukan pengujian untuk membandingkan kemampuan pipa kalor dalam memindahkan panas dengan variasi sudut. Untuk itu dibuat pipa kalor tembaga dengan diameter luar 9,525 mm, tebal 0,8 mm, panjang 300 m yang akan diuji kemampuan memindahkan panas pada sudut 0o, 30o, 45o, 60o dan 90o terhadap arah horizontal. Fluida kerja yang digunakan adalah air, karena mudah didapat serta memenuhi syarat utama sebagai fluida kerja, yaitu tidak bereaksi dengan material pipa maupun struktur sumbu (wick) dan mampu beroperasi pada temperatur 30o - 200oC, memiliki sifat termal stabil dan panas laten yang tinggi. Wick yang digunakan adalah wick stainless steel mesh 100. Pendinginan dilakukan secara konveksi paksa menggunakan air pada kondensor dengan debit air yang konstan. Beban panas yang diberikan pada evaporator tetap yaitu 14 W. Posisi pipa kalor bervariasi dengan sudut 0o, 30o, 45o dan 90o terhadap arah horizontal. Pipa kalor dievaluasi secara eksperimen. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa kapasitas perpindahan panas pipa kalor meningkat dengan naiknya sudut. Pada sudut 0o laju perpindahan panas hanya 5,95 W dan meningkat menjadi 9,73 W pada sudut 90o
PENGARUH JENIS KAMPUH LAS TERHADAP KEKUATAN TARIK BAJA PADUAN RENDAH (ASTM A36) MENGGUNAKAN LAS SMAW
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis kampuh las terhadap kekuatan tarik plat Baja ASTM A36 pada las SMAW menggunakan kampuh Single V dan U dengan Elektroda E7018 berdiameter 3,2 mm pada polaritas DC+ dengan arus 100 ampere, 110 ampere, 120 ampere dan 130 Ampere. Pengujian tarik dilakukan terhadap spesimen baja konstruksi Bj 44 hasil proses pengelasan SMAW. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan variasi kuat arus 100 ampere, 110 ampere, 120 ampere dan 130 ampere dengan polaritas terbalik (DC+). Proses pembuatan sampel uji tarik menggunakan standar JIS Z 2201 dan JIS Z 2241. Hasil pengujian tarik menunjukkan bahwa angka kekuatan tarik tertinggi terdapat pada hasil pengelasan SMAW dengan arus 130 ampere sebesar 547 N/mm2, dimana 2 dari 3 patahan spesimen terjadi pada daerah logam induk, sedangkan kekuatan tarik terendah pada arus 100 Ampere sebesar 497,67 N/mm2, dimana 2 dari 3 patahan spesimen terjadi pada logam las. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik hasil pengelasan pelat Baja ASTM A36 pada las SMAW. Dengan diberikan variasi Arus dan Kampuh Las terhadap cacat las, pengaruh variasi Arus dan Kampuh Las terhadap Kekuatan Tarik untuk pengelasan pelat Baja ASTM A36 dengan menggunakan jenis kawat las yaitu Elektroda E7018 berdiameter 3,2 mm. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Penelitian ini juga menggunakan beberapa metode yaitu dengan cara pengujian radiografi untuk melihat cacat pada hasil pengelasan. Pengujian lainnya yaitu menggunakan Destructive Test (DT) dengan uji tarik untuk mengetahui kekuatan tarik pada spesimen benda uji. Data hasil pemeriksaan dianalisis dengan teknik deskriptif kemudian di analisis dengan pengujian Radiografi dan Uji Tarik. Pada Uji Radiografi tidak terdapat cacat las yang terjadi pada hasil pengelasan. Kekuatan tarik tertinggi dihasilkan oleh pengelasan menggunakan kampuh U dengan arus 130 A dengan nilai 62,759 kgf/mm² sedangkan untuk kekuatan tarik terendah dihasilkan oleh pengelasan menggunakan kampuh V tunggal dengan arus 90 A dengan nilai 14,925 kgf/mm². Kata Kunci : Pengelasan SMAW, Pelat Baja ASTM A36, Variasi Arus dan Kampuh Las, Uji Radiografi, Uji Tarik
RANCANG BANGUN EXCAVATOR SEDERHANA TIPE BACKHOE BERPENGGERAK HIDROLIK
Excavator merupakan alat bantu dalam kategori alat berat yang memudahkan pekerjaan konstruksi agar efisien tenaga manusia dan waktu. Rancang Bangun Sistem Penggerak Traksi pada Excavator Tipe Backhoe menggunakan sistem hidrolik dengan menggunakan motor hidrolik tipe roda gigi luar yang dihubungkan ke control valve. Tekanan kerja yang digunakan sebesar 400 bar. Fluida bertekanan berasal dari pompa hidrolik ditampung pada reservoir yang dilengkapi pressure gauge sebagai pengukur tekanan fluida. Hasil perhitungan alat ialah sistem penggerak excavator dengan daya motor bensin yang digunakan 2 Kw untuk menggerakkan pompa hidrolik sehingga daya yang dikeluarkan pompa hidrolik 1,7 kW dengan efisiensi pompa 0,85%, kemudian daya yang dikeluarkan oleh pompa diteruskan ke motor hidrolik sehingga daya yang dihasilkan motor hidrolik 1,44 kW, sehingga efisiensi motor hidrolik 84% dan efisiensi excavator secara keseluruhan 64%
STUDI NUMERIK STRUKTUR LINEAR ELASTICITY MENGGUNAKAN DOMAIN DECOMPOSITION METHOD (DDM)
Permasalahan boundary value sering diselesaikan dengan metode numerik yang dibangun dengan basis matrik. Seiring berkembangnya kompleksitas produk, maka matrik yang disusun dalam menyelesaikan masalah boundary value juga semakin kompleks. Salah satu teknik komputasi untuk menyelesaikan masalah boundary value adalah dengan implementasi paralel komputasi. Makalah ini ditulis untuk mengimplementasikan proses paralel komputasi, yang disebut dengan Domain Decomposition Method (DDM) pada metode elemen hingga (MEH). Studi yang diambil adalah permasalahan linear elasticity sederhana berupa batang cantilever. Adventure, sebuah open source software, digunakan untuk menganalisis metode elemen hingga dengan DDM. Hasil analisis tersebut divalidasi dengan perhitungan matematika dan analisis metode elemen hingga biasa (tanpa DDM) menggunakan MSC Marc. Hasil analisis menunjukkan bahwa analisis MEH dengan implementasi DDM meningkatkan ketelitian hasil analisis dibandingkan dengan perhitungan MEH biasa
STUDI TENTANG BERBAGAI TIPE BAHAN BAKAR TERHADAP PRESTASI MESIN MOBIL TOYOTA XXX
Perkembangan industri otomotif semakin meningkat dari tahun ke tahun, dan diikuti dengan penggunaan kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang semakin meningkat bersamaan dengan itu gas buang kendaraan semakin tinggi dan berdampak pada tingkat pencemaran lingkungan yang meningkat drastis sejak tahun 2011. Gas buang kendaraan dapat merusak lingkungan karena tingkat emisi yang tinggi yang diakibatkan karena pembakaran yang tidak sempurna yang terjadi pada motor. Ketidaksempurnaan pembakaran pada motor dapat diakibatkan oleh beberapa hal diantaranya sistem pembakaran yang kurang baik dan penggunaan bahan bakar yang kurang berkualitas. Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap bahan bakar premium, pertamax dan pertamax plus, maka didapatkan bahwa untuk bahan bakar jenis pertamax plus memiliki daya mesin, efisiensi mekanis dan efisiensi termal lebih besar dari kedua jenis bahan bakar lainnya, dan penggunaan bahan bakar lebih hemat, serta tingkat emisi yang rendah
PENGARUH FRAKSI VOLUME SERAT TERHADAP SIFAT MEKANIK KOMPOSIT SERAT TEBU/POLIESTER
Pada penelitian ini dilakukan studi penggunaan limbah serat tebu sebagai penguat pada komposit polimer dengan matrik poliester. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kekuatan tarik, kekakuan dan ketangguhan komposit serat tebu/poliester serta melihat pengaruh fraksi volume serat terhadap sifat mekanik. Pada penelitian ini fraksi volume serat divariasikan yaitu 5 %, 15%, 25% dan 35%. Pengujian mekanik dilakukan dengan mesin uji tarik dan menggunakan standar uji ASTM D 638. Hasil pengujian tarik menunjukkan bahwa untuk fraksi volume 5% memiliki kekuatan tarik 14,4 MPa, fraksi volume 15% memiliki kekuatan tarik 17,6 MPa, fraksi volume 25% memiliki kekuatan tarik 20,5 MPa, dan fraksi volume 35% memiliki kekuatan tarik 23 MPa. Adapun nilai kekakuan untuk komposit dengan fraksi volume serat 5%, 15%, 25%, 35% masing-masing sebesar 652 MPa, 786 MPa, 827 MPa, 885 MPa. Nilai ketangguhan sebesar 31,8 Joule, 39,4 Joule, 50,8 Joule, dan 59,8 Joule
ANALISIS KONSTRUKSI RANGKA ALAT PENGUJIAN POMPA MENGGUNAKAN PROGRAM CATIA V5
Metode analisis yang diterapkan pada rangka alat pengujian pompa adalah analisis menggunakan program Catia V5. Program Catia V5 dirancang dan dibuat untuk mempermudah pekerjaan-pekerjaan teknik diantaranya konstruksi, desain, perpipaan, kelistrikan dan lain-lain. Catia memiliki fitur yang cukup lengkap sehingga mampu melakukan CAD (Computer Aided Desain), CAM (Computer Aided Manufacture) dan CAE (Computer Aided Engineering). CATIA V5 juga mampu melakukan analisis secara 3D pada perancangan konstruksi rangka peralatan pengujian pompa. Diharapkan dari penelitian terhadap rangka yang digunakan pada alat pengujian pompa ini didapatkan suatu hasil analisis yang memadai, dan dari data-data diperoleh itu pula dapat digunakan sebagai acuan untuk upaya-upaya perbaikan serta menyatakan tingkat kelayakan rangka alat pengujian pompa. Dalam mendesain atau merancang sebuah rangka diperlukan urutan kerja yang sistematis dan terencana guna mendapatkan hasil kerja yang optimal. Dimulai dari identifikasi masalah, perumusan masalah, modeling, pemilihan bahan kemudian diinput pada Catia V5 dan selanjutnya dilakukan perhitungan dengan Catai V5, jika rangka memenuhi spesifikasi maka akan dilanjutkan ke analisis serta kesimpulan, jika tidak maka akan kembali lagi ke modeling. Distribusi tegangan dan regangan pada rangka alat pengujian pompa ditunjukkan dengan variasi warna pada hasil analisis dengan program Catia V5. Tegangan maksimum yang diterima rangka adalah sebesar 7,63027 x 106 N/m2 terletak pada kaki rangka di bawah piston pump. Spesifikasi rangka alat pengujian pompa adalah baja siku SC 40 dengan panjang 1000 mm, lebar 540 mm dan tinggi 820 mm. Material konstruksi alat pengujian pompa adalah baja SC 40 dengan batas tegangan bahan yang diizinkan yaitu sebesar 2,5 X 108 N/m2. Defleksi maksimum yang terjadi pada rangka alat pengujian pompa sebesar 0.0699382 mm, terletak pada bagian atas rangka yaitu pada dudukan hydromotor
PERMODELAN PEMBEBANAN AKIBAT BEBAN IMPACT PADA PELEK MOBIL DENGAN SISTEM GETARAN DUA DERAJAD KEBEBASAN
Dalam industri manufaktur khususnya pada bidang otomotif Penelitian dan Pengembangan (R&D) adalah proses yang berkelanjutan dan harus dilakukan secara tepat, supaya tidak tertinggal dalam persaingan yang sangat ketat seperti sekarang ini. Desain pelek mobil adalah kombinasi dari keindahan dan kekuatan sehingga selain desain yang menarik kekuatan juga menjadi faktor yang harus dipertimbangkan. Dalam merancang sebuah pelek mobil kita tidak bisa mengabaikan faktor dari ban, sehingga pelek dan ban adalah sebuah kesatuan dalam sebuah roda. Roda mobil mengalami berbagai macam pembebanan, dan diantara beban-beban yang ada, beban yang diakibatkan oleh impact memegang peranan yang paling besar. Dalam menyimulasikan beban akibat impact ini akan sangat sulit bila menggunakan analisa statis jika tidak dimodelkan terlebih dahulu sebagai sebuah beban tunggal. Dan dalam penelitian ini pembebanan akibat beban impact dimodelkan sebagai sistem getaran dua derajat kebebasan. Metode penelitian ini diawali dengan memasukkan suspensi dan ban dimasukkan dalam permodelan. Data yang didapatkan dari permodelan sistem getaran ini kemudian disimulasikan dengan menggunakan Software Metode Elemen Hingga. Hasil permodelan dengan sistem getaran dua derajat kebebasan dan software metode elemen hingga didapatkan bahwa pada pelek jenis baja press, titik lokasi yang paling kritis adalah pada daerah hat radius. Ketebalan pelek juga berpengaruh terhadap besarnya tegangan impact, dimana semakin tebal dimensi pelek maka tegangan akibat beban impact juga semakin kecil. Dan ini tentunya juga akan berpengaruh secara keseluruhan terhadap faktor keamanan dari pelek dan roda mobil bahwa faktor keamanan akan meningkat seiring dengan meningkatnya ketebalan
PEMBUATAN BRIKET HASIL PEMANFAATAN ECENG GONDOK DAN SAMPAH PLASTIK HDPE SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF
Harga BBM dan LPG yang semakin mahal, mendorong manusia untuk mencari alternatif energi yang tidak dapat diperbaharui tersebut. Salah satu solusinya adalah briket, karena mudah pembuatannya. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan briket dengan bahan baku eceng gondok dan sampah plastik HDPE yang memiliki nilai kalor yang tinggi. Selain sebagai energi alternatif, briket ini nantinya diharapkan dapat menjadi solusi lingkungan dari eceng gondok yang dikenal sebagai tanaman pengganggu dan masalah sampah plastik yang sulit ter-biodegradasi di alam . Karakterisasi yang dilakukan meliputi pengujian air total (ASTM D.3302-10), pengujian kadar air lembab (ASTM D.3173-08), pengujian kadar abu briket (ASTM D.3174-04), dan pengujian nilai kalor (ASTM D. 5865-10). Hasil yang diperoleh di dapat sampel dengan komposisi 20% arang eceng gondok dan 80% sampah plastik HDPE memberikan hasil yang terbaik
ANALISIS PENGERASAN PERMUKAAN DAN STRUKTUR MIKRO BAJA AISI 1045 MELALUI PROSES NITRIDASI MENGGUNAKAN MEDIA UREA
Nitridasi bertujuan untuk mengeraskan permukaan baja yang bertujuan untuk meningkatkan sifat kimia dan mekanik. Nitridasi yang dilakukan adalah nitridasi padat menggunakan urea sebagai alternatif sumber Nitrogen yang akan berdifusi dengan permukaan logam dan membentuk nitrida besiFe4N. Dalam penelitian ini, pengujian dilakukan terhadap tiga sampel baja dengan standar AISI 1045. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel adalah suhu nitridasi, yaitu 460oC, 510oC dan 560oC dengan holding time dalam tungku, selama 4 jam. Hasil sampel yang telah dinitridasi selanjutnya dilakukan pengujian yang meliputi pengujian kekerasan permukaan, distribusi kekerasan dan observasi struktur mikro. Dari hasil pengujian yang dilakukan, maka didapatkan kekerasan tertinggi dari ketiga sampel adalah sampel 1 yang dilakukan nitridasi pada suhu 460oC dengan harga kekerasan permukaan rata-rata 440,5 HVN kemudian posisi berikutnya berada pada sampel 2 yang dilakukan pada suhu 510oC dengan harga kekerasan permukaan 355,34 HVN, sedangkan sampel 3 yang dilakukan pada suhu 560oC dengan kekerasan permukaan 265,62. Dengan hasil ini pengerasan permukaan baja AISI 1045 dengan menggunakan media urea sebagai sumber nitrogen dapat meningkatkan kekerasan permukaan baja tersebut