Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur UNJ
Not a member yet
    183 research outputs found

    PENGARUH INJEKSI AIR UNTUK MENGURANGI GEJALA KNOCKING PADA MESIN TOYOTA 4K BERKOMPRESI TINGGI

    Get PDF
    Perbandingan kompresi merupakan salah satu parameter yang ada pada mesin pembakaran dalam yang mempengaruhi kinerja mesin dan secara umum dapat dikatakan mesin pembakaran dalam yang mempunyai perbandingan kompresi yang lebih tinggi akan lebih efisien bila dibandingkan dengan mesin sejenis yang mempunyai perbandingan kompresi lebih rendah. Salah satu penyebab tidak diterapkan perbandingan kompresi yang tinggi pada mesin pembakaran dalam adalah timbulnya gejala knocking atau detonasi yang disebabkan campuran bahan bakar terbakar sendiri sebelum waktu yang seharusnya. Penelitian ini akan menganalisa pengaruh injeksi air yang sudah dikabutkan ke dalam ruang bakar melalui saluran masuku ntuk mengurangi gejala knocking atau detonasi serta gejala yang terjadi mesin pada saat injeksi air dilakukan. Penelitian dilakukan dengan memodifikasi kepala silinder mesin Toyota tipe 4K, yang terpasang pada mobil Toyota Corolla DX tahun 1983, untuk merubah perbandingan kompresi dari standar 10:1, menjadi 13:1,kemudian membuat alat injeksi air dan merangkai alat untuk mendeteksi gejala knocking dengan menggunakan knocking sensor dan oscilloscope. Pengujian dilakukan dengan cara mengukur tenaga keluaran (pada saat gejala knocking terjadi) dengan menggunakan Chassis Dynotest sebelum dan sesudah mesin tersebut dilengkapi dengan injeksi air. Hasil pengolahan data pengukuran dengan menggunakan uji t menunjukkan injeksi air berpengaruh pada gejala knocking dan tenaga keluaran pada mesin Toyota 4K berkompresi tinggi

    REDESAIN MESIN PEMOTONG KERTAS TIPE PEMOTONGAN LURUS KAPASITAS 10 KG/JAM

    Get PDF
    Dengan meningkatnya jumlah pemakaian kertas, tentunya meningkat pula jumlah limbah kertas yang dihasilkan setiap harinya. Limbah tersebut jumlahnya tidak sedikit, sehingga timbul masalah pemotongan yang kurang praktis. Hal tersebut perlu adanya penanganan khusus agar menjadi suatu produk yang mempunyai nilai dan manfaat. Pada penelitian ini telah dilakukan perancangan sebuah mesin pemotong kertas dengan kapasitas produksi 10 kg/jam yaitu meliputi perancangan bentuk, menentukan dimensi, pemilihan bahan serta menghitung gaya dan tegangan yang diizinkan. Untuk dapat menghasilkan mesin dengan kapasitas tersebut di perlukan data-data hasil perhitungan sebagai berikut : motor listrik dengan daya 450 Watt, 220Volt, 1 phase dengan kecepatan putaran 1400 rpm. Sebagai penerus daya dari motor ke reducer digunakan sabuk-V tipe-A sedangkan puli penggerak berdiameter 50 mm dan puli yang digerakkan 75mm dengan perbandingan gearbox (speed reducer) 1 : 30. Rangka mesin dengan kapasitas 10 Kg/jam terbuat dari besi siku dengan dimensi 40 x 40 x 3mm mampu menahan beban sebesar 250,155 N dengan nilai kelenturan sebesar 44,6 N/mm2, sedangkan tegangan lentur yang diizinkan untuk beban 250,155 N adalah sebesar 50 N/mm2. Jadi rangka mesin dinyatakan aman dan layak untuk digunakan

    NDT EXAMINATION HASIL PENGELASAN SMAW DENGAN VARIASI MEREK ELEKTRODA E6013

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik unsur fluks dari ketiga elektroda dengan uji komposisi, mengetahui karakteristik unsur kawat inti beberapa ketiga elektroda dengan uji komposisi, mengetahui cacat las yang terjadi dari hasil pengelasan menggunakan ketiga elektroda dengan pengujian penetrant. Penelitian ini menggunakan beberapa pengujian yaitu dengan uji komposisi untuk mengetahui karakteristik unsur, kawat inti dan fluks beberapa elektroda, uji penetrant untuk mengetahui ada tidaknya cacat las yang terjadi. Karakteristik unsur fluks berbeda dari ketiga elektroda, karakteristik unsur kawat inti berbeda dari ketiga elektroda, cacat las yang terjadi berdasarkan hasil uji visual dari hasil pengelasan menggunakan elektroda A adalah undercutting dan fault of electrode change, untuk hasil pengelasan menggunakan elektroda B adalah undercutting, untuk hasil pengelasan menggunakan elektroda C tidak terlihat adanya cacat las. cacat las yang terjadi berdasarkan hasil uji penetrant dari hasil pengelasan menggunakan elektroda A adalah undercutting dan fault of electrode change, untuk hasil pengelasan menggunakan elektroda B adalah undercutting, untuk hasil pengelasan menggunakan elektroda C adalah weld spatter

    PENGARUH SUDUT BILAH PADA PERFORMA KIPAS AKSIAL TEROWONGAN ANGIN KECEPATAN RENDAH MENGGUNAKAN METODE KOMPUTASI

    Get PDF
    Terowongan angin digunakan untuk mengetahui karakteristik aerodinamik dari sebuah benda. Salah satu komponen terowongan angin yang memiliki fungsi penting adalah kipas aksial. Kipas aksial berfungsi untuk menghasilkan angin pada terowongan angin. Pengendalian kecepatan aliran udara dapat dilakukan dengan menggunakan perubahan pada sudut bilah kipas aksial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh sudut bilah terhadap performa kipas aksial terowongan angin kecepatan rendah dengan menggunakan metode komputasi. Metode penelitian ini menggunakan simulasi perangkat komputasi aliran fluida dinamik dengan melakukan variasi sudut bilah kipas aksial pada sudut 8o sampai pada sudut 80o interval 8o, menggunakan putaran motor 1400 rpm. Berdasarkan hasil penelitian didapat, bahwa perubahan sudut bilah kipas aksial dengan performa yang terbaik ada pada sudut 64o dengan nilai beda tekanan sebesar 694,70 Pascal, nilai daya yang dihasilkan sebesar 858,33 Watt, dan efisiensi sebesar 57,58 %. Karakteristik dari aliran udara pada kipas aksial memiliki nilai kecepatan yang semakin besar menuju arah tip dari kipas aksial, tekanan pada bagian belakang bilah kipas aksial lebih besar dibandingkan bagian depan dari kipas aksial, aliran udara mengalami efek putar sebelum memasuki kipas aksial dengan intensitas kecil dan efek putar dengan intensitas besar setelah melewati kipas aksial. Perubahan sudut bilah berpengaruh terhadap performa kipas aksial terowongan angin kecepatan rendah. Pengembangan kipas aksial dapat dilakukan dengan memperbesar bentuk bilah pada bagian tip kipas aksial untuk meningkatkan efektivitas dari kipas aksial mengingat karakteristik dari kontur kecepatan aliran udara pada bilah kipas aksial

    PERBANDINGAN LIMA CDI (CAPASITOR DISCHARGE IGNITION) YANG BERBEDA TERHADAP DAYA MESIN PADA SEPEDA MOTOR YAMAHA MIO

    Get PDF
    Telah dilaksanakan pengujian untuk mengetahui perbedaan daya mesin dari lima buah CDI menggunakan satu sepeda motor Yamaha Mio. Sehingga peneliti dapat memberikan masukan CDI mana yang dapat menghasilkan daya tertinggi untuk mesin sepeda motor Yamaha Mio. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan metode eksperimen. Lima macam CDI diuji menggunakan satu sepeda motor yang diuji pada dinamometer sasis. Dalam pengujian ini peneliti mengambil data daya mesin secara maksimal dengan cara menarik pedal gas sampai maksimal dan komputer merekam semua daya mesin dari awal hingga akhir, dimana daya mesin terus meningkat sampai daya mesin tertinggi dan kembali turun sampai daya terendah. Dari pengujian tersebut didapat daya mesin pada putaran mesin 5750 rpm hingga 9000 rpm dengan penambahan 250 rpm. Hasil yang diperoleh daya mesin tertinggi yaitu pada CDI D sebesar 6.89 HP pada 8250 rpm, CDI C sebesar 6.8 HP pada 7250 rpm, CDI B sebesar 6.733 HP pada 8000 rpm, CDI A sebesar 6.45 HP pada 8250 rpm, dan CDI E sebesar 6.313 HP pada 8250 rpm

    PENGARUH TEMPERATUR ASTEMPER PADA BESI COR NODULAR (FCD 50) TERHADAP LAJU KEAUSAN PAHAT BUBUT TIPPED CERAMIC

    Get PDF
    Kemajuan teknologi akan memberikan dampak pada kehidupan manusia. Tidak terlepas kemajuan dalam bidang material dan teknologi pemesinan, contoh nyata munculnya proses pemesinan NC dari proses pemesisn 3 axis sampai 5 axis sudah ada dipasaran. Demikian pula pengembangan material hingga muncul nano material. Namun demikian pengusaha bermodal kecil masih terus diperlukan dengan pengunaan mesin konvensional. Salah satunya adalah pengunaan pahat tipped ceramic yang sudah sangat lama karena salah satu kelebiahnya adalah harga sangat murah. Demikian pula perkeangan besi cor, material besi cor dengan grafit bulat (ductile iron) dapat ditingkatkan kualitasnya dengan proses perlakuan panas (heat treatment), salah satunya adalah dengan metode Austempered. Pemanfaatan material ini salah satunya adalah dalam bidang otomotif. Bahan ADI memiliki keunikan dengan kombinasi antara kekuatan, keuletan, fatik dan ketahanan terhadap aus yang baik dengan biaya yang rendah. Hal ini membuka tantangan baru bagi operator mesin – mesin perkakas untuk mengerjakannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi suhu austemper terhadap laju keausan pahat tipe carbide. Perlakuan panas yang dilakukan adalah austenisasi besi cornoduler pada suhu 920oC selama 1 (satu) jam, dilanjutkan dengan variasi austemper pada suhu 250oC, 300oC, 350oC dan 400oC selama 2 jam pada media salt bath. Laju keausan pahat tipped ceramic teliti dengan proses pembubutan dengan variasi kecepatan potong dari 50 hingga 80 m/menit, kecepatan penyayatan (feedrate) 0,082, 0,164 dan 0,329 m/rev dan ketebalan pemotongan (depth of cut) 0,25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keausan pahat terkecil pada kondisi CS 50-60 m/menit, feedrate 0,329 mm/rev pada material ADI yang di austemper 350oC, keausan pahat yang terbesar pada kondisi pemesinan CS 60-70 m/min, feedrate 0,329 mm/rev terjadi pada material ADI yang di austemper 350oC

    ANALISIS DINAMIKA STRUKTUR SWING ARM SEPEDA MOTOR JENIS SUSPENSI MONOSHOCK MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA

    Get PDF
    Analisis dinamika struktur yang dilakukan pada lengan ayun (swing arm) bertujuan untuk mengetahui karakteristik struktur lengan ayun sepeda motor pada sistem suspensi monoshock. Kondisi jalan yang tidak rata akan mengakibatkan getaran pada sepeda motor dan timbulnya perubahan struktur serta tekanan bidang yang merata pada lengan ayun. Kemampuan lengan ayun akibat perubahan struktur dapat diketahui dengan melihat hasil perubahan struktur dan tekanan bidang pada nilai maksimum. Sedangkan kestabilan getaran dapat diketahui dari frekuensi natural dan hasil respon frekuensi. Analisis statik dan dinamika struktur yang dilakukan pada lengan ayun menggunakan metode elemen hingga yang dibantu dengan perhitungan komputasi program komputer. Program komputer yang digunakan adalah Autodesk Inventor dan Msc. Software. Pembuatan gambar geometri dan analisis statik menggunakan program Autodesk Inventor, sedangkan analisis dinamika struktur dilakukan menggunakan program Msc. Software. Penelitian ini menggunakan empat model swing arm dan menggunakan material carbon steel SA-691. Selanjutnya melakukan analisis statik untuk memperoleh nilai nodal, elemen, tegangan von mises dan perubahan struktur. Kemudian analisis dinamika struktur untuk memperoleh grafik FRF (Frequency Response Function). Hasil analisis statik diperoleh tekanan bidang atau tegangan von mises maksimum terbesar 134,135 MPa dan perubahan struktur sepanjang 0,268569 mm pada model A. Analisis dinamika struktur diperoleh grafik FRF (Frequency Response Function) dengan nilai respon dinamik paling baik pada model D. Hasil analisis statik pada model modifikasi diperoleh tegangan von mises maksimum 59,7724 MPa dan perubahan struktur 0,371816 mm. Grafik FRF yang diperoleh pada analisis respon frekuensi memiliki nilai respon yang mengalami sedikit perubahan, sehingga model modifikasi lebih optimum dibandingkan keempat model standar

    PENGARUH SISTEM PENGAPIAN CAPASITIVE DISCHARGE IGNITION(CDI) DENGAN SUMBER ARUS YANG BERBEDA TERHADAP KANDUNGAN KARBON MONOKSIDA (CO) GAS BUANG SEPEDA MOTOR 110 CC

    Get PDF
    Sistem pengapian pada motor bakar merupakan prasyarat untuk terjadinya pembakaran dan juga menentukan kualitas dari proses pembakaran tersebut. Persyaratan utama dari sistem pengapian adalah mampu menyuplai energi panas yang dibutuhkan dalam bentuk percikan bunga api listrik busi pada volume yang kecil dan waktu yang cukup untuk terjadinya pembakaran. Berbagai jenis sistem pengapian dikembangkan untuk berbagai keperluan dan hasil yang berbeda sesuai dengan kebutuhan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental. Objek penelitian ini adalah mengukur kadar kandungan karbon monoksida (CO) gas buang yang dihasilkan oleh sepeda motor 4 langkah 110ccdengan sistem pengapian CDI dengan sumber arus AC (CDI-AC) dan sumber arus DC (CDI-DC) yang diuji dalam berbagai putaran mesin (RPM) yang berbeda. Dari hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata kandungan CO gas buang yang dihasilkan pada sistem pengapian CDI-AC adalah sebesar 6,91%, sedangkan rata-rata pada sistem pengapian CDI-DC adalah 7,07%. Berdasarkan temuan ini persentase rata- rata kandungan CO pada gas buang sistem pengapian CDI-DC lebih tinggi dibandingkan persentase rata-rata CDI-AC, namun fluktuasi kadar CO pada sistem CDI-DC lebih kecil dibandingkan CDI-AC pada berbagai RPM yang berbeda. Hal ini sesuai dengan karakteristik sistem pengapian CDI-DC yang menghasilkan tegangan lebih stabil sehingga gas CO yang dihasilkan dari pembakaran juga lebih stabil dibandingkan sistem pengapian CDI AC

    ANALISA KOLEKTOR SURYA TIPE PELAT DATAR MENGGUNAKAN PIPA KALOR SEBAGAI PENGAMBIL PANAS PADA PENYERAP(ABSORBER)

    Get PDF
    Pemanfaatan potensial energi matahari yang kekal dan melimpah belum banyak diterapkan. Sumber energi ini mudah diperoleh terutama di daerah khatulistiwa, dan pemanfaatannya ramah lingkungan. Salah satu alat pengambil energi matahari dalam bentuk energi termal adalah kolektor surya. Penggunaan pipa kalor yang dapat merespons dengan cepat adanya panas yang datang dalam waktu singkat. Kolektor surya dengan luas penyerap 120 x 200 cm dan menggunakan pipa kalor berdiameter 1,78 cm sepanjang 128 cm sebagai pengambil panas dari absorber ke aliran air. Dalam penelitian ini akan diukur temperatur kolektor, air masuk dan keluar pengambil panas, serta energi yang berhasil diperoleh

    PENINGKATAN KOEFISIEN GAYA ANGKAT AEROFOIL KENNEDY-MARSDEN DENGAN ZAP FLAP

    Get PDF
    Makalah ini membahas peningkatan prestasi aerodinamika aerofoil dengan menggunakan zap flap. Penggunaan zap flap ini memungkinkan dipertahankannya bentuk asli aerofoil pada saat flap tidak digunakan. Sedangkan pada saat zap flap dijulurkan, akan terjadi peningkatan gaya angkat akibat bertambah panjangnya chord aerofoil dan berubahnya kelengkungan aerofoil. Pemakaian zap flap ini juga akan membuat aerofoil masih mempunyai sifat sebagai aerofoil satu elemen meskipun flap telah digunakan. Dengan sifat ini diharapkan penambahan gaya angkat yang diperoleh tidak akan berpengaruh banyak terhadap koefisien-koefisien aerodinamika aerofoil yang lain. Aerofoil yang digunakan dalam penelitian ini adalah aerofoil Kennedy-Marsden yang telah dimodifikasi. Dengan memvariasikan panjang zap flap yang dijulurkan, dilakukan analisis perubahan prestasi aerodinamika aerofoil. Pada penelitian ini, analisis karakteristik aerodinamika aerofoil dihasilkan dari perhitungan numerik menggunakan program MSES. Persamaan atur yang dipecahkan dalam solver MSES ini adalah kombinasi persamaan Euler dan persamaan lapisan batas

    169

    full texts

    183

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur UNJ
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇