Buletin Psikologi
Not a member yet
352 research outputs found
Sort by
GENDER DAN PERMASALAHANNYA
Istilah gender yang telah ada dibidang psikologi sejak dahulu menjadi sangat populer pada saat ini, terutama dengan dimulainya pergerakan kaum perempuan ("woman's movement") yang dimulai pada sekitar tahun 1970
Situated Learning dan Strategi Transfer Kepemimpinan
Masyarakat, baik organisasi maupun perseorangan, saat ini sedang hidup dan berkembang dalam situasi yang serba berubah. Perubahan tersebut terutama bersumber pada arus globalisasi yang melanda hampir seluruh lapisan kegiatan manusia. Situasi ini berdampak pada berkembangnya saling keterkaitan antara satu aksi dan situasi dengan aksi dan situasi yang lain, yang menciptakan jaring hubungan sebab akibat yang sifatnya kompleks dan tidak pasti
SKETSA TERDAKWA DALAM PENEGAKAN HUKUM PIDANA SUATU TINJAUAN PSIKOLOGIS
Mengadili perkara pada hakekatnya bukanlah melakukan suatu hal yang berbeda di luar diri terdakwa. Mengadili adalah proses pelik yang terjadi diantara manusia dan manusia, antara manusia pelaku tindak pidana dan manusia yang berurusan dengan perkara pidana. Istlah Saleh (1979) mengadili adalah pergulatan kemanusiaan untuk mewujudkan hukum
Keterlibatan Orangtua dalam Pendidikan dan Komitmen Siswa terhadap Sekolah: Studi Meta-analisis
Many studies of parental involvement in education have been conducted, which one of the purposed was to found the effect of parental involevement in education to student engagement in school, but the studies showed varied and conflicting result. This study is a meta analysis of correlation between parental involvement in education and student engagament in school, that want to make synthesis between that varied and conflicting result in the previous studies. The parental involvement in this study consist of all of parental behavior that showed involvement in teenager educational problem, both in the school and home area. There were 35 studies from 15 articles. Result showed that there was positive correlation between parental involvement in education and teenager student engagement
KEWIRAUSAHAAN DI PERGURUAN TINGGI DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI
Istilah kewirausahaan (enterpreneur‐ship) sering kali dicampuradukkan dengan pengertian berwirausaha (enterpreneurial) dan wirausahawan (enterpreneur) (Helmi, 2006). Hal ini terjadi bukan saya pada masyarakat biasa juga di kalangan akade‐misi termasuk mahasiswa. Dalam beberapa kesempatan saya menguji skripsi, gejala tersebut beberapa kali terjadi. Biasanya ketika membahas pengertian kewirausa‐haan, yang dibahas adalah wirausahawan‐nya. Bahkan yang terakhir saya alami, ketika saya diminta menjadi pembicara untuk mengkaji kurikulum kewiarusahaan di program studi manajemen, sebuah Perguruan Tinggi Swasta, upaya pengem‐bangan kewirausahaan terjebak pada kegiatan berdagang lebih tepat. Sebab jika menggunakan istilah berwiarusaha, syarat kewirausahaannya tidak mencukupi
KESEJAHTERAAN SUBYEKTIF MENURUT KI AGENG SURYOMENTARAM (KASM) DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI KONTEMPORER
Psychology has come to understand quite a bit in how people survive and endure under condition of adversity. Psychologists tend to develop subjective well‐being concepts focusing on risk of psychopathology and unhappiness problems. The such paper is an effort to balance trend of subjective well being studies by introducing subjective well being concepts that not only based on hedonic viewpoint (deleting elation problems) but also eudaimonic as well, in order to help people to be happy at any time, any situation, any condition and preventing them waste of their time and energy to gain the goals, where, in the end, it can not give what they want. In 1928 Ki Ageng Suryomentaram, one of the Indonesian pionir psychologists, introduced his well‐being concept stressing on developing positive mental attitude preventing uncontrolled human expectation that is able to expand and able to shrink. According to him, what actually make people happy is not because of what are people responded but how people respond them. Also, understanding ones dan others feeling is very important for everyone in pursuing well‐being. In fact, his approaches to well‐being study are on the level with the sophisticated modern psychology ones
Peran Keterampilan Membaca dengan Strategi Membaca untuk Meningkatkan Prestasi: Meta-analisis
The author tried to find out the corellation coefficient between reading skills and readingstrategi to achievement by quantitative meta-analysis. 65 studies were collected and analyzed. Theresults of the synthesis showed that the best estimate of the population correlation was 0.435(reading skills), 0.429 (reading strategy), and 0.434 ((reading skills and reading strategy) and thefrequency weighted average scuared error correlations corrected individually for artifacts about0.176. (reading skills), 0.0828 (reading strategy), and 0.154 (reading skills and reading strategy),with zero effect size standard deviation of all. Implications related to definition and instructionalcomponents that optimize the magnitude of outcomes are discussed
COGNITIVE ARITHMETIC: Mental Processing of Addition and Multiplication
In contrast to the many studies of languages processing, there have been relatively few studies of arithmetic processing in cognitive psychology. Author of textbooks for university students, such as Solso (1991), do not appear to feel a need to address cognitive arithmetic issues in their books
Otoritarianisme dan Dukungan terhadap Demokrasi: Kajian Meta Analisis
Authoritarians tend to have submissive attitude toward authority, conservative, and ready to punish groups that have different moral attitudes.These characteristics are not conducive for development of democratic society. This meta-analytical study tries to test relation between authoritarianism and support for democratic values. From 60 articles with 117 studies and 74432 total participants, we found that authoritarianism have negative significant correlation with support for democratic values (Mean effect size=-.3892; p< 0.05). Authoritarianism correlates negatively with support for civic liberty and human rights. Authoritarianism also correlates positively with support for blind nationalism, military interventions,prejudice and discrimination toward groups from different races, immigrants and homosexuals. Authoritarianism can be hindrance for democratization processes
MENGAPA ANAK BUNGKAM ATAS PENGALAMAN KEKERASAN SEKSUAL? SYNDROM PENYESUIAN DIRI ROLAND SUMMIT: IMPLEMENTASI DI INDONESIA
Perlakuan salah merupakan salah satu problem sosial yang terbesar dalam kajian ilmu sosial. Perlakuan salah secara luas didefinisikan sebagai isu lintas dan multi displin dengan topik yang mencakup hampir semua sub displin psikologi seperti, perkembangan, klinis, kognitif, sosial dan biopsikologi serta disiplin lain seperti masyarakat, pekerja sosial, antropologi, hukum, polisi dan medis. Perlakuan salah memfokuskan pada hasil penelitian yang cenderung pada memahami, mentritmen, mencegah perlakuan salah sebagai problem masyarakat yang diharapkan relevansinya memberikan implementasi secara praktis bagi praktisi, polisi dan hukum (Bottom & Quas, 2006; Poole & Lindsay, 1998). Bentuk perlakuan salah pada anak diklasifikasikan 4 kategori yaitu kekerasan fisik, penga‐baian, kekerasan seksual dan kekerasan emosional. Disamping itu tipe eksploitasi atau memperkerjakan anak dibawah umur secara komersial yang bertujuan untuk menekan anak secara fisik, emosi, mental dan perkembangan sosial ( Banton, dalam Wyse 2004)