1003 research outputs found

    Hubungan Antara Masa Kerja dan Posisi Kerja dengan Keluhan Muskuloskeletal pada Nelayan di Kelurahan Batuputih Bawah Kota Bitung

    Get PDF
    Keluhan muskuloskeletal timbul karena pekerjaan atau aktivitas yang dilakukan dengan postur tubuh kurang ergonomi yang dilakukan secara berkala saat melakukan sesuatu. Masa kerja seseorang yang cukup lama juga dapat mempengaruhi terjadinya keluhan muskuloskeletal. Prevalensi diagnosis penyakit sendi pekerja informal nelayan berjumlah (7,0%). Beberapa faktor mempengaruhi keluhan muskuloskeletal seperti masa kerja dan posisi kerja. Observasi yang dilakukan kepada beberapa nelayan di Kelurahan Batuputih Bawah Kota Bitung dengan menggunakan kuesioner NBM terdapat keluhan pada bagian tubuh nelayan akibat kegiatan kerja seperti menarik jaring, menguras air, mengangkat ikan hingga menarik perahu ke air dan kembali ke darat. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan rancangan studi potong lintang. Populasi yaitu seluruh nelayan Kelurahan Batuputih Bawah lingkungan I yang berjumlah 63 orang nelayan. Sampel ditentukan menggunakan rumus slovin yaitu 39 orang nelayan yang diambil secara accidental sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu kuesioner Nordic Body Map (NBM) dan lembar metode Rapid Entire Body Assesment (REBA). Data dianalisis uji statistik Pearson untuk variabel masa kerja dan keluhan muskuloskeletal dan analisis uji ststistik Spearman-Rank untuk variabel posisi kerja dengan keluhan muskuloskeletal. Hasil uji antara masa kerja dengan keluhan muskuloskeletal diketahui nilai p = 0,000 dengan nilai r = 0,785. Hasil uji antara posisi kerja dengan keluhan muskuloskeletal diketahui nilai p = 0,000dengan nilai r = 0,821. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara masa kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada nelayan di Kelurahan Batuputih Bawah Kota Bitung yaitu semakin lama masa waktu bekerja responden, maka akan semakin tinggi tingkat keluhan muskuloskeletal. Terdapat hubungan antara posisi kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada nelayan di Kelurahan Batuputih Bawah Kota Bitung yaitu semakin tinggi risiko posisi kerja responden, maka akan semakin tinggi tingkat keluhan muskuloskeletal

    Keluhan Muskuloskeletal pada Nelayan

    Get PDF
    Nelayan merupakan salah satu jenis pekerjaan yang berisiko mengalami penyakit akibat kerja dan/ atau kecelakaan kerja. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja yaitu adanya keluhan musculoskeletal/ musculoskeletal disorders (MSDs). Tujuan penelitian ini yaitu untuk menggambarkan keluhan muskuloskeletal pada nelayan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilaksanakan di Desa Kalasey 1 Kabupaten Miniahasa pada Agustus sampai Desember 2021. Sebanyak 36 nelayanan menjadiresponden dalam penelitian ini. Variabel yang diukur yaitu MSDs menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM). Data diperoleh melalui wawancara dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan usia paling banyak berumur 46-55 tahun (41,7%), berdasarkan tingkat pendidikan paling banyak berpendidikan SD sederajat (52,8%), berdasarkan masa kerja paling banyak telah bekerja 10 tahun ke atas (77,8%) dan berdasarkan keluhan musculoskeletal (MSDs) paling banyak keluhan sangat tinggi (47,2%). Kesimpulan penelitian ini yaitu para nelayan banyak mengalami keluhan yang sangat tinggi sehingga diperlukan upaya koreksi oleh nelayan dan petugas kesehatan

    Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Motivasi Kerja Tenaga Kesehatan di Puskesmas Paniki Bawah pada Masa Pandemi Covid-19

    Get PDF
    Motivasi kerja adalah keadaan yang mendukung keinginan seseorang untuk bekerja dan mengarahkan serta menyalurkan sikap, perilaku dan tindakan orang tersebut karena mempunyai tujuan tertentu. Tenaga Kesehatan ialah individu yang mengabdi dibidang kesehatan dan mempunyai tingkat pengetahuan serta keterampilan berdasarkan pendidikan pada bidang kesehatan dalam jenis tertentu dan mempunyai wewenang melaksanakan upaya kesehatan.Pusat Kesehatan Masyarakat merupakan bagian pelaksanaan teknis dinas Kabupaten/Kotaserta memiliki tanggungjawab dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan di Wilayah kerja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode survei analitik dengan rancangan cross sectional (studi potong lintang). Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Paniki Bawah pada bulan November sampai bulan Maret 2022. Berdasar kepada penelitian yang dilakukan kondisi kerja dan supervisi tenaga kesehatan di Puskesmas Paniki Bawah masuk dalam kategori baik, tanggung jawab dan kompensasi tenaga kesehatan di Puskesmas Paniki Bawah masuk dalam kategori kurang baik.Hasil uji Chi-Square, ada hubungan antara tanggung jawab dengan motivasi kerja, ada hubungan antara kompensasi dengan motivasi kerja, tidak ada hubungan antara kondisi kerja dengan motivasi kerja,tidak ada hubungan antara supervisi dengan motivasi kerja

    Hubungan antara Pengetahuan dengan Tindakan Pencegahan Covid-19 pada Masyarakat di Desa Tumaluntung Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan

    Get PDF
    Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penayakit baru dimana sebelumnya belum pernah teridentifikas pada manusia dan virus ini pada awalnya berwabah di Wuhan, Tiongkok pada Desembar 2019. Pengetahuan COVID-19. Tindakan pencegahan adalah hal yang begitu dan penting prinsip utama untuk tindakan pencegahan ini dapat menghindari diri dari paparan virus COVID-19. Penelitian bertujuan mengetahui apakah ada hubungan pada pengetahuan dengan tindakan dalam pencegahan COVID-19 pada masyarakat. Penelitian ini ialah penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian cross sectional study. Dengan total sampel 75 orang menggunakan teknik accidental sampling yang telah memenuhi kriteria, dan pengumpulan data melalui kuesioner. Analisis yang digunakan yaitu Uji Chi-square. Pengetahuan masyarakat dengan kategori tinggi yakni 43 orang (57.3%) dan kategori rendah sebanyak 32 (42.7%). Pencegahan dalam kategori tinggi yakni 63(84,0%). Dan didapatkan Nilai uji.chi-.square yakni p:0.000 (p Value ≥0,005). Hasil analisis menunjukan adanya hubungan antara pengetahuan dengan tingkat pencegahan COVID-19 pada masyarakat di Desa Tumalunung Kec. Tareran.&nbsp

    Gambaran Persepsi Masyarakat Terhadap Penerimaan Vaksinasi Covid-19 di Desa Tambelang Kecamatan Maesaan Kabupaten Minahasa Selatan

    No full text
    ABSTRAK Persepsi adalah suatu tanggapan langsung dari setiap individu dalam suatu lingkungan dengan mengetahui hal-hal yang di dapatnya melalui pemikirannya sehingga terciptanya pemahaman manusia terhadap suatu objek yang terjadi tetapi bisa juga terdapat beda pemahaman antara manusia dan manusia lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap penerimaan vaksinasi COVID-19 di Desa Tambelang, Kecamatan Maesaan, Kabupaten Minahasa Selatan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2022 di Desa Tambelang kecamatan maesaan. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat desa tambelang kecamatan maesaan yang berjumlah 100 responden. Instrumen dalam penelitin ini yaitu kuesioner penelitian persepsi masyarakat terhadap penerimaan vaksinasi COVID-19 dan telah di uji validitas dan reabilitas berisi 35 pertanyaan. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat. Hasil analisis yang di dapat hanya 6 (6%) responden yang belum di vaksin. Persepsi kerentanan terdapat 88 (88%) responden memperoleh persepsi positif dan 12 (12%) persepsi negatif, persepsi keparahan terdapat 85 (85%) responden memperoleh persepsi positif dan 15 (15%) persepsi negatif, persepsi manfaat terdapat 87 (87%) responden memperoleh persepsi positif dan 13 (13%) persepsi negatif, persepsi hambatan terdapat 81 (81%) responden memperoleh persepsi positif dan 19 (19%) persepsi negatif, isyarat bertindak terdapat 91 (91%) responden memperoleh persepsi positif dan 9 (9%) persepsi negatif. Kata Kunci: Persepesi Masyarakat, Covid-19, Vaksinasi ABSTRACT Perception is a direct response from each individual in an environment by knowing the things he gets through his thoughts so that the creation of human understanding of an object that occurs but there can also be different understandings between humans and other humans. This study aims to determine the public's perception of receiving COVID-19 vaccination in Tambelang Village, Maesaan District, South Minahasa Regency. This type of research uses quantitative research with a descriptive approach, this research was carried out in August-September 2022 in Tambelang village, Maesaan sub-district. The sample in this study was the people of the village of Tambelang, Maesaan sub-district, which amounted to 100 respondents. The instrument in this study is a questionnaire on public perceptions of receiving COVID-19 vaccination and has been tested for validity and reliability containing 35 questions. The analysis used is univariate analysis. The results of the analysis obtained were only 6 (6%) respondents who had not been vaccinated. There were 88 (88%) respondents who received positive perceptions and 12 (12%) negative perceptions, 85 (85%) of respondents received positive perceptions and 15 (15%) negative perceptions, 87 (87%) perceptions of benefits respondents received positive perceptions and 13 (13%) negative perceptions, perceptions of obstacles there were 81 (81%) respondents received positive perceptions and 19 (19%) negative perceptions, acting cues there were 91 (91%) respondents received positive perceptions and 9 (9 %) negative perception.   Keywords: Public Perception, Covid-19, Vaccinatio

    Hubungan Antara Pengetahuan dan Sikap Pemberian ASI Ekslusif di Wilayah Kerja Pukesmas Tumpaan

    Get PDF
    Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif selama enam bulan begitu penting untuk bayi karena menjadi makanan bayi paling baik. Seringkali ibu tidak memberi bayi ASI karena ibu memiliki pengetahuan yang kurang mengenai bagaimana peran ASI Eksklusif dan dukungan keluarga/tenaga kesehatan yang rendah. Padahal, pertumbuhan dan perkembangan lebih optimal dengan ASI. Pengetahuan serta sikap ibu akan menentukan apakah ibu siap memberi ASI Eksklusif atau tidak kepada bayi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Tumpaan.Penelitian ini memakai metode survei analitik dengan studi potong lintang. Populasi penelitian ialah 77 orang dan pengambilan sampel memakai total sampling. Jumlah sampel adalah seluruh total sampel. Analisis hubungan menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisis diketahui pengetahuan dan tindakan pemberian ASI Eksklusif berhubungan karena p-value (0,033). Diketahui juga sikap dan tindakan pemberian ASI Eksklusif berhubungan karena p-value (0,001). Pengetahuan berhubungan dengan tindakan pemberian ASI Eksklusif dan sikap berhubungan dengan tindakan pemberian ASI Eksklusif

    Persepsi Masyarakat tentang Penerimaan Vaksinasi Covid-19

    Get PDF
    Vaksinasi telah menjadi kegiatan utama dalam mengatasi pandemic Corona Virus Disease (Covid) 19. Salah satu faktor yang memengaruhi penerimaan vaksinasi yaitu persepsi. Tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan persepsi masyarakat tentang penerimaan vaksinasi Covid-19. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif yang menggunakan sebanyak 400 masyarakat sebagai subyek penelitian. Subyek penelitian dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Variabel ini diukur menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang pernah terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 12 responden (3,0%). Responden yang sudah 3 kali divaksin (booster) terdapat 84 responden (21,0%). Responden yang bersedia untuk menerima vaksin Covid-19 yaitu 6 responden (1,5%) dan yang tidak bersedia untuk menerima vaksin Covid-19 sebanyak 7 responden (1,7%). Responden yang sudah divaksin lengkap (2-3 kali) sebanyak 82,2%. Responden yang memiliki persepsi cukup baik sebanyak 57,3%. Kesimpulan penelitian ini yaitu masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kawangkoan Barat Minahasa dominan memiliki persepsi yang cukup baik sehingga dibutuhkan upaya peningkatan persepsi masyarakat melalui edukasi dan promosi

    Gambaran Pengetahuan dan Tindakan Tentang Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Nelayan Perahu Besar di Desa Molompar Timur Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Teggara

    Get PDF
    APD adalah Salah satu upaya perlindungan bagi pekerja dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat melakukan aktivitas kerja di tempat kerja. Di Desa Molompar Timur berjumlah 170 nelayan, pada kasus kecelakaan kerja terjadi pada tahum 2018 dimana 1 orang nelayan terputus tangan akibat mesin yang ada di perahu. Tujuan penelitian ini yaitu Menggambarkan pengetahuan tentang penggunaan APD dan tindakan tentang penggunaan APD pada nelayan perahu besar di Desa Molompar Timur Kecamatan BelangKabupaten Minahasa Tenggara.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Molompar Timur Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara pada bulan Januari 2022 Jumlah informan penelitian ini sebanyak 5 orang yaitu 3 nelayan 1 kapten kapal dan 1 pegawai Dinkes MITRA Variabel yang diteliti yaitu pengetahuan dan tindakan Data diperoleh melalui wawancara secara mendalam dengan alat ukur yaitu pedoman wawancara. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Pengetahuanpenggunaan APD pada nelayan perahu besar Desa Molompar Timur Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara nelayan sudah mengetahui tentang apa itu APD dan sudah mengetahui manfaat dan dampak apabila tidak menggunakan APD dan Tindakan penggunaan APD pada nelayan perahu besar Desa Molompar Timur Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara yaitu nelayan sudah menggunakan APD karena dari pihak kapten kapal menyedikan dan sebelum melaut ada pemeriksaan terlebih dahulu barubisa malaut. APD yang sering digunakan lengan panjang, topi, pelampung. Satu APD yang tidak disebutkan nelayan yaitu sepatu boot ( atau alas kaki) sehingga perlu adanya sosialisasi bagi para nelayan untuk meminimalisir kecelakaan saat malaut

    Gambaran Pengetahuan dan Sikap tentang Konsumsi Buah dan Sayur pada Peserta Didik SMA Katolik Rex Mundi Manado

    Get PDF
    Suatu pesan penting yang berada pada pedoman gizi seimbang yaitu mengonsumsi buah dan sayur untuk menuju masyarakat hidup sehat. Beragam vitamin, mineral dan serat sumbernya dari sayuran dan buah-buahan. Ada beberapa vitamin dan mineral dalam buah dan sayur yang berfungsi sebagai antioksidan dan penangkal senyawa berbahaya dalam tubuh. Tujuan dari riset yaitu supaya memahami gambaran pengetahuan beserta sikap tentang konsumsi buah dan sayur pada peserta didik di SMA Katolik Rex MundiManado. Metode dalam penelitian ini deskriptif kuantitatifdengan jumlah sampel 210 peserta didik kelas X dan XI. Penelitian ini menunjukkan hasil persentase pengetahuan tentang konsumsi buah dan sayur peserta didik sebesar 49,5% memiliki pengetahuan baik dan sikap peserta didik tentang pengonsumsian buah dan sayur sebesar 72,4%. Mayoritas peserta didik memiliki pengetahuan beserta sikap yang baik mengenaipengonsumsian buah dan sayur

    Gambaran Perilaku Masyarakat Terhadap Pencegahan Covid-19 Di Lingkungan 2 Kelurahan Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado

    Get PDF
    Perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus atau rangsangan dari luar. Setiap masyarakat memiliki respon yang berbeda terhadap pencegahan COVID-19. Kegiatan perilaku pencegahan bisa di terapkan melalui pengetahuan, sikap dan tindakan terhadap pencegahan COVID-19. Tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran perilaku masyarakat terhadap pencegahan COVID-19 di Lingkungan 2   Kelurahan Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan masyarakat yang berdomisili di Lingkungan 2 Kelurahan Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado yang berjumlah 1044 jiwa, dengan jumlah sampel sebanyak 91 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Hasil dari kegiatan penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku masyarakat terhadap pencegahan COVID-19 di lingkungan 2 Kelurahan Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado sebagai berikut pengetahuan berada pada tingkat kategori baik dengan jumlah (95,6%), sikap berada pada tingkat kategori baik dengan jumlah (96,7%), dan sebagain besar memiliki tindakan yang cukup baik dengan jumlah (79,12%). Dapat disimpulkan bahwa perilaku masyarakat terhadap pencegahan COVID- 19 Di Lingkungan 2 Kecamatan Malalayang Kota Manado berada pada kategori baik. Saran dalam penelitian ini yaitu untuk pemerintah diharapakan agar penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah dalam membuat kebijakan untuk pencegahan COVID-19.Untuk instansi kesehatan diharapkan Diharapkan agar selalu melakukan sosialisasi serta edukasi kesehatan pada masyarakat terkait perilaku pencegahannya COVID-19. Untuk fakultas kesehatan masyarakat diharapkan dapat memberikan sumbangan ilmu pengetahuan dan dijadikan referensi bagi peneliti selanjutnya. Untuk masyarakat Lingkungan 2 Kelurahan Bahu diharapkan dapat selalu menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah. Kata kunci : Perilaku, Pengetahuan, Sikap, Tindakan, Pencegahan COVID-19 ABSTRACTBehavior is a person's response or reaction to external stimuli or stimuli. Every society has a different response to COVID-19 prevention. Preventive behavior can be realized through knowledge, attitudes and actions towards COVID-19 prevention. The purpose of this study was to describe the community's behavior towards COVID-19 prevention in Neighborhood 2 Bahu Village, Malalayang Subdistrict, Manado City This study uses a quantitative descriptive method. The population in this study is all people who live in Neighborhood 2 Bahu Village, Malalayang Subdistrict, Manado City, totaling 1044 people, with a total sample of 91 respondents. The sample used accidental sampling. The results of this study indicate that the community's behavior towards preventing COVID-19 in the 2 Bahu Village, Malalayang District, Manado City as follows: knowledge is in the good category with a total (95.6%), s. Attitudes are in the good category with a total (96.7%), and most have quite good actions with a total of (79.120). It is concluded that the community's behavior towards preventing COVID-19 in Neighborhood 2 Malalayang District, Manado City is in the good category. Suggestions in this study are for the government, it is hoped that this research can be a reference for the government in making policies for preventing COVID-19. The public health faculty is expected to contribute knowledge and be used as a reference for further researchers. For the community of Bahu Kelurahan 2, it is hoped that they can always implement health protocols in accordance with government recommendations. Keywords : Behavior, Knowledge , Attitude.  Action, Prevention of COVID-1

    984

    full texts

    1,003

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    KESMAS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇