1003 research outputs found

    Hubungan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Perilaku Merokok Remaja di Desa Kayuuwi Satu Kecamatan Kawangkoan Barat Kabupaten Minahasa

    Get PDF
    Masa remaja adalah suatu masa perubahan yang mencakup perubahan fisik maupun psikologis. Kehidupan sosial dan teman sebaya yang mengharuskan mereka memilih antara merokok bahkan minum alkohol atau tidak. Perilaku merokok pada remaja merupakan hal yang berdampak buruk, terlebih untuk Kesehatan. Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku merokok remaja di Desa Kayuuwi Satu Kecamatan Kawangkoan Barat, Kabupaten Minahasa. Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi seluruh remaja yang berusia 15-18 tahun di Desa Kayuuwi Satu Kecamatan Kawangkoan Barat, Kabupaten Minahasa. Sampel yang diambil yaitu pada 44 remaja dengan teknik total sampling menggunakan kriteria inkusi dan kriteria ekskusi. Instrumen penelitian adalah kuesioner odan oalat otulis omenulis dengan analisiso datao menggunakano ujio Chi-Square. Adanya ohubungan oantara opengetahuan dan perilakuo merokoko dengan nilaio P value = 0,002 ( 0,05). Ada hubungano antarao sikap dengano perilakuo merokoko dengano nilaio p value = 0,000 ( 0,05). Dengan menarik kesimpulan, oterdapat ohubungan oantara opengetahuan dano sikapo terhadap operilaku omerokok. Katao Kuncio: Perilakuo Merokoko, Remaja ABSTRACTO Adolescence is a time of change thatt involves both physical and psychological change. Social life and peers who made them chose between smoking and even drinking alcohol or not. The behaviour of smoking in a teenager is a bad thing, especially for health. The purpose of research, to know the relationship of knowledge and attitude to teenager smoking behaviour in the village of Kayuuwi Satu sub-district west Kawangkoan, Minahasa. The type of research used is quantitative design sectional research. The entire population of 15-18 years olds in Kayuuwi Satu village, West Kawangkoan sub-district, Minahasa district. The sample taken 44 teenagers with social sampling techniques using the incuse criteria and excretion criteria. The research instruments are questionnaires and writing instruments with data analysis using the chi-square. There is a relationship tbetween tknowledge tand the behaviour of tsmoking twith P valuet = 0.002 ( 0.05). There is a relationship tbetween tattitude tand tsmoking behaviour with p valuet = 0.000 ( 0.05). Theret is a relationship tbetween tknowledge tand attitudes towards smokingt behaviour Keywords: smoking behaviour, teenager

    Hubungan Antara Dukungan Sosial Dan Tingkat Stres Dengan Kualitas Hidup Pada Pegawai Di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan Di Masa Pandemi Covid-19

    Get PDF
    Kualitas hidup menjadi indikator yang penting dalam mengukur pelayan kesehatan. Faktor yang dapat berpengaruh terhadap kualitas hidup ialah dukungan sosial dan tingkat stres. Tujuan penelitian ialah mencari tahu hubungan antara dukungan sosial dan tingkat stres dengan kualitas hidup pada pegawai di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini memakai survey analitik dengan desain penelitian cross sectional dan diselenggarakan di bulan Juli-September tahun 2020. Populasi semua pegawai di kantor Dinas Kesehatan. Penelitian menggunakan total sampling, yakni semua pegawai di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan yaitu 62 pegawai. Analisis yang dipakai adalah analisis univariat dan analisis bivariat. memakai uji statistik Chi Squre). Hasil penelitian yang didapatkan dari veriabel dukungan sosial angka signifikansi (P Value) < 0,05 atau variabel dukungan sosial berhubungan terhadap kualitas hidup domain fisik dan psikologis. Namun untuk angka signifikansi (P Value) > 0,05 atau dukungan sosial tidak berhubungan terhadap  kualitas hidup domain hubungan sosial dan lingkungn. Pada variabel tingkat stres angka signifikan signifikansi (P Value) > 0,05 atau variabel tingkat stres tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap variabel kualitas hidup domain fisik, psikologis, hubungan sosial dan lingkungan pada pegawai di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan di masa Pandemi Covid-19. Kata Kunci: Dukungan Sosial, Tingkat Stres, Kualitas Hidup ABSTRACTQuality of life is an important indicator in measuring health services. Factors that can affect the quality of life are social support and stress levels. The purpose of this study was to find out the relationship between social support and stress levels with the quality of life of employees at the South Minahasa District Health Office. This study uses an analytical survey with a cross sectional research design and was held in July-September 2020. The population is all employees at the Health Office office. The study used a total sampling, namely all employees at the South Minahasa District Health Office, namely 62 employees. The analysis used is univariate analysis and bivariate analysis. using the Chi Square statistical test). The results obtained from the social support variable have a significance value (P Value) <0.05 or the social support variable is related to the quality of life in the physical and psychological domains. However, the significance number (P Value) > 0.05 or social support is not related to the quality of life in the domain of social and environmental relations. In the stress level variable, the significance value (P Value) > 0.05 or the stress level variable does not have a significant relationship to the physical, psychological, social and environmental domain quality of life variables for employees at the South Minahasa District Health Office during the Pandemic covid-19. Keywords : social support and stress levels with the quality of life of employee

    Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Paparan Logam Berat Cadmium (Cd) pada Masyarakat Sekitar Sungai yang Mengonsumsi Ikan Nilem (Ostoechillus Vittatus) dari Sungai Desa Bakan Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow

    Get PDF
    Sungai di Desa Bakan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk membuang air limbah dari kegiatan rumah tangga dan kegiatan penambangan emas. Kegiatan tersebut akan menyebabkan pencemaran air sungai di Desa Bakan dan berdampak pada organisme air dan kesehatan masyarakat.Tujuan dari penelitian ini merupakan analisis risiko kesehatan lingkungan paparan lingkungan paparan logam berat Cadmium pada masyarakat sekitar sungai yang mengonsumsi ikan nilem (Ostoechillus vittatus) dari Sungai Desa Bakan Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow. Penelitian ini ialah penelitian deskriptif menggunakan analisis risiko kesehatan lingkungan (ARKL) sebagai metodenya. Responden pada penelitian ini berjumlah 73 orang dengan sampel ikan nilem yang diambil langsung dari 3 titik di aliran Sungai Desa Bakan berjumlah 3 ekor. Analisis logam berat Cadmium dilakukan dengan prosedur Atomic Absorption Spectrophometer (AAS). Berdasarkan penelitian ini didapatkan, nilai rata rata konsentrasi Cadmium pada ikan nilem ialah 0,0067 mg/kg. Hasil analisis pada durasi pajanan dengan proyeksi waktu 30 tahun yang akan datang untuk non karsinogenik menunjukkan 73 responden (100%) memiliki nilai RQ < 1 sehingga bisa dikatakan tidak berisiko terhadap penyakit non karsinogenik dalam 30 tahun ke depan. Penduduk dianjurkan untuk mengontrol konsumsi ikan yang ditangkap di sungai dikarenakan Sungai Desa Bakan telah tercemar berbagai jenis logam berat sehingga jika dikonsumsi oleh masyarakat bisa berdampak bagi kesehatan. Kata Kunci           : Ostoechillus vittatus, Cadmium, ARKL, Sungai Desa Baka

    Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Tindakan Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Petani Pengguna Pestisida di Desa Tember Kecamatan Tompaso

    Get PDF
    Petani merupakan pekerja; yang sering terpapar dengan bahaya seperti dalam hal penggunaan pestisida untuk mengendalikan dan mencegah hama berbahaya, kerugian hasil panen atau kerusakan produk, untuk itu membutuhkan APD yang sesuai guna meminimalisir risiko terpapar pestisida. Salah satu alasan pekerja tidak menggunakan APD adalah perilaku pekerja itu sendiri misalnya pengetahuan tentang pentingnya penggunaan APD yang masih rendah dikarenakan kurang menerima edukasi, sikap kurang peduli karena belum merasakan dampak kesehatan dan sebagainya.  Pengetahuan, sikap dan tindakan dalam menggunakan APD menjadi faktor penting dalam pencegahan kecelakaan kerja maupun PAK termasuk bahaya dan risiko terpapar pestisida bagi petani. Tujuan penelitian! ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan tindakan penggunaan alat pelindung diri pada petani pengguna pestisida di Desa Tember Kecamatan Tompaso. Jenis penelitian yang digunakan yaitu survey analitik dengan desain cross sectional study dan jumlah responden pada penelitian ini berjumlah; 50 petani. Instrumen; yang digunakan; yaitu kuesioner.  Hasil penelitian didapatkan melalui uji statistik fisher’s exact test dengan nilai α=0.05 menunjukkan bahwa nilai p value (0,009) p<0,05, disimpulkan bahwa terdapat hubungan^^ antara3 pengetahuan7 dengan tindakan% penggunaan5, alat3, pelindung0 diri9, pada petani pengguna, pestisida, di Desa Tember Kecamatan; Tompaso dan terdapat hubungan antara sikap dengan tindakan, penggunaan, alat, pelindung, diri pada petani, pengguna pestisida6; di; Desa6 Tember Kecamatan; Tompaso, dengan nilai p value (0,000) p<0,05 Kata Kunci : Petani, Pengetahuan,,Sikap, Tindakan APD ABSTRACT Farmers5 are! workers! who are often exposed to dangers such as the use of pesticides to control and prevent harmful pests, crop losses or product damage, so they need appropriate PPE’ to minimize; the risk of exposure to pesticides. One of the reasons workers do not use PPE is the behavior of the workers themselves, for example, knowledge about the importance of using PPE is still low due to:  receiving less education, less caring attitude because they have not felt the health effects and etc. Knowledge, attitudes and actions in using PPE are important factors in preventing work accidents and PAK including the dangers and risks of exposure to pesticides for farmers. The purpose’ of this study was to determine’ the relationship between knowledge’ and attitudes with the use of personal protective equipment for pesticide-using farmers in Tember Village, Tompaso District. The type; of research; used is an analytical survey; with a cross sectional; study design; and the number of respondents in this study; amounted; to 50 farmers. The instrument used is a questionnaire. The results obtained through the fisher's exact test with a value of = 0.05 indicating that the p value (0.009) p&lt;0.05, it was concluded that there was a relationship between knowledge and the use of personal protective equipment for farmers using pesticides in Tember Village, Tompaso District and thereis5arelationship[between9attitudesandtheuse[of is5 a relationship[ between9 attitudes and the use[ of personal5 protective8 equipment0; for pesticide-using farmers$ in Tember Village, Tompaso District, with p value (0.000) p&lt;0.05. Keywords : Farmers, Knowledge, Attitude, PPE Actio

    Gambaran Tingkat Kelelahan Kerja Gilir Pagi dan Sore pada Pekerja di PT. Cahaya Abadi Lestari Proyek Pembangunan Jalan dan Jembatan Manado Ringroad 3

    Get PDF
    Pembangunan infrastruktur konstruksi jalan yang merupakan tempat kerja yang cukup berisiko pada keselamatan dan kesehatan pekerja menjadi salah satu penyebab pekerja mengalami kelelahan kerja yang berdampak pada kesehatan mereka. Hal tersebut terjadi karena jam kerja serta beban kerja yang dialami oleh setiap pekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kelelahan kerja pada pekerja gilir pagi dan sore pada pekerja di PT. Cahaya Abadi Lestari Proyek Pembangunan Jalan dan Jembatan Manado Ringroad 3 dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Sampel dari penelitian ini berjumlah 82 orang yang merupakan total populasi pekerja. Pengolahan data yang dilakukan yakni analisis univariat untuk mendeksripsikan frekuensi distribusi kelelahan kerja pada pekerja. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa ada sebanyak 9 orang mengalami kelelahan kerja rendah, 29 orang mengalami kelelahan kerja sedang, dan 3 orang mengalami kelelahan kerja tinggi pada gilir pagi. Sedangkan untuk gilir sore, didapati bahwa ada sebanyak 12 orang yang mengalami kelelahan kerja rendah, 22 orang mengalami kelelahan kerja sedang, dan 7 lainnya mengalami kelelahan kerja yang dikategorikan tinggi.  Kata Kunci: Kelelahan kerja, gilir pagi, gilir sore.  ABSTRACTThe development of road construction infrastructure which is a workplace that poses a risk to the safety and health of workers become a factor of work exhaustion that is experienced by the workers and has an impact on health aspects. It happens because due to the operational hours and workload experienced by each worker. The purpose of this study was to describe the work exhaustion for the morning shift as well as the night shift workers at PT. Cahaya Abadi Lestari Proyek Pembangunan Jalan dan Jembatan Manado Ringroad 3 with descriptive quantitative methods. The sample of this study amounted to 82 people which are the total population. Data processing carried out is a univariate analysis to describe the frequency distribution of work exhaustion on workers. The results of this study showed that as many as 9 people were experiencing low work exhaustion, 29 people experiencing moderate work exhaustion, and 3 people experiencing high work exhaustion in the morning shift. As for the afternoon shift, it was found that 12 people experienced low work exhaustion, 22 people experienced moderate work exhaustion, and 7 others experienced high work exhaustion. Keywords: Work Exhaustion, Morning Shift, Night Shif

    Gambaran Pola Makan Penduduk Usia 18-30 Tahun Di Kelurahan Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado

    Get PDF
    Pola makan yang sehat dan teratur serta konsumsi makanan yang bergizi merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pola makan penduduk usia 18-30 tahun di Kelurahan Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado. Desain penelitian yaitu survey deskriptif . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Pemuda Jemaat GMIM Imanuel Bahu yaituberjumlah 329 orang. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sebagian dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi yang di teliti yaitu total 112 sampel. Pengambilan besar sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan rumus lameshow. Teknik pengambilan sampel ini dilakukan dengan cara yaitu Probability Sampling dengan jenis Simple Random Sampling. Alat ukur dalam penelitian ini adalah kuesioner FFQ. Hasil Penelitian yaituPola makan penduduk usia 18-30 tahun Kelurahan Bahu, Kecamatan Malalayang, Kota Manado memiliki frekuensi konsumsi dan jenis makanan yang berbeda-beda, dengan kecenderungan konsumsi makanan pokok yaitu nasi; lauk hewani yaitu daging ayam, daging babi, ikan tude dan ikan cakalang; lauk nabati yaitu tahu dan tempe; Sayuran yaitu kangkung, wortel dan kol; buah-buahan yaitu pisang dan papaya; makanan olahan yaitu tinutuan; makanan junk food yaitu mie instant.  Kata Kunci: Pola makan, Kesehatan, Kelurahan Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado ABSTRACTA healthy and regular diet and consumption of nutritious food is one of the important factors in supporting health. The purpose of this study was to describe the eating patterns of the population aged 18-30 years in Bahu Village, Malalayang District, Manado City. The research design is a descriptive survey. The population in this study were all GMIM Imanuel Bahu Youth Congregation, which opened 329 people. The samples taken in this study were part of the population that met the rigorous inclusion criteria, namely a total of 112 samples. The sample size in this study was determined by the lameshow formula. This sampling technique is carried out by means of Probability Sampling with the type of Simple Random Sampling. The measuring instrument in this research is the FFQ questionnaire. The results of the study are that the eating patterns of the population aged 18-30 years in Bahu Village, Malalayang District, Manado City have different consumption frequencies and types of food, with a tendency to consume staple foods, namely rice; animal side dishes, namely chicken, pork, tude fish and skipjack tuna; vegetable side dishes, namely tofu and tempeh; Vegetables are kale, carrots and cabbage; fruits namely bananas and papayas; processed foods, namely tinutuan; junk food, namely instant noodles.  Keywords: Diet, Health, Bahu Village, Malalayang District Manado CityÂ

    Gambaran Keluhan Muskuloskeletal Pada Pekerja Pemotongan Hewan Babi Di Pasar Beriman Kota Tomohon

    Get PDF
    Muskuloskeletal (MSDs) merupakan penyakit yang dialami karena faktor pekerjaan, personal dan psikososial. Studi pada tahun 2005 oleh Departemen kesehatan menununjukan bahwa penyakit muskuloskeletal (16%) mempunyai persentase yang cukup besar di bandingan dengan penyakit kardiovaskular (8%), hasil survey peneliti menunjukkan bahwa keluhan para pekerja pemotong babi antara lain : sakit pada kedua bahu, sakit pada punggung, sakit pada kedua siku serta sakit pada pergelangan kaki. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambarana danya keluhan Muskuloskeletal pada pekerja pemotongan  hewan babi di Pasar Beriman Kota Tomohon. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis metode penelitian deskriptif  serta menggunakan pendekatan studi potong lintang atau biasa di kenal cross sectional adapun jumlah populasi dalam penelitian ini berjumlah 112 orang dengan pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik pusposive sampling  dan didapatkan jumlah sampel penelitian sebanyak 50 orang. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner Nordic Body Map. Hasil analisis data menunjukkan bahwa keluhan yang dialami oleh objek penelitian berkaitan dengan penyakit muskuloskeletal paling dominan berada pada tingkat tinggi yaitu menumbang sekitar 40 responden dengan nilai persentase sebesar 80.00%. kesimpulannya bahwa terdapat keluhan muskuloskeletal pada para pekerja pemotong babi di  pasar beriman Kota Tomohon. Kata Kunci: Muskuloskeletal,cross sectional, pusposive sampling, kuisioner ABSTRACT.Musculoskeletal (MSDs) can occur due to work, personal, environmental and psychosocial factors. In 2005 studied by Health Minister showed that the musculoskeletal (16%) have higher percentage rather than cardiovascular disease (8%), research survey discovered those all the chipper grievance which are: painful in shoulder area, the spine, the elbow, and the last one is feet ankle areas. This reseach has designed to recognise about the description which related with chipper grievance of musculoskeletal at Pasar Beriman Kota Tomohon. The Researcher decide  to using descriptive method and colaborate it with cross sectional approachment. Population of this reseach is count 112 respondents then sampling technique use purposive sampling finally the research obtain 50 people that going to be active respondents after investigator had asked an agreement and request to who already be actively respondents of this reseacher has doing. In addtional, Instrument this study used to Nordic Body Map questionneire so that it can make easier by investigator to convert the data from qualitative up to quantitative form. This research result show that highest musculoskeletal grievance by chipper dominantly in towering level which represented around by 40 respondents and convert to 80.00% amount. Thus, in conclution this research proven the chipper at Pasar Beriman Kota Tomohon have grievance of musculoskeletal disorders. Keywords: Musculoskeletal, Cross sectional, purposive sampling, kuesione

    Penerapan Kebijakan Protokol Kesehatan dalam Upaya Pencegahan Covid-19 di Kelurahan Buyungon Kabupaten Minahasa Selatan

    Get PDF
    Pencegahan Covid-19 dapat dilakukan dengan menerapkan Protokol Kesehatan. Protokol Kesehatan ini  merupakan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah di masa pandemi COVID-19 untuk penanganan penyebaran COVID-19 selain itu Protokol Kesehatan peru diterapkan secara disiplin pada era new normal saat ini agar masyarakat dapat beraktifitas dengan aman, nyaman dan sehat di masa pandemi COVID-19. Protokol Kesehatan yang di tetapkan pemerintah saat ini yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana penerapan kebijakan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan COVID-19 pada masyarakat di kelurahan Buyungon Kabupaten Minahasa Selatan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam dimana wawancara di lakukan secara langsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang di ambil dari 5 informan masyarakat Kelurahan Buyungon Kabupaten Minahasa Selatan. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian berdasarkan hasil wawancara mendalam diperoleh tanggapan masyarakat tentang penerapan kebijakan protokol kesehatan dapat dilihat bahwa masyarakat sebagian besarsudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik namun masih menemui beberapa kendala dan tantangan yang membuat masyarakat belum 100% menerapkan protokol kesehatan 5M yaitu mencuci tangan , memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan protokol kesehatan masyarakat kelurahan Buyungon Kabupaten Minahasa Selatan sudah terlaksana namun belum 100% karena masih menemui kendala dan tantangan pada masyarakat. Saran sebaiknya masyarakat harus selalu menaati protokol kesehatan yang dibuat oleh pemerintah agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan sehat di tengah pandemi COVID-19. Kata Kunci: Covid-19, masyarakat kelurahan Buyungon, Pencegahan, Protokol Kesehatan ABSTRACTPrevention of Covid-19 can be done by implementing the Health Protocol. This Health Protocol is a policy issued by the government during the COVID-19 pandemic to handle the spread of COVID-19, besides that the Health Protocol needs to be applied in a disciplined manner in the current new normal era so that people can carry out activities safely, comfortably and healthily during the COVID-19 pandemic. . The current health protocols set by the government are washing hands, wearing masks, maintaining distance, avoiding crowds, and limiting mobility. This study aims to see how the implementation of health protocol policies in efforts to prevent COVID-19 in the community in the Buyungon sub-district, South Minahasa Regency using qualitative research methods with in-depth interviews where interviews were conducted directly by applying health protocols taken from 5 community informants in Buyungon Village. South Minahasa Regency. Checking the validity of the data using the triangulation method. The results of the study based on the results of in-depth interviews obtained public responses about the implementation of health protocol policies, it can be seen that most of the people have implemented health protocols well but still encounter several obstacles and challenges that make people not 100% implementing the 5M health protocol, namely washing hands, wearing masks, maintaining distance, avoiding crowds and limiting mobility. The conclusion of this study is that the implementation of the public health protocol in the Buyungon sub-district, South Minahasa Regency has been implemented but not yet 100% because it is still facing obstacles and challenges in the community. It is recommended that the public must always obey the health protocols made by the government so that people can move safely and healthily in the midst of the COVID-19 pandemic. Keywords: Covid-19, Buyungon village community, prevention, health protoco

    Keberadaan Salmonellaasp. Padaatelur Ayammras dari Peternakanndiikecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara

    Get PDF
    Salmonellaasp. merupakannsalah satuubakteriiiyangmmengkontaminasiitelur. Peternakan telurrayammras diiKecamatan Dimembe merupakannsalah satu produsen telur untukkmenunjang kebutuhannmasyarakat. Telurrdapat terkontaminasi di peternakan, yang selanjutnya dikonsumsi masyarakat dengan pengolahan yang kurang tepat dapat menyebabkan masalah kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan Salmonellaasp. padaatelur. Metodeepenelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif dengannpemeriksaan di Laboratorium Balai.Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Manado. Alat ukur yang digunakan yaitu hasil reaksi uji biokimia TSIA, LDB, Urea, Indol. Sampel penelitian diambil menggunakan metode convenience sampling berjumlah 18 sampel dengan masing-masing 6 sampel dari tiap peternakan yang diambil sekali pengambilan. Hasil penelitian menunjukkann3 sampel cangkanggtelur dariidua peternakan positif Salmonella sp. sedangkan untuk semua sampel putih telur dan kuning tidak ditemukan Salmonella sp. Diharapkan peternakan untuk memperhatikan kebersihan cangkang telur sebelum diedarkan dan rutin melaksanakan biosekuriti dalam peternakan. Diharapkan bagi masyarakat untuk memperhatikan cara penanganan telur sebelum diolah seperti memperhatikan kebersihan telur. Kata kunci : Salmonella sp, telur ayam ras ABSTRACTSalmonella sp. is one of the bacteria that contaminate eggs. The broiler egg farm in Dimembe District is one of the egg producers to support the needs of the community. Eggs can be contaminated on farms which are then consumed by the community with improper processing which can cause health problems. This study aims to determine the presence of Salmonella sp. on eggs. The research method uses a descriptive type of research with inspections at the Laboratory of Fish Quarantine Center for Quality Control and Safety of Fishery Products Manado. The measuring instrument used is the results of the biochemical test reaction of TSIA, LDB, Urea, Indole. The research sample was taken using the convenience sampling method, totaling 18 samples with 6 samples from each farm taken once. The results showed that 3 samples of egg shells from two farms were positive for Salmonella sp. while for all samples of egg white and yolk were not found Salmonella sp. It is expected that farms will pay attention to the cleanliness of egg shells before being circulated and routinely carry out biosecurity in farms. Keywords : Salmonella sp, chicken eggÂ

    Hubungan Antara Umur Dan Masa Kerja Dengan Keluhan Muskuloskeletal Pada Petani Di Desa Tambelang Minahasa Selatan

    Get PDF
    Keluhan muskuloskeletal adalah keluhan pada bagian otot skeletal. Keluhan muskuloskeletal banyak dirasakan pada petani. Hal ini diperkuat oleh data Riskesdas 2018 yang menunjukan bahwa prevalensi penyakit muskuloskeletal di Indonesia sebanyak 7,30% dan pekerjaan petani merupakan angka prevalensi paling tinggi yaitu sebanyak 9,86%. Penelitian ini tujuannya untuk mengetahui hubungan umur dan masa kerja dengan keluhan muskuloskeletal yang dilaksanakan di Desa Tambelang Kabupaten Minahasa Selatan bulan Mei - Oktober 2021. Metode penelitian ini adalah survei analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi  penelitian ini berjumlah 55 orang dan sampel penelitian ini berjumalah 47 orang yang termasuk dalam kriteria inklusi dan 8 orang termasuk kriteria eksklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Nordic body map. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan uji korelasi pearson. Dengan hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara umur dengan keluhan msukuloskeletal dengan nilai p 0,000. Kemudian terdapat hubungan antara masa kerja dengan keluhan muskuloskeletal dengan nilai p 0,000. Kata Kunci : Umur, Masa Kerja, Keluhan Muskuloskeletal ABSTRACTMusculoskeletal complaints are complaints in the skeletal muscles. Many musculoskeletal complaints are felt by farmers. This is reinforced by the 2018 Riskesdas data which shows that the prevalence of musculoskeletal disease in Indonesia is 7.30% and farmer work is the highest prevalence rate, which is 9.86%. The aims of this research is to determine the relationship between age and tenure with musculoskeletal complaints which was carried out in Tambelang Village, South Minahasa Regency in May - October 2021. This research method is an analytic survey with a cross-sectional research design. The population of this study amounted to 55 people and the sample of this study was 47 people who were included in the inclusion criteria and 8 people including the exclusion criteria. The research instrument used a Nordic body map questionnaire. Processing data in this study using the pearson correlation test. With the results of the study, it was found that there was a relationship between age and musculoskeletal complaints with a p-value of 0,000. Then there is a relationship between tenure and musculoskeletal complaints with a p-value of 0,000.  Keywords: Age, Working Period, Musculoskeletal Complaints

    984

    full texts

    1,003

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    KESMAS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇